KONSEP DASAR MUTU
PELAYANAN KEBIDANAN
Penulis:
Ina Ekawati
NIM: P2.06.24.6.16.016
i
s
i
M
u
t
u
p
s
i
m
u
t
u
D
i
m
e
n
s
i
f
a
a
t
P
r
o
g
r
a
m
Mind
Map
Definisi Mutu
Mutu adalah gambaran total sifat
dari suatu produk atau jasa
pelayanan yang berhubungan dengan
kemampuan untuk memberikan
kebutuhan kepuasan pelanggan
(ASQCWijoyo,1999).
Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya
yang diselenggarakan secara sendiri atau
bersama sama dalam suatu organisasi
untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta
memulihkan kesehatan peroranga,
keluarga,kelompok maupun masyarakat.
mutu pelayanan kesehatan adalah
timbulnya kepuasan pada setiap
pasien sesuai dengan tingkat
kepuasan rata rata penduduk,
serta tata cara
penyelenggaraannya sesuai dengan
kode etik dan standar pelayanan
profesi yang telah ditetapkan.
PERSEPSI MUTU
PELAYANAN
KESEHATAN
◦ Konsumen/pasien/masyarakat : Melihat bahwa pelayanan
kesehatan yang bermutu seperti keramahan- tamahan, tanggap,
dan kecepatan pelayanan, kemajuan pengobatan, rasa aman,
nyaman,dll
◦ Pemberi pelayanan: Mengkaitkan pelayanan kesehatan yang
bermutu dengan tersedianya pelayanan, prosedur kerja
(protokol), kebebasan dalam melakukan pelayanan sesuai
teknologi kesehatan mutahir dan kemudian dari hasil pelayanan
kesehatan (out come).
◦ Penyandang dana pelayanan kesehatan (Asuransi):
Menganggap pelayanan kesehatan yang bermutu adalah
pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
◦ Pemilik sarana pelayanan kesehatan : pelayanan
kesehatan yang menghasilkan pendapatan yang mampu menutupi
biaya operasional dan pemeliharaan, dan dengan tarip pelayanan
kesehatan yang mampu dibayar oleh
pasien/konsumen/masyarakat.
DIMENSI
MUTU
◦ Kompetensi teknik : Mengacu kepada kemampuan dan keterampilan
petugas dalam melaksanakan tugas tugasnya sesuai dengan standar dan
pedoman.
◦ Efektivitas : Kualitas pelayanan kesehatan tergantung pada keefektifan
dari intervensi pelayanan yang diberikan penilaian dimensi efektivitas.
◦ Efisien : Pelayanan yang diberikan adalah optimal bukan maksimal, yang
memberikan hasil paling besar dalam keterbatasan sumber daya. Pelayanan
yang diberikan adalah tepat dan esensial.
◦ Akses : Akses (keterjangkauan) merupakan dimensi yang penting dalam
kualitas karena keterbatasan jangkauan akan menyebabkan
ketidakpastian dalam kesakitan dan kematian
◦ Hubungan antar manusia : Hubungan antar manusia yang baik akan
menimbulkan kemitraan, saling percaya, saling menghormati dan
keterbukaan.
◦ Kesinambungan pelayanan. : Artinya pasien selalu mendapatkan
pelayanan yang dibutuhkannya tanpa terputus termasuk rujukannya.
Keadaan ini dapat terjadi karena adanya catatan medik yang lengkap
dan akurat.
◦ Keamanan : Berarti meminimalkan resiko-resiko trauma, infeksi dan
efek yang membahayakan lainnya sehubungan dengan pelayanan yang
diberikan.
◦ Kenyamanan : Sarana pelayanan kesehatan harus dapat memberikan
kenyamanan kepada pasien, termasuk kebersihan, waktu tunggu, dll.
Karena kenyamanan akan menimbulkan kepercayaan pasien terhadap
pelayanan kesehatan.
◦ Informasi : Pelayanan kesehatan yang bermutu harus mampu
menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan
kesehatan, harus dapat menjelaskan apa, siapa, kapan, dimana,
bagaimana dan resiko pelayanan kesehatan tersebut.
◦ Ketepatan waktu : Pelayanan kesehatan yang bermutu harus
diselengarakan dalam waktu yang tepat, juga dalam hal waktu buka
dan waktu tutup tempat pelayanan harus tepat waktu.
Manfaat Program
Jaminan Mutu
◦ Menyadarkan kembali para petugas kesehatan terutama di Puskesmas agar
selalu memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar.
◦ Pelayanan kesehatan akan menjadi efisien dan efektif sehingga pelayanan
kesehatan dapat menjangkau lebih banyak orang (pemerataan sumberdaya
kesehatan)dan hasil (out come) pelayanan akan lebih memenuhi harapan
masyarakat.
◦ Menimbulkan rasa kepuasan dan terlindungi dalam memberikan pelayanan
kesehatan karena pelayanan kesehatan yang diberikan berdasarkan standar,
sehingga angka kesembuhan akan meningkat.
