DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang disusun meliputi unsur-unsur
manusiawi, mate...
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut , pada makalah ini akan dibahas :
(1) Apa itu Strategi Pembelajara...
BAB II
STRATEGI PEMBELAJARAN
BERBASIS MASALAH (SPBM)
2.1 Konsep Dasar dan Karakteristik SPBM
SPBM dapat diartikan sebagai ...
d. Memberikan tanggung jawab yang besar dalam membentuk dan menjalankan secara
langsung proses belajar mereka sendiri.
e. ...
2.2 Hakikat Masalah Dalam SPBM
Masalah dalam SPBM adalah masalah yang bersifat terbuka. Artinya jawaban dari
masalah terse...
Ausubel (Suparno, 1997) membedakan antara belajar bermakna (meaningfull learning)
dengan belajar menghafal (rote learning)...
2. Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai
sudut pandang.
3. Merumuskan hip...
5. Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses
adalah evaluasi terhadap seluruh kegiat...
siswa dapat menentukan prioritas masalah. Siswa dapat memanfaatkan pengetahuannya
untuk mengkaji, memerinci, dan menganali...
terjadi sehubungan dengan alternative yang dipilihnya, termasuk memperhitungkan akibat
yang akan terjadi pada setiap pilih...
b. Pemecahan masalah (problem solving) dapat menantang kemampuan siswa serta
memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahu...
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pendekatan SPBM berkaitan dengan penggunaan kecerdasan dari dalam diri individu
yang berada...
DAFTAR PUSTAKA
Amrin, S. dan Ahmadi, Iif Khoiru. 2010. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam
Kelas. Jakarta: Pust...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sp berbasis masalah @

1,658 views

Published on

strategi pembelajaran berbasis masalah

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,658
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sp berbasis masalah @

  1. 1. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......................................................................................................i DAFTAR ISI ......................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................1 1.1 Latar Belakang .............................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................2 1.3 Tujuan Pembelajaran....................................................................................................2 1.4 Manfaat Tulisan............................................................................................................2 1.5 Metode Penulisan .........................................................................................................2 BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (SPBM)................3 2.1 Konsep Dasar dan Karakteristik SPBM ........................................................................3 2.2 Hakikat Masalah Dalam SPBM.....................................................................................5 2.3 Teori Belajar yang Melandasi Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah................5 2.4 Tahapan-tahapan SPBM................................................................................................6 2.5 Hasil SPBM...................................................................................................................10 2.6 Keunggulan dan Kelemahan SPBM..............................................................................10 BAB III PENUTUP ...........................................................................................................12 3.1 Kesimpulan....................................................................................................................12 3.2 Saran-saran ....................................................................................................................12 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................13
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang disusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Pada hakikatnya program pembelajaran bertujuan tidak hanya memahami dan menguasai apa dan bagaimana suatu terjadi, tetapi juga memberi pemahaman dan pengusaan tentang “mengapa hal itu terjadi”. Berpijak pada permasalahan tersebut, maka pembelajaran pemecahan masalah menjadi sangat penting untuk diajarkan (Wena, 2009 : 52) Menurut Arends (dalam Trianto, 2010 : 90) : “ it’s strange that we expect student to learn yet seldom teach then about learning, we expect student to solve teach then about problem solving,” yang berarti dalam mengajar guru selalu menuntut siswa untuk belajar dan jarang memberikan pelajaran bagaimana siswa untuk belajar, guru juga untuk menyelesaikan masalah, tapi jarang mengajarkan bagaimana siswa seharusnya menyelesaikan masalah. Hal tersebut dapat dilihat pada kenyataan di lapangan siswa hanya menghafal konsep dan kurang mampu menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan konsep yang dimiliki. Bahkan, siswa kurang mampu menentukan masalah dan merumuskannya, serta kurang mampu menghubungkan antar apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan/diaplikasikan pada situasi baru. Kemampuan pemecahan masalah sangat penting artinya bagi siswa dan masa depannya, sehingga strategi pembelajaran berbasis masalah sangat diperlukan. Hal ini diperkuat dengan pendapat Bruner (dalam Trianto, 2010 : 91), bahwa berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna. Suatu konsekuensi logis, karena dengan berusaha untuk mencari pemecahan masalah secara mandiri akan memberikan suatu pengalaman konkret, dengan pengalaman tersebut dapat digunakan pula memecahkan masalah-masalah serupa, karena pengalaman itu memberikan makna tersendiri bagi peserta didik.
