PENGERTIAN LITOSFER
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu.
Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos (λίθος) yang
berarti berbatu, dan sphere (σφαῖρα) yang berarti
padat. Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan,
dan sphere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer
adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa
disebut dengan kulit bumi. Pada lapisan ini pada
umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan
Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan
lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km
yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas
(merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3
bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan
kira-kira 65% atau 2/3 bagian).
PEMBAGIAN LITOSFER
Terdapat dua tipe litosfer
Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak
samudra dan berada di dasar samdura
Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak
benua. Litosfer samudra memiliki ketebalan 50-100
km, sementara litosfer benua memiliki kedalaman 40-
200 km. Kerak benua dibedakan dengan lapisan
mantel atas karena keberadaan lapisan Mohorovicic
LITOSFER TERSUSUN ATAS TIGA MACAM MATERIAL UTAMA DENGAN BAHAN DASAR
PEMBENTUKANNYA ADALAH MAGMA DENGAN BERBAGAI PROSES YANG BERBEDA-
BEDA. BERIKUT MERUPAKAN MATERIAL BATUAN PENYUSUN LITOSFER,
1. Batuan Beku (Igneous
Rock)
2. Batuan Sedimen
(Sedimentary Rock)
3. Batuan Malihan
(Metamorf)
Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk
dipermukaan bumi yang mengalami pelapukan. Bagian - bagian yang
lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh
aliran air, angin, maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau
tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan
endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen.
Batuan Sedimen berdasar proses pembentukannya terdiri atas,
1. Batuan Sedimen Klastik
2. Batuan Sedimen Kimiawi
3. Batuan Sedimen Organik
* Berdasar tenaga yang mengangkutnya Batuan Sedimen terdiri atas,
1. Batuan Sedimen Aeris atau Aeolis
2. Batuan Sedimen Glasial
3. Batuan Sedimen Aquatis
4. Batuan Sedimen Marine
BATUAN MALIHAN (METAMORF)
Batuan Malihan (Metamorf)
Batuan Malihan terbentuk karena
terjadinya penambahan suhu atau
penambahan tekanan yang tinggi
dan terjadi secara bersamaan pada
batuan sedimen.
LITOSFER MEMPUNYAI 2
TENAGA YANG MEMBANGUN :
Tenaga endogen
Tenaga eksogen
TENAGA ENDOGEN
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang
menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini
sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin
saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi
akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau
pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan
adanya lembah atau jurang.
SEPERTI DI SAMPING,
Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu
tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa. Vulkanisme dibagi
lagi menjadi plutonisme dan vulkan. Contoh dari plutonisme adalah
sill, gang, lakolit, batholit, dll. Sedangkan, tenaga vulkan sendiri dibagi
lagi berdasarkan bentuk dan tipe letusannya. Berdasarkan bentuknya,
gunung berapi dibedakan menjadi bentuk perisai, strato, dan maar.
Dan berdasarkan tipe letusannya, dibagi menjadi Hawai, Stromboli,
Vulcano, Merapi, St. Vincent, Peret, dan Pelle
SEPERTI DI SAMPING,
TENAGA EKSOGEN
Tenaga eksogen yaitu tenaga yang
berasal dari luar bumi. Sifat umum
tenaga eksogen adalah merombak
bentuk permukaan bumi hasil
bentukan dari tenaga endogen.
Bukit atau tebing yang terbentuk
hasil tenaga endogen terkikis oleh
angin, sehingga dapat mengubah
bentuk permukaan bumi.
SECARA UMUM TENAGA EKSOGEN BERASAL
DARI 3 SUMBER, YAITU:
1. Atmosfer, yaitu perubahan suhu
dan angin.
2. Air yaitu bisa berupa aliran air,
siraman hujan, hempasan
gelombang laut, gletser, dan
sebagainya.
3. Organisme yaitu berupa jasad
renik, tumbuh-tumbuhan, hewan,
dan manusia.
Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan
mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan
jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta
sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil
aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula bukit
dihancurkannya melalui tenaga pelapukan, kemudian puing-
puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin,
gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil
pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di bagian
lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan
bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus.
Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai.
Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah
dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan
batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan
menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah
pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang
kian hari semakin kecil akibat tiupan angin.
PEDOSFER
PEDOSFER adalah lapisan kulit bumi yang
paling atas dan biasa di sebut dengan
tanah. Pada lapisan ini terjadi aktivitas
berbagai makhluk hidup. Tanah berasal
dari pelapukan bahan-bahan anorganik dan
bahan orgaik.
