Nama           : Yayan Suryana
NIM            : 100210204017
Mata Kuliah : Asesmen Pembelajaran


                               Macam-Macam Soal Tes


1. Tes Objektif
       Tes objektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-
butir soal (items) yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu atau
lebih jawaban di antara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada
masing-masing items, atau dengan jalan menuliskan (mengisikan) jawaban berupa
kata-kata atau simbol-simbol tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk
masing-masing butir item yang bersangkutan. Tes objektif dapat dibedakan menjadi
lima golongan, yaitu:
       1) Tes objektif bentuk benar-salah (True-False test).
       2) Tes objektif bentuk menjodohkan (Matching Test).
       3) Tes objektif bentuk melengkapi (Completion Test).
       4) Tes objektif bentuk isian (Fill in Test).
       5) Tes objektif bentuk pilihan ganda (Multiple choice Item Test).


       Item tes objektif yang banyak dipakai dalam evaluasi hasil belajar siswa di
sekolah adalah item tes objektif pilihan ganda. Tes pilihan ganda memiliki semua
persyaratan sebagai tes yang baik, yakni dilihat dari segi objektivitas, reliabilitas, dan
daya pembeda antara siswa yang berhasil dengan siswa yang gagal atau bodoh.
Sebagian besar guru merasakan bahwa tes objektif tipe pilihan ganda juga efektif
dalam mengungkap materi pembelajaran dengan cakupan pengetahuan yang lebih
kompleks, dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi.
Macam-macam tes pilihan ganda
   a) Pilihan ganda biasa (melengkapi pilihan)
      Bentuk ini merupakan suatu kalimat pernyataan yang belum lengkap dan
      diikuti empat atau lima kemungkinan jawaban yang tepat dan melengkapi
      pernyataan tersebut.
      Contoh petunjuk pengisian soal pilihan ganda biasa:
               Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat!
      Contoh soal:
               Punuk unta berfungsi untuk ....
               a. cadangan air dan makanan
               b. melindungi dari panas matahari
               c. melindungi dari debu
               d. supaya dapat berjalan di gurun pasir
   b) Hubungan antar hal (Sebab akibat)
      Bentuk tes ini terdiri dari dua kalimat, satu kalimat pernyataan dan satu
      kalimat alasan. Ditanyakan apakah pernyataan memiliki hubungan sebab
      akibat atau tidak dengan alasan.
   c) Analisa Kasus
      Bentuk tes analisa kasus ini menghadapkan peserta pada satu masalah.
   d) Membaca Diagram, atau tabel
      Bentuk soal ini mirip dengan bentuk pilihan ganda biasa, hanya saja disertai
      dengan tabel.
   e) Asosiasi pilihan ganda
      Bentuk soal ini sama dengan bentuk soal melengkapi pilihan, yakni suatu
      pernyataan yang tidak lengkap yang diikuti dengan beberapa kemungkinan,
      hanya perbedaan pada bentuk asosiasi pilihan ganda kemungkinan jawaban
      bisa lebih dari satu, sedangkan melengkapi pilihan hanya satu yang paling
      tepat.
      Berikut contoh petunjuk pengisian soal asosiasi pilihan ganda:
Pilih A jika (1), (2) dan (3) benar
                 Pilih B jika (1) dan (3) benar
                 Pilih C jika (2) dan (4) benar
                 Pilih D jika hanya (4) yang benar
                 Pilih E jika semuanya benar


Kelebihan tes objektif
   1) Jumlah materi yang dapat ditanyakan relatif tak terbatas dibandingkan dengan
       materi yang dapat dicakup soal bentuk lainnya. Jumlah soal yang ditanyakan
       umumnya relatif banyak.
   2) Dapat mengukur berbagai jenjang kognitif mulai dari ingatan sampai evaluasi.
   3) Penskorannya mudah, cepat, objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup
       bahan dan materi yang luas dalam satu tes untuk suatu kelas atau jenjang.
   4) Sangat tepat untuk ujian yang peserta banyak sedangkan hasilnya harus segera
       seperti ujian akhir nasional maupun ujian sekolah.
   5) Reliabilitas soal pilihan ganda relatif lebih tinggi dibandingkan dengan soal
       uraian.


Kelemahan tes objektif
   1) Kurang dapat digunakan untuk kemampuan verbal.
   2) Peserta       didik     tidak    mempunyai       keleluasaan   dalam   menulis,
       mengorganisasikan, dan mengekspresikan gagasan yang mereka miliki yang
       dituangkan dalam kata atau kalimatnya sendiri.
   3) Tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan problem solving.
   4) Penyusunan soal yang baik memerlukan waktu yang relatif lama
       dibandingkan dengan bentuk soal lainnya.
   5) Sangat sukar menentukan alternatif jawaban yang benar-benar homogen, logis
       dan berfungsi.
2. Tes Essay
       Tes essay adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang
bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-ciri pertanyaannya didahului dengan
kata-kata seperti; uraikan, jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan,
dan sebagainya. Soal-soal bentuk esai biasanya berjumlah tidak banyak, hanya
sekitar 5-10 buah soal dalam waktu kira kira 90 s/d 120 menit. Soal-soal bentuk esai
ini menuntut kemampuan siswa untuk dapat mengorganisir, menginterpretasi,
menghubungkan pengertian-pengertian yang telah dimiliki.


