Tingkat Stress pada Mahasiswa Teknik Elektro di
POLBAN
Disusun oleh :
Arvi Rizky (151311037)
Kun Aldi (151311046)
Noviani Sagita (151311058)
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA D3
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan nikmat serta
hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan Laporan Karya Ilmiah ini.
Tak lupa penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada :
1. Orang tua yang senantiasa mendukung dan mendoakan penulis sehingga penulis
mampu menyelesaikan laporan ini.
2. Ibu Hazma, selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia, yang telah
memberikan ilmunya, sehingga penulis mampu menyusun laporan ini.
3. Para responden yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan informasi
kepada penulis.
4. Kepada seluruh orang yang telah membantu penulis menyusun dan menyelesaikan
laporan tersebut.
Laporan Karya Ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia.
Bandung, 7 November 2016
Tim Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pada era modern seperti sekarang manusia dihadapkan dengan permasalahan
yang semakin kompleks. Hal tersebut menuntut manusia untuk bisa menyelesaikan berbagai
permasalahan kompleks secara cepat. Manusia yang bisa menyelesaikan permasalahan
kompleks tentu tidak akan menjadikan permasalahan tersebut menjadi beban yang besar,
namun hal tersebut akan berbeda ketika seseorang tidak dapat menyelesaikan
permasalahannya. Masalah yang terus berdatangan tanpa adanya solusi dan penyelesaian
akan membuat manusia mengalami stress.
Stress dapat menimpa siapa pun dengan variasi umur dan tingkatan stress yang
berbeda, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Salah satu contoh manusia seringkali
mengalami stress adalah mahasiswa. Mahasiswa sudah dianggap dewasa dan mampu
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya, akan tetapi pengalaman hidup dan
kontrol emosi pada mahasiswa masih kurang.
Pelajar yang mengalami perpindahan dari sekolah menengah atas maupun sekolah
menengah kejuruan ke perguruan tinggi ini memicu timbulnya masalah-masalah baru dengan
pemecahan masalah yang berbeda dari masalah sebelumnya. Faktor internal dari seseorang
seperti jauhnya dengan keluarga, pengaturan keuangan, masalah dengan mahasiswa lain,
organisasi, dosen, mata kuliah, maupun indeks prestasi menjadi faktor utama pemicu stress.
I.2 Perumusan Masalah
 Bagaimanakah dampak stress karena kegiatan kuliah pada mahasiswa jurusan Teknik
Elektro di Politeknik Negeri Bandung?
 Bagaimanakah cara mahasiswa jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung
untuk mengatasi stress karena kegiatan kuliah?
 Apa faktor yang membuat mahasiswa jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri
Bandung menjadi stress dalam mengikuti perkuliahan?
I.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penelitian kami adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak
stress dikarenakan kegiatan kuliah secara umum dan segi prestasi mahasiswa baru
Jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung.
I.4 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengaruh
apa saja penyebab stress karena kegiatan kuliah Jurusan Teknik Elektro di
Politeknik Negeri Bandung.
I.5 Metode Penelitian
1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian mengambil data langsung di lingkungan Politeknik Negeri Bandung
maupun melalui media elektronik menggunakan metode Google.
Waktu pengumpulan data diambil di akhir bulan Oktober.
2. Populasi dan sampel.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa baru di jurusan Teknik
Elektro Politeknik Negeri Bandung.
Sampel yang diambil untuk penelitian ini yaitu sebanyak 15 orang tua siswa.
3. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
Penyebaran Quisioner
Teknik ini menggunakan quisioner kertas konvensional dan quisioner
elektronik yang dibagikan kepada mahasiswa baru jurusan Teknik Elektro
di Politeknik Negeri Bandung.
I.6 Sistematika
Kata Pegantar
Daftar Isi
BAB I : Pedahuluan...............................................................................
I.1 Latar Belakang
I.2 Rumusan Masalah
I.3 Tujuan Penulisan
I.4 Manfaat Penulisan
I.5 Metode Penelitian
I.6 Sistematika
BAB II : Landasan Teori............................................................................
II.1 Pengertian Stress
BAB III : Data dan Pembahasan.........................................................
BAB IV : Kesimpulan dan Saran........................................................
