EVALUASI
SISTEM INFORMASI
Fahmi Hakam, S.KM., MPH.
Pengertian Evaluasi
Suatu proses menjelaskan, memperoleh dan
menyediakan data yang berguna, untuk menilai suatu
tindakan atau suatu pelaksanaan program telah
berjalan.
Dengan evaluasi maka capaian kegiatan dapat
diketahui dan tindakan lebih lanjut dapat
direncanakan untuk memperbaiki kinerja suatu
kegiatan/ sistem.
Evaluasi Sistem informasi
Evaluasi sistem informasi (SI) dapat dilakukan
dengan cara berbeda dan pada tingkatan bebeda,
tergantung pada tujuan evaluasi.
Tujuan Evaluasi antara lain:
1. Untuk Menilai Kemapuan Teknis Suatu Sistem
2. Pelaksanaan Oprasional
3. Pendayagunaan Sistem
Lingkup Evaluasi Sistem Informasi
 Pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber
daya TIK yang ada, yaitu :
 Aplikasi
 Informasi
 Infrastruktur
 Human Resource (SDM)
 Organisasi
Pelaku Evaluasi SIM
 Tim Audit khusus, yang diambil diantara para
eksekutif organisasi yang bersangkutan.
 Tim audit internal, yang mengerjakan unit
operasional.
 Organisasi/ konsultan di luar organisasi.
 Peneliti
METODE EVALUASI SI
 Technology Acceptance Model (TAM)
 Task Technology Fit (TTF)
 End User Computing (EUC) Satisfaction
 Human, Organization And Technology Fit (Hot-Fit)
 Delone Mcclean
- Untuk mengetahui reaksi pengguna terhadap sistem
informasi. Metode TAM ini pertama sekali
dikenalkan oleh Davis pada tahun 1989.
- TAM adalah teori sistem informasi yang membuat
model tentang bagaimana pengguna mau menerima
dan menggunakan teknologi.
Technology Acceptance Model (TAM)
 Model ini mengusulkan bahwa ketika pengguna
ditawarkan untuk menggunakan suatu sistem yang baru,
sejumlah faktor mempengaruhi keputusan mereka
tentang bagaimana dan kapan akan menggunakan sistem
tersebut, khususnya dalam hal:
1. usefulness (pengguna yakin bahwa dengan
menggunakan sistem ini akan meningkatkan
kinerjanya).
2. ease of use (di mana pengguna yakin bahwa
menggunakan sistem ini akan membebaskannya dari
kesulitan, artian bahwa sistem ini mudah dalam
penggunaannya)
Kelebihan
 TAM merupakan model perilaku (behavior) yang
bermanfaat untuk menjawab pertanyaan mengapa banyak
sistem teknologi gagal diterapkan karena pemakainya tidak
mempunyai minat (intention) untuk menggunakannya.
 TAM dibangun dengan dasar teori yang kuat.
 TAM telah diuji dengan banyak penelitian.
 TAM merupakan model yang parsimoni (parsimonius)
yaitu model yang sederhana dan valid.
Kekurangan
 TAM hanya memberikan informasi atau hasil yang
sangat umum saja tentang minat dan perilaku
pemakai sistem dalam menerima sistem teknologi
informasi.
 TAM hanya menjelaskan kepercayaan (beliefs)
mengapa pemakai mempunyai minat perilaku
menggunakan sistem.
 TAM belum memberikan informasi menjelaskan
mengapa pemakai sistem mempunyai kepercayaan-
kepercayaan tersebut.
 Sebuah konstruk formal yang dikenal sebagai Task-
TechnologyFit (TTF), yang merupakan kesesuaian dari
kapabilitas teknologi untuk kebutuhan tugas dalam
pekerjaan. Yaitu kemampuan TI untuk memberikan
dukungan terhadap pekerjaan.
 Model TTF memiliki 4 konstruk kunci yaitu Task
Characteristics, Technology Characteristics, yang
bersama-sama mempengaruhi konstruk ketiga TTF yang
balik mempengaruhi variabel outcome yaitu
Performance atau Utilization.
 Model TTF menempatkan bahwa teknologi informasi
hanya akan digunakan jika fungsi dan manfaatnya
tersedia untuk mendukung aktivitas pengguna.