Tes uraian dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu:
1) Tes uraian bentuk terbatas, artinya butir soal itu hanya menyangkut masalah
   utama yang dibicarakan, jawaban yang dikehendaki muncul dari testee adalah
   jawaban yang sifatnya sudah lebih terarah (yang dibatasi).
       Contoh soal: Jelaskan ciri-ciri khusus pada unta!
2) Tes uraian bentuk bebas atau terbuka, yaitu peserta didik diberi kebebasan untuk
   menjawab soal yang ditanyakan, jawaban yang dikehedaki muncul dari testee
   sepenuhnya diserahkan kepada testee itu sendiri. Artinya, testee mempunyai
   kebebasan yang seluas-luasnya dalam merumuskan, mengorganisasikan dan
   menyajikan jawabannya dalam bentuk uraian.
       Contoh soal: Tuhan telah menciptakan alam Indonesia begitu luas dan kaya,
       lengkap dengan berbagai keragaman jenis tumbuhan dan hewan. Oleh karena
       itu sudah sepatutnya kita bersyukur. Jelaskan, bagaimana caranya kita
       mensyukuri anugrah tersebut!


Kelebihan tes essay:
   1) Mudah disiapkan dan disusun
   2) Tidak memberikan banyak kesempatan untuk berspekulasi atau keuntungan-
       keuntungan
3) Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat sertamenyusun
       dalam bentuk kalimat yang bagus
   4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnyadengan
       gaya bahasa dan caranya sendiri
   5) Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yangditeskan


Kelemahan tes esai:
   1) Kadar validitas dan reliabilitas rendah karena sukar diketahui segi-segimana
       dari pengetahuan siswa yang betul-betul telah dikuasai
   2) Kurang representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang
       akan dites karena soalnya hanya beberapa saja (terbatas).
   3) Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsure-unsur subyektif.
   4) Pemeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual
       lebih banyak dari penilai.
   5) Waktu untuk koreksinya lama dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.




Sumber
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2187911-bentuk-bentuk
tes/#ixzz1qsTAKoJn
http://wakhinuddin.wordpress.com/2010/06/03/tes-objektif/
http://blog.tp.ac.id/wp-content/uploads/6067/download-macam-macam-tes-
objektif.doc

