KONSINYASI 
Akuntansi Keuangan 
Lanjut 1 
Muh. Fadhly Arsani 
12.03.4083
Penjualan Konsinyasi 
• Konsinyasi merupakan suatu perjanjian 
dimana salah satu pihak yang memiliki barang 
menyerahkan sejumlah barang kepada pihak 
tertentu untuk dijualkan dengan memberikan 
komisi. Pihak yang menyerahkan barang 
disebut consignor/pengamanat. Pihak yang 
menerima barang disebut 
consignee/komisioner.
Alasan Konsiyasi 
• Alasan Pengamanat • Alasan Komisioner 
Beberapa keuntungan yang 
di peroleh : 
• Barang akan cepat di 
kenal oleh konsumen 
• Daerah pemasaran akan 
menjadi semakin luas 
• Harga jual dan syarat 
penjualan dapat di 
kendalikan 
Beberapa keuntungan yang di 
peroleh : 
• Terhindar dari kerugian 
karena barang tidak 
laku,barang rusak/fluktuasi 
harga 
• Menghemat kebutuhan 
modal kerja 
• Menghemat biaya karena 
di tanggungoleh 
pengamanat
Masalah Akuntansi Consignee/Komisioner 
Prosedur akuntansi yang diikuti oleh komosioner 
tergantung kepada: 
 Apakah transaksi konsinyasi dicatat secara terpisah 
sehingga pendapatan dan laba dari konsinyasi 
ditentukan secara terpisah dari laba (rugi) dari kegiatan 
penjualan reguler. 
 Transaksi-transaksi konsinyasi tidak dicatat secara 
terpisah dari transaksi-transaksi penjualan reguler dari 
perusahaan komisioner, sehingga tidak dibedakan 
antara laba konsinyasi dengan laba (rugi) dari 
penjualan reguler.
Perjanjian Konsinyasi Yang Belum 
Selesai 
• Apabila jangka waktu perjanjian konsinyasi 
berlangsung dan melampaui akhir periode 
akuntansi, sedang belum seluruhnya barang-barang 
konsinyasi berhasil dijual, maka 
diperlukan adanya penyesuaian terhadap 
biaya-biaya yang bersangkutan dan terkait 
dengan produk-produk yang belum terjual. 
Contoh biaya tersebut, antara lain: biaya 
pengamat, biaya pengepakan, biaya angsuran, 
dan ongkos biaya.
Barang Konsiyasi Yang 
Dikembalikan 
• Apabila barang-barang konsinyasi dikembalikan kepada pengamanat 
(consignor), maka rekening barang-barang konsinyasi harus dikredit 
dengan harga pokok barang-barang yang bersangkutan. Biaya-biaya yang 
berhubungan dengan aktivitas untuk menjual barang-barang tersebut 
(ongkos angkut, biaya pengepakan, biaya perakitan dan biaya pengiriman 
kembali), harus dibebankan kepada pendapatan untuk periode yang 
bersangkutan. Biaya-biaya yang terjadi itu tidak dikapitalisasi sebagai 
bagian harus pokok barang-barang yang dikembalikan atau tidak perlu 
ditangguhkan pembebanannya, karena tidak memberikan manfaatnya 
dimasa yang akan datang. Dalam hal barang-barang dikembalikan karena 
rusak, sehingga manfaatnya tidak lagi sebanding dengan harga pokoknya, 
maka penurunan nilai itu harus diakui sebagai kerugian. Jika biaya-biaya 
perbaikan diperlukan untuk dapat menjual barang-barang tersebut, maka 
biaya perbaikan (reparasi) demikian harus diakui sebagai biaya periode 
yang bersangkutan.
Masalah Akuntansi Consignor/ 
Pengamanat 
Prosedur akuntansi yang akan diikuti oleh pihak pengamanat 
tergantung pada: 
1. Rekening-rekening pembukuan atas transaksi konsinyasi, 
dalam hal ini terdapat dua alternatifsebagai berikut: 
- Diselenggarakan terpisah dari transaksi penjualan 
reguler. 
- Tidak diselenggarakan secara terpisah dari 
transaksi penjualan reguler 
2. Metode administrasi barang-barang dagangan, dalam hal 
ini juga terdapat dua alternatif sebagai berikut: 
- Metode perpetual 
- Metode phisik
Penyajian L/R Penjualan Konsinyasi 
• Laba (rugi) penjualan konsinyasi dapat 
disajikan di dalam laporan perhitungan rugi-laba 
bagi pengamanat, dengan cara 
menggabungkan data hasil penjualan, harga 
pokok penjualan, dan biaya-biaya penjualan 
yang bersangkutan dengan data yang sama 
untuk transaksi penjualan reguler.