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian Stres Siagian (2003 :300) mengemukakan bahwa stres merupakan kondisi
keteganganyangberpengaruhterhadapemosi,jalanpikiran,dankondisi fisikseseorang. Sedangkan
menurut Hasibuan H. Malayu S.P (2003), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang
mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Orang-orang yang mengalami stres
menjadi nervous danmerasakankekuatirankronis. Merekasering menjadi marah-marah, agresif,
tidak dapat relaks atau memperlihatkan sikap yang tidak mengatasinya.
Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi
lingkungannya. Mahasiswa dapat menanggapi kondisi-kondisi tekanan tersebut secara positif
maupun negatif. Akibatnya, ada konsekuensi yang konstruktif maupun destruktif Mahasiswa.
Pengaruh dari konsekuensi tersebut adalah penurunan atau peningkatan prestasi dalam jangka
waktu pendek maupun berlangsung dalam jangka waktu lama.
Sedangkan gejala stres dapat dilihat dari faktor-faktor sebagai berikut :
 Kepuasan prestasi rendah
 semangat yang menurun
 Tidak mempunyai semangat belajar
 Komunikasi tidak berjalan dengan baik
 Melakukan tugas-tugas yang tidak produktif
 Kurangnya kreatifitas dan inovasi
Spielberg (dalam Imatama, 2006 :17) menyatakan bahwa stres adalah tuntutan- tuntutan
eksternal yangmengenaiseseorang,misalnya obyek – obyek dalam lingkungan atau stimulus yang
secara obyektif adalah berbahaya. Stres juga bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan, atau
gangguanyang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Menurut Nimran (dalam
Siregar, 2006 : 17), ada beberapa alasan mengapa masalah stres yang berkaitan dengan sebuah
organisasi perlu diangkat ke permukaan pada saat ini. Diantaranya adalah:
Masalah stres adalah masalah yang akhir-akhir ini sering dibicarakan, dan posisinya sangat
penting dalam kaitannya dengan produktifitas mahasiswa. Selain dipengaruhi oleh faktor-faktor
yang bersumberdari luarorganisasi,stres juga banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal
dari dalam organisasi. Oleh karenanya perlu disadari dan dipahami keberadaannya. Pemahaman
akan sumber-sumber stres yang disertai dengan pemahaman terhadap cara-cara mengatasinya,
adalah penting sekali bagi mahasiswa dan siapa saja yang terlibat dalam organisasi demi
kelangsunganorganisasi yangsehatdanefektif. Banyak di antara kita yang hampir pasti merupakan
bagian dari satu atau beberapa organisasi, baik sebagai ketua/pemimpin maupun sebagai
anggota/bawahan, pernah mengalami stres meskipun dalam taraf yang amat rendah.
Di zaman kemajuandi segalabidangsepertisekarangini menuntut manusia untuk mempunyai
kinerjayanglebihbaik.Peralatankerjasemakinmoderndanefisien, dandi lainpihakbeban kerja di
satuan-satuan organisasi juga semakin bertambah sehingga menuntut energi mahasiswa lebih
besardari sebelumnya. Dampak dari fenomena ini adalah stres kerja yang meningkat. Semua yang
disebutkan di atas perlu dilihat dalam hubungannya dengan kualitas belajar dan interaksi normal
mahasiswa sebelumnya. Dari uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa stres merupakan suatu
kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang dimana ia
terpaksa memberikan tanggapan melebihi kemampuan penyesuaian dirinya terhadap suatu
tuntutan eksternal (lingkungan).
Jenis Stres
Tidak semua stres itu buruk. Kenyataannya, banyak orang yang setuju kalau kita memang
membutuhkanstressampai derajattertentuagartetapsehat.Namun,bagaimanastres bisa menjadi
sesuatu yang baik? Apabila stres dianggap sebagai sebuah motivasi positif, stres dapat dianggap
sebagai sesuatuyangmenguntungkan.Apabilamelebihipoinoptimalyangmenguntungkanini,stres
ternyata lebih membawa keburukan daripada kebaikan. Menurut (National Safety Council 2004),
stres dibagi dalam dua jenis yaitu :
1. Stres baik (positif).
Yaitu segala situasi dan kondisi apapun yang menurut anda dapat memotivasi atau memberikan
inspirasi. Promosi jabatan dan cuti yang dibayar adalah contoh-contoh dari stres baik.
