KONSEP DASAR
PENDIDIKAN JASMANI
• Pendidikan jasmani merupakan bagian
  integral dari sistem pendidikan secara
  keseluruhan
• Tujuan pendidikan jasmani bukan aktivitas
  jasmani itu sendiri, tetapi untuk
  mengembangkan potensi siswa melalu
  aktivitas jasmani
• Pendidikan jasmani, yakni menunjuk proses
  pendidikan tentang aktivitas-aktivitas yang
  mengembangkan dan memelihara tubuh
  manusia
A. HAKEKAT PENJAS
• Istilah “Pendidikan” walaupun tidak asing dimasy bahkan
  di kalangan akademisi ttp istilah tsb diartikan berbeda dari
  masa ke masa. Bisa diartikan: proses latihan, sejumlah
  pengalaman yg memungkinkan seseorang mendptkan
  pemahaman atau pengetahuan baru, dsb.
• John Dewey: pend sbg “rekonstruksi aneka pengalaman
  dan peristiwa yg dialami dlm kehidupan individu shg sgl
  sstu yg baru mjd lebih terarah dan bermakna.
• Filsafat modern menerapkan pd pendidikan jaman skrg
  lbh banyak menekankan pd pengemb individu secara
  total yg menekankan pd pengemb individu secara utuh.
Keragaman Pandangan-pandangan
             Penjas:
1. Pandangan Tradisional
Menganggap bahwa Penjas hanya semata-mata
mendidik jasmani atau sebagai pelengkap,
penyeimbang, atau penyelaras pend rohani manusia.
Penjas hanya sbg pelengkap saja.
Di AS, pandangan dikotomi ini muncul pd akhir abad
19 (1885-1900), yg dipengaruhi oleh sistem Eropa,
spt sistem Jerman dan Swedia; yang menekankan
pd perkemb aspek fisik, kehalusan gerak, dan
karakter peserta didik, dg gymnastik sbg medianya.
Penjas lebih berperan sbg “medicine” (obat)
drpd pendidikan. OKI para pengajar Penjas
berlatarbelakang akademis kedokteran
dasar, shg dlm merumuskan tujuan, program
pelaks, dan penilaian mjd salah kaprah. Yaitu
cenderung kpd upaya memperkuat badan,
memperhebat ketr fisik yg mengabaikan
kepentingan jasmani itu sendiri.
2. Pandangan Modern (sering disbt Pandangan
Holistik)
Manusia bukan sesuatu yg terdiri dari bagian-
bagian yg terpilah-pilah. Manusia adl kesatuan dr
berbagai bagian yg terpadu. OKI Penjas tdk hanya
berorientasi pd jasmani (satu komponen saja).
Di AS dipelopori oleh Wood dilanjutkan
Hetherington th 1910. Penjas dipengaruhi
“progressive education” bahwa semua pendd hrs
memberi kontribusi thd perkemb anak secara
menyeluruh, dan penjas memp peranan yg sangat
penting thd perkemb tsb.
3. Pandangan Indonesia
Pandangan holistik oleh Jawatan Pend Jas th 1960:
“Penjas adl pend yg mengaktualisasikan potensi-
potensi akt manusia berupa sikap, tindak, dan karya
yg diberi bentuk isi, dan arah menuju kebulatan pribadi
sesuai dg cita-cita kemanusiaan”.

Definisi yg relatif sama, oleh Pangrazi dan Dauer
(1992) Penjas mrpk bagian dari program pend umum
yg memberi kontribusi, terutama melalui pengalaman
gerak, thd pertumb dan perkemb anak secara
menyeluruh. Penjas didefinisikan sebagai pendidikan
dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan
cara-cara yg tepat agar memiliki makna bagi anak.
AK Ateng (1993) mengemukakan; Penjas mrpk
bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan
melalui berbagai kegiatan jasmani yg bertujuan
mengembangkan secara organik, neuromuskuler,
intelektual dan emosional.

