KEWAJIBAN DAN EKUITAS


OLEH”
KELOMPOK III



 Miswar Rohansyah
 Dwi Fanny wichaksana
A s d a r
KEWAJIBAN

 Apakah kewajiban itu ?
   Kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi masa depan yang
   timbul dari keharusan saat ini dari suatu entitas untuk mentransfer
   aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya dimasa depan
   sebagai akibat transaksi atau kejadian yang telah lalu
 Menjadi pengorbanan sumber ekonomik yang cukup pasti di masa
   depan (probable future sacrifices of economic benefits).
 Menjadi kewajiban saat ini atau perioda ini (present obligation)
   untuk menyerahkan kas, barang, atau jasa di masa datang.
 Terjadi karena transaksi masa lalu.
Penggolongan kewajiban

  Kewajiban dimasukkan dalam laporan neraca
  dengan saldo normal kredit, dan biasanya
  dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :

 Kewajiban Lancar (current liabilities)
 hutang Jangka Panjang (long-trem debt)
Pengakuan

 Pengakuan
 Kewajiban diakui pada saat keharusan telah mengikat
 akibat transaksi yang sebelumnya terjadi. Kewajiban
 dapat diakui atas dasar kriteria pengakuan yaitu
 definisi, keterukuran, keterandalan, dan keberpautan.
Penyajian kewajiban
   penyajian kewajiban lancar
    dalam praktek, kewajiban lancar biasanya dicatat dalam catatan akuntansi
    dan dilaporkan dalam laporan keuangan pada nilai penuh jatuh temponya.
    Karena singkatnya priode waktu yang terlibat, yang sering kali kurang dari
    satu tahun. Maka perbedaan antara nilai sekarang kewajiban lancar dan nilai
    jatuh temponya biasanya tidak besar. Akun kewajiban lancar biasanya
    disajikan sbagai klasifikasi pertama dalam kelompok kewajiban dan ekuitas
    pemegang saham di neraca. Dalam kelompok kewajiban lancar akun-akun
    itu dapat dicantumkan menurut jatuh temponya, dalam jumlah yang
    menurun, atau menurut prefensi likuiditasnya.
   Penyajian hutang jangka panjang
    Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam
    jumlah besar seringkali hanya melaporkan satu akun dalam neraca dan
    mendukungnya dengan komentar serta skedul dalam catatan yang
    menyertainya
Kewajiban Kontijensi

    Kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan
     keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak
     terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak
     sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan atau


    Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu
     tetapi tidak diakui karena :
     - tidak terdapat kemungkinan besar (not probable) perusahaan
      mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat
      ekonomis (selanjutnya disebut sebagai”sumber daya’) untuk
      menyelesaikan kewajibannya atau


     - jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.
Keuntungan kontinjensi

    Keuntungan kontinjensi (gain contingencies) adalah klaim
    atau hak untuk menerima aktiva (atau memiliki kewajiban
    yang menurun) yang keberadaannya tidak pasti tetapi
    pada akhirnya akan menjadi sah. Jenis keuntungan
    kontoinjensi yang khas adalah    :
   Penerimaan yang mungkin atas uang dari
    hadia, sumbangan, bonus, dan lain sebagainya.
   Kemungkinan pengembalian dana dari pemerintah atas
    kelebihan pajak
   Penundaan kasus pengadilan yang hasilnya mungkin
    menguntungkan
   Kerugian pajak yang dikompensasi ke depan
Kerugian Kontinjensi
 Kerugian kontingensi (loss contiengencies)
  adalah situasi yang melibatkan ketidakpastian
  atas kemungkinan terjadinya kerugian.
  Kewajiban yang terjadi sebagai akibat dari
  kerugian kontinjensi menurut defenisinya
  disebut sebagai kewajiban kontinjen
 Apabila terdapat kerugian kontinjensi, maka
  kemungkinan bahwa kejadian di masa depan
  akan menguatkan terjadinya kewajiban dapat
  berkisar dari sangat mungkin hingga kurang
  mungkin.
PENGUKURAN, PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN KONTINJENSI

