SlideShare a Scribd company logo
1 of 24
MAKALAH 
MATERIA MEDIKA DAN TERAPI 
5 TANAMAN OBAT 
”Sirsak, Pule, Pala, Ketumbar dan Jati Belanda ” 
Oleh : 
NAMA : RACHMAN KADIR 
NIM : 12.201.0882 
KELAS : K.12 
FAKULTAS FARMASI 
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR 
MAKASSAR 
2014
KATA PENGANTAR 
Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat-Nya lah 
akhirnya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini dengan 
lancar. Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang 
telah membantu memberikan pengetahuan dan semangatnya dalam menyelesaikan 
makalah ini. Namun sebagaimana layaknya seorang pemula, saya menyadari betul 
bahwa makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran akan 
senantiasa diterima dengan terbuka demi tersempurnanya makalah ini. Akhirnya saya 
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi 
pembaca. 
Makassar, 22 september 2014
DAFTAR ISI 
Kata Pengantar………………………………………………………........ I 
Daftar Isi…………………………………………………………….......... Ii 
BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang………….……………………..……….…........... 1 
B. Rumusan Masalah……………………………………………...... 2 
C. Tujuan ……………………………….……………………........... 2 
BAB II PEMBAHASAN 
A. Sirsak (Annona muricata L. ).........………….………………....... 3 
B. Pule (Alstonia scholaris R. Br. )……..…..………………………. 7 
C. Pala (Myristica fragrans Houtt)..................................................... 11 
D. Ketumbar (Coriandrum sativum L.).............................................. 13 
E. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)..…......………………... 17 
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 
A. kesimpulan………....……………………………………………. 20 
B. Saran………………….......……………………………………… 20 
DAFTAR PUSTAKA
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Tanaman merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. 
Disamping itu tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk 
perkembangan makhluk hidup. Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan 
beraneka ragam tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Sebagai negara yang beriklim 
tropis, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur, sangat cocok sebagai tempat 
tumbuh kembangnya berbagai macam tanaman, dari berbagai macam jenis atau 
spesies. Tanaman yang tumbuh subur tersebut tidak hanya tanaman yang asli berasal 
dari tanah Indonesia, banyak juga berbagai tanaman yang berasal dari luar negeri 
seperti: Asia, Afrika ataupun Amerika latin. Mereka bisa masuk dan tumbuh subur 
setelah mereka di bawa dan di sebarkan oleh para penjajah (Belanda, Inggris, 
Jepang). 
Tanaman berkhasiat sebagai obat tradisonal yang dapat menyembuhkan 
berbagai macam penyakit. Tanaman berkhasiat tersebut sangat bermanfaat di 
karenakan berbagai zat-zat bermanfaat yang dikandungnya. Untuk memudahkan 
mengenali tanaman yang berkhasiat obat maka diperlukan sistem pengklasifikasian 
atau pengelompokan berdasarkan perawakan, ciri morfologi, habitatnya dan 
manfaatnya. Tanaman obat bersifat alami, efek sampingnya tidak sekeras efek dari 
obat-obatan kimia modern. Tubuh manusia secara lebih mudah menerima obat dari 
bahan tanaman yang natural ini dibandngkan dengan obat kimiawi. Penemuan obat-obatan 
modern dewasa ini ternyata mendukung penggunaan obat tradisional, banyak 
obat-obatan modern yang dibuat dari tanaman obat. Dalam makalah ini akan 
dijabarkan beberapa tanaman yang berkhasiat obat yaitu Sirsak (Annona muricata L.), 
Pule (Alstonia scholaris R. Br.), Pala (Myristica fragrans Houtt), Ketumbar 
(Coriandrum sativum L.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) beserta
klasifikasian, pendeskripsian, ciri-ciri morfologi, kandungan zat berkhasiat dan 
kegunaannya di dunia farmasi. 
B. Rumusan Masalah 
Sebelum membahas lebih lanjut, pembahasan makalah ini akan dirumuskan 
sebagai berikut: 
1. Bagaimana pendeskripsian dan klasifikasi tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, 
Pule dan Sirsak ? 
2. Bagaimana ciri-ciri morfologi tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan 
Sirsak ? 
3. Apa saja zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung pada tanaman Jati belanda, 
Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak ? 
4. Apa kegunaan tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak di dunia 
farmasi khususnya tentang pengobatan ? 
5. Bagaimana ciri-ciri makroskopik dan mikroskopik dari tanaman Jati belanda, 
Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak? 
C. Tujuan 
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah : 
1. Mampu mengetahui klasifikasi, deskripsi, perawakan dan ciri-ciri morfologi dari 
tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak. 
2. Mampu menyebutkan zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung di dalamnya. 
3. Mampu mengetahui kegunaanya di dunia farmasi.
BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA 
A. Sirsak (Annona muricata L. ) 
Nama umum 
Indonesia: 
Sirsak, nangka sabrang, nangka walanda 
Inggris : Soursop 
Melayu : Durian Belanda, Durian Benggaka, 
Vietnam : Mang Cau Xiem 
Thailand : Thurian Thet, Thurian Khaek 
Pilipina : Guyabano, Atti, Illabanos 
Sirsak 
1. Klasifikasi 
Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) 
Sub Kelas : Magnoliidae 
Ordo : Magnoliales 
Famili : Annonaceae 
Genus : Annona 
Spesies : Annona muricata L.
2. Morfologi 
Pohon tinggi 3 – 8 m. Daun memanjang, bentuk lanset atau bulat telur 
terbalik, ujung meruncing pendek, seperti kulit, panjang 6 – 8 cm, tepi rata. 
Bunga berdiri sendiri berhadapan dengan daun, bau tak enak. Daun kelopak 
kecil. Daun mahkota berdaging, 3 yang terluar hijau, kemudian kuning, 
panjang 3,5 – 5 cm, 3 yang terdalam bulat telur, kuning muda. Daun kelopak 
dan daun mahkota yang terluar pada kuncup tersusun seperti kutup, daun 
mahkota terdalam secara genting. Dasar bunga cekung sekali. Benang sari 
banyak. Biji hitam dan daging buah putih. Pohon buah dari hindia barat. 
3. Kandungan Kimia 
Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, minyak esensial, 
reticuline, loreximine, coclaurine, annomurine, higenamine. 
Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. 
Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang 
cukup banyak. Biji bersifat racun dan dapat digunakan sebagai insektisida 
alami, seperti juga biji srikaya. 
4. Manfaat dan Khasiat 
a. Mencegah dan Menyembuhkan Kanker 
b. Mencegah dan menyembuhkan kanker payudara, prostat, paru-paru, 
pankreas 
c. Mengobati tekanan darah tinggi 
d. Mengobati strok ringan 
e. Mengurangi kadar kolesterol 
5. Makroskopik (Daun Sirsak) 
Daun tunggal warna kehijauan sampai hijau kecoklatan, helaian dau
seperti kulit, bentuk bundar panjang. Lanset atau bundar telur terbalik, 
panjang helaian daun 6 cm sampai 18 cm, lebart 2 cm sampai 6 cm. Ujung 
daun meruncing pendek, pangkal daun runcing, tepi rata, panjang tangkai 
daun lebih kurang 0,7 cm, permukaan licin agak mengkilat, tulang daun 
menyirip, ibu tulang daun menonjol pada permukaan bawah. 
6. Mikroskopik (Daun Sirsak) 
a. kutikula tebal. 
b. sel epidermis bawah lebih kecil dari epidermis atas, bentuk tidak beraturan 
dengan dinding bergelombang. 
c. terdapat stomata tipe anomositik 
d. Rambut penutup bentuk lurus, terdiri atas 2 sel sampai 3 sel. 
e. Terdapat sel sekresi 
f. Fragmen pembuluh kayu dengan penebalan ganda. 
7. Ramuan Obat Tradisional 
 Obat tradisional penyakit kanker 
Resep daun sirsak sebagai obat kanker menggunakan dosis 7, 10, 
15, 17, 21, atau 31 lembar tergantung dari parah tidaknya (stadium) kanker 
secara kondisi pasien. Jika kondisi penderita kanker lemah kemudian 
mengkonsumsi ramuan daun dalam dosis tinggi misal 15 lembar dan 
