Proses Keperawatan
Implementasi
Oleh:
ANNISA SETIA CANDRA
151211105
Implementasi
Implementasi merupakan tindakan yg sudah direncanakan dlm rencana
perawatan. Tindakan keperawatan mencakup tindakan mandiri
(independen) dan tindakan kolaborasi
Tindakan mandiri (independen) adl aktivitas perawat yg
didasarkan pd kesimpulan atau keputusan sendiri bukan
merupakan petunjuk dari petugas kesehatan lain.
Tindakan kolaborasi adl tindakan yg didasarkan hasil
keputusan bersama, spt dokter dan petugas kesehatan lain
Implementasi
Dalam Implementasi tindakan keperawatan memerlukan
beberapa pertimbangan, antara lain:
1. Individualitas klien, dengan mengkomunikasikan makna
dasar dari suatu implementasi keperawatan yang akan
dilakukan.
2. Melibatkan klien dengan mempertimbangkan energi yang
dimiliki, penyakitnya, hakikat stressor, keadaan psiko-sosio-
kultural, pengertian terhadap penyakit dan intervensi.
3. Pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin terjadi.
4. Mempertahankan kondisi tubuh agar penyakit tidak menjadi
lebih parah serta upaya peningkatan kesehatan.
5. Upaya rasa aman dan bantuan kepada klien dalam
memenuhi kebutuhannnya.
Tipe Implementasi
Menurut Craven dan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat
tiga tipe dari implementasi keperawatan, antara lain:
1. Cognitive implementations yaitu meliputi pengajaran/
pendidikan utk meningkatkan pengetahuan klien.
2. Interpersonal Implementations yaitu konseling pasien utk
memutuskan kesehatan klien. Meliputi koordinasi kegiatan-
kegiatan, menetapkan jadwal personal dll.
3. Technical implementations yaitu membentu pasien dlm
melakukan aktivitas sehari-hari. meliputi pemberian
perawatan kebersihan kulit, melakukan aktivitas rutin
keperawatan dll
Beberapa pedoman atau prinsip dalam pelaksanaan implementasi
keperawatan (Kozier et al,. 1995) adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan respons klien.
2. Berdasarkan ilmu pengetahuan, hasil penelitian keperawatan, standar
pelayanan professional, hukum dan kode etik keperawatan.
3. Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia.
4. Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi
keperawatan.
5. Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana
intervensi keperawatan.
6. Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu dalam
upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri (Self Care).
7. Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status
kesehatan. Dapat menjaga rasa aman, harga diri dan melindungi klien.
8. Memberikan pendidikan, dukungan dan bantuan.
9. Bersifat holistik.
10.Kerjasama dengan profesi lain.
11.Melakukan dokumentasi
Prinsip Implementasi
Metode Implementasi
1. Membantu Dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-Hari
mencakup: makan, berpakaian, mandi, menyikat gigi dll
2. Konseling
membantu klien menggunakan proses pemecahan masalah
untuk menangani stres dan yang memudahkan hubungan
interpersonal diantara klien
3. Penyuluhan
Digunakan menyajikan prinsip, prosedur dan teknik yang tepat
tentang perawatan kesehatan untuk klien dan untuk
menginformasikan klien tentang ststus kesehatannya.
4. Memberikan asuhan keperawatan langsung
Untuk mencapai tujuan terapeutik klien, perawat melakukan
intervensi untuk mengurangi reaksi yang merugikan dengan
menggunakan tindakan pencegahan dalam memberikan
asuhan.
TERIMA KASIH

Proses Keperawatan: Tahap implementasi

  • 1.
  • 2.
    Implementasi Implementasi merupakan tindakanyg sudah direncanakan dlm rencana perawatan. Tindakan keperawatan mencakup tindakan mandiri (independen) dan tindakan kolaborasi Tindakan mandiri (independen) adl aktivitas perawat yg didasarkan pd kesimpulan atau keputusan sendiri bukan merupakan petunjuk dari petugas kesehatan lain. Tindakan kolaborasi adl tindakan yg didasarkan hasil keputusan bersama, spt dokter dan petugas kesehatan lain
  • 3.
    Implementasi Dalam Implementasi tindakankeperawatan memerlukan beberapa pertimbangan, antara lain: 1. Individualitas klien, dengan mengkomunikasikan makna dasar dari suatu implementasi keperawatan yang akan dilakukan. 2. Melibatkan klien dengan mempertimbangkan energi yang dimiliki, penyakitnya, hakikat stressor, keadaan psiko-sosio- kultural, pengertian terhadap penyakit dan intervensi. 3. Pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin terjadi. 4. Mempertahankan kondisi tubuh agar penyakit tidak menjadi lebih parah serta upaya peningkatan kesehatan. 5. Upaya rasa aman dan bantuan kepada klien dalam memenuhi kebutuhannnya.
  • 4.
    Tipe Implementasi Menurut Cravendan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat tiga tipe dari implementasi keperawatan, antara lain: 1. Cognitive implementations yaitu meliputi pengajaran/ pendidikan utk meningkatkan pengetahuan klien. 2. Interpersonal Implementations yaitu konseling pasien utk memutuskan kesehatan klien. Meliputi koordinasi kegiatan- kegiatan, menetapkan jadwal personal dll. 3. Technical implementations yaitu membentu pasien dlm melakukan aktivitas sehari-hari. meliputi pemberian perawatan kebersihan kulit, melakukan aktivitas rutin keperawatan dll
  • 5.
    Beberapa pedoman atauprinsip dalam pelaksanaan implementasi keperawatan (Kozier et al,. 1995) adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan respons klien. 2. Berdasarkan ilmu pengetahuan, hasil penelitian keperawatan, standar pelayanan professional, hukum dan kode etik keperawatan. 3. Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia. 4. Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi keperawatan. 5. Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana intervensi keperawatan. 6. Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri (Self Care). 7. Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status kesehatan. Dapat menjaga rasa aman, harga diri dan melindungi klien. 8. Memberikan pendidikan, dukungan dan bantuan. 9. Bersifat holistik. 10.Kerjasama dengan profesi lain. 11.Melakukan dokumentasi Prinsip Implementasi
  • 6.
    Metode Implementasi 1. MembantuDalam Aktivitas Kehidupan Sehari-Hari mencakup: makan, berpakaian, mandi, menyikat gigi dll 2. Konseling membantu klien menggunakan proses pemecahan masalah untuk menangani stres dan yang memudahkan hubungan interpersonal diantara klien 3. Penyuluhan Digunakan menyajikan prinsip, prosedur dan teknik yang tepat tentang perawatan kesehatan untuk klien dan untuk menginformasikan klien tentang ststus kesehatannya. 4. Memberikan asuhan keperawatan langsung Untuk mencapai tujuan terapeutik klien, perawat melakukan intervensi untuk mengurangi reaksi yang merugikan dengan menggunakan tindakan pencegahan dalam memberikan asuhan.
  • 7.