2. Stres buruk (distress).
Adalah stres yang membuat anda menjadi marah, tegang, bingung, cemas, merasa bersalah, atau
kewalahan. Stres buruk (distress) dibagi menjadi dua bentuk yaitu stres akut dan stres kronik.
Dalam peristiwa terjadinya stres, ada tiga hal yang saling terkait satu dengan yang lainnya
(Nasution, 2000) yakni : Hal, peristiwa, keadaan, orang yang menjadi sumber stres (stressor) jika
dipandangsecaraumum,hal-hal yangmenjadi sumberstresdipahami sebagai ransangan(stimulus).
Orang yang mengalami stres (the stressed), kita dapat memusatkan perhatian pada
tanggapan (respons) orang tersebut terhadap hal-hal yang dinilai mendatangkan stres. Tanggapan
orang tersebut terhadap sumber stres dapat mempengaruhi pada psikologis dan fisiologis.
Tanggapanini disebut strain,yaitu tekanan atau tanggapan yang dapat membuat pola pikir, emosi
dan prilakunya kacau, dapat membuat gugup dan gelisah. Hubungan antara orang yang mengalami
stresdenganhal yang menjadi penyebab (transaction). Hubungan itu merupakan proses, yaitu ada
penyebab stres dan pengalaman individu yang terkena stres saling terkait.
Gejala Adaptasi Umum Stres
Menurut Selye ada 3 (tiga) tingkatan yang berbeda dari respon fisik dan mental atau
tanggapan seseorang terhadap stres yaitu peringatan (alarm), perlawanan (resistance), dan
peredaan (exhaustion). Pertama, tahap peringatan dini atau alarm, merupakan tahapan awal dari
reaksi tubuh saat menyadari adanya suatu tekanan atau stres. Reaksi awal pada umumnya terjadi
dalam bentuk suatu pesan biokimia yang ditandai dengan gejala seperti otot menegang, tekanan
darah dan denyutjantungmeningkatdansebagainya.Kemudianapabila stres terus berlanjut, maka
tahap selanjutnya yaitu tahap perlawanan, yang ditandai dengan adanya gejala ketegangan,
kegelisahan,kelesuandansebagainyayang menandakan seseorang sedang melakukan perlawanan
terhadap stres.
Perlawanan terhadap stres sering menimbulkan terjadinya kecelakaan, pengambilan
keputusan yang kurang baik dan sakit- sakitan. Setelah tahap kedua terdapat tahap peredaan
ditandai dengan runtuhnya tingkat perlawanan. Pada tahap ini akan muncul berbagai macam
penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, penyakit gula darah, dan
sebagainya.
Menurut Ghani (2003 :119) seseorang mengalami stres dapat dilihat dari tanda–tanda, diantaranya
adalah :
 Gejala fisik : sakit kepala (headache), tekanan darah naik, dan serangan jantung.
 Gejala psikologis : sulit tidur, mimpi buruk, depresi, kerja gelisah/ tak bergairah, bingung,
mudah tersinggung/impulsif, dan gejala depresi lainnya.
 Gejala prilaku : membolos, uring- uringan, produktivitas menurun, dan sering membuat
kekeliruan/ kesalahan kerja.
Anoraga Pandji (2006), mengemukakan bahwa stres yang tidak teratasi menimbulkan gejala
badaniah, jiwa dan gejala sosial. Dapat ringan, sedang, dan berat. Suatu “stres” tidak langsung
memberi akibat saat itu juga, walaupun banyak diantaranya yang segera memperlihatkan
manifestasinya. Dapat juga bermanifestasi beberapa hari, minggu, bulan atau setahun kemudian.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam pengerjaan menggunakan Penelitian
Deskriptif. Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang memberi uraian mengenai gejala
sosial yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang nilai variable bedasarkan indikator yang
diteliti tanpa membuat hubungan dan perbandingan dengan sejumlah variable yang lain.
