Pendidikan sebagai Ilmu
Pendidikan adalah fenomena yang fundamental atau asasi
dalam hidup manusia  dimana ada kehidupan disitu pasti
ada pendidikan
Pendidikan sebagai gejala sekaligus upaya memanusiakan
manusia itu sendiri.
Dalam perkembangan adanya tuntutan adanya pendidikan
lebih baik, teratur untuk mengembangkan potensi manusia,
sehingga muncul pemikiran teoritis tentang pendidikan.
Pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan
potensi-potensi yang dimiliki manusia, melahirkan teoriteori pendidikan (theories of education)
Teori pendidikan
Ada dua makna sentral
Menujuk suatu hipotesis atau serangkaian hipotesis
yang telah diverifikasi dengan observasi atau
eksperimen.
Pemikiran sistematik atau serangkaian pemikiran
sistematik atau serangkaian pemikiran yang koheren
 menghasilkan banyak teori.

Fungsi utama teori pendidikan (P.H. Hirst)
Membimbing praktek pendidikan (to guide
education)
Memiliki aspek ilmiah dan aspek preskriptif (normati)
Merupakan unsur-unsur bangunan pengetahuan (a
body ofe knowledge) ilmu pendidikan
Pengertian ilmu
Pendidikan
M.J.Langeveld, paedagogiek, : suatu ilmu yang bukan saja menelaah
objeknya untuk mengetahui betapa keadaan atau hakiki objek itu,
melainkan mempelajari pula hendaknya bertindak.
S. Brodjonagoro, Ilmu pendidikan adalah teori pendidikan, perenungan
tentang pendidikan. Ilmu yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam
praktek pendidikan.
Carter V Good, Ilmu pendidikan: bangunan pengetahunan yang
sistematis mengenai aspek kuantitatif dan objektif dari proses belajar.
Imam Barnadib, IP adalah ilmu yang membicarakan masalah-masalah
umum pendidikan secara menyeluruh dan abstrak.
Driyakara, ilmu pendidikan adalah: pemikiran ilmiah (kritis, metodis
dan sistematis) tentang realita yang kita sebut dengan pendidikan
(mendidik dan dididik)
Persyaratan pendidikan sebagai Ilmu
Me miliki obje k s tudi (obje k ma te ria l & obje k
forma l)
Objek material : perilaku manusia
Objek formal: menelaah fenomena pendidikan
dalam perspektif yang luas dan integratif.

Memiliki sistematika
Me liha t pe ndidika n s e ba ga i ge ja la ma nus ia wi
Me liha t pe ndidika n s e ba ga i upa ya s a da r
Me liha t pe ndidika n s e ba ga i ge ja la ma nus ia wi,
s e ka ligus upa ya s a da r de nga n me nga ntis ipa s i
pe rke mba nga n s os io buda ya di ma s a de pa n
Pendidikan sebagai gejala manusiawi
Da pa t dia na lis is da ri
pros e s a ta u s itua s i
pe ndidika n, ya itu a da nya
kompone n pe ndidika n
ya ng s e ca ra te rpa du
s a ling be rinte ra ks i da la m
me nca pa i tujua n, ya ng
me liputi:
Tujuan pendidikan
Peserta didik
Pendidik
Isi Pendidikan
Metode Pendidikan
Alat Pendidikan
Lingkungan pendidikan
Pendidikan sebagai upaya sadar
Bertolak dari fungsi pendidikan:
Menumbuhkan kreativitas
peserta didik
Menjaga lestarinya nilainilai insani dan nilai-nilai
illahi (pendidikan
moralitas)
Menyiapkan tenaga kerja
produktif (pendidikan
produktivitas)
Sistematika ketiga
Ilmu Pendidikan memiliki tiga
dimensi sebagai sistematika
ilmu pendidikan
Dimensi lingkungan
pendidikan, meliputi
pendidikan keluarga,
pendidikan lingkungan sekolah
dan pendidikan luar sekolah
Dimensi jenis-jenis persoalan
pendidikan (persoalan
fondasional, persoalan
struktural dan persoalan
operasional)
Dimensi waktu dan ruang
Memiliki Metode
Metode yang dipakai dalam Ilmu Pendidikan (Sudomo, 1990)
Metode Normatif, berkenaan dengan konsep
manusia yang ideal & masalah nilai baik & buruk
Metode Eksplanatori , berkenaan dengan kondisi &
kekuatan yang membuat suatu proses pendidikan
berhasil
Metode Teknologis , mengungkap bagaimana
melakukan dalam rangka menuju keberhasilan
Metode Deskriptif-Fenomenologis , menguraikan
kenyataan pendidikan, kemudian mengklasifikasi
Metode Hermeneutis , memahami kenyataan
pendidikan yang konkrit & historis
Metode Analisis Kritis (filosofis)
Sifat Ilmu Pendidikan
Empiris, karena objeknya dijumpai
dalam dunia pengalaman
Rokhaniah, karena bertujuan
membawa ke arah manusia yang
berbudaya
Normatif, berdasar pemilihan
Historis, memberikan uraian teoritis
tentang sistem pendidikan sepanjang
jaman
Praktis
Fondasi-fondasi Ilmu Pendidikan
Fondasi pendidikan: studi tentang fakta-fakta dan
prinsip-prinsip dasar yang melandasi pencarian
kebijakan dan praktek pendidikan.
Van Cleve Morris, membagi fondasi pendidikan menjadi 2:
Fondasi historis dan filosofis tentang pendidikan
Fondasi sosiologis dan psikologis tentang pendidikan

Pengetahuan yang fundamental tentang pendidikan meliputi:
Sejarah pendidikan
Filsafat pendidikan
Sosiologi pendidikan
Psikologi pendidikan

