Kewarganegaraan


  Demokrasi
Kelompok 5
•   Deshinta Juniati Iswari ()
•   Ilman Bany Adi()
•   Taufikkur Rahman()
•   Wenny safitri (5215116384)
Pengertian Demokrasi
• Menurut Kranenburg demokrasi terbentuk
  dari dua suku kata yaitu demos dan kratos
  (cratein). Demos berarti rakyat kratos
  (cratein) yang berarti pemerintahan.
  Berarti demokrasi adalah suatu bentuk
  pemerintahan rakyat dimana
  pemerintahan rakyat sangat menetukan.
Pengertian demokrasi
• Menurut miriam budiarjo yakni sistem
  organisasi politik dan sosial yang
  diperjuangkan oleh pendukung-pendukung
  yang berpegaruh
• Menurut Hoogerwarf yakni cara
  pembentukan kebijakan dengan
  melibatkan anggota kelompok sebanyak
  mungkin
• Menurut hans kelsen yakni pemerintah
  oleh rakyat dan untuk rakyat
• Dll..
Konsep Abraham Lincoln
• Menurut Abraham Lincoln demokrasi
  adalah the government for, by and from
  people. Dengan demikian dapat dikatakan
  bahwa demokrasi adalah pemerintahan
  dengan rakyat yang yang menentukan.
  Kekuasaan tertingginya ditangan rakyat
  hal tersebutlah yang dikatakan kedaulatan
  rakyat.
Prinsip-prinsip demokrasi
1. Pembagian kekuasaan (eksekutif, legislatif,
   yudikatif),
2. Pemilu yang bebas
3. Management yang terbuka
4. Kebebasan individu
5. Peradilan yang bebas
6. Pengakuan hak minoritas
7. Pemerintah yang berdasarkan atas hukum
8. Pers yang bebas
9. Parpol
10. Konsensus
11. Persetujuan
12. Pemerintah yang konstitusional
13. Pengawasan thdp adm neg,
14. Adanya ketentuan tentang
    pendemokrasian
15. Perlindungan Hak Asasi
16. Pemeritahan yang mayoritas
17. Persaingan keahlian
18. Mekanisme politik
19. Kebebasan kebijaksanaan
    negara
20. Pemerintah yang
    mengutamakan musyawarah
Perkembangan demokrasi di
            Indonesia
• 1945 – 1949 UUD 45, Perjuangan fisik,
  Lemb. Demokrasi tidak terbentuk, sistem
  kabinet presidensiil, Demokrasi PS  Liberal.
• 1949 – 1950 RIS 1949, Quasi parlementer,
  Ada PM, Demokrasi Liberal.
• 1950 – 1959 UUDS 1950, Kompromisasi,
  Demokrasi liberal multipartai,Kabinet 7x,
  Konstituante gagal bentuk UUD baru, Dekrit
           Presiden 5 Juli 59.
1959 – 1965        Formula demokrasi suai Sila
IV PS, Pertarungan politik ideologi,lemb.
Demokrasi dibentuk prosedur hukum, Konsep
Nasakom,Demokrasi terpimpin (-).
  1966 – 1998        Orde baru, Penyederhanaan
parpol, penyalahgunaan wewenang &kekuasaan,
SP 11 Maret 1966, PKI & ormasnya dilarang,
Demokrasi Ps (-).
  1998 – sekarang Reformasi, Presiden tidak
sentralistik, Parpol mulai berfungsi : 48 24,
Amandemen UUD 1945 4x, KKN masih
banyak,Demokrasi Ps (+).
Macam-Macam Demokrasi

Menurut cara penyaluran kehendak rakyat,
  demokrasi dibedakan atas :
• Demokrasi Langsung
• Demokrasi Tidak Langsung
Menurut dasar prinsip ideologi, demokrasi
  dibedakan atas :
• Demokrasi Konstitusional (Demokrasi
  Liberal)
• Demokrasi Rakyat (Demokrasi Proletar)
Menurut dasar yang menjadi titik perhatian
  atau prioritasnya, demokrasi dibedakan
  atas :
• Demokrasi Formal
• Demokrasi Material
• Demokrasi Campuran
Menurut dasar wewenang dan hubungan
  antara alat kelengkapan negara,
  demokrasi dibedakan atas :
• Demokrasi Sistem Parlementer
• Demokrasi Sistem Presidensial
• Menurut Sklar bentuk demokrasi moder
  ada lima
1. Demokrasi liberal
2. Demokrasi terpimpin
3. Demokrasi sosial
4. Demokrasi partisipasi
5. Demokrasi konstitusi
KRITERIA NEGARA DEMOKRASI
   (International Conference of Jurists, Bangkok,1965)