Penelitian Deskriptif memiliki tujuan, yaitu mengumpulkan informasi actual secara
rinci yang melukiskan gejala, mengidentifikasi masalah dan memeriksa praktik yang berlaku
serta menetapkan keputusan apabila orang lain menghadapi situasi yang sama.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian yang digunakan berada di Politeknik Negeri Bandung gedung kuliah
A lantai 2 dan 3 jurusan Teknik Elektro, dan tempat tinggal masing-masing. Di gedung A
melaksanakan penyebaran angket untuk menunjang penelitian dengan sasaran mahasiswa
jurusan Teknik Elektro.
Pengerjaan penelitian dilaksanakan di tempat tinggal masing-masing dan sekitar
kampus Politeknik Negeri Bandung.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Pengerjaan makalah ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka. Pengertian
kajian pustaka umumnya dimaknai berupa ringkasan atau rangkuman dan teori yang
ditemukan dari sumber bacaan (literatur) yang ada kaitannya tema yang akan diangkat dalam
penelitian Tujuan utama kajian pustaka adalah untuk mengorganisasikan penemuan-
penemuan peneliti yang pernah dilakukan. Hal ini penting karena pembaca akan dapat
memahami mengapa masalah atau tema diangkat dalam penelitiannya. Di samping itu, kajian
pustaka juga bermaksud untuk menunjukkan bagaimana masalah tersebut dapat dikaitkan
dengan hasil penelitian dengan pengatahuan yang lebih luas. (Mushlihin Al-Hafizh, 2012).
Kajian pustaka meliputi kegiatan mencari, membaca, mengevaluasi, menganalisis dan
membuat sistesis laporan-laporan penelitian dan teori, serta melaporkan pengamatan dan
pendapat yang berhubungan dengan penelitian yang direncanakan. Diantara beberapa metode
penelitian kajian pustaka yang digunakan pendekatan kualilatif.
3.4 Disain Penelitian
Desain penelitian dengan mengobservasi mahasiswa jurusan teknik elektro untuk
mengetahui pengaruh stress pada mahasiswa jurusan teknik elektro Politeknik Negeri
Bandung terhadap kegiatan perkuliahan, faktor-faktor apa saja yang membuat mahasiswa
stress, dan hal-hal yang bisa mengurangi tingkat stress mahasiswa.
BAB IV
Hasil dan Pembahasan
4.1 Hasil
Pada hasil angket yang disebar ke mahasiswa jurusan teknik elektro Politeknik Negeri
Bandung. Mayoritas responden adalah tingkat 1 dan tingkat 2. Mayoritas mahasiwa
menikmati perkuliahan, kemudian faktor-faktor yang membuat stress mahasiswa, kebanyakan
responden memilih kelima-limanya yaitu mata kuliah, ujian mata kuliah, tugas, dosen, dan
organisasi, tetapi salah satu faktor yang banyak dipilih juga yaitu tugas.
Untuk kondisi stress dalam mengikuti perkuliahan, mayoritas mahasiswa jurusan
teknik elektro Politeknik Negeri Bandung terbebani dalam hal tersebut. Kemudian respon di
angket yang disediakan akibat ditimbulkan ketika sedang mengalami stress yaitu mayoritas
mahasiswa menjawab ketiga-tiga-nya yang disediakan tidak fokus saat beraktivitas
perkuliahan, perasaan tertekan , dan tidak menikmati perkuliahan dengan ikhlas, tetapi respon
yang banyak dipilih juga yaitu tidak fokus saat beraktivitas perkuliahan. Respon angket
tentang orang tua mengetahui bahwa responden sedang mengalami stress, banyak mahasiwa
jurusan teknik elektro Politeknik Negeri Bandung menjawab hampir setara ada yang tahu dan
ada yang tidak pada pendataan angket.
Untuk mengatasi stress mahasiswa jurusan teknik elektro, di angket terdapat pilihan
dan mayoritas menjawab 3 pilihan dari 5 yang ada di angket yaitu liburan, bermain games,
dan banyak ibadah, tetapi salah satu faktor yang banyak dipilih juga yaitu liburan.
4.2 Pembahasan
Sedangkangejalastresdi jurusanteknikelektroPoliteknikNegeri Bandung dapat dilihat dari faktor-
faktor sebagai berikut :
 Kepuasan prestasi rendah
 semangat yang menurun
 Tidak mempunyai semangat belajar
 Komunikasi tidak berjalan dengan baik
 Melakukan tugas-tugas yang tidak produktif
 Kurangnya kreatifitas dan inovasi

Laporan karya ilmiah stress pada mahasiswa

  • 1.