menimbulkan efek samping sesak nafas, dosis diturunkan menjadi 7 atau 
10 lembar. 
Cara membuat ramuan obat : 
Rebus daun sesuai stadium kanker pasien, tambahkan 4 gelas air 
bersih, sepucuk sendok teh garam dan 5 lembar daun sirih. Tunggu hingga 
tersisa 3 gelas air rebusan daun sirsak. Minum ramuan tersebut 3 kali 
sehari.
 Mengobati tekanan darah tinggi 
Manfaat lain daun ini adalah untuk mengobati hipertensi atau 
tekanan darah tinggi dengan cara meminum air rebusan secara teratur 
sampai tekanan darah menurun. 
Bahan-bahan : 
1. 10 lembar daun tanaman sirsak 
2. Daun salam secukupnya 
3. 4 gelas air 
4. Sedikit garam 
5. Madu asli jika ada 
6. Rambut jagung manis muda 
Cara membuat obat herbal hipertensi : 
Rebus daun sirsak bersama daun salam dan 4 gelas air. Tambahkan 
garam dan madu kemudian tunggu hingga tersisa 2 – 3 gelas air. Atau bisa 
juga dengan merebus daun sirsak dengan rambut jagung manis yang masih 
muda. Minum ramuan tersebut 2 – 3 kali sehari sampai tekanan darah 
turun. 
 Mengobati stroke ringan 
Kegunaan tanaman sirsak selanjutnya adalah melancarkan aliran 
darah pada penderita stroke ringan (belum parah). 
Bahan-bahan : 
1. 10 – 21 lembar daun sirsak 
2. Tanaman sirih bumi (lihat gambar di atas) 
3. 5 gelas air 
4. Garam dapur 
Cara membuat obat stroke ringan : 
Ambil daun tanaman sirsak kemudian rebus bersama 5 tanaman 
sirih bumi dalam 5 gelas air. Tunggu sampai tersisa 3 gelas air rebusan.
Minum ramuan obat tersebut dalam sehari. 
 Mengurangi kadar kolesterol 
Daun sirsak juga memiliki kegunaan untuk mengurangi kadar 
kolesterol dalam darah agar menjadi normal. Caranya dengan merebus 3 – 
5 lembar daun dalam 3 gelas air. Angkat dan saring setelah tersisa 1 gelas 
kemudian minum secara rutin setiap hari selama sebulan. 
B. Pule (Alstonia scholaris R. Br. ) 
Nama umum 
Indonesia: Pule 
Pilipina : Dita 
1. Klasifikasi 
Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) 
Sub Kelas : Asteridae 
Ordo : Gentianales 
Famili : Apocynaceae 
Genus : Alstonia 
Spesies : Alstonia scholaris R. Br.
2. Morfologi 
Pohon: sangat tinggi, besar, tinggi sampai 15 m besar 60 cm, banyak 
getah, kayunya sangat ringan, tidak keras, bingkas, semuanya gubal, tidak 
ada galihnya, tumbuh 900 m di atas permukaan laut. Kulit: kelabu, tidak 
berbau, pahit. Getah: putih sangat pahit seperti cautchouc. Akar: kecil, pahit. 
3. Kandungan Kimia 
Alkaloida: ditamine, ditaine (echtitamine), echi-kaoetchine; zat pahit: 
echeretine, echicherine, echitene, dan echieteine. 
4. Manfaat dan Khasiat 
a. Rasa nyeri karena tusukan 
b. obat tukak di dalam hidung (yang bukan difteri) 
c. sebagai tonikum 
d. Ekspektoran 
e. pada perut kembung dan ginjal yang membesar 
f. obat penyakit kulit 
g. disentri 
h. memperkuat lambung 
i. obat diabetes 
j. demam 
k. darah tinggi 
l. dan malaria 
5. Makroskopik (Kulit Pule) 
Kulit batang dan cabang terdiri dari potongan-potongan menggulung 
atau kadang-kadang berbentuk pipa, tebal sampai lebih kurang 3 mm. 
Permukaan luar sangat kasar, tidak rata. Mudah mengelupas, banyak retak-
retak membujur dan melintang, warna permukaan hijau kelabu, coklat 
mudah atau coklat kehitaman, intisel berbentuk lonjong, warna putih kelabu. 
Terletak melintang. Permukaan dalam bergaris halus, juga terdapat retak-retak 
melintang, warna permukaan kuning kecoklatan sampai coklat kelabu 
tua. Mudah dipatahkan, bekas patahan kasar dan agak berserat. 
6. Mikroskopik (Kulit Pule) 
a. Jaringan gabus 
b. Jaringan gabus dengan sel membatu 
c. Sel parenkim korteks mengandung butir pati 
d. Hablur kalsium oksalat berbentuk prisma 
e. Butir pati berbentuk bulat, umumnya butir pati tunggal, kadang majemuk. 
f. Korteks bagian dalam dengan sel batu 
g. Saluran getah, serabut, jaringan floem, dan jari-jari empulur. 
7. Ramuan Obat Tradisional 
 Kulit (lapisan dalam digosok dengan air, obat dalam): sebagai tonikum; 
ditambah air jeruk dan air sedikit. Ekspektoran, amarum (ditambah cuka): 
pada perut kembung dan ginjal yang membesar, (ditambah daun kelinci 
daun sembung dan air) sebagai febrifugum: dibuat bersih, direbus dengan 
cuka dalam panci tertutup ditambah, kunyit, gula, dan biji pala, obat 
penyakit kulit. Daun: obat sifilis, obat sakit usus, obat cacing, obat diare 
menahun, disentri, obat diabetes, dan malaria. 
 Demam 
kulit batang pulai sebanyak 3 g dicuci bersih lalu direbus dengan 1 
gelas air selama 15 menit, kemudian dinginkan dan disaring, tambahkan 1 
sendok makan madu dan diaduk merata, diminum. Atau kulit batang 
bagian dalam diremas-remas dengan daun kelici (Caesalpinia crista Linn.)
dan daun sembung, tambahkan sedikit air, kemudian diperas dan saring, 
diminum. 
 Malaria 
kulit batang pulai yang sudah digiling menjadi bubuk sebanyak 2 
sendok makan, rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, 
dinginkan dan disaring, diminum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai 
sembuh. Selama minum obat ini, hindari makanan yang asam dan pedas. 
Bila penyakitnya berat, gunakan kulit pulai hitam. 
 Memperkuat lambung 
kulit batang pulai lapisan sebelah dalam diremas-remas dalam air, 
kemudian air remasan diminum. 
 Perut kembung, limpa membesar 
kulit batang pulai bagian dalam diremas-remas dengan air 
dicampur cuka, lalu diminum. 
 Darah tinggi 
kulit batang pulai 1/4 jari, daun kumis kucing dan daun poncosudo 
sebanyak 1/5 genggam, daun pegagan, dan daun meniran masing-masing 
1/4 genggam, buah ketapang 1 buah, gula enau 3 jari, semua dicuci lalu 
dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai 
tersisa 2 1/4 gelas, dinginkan dan disaring, dibagi untuk 3 kali minum. 
 Kencing manis/Diabetes mellitus 
kulit batang pulai sebanyak 2 jari, dicuci lalu dipotong-potong, 
rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa ½ gelas, dinginkan dan 
disaring, minum 1/2 jam sebelum makan, sehari 2 kali. 
 Borok bernanah 
daun pulai kering digiling menjadi serbuk, taburkan pada borok 
bernanah setelah dibersihkan terlebih dahulu. Lakukan 2 kali sehari, 
sampai sembuh.
C. Pala (Myristica fragrans Houtt) 
Nama umum 
Indonesia : Pala 
Inggris : Nutmeg 
Cina : rou dou kou 
Pala 
1. Klasifikasi 
Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) 
Sub Kelas : Magnoliidae 
Ordo : Magnoliales 
Famili : Myristicaceae 
Genus : Myristica 
Spesies : Myristica fragrans Houtt 
2. Morfologi 
Pohon bertajuk rimbun. Tinggi sampai 18 m, kulit kayu kasar, warna 
coklat kehitaman, cabang-cabang mendatar. Daun bial diremas berbau keras 
sepertibijinya, bentuk bundar telur, elip lonjong, ujung lancip sampai 
runcing, permukaan atas berwarna hijau gelap, mengkilat terdapat bintik-bintik 
halus, bila masih mudah berbulu pendek dan jarang, kemudian 
menjadi gundul panjang 5 cm sampai 15 cm, lebar 3 cm sampai 7 cm.
Perbungaan berupa malai, keluar diketiak daun biasanya berbentuk payung, 
warna kuning terrang bila masih muda berbulu halus, dan kemudian gundul. 
Buah licin berwarna kekuningan, agak bulat, panjang 3 cm sampai 6 cm, 
lebar 3 cm sampai 5,5 cm. Biji coklat, coklat kehtaman, bulat lonjong, 
dalamnya berongga, kulit ari berwarna putih kekuningan, kemudian berubah 
menjadi merah tua, mengkilat, berbau wangi yang keras. 
3. Kandunag Kimia 
Kulit: minyak terbang. Daun: minyak terbang tak berwarna, cair, 
encer, bau enak. 
4. Manfaat dan Khasiat 
Obat kejang lambung, obat diare afrodi siakum. 
5. Makroskopik (Biji Pala) 
Bentuk inti biji bulat telur, panjang 2 cm sampai 3 cm, lebar 1,5 cm 
sampai 2 cm. Warna permukaan luar coklat mudah sampai coklat kelabu 
dengan bintik dan garis-garis kecil berwarna coklat tua sampai coklat tua 
kemerah-merahan. Permukaan luar juga beralur dangkal yang berupa 
