HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA 
Makalah 
Untuk Memenuhi Tugas Pengantar Pendidikan 
Yang Dibina Oleh Dr.Siti Fatimah,M.Pd 
Oleh kelompok 1 PGSD 1 A: 
Ketua Kelompok: Dyah Arum Puspita Rini (201210430311024) 
Sekretaris : Ella Madona (201210430311237) 
Bendahara :Firmawati Rahayu (201210430311130) 
Anggota : 
Eva intan Prastiwi (201210430311138) 
Leni Yuliani (201210430311131) 
Pendidikan Guru Sekolah Dasar 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 
Universitas Muhammadiyah Malang 
Oktober 2012
Hakikat Manusia dan Pengembangannya 
A. Pengertian sifat hakikat manusia dan wujud sifat hakikat manusia 
a. Pengertian sifat hakikat manusia 
Sifat hakikat manusia diartika sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara 
prinsipil membedakan manusia dari hewan. 
Keberadaan manusia apabila dibandingkan dengan makhluk 
lain(hewan),selain memiliki insting sebagaimana yang dimiliki hewan.Manusia 
adalah mahluk yang memiliki beberapa kemampuan antara berfikir,rasa keindahan 
,perasaan batiniah,harapan,menciptakan dll. Sedangkan kemampuan hewan lebih 
bersifat instingtif dan kemampuan berfikir sangat rendah untuk mencari 
makan,mempertahankan diri dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. 
Sementara kodrat manusia itu sendiri adalah kemanusiaan yang belum selesai 
, yang masih harus muncul atau lahir dan mewujud dalam sejarah. Karena itu 
manusia tidak mau lagi menyesuaikan diri dengan tatanan dunia atau tatanan alam, 
tetapi ingin mengubahnya. 
Max scheler,Adolf Portman dan Helmuth Plessner menyebut keleluasaan 
manusia untuk menelaah dan melampau setiap regulasi eksistensinya dalam dunia 
sebagai keterbukaan terhadap dunia. 
Manusia memiliki dunia yang tidak terbatas dan tidak terikat pada lingkungan 
tetapi terbuka pada dunia. Kecenderungan –kecenderungan manusia tidak ditentukan 
oleh nalurinya ,tetapi dibentuk dalam proses interaksinya dengan dunianya
b. Wujud sifat hakikat manusia 
1) Kemampuan Menyadari Diri 
Kemampuan Mengeksplorasi potensi yang ada, dan mengembangkannya 
kearah kesempurnaan dan menyadarinya sebagai kekuatan. Adanya 
kemampuan menyadari diri bahwa dirinya memiliki ciri khas atau 
karakteristik diri dan dapat membedakan dirinya dengan yang lain. 
2) Kemampua Bereksistensi 
kemampuan menempatkan diri dan menerobos ( tidak terbelenggu oleh 
ruang dan waktu. Adanya kemampuan bereksistensi juga dapat 
membedakan manusia dari hewan ,dimana hewan selalu menjadi 
onderdil lingkungan ,sedangkan manusia menjadi manajer lingkungan. 
Kemampuan bereksistensi dapat dibina melalui pendidikan 
3) Pemilikan Kata Hati 
kemampuan membuat keputusan tentang yang baik/benar dan yang 
buruk/salah bagi manusia sebagai manusia. 
Cara meningkatkan : melatih akal kecerdasan dan kepekaan emosi 
4) Moral (etika) 
Perbuatan yang dilakukan/nilai-nilai kemanusiaan 
Bermoral sesuai dengan kata hati yang baik bagi manusia, dan 
sebaliknya 
Etika hanya sekedar kemampuan bersikap/mengenai sopan santun. 
5) Kemampuan Bertanggung Jawab 
kesediaan untuk menanggung segenap akibat dari perbuatannya 
Wujud tanggung jawab ada bermacam-macam yaitu: 
a. Tanggung jawab kepada dirinya sendiri:menanggung tuntutan kata 
hati,misalnya bentuk penyesalan yang mendalam . 
b. Tanggung jawab kepada masyarakat: menanggung norma” sosial . bentuk 
tuntutan berupa cemoohan,hukuman penjara dll 
c. Tanggung jawab kepada Tuhan YME : menanggung tuntutan norma-norma 
agama misalnya perasaan berdosa dan terkutuk
6) Rasa Kebebasan (Kemerdekaan) 
rasa bebas (tidak merasa terikat oleh sesuatu) tetapi sesuai dengan 
tuntutan kodrat manusia. 