    Tingkat Stress padaMahasiswa Teknik Elektro di POLBAN Disusun oleh : Arvi Rizky (151311037) Kun Aldi (151311046) Noviani Sagita (151311058) PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA D3 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2016
  • 2.
    Kata Pengantar Puji syukurkehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan Laporan Karya Ilmiah ini. Tak lupa penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada : 1. Orang tua yang senantiasa mendukung dan mendoakan penulis sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan ini. 2. Ibu Hazma, selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia, yang telah memberikan ilmunya, sehingga penulis mampu menyusun laporan ini. 3. Para responden yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan informasi kepada penulis. 4. Kepada seluruh orang yang telah membantu penulis menyusun dan menyelesaikan laporan tersebut. Laporan Karya Ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Bandung, 7 November 2016 Tim Penulis
  • 3.
    BAB 1 PENDAHULUAN I.1 LatarBelakang Pada era modern seperti sekarang manusia dihadapkan dengan permasalahan yang semakin kompleks. Hal tersebut menuntut manusia untuk bisa menyelesaikan berbagai permasalahan kompleks secara cepat. Manusia yang bisa menyelesaikan permasalahan kompleks tentu tidak akan menjadikan permasalahan tersebut menjadi beban yang besar, namun hal tersebut akan berbeda ketika seseorang tidak dapat menyelesaikan permasalahannya. Masalah yang terus berdatangan tanpa adanya solusi dan penyelesaian akan membuat manusia mengalami stress. Stress dapat menimpa siapa pun dengan variasi umur dan tingkatan stress yang berbeda, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Salah satu contoh manusia seringkali mengalami stress adalah mahasiswa. Mahasiswa sudah dianggap dewasa dan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya, akan tetapi pengalaman hidup dan kontrol emosi pada mahasiswa masih kurang. Pelajar yang mengalami perpindahan dari sekolah menengah atas maupun sekolah menengah kejuruan ke perguruan tinggi ini memicu timbulnya masalah-masalah baru dengan pemecahan masalah yang berbeda dari masalah sebelumnya. Faktor internal dari seseorang seperti jauhnya dengan keluarga, pengaturan keuangan, masalah dengan mahasiswa lain, organisasi, dosen, mata kuliah, maupun indeks prestasi menjadi faktor utama pemicu stress. I.2 Perumusan Masalah  Bagaimanakah dampak stress karena kegiatan kuliah pada mahasiswa jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung?  Bagaimanakah cara mahasiswa jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung untuk mengatasi stress karena kegiatan kuliah?  Apa faktor yang membuat mahasiswa jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung menjadi stress dalam mengikuti perkuliahan?
  • 4.
    I.3 Tujuan Penulisan Tujuandari penelitian kami adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak stress dikarenakan kegiatan kuliah secara umum dan segi prestasi mahasiswa baru Jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung. I.4 Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengaruh apa saja penyebab stress karena kegiatan kuliah Jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung. I.5 Metode Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian mengambil data langsung di lingkungan Politeknik Negeri Bandung maupun melalui media elektronik menggunakan metode Google. Waktu pengumpulan data diambil di akhir bulan Oktober. 2. Populasi dan sampel. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa baru di jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung. Sampel yang diambil untuk penelitian ini yaitu sebanyak 15 orang tua siswa. 3. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data Penyebaran Quisioner Teknik ini menggunakan quisioner kertas konvensional dan quisioner elektronik yang dibagikan kepada mahasiswa baru jurusan Teknik Elektro di Politeknik Negeri Bandung.
  • 5.
    I.6 Sistematika Kata Pegantar DaftarIsi BAB I : Pedahuluan............................................................................... I.1 Latar Belakang I.2 Rumusan Masalah I.3 Tujuan Penulisan I.4 Manfaat Penulisan I.5 Metode Penelitian I.6 Sistematika BAB II : Landasan Teori............................................................................ II.1 Pengertian Stress BAB III : Data dan Pembahasan......................................................... BAB IV : Kesimpulan dan Saran........................................................