Wall dan Murray (1994) mengemukakan lbh spesifik,
“masa kanak-kanak adl masa yg sangat kompleks,
dimana pikiran, perasaan, dan tindakannya selalu
berubah-ubah. Oleh krn sifat anak-anak yg sll dinamis
pd saat mereka tumbuh dan berkembang, maka
perubahan satu element sering kali mempengaruhi
perubahan pd element lainnya. Oleh krn itulah, adl
anak scr keseluruhan yg hrs dididik, tdk hanya
mendidik jasmani atau tubuhnya saja”.
Menuruta BNSP Pendidikan jasmani adalah
suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani
yang didesain untuk meningkatkan kebugaran
jasmani, mengembangkan keterampilan motorik,
pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif,
sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan
belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah,
jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap
peserta didik.
Oleh krn itu dpt dikatan bahwa PENJAS pada
dasarnya mrpk pend melalui akt jasmani utk
mencapai perkemb individu secara menyeluruh.
Namun demikian, perolehan ketrp dan perkemb lain
yg bersifat jasmaniah itu jg sekaligus sbg tujuan.

Melalui PENJAS peserta didik disosialisasikan ke
dalam akt jasmani termasuk ketrp berolahraga. OKI
tidak mengherankan apabila banyak yg menyakini
dan mengatakan bahwa PENJAS mrpk bagian dari
pend menyeluruh, dan sekaligus memiliki potensi yg
strategis utk mendidik.
B. RASIONAL
PENJASORKES mrpk bagian integrasi dari pend
secara keseluruhan, bertujuan utk mengemb
aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak,
keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial,
penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral,
aspek pola hidup sehat, dan pengenalan
lingkungan bersih melalui akt jasmani, olahraga
dan kesehatan
PENJASORKES mrpk media utk mendorong
pertumbuhan fisik, perkemb psikis,
keterampilan motorik, pengetahuan dan
penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-
mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial),
serta pembiasaan pola hidup sehat yg bermuara
utk merangsang pertumb dan perkemb kualitas
fisik dan psikis yg seimbang.
MAKNA OLAHRAGA
• Makna olahraga menurut ensiklopedia Indonesia
  adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang
  atau lebih yang merupakan regu atau rombongan.
  Sedangkan dalam Webster’s New Collegiate
  Dictonary (1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik
  untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas
  khusus seperti berburu atau dalam olahraga
  pertandingan (athletic games di Amerika Serikat)
• Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses
  sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha
  yang dapat mendorong mengembangkan, dan
  membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah
  seseorang sebagai perorangan atau anggota
  masyarakat dalam bentuk permainan,
  perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak
  dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya
  yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
• Untuk penjelasan pengertian olahraga menurut
  Edward (1973) olahraga harus bergerak dari konsep
  bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain
  mempunyai karakteristik antara lain; a. Terpisah dari
  rutinitas, b. Bebas, c. Tidak produktif, d.
  Menggunakan peraturan yang tidak baku. Ruang
  lingkup pada games mempunyai karakteristik; a. ada
  kompetisi, b. hasil ditentukan oleh keterampilan fisik,
  strategi, kesempatan. Sedangkan ruang lingkup
  sport; permainan yang dilembagakan.
Perbedaan Penjas dan Olahraga
• Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus
  juga mempertimbangkan hubungan antara bermain
  (play) dan olahraga (sport),
• Bermain pada intinya adalah aktivitas yang
  digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan
  bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang
  tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus
  selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti
  olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen
  dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.
• Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk
  bermain yang terorganisir dan bersifat
  kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa
  olahraga semata-mata suatu bentuk
  permainan yang terorganisasi, yang
  menempatkannya lebih dekat kepada istilah
  pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian
  yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara
  tradisional, olahraga melibatkan aktivitas
  kompetitif.
• Di atas semua pengertian itu, olahraga adalah
  aktivitas kompetitif. Kita tidak dapat
  mengartikan olahraga tanpa memikirkan
  kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu,
  olahraga berubah menjadi semata-mata
  bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya
  pada satu saat menjadi olahraga, tetapi
  sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya
  semata-mata bermain; karena aspek
  kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.
• Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani
  melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan
  ketiganya dapat melumat secara pas dalam
  konteks pendidikan jika digunakan untuk
  tujuan-tujuan kependidikan
• Bermain dapat membuat rileks dan
  menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan,
  seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada
  tujuan kependidikan
PERBEDAAN PENJAS DAN OLAHRAGA
                 Pendidilkan Jasmani                                            Olahraga
Objek: Seluruh siswa                              Objek: Siswa yang berminat/berbakat dalam cabang olahraga
                                                  tertentu, calon atlet/atlet