7) Kewajiban dan hak : dua macam gejala yang timbul sebagi manifentasi 
dari manusia sebagi makhluk sosial. Wajib bukanlah “ikatan” melainkan 
keniscayaan. Kemampuan menghayati kewajiban sebagai keniscayaan 
tidaklah lahir dengan sendirinya,tetapi bertumbuh melalui suatu proses. 
8) Kemampuan Menghayati Kebahagiaan 
Kesanggupan menghayati kebahagiaan berkaitan dengan 3 hal : Usaha, 
norma-norma, dan Takdir. 
B. Dimensi hakikat manusia potensi keunikan,dan dinamikanya 
a. Dimensi Keindividulan 
Individual adalah orang atau perseorangan, keperibadian seseorang 
yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi. 
Setiap anak dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda 
dari yang lain, atau menjadi dirinya sendiri. Tidak ada diri individu 
yang identik di muka bumi, bahkan dua anak kembar yang berasal 
dari satu telur pun yang lazim di katakana seperti pinang dibelah dua, 
serupa dan sulit dibedakan suatu dari yang lain, hanya serupa tetapi 
tidak sama, apalagi identik . 
b. Dimensi Kesosialan 
Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas pada 
dorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan untuk bergaul 
,setiap orang bertemu dengan sesamanya. 
Contoh: berinteraksi dengan orang lain, saling membutuhkan, bekerja 
sama.
c. Dimensi kesusilaan 
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih 
tinggi. Kesusilaan di artikan mencakup etika dan etiket (persoalan 
kepantasan dan kesopanan) 
Contoh : misalnya saja didaerah pulau Jawa orang yang memakai 
pakan minim masih di pandang buruk di kalangan masyarakat sebab 
di pulau jawa masih menjunjung tinggi nilai kesopanan tetapi di 
daerah pulau Bali kususnya di daerah kota itu sudah menjadi hal 
biasa. 
d. Dimensi keberagamaan 
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius. Sejak dulu kala 
,sebelum manusia mengenal agaman mereka telah dipercaya bahwa di 
luar lam yang dapat dijangkau dengan perantaraan alat 
inderanya,diyakini akan adanya kekuatan supranatural yang mengusai 
hidup alam semesta ini. 
Kemudian setelah adanya agama manusia sudah mulai menganutnya. 
Agama sangat diperlukan manusia demi keselamatan dan merupakan 
pedoman hidup manusia. 
Contoh: saling menghormati agama lain 
C. Pengembangan dimensi hakikat manusia serta implikasinya dalam pendidikan 
a. Pengembangan yang utuh 
Tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh 
dua faktor ,yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial 
dan kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas 
perkembangannya.
Dari wujud dimensinya: 
Keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani ,antar dimensi 
keindividuan,kesosialan,kesusilaan,keberagaman,antara aspek 
kognitif,afektif,psikomotor. 
Pengembangan dimensi keindividualan,kesosialan,kesusilaan dan 
keberagaman dikatakan utuh jika semua dimensi tersebut mendapat layanan 
dengan baik ,tidak terjadi pengabaian terhadap salah satunya. Dalam hal ini 
pengembangan dimensi keberagaman menjadi tumpuan dari ketiga dimensi 
yang di sebut terdahulu. 
Dari arah pengembangannya 
Keutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dapat di arahkan kepada 
pengembangan dimensi keindividualan , kesosialan, kesusilaan dan 
keberagaman secara terpadu 
Pengembangan yang sehat terhadap dimensi keindividualan memberi peluang 
pada seserang untuk mengadakan eksplorasi terhadap potensi-potensi yang 
ada pada dirinya. 
b. Pengembangan yang tidak utuh 
Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan terjadi di 
dalam proses pengembangan jika ada unsur dimensi hakikat manusia yang 
terabaikan untuk ditangani .Pengembangan yang tidak utuh berakibat 
terbentuknya kepribadian yang pincang dan tidak mantap. 
c. Sosok manusia indonesia seutuhnya 
Sosok manusia seutuhnya telah dirumuskan di dalam GBHN ( Ketiadaan Garis 
Besar Haluan Negara). Dinyatakan bahwa pembangunan Nasional dilaksanakan 
didalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan 
masyarakat Indonesia seluruhnya. Hal ini berarti bahwa pembangunan 
dilaksanakan, keselarasan, keserasian dan keseimbangan untuk mengerjar
kamajuan lahiriah ( pangan, sandang, perumahan, dsb ) dan kepuasan lahiriah 
(pendidikan, rasa aman, rasa keadilan, bebas mengeluarkan pendapat 
bertanggung jawab, dsb ) untuk mencapai cita–cita hidup di dunia dan 
kebahagian di akhirat. 