• Supremacy of Law (Hukum di atas segala hal)
• Equality before the Law ( Persamaan di
  hadapan hukum)
• Constitutional guarantee of Human Rights
  (Jaminan konstitusional terhadap HAM)
• Impartial Tribune (Peradilan yang tidak
  memihak)
• Civic education (Pendidikan kewarganegaraan)


                                                         14
Demokrasi dlm Piagam Madinah
      (Sukidi dalam Tilaar:1999)
• Kebebasan beragama
• Persaudaraan seagama
• Persatuan politik dalam meraih cita-cita
  bersama
• Saling membantu
• Persamaan hak dan kewajiban w.n. thd.
  Negara
• Persamaan di depan hukum bagi setiap
  warga negara
                                             15
Demokrasi dlm Piagam Madinah
             (Lanjutan)
• Penegakan hukum demi tegaknya
  keadilan dan kebenaran tanpa pandang
  bulu
• Pemberlakuan hukum adat yang tetap
  berpedoman pada keadilan dan
  kebenaran, perdamaian dan kedamaian
• Pengakuan hak atas setiap orang atau
  individu

                                         16
PILAR DEMOKRASI INDONESIA
               (UUD 1945, Sanusi:1998)



•   DEMOKRASI YANG BER-KETUHANAN YANG MAHA ESA
•   DEMOKRASI DENGAN KECERDASAN
•   DEMOKRASI YANG BERKEDAULATAN RAKYAT
•   DEMOKRASI DENGAN RULE OF LAW
•   DEMOKRASI DENGAN PEMBAGIAN KEKUASAAN NEGARA
•   DEMOKRASI DENGAN HAK AZASI MANUSIA
•   DEMOKRASI DENGAN PERADILAN YANG MERDEKA
•   DEMOKRASI DENGAN OTONOMI DAERAH
•   DEMOKRASI DENGAN KEMAKMURAN
•   DEMOKRASI YANG BERKEADILAN SOSIAL

                                                  17
Hambatan-hambatan atas
        kelangsungan demokrasi
1.   Pemerintah yang tidak efektif
2.   Frekmentasi sosial dan keagamaan
3.   Kegagalan ekonomi
4.   Erosi etos demokrasi
5.   Krisis konstitusional
6.   Penyakit sosial
7.   Kurangnya rasa percaya diri di masa
     mendatang
Pendidikan demokrasi
• Pendidikan demokrasi diartikan sebagai
  upaya sistematis yang dilakukan Negara
  dan masyarakat untuk memfasilitasi
  individu warga negaranya agar
  memahami, menghayati, mengamalkan
  dan mengembangkan konsep, prinsip dan
  nilai demokrasi sesuai dengan status dan
  perannya dalam masyarakat ( winataputra,
  2006 : 12)
Demokratisasi
• Demokratisasi adalah penerapan kaedah-
  kaedah atau prinsip-prinsip demokrasi
  pada setiap kegiatan politik kenegaraan.
  Tujuannya yaitu agar terbentuknya
  kehidupan politik yang bercirikan
  demokrasi
PENDIDIKAN NASIONAL BERTUJUAN
UNTUK BERKEMBANGNYA POTENSI
   PESERTA DIDIK AGAR MENJADI
   MANUSIA YANG BERIMAN DAN
 BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG
   MAHA ESA, BERAKHLAK MULIA,
 SEHAT, BERILMU, CAKAP, KREATIF,
   MANDIRI,DAN MENJADI WARGA
  NEGARA YANG DEMOKRATIS DAN
      BERTANGGUNG JAWAB
 • (Pasal 3 UU RI 20 tahun 2003 ttg Sisdiknas)
Proses-proses Demokratisasi
• Pergantian penguasa non demokratis ke
  penguasa demokratis.
• Pembentukan lembaga-lembaga dan tertip
  politik demokrasi
• Konsolidasi demokrasi
• Praktek demokrasi sebagai budaya politik
  negara
Kewarganegaraan, demokrasi