BEDA TANAH DAN LAHAN
Anda mungkin bertanya apa
hubungan Pedosfer dengan tanah
dan lahan?
Selama ini orang awam beranggapan tanah sama
pengertiannya dengan lahan. Padahal menurut konsep
Geografi tanah dengan lahan memiliki perbedaan yang
mendasar.
Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut
Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang
berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang
merupakan bagian paling atas dari kulit bumi. Sedangkan
lahan Bahasa Inggrisnya disebut land, lahan merupakan
lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya
dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan
hidup manusia. Yang dimaksud dengan lingkungan fisis
meliputi relief atau topografi, tanah, air, iklim. Sedangkan
lingkungan biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan
manusia.
Jadi kesimpulannya pengertian lahan lebih luas daripada
tanah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES
PEMBENTUKAN TANAH
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi proses
pembentukan tanah, antara lain iklim, organisme, bahan induk,
topografi, dan waktu.
Faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan dengan rumus sebagai
berikut:
T = f (i, o, b, t, w)
Keterangan:
T = tanah b = bahan induk
f = faktor t = topografi
i = iklim w = waktu
o = organisme
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK TANAH TERSEBUT
AKAN DIURAIKAN SEBAGAI BERIKUT
1. Iklim
Unsur-unsur iklim yang mempengaruhi proses pembentukan tanah
terutama ada dua, yaitu suhu dan curah hujan.
a. Suhu/Temperatur
Suhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk.
Apabila suhu tinggi, maka proses pelapukan akan berlangsung
cepat sehingga pembentukan tanah akan cepat pula.
b. Curah hujan
Curah hujan akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan
pencucian tanah, sedangkan pencucian tanah yang cepat
menyebabkan tanah menjadi asam (pH tanah menjadi rendah).
2. Organisme (Vegetasi, Jasad renik/mikroorganisme)
Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam
hal:
a. Membuat proses pelapukan baik pelapukan organik maupun pelapukan
kimiawi. Pelapukan organik adalah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk
hidup (hewan dan tumbuhan), sedangkan pelapukan kimiawi adalah
pelapukan yang terjadi oleh proses kimia seperti batu kapur larut oleh air.
b. Membantu proses pembentukan humus. Tumbuhan akan menghasilkan
dan menyisakan daun-daunan dan ranting-ranting yang menumpuk di
permukaan tanah. Daun dan ranting itu akan membusuk dengan bantuan
jasad renik/mikroorganisme yang ada di dalam tanah.7
c. Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata terjadi di
daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. Vegetasi hutan dapat
membentuk tanah. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah hutan dengan
warna merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna hitam
karena banyak kandungan bahan organis yang berasal dari akar-akar dan
sisa-sisa rumput.
d. Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh
terhadap sifat-sifat tanah. Contoh, jenis cemara akan memberi unsur-unsur
kimia seperti Ca, Mg, dan K yang relatif rendah, akibatnya tanah di bawah
pohon cemara derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah
3. Bahan Induk
Bahan induk terdiri dari batuan vulkanik, batuan beku, batuan
sedimen (endapan), dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan
hancur menjadi bahan induk, kemudian akan mengalami
pelapukan dan menjadi tanah. Tanah yang terdapat di permukaan
bumi sebagian memperlihatkan sifat (terutama sifat kimia) yang
sama dengan bahan induknya. Bahan induknya masih terlihat
misalnya tanah berstuktur pasir berasal dari bahan induk yang
kandungan pasirnya tinggi. Susunan kimia dan mineral bahan
induk akan mempengaruhi intensitas tingkat pelapukan dan
vegetasi diatasnya. Bahan induk yang banyak mengandung unsur
Ca akan membentuk tanah dengan kadar ion Ca yang banyak pula
sehingga dapat menghindari pencucian asam silikat dan sebagian
lagi dapat membentuk tanah yang berwarna kelabu. Sebaliknya
bahan induk yang kurang kandungan kapurnya membentuk tanah
yang warnanya lebih merah
4. Topografi/Relief
Keadaan relief suatu daerah akan mempengaruhi:
a. Tebal atau tipisnya lapisan tanah Daerah yang memiliki
topografi miring dan berbukit lapisan tanahnya lebih tipis karena
tererosi, sedangkan daerah yang datar lapisan tanahnya tebal
karena terjadi sedimentasi.
b. Sistem drainase/pengaliran Daerah yang drainasenya jelek
sering tergenang menyebabkan tanahnya menjadi asam
5. Waktu
Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah,
akibat pelapukan dan pencucian yang terus menerus. Oleh
karena itu tanah akan menjadi semakin tua dan kurus. Mineral
yang banyak mengandung unsur hara telah habis mengalami
pelapukan sehingga tinggal mineral yang sukar lapuk seperti
kuarsa. Karena proses pembentukan tanah yang terus berjalan,
maka induk tanah berubah berturut-turut menjadi tanah muda,
tanah dewasa, dan tanah tua.
