Cara buat di PPTnya perbedaannya, misalnya


prinsip                 AICPA                         IFAC            IAI



Cara buat di PPT nya perbedaanya, misalnya :

ATURAN                  AICPA                 IFAC                    IAI




AICPA
Kode Etik AICPA terdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan
pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules)

   1. Tanggung Jawab: Dalam menalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional,
      anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara snsitif (Artikel
      1)

   2. Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak
      sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan
      publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme (Artikel II)

   3. Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harus
      melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi
      (artikel III)

   4. Objektivitas dan Independensi: Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan
      bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung jawab profesional.
      Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga independensi dalam fakta
      dan penampilan saat memberikan jasa auditing dan atestasi lainnya (Artikel IV)

   5. Kehati-hatian (due care): Seorang anggota harus selalu mengikuti standar-standar
      etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus mengembangkan
      kompetensi dan kualita jasa, dan menunaikan tanggung jawab profesional sampai
      tingkat tertinggi kemampuan anggota yang bersangkutan (Artikel V)
6. Ruang Iingkup dan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik harus mengikuti
   prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan ruang lingkup an sifat
   jasa yang diberikan (Artikel VI).



   Aturan Etika AICPA        Interpretasi/Isu penting yang dicangkup

       1) 101 Independensi       •   Akan dipengaruhi oleh beragam transaksi,
                                     hubungan, dan kepentingan, termasuk:
                                     kepentingan finansial yang materil dan
                                     langsung, pelaksanaan jasa non-atestasi
                                     tertentu, inveestasi bersama, pinjaman,
                                     hubungan keluarga, jabatan resmi- seperti
                                     direktur, pejabat, pegawai, promotor,
                                     penjamin, trustee, pinjaman(kecuali untuk
                                     persyaratan normal dari lembaga keuangan
                                     untuk mobil, rumah tangga, kartu kredit)-
                                     dari ancaman litigasi

       2) 102 Integritas &       •   Tidak ada konflik kepentingan
          Objektivitas


                                 •   Tidak salah saji pelaporan ketentuan untuk
                                     menghindari subordinasi penilaian.

       3) 201 Standar            •   Kompetensi profesional
          umum


                                 •   Kehati-hatian profesional

                                 •   Perencanaan dan supervisi

                                 •   Data relevan yang memadahi

       4) 202 kesesuaian         •   Keharusan jika jasa meliputi auditing,
          dengan standar             review, kompilasi, konsultasi manajemen,
                                     perpajakan, atau jasa profesional lainnya

       5) 203 prinsip            •   Tidak ada penyimpangan dari prinsip-
          akuntansi                  prinsip Akuntansi Berterima Umum. Bila
                                     penyajiannya menimbulkan salah
                                     pengertian, maka harus dinyatakan mengapa
                                     diperlukan penyimpangan dan apa
                                     pengaruhnya- diotorisasi oleh pernyataan
                                     FASB, GASB, FASAB.
6) 301 informsi       •   Tidak boleh diungkap tanpa persetujuan,
   klien rahasia          kecuali untuk perkara pengadilan atau CPA
                          proceeding.

                      •   Tidak boleh digunakan untuk kepentingan
                          pribadi

7) 302 FEE            •   Tidak diperbolehkan untuk audit, review,
   Kontigen               kompilasi, pemeriksaan informasi keuangan
                          prospektif, perhitungan pajak, dan klaim
                          restitusi pajak-beberapa pengecualian
                          diberikan daftarnya.

8) 501 Tindakan       •   Tidak diperbolehkan: diskriminasi,
   mendiskreditkan        kekerasan, penyimpangan dari standar
                          pemerintah, ketidakpedulian.

9) 502 Advertensi     •   Tidak boleh memalsukan, menyesatkan,
   dan solisitasi         menipu, memaksa, upaya berlebihan, atau
                          dengan kekerasan.