Subjek:                                           Subjek:
Guru                                              Pelatih
Tujuan:                                           Tujuan:
Untuk mencapai tujuan pendidikan                  Untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya

Materi:                                           Materi:
Semua aktivitas fisik/gerak (termasuk olahraga)   Cabang-cabang olahraga

Sasaran:                                          Sasaran:
Aktivitas fisik/gerak sebagai alat                Terkuasainya cabang olahraga tertentu/yang diminati

Sifat:                                            Sifat:
Wajib                                             Sukarela
Waktu pelaksanaan:                                Waktu pelaksanaan:
Intrakurikuler                                    Ekstrakurikuler
Proporsi penjas dan olahraga di sekolah
   Komponen                  Pendidikan Jasmani                      Sport (Olahraga)
                                                         Kinerja      motorik      (motor
                     Pendidikan keseluruhan, kepribadian
Tujuan                                                   performance/kinerja gerak untuk
                     dan emosional
                                                         prestasi
                     Child centered (sesuai       dengan
                                                         Subject centered (berpusat pada
Materi               kebutuhan anak/individualized)
                                                         materi)
                                                         Fungsional untuk cabang olahraga
Teknik gerak         Seluas gerak kehidupan sehari-hari
                                                         bersangkutan
                     Disesuaikan dengan keperluan (tidak Peraturannya baku (standar) agar
Peraturan
                     dibakukan)                          dapat dipertandingkan
                                                         Ditinggalkan/untuk milih cabang
Anak yang lamban     Harus diberi perhatian ekstra
                                                         olahraga lain
                     Untuk mengukur kemampuan awal       Untuk cari atlit berbakat
Talen Skating (TS)

                     Mutilateral (latihan yang menyangkut
Latihannya           semua otot)                          Spesifik