REFERENSI
http://id.wikipedia.org/
http://www.geoserba.web.id/2010/02/pedosfer.html
TUGAS TIK
DI KERJAKAN OLEH :
IRWAN DINATA SAPUTERA
&
MIRNAWATI
KELAS XII IPS D

Litosfer dan pedosfer

  • 3.
    PENGERTIAN LITOSFER Litosfer adalahkulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos (λίθος) yang berarti berbatu, dan sphere (σφαῖρα) yang berarti padat. Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit bumi. Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).
  • 4.
    PEMBAGIAN LITOSFER Terdapat duatipe litosfer Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar samdura Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua. Litosfer samudra memiliki ketebalan 50-100 km, sementara litosfer benua memiliki kedalaman 40- 200 km. Kerak benua dibedakan dengan lapisan mantel atas karena keberadaan lapisan Mohorovicic
  • 5.
    LITOSFER TERSUSUN ATASTIGA MACAM MATERIAL UTAMA DENGAN BAHAN DASAR PEMBENTUKANNYA ADALAH MAGMA DENGAN BERBAGAI PROSES YANG BERBEDA- BEDA. BERIKUT MERUPAKAN MATERIAL BATUAN PENYUSUN LITOSFER, 1. Batuan Beku (Igneous Rock) 2. Batuan Sedimen (Sedimentary Rock) 3. Batuan Malihan (Metamorf)
  • 6.
    Batuan Sedimen merupakanbatuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan bumi yang mengalami pelapukan. Bagian - bagian yang lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh aliran air, angin, maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen. Batuan Sedimen berdasar proses pembentukannya terdiri atas, 1. Batuan Sedimen Klastik 2. Batuan Sedimen Kimiawi 3. Batuan Sedimen Organik * Berdasar tenaga yang mengangkutnya Batuan Sedimen terdiri atas, 1. Batuan Sedimen Aeris atau Aeolis 2. Batuan Sedimen Glasial 3. Batuan Sedimen Aquatis 4. Batuan Sedimen Marine
  • 7.
    BATUAN MALIHAN (METAMORF) BatuanMalihan (Metamorf) Batuan Malihan terbentuk karena terjadinya penambahan suhu atau penambahan tekanan yang tinggi dan terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen.
  • 8.
    LITOSFER MEMPUNYAI 2 TENAGAYANG MEMBANGUN : Tenaga endogen Tenaga eksogen
  • 9.
    TENAGA ENDOGEN Tenaga endogenadalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang. SEPERTI DI SAMPING,
  • 10.
    Secara umum tenagaendogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa. Vulkanisme dibagi lagi menjadi plutonisme dan vulkan. Contoh dari plutonisme adalah sill, gang, lakolit, batholit, dll. Sedangkan, tenaga vulkan sendiri dibagi lagi berdasarkan bentuk dan tipe letusannya. Berdasarkan bentuknya, gunung berapi dibedakan menjadi bentuk perisai, strato, dan maar. Dan berdasarkan tipe letusannya, dibagi menjadi Hawai, Stromboli, Vulcano, Merapi, St. Vincent, Peret, dan Pelle SEPERTI DI SAMPING,
  • 11.
    TENAGA EKSOGEN Tenaga eksogenyaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.
  • 12.
    SECARA UMUM TENAGAEKSOGEN BERASAL DARI 3 SUMBER, YAITU: 1. Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin. 2. Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya. 3. Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
  • 13.
    Di permukaan laut,bagian litosfer yang muncul akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan, kemudian puing- puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus. Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin.
  • 14.
    PEDOSFER PEDOSFER adalah lapisankulit bumi yang paling atas dan biasa di sebut dengan tanah. Pada lapisan ini terjadi aktivitas berbagai makhluk hidup. Tanah berasal dari pelapukan bahan-bahan anorganik dan bahan orgaik.
  • 15.
    BEDA TANAH DANLAHAN Anda mungkin bertanya apa hubungan Pedosfer dengan tanah dan lahan?
  • 16.