Pe ta Konsep 
Hakikat manusia dan 
pengembangannya
s 
Daftar Pustaka 
Pengertian sifat 
hakikat manusia 
dan wujud sifat 
hakikat manusia 
Pengertian sifat 
hakikat manusia 
Wujud sifat hakikat 
manusia 
1. Kemampuan 
menyadari diri 
2. Kemampuan 
bereksistensi 
3. Pemilihan kata 
hati 
4. Moral(etika) 
5. Kemampuan 
bertanggu jawab 
6. Rasa kebebasan 
7. Kewajiban dan 
hak 
8. Kemampuan 
menghayati 
kebahagiaan. 
Dimensi hakikat manusia 
Pengertian dimensi 
hakikat manusia 
Dimensi hakikat 
manusia,potensi 
keunikan,dan 
dinamikanya 
1. Dimensi 
individual 
2. Dimensi 
kesosialan 
3. Dimensi 
kesusilaan 
4. Dimensi 
keberagamaan 
Pengembangan dimensi 
hakikat manuisa serta 
implikasinya dalam 
pendidikan 
Mendiskripsikan 
Pengembangan 
dimensi hakikat 
manuisa serta 
implikasinya dalam 
pendidikan. 
1. Perkembangan utuh 
2. Perkembanangan 
tidak utuh 
3. Sosok manusia 
indonesia seutuhnya 
kesimpulan
Prof.Dr.Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sula.2005.Pengantar Pendidikan.Jakarta:PT. 
Asdi Mahasatya.Penerbit Rineka Cipta 
Tonny D.Widiastono,M.Sastra Pratedja.2004.Pendidikan Manusia 
Indonedia.Jakarta:PT.Kompas Media Nusantara.Penerbit Buku Kompas
Kesimpulan: 
Sifat hakikat manusia serta dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak 
terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan dunia hewan dari 
dunia manusia. 
Dengan adanya sifat hakikat manusia tersebut memberikan tempat kedudukan pada 
manusia sedemikian rupa seehingga derajatnya lebih tinggi dari pada hewan. 
Salah satu sifat hakikat manusia yang istimewa ialah adanya kemampuan menghayati 
kebahagiaan pada manusia. 
Semua sifat hakikat manusia dapat dan harus di tumbuh kembangkan melalui 
pendidikan dan ditumbuh kembangkan secara selaras dan berimbang sehingga 
menjadi manusia yang utuh .

Makalah

  • 1.
    HAKIKAT MANUSIA DANPENGEMBANGANNYA Makalah Untuk Memenuhi Tugas Pengantar Pendidikan Yang Dibina Oleh Dr.Siti Fatimah,M.Pd Oleh kelompok 1 PGSD 1 A: Ketua Kelompok: Dyah Arum Puspita Rini (201210430311024) Sekretaris : Ella Madona (201210430311237) Bendahara :Firmawati Rahayu (201210430311130) Anggota : Eva intan Prastiwi (201210430311138) Leni Yuliani (201210430311131) Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Oktober 2012
  • 2.
    Hakikat Manusia danPengembangannya A. Pengertian sifat hakikat manusia dan wujud sifat hakikat manusia a. Pengertian sifat hakikat manusia Sifat hakikat manusia diartika sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsipil membedakan manusia dari hewan. Keberadaan manusia apabila dibandingkan dengan makhluk lain(hewan),selain memiliki insting sebagaimana yang dimiliki hewan.Manusia adalah mahluk yang memiliki beberapa kemampuan antara berfikir,rasa keindahan ,perasaan batiniah,harapan,menciptakan dll. Sedangkan kemampuan hewan lebih bersifat instingtif dan kemampuan berfikir sangat rendah untuk mencari makan,mempertahankan diri dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Sementara kodrat manusia itu sendiri adalah kemanusiaan yang belum selesai , yang masih harus muncul atau lahir dan mewujud dalam sejarah. Karena itu manusia tidak mau lagi menyesuaikan diri dengan tatanan dunia atau tatanan alam, tetapi ingin mengubahnya. Max scheler,Adolf Portman dan Helmuth Plessner menyebut keleluasaan manusia untuk menelaah dan melampau setiap regulasi eksistensinya dalam dunia sebagai keterbukaan terhadap dunia. Manusia memiliki dunia yang tidak terbatas dan tidak terikat pada lingkungan tetapi terbuka pada dunia. Kecenderungan –kecenderungan manusia tidak ditentukan oleh nalurinya ,tetapi dibentuk dalam proses interaksinya dengan dunianya
  • 3.