  3. 3. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut , pada makalah ini akan dibahas : (1) Apa itu Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)? (2) Apa karateristik SPBM? (3) Bagaiman hakikat masalah dalam SPBM? (4) Teori-teori belajar apa saja yang melandasi SPBM? (5) Apa saja tahapan-tahapan dalam SPBM? (6) Apa hasil dari SPBM? (7) Apa keunggulan dan kelemahan SPBM? 1.3 Tujuan Pembelajaran Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, tujuan dari makalah ini adalah: (1) Untuk mengetahui konsep dasar dan karateristik SPMB (2) Untuk mengetahui hakikat masalah dalam SPBM (3) Untuk mengetahui teori-teori yang melandasi SPBM (4) Untuk mengetahui tahapan-tahapan dan hasil SPBM (5) Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan SPBM 1.4 Manfaat Tulisan Manfaat tulisan makalah ini : (1) Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Starategi pembelajaran Matematika (2) Untuk mempermudah mempelajari Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) (3) Untuk menambah wawasan mengenai Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPMB) 1.5 Metode Penulisan Dalam penulisan makalah ini kami menggunakan metode penulisan kepustakaan.
  4. 4. BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (SPBM) 2.1 Konsep Dasar dan Karakteristik SPBM SPBM dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Menurut Boud dan Felleti (1997) dan Fogarty (1997) (dalam Wena, 2009 : 91) strategi belajar berbasis masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada siswa dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured atau open-ended melalui stimulus dalam belajar. Terdapat 3 ciri utama dari SPBM. Pertama, SPBM merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi SPBM ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. SPBM tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghapalkan materi pelajaran, akan tetapi melalui SPBM siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. SPBM menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahap-tahap tertentu; sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas. Sedangkan Savoie dan Hughes (1994)(dalam Wena, 2009 : 91) menyatakan bahwa strategi belajar berbasis masalah memiliki beberapa karateristik antara lain sebagai berikut. a. Belajar dimulai dengan suatu permasalahan. b. Permasalahan yang diberikan harus berhubungan dengan dunia nyata siswa. c. Mengorganisasikan pembelajaran di seputar permasalahan, bukan di seputar disiplin ilmu.
  5. 5. d. Memberikan tanggung jawab yang besar dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. e. Menggunakan kelompok kecil. f. Menuntut siswa untuk mendemonstrasikan apa yang telah dipelajarinya dalam bentuk produk dan kinerja. Menurut Arends (2001 : 349), berbagai pengembang pengjaran berdasarkan masalah telah memberikan model pengajaran itu memiliki karateristik sebagai berikut (Krajcik, 1999; Krajcik, Blumenfeld, Marx, & Soloway, 1994; Slavin, Maden, Dolan, & Wasik, 1992, 1994; Cognition & Technology Group at Vanderbilt, 1990). (1) Pengajuan pertanyaan atau masalah (2) Berfokus pada keterkaitan antardisiplin (3) Penyelidikan autentik (4) Menghasilkan produk dan memamerkannya (5) Kolaborasi Untuk mengimplementasikan SPBM, guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. Permasalahan tersebut bisa di ambil dari buku teks atau dari sumber-sumber lain misalnya dari peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar, dari peristiwa dalam keluarga atau dari peristiwa kemasyarakatan. Strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah dapat diterapkan : Mana kala guru menginginkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran, akan tetapi menguasai dan memahaminya secara penuh. Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berpikir rasional siswa, yaitu keterampilan menganalisis situasi, menerapkan pengetahuan yang mereka miliki dalam situasi baru, mengenal adanya perbedaan antara fakta dan pendapat, serta mengembangkan kemampuan dalam membuat judgment secara objektif. Manakala guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa. Jika guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya (hubungan antara teori dengan kenyataan).
