Akuntansi Keuangan Lanjut 1
Konsinyasi

Adela Nova Sari S
11.03.3913
Konsinyasi
merupakan strategi penjualan dimana pemilik barang
(consignor), berdasarkan perjanjian menitipkan

barangnya kepada pihak yang bertindak sebagai agen
penjual (consignee/factor/commission merchant).

Pihak yang menyerahkan barang-barang disebut
consignor atau pengamanat, sedangkan pihak yang
menerima barang disebut consignee (komisioner).
Alasan penjualan konsinyasi
1. Pihak Consignee
a. Terhindar dari resiko barang tidak laku / kadaluarsa /
busuk/rusak
b. Terhindar dari resiko fluktuasi harga
c. Mengurangi investasi modal kerja, karena
investasi persediaan ditanggung oleh consignor
Alasan penjualan konsinyasi
2. Pihak Consignor

a. Memperoleh jaringan pemasaran yang sudah mapan
b. Mengurangi investasi dibidang pemasaran

c. Harga jual dapat dikendalikan oleh consignor
karena kepemilikan barang masih ditangannya,pihak
consignee hanya menerima komisi
Hak Dan Kewajiban Pengamanat
Hak pengamanat:
1. Mendapatkan sejumlah pembayaran dari barang titipan yang
terjual kepada pihak ketiga dari komisioner.
2. Menarik kembali barang titipan dari komisioner jika sudah
tidak ada kecocokan lagi.
3. Mendapatkan layanan baik tempat penjualan maupun
kesepakatan harga atas barang yang dititipkannya kepada
komisioner.
Kewajiban pengamanat:
1. Menyediakan barang dagangan untuk dijualkan oleh komisioner
2. Memberikan penggantian biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
komisioner.
3. Memberikan komisi kepada komisioner atas barang-barang titipan yang telah
terjual kepad pihak ketiga sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Ada 2 metode dalam membukukan transaksi penjualan
konsinyasi
1. Transaksi dan laba penjualan konsinyasi dicatat secara terpisah

dari penjualan regular (dalam pembukuan masing-masing pihak
dibuat perkiraan khusus; dibuku consignor
“Consignmentout /konsinyasi keluar” dan di buku consignee
“consignment in / konsinyasi masuk”)

2. Transaksi penjualan konsinyasi digabung dengan penjualan
regular (biasanya dipilih metode ini jika transaksi penjualan
konsinyasi relatif kecil dibanding dengan penjualan regular
Perjanjian antara pengamanat dengan
komisioner
a. Terdapat kata sepakat kerja sama antara pengamanat

dengan komisioner dalam kurun waktu tertentu
b. Terdapat pemberian kuasa dari pengamanat kepada
komisioner untuk menjualkan barang dagangannya.
c. Terdapat perjanjian pemberian komisi dari
pengamanat kepada komisioner sesuai dengan

barang yang terjual kepada pihak ketiga.

jumlah
Terima kasih

Konsinyasi

  • 1.
    Akuntansi Keuangan Lanjut1 Konsinyasi Adela Nova Sari S 11.03.3913
  • 2.
    Konsinyasi merupakan strategi penjualandimana pemilik barang (consignor), berdasarkan perjanjian menitipkan barangnya kepada pihak yang bertindak sebagai agen penjual (consignee/factor/commission merchant). Pihak yang menyerahkan barang-barang disebut consignor atau pengamanat, sedangkan pihak yang menerima barang disebut consignee (komisioner).
  • 3.
    Alasan penjualan konsinyasi 1.Pihak Consignee a. Terhindar dari resiko barang tidak laku / kadaluarsa / busuk/rusak b. Terhindar dari resiko fluktuasi harga c. Mengurangi investasi modal kerja, karena investasi persediaan ditanggung oleh consignor
  • 4.
    Alasan penjualan konsinyasi 2.Pihak Consignor a. Memperoleh jaringan pemasaran yang sudah mapan b. Mengurangi investasi dibidang pemasaran c. Harga jual dapat dikendalikan oleh consignor karena kepemilikan barang masih ditangannya,pihak consignee hanya menerima komisi
  • 5.
    Hak Dan KewajibanPengamanat Hak pengamanat: 1. Mendapatkan sejumlah pembayaran dari barang titipan yang terjual kepada pihak ketiga dari komisioner. 2. Menarik kembali barang titipan dari komisioner jika sudah tidak ada kecocokan lagi. 3. Mendapatkan layanan baik tempat penjualan maupun kesepakatan harga atas barang yang dititipkannya kepada komisioner. Kewajiban pengamanat: 1. Menyediakan barang dagangan untuk dijualkan oleh komisioner 2. Memberikan penggantian biaya-biaya yang dikeluarkan oleh komisioner. 3. Memberikan komisi kepada komisioner atas barang-barang titipan yang telah terjual kepad pihak ketiga sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
  • 6.
    Ada 2 metodedalam membukukan transaksi penjualan konsinyasi 1. Transaksi dan laba penjualan konsinyasi dicatat secara terpisah dari penjualan regular (dalam pembukuan masing-masing pihak dibuat perkiraan khusus; dibuku consignor “Consignmentout /konsinyasi keluar” dan di buku consignee “consignment in / konsinyasi masuk”) 2. Transaksi penjualan konsinyasi digabung dengan penjualan regular (biasanya dipilih metode ini jika transaksi penjualan konsinyasi relatif kecil dibanding dengan penjualan regular
  • 7.
    Perjanjian antara pengamanatdengan komisioner a. Terdapat kata sepakat kerja sama antara pengamanat dengan komisioner dalam kurun waktu tertentu b. Terdapat pemberian kuasa dari pengamanat kepada komisioner untuk menjualkan barang dagangannya. c. Terdapat perjanjian pemberian komisi dari pengamanat kepada komisioner sesuai dengan barang yang terjual kepada pihak ketiga. jumlah
  • 8.