  • 6.
    BAB II LANDASAN TEORI PengertianStres Siagian (2003 :300) mengemukakan bahwa stres merupakan kondisi keteganganyangberpengaruhterhadapemosi,jalanpikiran,dankondisi fisikseseorang. Sedangkan menurut Hasibuan H. Malayu S.P (2003), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Orang-orang yang mengalami stres menjadi nervous danmerasakankekuatirankronis. Merekasering menjadi marah-marah, agresif, tidak dapat relaks atau memperlihatkan sikap yang tidak mengatasinya. Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Mahasiswa dapat menanggapi kondisi-kondisi tekanan tersebut secara positif maupun negatif. Akibatnya, ada konsekuensi yang konstruktif maupun destruktif Mahasiswa. Pengaruh dari konsekuensi tersebut adalah penurunan atau peningkatan prestasi dalam jangka waktu pendek maupun berlangsung dalam jangka waktu lama. Sedangkan gejala stres dapat dilihat dari faktor-faktor sebagai berikut :  Kepuasan prestasi rendah  semangat yang menurun  Tidak mempunyai semangat belajar  Komunikasi tidak berjalan dengan baik  Melakukan tugas-tugas yang tidak produktif  Kurangnya kreatifitas dan inovasi Spielberg (dalam Imatama, 2006 :17) menyatakan bahwa stres adalah tuntutan- tuntutan eksternal yangmengenaiseseorang,misalnya obyek – obyek dalam lingkungan atau stimulus yang secara obyektif adalah berbahaya. Stres juga bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan, atau gangguanyang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Menurut Nimran (dalam Siregar, 2006 : 17), ada beberapa alasan mengapa masalah stres yang berkaitan dengan sebuah organisasi perlu diangkat ke permukaan pada saat ini. Diantaranya adalah: Masalah stres adalah masalah yang akhir-akhir ini sering dibicarakan, dan posisinya sangat penting dalam kaitannya dengan produktifitas mahasiswa. Selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersumberdari luarorganisasi,stres juga banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam organisasi. Oleh karenanya perlu disadari dan dipahami keberadaannya. Pemahaman akan sumber-sumber stres yang disertai dengan pemahaman terhadap cara-cara mengatasinya, adalah penting sekali bagi mahasiswa dan siapa saja yang terlibat dalam organisasi demi kelangsunganorganisasi yangsehatdanefektif. Banyak di antara kita yang hampir pasti merupakan bagian dari satu atau beberapa organisasi, baik sebagai ketua/pemimpin maupun sebagai anggota/bawahan, pernah mengalami stres meskipun dalam taraf yang amat rendah.
  • 7.
    Di zaman kemajuandisegalabidangsepertisekarangini menuntut manusia untuk mempunyai kinerjayanglebihbaik.Peralatankerjasemakinmoderndanefisien, dandi lainpihakbeban kerja di satuan-satuan organisasi juga semakin bertambah sehingga menuntut energi mahasiswa lebih besardari sebelumnya. Dampak dari fenomena ini adalah stres kerja yang meningkat. Semua yang disebutkan di atas perlu dilihat dalam hubungannya dengan kualitas belajar dan interaksi normal mahasiswa sebelumnya. Dari uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang dimana ia terpaksa memberikan tanggapan melebihi kemampuan penyesuaian dirinya terhadap suatu tuntutan eksternal (lingkungan). Jenis Stres Tidak semua stres itu buruk. Kenyataannya, banyak orang yang setuju kalau kita memang membutuhkanstressampai derajattertentuagartetapsehat.Namun,bagaimanastres bisa menjadi sesuatu yang baik? Apabila stres dianggap sebagai sebuah motivasi positif, stres dapat dianggap sebagai