  6. 6. 2.2 Hakikat Masalah Dalam SPBM Masalah dalam SPBM adalah masalah yang bersifat terbuka. Artinya jawaban dari masalah tersebut belum pasti. Setiap siswa, bahkan guru, dapat mengembangkan kemungkinan jawaban. Dengan demikian, SPBM memberikan kesempatan pada siswa untuk bereksplorasi mengumpulkan dan menganalisis data secara lengkap untuk memecahkan masalah yang dihadapi. tujuan yang ingin di capai oleh SPBM adalah kemampuan siswa untuk berfikir kritis, analitis, sistematis, dan logis untuk menemukan alternative pemecahan masalah melalui eksporasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Hakikat masalah dalam SPBM adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Kesenjangan tersebut bisa dirasakan dari adanya keresahan, keluhan, kerisauan, atau kecemasan. Oleh karena itu, maka materi pelajaran atau topic tidak terbatas pada materi pelajaran yang bersumber pada buku saja, akan tetapi juga dapat bersumber dari peristiwa-peristiwa tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dibawah ini diberikan criteria pemilihan bahan pelajaran dalam SPBM. 1. Bahan pelajaran harus mengandung isu-isu yang mengandung konflik (conflict issue) yang bisa bersumber dari berita, rekaman video, dan yang lainnya. 2. Bahan yang dipilih adalah bahan yang bersifat familiar dengan siswa, sehingga setiap siswa dapat mengikutinya dengan baik. 3. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak (universal), sehingga terasa manfaatnya. 4. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku. 5. Bahan yang dipilih sesuai dengan minat siswa sehingga setiap siswa merasa perlu untuk mempelajarinya. 2.3 Teori Belajar yang Melandasi Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah 1. Teori Belajar Bermakna dari David Ausubel
  7. 7. Ausubel (Suparno, 1997) membedakan antara belajar bermakna (meaningfull learning) dengan belajar menghafal (rote learning). Belajar bermakna merupakan proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki seseorang yang sedang belajar. Belajar menghafal, diperlukan bila seseorang memperoleh informasi baru dalam pengetahuan yang sama sekali tidak ada hubungan dengan yang telah diketahuinya. Kaitan dengan SPBM dalam hal mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa. 2. Teori Belajar Vigotsky Perkembangan intelektual terjadi pada saat individu berhadapan dengan pengalaman baru dan menantang serta ketika mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang dimunculkan. Dalam upaya mendapatkan pemahaman, individu berusaha mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan awal yang telah dimilikinya kemudian membangun pengetahuan baru. Ibrahim dan Nur (2000:19) Vigotsky meyakini bahwa interaksi sosial dengan teman lain memacu terbentuknya ide baru dan memperkaya perkembangan intelektual siswa. Kaitan dengan SPBM dalam hal mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa melalui kegiatan belajar dalam interaksi social dengan teman lain. 3. Teori Belajar Jerome S. Bruner Metode penemuan merupakan metode di mana siswa menemukan kembali, bukan menemukan yang sama sekali benar-benar baru. Belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif manusia, dengan sendirinya memberikan hasil yang lebih baik, berusaha sendiri mencari pemecahan masalah serta didukung oleh pengetahuan yang menyertainya, serta menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna (Dahar, 1989 :103). 2.4 Tahapan-tahapan SPBM Banyak ahli yang menjelaskan untuk penerapan SPBM. John Dewey seorang ahli pendidikan berkembangsaan Amerika menjelaskan 6 langkah SPBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan masalah (problem solving), yaitu : 1. Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipechkan.
  8. 8. 2. Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang. 3. Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. 4. Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah. 5. Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan. 6. Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan. David Johnson & Johnson mengemukakan ada 5 langkah SPBM melalui kegiatan kelompok. 1. Mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentu yang mengandung isu konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yang akan di kaji. Dalam kegiatan ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasan siswa tentang isu-isu hangat yang menarik untuk dipecahkan. 2. Mendiagonis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah, serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupun faktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam diskusi kelompok kecil, hingga pada akhirnya siswa dapat mengurutkan tindakan- tindakan prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghamba yang diperkirakan. 3. Merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telah dirmuskan melalui diskusi kelas. Pada tahap ini setiap siswa didorong untuk berpikir mengemukakan pendapat dan argumentasi tentang kemungkinan setiap tindakan yang dapat dilakukan. 4. Menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusan tentang strategi mana yang dapat dilakukan.