    b. Wujud sifathakikat manusia 1) Kemampuan Menyadari Diri Kemampuan Mengeksplorasi potensi yang ada, dan mengembangkannya kearah kesempurnaan dan menyadarinya sebagai kekuatan. Adanya kemampuan menyadari diri bahwa dirinya memiliki ciri khas atau karakteristik diri dan dapat membedakan dirinya dengan yang lain. 2) Kemampua Bereksistensi kemampuan menempatkan diri dan menerobos ( tidak terbelenggu oleh ruang dan waktu. Adanya kemampuan bereksistensi juga dapat membedakan manusia dari hewan ,dimana hewan selalu menjadi onderdil lingkungan ,sedangkan manusia menjadi manajer lingkungan. Kemampuan bereksistensi dapat dibina melalui pendidikan 3) Pemilikan Kata Hati kemampuan membuat keputusan tentang yang baik/benar dan yang buruk/salah bagi manusia sebagai manusia. Cara meningkatkan : melatih akal kecerdasan dan kepekaan emosi 4) Moral (etika) Perbuatan yang dilakukan/nilai-nilai kemanusiaan Bermoral sesuai dengan kata hati yang baik bagi manusia, dan sebaliknya Etika hanya sekedar kemampuan bersikap/mengenai sopan santun. 5) Kemampuan Bertanggung Jawab kesediaan untuk menanggung segenap akibat dari perbuatannya Wujud tanggung jawab ada bermacam-macam yaitu: a. Tanggung jawab kepada dirinya sendiri:menanggung tuntutan kata hati,misalnya bentuk penyesalan yang mendalam . b. Tanggung jawab kepada masyarakat: menanggung norma” sosial . bentuk tuntutan berupa cemoohan,hukuman penjara dll c. Tanggung jawab kepada Tuhan YME : menanggung tuntutan norma-norma agama misalnya perasaan berdosa dan terkutuk
  • 4.
    6) Rasa Kebebasan(Kemerdekaan) rasa bebas (tidak merasa terikat oleh sesuatu) tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. 7) Kewajiban dan hak : dua macam gejala yang timbul sebagi manifentasi dari manusia sebagi makhluk sosial. Wajib bukanlah “ikatan” melainkan keniscayaan. Kemampuan menghayati kewajiban sebagai keniscayaan tidaklah lahir dengan sendirinya,tetapi bertumbuh melalui suatu proses. 8) Kemampuan Menghayati Kebahagiaan Kesanggupan menghayati kebahagiaan berkaitan dengan 3 hal : Usaha, norma-norma, dan Takdir. B. Dimensi hakikat manusia potensi keunikan,dan dinamikanya a. Dimensi Keindividulan Individual adalah orang atau perseorangan, keperibadian seseorang yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi. Setiap anak dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain, atau menjadi dirinya sendiri. Tidak ada diri individu yang identik di muka bumi, bahkan dua anak kembar yang berasal dari satu telur pun yang lazim di katakana seperti pinang dibelah dua, serupa dan sulit dibedakan suatu dari yang lain, hanya serupa tetapi tidak sama, apalagi identik . b. Dimensi Kesosialan Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas pada dorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan untuk bergaul ,setiap orang bertemu dengan sesamanya. Contoh: berinteraksi dengan orang lain, saling membutuhkan, bekerja sama.
  • 5.
    c. Dimensi kesusilaan Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. Kesusilaan di artikan mencakup etika dan etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) Contoh : misalnya saja didaerah pulau Jawa orang yang memakai pakan minim masih di pandang buruk di kalangan masyarakat sebab di pulau jawa masih menjunjung tinggi nilai kesopanan tetapi di daerah pulau Bali kususnya di daerah kota itu sudah menjadi hal biasa. d. Dimensi keberagamaan Pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius. Sejak dulu kala ,sebelum manusia mengenal agaman mereka telah dipercaya bahwa di luar lam yang dapat dijangkau dengan perantaraan alat inderanya,diyakini akan adanya kekuatan supranatural yang mengusai hidup alam semesta ini. Kemudian setelah adanya agama manusia sudah mulai menganutnya. Agama sangat diperlukan manusia demi keselamatan dan merupakan pedoman hidup manusia. Contoh: saling menghormati agama lain C. Pengembangan dimensi hakikat manusia serta implikasinya dalam pendidikan a. Pengembangan yang utuh Tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua faktor ,yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya.