sesuatuyangmenguntungkan.Apabilamelebihipoinoptimalyangmenguntungkanini,stres ternyata lebih membawa keburukan daripada kebaikan. Menurut (National Safety Council 2004), stres dibagi dalam dua jenis yaitu : 1. Stres baik (positif). Yaitu segala situasi dan kondisi apapun yang menurut anda dapat memotivasi atau memberikan inspirasi. Promosi jabatan dan cuti yang dibayar adalah contoh-contoh dari stres baik. 2. Stres buruk (distress). Adalah stres yang membuat anda menjadi marah, tegang, bingung, cemas, merasa bersalah, atau kewalahan. Stres buruk (distress) dibagi menjadi dua bentuk yaitu stres akut dan stres kronik. Dalam peristiwa terjadinya stres, ada tiga hal yang saling terkait satu dengan yang lainnya (Nasution, 2000) yakni : Hal, peristiwa, keadaan, orang yang menjadi sumber stres (stressor) jika dipandangsecaraumum,hal-hal yangmenjadi sumberstresdipahami sebagai ransangan(stimulus). Orang yang mengalami stres (the stressed), kita dapat memusatkan perhatian pada tanggapan (respons) orang tersebut terhadap hal-hal yang dinilai mendatangkan stres. Tanggapan orang tersebut terhadap sumber stres dapat mempengaruhi pada psikologis dan fisiologis. Tanggapanini disebut strain,yaitu tekanan atau tanggapan yang dapat membuat pola pikir, emosi dan prilakunya kacau, dapat membuat gugup dan gelisah. Hubungan antara orang yang mengalami stresdenganhal yang menjadi penyebab (transaction). Hubungan itu merupakan proses, yaitu ada penyebab stres dan pengalaman individu yang terkena stres saling terkait. Gejala Adaptasi Umum Stres Menurut Selye ada 3 (tiga) tingkatan yang berbeda dari respon fisik dan mental atau tanggapan seseorang terhadap stres yaitu peringatan (alarm), perlawanan (resistance), dan peredaan (exhaustion). Pertama, tahap peringatan dini atau alarm, merupakan tahapan awal dari
  • 8.
    reaksi tubuh saatmenyadari adanya suatu tekanan atau stres. Reaksi awal pada umumnya terjadi dalam bentuk suatu pesan biokimia yang ditandai dengan gejala seperti otot menegang, tekanan darah dan denyutjantungmeningkatdansebagainya.Kemudianapabila stres terus berlanjut, maka tahap selanjutnya yaitu tahap perlawanan, yang ditandai dengan adanya gejala ketegangan, kegelisahan,kelesuandansebagainyayang menandakan seseorang sedang melakukan perlawanan terhadap stres. Perlawanan terhadap stres sering menimbulkan terjadinya kecelakaan, pengambilan keputusan yang kurang baik dan sakit- sakitan. Setelah tahap kedua terdapat tahap peredaan ditandai dengan runtuhnya tingkat perlawanan. Pada tahap ini akan muncul berbagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, penyakit gula darah, dan sebagainya. Menurut Ghani (2003 :119) seseorang mengalami stres dapat dilihat dari tanda–tanda, diantaranya adalah :  Gejala fisik : sakit kepala (headache), tekanan darah naik, dan serangan jantung.  Gejala psikologis : sulit tidur, mimpi buruk, depresi, kerja gelisah/ tak bergairah, bingung, mudah tersinggung/impulsif, dan gejala depresi lainnya.  Gejala prilaku : membolos, uring- uringan, produktivitas menurun, dan sering membuat kekeliruan/ kesalahan kerja. Anoraga Pandji (2006), mengemukakan bahwa stres yang tidak teratasi menimbulkan gejala badaniah, jiwa dan gejala sosial. Dapat ringan, sedang, dan berat. Suatu “stres” tidak langsung memberi akibat saat itu juga, walaupun banyak diantaranya yang segera memperlihatkan manifestasinya. Dapat juga bermanifestasi beberapa hari, minggu, bulan atau setahun kemudian.
  • 9.