Kewarganegaraan, demokrasi

  • 1.
  • 2.
    Kelompok 5 • Deshinta Juniati Iswari () • Ilman Bany Adi() • Taufikkur Rahman() • Wenny safitri (5215116384)
  • 3.
    Pengertian Demokrasi • MenurutKranenburg demokrasi terbentuk dari dua suku kata yaitu demos dan kratos (cratein). Demos berarti rakyat kratos (cratein) yang berarti pemerintahan. Berarti demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan rakyat dimana pemerintahan rakyat sangat menetukan.
  • 4.
    Pengertian demokrasi • Menurutmiriam budiarjo yakni sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh pendukung-pendukung yang berpegaruh • Menurut Hoogerwarf yakni cara pembentukan kebijakan dengan melibatkan anggota kelompok sebanyak mungkin • Menurut hans kelsen yakni pemerintah oleh rakyat dan untuk rakyat • Dll..
  • 5.
    Konsep Abraham Lincoln •Menurut Abraham Lincoln demokrasi adalah the government for, by and from people. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa demokrasi adalah pemerintahan dengan rakyat yang yang menentukan. Kekuasaan tertingginya ditangan rakyat hal tersebutlah yang dikatakan kedaulatan rakyat.
  • 6.
    Prinsip-prinsip demokrasi 1. Pembagiankekuasaan (eksekutif, legislatif, yudikatif), 2. Pemilu yang bebas 3. Management yang terbuka 4. Kebebasan individu 5. Peradilan yang bebas 6. Pengakuan hak minoritas 7. Pemerintah yang berdasarkan atas hukum
  • 7.
    8. Pers yangbebas 9. Parpol 10. Konsensus 11. Persetujuan 12. Pemerintah yang konstitusional 13. Pengawasan thdp adm neg, 14. Adanya ketentuan tentang pendemokrasian 15. Perlindungan Hak Asasi
  • 8.
    16. Pemeritahan yangmayoritas 17. Persaingan keahlian 18. Mekanisme politik 19. Kebebasan kebijaksanaan negara 20. Pemerintah yang mengutamakan musyawarah
  • 9.
    Perkembangan demokrasi di Indonesia • 1945 – 1949 UUD 45, Perjuangan fisik, Lemb. Demokrasi tidak terbentuk, sistem kabinet presidensiil, Demokrasi PS  Liberal. • 1949 – 1950 RIS 1949, Quasi parlementer, Ada PM, Demokrasi Liberal. • 1950 – 1959 UUDS 1950, Kompromisasi, Demokrasi liberal multipartai,Kabinet 7x, Konstituante gagal bentuk UUD baru, Dekrit Presiden 5 Juli 59.
  • 10.
    1959 – 1965 Formula demokrasi suai Sila IV PS, Pertarungan politik ideologi,lemb. Demokrasi dibentuk prosedur hukum, Konsep Nasakom,Demokrasi terpimpin (-). 1966 – 1998 Orde baru, Penyederhanaan parpol, penyalahgunaan wewenang &kekuasaan, SP 11 Maret 1966, PKI & ormasnya dilarang, Demokrasi Ps (-). 1998 – sekarang Reformasi, Presiden tidak sentralistik, Parpol mulai berfungsi : 48 24, Amandemen UUD 1945 4x, KKN masih banyak,Demokrasi Ps (+).
  • 11.
    Macam-Macam Demokrasi Menurut carapenyaluran kehendak rakyat, demokrasi dibedakan atas : • Demokrasi Langsung • Demokrasi Tidak Langsung Menurut dasar prinsip ideologi, demokrasi dibedakan atas : • Demokrasi Konstitusional (Demokrasi Liberal) • Demokrasi Rakyat (Demokrasi Proletar)
  • 12.
    Menurut dasar yangmenjadi titik perhatian atau prioritasnya, demokrasi dibedakan atas : • Demokrasi Formal • Demokrasi Material • Demokrasi Campuran Menurut dasar wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara, demokrasi dibedakan atas : • Demokrasi Sistem Parlementer • Demokrasi Sistem Presidensial