 Pengukuran “ Besaran kewajiban kontingensi tidak dapat
  diukur secara eksak. Untuk itu diperlukan pertimbangan
  profesional oleh pihak yang berkompeten
 Penyajian dan pengungkaopan “Kewajiban kontingensi tidak
  disajikan pada neraca, namun demikian harus mengungkapkan
  kewajiban kontingensi pada Catatan atas Laporan Keuangan
  untuk setiap jenis kewajiban kontingensi pada tanggal neraca
  Pengungkapan tersebut dapat meliputi:
  1. karakteristik kewajiban kontingensi;
  2. estimasi dari dampak finansial yang diukur;
  3. indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah
  atau waktu aruskeluar sumber daya;
  4. kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga
Kewajiban diestimasi

 Kewajiban diestimasi adalah kewajiban yang
  waktu dan jumlahnya belum pasti. Kewajiban
  diestimasi dapat dibedakan dari kewajiban
  lain, seperti utang dagang dan akrual, karena
  pada kewajiban diestimasi terdapat
  ketidakpastian mengenai waktu atau jumlah
  yang harus dikeluarkan pada masa datang
  untuk menyelesaikan kewajiban diestimasi
  tersebut.
Pengakuan diestimasi

  Kewajiban diestimasi harus diakui apabila ketiga
  kondisi berikut dipenuhi:
 perusahaan memiliki kewajiban kini (baik
  bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
  sebagai akibat peristiwa masa lalu;
 besarkemungkinan (probable) penyelesaian
  kewajiban tersebutmengakibatkan arus keluar
  sumber daya; dan
 estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban
  tersebut dapat dibuat
Pengungkapan diestimasi

     Untuk setiap jenis kewajiban diestimasi, entitas harus
     mengungkapkan:
1.    nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
2.    kewajiban diestimasi tambahan yang dibuat dalam periode
      bersangkutan, termasuk peningkatan jumlah pada kewajiban
      diestimasi yang ada;
3.    jumlah yang digunakan, yaitu jumlah yang terjadi dan
      dibebankan pada kewajiban diestimasi selama periode
      bersangkutan;
4.    jumlah yang belum digunakan yang dibatalkan selama periode
      bersangkutan; dan
5.    peningkatan, selama periode yang bersangkutan, dalam nilai
      kini yang timbul karena berlalunya waktu dan dampak dari
      setiap perubahan tingkat diskonto.ormasi komparatif tidak
      diharuskan.
Hubungan antara kewajiban diestimasi
dan kewajiban kontinjensi (PSAK)
    Secara umum, semua kewajiban diestimasi bersifat kontinjensi karena tidak
     pasti dalam jumlah atau waktu. Tetapi dalam pernyataan ini istilah
     kontijensi digunakan untuk kewajiban dan aktiva yang tidak diakui karena
     keberadaannya baru dapat dipastikan dengan terjadi atau tidak terjadinya
     satu peristiwa atau lebih yang tidak pasti pada masa datang dan tidak
     sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan. Disamping itu istilah
     kontinjensi digunakan untuk kewajiban yang tidak memenuhi kriteria
     pengakuan.


    Kewajiban diestimasi diakui sebagai kewajiban (dengan asumsi dapat dibuat
     estimasi andal) karena kewajiban diestimasi tersebut merupakan kewajiban
     masa kini dan kemungkinan besar (probable) mengakibatkan arus keluar
     sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
EKUITAS

DEFINISI
Istilah ekuitas berasal dari kata equity atau
equity of ownership yang berarti kekayaan
bersih perusahaan. Secara sederhana, ia
diformulasikan sebagai total aktiva dikurangi
total pasiva. Ekuitas merupakan bagian hak
pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara
aktiva dan kewajiban yang ada
Komponen Ekuitas Pemegang Saham


  Ekuitas pemilik tercermin dalam neraca
  terdiri dari:

 Modal di setor
 Tambahan modal disetor
 Laba ditahan
BENTUK PERUSAHAAN


 Terdapat beberapa bentuk perusahaan yaitu
  perusahaan perorangan, persekutuan dan perseroan
  terbatas serta koperasi. Walaupun secara hukum
  perusahaan perseorangan tidak diakui sebagai
  entitas yang terpisah dengan pemiliknya, namun
  menurut pandangan akuntansi perusahaan
  perorangan terpisah dari pemiliknya. Perseroan
  terbatas menurut pandangan hukum merupakan
  entitas yang dapat melakukan kegiatan seperti
  manusia sehingga dapat dikatakan bahwa PT
  merupakan entitas buatan (artificial entity). Pada
  bab ini pembahasan ditekankan pada perseroan
  terbatas.
Karakteristik Perseroan Terbatas

 Perseroan adalah bentuk perusahaan yang kepemilikannya
  terbagi atas sejumlah saham. Dengan demikian pemilik
  dari usaha perseroan adalah lebih dari satu dengan jumlah
  kepemilikan tercermin pada jumlah saham yang
  dipegangnya. Perseroan dapat diklasifikasikan dari segi
  kepemilikannya sebagaiberikut
 Perseroan sektor masyarakat/publik perseroan jenis ini
  saham-sahamnya dimiliki oleh unit-unit pemerintahatau
  operasi bisnis yang dimiliki unit-unit pemerintah.
 perseroan sektor swasta
    i. Bukan saham
    ii. Saham
        a. Perseroan tertutup (non-publik)
        b. Perseroan terbuka (perusahaan publik ):
Saham preferen
 Keunggulan
  • diprioritaskan dari saham biasa dalam hal terjadi
    likuidasi
  • Dividen tetap
  • Dapat memiliki beragam variasi dividen
  • Diproritaskan dari saham biasa dalam pembayaran
    dividen
 Kelemahan
  • Perioritas setelah hutang dalam hal jika
    terjadidilikuidasi
  • Dividen dapat ditunda pembayarannya
  • Tidak memiliki hak suara
Saham biasa

 Keunggulan
  hak suara
   • Pemilihan dewan direksi
   • Pemilihan aktivitas manajemen yang signifikan
  hak atas sisa laba (setelah preferent stock)
 kelemahan
  Perioritas terakhir ketika likuidasi
  Tidak ada jaminan return
Akuntansi Untuk Penerbitan Saham
 Saham preferen atau saham biasa
  Akun ini memperlihatkan jenis saham yang diterbitkan
  dengan nilai parinya.akun ini dikredit ketika saham
  pertama kali diterbitkan, dan tidak ada penambahan ayat
  jurnal pada akun ini kecuali ada penambahan saham yang
  diterbitkan atau adanya penarikan saham.
 Tambahan modal disetor
  akun ini menunjukkan kelebihan modal disetor di atas
  nilai pari saham.tambahan modal disetor ini meliputi agio
  saham atau disagio saham
Akuntansi Ekuitas Untuk Badan Usaha
Berbentuk PT
   Unsur penambahan modal disetor PT
    Akun tambahan modal disetor terdiri dari berbagai macam unsur penambah
    modal, seperti; agio saham, tambahan modal dari perolehan kembali saham
    dengan harga yang lebih rendah dari pada jumlah yang diterima pada saat
    pengeluaran, tambahan modal dari penjualan saham yang diperoleh
    kembali dengan harga di atas jumlah yang dibayarkan pada saat
    perolehannya, tambahan modal dari perbedaan kurs modal disetor dan lain
    sebagainya
   Pencatatan penambahan modal disetor PT
     Jumlah uang yang diterima.
     Setoran saham dalam bentuk uang, sesuai transaksi nyata
• besarnya tagihan yang timbul atau hutang yang
  dikonversi menjadi modal.
• Setoran saham dalam dividen saham dilakukan
  dengan harga wajar saham
• Nilai wajar aktiva bukan kas yang diterima
• Setoran saham dalam bentuk barang (inbreng
 Pencatatan pengurangan modal disetor PT
    Pengurangan modal disetor lazimnya dicatat berdasarkan
a. Jumlah uang yang dibayarkan; atau
b. Besarnya hutang yang timbul; atau
c. Nilai wajar aktiva bukan kas yang diserahkan.