anyaman jala. 
6. Mikroskopik (Biji Pala) 
a. Perisperm primer terlihat tangensial 
b. Endosperm dengan butir pati dan aleuron 
c. Perisperm sekunder dengan sel minyak 
d. Butir patih 
e. Berkas pembuluh
7. Ramuan Obat Tradisional 
 Mengatasi mual-mual dan muntah 
Pala juga dapat dipakai sebagai ramuan tradisional untuk mengatasi 
rasa mual dan muntah-muntah, caranya dengan menyeduh 1 sendok teh 
pala halus dengan ¼ sendok teh garam halus dengan air hangat sebanyak 
1 gelas, kemudian diaduk sampai rata dan diminum ketika masih dalam 
keadaan hangat bersama-sama dengan ampasnya. 
 Untuk mengatasi masuk angin, sakit maag dan cegukan 
Penggunaan buah pala sebagai ramuan tradisional yang berguna 
untuk mengatasi masuk angin, sakit maag dan cegukan dapat dilakukan 
dengan cara mencampurkan 100 ml air hangat dengan 1 sendok teh pala 
halus dan 2 sendok teh bubuk buah pisang batu, kemudian diminum 
ketika masih hangat. 
D. Ketumbar (Coriandrum sativum L.) 
Nama umum 
Indonesia : Ketumbar, katuncar (Sunda) 
Cina : hu sui, yuan sui, xiang cai 
1. Klasifikasi 
Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae 
Ordo : Apiales 
Famili : Apiaceae 
Genus : Coriandrum 
Spesies : Coriandrum sativum L. 
2. Morfologi 
Batang basah: tegak tinggi sampai 1 m, ditanam (tidak liar), ditanam 
rendah dan dipegunungan. Tumbuhan yang masih segar (wan soei) selalu 
dijual dengan bawang cina dan kucai. 
3. Kandungan Kimia 
Minyak atsiri mengandungd-linalool, geraniol, borneol. 
4. Manfaat dan Khasiat 
Untuk memperbaiki pencernaan, menghilangkan rasa loyo (mual), 
karminatif, spasmolitik, stomakik. 
5. Makroskopik (Buah Ketumbar) 
Buah kremokarp, merikarp saling berikatan pada tepi sehingga buah 
berbentuk bulat; garis tengah 2 mmsampai 5 mm, warna kuning kecoklatan 
atau coklat keunguan; pada ujung buah terdapat 5 sisah daun kelopak kecil 
dan satu stilopodium pendek; pada permukaan tiap merikarp terdapat 4 
sekunder yang membujur, menonjol dan lurus; diantara rusuk sekunder 
terdapat 5 rusuk primer membujur, berkelok-kelok dan kurang menonjol; 
gagang buah pendek atau tidak ada. 
6. Mikroskopik (Buah Ketumbar) 
a. Epikarp terdiri dari selapis sel kecil berdinding agak tebal
b. Jaringan parenkim dengan sel-sel termanpat dan berdinding tipis. 
c. Jaringan sklerenkimatik yang tersusun membujur dan tangensial 
d. Sel parenkim bernoktah 
e. Pembuluh kayu 
f. Hablur kalsium oksalat 
7. Ramuan Obat Tradisional 
 Perut Kembung 
Bahan yang diperlukan: 
a. beberapa biji ketumbar 
b. bawang merah 
c. dan buah pinang secukupnya. 
Cara meracik: 
Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian dicampur 
air dan diaduk sampai merata. 
Cara pemakaian: 
Ramuan tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit (perut). 
 Sakit Kepala 
Bahan yang diperlukan: 
a. ketumbar 
b. biji pinang 
c. daun sirih 
d. rimpang bangle dan 
e. pacar jawa. 
Cara meracik: 
Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian dicampur 
air dan diaduk sampai merata. 
Cara pemakaian:
Ramuan tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit. 
 Tekanan Darah Tinggi 
Bahan yang diperlukan: 
a. ketumbar dan 
b. daun seledri secukupnya. 
Cara meracik: 
Ketumbar direbus sampai mendidih kemudian ditambahkan 
seledri, air rebusannya disaring. 
Cara pemakaian: 
Air rebusan tersebut diminum secara rutin. 
 Batuk 
Bahan yang diperlukan: 
a. 100gr ketumbar 
b. 100 gr kapulaga 
c. 100 gr daun jinten 
d. 50 gr jahe 
e. 300cc madu 
f. 10 gr bawang merah 
g. 100 gr pegagan 
Cara meracik: 
Semua bahan direbus dengan 800 cc ar, selama 1 jam lalu disaring 
dan bubuhkan madu. 
Cara pemakaian: 
Ramuan ini diminum 3 kali sehari sebanyak 15 cc.
E. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) 
Sinonim 
Guazuma tomentosa Kunth. 
Nama umum 
Indonesia: Jati belanda 
1. Klasifikasi 
Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) 
Sub Kelas : Dilleniidae 
Ordo : Malvales 
Famili : Sterculiaceae 
Genus : Guazuma 
Spesies : Guazuma ulmifolia Lamk 
2. Morfologi 
Pohon: bertumbuh cepat, tinggi sampai 20 m didatangkan dari amerika 
bagian tengah. Daun: pada pangkalnya berbentuk jantung tak sama, bulat 
telur, panjang menajam, bergerigi ganda, di bawah kelabu, berbulu. Bunga: 
kuning dengan titik merah, dalam malah rata d ketiak, panjang 2 x 
tangkainya. Buah: buah keras beruang 5, berwarna hitam seperti kutil, 
bebentuk telur berbalik, agak bersegi, dengan bungkul halus terletak dalam 
kotak kuning mengandung banyak lendir, rasanya manis.
3. Kandungan Kimia 
Kulit: lendir 10 %, asam damar 9,3 %, zat samak 2,7 %. Zat pahit 
sedikit, glycose (sakar anggur), dan minyak lemak. 
4. Manfaat dan Khasiat 
Biji: menghentikan diare, juga obat untuk menjadi kurus. Kulit dalam: 
adstringens, diaforetikum, perekat, obat elemfatiasis. 
5. Makroskopik (Daun Jati Belanda) 
Daun tunggal bentuk bundar telur sampai lanset, panjang helai daun 4 
cm sampai 22,5 cm, lebar 2 cm sampai 10 cm, pangkal dau berbentuk 
jantung yang kadang-kadang tidak setangkup, ujung dau meruncing, pinggir 
dau bergigi, permukaan dau kasar, warna hijau kecoklatan sampai coklat 
muda; tangkai daun panjang 5 mm sampai 25 mm. 
6. Mikroskopik (Daun Jati Belanda) 
a. Rambut kelenjar dan rambut penutup bentuk bintang 
b. Epidermis atas dan epidermis bawah 
c. Jaringan palisade, bungakarang, stomata, berkas pembuluh, sklerenkim 
dan hablur kalsium oksalat. 
d. Sel lendir atau saluran lendir 
7. Ramuan Obat Tradisional 
 Peluruh kolesterol 
Ambil beberapa lembar daun jati belanda kering. Seduh dengan air 
panas secukupnya, seperti membuat teh. Saring sebelum diminum. Agar tidak 
hambar, tambahkan satu sendok madu atau gula batu.
 Pereda Diare 
Daun jati belanda kering digiling untuk dijadikan serbuk. Ambil 20 gr 
serbuk ini dan seduh dengan air panas. Kemudian saring dan minum dua kali 
sehari. Jika suka, bisa dicampur kencur dan madu secukupnya. Catatan: Orang 
yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini. 
 Pelangsing 
Ambil tujuh lembar daun jati belanda segar lalu cuci bersih. Tambahkan 
sepotong rimpang bangle, temulawak, atau kunir putih. Rebus dengan satu 
setengah gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan 
minum. Saat meramunya harus bersamaan dengan temulawak atau kunir putih 
guna mengurangi efek iritasi lambung. Selama mengonsumsi ramuan ini, 
tetaplah minum banyak air putih.
BAB IV 
PENUTUP 
A. Kesimpulan 
Walaupun tanaman yang dipaparkan diatas semuanya sederhana, tapi 
memiliki khasiat yang luar biasa dalam segi penyembuhan meskipun tanaman 
herbal umumnya lebih lambat dalam pengobatan penyakit dibanding 
penyembuhan menggunakan Obat – obatan kimia, namun pengobatan secara 
tradisional menggunakan tanaman herbal jauh lebih aman bagi tubuh dengan 
sangat sedikit efek samping yang ditimbulkannya, mudah di produksi, 
menghilangkan akar penyakit, mudah diperoleh, murah dan mempunyai banyak 
khasiat. 
B. Saran 
Seharusnya kita dapat lebih bijak untuk memanfaatkan tanaman herbal 
yang ada di sekitar kita dengan sebaik mungkin. Serta tetap menjaga kelestarian 
lingkungan hidup disekitar kita agar tercipta lingkungan hidup yang sehat.
Daftar Pustaka 
Dirjen POM, 1978.”Materia Medika Indonesia, jilid II”. Departemen Kesehatan RI: 
Jakarta. 
Dirjen POM, 1980.”Materia Medika Indonesia, jilid IV”. Departemen Kesehatan RI: 
Jakarta. 
Dirjen POM, 1989.”Materia Medika Indonesia, jilid V”. Departemen Kesehatan RI: 
Jakarta. 
J. Kloppenburgh – Versteegh, 2006.”Tanaman Berkhasiat Indonesia Volume I”, Alih 
Bahasa dan Saduran : drh.J.Soegiri, Prof.Dr.drh.Nawangsari, IPB Press. 
Sastroamidjojo, Seno, Dr. 1997.”Obat asli Indonesia”. Dian Rakyat: Bandung. 
Van Steenis, 2006.”FLORA”. Perca: Jakarta.