  • 6.
    Dari wujud dimensinya: Keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani ,antar dimensi keindividuan,kesosialan,kesusilaan,keberagaman,antara aspek kognitif,afektif,psikomotor. Pengembangan dimensi keindividualan,kesosialan,kesusilaan dan keberagaman dikatakan utuh jika semua dimensi tersebut mendapat layanan dengan baik ,tidak terjadi pengabaian terhadap salah satunya. Dalam hal ini pengembangan dimensi keberagaman menjadi tumpuan dari ketiga dimensi yang di sebut terdahulu. Dari arah pengembangannya Keutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dapat di arahkan kepada pengembangan dimensi keindividualan , kesosialan, kesusilaan dan keberagaman secara terpadu Pengembangan yang sehat terhadap dimensi keindividualan memberi peluang pada seserang untuk mengadakan eksplorasi terhadap potensi-potensi yang ada pada dirinya. b. Pengembangan yang tidak utuh Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan terjadi di dalam proses pengembangan jika ada unsur dimensi hakikat manusia yang terabaikan untuk ditangani .Pengembangan yang tidak utuh berakibat terbentuknya kepribadian yang pincang dan tidak mantap. c. Sosok manusia indonesia seutuhnya Sosok manusia seutuhnya telah dirumuskan di dalam GBHN ( Ketiadaan Garis Besar Haluan Negara). Dinyatakan bahwa pembangunan Nasional dilaksanakan didalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Hal ini berarti bahwa pembangunan dilaksanakan, keselarasan, keserasian dan keseimbangan untuk mengerjar
  • 7.
    kamajuan lahiriah (pangan, sandang, perumahan, dsb ) dan kepuasan lahiriah (pendidikan, rasa aman, rasa keadilan, bebas mengeluarkan pendapat bertanggung jawab, dsb ) untuk mencapai cita–cita hidup di dunia dan kebahagian di akhirat. Pe ta Konsep Hakikat manusia dan pengembangannya
  • 8.
    s Daftar Pustaka Pengertian sifat hakikat manusia dan wujud sifat hakikat manusia Pengertian sifat hakikat manusia Wujud sifat hakikat manusia 1. Kemampuan menyadari diri 2. Kemampuan bereksistensi 3. Pemilihan kata hati 4. Moral(etika) 5. Kemampuan bertanggu jawab 6. Rasa kebebasan 7. Kewajiban dan hak 8. Kemampuan menghayati kebahagiaan. Dimensi hakikat manusia Pengertian dimensi hakikat manusia Dimensi hakikat manusia,potensi keunikan,dan dinamikanya 1. Dimensi individual 2. Dimensi kesosialan 3. Dimensi kesusilaan 4. Dimensi keberagamaan Pengembangan dimensi hakikat manuisa serta implikasinya dalam pendidikan Mendiskripsikan Pengembangan dimensi hakikat manuisa serta implikasinya dalam pendidikan. 1. Perkembangan utuh 2. Perkembanangan tidak utuh 3. Sosok manusia indonesia seutuhnya kesimpulan
  • 9.
    Prof.Dr.Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sula.2005.PengantarPendidikan.Jakarta:PT. Asdi Mahasatya.Penerbit Rineka Cipta Tonny D.Widiastono,M.Sastra Pratedja.2004.Pendidikan Manusia Indonedia.Jakarta:PT.Kompas Media Nusantara.Penerbit Buku Kompas
  • 10.
    Kesimpulan: Sifat hakikatmanusia serta dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan dunia hewan dari dunia manusia. Dengan adanya sifat hakikat manusia tersebut memberikan tempat kedudukan pada manusia sedemikian rupa seehingga derajatnya lebih tinggi dari pada hewan. Salah satu sifat hakikat manusia yang istimewa ialah adanya kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia. Semua sifat hakikat manusia dapat dan harus di tumbuh kembangkan melalui pendidikan dan ditumbuh kembangkan secara selaras dan berimbang sehingga menjadi manusia yang utuh .