 Penebusan/penarikan kembali modal saham PT
   • Perolehan kembali saham beredar dengan cost method
   • Perolehan kembali saham beredar dengan par value method
   • Perolehan kembali saham sumbangan
Dividen


  Jenis-jenis dividen
   • Deviden tunai
   • Dividen propertii
   • Dividen skrip
   • Dividen likuidasi
   • Dividen saham
Bentuk pembagian dividen


  kewajiban perusahaan untuk membagi
  dividen timbul pada saat deklarasi
  dividen, dan dengan demikian pada saat
  tersebut saldo laba akan dibebani
  dengan jumlah dividen termaksud. kewajiban
  yang timbul lazimnya disajikan dalam
  kelompok kewajiban lancar
Penyajian Dan Pengungkapan

 Penyajian ekuitas
  Penyajian ekuitas dalam neraca harus dilakukan
  sesuai dengan ketentuan pada akta pendirian
  perusahaan dan peraturan yang berlaku serta
  menggambarkanhubungan keuangan yang ada.
  Modal dasar, modal yang ditempatkan dan
  modal yang disetor, nilai nominal danbanyaknya
  saham untuk setiap jenis saham harus
  dinyatakan dalam neraca.
 Penyajian dan pengungkapan saldo laba
  Pengungkapan saldo laba harus Meliputi:
 a)   Pengungkapan penjatahan (apropriasi) dan pemisahan saldo laba
 b)   Peraturan, perikatan, batasan dan jumlah batasan di sekitar
      saldo laba, harusdiungkapkan
 c)   Perubahan saldo laba karena penggabungan usaha dengan
      metode penyatuan kepentingan (pooling of interests).
 d)   koreksi masa lalu, baik bruto maupun netosetelah pajak
 e)   Pengungkapan jumlah dividen dan dividen per lembar saham
 f)   Tunggakan dividen
 g)   Pengungkapan deklarasi dividen setelah tanggal neraca
 h)   Pengungkapan dividen saham dan pecah-saham
Pengungkapan peristiwa setelah
tanggal neraca
 kewajiban pengungkapan kejadian penting
 setelah tanggal laporan keuangan dalam
 catatan atas laporan keuangan, seperti
 penjualan saham besar-besaran,deklarasi
 dividen setelah tanggal neraca sebelum
 tanggal pendapat
 akuntanindependen, rekapitalisasi dan
 transaksi modal yang lain.