More Related Content

What's hot

Koloid by rizkina hayati
Koloid by rizkina hayatiKoloid by rizkina hayati
Koloid by rizkina hayatiPaarief Udin
 
PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...
PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...
PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...yogiewibisono
 
Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul DeLas Rac
 
3.anatomi tumbuhan batang
3.anatomi tumbuhan batang3.anatomi tumbuhan batang
3.anatomi tumbuhan batangL Anshori
 
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...Maedy Ripani
 
fisiologi tumbuhan - water deficit
fisiologi tumbuhan - water deficitfisiologi tumbuhan - water deficit
fisiologi tumbuhan - water deficitAisAisyah
 
Pengertian gen, dna & rna
Pengertian gen, dna & rnaPengertian gen, dna & rna
Pengertian gen, dna & rnaAnanda Istiqomah
 
PPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit Jeruk
PPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit JerukPPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit Jeruk
PPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit JerukUNESA
 
identifikasi akar dan batang
identifikasi akar dan batangidentifikasi akar dan batang
identifikasi akar dan batangGendis Wildah Nia
 

What's hot (20)

morfologi daun
morfologi daunmorfologi daun
morfologi daun
 
Filotaksis daun
Filotaksis daunFilotaksis daun
Filotaksis daun
 
Morfologi akar
Morfologi akarMorfologi akar
Morfologi akar
 
Makalah amilun
Makalah amilunMakalah amilun
Makalah amilun
 
Koloid by rizkina hayati
Koloid by rizkina hayatiKoloid by rizkina hayati
Koloid by rizkina hayati
 
Stereokimia
StereokimiaStereokimia
Stereokimia
 
PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...
PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...
PPT Multi media Interaktif Transpor Pasif (Difusi, Difusi Terfasilitasi, dan ...
 
Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul
 
DASAR DASAR BIOMOLEKULER
DASAR DASAR BIOMOLEKULERDASAR DASAR BIOMOLEKULER
DASAR DASAR BIOMOLEKULER
 
3.anatomi tumbuhan batang
3.anatomi tumbuhan batang3.anatomi tumbuhan batang
3.anatomi tumbuhan batang
 
Praktikum isolasi dna
Praktikum isolasi dnaPraktikum isolasi dna
Praktikum isolasi dna
 
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 3 sub classis hamamelidae dan caryop...
 