  • 13.
    • Menurut Sklarbentuk demokrasi moder ada lima 1. Demokrasi liberal 2. Demokrasi terpimpin 3. Demokrasi sosial 4. Demokrasi partisipasi 5. Demokrasi konstitusi
  • 14.
    KRITERIA NEGARA DEMOKRASI (International Conference of Jurists, Bangkok,1965) • Supremacy of Law (Hukum di atas segala hal) • Equality before the Law ( Persamaan di hadapan hukum) • Constitutional guarantee of Human Rights (Jaminan konstitusional terhadap HAM) • Impartial Tribune (Peradilan yang tidak memihak) • Civic education (Pendidikan kewarganegaraan) 14
  • 15.
    Demokrasi dlm PiagamMadinah (Sukidi dalam Tilaar:1999) • Kebebasan beragama • Persaudaraan seagama • Persatuan politik dalam meraih cita-cita bersama • Saling membantu • Persamaan hak dan kewajiban w.n. thd. Negara • Persamaan di depan hukum bagi setiap warga negara 15
  • 16.
    Demokrasi dlm PiagamMadinah (Lanjutan) • Penegakan hukum demi tegaknya keadilan dan kebenaran tanpa pandang bulu • Pemberlakuan hukum adat yang tetap berpedoman pada keadilan dan kebenaran, perdamaian dan kedamaian • Pengakuan hak atas setiap orang atau individu 16
  • 17.
    PILAR DEMOKRASI INDONESIA (UUD 1945, Sanusi:1998) • DEMOKRASI YANG BER-KETUHANAN YANG MAHA ESA • DEMOKRASI DENGAN KECERDASAN • DEMOKRASI YANG BERKEDAULATAN RAKYAT • DEMOKRASI DENGAN RULE OF LAW • DEMOKRASI DENGAN PEMBAGIAN KEKUASAAN NEGARA • DEMOKRASI DENGAN HAK AZASI MANUSIA • DEMOKRASI DENGAN PERADILAN YANG MERDEKA • DEMOKRASI DENGAN OTONOMI DAERAH • DEMOKRASI DENGAN KEMAKMURAN • DEMOKRASI YANG BERKEADILAN SOSIAL 17
  • 18.
    Hambatan-hambatan atas kelangsungan demokrasi 1. Pemerintah yang tidak efektif 2. Frekmentasi sosial dan keagamaan 3. Kegagalan ekonomi 4. Erosi etos demokrasi 5. Krisis konstitusional 6. Penyakit sosial 7. Kurangnya rasa percaya diri di masa mendatang
  • 19.
    Pendidikan demokrasi • Pendidikandemokrasi diartikan sebagai upaya sistematis yang dilakukan Negara dan masyarakat untuk memfasilitasi individu warga negaranya agar memahami, menghayati, mengamalkan dan mengembangkan konsep, prinsip dan nilai demokrasi sesuai dengan status dan perannya dalam masyarakat ( winataputra, 2006 : 12)
  • 20.
    Demokratisasi • Demokratisasi adalahpenerapan kaedah- kaedah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik kenegaraan. Tujuannya yaitu agar terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan demokrasi
  • 21.
    PENDIDIKAN NASIONAL BERTUJUAN UNTUKBERKEMBANGNYA POTENSI PESERTA DIDIK AGAR MENJADI MANUSIA YANG BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, BERAKHLAK MULIA, SEHAT, BERILMU, CAKAP, KREATIF, MANDIRI,DAN MENJADI WARGA NEGARA YANG DEMOKRATIS DAN BERTANGGUNG JAWAB • (Pasal 3 UU RI 20 tahun 2003 ttg Sisdiknas)
  • 22.
    Proses-proses Demokratisasi • Pergantianpenguasa non demokratis ke penguasa demokratis. • Pembentukan lembaga-lembaga dan tertip politik demokrasi • Konsolidasi demokrasi • Praktek demokrasi sebagai budaya politik negara