    Selama ini orangawam beranggapan tanah sama pengertiannya dengan lahan. Padahal menurut konsep Geografi tanah dengan lahan memiliki perbedaan yang mendasar. Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi. Sedangkan lahan Bahasa Inggrisnya disebut land, lahan merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Yang dimaksud dengan lingkungan fisis meliputi relief atau topografi, tanah, air, iklim. Sedangkan lingkungan biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia. Jadi kesimpulannya pengertian lahan lebih luas daripada tanah.
  • 17.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIPROSES PEMBENTUKAN TANAH Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi proses pembentukan tanah, antara lain iklim, organisme, bahan induk, topografi, dan waktu. Faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan dengan rumus sebagai berikut: T = f (i, o, b, t, w) Keterangan: T = tanah b = bahan induk f = faktor t = topografi i = iklim w = waktu o = organisme
  • 18.
    FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK TANAHTERSEBUT AKAN DIURAIKAN SEBAGAI BERIKUT 1. Iklim Unsur-unsur iklim yang mempengaruhi proses pembentukan tanah terutama ada dua, yaitu suhu dan curah hujan. a. Suhu/Temperatur Suhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Apabila suhu tinggi, maka proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga pembentukan tanah akan cepat pula. b. Curah hujan Curah hujan akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah, sedangkan pencucian tanah yang cepat menyebabkan tanah menjadi asam (pH tanah menjadi rendah).
  • 19.
    2. Organisme (Vegetasi,Jasad renik/mikroorganisme) Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam hal: a. Membuat proses pelapukan baik pelapukan organik maupun pelapukan kimiawi. Pelapukan organik adalah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup (hewan dan tumbuhan), sedangkan pelapukan kimiawi adalah pelapukan yang terjadi oleh proses kimia seperti batu kapur larut oleh air. b. Membantu proses pembentukan humus. Tumbuhan akan menghasilkan dan menyisakan daun-daunan dan ranting-ranting yang menumpuk di permukaan tanah. Daun dan ranting itu akan membusuk dengan bantuan jasad renik/mikroorganisme yang ada di dalam tanah.7 c. Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata terjadi di daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah hutan dengan warna merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna hitam karena banyak kandungan bahan organis yang berasal dari akar-akar dan sisa-sisa rumput. d. Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Contoh, jenis cemara akan memberi unsur-unsur kimia seperti Ca, Mg, dan K yang relatif rendah, akibatnya tanah di bawah pohon cemara derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah
  • 20.
    3. Bahan Induk Bahaninduk terdiri dari batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen (endapan), dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk, kemudian akan mengalami pelapukan dan menjadi tanah. Tanah yang terdapat di permukaan bumi sebagian memperlihatkan sifat (terutama sifat kimia) yang sama dengan bahan induknya. Bahan induknya masih terlihat misalnya tanah berstuktur pasir berasal dari bahan induk yang kandungan pasirnya tinggi. Susunan kimia dan mineral bahan induk akan mempengaruhi intensitas tingkat pelapukan dan vegetasi diatasnya. Bahan induk yang banyak mengandung unsur Ca akan membentuk tanah dengan kadar ion Ca yang banyak pula sehingga dapat menghindari pencucian asam silikat dan sebagian lagi dapat membentuk tanah yang berwarna kelabu. Sebaliknya bahan induk yang kurang kandungan kapurnya membentuk tanah yang warnanya lebih merah
  • 21.
    4. Topografi/Relief Keadaan reliefsuatu daerah akan mempengaruhi: a. Tebal atau tipisnya lapisan tanah Daerah yang memiliki topografi miring dan berbukit lapisan tanahnya lebih tipis karena tererosi, sedangkan daerah yang datar lapisan tanahnya tebal karena terjadi sedimentasi. b. Sistem drainase/pengaliran Daerah yang drainasenya jelek sering tergenang menyebabkan tanahnya menjadi asam 5. Waktu Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah, akibat pelapukan dan pencucian yang terus menerus. Oleh karena itu tanah akan menjadi semakin tua dan kurus. Mineral yang banyak mengandung unsur hara telah habis mengalami pelapukan sehingga tinggal mineral yang sukar lapuk seperti kuarsa. Karena proses pembentukan tanah yang terus berjalan, maka induk tanah berubah berturut-turut menjadi tanah muda, tanah dewasa, dan tanah tua.
  • 22.
  • 23.
    TUGAS TIK DI KERJAKANOLEH : IRWAN DINATA SAPUTERA & MIRNAWATI KELAS XII IPS D