BIOFISIKA: Sistem Endomembran dan Transportasi Antar Membran
BIOFISIKA: Sistem Endomembran dan Transportasi Antar MembranBIOFISIKA: Sistem Endomembran dan Transportasi Antar Membran
BIOFISIKA: Sistem Endomembran dan Transportasi Antar Membran
 
fisiologi tumbuhan - water deficit
fisiologi tumbuhan - water deficitfisiologi tumbuhan - water deficit
fisiologi tumbuhan - water deficit
 
Epidermis
EpidermisEpidermis
Epidermis
 
Ikatan kimia
Ikatan kimiaIkatan kimia
Ikatan kimia
 
Pengertian gen, dna & rna
Pengertian gen, dna & rnaPengertian gen, dna & rna
Pengertian gen, dna & rna
 
PPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit Jeruk
PPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit JerukPPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit Jeruk
PPT Struktur Perkembangan Tumbuhan: Minyak Atsiri pada Jahe dan Kulit Jeruk
 
identifikasi akar dan batang
identifikasi akar dan batangidentifikasi akar dan batang
identifikasi akar dan batang
 
Hibridisasi 2
Hibridisasi 2Hibridisasi 2
Hibridisasi 2
 

Viewers also liked

Viewers also liked (8)

Acuan sediaan herbal-volume_6_edisi_pertama
Acuan sediaan herbal-volume_6_edisi_pertamaAcuan sediaan herbal-volume_6_edisi_pertama
Acuan sediaan herbal-volume_6_edisi_pertama
 
Makalah Manfaat Daun Sirsak
Makalah Manfaat Daun SirsakMakalah Manfaat Daun Sirsak
Makalah Manfaat Daun Sirsak
 
Farmakognosi
FarmakognosiFarmakognosi
Farmakognosi
 
Farmakognosi Fructus
Farmakognosi FructusFarmakognosi Fructus
Farmakognosi Fructus
 
Makalah tumbuhan
Makalah tumbuhanMakalah tumbuhan
Makalah tumbuhan
 
Makalah Kunyit
Makalah Kunyit Makalah Kunyit
Makalah Kunyit
 
Anatomi tumbuhan
Anatomi tumbuhanAnatomi tumbuhan
Anatomi tumbuhan
 
PPT Anatomi Tumbuhan
PPT Anatomi TumbuhanPPT Anatomi Tumbuhan
PPT Anatomi Tumbuhan
 

Similar to Makalah Materia Medika dan Terapi

Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan dery laskar/ kahadari
 
Tanaman Obat Hortikultura
Tanaman Obat HortikulturaTanaman Obat Hortikultura
Tanaman Obat HortikulturaRina Riannur
 
Isi keji beling
Isi keji belingIsi keji beling
Isi keji belingsoeh18
 
Manfaat buah sirsak
Manfaat buah sirsakManfaat buah sirsak
Manfaat buah sirsaklukazikashi
 
Herbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptx
Herbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptxHerbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptx
Herbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptxtazaathifah
 
Tugas botani ekonomi
Tugas botani ekonomiTugas botani ekonomi
Tugas botani ekonomiichavanyputri
 
Paper Keci Beling tanaman obat
Paper Keci Beling tanaman obatPaper Keci Beling tanaman obat
Paper Keci Beling tanaman obatMutia Rahmah
 
52326079 kemoning
52326079 kemoning52326079 kemoning
52326079 kemoningfhendy
 
Tanaman obat
Tanaman obatTanaman obat
Tanaman obatVJ Asenk
 
Aneka jenis tanaman obat keluarga
Aneka jenis tanaman obat keluargaAneka jenis tanaman obat keluarga
Aneka jenis tanaman obat keluargaFreddy Then
 
Presentasi ..kognosi..
Presentasi ..kognosi..Presentasi ..kognosi..
Presentasi ..kognosi..Zenisa Amalia
 

Similar to Makalah Materia Medika dan Terapi (20)

karya tulis ilmiah
karya tulis ilmiah karya tulis ilmiah
karya tulis ilmiah
 
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat daun sukun Bagi Kesehatan
 
Tugas tik dwi
Tugas tik dwiTugas tik dwi
Tugas tik dwi
 
Tanaman Obat Hortikultura
Tanaman Obat HortikulturaTanaman Obat Hortikultura
Tanaman Obat Hortikultura
 
Kelor
KelorKelor
Kelor
 
Isi keji beling
Isi keji belingIsi keji beling
Isi keji beling
 
Tanaman herbal
Tanaman herbalTanaman herbal
Tanaman herbal
 
Manfaat buah sirsak
Manfaat buah sirsakManfaat buah sirsak
Manfaat buah sirsak
 
Herbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptx
Herbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptxHerbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptx
Herbal TerapanPenyakit KronisKanker.pptx
 
Tugas botani ekonomi
Tugas botani ekonomiTugas botani ekonomi
Tugas botani ekonomi
 
Paper Keci Beling tanaman obat
Paper Keci Beling tanaman obatPaper Keci Beling tanaman obat
Paper Keci Beling tanaman obat
 
52326079 kemoning
52326079 kemoning52326079 kemoning
52326079 kemoning
 
Florikultura
FlorikulturaFlorikultura
Florikultura
 
Bab i p egagan
Bab i p egaganBab i p egagan
Bab i p egagan
 
Obat tetes mata kitolod
Obat tetes mata kitolodObat tetes mata kitolod
Obat tetes mata kitolod
 
herbal untuk demam
herbal untuk demamherbal untuk demam
herbal untuk demam
 
Tanaman obat
Tanaman obatTanaman obat
Tanaman obat
 
Kara Ilmiah Pemanfaatan Temulawak
 Kara Ilmiah Pemanfaatan Temulawak Kara Ilmiah Pemanfaatan Temulawak
Kara Ilmiah Pemanfaatan Temulawak
 
Aneka jenis tanaman obat keluarga
Aneka jenis tanaman obat keluargaAneka jenis tanaman obat keluarga
Aneka jenis tanaman obat keluarga
 
Presentasi ..kognosi..
Presentasi ..kognosi..Presentasi ..kognosi..
Presentasi ..kognosi..
 

Recently uploaded

ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxMelianaFatmawati
 
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxlaporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxirfanahmadh
 
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFPENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFRisaFatmasari
 
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanReferat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanFATIM77
 
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang MenangAgen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menangonline resmi
 
pengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiappt
pengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiapptpengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiappt
pengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiapptdianawati65
 
Infeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slide
Infeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slideInfeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slide
Infeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slideHendrikkho4
 
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptKonsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptindahlestari554589
 

Recently uploaded (8)

ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
 
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxlaporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
 
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFPENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
 
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanReferat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
 
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang MenangAgen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
 
pengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiappt
pengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiapptpengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiappt
pengkajian-fisik-sistem-integumen pada manusiappt
 
Infeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slide
Infeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slideInfeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slide
Infeksi Jamur pembagian dan tatalaksana slide
 
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptKonsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
 