Terima kasih…..

Konsinyasi

  • 1.
    KONSINYASI Akuntansi Keuangan Lanjut 1 Muh. Fadhly Arsani 12.03.4083
  • 2.
    Penjualan Konsinyasi •Konsinyasi merupakan suatu perjanjian dimana salah satu pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barang kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan memberikan komisi. Pihak yang menyerahkan barang disebut consignor/pengamanat. Pihak yang menerima barang disebut consignee/komisioner.
  • 3.
    Alasan Konsiyasi •Alasan Pengamanat • Alasan Komisioner Beberapa keuntungan yang di peroleh : • Barang akan cepat di kenal oleh konsumen • Daerah pemasaran akan menjadi semakin luas • Harga jual dan syarat penjualan dapat di kendalikan Beberapa keuntungan yang di peroleh : • Terhindar dari kerugian karena barang tidak laku,barang rusak/fluktuasi harga • Menghemat kebutuhan modal kerja • Menghemat biaya karena di tanggungoleh pengamanat
  • 4.
    Masalah Akuntansi Consignee/Komisioner Prosedur akuntansi yang diikuti oleh komosioner tergantung kepada:  Apakah transaksi konsinyasi dicatat secara terpisah sehingga pendapatan dan laba dari konsinyasi ditentukan secara terpisah dari laba (rugi) dari kegiatan penjualan reguler.  Transaksi-transaksi konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari transaksi-transaksi penjualan reguler dari perusahaan komisioner, sehingga tidak dibedakan antara laba konsinyasi dengan laba (rugi) dari penjualan reguler.
  • 5.
    Perjanjian Konsinyasi YangBelum Selesai • Apabila jangka waktu perjanjian konsinyasi berlangsung dan melampaui akhir periode akuntansi, sedang belum seluruhnya barang-barang konsinyasi berhasil dijual, maka diperlukan adanya penyesuaian terhadap biaya-biaya yang bersangkutan dan terkait dengan produk-produk yang belum terjual. Contoh biaya tersebut, antara lain: biaya pengamat, biaya pengepakan, biaya angsuran, dan ongkos biaya.
  • 6.
    Barang Konsiyasi Yang Dikembalikan • Apabila barang-barang konsinyasi dikembalikan kepada pengamanat (consignor), maka rekening barang-barang konsinyasi harus dikredit dengan harga pokok barang-barang yang bersangkutan. Biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas untuk menjual barang-barang tersebut (ongkos angkut, biaya pengepakan, biaya perakitan dan biaya pengiriman kembali), harus dibebankan kepada pendapatan untuk periode yang bersangkutan. Biaya-biaya yang terjadi itu tidak dikapitalisasi sebagai bagian harus pokok barang-barang yang dikembalikan atau tidak perlu ditangguhkan pembebanannya, karena tidak memberikan manfaatnya dimasa yang akan datang. Dalam hal barang-barang dikembalikan karena rusak, sehingga manfaatnya tidak lagi sebanding dengan harga pokoknya, maka penurunan nilai itu harus diakui sebagai kerugian. Jika biaya-biaya perbaikan diperlukan untuk dapat menjual barang-barang tersebut, maka biaya perbaikan (reparasi) demikian harus diakui sebagai biaya periode yang bersangkutan.
  • 7.
    Masalah Akuntansi Consignor/ Pengamanat Prosedur akuntansi yang akan diikuti oleh pihak pengamanat tergantung pada: 1. Rekening-rekening pembukuan atas transaksi konsinyasi, dalam hal ini terdapat dua alternatifsebagai berikut: - Diselenggarakan terpisah dari transaksi penjualan reguler. - Tidak diselenggarakan secara terpisah dari transaksi penjualan reguler 2. Metode administrasi barang-barang dagangan, dalam hal ini juga terdapat dua alternatif sebagai berikut: - Metode perpetual - Metode phisik
  • 8.
    Penyajian L/R PenjualanKonsinyasi • Laba (rugi) penjualan konsinyasi dapat disajikan di dalam laporan perhitungan rugi-laba bagi pengamanat, dengan cara menggabungkan data hasil penjualan, harga pokok penjualan, dan biaya-biaya penjualan yang bersangkutan dengan data yang sama untuk transaksi penjualan reguler.
  • 9.