    BAB III METODE PENELITIAN 3.1Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam pengerjaan menggunakan Penelitian Deskriptif. Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang memberi uraian mengenai gejala sosial yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang nilai variable bedasarkan indikator yang diteliti tanpa membuat hubungan dan perbandingan dengan sejumlah variable yang lain. Penelitian Deskriptif memiliki tujuan, yaitu mengumpulkan informasi actual secara rinci yang melukiskan gejala, mengidentifikasi masalah dan memeriksa praktik yang berlaku serta menetapkan keputusan apabila orang lain menghadapi situasi yang sama. 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian yang digunakan berada di Politeknik Negeri Bandung gedung kuliah A lantai 2 dan 3 jurusan Teknik Elektro, dan tempat tinggal masing-masing. Di gedung A melaksanakan penyebaran angket untuk menunjang penelitian dengan sasaran mahasiswa jurusan Teknik Elektro. Pengerjaan penelitian dilaksanakan di tempat tinggal masing-masing dan sekitar kampus Politeknik Negeri Bandung. 3.3 Metode Pengumpulan Data Pengerjaan makalah ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka. Pengertian kajian pustaka umumnya dimaknai berupa ringkasan atau rangkuman dan teori yang ditemukan dari sumber bacaan (literatur) yang ada kaitannya tema yang akan diangkat dalam penelitian Tujuan utama kajian pustaka adalah untuk mengorganisasikan penemuan- penemuan peneliti yang pernah dilakukan. Hal ini penting karena pembaca akan dapat memahami mengapa masalah atau tema diangkat dalam penelitiannya. Di samping itu, kajian pustaka juga bermaksud untuk menunjukkan bagaimana masalah tersebut dapat dikaitkan dengan hasil penelitian dengan pengatahuan yang lebih luas. (Mushlihin Al-Hafizh, 2012).
  • 10.
    Kajian pustaka meliputikegiatan mencari, membaca, mengevaluasi, menganalisis dan membuat sistesis laporan-laporan penelitian dan teori, serta melaporkan pengamatan dan pendapat yang berhubungan dengan penelitian yang direncanakan. Diantara beberapa metode penelitian kajian pustaka yang digunakan pendekatan kualilatif. 3.4 Disain Penelitian Desain penelitian dengan mengobservasi mahasiswa jurusan teknik elektro untuk mengetahui pengaruh stress pada mahasiswa jurusan teknik elektro Politeknik Negeri Bandung terhadap kegiatan perkuliahan, faktor-faktor apa saja yang membuat mahasiswa stress, dan hal-hal yang bisa mengurangi tingkat stress mahasiswa.
  • 11.
    BAB IV Hasil danPembahasan 4.1 Hasil Pada hasil angket yang disebar ke mahasiswa jurusan teknik elektro Politeknik Negeri Bandung. Mayoritas responden adalah tingkat 1 dan tingkat 2. Mayoritas mahasiwa menikmati perkuliahan, kemudian faktor-faktor yang membuat stress mahasiswa, kebanyakan responden memilih kelima-limanya yaitu mata kuliah, ujian mata kuliah, tugas, dosen, dan organisasi, tetapi salah satu faktor yang banyak dipilih juga yaitu tugas. Untuk kondisi stress dalam mengikuti perkuliahan, mayoritas mahasiswa jurusan teknik elektro Politeknik Negeri Bandung terbebani dalam hal tersebut. Kemudian respon di angket yang disediakan akibat ditimbulkan ketika sedang mengalami stress yaitu mayoritas mahasiswa menjawab ketiga-tiga-nya yang disediakan tidak fokus saat beraktivitas perkuliahan, perasaan tertekan , dan tidak menikmati perkuliahan dengan ikhlas, tetapi respon yang banyak dipilih juga yaitu tidak fokus saat beraktivitas perkuliahan. Respon angket tentang orang tua mengetahui bahwa responden sedang mengalami stress, banyak mahasiwa jurusan teknik elektro Politeknik Negeri Bandung menjawab hampir setara ada yang tahu dan ada yang tidak pada pendataan angket. Untuk mengatasi stress mahasiswa jurusan teknik elektro, di angket terdapat pilihan dan mayoritas menjawab 3 pilihan dari 5 yang ada di angket yaitu liburan, bermain games, dan banyak ibadah, tetapi salah satu faktor yang banyak dipilih juga yaitu liburan. 4.2 Pembahasan Sedangkangejalastresdi jurusanteknikelektroPoliteknikNegeri Bandung dapat dilihat dari faktor- faktor sebagai berikut :  Kepuasan prestasi rendah  semangat yang menurun  Tidak mempunyai semangat belajar  Komunikasi tidak berjalan dengan baik  Melakukan tugas-tugas yang tidak produktif  Kurangnya kreatifitas dan inovasi