Makalah Materia Medika dan Terapi

  • 1. MAKALAH MATERIA MEDIKA DAN TERAPI 5 TANAMAN OBAT ”Sirsak, Pule, Pala, Ketumbar dan Jati Belanda ” Oleh : NAMA : RACHMAN KADIR NIM : 12.201.0882 KELAS : K.12 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR 2014
  • 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat-Nya lah akhirnya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini dengan lancar. Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan pengetahuan dan semangatnya dalam menyelesaikan makalah ini. Namun sebagaimana layaknya seorang pemula, saya menyadari betul bahwa makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran akan senantiasa diterima dengan terbuka demi tersempurnanya makalah ini. Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca. Makassar, 22 september 2014
  • 3. DAFTAR ISI Kata Pengantar………………………………………………………........ I Daftar Isi…………………………………………………………….......... Ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang………….……………………..……….…........... 1 B. Rumusan Masalah……………………………………………...... 2 C. Tujuan ……………………………….……………………........... 2 BAB II PEMBAHASAN A. Sirsak (Annona muricata L. ).........………….………………....... 3 B. Pule (Alstonia scholaris R. Br. )……..…..………………………. 7 C. Pala (Myristica fragrans Houtt)..................................................... 11 D. Ketumbar (Coriandrum sativum L.).............................................. 13 E. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)..…......………………... 17 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. kesimpulan………....……………………………………………. 20 B. Saran………………….......……………………………………… 20 DAFTAR PUSTAKA
  • 4. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Disamping itu tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan makhluk hidup. Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan beraneka ragam tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur, sangat cocok sebagai tempat tumbuh kembangnya berbagai macam tanaman, dari berbagai macam jenis atau spesies. Tanaman yang tumbuh subur tersebut tidak hanya tanaman yang asli berasal dari tanah Indonesia, banyak juga berbagai tanaman yang berasal dari luar negeri seperti: Asia, Afrika ataupun Amerika latin. Mereka bisa masuk dan tumbuh subur setelah mereka di bawa dan di sebarkan oleh para penjajah (Belanda, Inggris, Jepang). Tanaman berkhasiat sebagai obat tradisonal yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tanaman berkhasiat tersebut sangat bermanfaat di karenakan berbagai zat-zat bermanfaat yang dikandungnya. Untuk memudahkan mengenali tanaman yang berkhasiat obat maka diperlukan sistem pengklasifikasian atau pengelompokan berdasarkan perawakan, ciri morfologi, habitatnya dan manfaatnya. Tanaman obat bersifat alami, efek sampingnya tidak sekeras efek dari obat-obatan kimia modern. Tubuh manusia secara lebih mudah menerima obat dari bahan tanaman yang natural ini dibandngkan dengan obat kimiawi. Penemuan obat-obatan modern dewasa ini ternyata mendukung penggunaan obat tradisional, banyak obat-obatan modern yang dibuat dari tanaman obat. Dalam makalah ini akan dijabarkan beberapa tanaman yang berkhasiat obat yaitu Sirsak (Annona muricata L.), Pule (Alstonia scholaris R. Br.), Pala (Myristica fragrans Houtt), Ketumbar (Coriandrum sativum L.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) beserta
  • 5. klasifikasian, pendeskripsian, ciri-ciri morfologi, kandungan zat berkhasiat dan kegunaannya di dunia farmasi. B. Rumusan Masalah Sebelum membahas lebih lanjut, pembahasan makalah ini akan dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana pendeskripsian dan klasifikasi tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak ? 2. Bagaimana ciri-ciri morfologi tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak ? 3. Apa saja zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung pada tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak ? 4. Apa kegunaan tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak di dunia farmasi khususnya tentang pengobatan ? 5. Bagaimana ciri-ciri makroskopik dan mikroskopik dari tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak? C. Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah : 1. Mampu mengetahui klasifikasi, deskripsi, perawakan dan ciri-ciri morfologi dari tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak. 2. Mampu menyebutkan zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung di dalamnya. 3. Mampu mengetahui kegunaanya di dunia farmasi.
  • 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sirsak (Annona muricata L. ) Nama umum Indonesia: Sirsak, nangka sabrang, nangka walanda Inggris : Soursop Melayu : Durian Belanda, Durian Benggaka, Vietnam : Mang Cau Xiem Thailand : Thurian Thet, Thurian Khaek Pilipina : Guyabano, Atti, Illabanos Sirsak 1. Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Magnoliidae Ordo : Magnoliales Famili : Annonaceae Genus : Annona Spesies : Annona muricata L.
  • 7. 2. Morfologi Pohon tinggi 3 – 8 m. Daun memanjang, bentuk lanset atau bulat telur terbalik, ujung meruncing pendek, seperti kulit, panjang 6 – 8 cm, tepi rata. Bunga berdiri sendiri berhadapan dengan daun, bau tak enak. Daun kelopak kecil. Daun mahkota berdaging, 3 yang terluar hijau, kemudian kuning, panjang 3,5 – 5 cm, 3 yang terdalam bulat telur, kuning muda. Daun kelopak dan daun mahkota yang terluar pada kuncup tersusun seperti kutup, daun mahkota terdalam secara genting. Dasar bunga cekung sekali. Benang sari banyak. Biji hitam dan daging buah putih. Pohon buah dari hindia barat. 3. Kandungan Kimia Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, minyak esensial, reticuline, loreximine, coclaurine, annomurine, higenamine. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak. Biji bersifat racun dan dapat digunakan sebagai insektisida alami, seperti juga biji srikaya. 4. Manfaat dan Khasiat a. Mencegah dan Menyembuhkan Kanker b. Mencegah dan menyembuhkan kanker payudara, prostat, paru-paru, pankreas c. Mengobati tekanan darah tinggi d. Mengobati strok ringan e. Mengurangi kadar kolesterol 5. Makroskopik (Daun Sirsak) Daun tunggal warna kehijauan sampai hijau kecoklatan, helaian dau
  • 8. seperti kulit, bentuk bundar panjang. Lanset atau bundar telur terbalik, panjang helaian daun 6 cm sampai 18 cm, lebart 2 cm sampai 6 cm. Ujung daun meruncing pendek, pangkal daun runcing, tepi rata, panjang tangkai daun lebih kurang 0,7 cm, permukaan licin agak mengkilat, tulang daun menyirip, ibu tulang daun menonjol pada permukaan bawah. 6. Mikroskopik (Daun Sirsak) a. kutikula tebal. b. sel epidermis bawah lebih kecil dari epidermis atas, bentuk tidak beraturan dengan dinding bergelombang. c. terdapat stomata tipe anomositik d. Rambut penutup bentuk lurus, terdiri atas 2 sel sampai 3 sel. e. Terdapat sel sekresi f. Fragmen pembuluh kayu dengan penebalan ganda. 7. Ramuan Obat Tradisional  Obat tradisional penyakit kanker Resep daun sirsak sebagai obat kanker menggunakan dosis 7, 10, 15, 17, 21, atau 31 lembar tergantung dari parah tidaknya (stadium) kanker secara kondisi pasien. Jika kondisi penderita kanker lemah kemudian mengkonsumsi ramuan daun dalam dosis tinggi misal 15 lembar dan menimbulkan efek samping sesak nafas, dosis diturunkan menjadi 7 atau 10 lembar. Cara membuat ramuan obat : Rebus daun sesuai stadium kanker pasien, tambahkan 4 gelas air bersih, sepucuk sendok teh garam dan 5 lembar daun sirih. Tunggu hingga tersisa 3 gelas air rebusan daun sirsak. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari.