10) 503 komisi dan    •   Tidak diperbolehkan untuk audit, review,
    Fee rujukan           kompilasi, dan pemeriksaan informasi
                          keuangan prospektif, keculi memerlukan
                          pengungkapan

11) 505 bentuk dan    •   Diizinkan kepemilikan minoritas non-CPA,
    nama organisasi       asal tanggung jawab akhir tetap pada
                          anggota CPA, secara financial dan lainnya
                          untuk pekerjaan atestasi yang dilaksanakan
                          untuk melindungi kepentingan publik, tetapi
                          tidak boleh di luar CPA, dan harus
                          mengikuti kode etik CPA.
IFAC

Stuktur Kode Etik IFAC




            Kewajiban kepada masyarakat pelayanan
                      kepetingan publik

                          Objektif:
           Memenuhi harapan profesionalisme, kinerja
                  dan kepentingan publik

                         Kebutuhan dasar:
            Kredibilitas, profesionalisme, jasa kualitas
                      tertinggi, kerahasiaan.

                    Prinsip-prnsip fundamental:
                Integritas, objektivitas, kompetensi
              profesional dan kehati-hatian, perilaku
                   profesionl, dan standar teknis.
Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC

      1) Integritas. Seorang akuntan profesiona harus bertindak tegas dan jujur dalam
         semua hubungan bisnis dan profesionalnya.

      2) Objektivitas. Seorag akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkan
         terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang lain sehingga
         mengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional.

      3) Kompetensi profesional dan kehati-hatian. Seorang akuntan profesional
         mempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan
         profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjamin
         seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yang
         didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini. Seorang
         akntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar
         profesional haus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesional
         dan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa profesional.

      4) Kerahasiaan. Seorang akuntan profesional harus menghormati kerhasiaan
         informasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnis
         serta tidak boleh mengungapkan informasi apa pun kepada pihak ketiga tanpa izin
         yng enar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak
         profesional untuk mengungkapkannya.

      5) Perilaku Profesional. Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan
         perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat
         mendiskreditkan profesi.



          ATURAN Etika (untuk profesi akuntan publik) IFAC

          200 Pendahuluan

          210 Penunjukan Profesional dan Penerimaan Klien

          220 Konflik Kepentingan

          230 Pendapat Kedua

          240 Fee dan Jenis Imbalan Lainnya

          250 Pemasaran Jasa Profesional
260 Hadiah dan Keramahtamahan

           270 Penyimpanan Aset Klien

           280 Objektivitas Semua Jasa

           290 Independensi Perikatan Penjaminan



           ATURAN Etika (untuk profesi akuntan Bisnis) IFAC

           300 Pendahuluan

           310 Potensi Konflik

           320 Penyusunan dan Pelaporan Informasi

           330 Bertindak dengan Keahlihan yang memadai



Independensi

Independensi dalam pemilkiran adalah suatu keadaan, pikiran yang memungkkinkan
pengungkapan suatu kesmpulan tanpa terkena pengaruh yang dapat mengkopromikan
penilaian profesional, memungkinkan seorang individu bertindak bedasarkan integritas, serta
menerapkan objektivitas dan skeptisme profesional.

Independensi Dalam Penampilan adalah pengindaran fakta dan kondisi yang sedemikian
signifikan sehingga pihak ketiga yang paham dan berpikir rasinal- dengan memiliki
pengetahuan akan sema informasi yang relevan, termasuk pencagahan yang diterapkan- akan
tetap dapat menarik kesimpulan bahwa skptisme profesional, objektifitas, dan integritas
anggota firma atau tim penjaminan telah dikompromikan.



Ancaman Terhadap Independensi

   a) Kepentingan Diri

   b) Review Diri

   c) Advokasi

   d) Kekerabatan

   e) Intimidasi

Pengamanan Terhadap Ancaman Independensi

   a) Pengamanan melalui profesi, legislasi, atau regulasi.
b) Pengamanan lingkungan kerja(IFAC, 100.11).




IAI
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
(1) Prinsip Etika,
 (2) Aturan Etika, dan
 (3) Interpretasi Aturan Etika. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi
Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh
anggota.