MATERI 2 - Pendidikan Sebagai Ilmu

  • 1.
    Pendidikan sebagai Ilmu Pendidikanadalah fenomena yang fundamental atau asasi dalam hidup manusia  dimana ada kehidupan disitu pasti ada pendidikan Pendidikan sebagai gejala sekaligus upaya memanusiakan manusia itu sendiri. Dalam perkembangan adanya tuntutan adanya pendidikan lebih baik, teratur untuk mengembangkan potensi manusia, sehingga muncul pemikiran teoritis tentang pendidikan. Pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki manusia, melahirkan teoriteori pendidikan (theories of education)
  • 2.
    Teori pendidikan Ada duamakna sentral Menujuk suatu hipotesis atau serangkaian hipotesis yang telah diverifikasi dengan observasi atau eksperimen. Pemikiran sistematik atau serangkaian pemikiran sistematik atau serangkaian pemikiran yang koheren  menghasilkan banyak teori. Fungsi utama teori pendidikan (P.H. Hirst) Membimbing praktek pendidikan (to guide education) Memiliki aspek ilmiah dan aspek preskriptif (normati) Merupakan unsur-unsur bangunan pengetahuan (a body ofe knowledge) ilmu pendidikan
  • 3.
    Pengertian ilmu Pendidikan M.J.Langeveld, paedagogiek,: suatu ilmu yang bukan saja menelaah objeknya untuk mengetahui betapa keadaan atau hakiki objek itu, melainkan mempelajari pula hendaknya bertindak. S. Brodjonagoro, Ilmu pendidikan adalah teori pendidikan, perenungan tentang pendidikan. Ilmu yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktek pendidikan. Carter V Good, Ilmu pendidikan: bangunan pengetahunan yang sistematis mengenai aspek kuantitatif dan objektif dari proses belajar. Imam Barnadib, IP adalah ilmu yang membicarakan masalah-masalah umum pendidikan secara menyeluruh dan abstrak. Driyakara, ilmu pendidikan adalah: pemikiran ilmiah (kritis, metodis dan sistematis) tentang realita yang kita sebut dengan pendidikan (mendidik dan dididik)
  • 4.
    Persyaratan pendidikan sebagaiIlmu Me miliki obje k s tudi (obje k ma te ria l & obje k forma l) Objek material : perilaku manusia Objek formal: menelaah fenomena pendidikan dalam perspektif yang luas dan integratif. Memiliki sistematika Me liha t pe ndidika n s e ba ga i ge ja la ma nus ia wi Me liha t pe ndidika n s e ba ga i upa ya s a da r Me liha t pe ndidika n s e ba ga i ge ja la ma nus ia wi, s e ka ligus upa ya s a da r de nga n me nga ntis ipa s i pe rke mba nga n s os io buda ya di ma s a de pa n
  • 5.
    Pendidikan sebagai gejalamanusiawi Da pa t dia na lis is da ri pros e s a ta u s itua s i pe ndidika n, ya itu a da nya kompone n pe ndidika n ya ng s e ca ra te rpa du s a ling be rinte ra ks i da la m me nca pa i tujua n, ya ng me liputi: Tujuan pendidikan Peserta didik Pendidik Isi Pendidikan Metode Pendidikan Alat Pendidikan Lingkungan pendidikan
  • 6.
    Pendidikan sebagai upayasadar Bertolak dari fungsi pendidikan: Menumbuhkan kreativitas peserta didik Menjaga lestarinya nilainilai insani dan nilai-nilai illahi (pendidikan moralitas) Menyiapkan tenaga kerja produktif (pendidikan produktivitas)
  • 7.
    Sistematika ketiga Ilmu Pendidikanmemiliki tiga dimensi sebagai sistematika ilmu pendidikan Dimensi lingkungan pendidikan, meliputi pendidikan keluarga, pendidikan lingkungan sekolah dan pendidikan luar sekolah Dimensi jenis-jenis persoalan pendidikan (persoalan fondasional, persoalan struktural dan persoalan operasional) Dimensi waktu dan ruang
  • 8.
    Memiliki Metode Metode yangdipakai dalam Ilmu Pendidikan (Sudomo, 1990) Metode Normatif, berkenaan dengan konsep manusia yang ideal & masalah nilai baik & buruk Metode Eksplanatori , berkenaan dengan kondisi & kekuatan yang membuat suatu proses pendidikan berhasil Metode Teknologis , mengungkap bagaimana melakukan dalam rangka menuju keberhasilan Metode Deskriptif-Fenomenologis , menguraikan kenyataan pendidikan, kemudian mengklasifikasi Metode Hermeneutis , memahami kenyataan pendidikan yang konkrit & historis Metode Analisis Kritis (filosofis)
  • 9.
    Sifat Ilmu Pendidikan Empiris,karena objeknya dijumpai dalam dunia pengalaman Rokhaniah, karena bertujuan membawa ke arah manusia yang berbudaya Normatif, berdasar pemilihan Historis, memberikan uraian teoritis tentang sistem pendidikan sepanjang jaman Praktis
  • 10.
    Fondasi-fondasi Ilmu Pendidikan Fondasipendidikan: studi tentang fakta-fakta dan prinsip-prinsip dasar yang melandasi pencarian kebijakan dan praktek pendidikan. Van Cleve Morris, membagi fondasi pendidikan menjadi 2: Fondasi historis dan filosofis tentang pendidikan Fondasi sosiologis dan psikologis tentang pendidikan Pengetahuan yang fundamental tentang pendidikan meliputi: Sejarah pendidikan Filsafat pendidikan Sosiologi pendidikan Psikologi pendidikan