Partisipasi          Wajib                                Bebas
TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI
Berdasarkan perkembangan pendidikan jasmani di
negara-negara maju dan mempertimbangkan
tantangan dan kebutuhan bangsa, Rusli Luthan dkk.
(2000) menyusun rumusan tujuan umum pendidikan
jasmani sebagai berikut:
• Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui
internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani.
• Membangun landasan kepribadian yang kuat,
sikap cintai damai, sikap sosial dan toleransi
dalam konteks kemajemukan budaya, etnis,        dan
agama.
Lanjutan ...
   Lanjutan ...
• Mengembangkan keterampilan dan kebiasaan untuk
  melindungi keselamatan diri sendiri dan keselamatan
  orang lain.
• Menumbuhkan cara pengembangan dan
  pemeliharaan kebugaran jasmani dan pola hidup
  sehat.
• Menumbuhkan kebiasaan dan kemampuan untuk
  berpartisipasi aktif secara teratur dalam aktivitas fisik
  dan memahami manfaat dari keterlibatannya.
• Menumbuhkan kebiasaan untuk memanfaatkan dan
  mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang
  bersifat rekreatif.
• Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui
  pelaksanaan tugas-tugas ajar dalam pendidikan
  jasmani.
• Mengembangkan keterampilan untuk melakukan
  aktivitas jasmani dan olahraga, serta memahami
  alasan-alasan yang melandasi gerak dan kinerja.
• Menumbuhkan kecerdasan emosi dan penghargaan
  terhadap hak-hak asasi orang lain melalui
  pengamalan fair play dan sportivitas.
• Menumbuhkan self esteem sebagai landasan
  kepribadian melalui pengembangan kesadaran
  terhadap kemampuan dan pengendalian gerak
  tubuh.
Berdasarkan KTSP tujuan Penjasorkes
               adalah:
• Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya
  pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta
  pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan
  olahraga yang terpilih.
• Meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis
  yang lebih baik.
• Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.
• Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui
  internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan
  jasmani, olahrgaga dan kesehatan.
Lanjutan…
• Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin,
  bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan
  demokratis.
• Mengembangkan keterampilan untuk menjaga
  keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
• Memahami konsep aktivitas jasmani dan olehraga di
  lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk
  mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola
  hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki
  sikap yang positif.
FUNGSI PENJAS
Fungsi pendidikan jasmani Annarino, Cowell,
and Hazelton (1980: 62-63) mengklasifikasikan
ke dalam enam aspek, yaitu:
(1) organik;
(2) neuromuskuler;
(3) perseptual;
(4) kognitif;
(5) sosial; dan
(6) emosi.
Kontribusi Nilai-nilai Aktivitas Fisik Terhadap Perkembangan
   Anak, menurut Gabbard, LeBlanc dan Lowy (1987: 5)

KOGNITIF:
• Stimulus untuk berpikir (inkuiri, kreativitas)
• Kemampuan Perseptual
• Kesadaran Gerak
• Penguatan akademik*)
AFEKTIF:
• Kesenangan
• Konsep diri
• Sosialisasi (Hubungan dengan teman sebaya)
• Sikap
• Apresiasi untuk aktivitas fisik
PSIKOMOTOR :
• Pertumbuhan biologis
• Kesegaran, kesehatan dan yang berkaitan dengan
  keterampilan
• Efisiensi gerak
Pelaksanaan kurikulum 2006, pendidikan jasmani di
SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA adalah mata pelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Ruang
lingkup penjasorkes meliputi tujuh aspek antara lain:
• Permainan dan olahraga
• Aktivitas ritmik
• Aktivitas uji diri (senam)
• Aktivitas pengembangan
• Aktivitas air (akuatik)
• Aktivitas di luar kelas (outdoor activity)
• Pendidikan kesehatan.
Materi Pokok Penjas di SD
• Struktur materi Penjas dikemb dg menggunakan
  model kurikulum kebugaran jasmani dan pend
  olahrga (Jewtt, Ennis, & Bain, 1995). Asumsi yg
  digunakan kedua model ini adl utk mencipatakan
  gaya hidup sehat dan aktif, maka manusia perlu
  memahami hakekat kebugaran jasmani dg
  menggunakan konsep latihan yg benar

• Utk TK s.d SD kelas 3 meliputi: Kesadaran akan
  tubuh dan gerakan, kecakapan gerak dasar, gerak
  ritmit, permainan, akuatik, senam, kebugaran
  jasmani dan pembentukan sikap dan perilaku.
• Utk SD kelas 4 s.d 6 adl aktivitas pembentukan
  tubuh, permainan dan modifikasi olahraga,
  kecakapan hidup di alam bebas, dan
  kecakapan hidup personal (kebugaran jasmani
  serta pembentukan sikap dan perilaku)