Task Technology -Fit (TTF)
 Dalam lingkup End User Computing, sejumlah studi
telah dilakukan untuk meng-capture keseluruhan
evaluasi dimana pengguna akhir telah menganggap
penggunaan dari suatu sistem informasi dan juga
faktor-faktor yang membentuk kepuasan.
End User Computing (EUC) Satisfaction
 Model ini menempatkan komponen penting dalam
sistem informasi yakni Manusia (Human),
Organisasi (Organization) dan Teknologi
(Technology). dan kesesuaian hubungan di
antaranya.
HOT - Fit
 Komponen Manusia (Human) menilai sistem informasi
dari sisi penggunaan sistem (system use) pada frekwensi
dan luasnya fungsi dan penyelidikan sistem informasi.
 System use juga berhubungan dengan siapa yang
menggunakan (who use it), tingkat penggunanya (level
of user), pelatihan, pengetahuan, harapan dan sikap
menerima (acceptance) atau menolak (resistance)
sistem.
 Komponen ini juga menilai sistem dari aspek kepuasan
pengguna (user satisfaction). Kepuasan pengguna adalah
keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna dalam
menggunakan sistem informasi dan dampak potensial
dari sistem informasi.
 Kerangka pikir teoritis DeLone dan McLean (1992)
dikenal dengan DeLone and McLean Model of
Information System Success (D&M IS Success).
 Menggambarkan bahwa kesuksesan pengembangan
sistem yang diproksi dengan 2 (dua) variabel yaitu
intensitas penggunaan sistem dan kepuasan
pengguna sistem informasi yang bersangkutan.
Variabel-variabel yang mempengaruhi kesuksesan
sistem informasi adalah kualitas informasi (sebagai
output sistem) dan kualitas sistem informasi yang
bersangkutan.
Delone Mcclean
Berikut adalah definisi dan operasional variabel atau
faktor-faktor kesuksesan sistem informasi tersebut,
yaitu :
 Variabel Kualitas Sistem (System Quality)
Kualitas sistem berarti kualitas dari kombinasi
hardware dan software dalam sistem informasi.
 Variabel Kualitas Informasi (Information Quality)
Information Quality merujuk pada output dari
sistem informasi, menyangkut nilai, manfaat,
relevansi, dan urgensi dari informasi yang
dihasilkan.
 Variabel Intensistas Penggunaan Sistem Informasi
Intensitas penggunaan informasi mengacu pada
seberapa sering pengguna memakai sistem
informasi.
 Variabel User Satisfaction
Kepusasan Pengguna sistem (User satisfaction)
merupakan respon dan umpan balik yang
dimunculkan pengguna setelah memakai sistem
informasi.
 Variabel Individual Impact
Individual impact merupakan pengaruh keberadaan
dan pemakaian sistem informasi terhadap kualitas
kinerja pengguna secara individual termasuk di
dalamnya produktivitas, efisiensi dan efektivitas
kinerja.
TEKNIK PENELITIAN “EVALUASI- SI”
 Metode Kuantitatif
 Metode Kualitatif
METODE KUANTITATIF
 Menggunakan Statistik Untuk Membuktikan
Bahwa Suatu Variabel Dipengaruhi Variabel
Yang Lain
 Menggunakan Kuesioner Yang Diolah Secara
Kuantitatif
 Kekuatannya Terletak Pada Tes Statistik
 Wawasan Sempit Dan Tajam
METODE KUALITATIF
 Menggunakan Wawancara
 Tidak Harus Pakai Data Statistik
 Untuk Obyektif Dilakukan Triangulasi
 Wawasan Komprehensif Dan Luas
Pendekatan Dalam Evaluasi SI
1. Untuk memahami bagaimana persepsi pengguna mengenai sistem,
mengevaluasi sistem serta makna dari sistem bagi pengguna.
2. Untuk memahami pengaruh sosial dan organisasional terhadap
penggunaan sistem.
3. Menyelidiki proses sebab akibat.
4. Memberikan evaluasi formatif (evaluasi yang bertujuan untuk memperbaiki
sistem yang sedang dalam tahap pengembangan) dibandingkan hanya
sekedar melakukan pengkajian.