◦ Pelayanan kesehatan akan mampu bersaing dalam masyarakat.
◦ Mempermudah mendapat akreditasi.
◦ Melaksanakan jaminan mutu berarti kita telah melaksanakan amanat undang-
undang kesehatan No. 23/1992.
◦ Dapat melindungi pelaksana pelayanan kesehatan dari kemungkinan munculnya
gugatan hukum
TERIMAKASIH
BANYAK...

Power point_MUTU_PELAYANAN_KEBIDANAN.pptx

  • 1.
    KONSEP DASAR MUTU PELAYANANKEBIDANAN Penulis: Ina Ekawati NIM: P2.06.24.6.16.016
  • 2.
  • 3.
    Definisi Mutu Mutu adalahgambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan kebutuhan kepuasan pelanggan (ASQCWijoyo,1999). Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan peroranga, keluarga,kelompok maupun masyarakat. mutu pelayanan kesehatan adalah timbulnya kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata rata penduduk, serta tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.
  • 4.
  • 5.
    ◦ Konsumen/pasien/masyarakat :Melihat bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu seperti keramahan- tamahan, tanggap, dan kecepatan pelayanan, kemajuan pengobatan, rasa aman, nyaman,dll ◦ Pemberi pelayanan: Mengkaitkan pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tersedianya pelayanan, prosedur kerja (protokol), kebebasan dalam melakukan pelayanan sesuai teknologi kesehatan mutahir dan kemudian dari hasil pelayanan kesehatan (out come). ◦ Penyandang dana pelayanan kesehatan (Asuransi): Menganggap pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. ◦ Pemilik sarana pelayanan kesehatan : pelayanan kesehatan yang menghasilkan pendapatan yang mampu menutupi biaya operasional dan pemeliharaan, dan dengan tarip pelayanan kesehatan yang mampu dibayar oleh pasien/konsumen/masyarakat.
  • 6.
  • 7.
    ◦ Kompetensi teknik: Mengacu kepada kemampuan dan keterampilan petugas dalam melaksanakan tugas tugasnya sesuai dengan standar dan pedoman. ◦ Efektivitas : Kualitas pelayanan kesehatan tergantung pada keefektifan dari intervensi pelayanan yang diberikan penilaian dimensi efektivitas. ◦ Efisien : Pelayanan yang diberikan adalah optimal bukan maksimal, yang memberikan hasil paling besar dalam keterbatasan sumber daya. Pelayanan yang diberikan adalah tepat dan esensial. ◦ Akses : Akses (keterjangkauan) merupakan dimensi yang penting dalam kualitas karena keterbatasan jangkauan akan menyebabkan ketidakpastian dalam kesakitan dan kematian ◦ Hubungan antar manusia : Hubungan antar manusia yang baik akan menimbulkan kemitraan, saling percaya, saling menghormati dan keterbukaan.
  • 8.
    ◦ Kesinambungan pelayanan.: Artinya pasien selalu mendapatkan pelayanan yang dibutuhkannya tanpa terputus termasuk rujukannya. Keadaan ini dapat terjadi karena adanya catatan medik yang lengkap dan akurat. ◦ Keamanan : Berarti meminimalkan resiko-resiko trauma, infeksi dan efek yang membahayakan lainnya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan. ◦ Kenyamanan : Sarana pelayanan kesehatan harus dapat memberikan kenyamanan kepada pasien, termasuk kebersihan, waktu tunggu, dll. Karena kenyamanan akan menimbulkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan kesehatan. ◦ Informasi : Pelayanan kesehatan yang bermutu harus mampu menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan, harus dapat menjelaskan apa, siapa, kapan, dimana, bagaimana dan resiko pelayanan kesehatan tersebut. ◦ Ketepatan waktu : Pelayanan kesehatan yang bermutu harus diselengarakan dalam waktu yang tepat, juga dalam hal waktu buka dan waktu tutup tempat pelayanan harus tepat waktu.
  • 9.
    Manfaat Program Jaminan Mutu ◦Menyadarkan kembali para petugas kesehatan terutama di Puskesmas agar selalu memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar. ◦ Pelayanan kesehatan akan menjadi efisien dan efektif sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak orang (pemerataan sumberdaya kesehatan)dan hasil (out come) pelayanan akan lebih memenuhi harapan masyarakat. ◦ Menimbulkan rasa kepuasan dan terlindungi dalam memberikan pelayanan kesehatan karena pelayanan kesehatan yang diberikan berdasarkan standar, sehingga angka kesembuhan akan meningkat. ◦ Pelayanan kesehatan akan mampu bersaing dalam masyarakat. ◦ Mempermudah mendapat akreditasi. ◦ Melaksanakan jaminan mutu berarti kita telah melaksanakan amanat undang- undang kesehatan No. 23/1992. ◦ Dapat melindungi pelaksana pelayanan kesehatan dari kemungkinan munculnya gugatan hukum
  • 10.