Konsep penjas

  • 1.
  • 2.
    • Pendidikan jasmanimerupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan • Tujuan pendidikan jasmani bukan aktivitas jasmani itu sendiri, tetapi untuk mengembangkan potensi siswa melalu aktivitas jasmani • Pendidikan jasmani, yakni menunjuk proses pendidikan tentang aktivitas-aktivitas yang mengembangkan dan memelihara tubuh manusia
  • 3.
    A. HAKEKAT PENJAS •Istilah “Pendidikan” walaupun tidak asing dimasy bahkan di kalangan akademisi ttp istilah tsb diartikan berbeda dari masa ke masa. Bisa diartikan: proses latihan, sejumlah pengalaman yg memungkinkan seseorang mendptkan pemahaman atau pengetahuan baru, dsb. • John Dewey: pend sbg “rekonstruksi aneka pengalaman dan peristiwa yg dialami dlm kehidupan individu shg sgl sstu yg baru mjd lebih terarah dan bermakna. • Filsafat modern menerapkan pd pendidikan jaman skrg lbh banyak menekankan pd pengemb individu secara total yg menekankan pd pengemb individu secara utuh.
  • 4.
    Keragaman Pandangan-pandangan Penjas: 1. Pandangan Tradisional Menganggap bahwa Penjas hanya semata-mata mendidik jasmani atau sebagai pelengkap, penyeimbang, atau penyelaras pend rohani manusia. Penjas hanya sbg pelengkap saja. Di AS, pandangan dikotomi ini muncul pd akhir abad 19 (1885-1900), yg dipengaruhi oleh sistem Eropa, spt sistem Jerman dan Swedia; yang menekankan pd perkemb aspek fisik, kehalusan gerak, dan karakter peserta didik, dg gymnastik sbg medianya.
  • 5.
    Penjas lebih berperansbg “medicine” (obat) drpd pendidikan. OKI para pengajar Penjas berlatarbelakang akademis kedokteran dasar, shg dlm merumuskan tujuan, program pelaks, dan penilaian mjd salah kaprah. Yaitu cenderung kpd upaya memperkuat badan, memperhebat ketr fisik yg mengabaikan kepentingan jasmani itu sendiri.
  • 6.
    2. Pandangan Modern(sering disbt Pandangan Holistik) Manusia bukan sesuatu yg terdiri dari bagian- bagian yg terpilah-pilah. Manusia adl kesatuan dr berbagai bagian yg terpadu. OKI Penjas tdk hanya berorientasi pd jasmani (satu komponen saja). Di AS dipelopori oleh Wood dilanjutkan Hetherington th 1910. Penjas dipengaruhi “progressive education” bahwa semua pendd hrs memberi kontribusi thd perkemb anak secara menyeluruh, dan penjas memp peranan yg sangat penting thd perkemb tsb.
  • 7.
    3. Pandangan Indonesia Pandanganholistik oleh Jawatan Pend Jas th 1960: “Penjas adl pend yg mengaktualisasikan potensi- potensi akt manusia berupa sikap, tindak, dan karya yg diberi bentuk isi, dan arah menuju kebulatan pribadi sesuai dg cita-cita kemanusiaan”. Definisi yg relatif sama, oleh Pangrazi dan Dauer (1992) Penjas mrpk bagian dari program pend umum yg memberi kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, thd pertumb dan perkemb anak secara menyeluruh. Penjas didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yg tepat agar memiliki makna bagi anak.
  • 8.
    AK Ateng (1993)mengemukakan; Penjas mrpk bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yg bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional. Wall dan Murray (1994) mengemukakan lbh spesifik, “masa kanak-kanak adl masa yg sangat kompleks, dimana pikiran, perasaan, dan tindakannya selalu berubah-ubah. Oleh krn sifat anak-anak yg sll dinamis pd saat mereka tumbuh dan berkembang, maka perubahan satu element sering kali mempengaruhi perubahan pd element lainnya. Oleh krn itulah, adl anak scr keseluruhan yg hrs dididik, tdk hanya mendidik jasmani atau tubuhnya saja”.
  • 9.
    Menuruta BNSP Pendidikanjasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap peserta didik.
  • 10.