5. Meningkatkan utilisasi dari hasil evaluasi.
Metode Evaluasi Sistem Informasi

Metode Evaluasi Sistem Informasi

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Evaluasi Suatu prosesmenjelaskan, memperoleh dan menyediakan data yang berguna, untuk menilai suatu tindakan atau suatu pelaksanaan program telah berjalan. Dengan evaluasi maka capaian kegiatan dapat diketahui dan tindakan lebih lanjut dapat direncanakan untuk memperbaiki kinerja suatu kegiatan/ sistem.
  • 3.
    Evaluasi Sistem informasi Evaluasisistem informasi (SI) dapat dilakukan dengan cara berbeda dan pada tingkatan bebeda, tergantung pada tujuan evaluasi. Tujuan Evaluasi antara lain: 1. Untuk Menilai Kemapuan Teknis Suatu Sistem 2. Pelaksanaan Oprasional 3. Pendayagunaan Sistem
  • 4.
    Lingkup Evaluasi SistemInformasi  Pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber daya TIK yang ada, yaitu :  Aplikasi  Informasi  Infrastruktur  Human Resource (SDM)  Organisasi
  • 5.
    Pelaku Evaluasi SIM Tim Audit khusus, yang diambil diantara para eksekutif organisasi yang bersangkutan.  Tim audit internal, yang mengerjakan unit operasional.  Organisasi/ konsultan di luar organisasi.  Peneliti
  • 6.
    METODE EVALUASI SI Technology Acceptance Model (TAM)  Task Technology Fit (TTF)  End User Computing (EUC) Satisfaction  Human, Organization And Technology Fit (Hot-Fit)  Delone Mcclean
  • 7.
    - Untuk mengetahuireaksi pengguna terhadap sistem informasi. Metode TAM ini pertama sekali dikenalkan oleh Davis pada tahun 1989. - TAM adalah teori sistem informasi yang membuat model tentang bagaimana pengguna mau menerima dan menggunakan teknologi. Technology Acceptance Model (TAM)
  • 8.
     Model inimengusulkan bahwa ketika pengguna ditawarkan untuk menggunakan suatu sistem yang baru, sejumlah faktor mempengaruhi keputusan mereka tentang bagaimana dan kapan akan menggunakan sistem tersebut, khususnya dalam hal: 1. usefulness (pengguna yakin bahwa dengan menggunakan sistem ini akan meningkatkan kinerjanya). 2. ease of use (di mana pengguna yakin bahwa menggunakan sistem ini akan membebaskannya dari kesulitan, artian bahwa sistem ini mudah dalam penggunaannya)
  • 9.
    Kelebihan  TAM merupakanmodel perilaku (behavior) yang bermanfaat untuk menjawab pertanyaan mengapa banyak sistem teknologi gagal diterapkan karena pemakainya tidak mempunyai minat (intention) untuk menggunakannya.  TAM dibangun dengan dasar teori yang kuat.  TAM telah diuji dengan banyak penelitian.  TAM merupakan model yang parsimoni (parsimonius) yaitu model yang sederhana dan valid.
  • 10.
    Kekurangan  TAM hanyamemberikan informasi atau hasil yang sangat umum saja tentang minat dan perilaku pemakai sistem dalam menerima sistem teknologi informasi.  TAM hanya menjelaskan kepercayaan (beliefs) mengapa pemakai mempunyai minat perilaku menggunakan sistem.  TAM belum memberikan informasi menjelaskan mengapa pemakai sistem mempunyai kepercayaan- kepercayaan tersebut.
  • 12.
     Sebuah konstrukformal yang dikenal sebagai Task- TechnologyFit (TTF), yang merupakan kesesuaian dari kapabilitas teknologi untuk kebutuhan tugas dalam pekerjaan. Yaitu kemampuan TI untuk memberikan dukungan terhadap pekerjaan.  Model TTF memiliki 4 konstruk kunci yaitu Task Characteristics, Technology Characteristics, yang bersama-sama mempengaruhi konstruk ketiga TTF yang balik mempengaruhi variabel outcome yaitu Performance atau Utilization.  Model TTF menempatkan bahwa teknologi informasi hanya akan digunakan jika fungsi dan manfaatnya tersedia untuk mendukung aktivitas pengguna. Task Technology -Fit (TTF)
  • 14.