  9. 9. 5. Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah evaluasi terhadap seluruh kegiatan pelaksanaan kegiatan; sedangkan evaluasi hasil adalah evaluasi terhadapa akibat dari penerapan strategi yang diterapkan. Menurut Fogarty (1997), tahap-tahap strategi belajar berbasis masalah adalah sebagai berikut : 1. menemukan masalah, 2. mendefinisikan maslah, 3. mengumpulkan fakta, 4. menyusun hipotesis (dugaan sementara), 5. melakukan penyelidikan, 6. menyempurnakan permasalahan yang telah didefinisikan, 7. menyimpulkan alternatif pemecahan secara kolaboratif, dan 8. melakukan pengujian hasil (solusi) pemecahan masalah. Sesuai dengan tujuan SPBM adalah untuk menumbuhkan sikap ilmiah, dari beberapa bentuk SPBM yang dikemukakan para ahli, maka secara umum SPBM bisa dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Menyadari Masalah Implementasi SPBM harus dimulai dengan kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan. Pada tahapan ini guru membimbing siswa pada kesadaran adanya kesenjangan atau gap yang dirasakan oleh manusia atau lingkungan sosial. Kemampuan yang harus dicapai oleh siswa pada tahapan ini adalah siswa dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang terjadi dari berbagai fenomena yang ada. Mungkin pada tahap ini siswa dapat menemukan kesenjangan lebih dari satu, akan tetapi guru dapat mendorong siswa agar menentukan satu atau dua kesenjangan yang pantas untuk dikaji baik melalui kelompok besar atau kelompok kecil atau bahkan individu. 2. Merumuskan Masalah Bahan pelajaran dalam bentuk topic yang dapat dicari dari kesenjangan, selanjutnya difokuskan pada masalah apa yang pantas untuk dikaji. Rumusan masalah sangat penting, sebab selanjutnya akan berhubungan dengan kejelasan dari keasmaan persepsi tentang masalah dan berkaitan dengan data-data apa yang harus dikumpulkan untuk menyelesaikannya. Kemampuan yang diharapkan dari siswa dalam langkah ini adalah
  10. 10. siswa dapat menentukan prioritas masalah. Siswa dapat memanfaatkan pengetahuannya untuk mengkaji, memerinci, dan menganalisis masalah sehingga pada akhirnya muncul rumusan masalah yang jelas, spesifik, dan dapat dipecahkan. 3. Merumuskan Hipotesis Sebagai proses berpikir ilmiah yang merupakan perpaduan dari berpikir deduktif dan induktif, maka merumuskan hipotesis merupakan langkah penting yang tidak boleh ditinggalkan. Kemampuan yang diharapkan dari siswa dalam tahapan ini adalah siswa dapat menentukan sebab akibat dari masalah yang ingin diselesaikan. Melalui analisis sebab akibat inilah pada akhirnya siswa diharapkan dapat menentukan berbagai kemungkinan penyelesaian masalah. Dengan demikian, upaya yang dapat dilakukan selanjutnya adalah mengumpulkan data yang sesuai dengan hipotesis yang diajukan. 4. Mengumpulkan Data Sebagai proses berpikir empiris, keberadaan data dalam proses berpikir ilmiah merupakan hal yang sangat penting. Sebab, menentukan cara penyelesaian masalah sesuai dengan hipotesis yang diajukan harus sesuai dengan data yang ada. Proses berpikir ilmiah bukan proses berimajinasi akan tetapi proses yang didasarkan pada pengalaman. Oleh karena itu, dalam tahapan ini siswa didorong untuk mengumpulkan data yang relevan. Kemampuan yang diharapkan pada tahap ini adalah kecakapan siswa untuk mengumpulkan dan memilah data,kemudian memetakan dan mengkajikannya dalam berbagai tampilan sehingga mudah dipahami. 5. Menguji Hipotesis Berdasarkan data yang dikumpulkan, akhirnya siswa menentukan hipotesis mana yang diterima dan mana yang ditolak. Kemampuan yang diharapkan dari siswa dalam tahapan ini adalah kecakapan menelaah data dan sekaligus memahasnya untuk melihat hubungannya dengan masalah yang dikaji. Di samping itu, diharapkan siswa dapat mengambil keputusan dan kesimpulan. 6. Menentukan Pilihan Penyelesaian Menentukan pilihan penyelesaian merupakan akhir dari proses SPBM. Kemampuan yang diharapkan dari tahapan ini adalah kecakapan memilih alternative penyelesaian yang memungkinkan dapat dilakukan serta dapat memperhitungkan kemungkinan yang akan