    Oleh krn itudpt dikatan bahwa PENJAS pada dasarnya mrpk pend melalui akt jasmani utk mencapai perkemb individu secara menyeluruh. Namun demikian, perolehan ketrp dan perkemb lain yg bersifat jasmaniah itu jg sekaligus sbg tujuan. Melalui PENJAS peserta didik disosialisasikan ke dalam akt jasmani termasuk ketrp berolahraga. OKI tidak mengherankan apabila banyak yg menyakini dan mengatakan bahwa PENJAS mrpk bagian dari pend menyeluruh, dan sekaligus memiliki potensi yg strategis utk mendidik.
  • 11.
    B. RASIONAL PENJASORKES mrpkbagian integrasi dari pend secara keseluruhan, bertujuan utk mengemb aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih melalui akt jasmani, olahraga dan kesehatan
  • 12.
    PENJASORKES mrpk mediautk mendorong pertumbuhan fisik, perkemb psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap- mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yg bermuara utk merangsang pertumb dan perkemb kualitas fisik dan psikis yg seimbang.
  • 13.
    MAKNA OLAHRAGA • Maknaolahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Sedangkan dalam Webster’s New Collegiate Dictonary (1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat)
  • 14.
    • Menurut CholikMutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
  • 15.
    • Untuk penjelasanpengertian olahraga menurut Edward (1973) olahraga harus bergerak dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain mempunyai karakteristik antara lain; a. Terpisah dari rutinitas, b. Bebas, c. Tidak produktif, d. Menggunakan peraturan yang tidak baku. Ruang lingkup pada games mempunyai karakteristik; a. ada kompetisi, b. hasil ditentukan oleh keterampilan fisik, strategi, kesempatan. Sedangkan ruang lingkup sport; permainan yang dilembagakan.
  • 16.
    Perbedaan Penjas danOlahraga • Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport), • Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.
  • 17.
    • Olahraga dipihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.
  • 18.
    • Di atassemua pengertian itu, olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.
  • 19.
    • Bermain, olahragadan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan • Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan
  • 20.
    PERBEDAAN PENJAS DANOLAHRAGA Pendidilkan Jasmani Olahraga Objek: Seluruh siswa Objek: Siswa yang berminat/berbakat dalam cabang olahraga tertentu, calon atlet/atlet Subjek: Subjek: Guru Pelatih Tujuan: Tujuan: Untuk mencapai tujuan pendidikan Untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya Materi: Materi: Semua aktivitas fisik/gerak (termasuk olahraga) Cabang-cabang olahraga Sasaran: Sasaran: Aktivitas fisik/gerak sebagai alat Terkuasainya cabang olahraga tertentu/yang diminati Sifat: Sifat: Wajib Sukarela Waktu pelaksanaan: Waktu pelaksanaan: Intrakurikuler Ekstrakurikuler
  • 21.
    Proporsi penjas danolahraga di sekolah Komponen Pendidikan Jasmani Sport (Olahraga) Kinerja motorik (motor Pendidikan keseluruhan, kepribadian Tujuan performance/kinerja gerak untuk dan emosional prestasi Child centered (sesuai dengan Subject centered (berpusat pada Materi kebutuhan anak/individualized) materi) Fungsional untuk cabang olahraga Teknik gerak Seluas gerak kehidupan sehari-hari bersangkutan Disesuaikan dengan keperluan (tidak Peraturannya baku (standar) agar Peraturan dibakukan) dapat dipertandingkan Ditinggalkan/untuk milih cabang Anak yang lamban Harus diberi perhatian ekstra olahraga lain Untuk mengukur kemampuan awal Untuk cari atlit berbakat Talen Skating (TS) Mutilateral (latihan yang menyangkut Latihannya semua otot) Spesifik Partisipasi Wajib Bebas
  • 22.
    TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI Berdasarkanperkembangan pendidikan jasmani di negara-negara maju dan mempertimbangkan tantangan dan kebutuhan bangsa, Rusli Luthan dkk. (2000) menyusun rumusan tujuan umum pendidikan jasmani sebagai berikut: • Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani. • Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cintai damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis, dan agama.