     Dalam lingkupEnd User Computing, sejumlah studi telah dilakukan untuk meng-capture keseluruhan evaluasi dimana pengguna akhir telah menganggap penggunaan dari suatu sistem informasi dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan. End User Computing (EUC) Satisfaction
  • 16.
     Model inimenempatkan komponen penting dalam sistem informasi yakni Manusia (Human), Organisasi (Organization) dan Teknologi (Technology). dan kesesuaian hubungan di antaranya. HOT - Fit
  • 17.
     Komponen Manusia(Human) menilai sistem informasi dari sisi penggunaan sistem (system use) pada frekwensi dan luasnya fungsi dan penyelidikan sistem informasi.  System use juga berhubungan dengan siapa yang menggunakan (who use it), tingkat penggunanya (level of user), pelatihan, pengetahuan, harapan dan sikap menerima (acceptance) atau menolak (resistance) sistem.  Komponen ini juga menilai sistem dari aspek kepuasan pengguna (user satisfaction). Kepuasan pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna dalam menggunakan sistem informasi dan dampak potensial dari sistem informasi.
  • 19.
     Kerangka pikirteoritis DeLone dan McLean (1992) dikenal dengan DeLone and McLean Model of Information System Success (D&M IS Success).  Menggambarkan bahwa kesuksesan pengembangan sistem yang diproksi dengan 2 (dua) variabel yaitu intensitas penggunaan sistem dan kepuasan pengguna sistem informasi yang bersangkutan. Variabel-variabel yang mempengaruhi kesuksesan sistem informasi adalah kualitas informasi (sebagai output sistem) dan kualitas sistem informasi yang bersangkutan. Delone Mcclean
  • 20.
    Berikut adalah definisidan operasional variabel atau faktor-faktor kesuksesan sistem informasi tersebut, yaitu :  Variabel Kualitas Sistem (System Quality) Kualitas sistem berarti kualitas dari kombinasi hardware dan software dalam sistem informasi.  Variabel Kualitas Informasi (Information Quality) Information Quality merujuk pada output dari sistem informasi, menyangkut nilai, manfaat, relevansi, dan urgensi dari informasi yang dihasilkan.
  • 21.
     Variabel IntensistasPenggunaan Sistem Informasi Intensitas penggunaan informasi mengacu pada seberapa sering pengguna memakai sistem informasi.  Variabel User Satisfaction Kepusasan Pengguna sistem (User satisfaction) merupakan respon dan umpan balik yang dimunculkan pengguna setelah memakai sistem informasi.
  • 22.
     Variabel IndividualImpact Individual impact merupakan pengaruh keberadaan dan pemakaian sistem informasi terhadap kualitas kinerja pengguna secara individual termasuk di dalamnya produktivitas, efisiensi dan efektivitas kinerja.
  • 24.
    TEKNIK PENELITIAN “EVALUASI-SI”  Metode Kuantitatif  Metode Kualitatif
  • 25.
    METODE KUANTITATIF  MenggunakanStatistik Untuk Membuktikan Bahwa Suatu Variabel Dipengaruhi Variabel Yang Lain  Menggunakan Kuesioner Yang Diolah Secara Kuantitatif  Kekuatannya Terletak Pada Tes Statistik  Wawasan Sempit Dan Tajam
  • 26.
    METODE KUALITATIF  MenggunakanWawancara  Tidak Harus Pakai Data Statistik  Untuk Obyektif Dilakukan Triangulasi  Wawasan Komprehensif Dan Luas
  • 27.
    Pendekatan Dalam EvaluasiSI 1. Untuk memahami bagaimana persepsi pengguna mengenai sistem, mengevaluasi sistem serta makna dari sistem bagi pengguna. 2. Untuk memahami pengaruh sosial dan organisasional terhadap penggunaan sistem. 3. Menyelidiki proses sebab akibat. 4. Memberikan evaluasi formatif (evaluasi yang bertujuan untuk memperbaiki sistem yang sedang dalam tahap pengembangan) dibandingkan hanya sekedar melakukan pengkajian. 5. Meningkatkan utilisasi dari hasil evaluasi.