Kewajiban dan ekuitas

  • 1.
    KEWAJIBAN DAN EKUITAS OLEH” KELOMPOKIII  Miswar Rohansyah  Dwi Fanny wichaksana A s d a r
  • 2.
    KEWAJIBAN  Apakah kewajibanitu ? Kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi masa depan yang timbul dari keharusan saat ini dari suatu entitas untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya dimasa depan sebagai akibat transaksi atau kejadian yang telah lalu  Menjadi pengorbanan sumber ekonomik yang cukup pasti di masa depan (probable future sacrifices of economic benefits).  Menjadi kewajiban saat ini atau perioda ini (present obligation) untuk menyerahkan kas, barang, atau jasa di masa datang.  Terjadi karena transaksi masa lalu.
  • 3.
    Penggolongan kewajiban Kewajiban dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :  Kewajiban Lancar (current liabilities)  hutang Jangka Panjang (long-trem debt)
  • 4.
    Pengakuan  Pengakuan Kewajibandiakui pada saat keharusan telah mengikat akibat transaksi yang sebelumnya terjadi. Kewajiban dapat diakui atas dasar kriteria pengakuan yaitu definisi, keterukuran, keterandalan, dan keberpautan.
  • 5.
    Penyajian kewajiban  penyajian kewajiban lancar dalam praktek, kewajiban lancar biasanya dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan pada nilai penuh jatuh temponya. Karena singkatnya priode waktu yang terlibat, yang sering kali kurang dari satu tahun. Maka perbedaan antara nilai sekarang kewajiban lancar dan nilai jatuh temponya biasanya tidak besar. Akun kewajiban lancar biasanya disajikan sbagai klasifikasi pertama dalam kelompok kewajiban dan ekuitas pemegang saham di neraca. Dalam kelompok kewajiban lancar akun-akun itu dapat dicantumkan menurut jatuh temponya, dalam jumlah yang menurun, atau menurut prefensi likuiditasnya.  Penyajian hutang jangka panjang Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah besar seringkali hanya melaporkan satu akun dalam neraca dan mendukungnya dengan komentar serta skedul dalam catatan yang menyertainya
  • 6.
    Kewajiban Kontijensi  Kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan atau  Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu tetapi tidak diakui karena : - tidak terdapat kemungkinan besar (not probable) perusahaan mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis (selanjutnya disebut sebagai”sumber daya’) untuk menyelesaikan kewajibannya atau - jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.
  • 7.
    Keuntungan kontinjensi Keuntungan kontinjensi (gain contingencies) adalah klaim atau hak untuk menerima aktiva (atau memiliki kewajiban yang menurun) yang keberadaannya tidak pasti tetapi pada akhirnya akan menjadi sah. Jenis keuntungan kontoinjensi yang khas adalah :  Penerimaan yang mungkin atas uang dari hadia, sumbangan, bonus, dan lain sebagainya.  Kemungkinan pengembalian dana dari pemerintah atas kelebihan pajak  Penundaan kasus pengadilan yang hasilnya mungkin menguntungkan  Kerugian pajak yang dikompensasi ke depan
  • 8.
    Kerugian Kontinjensi  Kerugiankontingensi (loss contiengencies) adalah situasi yang melibatkan ketidakpastian atas kemungkinan terjadinya kerugian. Kewajiban yang terjadi sebagai akibat dari kerugian kontinjensi menurut defenisinya disebut sebagai kewajiban kontinjen  Apabila terdapat kerugian kontinjensi, maka kemungkinan bahwa kejadian di masa depan akan menguatkan terjadinya kewajiban dapat berkisar dari sangat mungkin hingga kurang mungkin.
  • 9.
    PENGUKURAN, PENYAJIAN DANPENGUNGKAPAN KONTINJENSI  Pengukuran “ Besaran kewajiban kontingensi tidak dapat diukur secara eksak. Untuk itu diperlukan pertimbangan profesional oleh pihak yang berkompeten  Penyajian dan pengungkaopan “Kewajiban kontingensi tidak disajikan pada neraca, namun demikian harus mengungkapkan kewajiban kontingensi pada Catatan atas Laporan Keuangan untuk setiap jenis kewajiban kontingensi pada tanggal neraca Pengungkapan tersebut dapat meliputi: 1. karakteristik kewajiban kontingensi; 2. estimasi dari dampak finansial yang diukur; 3. indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu aruskeluar sumber daya; 4. kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga
  • 10.
    Kewajiban diestimasi  Kewajibandiestimasi adalah kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti. Kewajiban diestimasi dapat dibedakan dari kewajiban lain, seperti utang dagang dan akrual, karena pada kewajiban diestimasi terdapat ketidakpastian mengenai waktu atau jumlah yang harus dikeluarkan pada masa datang untuk menyelesaikan kewajiban diestimasi tersebut.
  • 11.
    Pengakuan diestimasi Kewajiban diestimasi harus diakui apabila ketiga kondisi berikut dipenuhi:  perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu;  besarkemungkinan (probable) penyelesaian kewajiban tersebutmengakibatkan arus keluar sumber daya; dan  estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat
  • 12.
    Pengungkapan diestimasi Untuk setiap jenis kewajiban diestimasi, entitas harus mengungkapkan: 1. nilai tercatat pada awal dan akhir periode; 2. kewajiban diestimasi tambahan yang dibuat dalam periode bersangkutan, termasuk peningkatan jumlah pada kewajiban diestimasi yang ada; 3. jumlah yang digunakan, yaitu jumlah yang terjadi dan dibebankan pada kewajiban diestimasi selama periode bersangkutan; 4. jumlah yang belum digunakan yang dibatalkan selama periode bersangkutan; dan 5. peningkatan, selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini yang timbul karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto.ormasi komparatif tidak diharuskan.
  • 13.
    Hubungan antara kewajibandiestimasi dan kewajiban kontinjensi (PSAK)  Secara umum, semua kewajiban diestimasi bersifat kontinjensi karena tidak pasti dalam jumlah atau waktu. Tetapi dalam pernyataan ini istilah kontijensi digunakan untuk kewajiban dan aktiva yang tidak diakui karena keberadaannya baru dapat dipastikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih yang tidak pasti pada masa datang dan tidak sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan. Disamping itu istilah kontinjensi digunakan untuk kewajiban yang tidak memenuhi kriteria pengakuan.  Kewajiban diestimasi diakui sebagai kewajiban (dengan asumsi dapat dibuat estimasi andal) karena kewajiban diestimasi tersebut merupakan kewajiban masa kini dan kemungkinan besar (probable) mengakibatkan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
  • 14.
    EKUITAS DEFINISI Istilah ekuitas berasaldari kata equity atau equity of ownership yang berarti kekayaan bersih perusahaan. Secara sederhana, ia diformulasikan sebagai total aktiva dikurangi total pasiva. Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada
  • 15.
    Komponen Ekuitas PemegangSaham Ekuitas pemilik tercermin dalam neraca terdiri dari:  Modal di setor  Tambahan modal disetor  Laba ditahan
  • 16.
    BENTUK PERUSAHAAN  Terdapatbeberapa bentuk perusahaan yaitu perusahaan perorangan, persekutuan dan perseroan terbatas serta koperasi. Walaupun secara hukum perusahaan perseorangan tidak diakui sebagai entitas yang terpisah dengan pemiliknya, namun menurut pandangan akuntansi perusahaan perorangan terpisah dari pemiliknya. Perseroan terbatas menurut pandangan hukum merupakan entitas yang dapat melakukan kegiatan seperti manusia sehingga dapat dikatakan bahwa PT merupakan entitas buatan (artificial entity). Pada bab ini pembahasan ditekankan pada perseroan terbatas.
  • 17.
    Karakteristik Perseroan Terbatas Perseroan adalah bentuk perusahaan yang kepemilikannya terbagi atas sejumlah saham. Dengan demikian pemilik dari usaha perseroan adalah lebih dari satu dengan jumlah kepemilikan tercermin pada jumlah saham yang dipegangnya. Perseroan dapat diklasifikasikan dari segi kepemilikannya sebagaiberikut  Perseroan sektor masyarakat/publik perseroan jenis ini saham-sahamnya dimiliki oleh unit-unit pemerintahatau operasi bisnis yang dimiliki unit-unit pemerintah.  perseroan sektor swasta i. Bukan saham ii. Saham a. Perseroan tertutup (non-publik) b. Perseroan terbuka (perusahaan publik ):
  • 18.