  • 23.
    Lanjutan ... Lanjutan ... • Mengembangkan keterampilan dan kebiasaan untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain. • Menumbuhkan cara pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani dan pola hidup sehat. • Menumbuhkan kebiasaan dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif secara teratur dalam aktivitas fisik dan memahami manfaat dari keterlibatannya. • Menumbuhkan kebiasaan untuk memanfaatkan dan mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.
  • 24.
    • Menumbuhkan kemampuanberfikir kritis melalui pelaksanaan tugas-tugas ajar dalam pendidikan jasmani. • Mengembangkan keterampilan untuk melakukan aktivitas jasmani dan olahraga, serta memahami alasan-alasan yang melandasi gerak dan kinerja. • Menumbuhkan kecerdasan emosi dan penghargaan terhadap hak-hak asasi orang lain melalui pengamalan fair play dan sportivitas. • Menumbuhkan self esteem sebagai landasan kepribadian melalui pengembangan kesadaran terhadap kemampuan dan pengendalian gerak tubuh.
  • 25.
    Berdasarkan KTSP tujuanPenjasorkes adalah: • Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. • Meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis yang lebih baik. • Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar. • Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahrgaga dan kesehatan.
  • 26.
    Lanjutan… • Mengembangkan sikapsportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis. • Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. • Memahami konsep aktivitas jasmani dan olehraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
  • 27.
    FUNGSI PENJAS Fungsi pendidikanjasmani Annarino, Cowell, and Hazelton (1980: 62-63) mengklasifikasikan ke dalam enam aspek, yaitu: (1) organik; (2) neuromuskuler; (3) perseptual; (4) kognitif; (5) sosial; dan (6) emosi.
  • 28.
    Kontribusi Nilai-nilai AktivitasFisik Terhadap Perkembangan Anak, menurut Gabbard, LeBlanc dan Lowy (1987: 5) KOGNITIF: • Stimulus untuk berpikir (inkuiri, kreativitas) • Kemampuan Perseptual • Kesadaran Gerak • Penguatan akademik*)
  • 29.
    AFEKTIF: • Kesenangan • Konsepdiri • Sosialisasi (Hubungan dengan teman sebaya) • Sikap • Apresiasi untuk aktivitas fisik PSIKOMOTOR : • Pertumbuhan biologis • Kesegaran, kesehatan dan yang berkaitan dengan keterampilan • Efisiensi gerak
  • 30.
    Pelaksanaan kurikulum 2006,pendidikan jasmani di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA adalah mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Ruang lingkup penjasorkes meliputi tujuh aspek antara lain: • Permainan dan olahraga • Aktivitas ritmik • Aktivitas uji diri (senam) • Aktivitas pengembangan • Aktivitas air (akuatik) • Aktivitas di luar kelas (outdoor activity) • Pendidikan kesehatan.
  • 31.
    Materi Pokok Penjasdi SD • Struktur materi Penjas dikemb dg menggunakan model kurikulum kebugaran jasmani dan pend olahrga (Jewtt, Ennis, & Bain, 1995). Asumsi yg digunakan kedua model ini adl utk mencipatakan gaya hidup sehat dan aktif, maka manusia perlu memahami hakekat kebugaran jasmani dg menggunakan konsep latihan yg benar • Utk TK s.d SD kelas 3 meliputi: Kesadaran akan tubuh dan gerakan, kecakapan gerak dasar, gerak ritmit, permainan, akuatik, senam, kebugaran jasmani dan pembentukan sikap dan perilaku.
  • 32.
    • Utk SDkelas 4 s.d 6 adl aktivitas pembentukan tubuh, permainan dan modifikasi olahraga, kecakapan hidup di alam bebas, dan kecakapan hidup personal (kebugaran jasmani serta pembentukan sikap dan perilaku)