  • 9.  Mengobati tekanan darah tinggi Manfaat lain daun ini adalah untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan cara meminum air rebusan secara teratur sampai tekanan darah menurun. Bahan-bahan : 1. 10 lembar daun tanaman sirsak 2. Daun salam secukupnya 3. 4 gelas air 4. Sedikit garam 5. Madu asli jika ada 6. Rambut jagung manis muda Cara membuat obat herbal hipertensi : Rebus daun sirsak bersama daun salam dan 4 gelas air. Tambahkan garam dan madu kemudian tunggu hingga tersisa 2 – 3 gelas air. Atau bisa juga dengan merebus daun sirsak dengan rambut jagung manis yang masih muda. Minum ramuan tersebut 2 – 3 kali sehari sampai tekanan darah turun.  Mengobati stroke ringan Kegunaan tanaman sirsak selanjutnya adalah melancarkan aliran darah pada penderita stroke ringan (belum parah). Bahan-bahan : 1. 10 – 21 lembar daun sirsak 2. Tanaman sirih bumi (lihat gambar di atas) 3. 5 gelas air 4. Garam dapur Cara membuat obat stroke ringan : Ambil daun tanaman sirsak kemudian rebus bersama 5 tanaman sirih bumi dalam 5 gelas air. Tunggu sampai tersisa 3 gelas air rebusan.
  • 10. Minum ramuan obat tersebut dalam sehari.  Mengurangi kadar kolesterol Daun sirsak juga memiliki kegunaan untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah agar menjadi normal. Caranya dengan merebus 3 – 5 lembar daun dalam 3 gelas air. Angkat dan saring setelah tersisa 1 gelas kemudian minum secara rutin setiap hari selama sebulan. B. Pule (Alstonia scholaris R. Br. ) Nama umum Indonesia: Pule Pilipina : Dita 1. Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Asteridae Ordo : Gentianales Famili : Apocynaceae Genus : Alstonia Spesies : Alstonia scholaris R. Br.
  • 11. 2. Morfologi Pohon: sangat tinggi, besar, tinggi sampai 15 m besar 60 cm, banyak getah, kayunya sangat ringan, tidak keras, bingkas, semuanya gubal, tidak ada galihnya, tumbuh 900 m di atas permukaan laut. Kulit: kelabu, tidak berbau, pahit. Getah: putih sangat pahit seperti cautchouc. Akar: kecil, pahit. 3. Kandungan Kimia Alkaloida: ditamine, ditaine (echtitamine), echi-kaoetchine; zat pahit: echeretine, echicherine, echitene, dan echieteine. 4. Manfaat dan Khasiat a. Rasa nyeri karena tusukan b. obat tukak di dalam hidung (yang bukan difteri) c. sebagai tonikum d. Ekspektoran e. pada perut kembung dan ginjal yang membesar f. obat penyakit kulit g. disentri h. memperkuat lambung i. obat diabetes j. demam k. darah tinggi l. dan malaria 5. Makroskopik (Kulit Pule) Kulit batang dan cabang terdiri dari potongan-potongan menggulung atau kadang-kadang berbentuk pipa, tebal sampai lebih kurang 3 mm. Permukaan luar sangat kasar, tidak rata. Mudah mengelupas, banyak retak-
  • 12. retak membujur dan melintang, warna permukaan hijau kelabu, coklat mudah atau coklat kehitaman, intisel berbentuk lonjong, warna putih kelabu. Terletak melintang. Permukaan dalam bergaris halus, juga terdapat retak-retak melintang, warna permukaan kuning kecoklatan sampai coklat kelabu tua. Mudah dipatahkan, bekas patahan kasar dan agak berserat. 6. Mikroskopik (Kulit Pule) a. Jaringan gabus b. Jaringan gabus dengan sel membatu c. Sel parenkim korteks mengandung butir pati d. Hablur kalsium oksalat berbentuk prisma e. Butir pati berbentuk bulat, umumnya butir pati tunggal, kadang majemuk. f. Korteks bagian dalam dengan sel batu g. Saluran getah, serabut, jaringan floem, dan jari-jari empulur. 7. Ramuan Obat Tradisional  Kulit (lapisan dalam digosok dengan air, obat dalam): sebagai tonikum; ditambah air jeruk dan air sedikit. Ekspektoran, amarum (ditambah cuka): pada perut kembung dan ginjal yang membesar, (ditambah daun kelinci daun sembung dan air) sebagai febrifugum: dibuat bersih, direbus dengan cuka dalam panci tertutup ditambah, kunyit, gula, dan biji pala, obat penyakit kulit. Daun: obat sifilis, obat sakit usus, obat cacing, obat diare menahun, disentri, obat diabetes, dan malaria.  Demam kulit batang pulai sebanyak 3 g dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, kemudian dinginkan dan disaring, tambahkan 1 sendok makan madu dan diaduk merata, diminum. Atau kulit batang bagian dalam diremas-remas dengan daun kelici (Caesalpinia crista Linn.)
  • 13. dan daun sembung, tambahkan sedikit air, kemudian diperas dan saring, diminum.  Malaria kulit batang pulai yang sudah digiling menjadi bubuk sebanyak 2 sendok makan, rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, dinginkan dan disaring, diminum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh. Selama minum obat ini, hindari makanan yang asam dan pedas. Bila penyakitnya berat, gunakan kulit pulai hitam.  Memperkuat lambung kulit batang pulai lapisan sebelah dalam diremas-remas dalam air, kemudian air remasan diminum.  Perut kembung, limpa membesar kulit batang pulai bagian dalam diremas-remas dengan air dicampur cuka, lalu diminum.  Darah tinggi kulit batang pulai 1/4 jari, daun kumis kucing dan daun poncosudo sebanyak 1/5 genggam, daun pegagan, dan daun meniran masing-masing 1/4 genggam, buah ketapang 1 buah, gula enau 3 jari, semua dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas, dinginkan dan disaring, dibagi untuk 3 kali minum.  Kencing manis/Diabetes mellitus kulit batang pulai sebanyak 2 jari, dicuci lalu dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa ½ gelas, dinginkan dan disaring, minum 1/2 jam sebelum makan, sehari 2 kali.  Borok bernanah daun pulai kering digiling menjadi serbuk, taburkan pada borok bernanah setelah dibersihkan terlebih dahulu. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.
  • 14. C. Pala (Myristica fragrans Houtt) Nama umum Indonesia : Pala Inggris : Nutmeg Cina : rou dou kou Pala 1. Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Magnoliidae Ordo : Magnoliales Famili : Myristicaceae Genus : Myristica Spesies : Myristica fragrans Houtt 2. Morfologi Pohon bertajuk rimbun. Tinggi sampai 18 m, kulit kayu kasar, warna coklat kehitaman, cabang-cabang mendatar. Daun bial diremas berbau keras sepertibijinya, bentuk bundar telur, elip lonjong, ujung lancip sampai runcing, permukaan atas berwarna hijau gelap, mengkilat terdapat bintik-bintik halus, bila masih mudah berbulu pendek dan jarang, kemudian menjadi gundul panjang 5 cm sampai 15 cm, lebar 3 cm sampai 7 cm.
  • 15. Perbungaan berupa malai, keluar diketiak daun biasanya berbentuk payung, warna kuning terrang bila masih muda berbulu halus, dan kemudian gundul. Buah licin berwarna kekuningan, agak bulat, panjang 3 cm sampai 6 cm, lebar 3 cm sampai 5,5 cm. Biji coklat, coklat kehtaman, bulat lonjong, dalamnya berongga, kulit ari berwarna putih kekuningan, kemudian berubah menjadi merah tua, mengkilat, berbau wangi yang keras. 3. Kandunag Kimia Kulit: minyak terbang. Daun: minyak terbang tak berwarna, cair, encer, bau enak. 4. Manfaat dan Khasiat Obat kejang lambung, obat diare afrodi siakum. 5. Makroskopik (Biji Pala) Bentuk inti biji bulat telur, panjang 2 cm sampai 3 cm, lebar 1,5 cm sampai 2 cm. Warna permukaan luar coklat mudah sampai coklat kelabu dengan bintik dan garis-garis kecil berwarna coklat tua sampai coklat tua kemerah-merahan. Permukaan luar juga beralur dangkal yang berupa anyaman jala. 6. Mikroskopik (Biji Pala) a. Perisperm primer terlihat tangensial b. Endosperm dengan butir pati dan aleuron c. Perisperm sekunder dengan sel minyak d. Butir patih e. Berkas pembuluh