Macam-macam tes

  • 1.
    Nama : Yayan Suryana NIM : 100210204017 Mata Kuliah : Asesmen Pembelajaran Macam-Macam Soal Tes 1. Tes Objektif Tes objektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir- butir soal (items) yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu atau lebih jawaban di antara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing items, atau dengan jalan menuliskan (mengisikan) jawaban berupa kata-kata atau simbol-simbol tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk masing-masing butir item yang bersangkutan. Tes objektif dapat dibedakan menjadi lima golongan, yaitu: 1) Tes objektif bentuk benar-salah (True-False test). 2) Tes objektif bentuk menjodohkan (Matching Test). 3) Tes objektif bentuk melengkapi (Completion Test). 4) Tes objektif bentuk isian (Fill in Test). 5) Tes objektif bentuk pilihan ganda (Multiple choice Item Test). Item tes objektif yang banyak dipakai dalam evaluasi hasil belajar siswa di sekolah adalah item tes objektif pilihan ganda. Tes pilihan ganda memiliki semua persyaratan sebagai tes yang baik, yakni dilihat dari segi objektivitas, reliabilitas, dan daya pembeda antara siswa yang berhasil dengan siswa yang gagal atau bodoh. Sebagian besar guru merasakan bahwa tes objektif tipe pilihan ganda juga efektif dalam mengungkap materi pembelajaran dengan cakupan pengetahuan yang lebih kompleks, dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi.
  • 2.
    Macam-macam tes pilihanganda a) Pilihan ganda biasa (melengkapi pilihan) Bentuk ini merupakan suatu kalimat pernyataan yang belum lengkap dan diikuti empat atau lima kemungkinan jawaban yang tepat dan melengkapi pernyataan tersebut. Contoh petunjuk pengisian soal pilihan ganda biasa: Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat! Contoh soal: Punuk unta berfungsi untuk .... a. cadangan air dan makanan b. melindungi dari panas matahari c. melindungi dari debu d. supaya dapat berjalan di gurun pasir b) Hubungan antar hal (Sebab akibat) Bentuk tes ini terdiri dari dua kalimat, satu kalimat pernyataan dan satu kalimat alasan. Ditanyakan apakah pernyataan memiliki hubungan sebab akibat atau tidak dengan alasan. c) Analisa Kasus Bentuk tes analisa kasus ini menghadapkan peserta pada satu masalah. d) Membaca Diagram, atau tabel Bentuk soal ini mirip dengan bentuk pilihan ganda biasa, hanya saja disertai dengan tabel. e) Asosiasi pilihan ganda Bentuk soal ini sama dengan bentuk soal melengkapi pilihan, yakni suatu pernyataan yang tidak lengkap yang diikuti dengan beberapa kemungkinan, hanya perbedaan pada bentuk asosiasi pilihan ganda kemungkinan jawaban bisa lebih dari satu, sedangkan melengkapi pilihan hanya satu yang paling tepat. Berikut contoh petunjuk pengisian soal asosiasi pilihan ganda:
  • 3.
    Pilih A jika(1), (2) dan (3) benar Pilih B jika (1) dan (3) benar Pilih C jika (2) dan (4) benar Pilih D jika hanya (4) yang benar Pilih E jika semuanya benar Kelebihan tes objektif 1) Jumlah materi yang dapat ditanyakan relatif tak terbatas dibandingkan dengan materi yang dapat dicakup soal bentuk lainnya. Jumlah soal yang ditanyakan umumnya relatif banyak. 2) Dapat mengukur berbagai jenjang kognitif mulai dari ingatan sampai evaluasi. 3) Penskorannya mudah, cepat, objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan dan materi yang luas dalam satu tes untuk suatu kelas atau jenjang. 4) Sangat tepat untuk ujian yang peserta banyak sedangkan hasilnya harus segera seperti ujian akhir nasional maupun ujian sekolah. 5) Reliabilitas soal pilihan ganda relatif lebih tinggi dibandingkan dengan soal uraian. Kelemahan tes objektif 1) Kurang dapat digunakan untuk kemampuan verbal. 2) Peserta didik tidak mempunyai keleluasaan dalam menulis, mengorganisasikan, dan mengekspresikan gagasan yang mereka miliki yang dituangkan dalam kata atau kalimatnya sendiri. 3) Tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan problem solving. 4) Penyusunan soal yang baik memerlukan waktu yang relatif lama dibandingkan dengan bentuk soal lainnya. 5) Sangat sukar menentukan alternatif jawaban yang benar-benar homogen, logis dan berfungsi.
  • 4.
    2. Tes Essay Tes essay adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-ciri pertanyaannya didahului dengan kata-kata seperti; uraikan, jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan, dan sebagainya. Soal-soal bentuk esai biasanya berjumlah tidak banyak, hanya sekitar 5-10 buah soal dalam waktu kira kira 90 s/d 120 menit. Soal-soal bentuk esai ini menuntut kemampuan siswa untuk dapat mengorganisir, menginterpretasi, menghubungkan pengertian-pengertian yang telah dimiliki. Tes uraian dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu: 1) Tes uraian bentuk terbatas, artinya butir soal itu hanya menyangkut masalah utama yang dibicarakan, jawaban yang dikehendaki muncul dari testee adalah jawaban yang sifatnya sudah lebih terarah (yang dibatasi). Contoh soal: Jelaskan ciri-ciri khusus pada unta! 2) Tes uraian bentuk bebas atau terbuka, yaitu peserta didik diberi kebebasan untuk menjawab soal yang ditanyakan, jawaban yang dikehedaki muncul dari testee sepenuhnya diserahkan kepada testee itu sendiri. Artinya, testee mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya dalam merumuskan, mengorganisasikan dan menyajikan jawabannya dalam bentuk uraian. Contoh soal: Tuhan telah menciptakan alam Indonesia begitu luas dan kaya, lengkap dengan berbagai keragaman jenis tumbuhan dan hewan. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita bersyukur. Jelaskan, bagaimana caranya kita mensyukuri anugrah tersebut! Kelebihan tes essay: 1) Mudah disiapkan dan disusun 2) Tidak memberikan banyak kesempatan untuk berspekulasi atau keuntungan- keuntungan
  • 5.
    3) Mendorong siswauntuk berani mengemukakan pendapat sertamenyusun dalam bentuk kalimat yang bagus 4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnyadengan gaya bahasa dan caranya sendiri 5) Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yangditeskan Kelemahan tes esai: 1) Kadar validitas dan reliabilitas rendah karena sukar diketahui segi-segimana dari pengetahuan siswa yang betul-betul telah dikuasai 2) Kurang representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang akan dites karena soalnya hanya beberapa saja (terbatas). 3) Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsure-unsur subyektif. 4) Pemeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual lebih banyak dari penilai. 5) Waktu untuk koreksinya lama dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. Sumber http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2187911-bentuk-bentuk tes/#ixzz1qsTAKoJn http://wakhinuddin.wordpress.com/2010/06/03/tes-objektif/ http://blog.tp.ac.id/wp-content/uploads/6067/download-macam-macam-tes- objektif.doc