  11. 11. terjadi sehubungan dengan alternative yang dipilihnya, termasuk memperhitungkan akibat yang akan terjadi pada setiap pilihan. 2.5 Hasil SPBM Menurut Sofan Amri dan Iif Khoiru Ahmadi (2010: 72), hasil belajar utama siswa dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah meliputi : a. Keterampilan inkuiri dan pemecahan masalah b. Mendapatkan perilaku peran orang dewasa c. Menjadi siswa mandiri atau siswa otonom Alasannya : a) Pembelajaran Berdasarkan Masalah menggunakan psikologi kognitif sebagai sumber teoritisnya b) Visi pembelajaran Berdasarkan Masalah atau pembelajaran bermakna mengikuti fitrah manusia yang ingin mengeksplorasi situasi-situasi bermakna secara pribadi yang berhubungan filosofi pendidikan dan pendadogi Dewey c) Pembelajaran Berdasarkan Masalah juga dilandasi oleh paham persfektif kognitif- kontruktivis yang dirintis oleh Piaget. d) Lev Vygotsky menekankan aspek pembelajaran sosial, dimana siswa dapat belajar melalui interaksi denfan guru dan teman sebaya. e) Jerome Bruner, ahli psikologi Harvard bersama koleganya memberikan dukungan teoritis dengan Model Pembelajaran Penemuan atau discovery learning, yang menekankan pentingnya membantu siswa memahami struktur atau ide-ide pokok disiplin ilmu, kebutuhan akan keterlibatan aktif siswa dan keyakinan bahwa pembelajaran sebenarnya terjadi melalui penemuan pribadi. f) Richard Suchman mengembangkan pendekatan inquiry training dimana guru menyajikan suatu diserepant events untuk memicu rasa ingin tahu dan memotivasi inkuiri siswa 2.6 Keunggulan dan Kelemahan SPBM 1. Keunggulan Sebagai suatu strategi pembelajaran, SPBM memiliki beberapa keunggulan, di antaranya : a. Pemecahan masalah ( problem solving) merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
  12. 12. b. Pemecahan masalah (problem solving) dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. c. Pemecahan masalah (problem solving) dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. d. Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan yata. e. Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Disamping itu, pemecahan masalah itu juga dapat mendorong untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya. f. Melalui pemecahan masalah (problem solving) bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran (matematika, IPA, sejarah, dan lain sebagainya), pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja. g. Pemecahan masalah (problem solving) dianggap lebih menyenangkan dan diskusi siwa. h. Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru. i. Pemecahan masalah (problem solving) dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata. j. Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. 2.Kelemahan Di samping keunggulan, SPBM juga memiliki kelemahan, diantaranya : a. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. b. Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. c. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajara apa yang mereka ingin pelajari.
  13. 13. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pendekatan SPBM berkaitan dengan penggunaan kecerdasan dari dalam diri individu yang berada dalam sebuah kelompok / lingkungan untuk memecahkan masalah yang bermakna, relevan, dan kontekstual. Penerapan SPBM dalam pembelajaran menuntut kesiapan baik dari pihak guru yang harus berperan sebagai seorang fasilitator sekaligus sebagai pembimbing. Guru dituntut dapat memahami secara utuh dari setiap bagian konsep SPBM dan menjadi penengah yang mampu merangsang kemampuan berpikir siswa. Bagi para guru, pemahaman terhadap berbagai pendekatan yang berpusat pada siswa, salah satunya Pembelajaran Berbasis Masalah, perlu ditingkatkan karena tantangan kehidupan masa sekarang dan masa yang akan datang akan semakin kompleks dan menuntut setiap orang secra individual mampu menghadapinya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan lebih efektif apabila individu, khususnya siswa dapat mengalaminya sendiri, bukan hanya menunggu materi dan informasi dari guru, tetapi berdasarkan usaha sendiri untuk menemukan pengetahuan dan keterampilan yang baru dan kemudian mengintegrasikannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki sebelumnya. 3.2 Saran-saran Saran bagi seluruh pembaca makalah ini adalah dalam penentuan metode, model atau strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik materi yang akan disampaikan dan juga kondisi siswa.
  14. 14. DAFTAR PUSTAKA Amrin, S. dan Ahmadi, Iif Khoiru. 2010. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. Jakarta: Pustakarya. Gulo,W. 2002. Strategi Belajar-Mengajar. Jakarta: Grasindo. Nasution, S. 2009. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Trianto.2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Gorup Wena, Made.2009.Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional.Jakarta: Bumi Aksara.

×