  • 16. 7. Ramuan Obat Tradisional  Mengatasi mual-mual dan muntah Pala juga dapat dipakai sebagai ramuan tradisional untuk mengatasi rasa mual dan muntah-muntah, caranya dengan menyeduh 1 sendok teh pala halus dengan ¼ sendok teh garam halus dengan air hangat sebanyak 1 gelas, kemudian diaduk sampai rata dan diminum ketika masih dalam keadaan hangat bersama-sama dengan ampasnya.  Untuk mengatasi masuk angin, sakit maag dan cegukan Penggunaan buah pala sebagai ramuan tradisional yang berguna untuk mengatasi masuk angin, sakit maag dan cegukan dapat dilakukan dengan cara mencampurkan 100 ml air hangat dengan 1 sendok teh pala halus dan 2 sendok teh bubuk buah pisang batu, kemudian diminum ketika masih hangat. D. Ketumbar (Coriandrum sativum L.) Nama umum Indonesia : Ketumbar, katuncar (Sunda) Cina : hu sui, yuan sui, xiang cai 1. Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • 17. Sub Kelas : Rosidae Ordo : Apiales Famili : Apiaceae Genus : Coriandrum Spesies : Coriandrum sativum L. 2. Morfologi Batang basah: tegak tinggi sampai 1 m, ditanam (tidak liar), ditanam rendah dan dipegunungan. Tumbuhan yang masih segar (wan soei) selalu dijual dengan bawang cina dan kucai. 3. Kandungan Kimia Minyak atsiri mengandungd-linalool, geraniol, borneol. 4. Manfaat dan Khasiat Untuk memperbaiki pencernaan, menghilangkan rasa loyo (mual), karminatif, spasmolitik, stomakik. 5. Makroskopik (Buah Ketumbar) Buah kremokarp, merikarp saling berikatan pada tepi sehingga buah berbentuk bulat; garis tengah 2 mmsampai 5 mm, warna kuning kecoklatan atau coklat keunguan; pada ujung buah terdapat 5 sisah daun kelopak kecil dan satu stilopodium pendek; pada permukaan tiap merikarp terdapat 4 sekunder yang membujur, menonjol dan lurus; diantara rusuk sekunder terdapat 5 rusuk primer membujur, berkelok-kelok dan kurang menonjol; gagang buah pendek atau tidak ada. 6. Mikroskopik (Buah Ketumbar) a. Epikarp terdiri dari selapis sel kecil berdinding agak tebal
  • 18. b. Jaringan parenkim dengan sel-sel termanpat dan berdinding tipis. c. Jaringan sklerenkimatik yang tersusun membujur dan tangensial d. Sel parenkim bernoktah e. Pembuluh kayu f. Hablur kalsium oksalat 7. Ramuan Obat Tradisional  Perut Kembung Bahan yang diperlukan: a. beberapa biji ketumbar b. bawang merah c. dan buah pinang secukupnya. Cara meracik: Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian dicampur air dan diaduk sampai merata. Cara pemakaian: Ramuan tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit (perut).  Sakit Kepala Bahan yang diperlukan: a. ketumbar b. biji pinang c. daun sirih d. rimpang bangle dan e. pacar jawa. Cara meracik: Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian dicampur air dan diaduk sampai merata. Cara pemakaian:
  • 19. Ramuan tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit.  Tekanan Darah Tinggi Bahan yang diperlukan: a. ketumbar dan b. daun seledri secukupnya. Cara meracik: Ketumbar direbus sampai mendidih kemudian ditambahkan seledri, air rebusannya disaring. Cara pemakaian: Air rebusan tersebut diminum secara rutin.  Batuk Bahan yang diperlukan: a. 100gr ketumbar b. 100 gr kapulaga c. 100 gr daun jinten d. 50 gr jahe e. 300cc madu f. 10 gr bawang merah g. 100 gr pegagan Cara meracik: Semua bahan direbus dengan 800 cc ar, selama 1 jam lalu disaring dan bubuhkan madu. Cara pemakaian: Ramuan ini diminum 3 kali sehari sebanyak 15 cc.
  • 20. E. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) Sinonim Guazuma tomentosa Kunth. Nama umum Indonesia: Jati belanda 1. Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Dilleniidae Ordo : Malvales Famili : Sterculiaceae Genus : Guazuma Spesies : Guazuma ulmifolia Lamk 2. Morfologi Pohon: bertumbuh cepat, tinggi sampai 20 m didatangkan dari amerika bagian tengah. Daun: pada pangkalnya berbentuk jantung tak sama, bulat telur, panjang menajam, bergerigi ganda, di bawah kelabu, berbulu. Bunga: kuning dengan titik merah, dalam malah rata d ketiak, panjang 2 x tangkainya. Buah: buah keras beruang 5, berwarna hitam seperti kutil, bebentuk telur berbalik, agak bersegi, dengan bungkul halus terletak dalam kotak kuning mengandung banyak lendir, rasanya manis.
  • 21. 3. Kandungan Kimia Kulit: lendir 10 %, asam damar 9,3 %, zat samak 2,7 %. Zat pahit sedikit, glycose (sakar anggur), dan minyak lemak. 4. Manfaat dan Khasiat Biji: menghentikan diare, juga obat untuk menjadi kurus. Kulit dalam: adstringens, diaforetikum, perekat, obat elemfatiasis. 5. Makroskopik (Daun Jati Belanda) Daun tunggal bentuk bundar telur sampai lanset, panjang helai daun 4 cm sampai 22,5 cm, lebar 2 cm sampai 10 cm, pangkal dau berbentuk jantung yang kadang-kadang tidak setangkup, ujung dau meruncing, pinggir dau bergigi, permukaan dau kasar, warna hijau kecoklatan sampai coklat muda; tangkai daun panjang 5 mm sampai 25 mm. 6. Mikroskopik (Daun Jati Belanda) a. Rambut kelenjar dan rambut penutup bentuk bintang b. Epidermis atas dan epidermis bawah c. Jaringan palisade, bungakarang, stomata, berkas pembuluh, sklerenkim dan hablur kalsium oksalat. d. Sel lendir atau saluran lendir 7. Ramuan Obat Tradisional  Peluruh kolesterol Ambil beberapa lembar daun jati belanda kering. Seduh dengan air panas secukupnya, seperti membuat teh. Saring sebelum diminum. Agar tidak hambar, tambahkan satu sendok madu atau gula batu.
  • 22.  Pereda Diare Daun jati belanda kering digiling untuk dijadikan serbuk. Ambil 20 gr serbuk ini dan seduh dengan air panas. Kemudian saring dan minum dua kali sehari. Jika suka, bisa dicampur kencur dan madu secukupnya. Catatan: Orang yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini.  Pelangsing Ambil tujuh lembar daun jati belanda segar lalu cuci bersih. Tambahkan sepotong rimpang bangle, temulawak, atau kunir putih. Rebus dengan satu setengah gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum. Saat meramunya harus bersamaan dengan temulawak atau kunir putih guna mengurangi efek iritasi lambung. Selama mengonsumsi ramuan ini, tetaplah minum banyak air putih.
  • 23. BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Walaupun tanaman yang dipaparkan diatas semuanya sederhana, tapi memiliki khasiat yang luar biasa dalam segi penyembuhan meskipun tanaman herbal umumnya lebih lambat dalam pengobatan penyakit dibanding penyembuhan menggunakan Obat – obatan kimia, namun pengobatan secara tradisional menggunakan tanaman herbal jauh lebih aman bagi tubuh dengan sangat sedikit efek samping yang ditimbulkannya, mudah di produksi, menghilangkan akar penyakit, mudah diperoleh, murah dan mempunyai banyak khasiat. B. Saran Seharusnya kita dapat lebih bijak untuk memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar kita dengan sebaik mungkin. Serta tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup disekitar kita agar tercipta lingkungan hidup yang sehat.
  • 24. Daftar Pustaka Dirjen POM, 1978.”Materia Medika Indonesia, jilid II”. Departemen Kesehatan RI: Jakarta. Dirjen POM, 1980.”Materia Medika Indonesia, jilid IV”. Departemen Kesehatan RI: Jakarta. Dirjen POM, 1989.”Materia Medika Indonesia, jilid V”. Departemen Kesehatan RI: Jakarta. J. Kloppenburgh – Versteegh, 2006.”Tanaman Berkhasiat Indonesia Volume I”, Alih Bahasa dan Saduran : drh.J.Soegiri, Prof.Dr.drh.Nawangsari, IPB Press. Sastroamidjojo, Seno, Dr. 1997.”Obat asli Indonesia”. Dian Rakyat: Bandung. Van Steenis, 2006.”FLORA”. Perca: Jakarta.