    Saham preferen  Keunggulan • diprioritaskan dari saham biasa dalam hal terjadi likuidasi • Dividen tetap • Dapat memiliki beragam variasi dividen • Diproritaskan dari saham biasa dalam pembayaran dividen  Kelemahan • Perioritas setelah hutang dalam hal jika terjadidilikuidasi • Dividen dapat ditunda pembayarannya • Tidak memiliki hak suara
  • 19.
    Saham biasa  Keunggulan  hak suara • Pemilihan dewan direksi • Pemilihan aktivitas manajemen yang signifikan  hak atas sisa laba (setelah preferent stock)  kelemahan  Perioritas terakhir ketika likuidasi  Tidak ada jaminan return
  • 20.
    Akuntansi Untuk PenerbitanSaham  Saham preferen atau saham biasa Akun ini memperlihatkan jenis saham yang diterbitkan dengan nilai parinya.akun ini dikredit ketika saham pertama kali diterbitkan, dan tidak ada penambahan ayat jurnal pada akun ini kecuali ada penambahan saham yang diterbitkan atau adanya penarikan saham.  Tambahan modal disetor akun ini menunjukkan kelebihan modal disetor di atas nilai pari saham.tambahan modal disetor ini meliputi agio saham atau disagio saham
  • 21.
    Akuntansi Ekuitas UntukBadan Usaha Berbentuk PT  Unsur penambahan modal disetor PT Akun tambahan modal disetor terdiri dari berbagai macam unsur penambah modal, seperti; agio saham, tambahan modal dari perolehan kembali saham dengan harga yang lebih rendah dari pada jumlah yang diterima pada saat pengeluaran, tambahan modal dari penjualan saham yang diperoleh kembali dengan harga di atas jumlah yang dibayarkan pada saat perolehannya, tambahan modal dari perbedaan kurs modal disetor dan lain sebagainya  Pencatatan penambahan modal disetor PT  Jumlah uang yang diterima.  Setoran saham dalam bentuk uang, sesuai transaksi nyata
  • 22.
    • besarnya tagihanyang timbul atau hutang yang dikonversi menjadi modal. • Setoran saham dalam dividen saham dilakukan dengan harga wajar saham • Nilai wajar aktiva bukan kas yang diterima • Setoran saham dalam bentuk barang (inbreng
  • 23.
     Pencatatan penguranganmodal disetor PT Pengurangan modal disetor lazimnya dicatat berdasarkan a. Jumlah uang yang dibayarkan; atau b. Besarnya hutang yang timbul; atau c. Nilai wajar aktiva bukan kas yang diserahkan.  Penebusan/penarikan kembali modal saham PT • Perolehan kembali saham beredar dengan cost method • Perolehan kembali saham beredar dengan par value method • Perolehan kembali saham sumbangan
  • 24.
    Dividen  Jenis-jenisdividen • Deviden tunai • Dividen propertii • Dividen skrip • Dividen likuidasi • Dividen saham
  • 25.
    Bentuk pembagian dividen kewajiban perusahaan untuk membagi dividen timbul pada saat deklarasi dividen, dan dengan demikian pada saat tersebut saldo laba akan dibebani dengan jumlah dividen termaksud. kewajiban yang timbul lazimnya disajikan dalam kelompok kewajiban lancar
  • 26.
    Penyajian Dan Pengungkapan Penyajian ekuitas Penyajian ekuitas dalam neraca harus dilakukan sesuai dengan ketentuan pada akta pendirian perusahaan dan peraturan yang berlaku serta menggambarkanhubungan keuangan yang ada. Modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang disetor, nilai nominal danbanyaknya saham untuk setiap jenis saham harus dinyatakan dalam neraca.
  • 27.
     Penyajian danpengungkapan saldo laba Pengungkapan saldo laba harus Meliputi: a) Pengungkapan penjatahan (apropriasi) dan pemisahan saldo laba b) Peraturan, perikatan, batasan dan jumlah batasan di sekitar saldo laba, harusdiungkapkan c) Perubahan saldo laba karena penggabungan usaha dengan metode penyatuan kepentingan (pooling of interests). d) koreksi masa lalu, baik bruto maupun netosetelah pajak e) Pengungkapan jumlah dividen dan dividen per lembar saham f) Tunggakan dividen g) Pengungkapan deklarasi dividen setelah tanggal neraca h) Pengungkapan dividen saham dan pecah-saham
  • 28.
    Pengungkapan peristiwa setelah tanggalneraca kewajiban pengungkapan kejadian penting setelah tanggal laporan keuangan dalam catatan atas laporan keuangan, seperti penjualan saham besar-besaran,deklarasi dividen setelah tanggal neraca sebelum tanggal pendapat akuntanindependen, rekapitalisasi dan transaksi modal yang lain.