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam
Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki
oleh seorang akuntan, yaitu :
1. Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai
profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua
kegiatan yang dilakukannya.
2. Kepentingan publik : akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam
kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen
atas profesionalisme.
3. Integritas : akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan
kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga
integritasnya setinggi mungkin.
4. Obyektifitas : dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, setiap akuntan sebagai anggota IAI
harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan.
5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional : akuntan dituntut harus melaksanakan jasa
profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai
kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang
diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa
profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling
mutakhir.
6. Kerahasiaan : akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama
melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa
persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7. Perilaku profesional : akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten
selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan
profesinya.
8. Standar teknis : akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi
standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-
hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama
penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.




Aturan Etika IAI

100 independensi, integritas, dan objektivitas

       101 Independensi

       102 Integritas dan Objektivitas

200 standar umum dan prinsip akuntansi

       201 Standar Umum

       202 Kepatuhan terhadap Standar

       203 Prinsip-Prinsip Akuntansi

300 tanggung jawab kepada klien

       301 Informasi Klien Yang Rahasia

       302 Fee profesional

400 tanggung jawab kepada rekan seprofesi

       401 taggung jawab kepada reken seprofesi

       402 komunikasi antar rekan seprofesi

       403 perikatan atestasi

500 tanggung jawab dan praktik lainnya
501 Perbuatan dan Perkataan yang Mendriskreditkan

502 Iklan, Promosi, dan Kegiatan Pemasaran Lainnya

503 Komisi dan Fee Referal

504 Betuk Organisasi dan KAP

55239327 kode-etik-aicpa-ifac-iai

  • 1.
    Cara buat diPPTnya perbedaannya, misalnya prinsip AICPA IFAC IAI Cara buat di PPT nya perbedaanya, misalnya : ATURAN AICPA IFAC IAI AICPA Kode Etik AICPA terdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules) 1. Tanggung Jawab: Dalam menalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional, anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara snsitif (Artikel 1) 2. Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme (Artikel II) 3. Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harus melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi (artikel III) 4. Objektivitas dan Independensi: Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung jawab profesional. Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga independensi dalam fakta dan penampilan saat memberikan jasa auditing dan atestasi lainnya (Artikel IV) 5. Kehati-hatian (due care): Seorang anggota harus selalu mengikuti standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus mengembangkan kompetensi dan kualita jasa, dan menunaikan tanggung jawab profesional sampai tingkat tertinggi kemampuan anggota yang bersangkutan (Artikel V)
  • 2.
    6. Ruang Iingkupdan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan ruang lingkup an sifat jasa yang diberikan (Artikel VI). Aturan Etika AICPA Interpretasi/Isu penting yang dicangkup 1) 101 Independensi • Akan dipengaruhi oleh beragam transaksi, hubungan, dan kepentingan, termasuk: kepentingan finansial yang materil dan langsung, pelaksanaan jasa non-atestasi tertentu, inveestasi bersama, pinjaman, hubungan keluarga, jabatan resmi- seperti direktur, pejabat, pegawai, promotor, penjamin, trustee, pinjaman(kecuali untuk persyaratan normal dari lembaga keuangan untuk mobil, rumah tangga, kartu kredit)- dari ancaman litigasi 2) 102 Integritas & • Tidak ada konflik kepentingan Objektivitas • Tidak salah saji pelaporan ketentuan untuk menghindari subordinasi penilaian. 3) 201 Standar • Kompetensi profesional umum • Kehati-hatian profesional • Perencanaan dan supervisi • Data relevan yang memadahi 4) 202 kesesuaian • Keharusan jika jasa meliputi auditing, dengan standar review, kompilasi, konsultasi manajemen, perpajakan, atau jasa profesional lainnya 5) 203 prinsip • Tidak ada penyimpangan dari prinsip- akuntansi prinsip Akuntansi Berterima Umum. Bila penyajiannya menimbulkan salah pengertian, maka harus dinyatakan mengapa diperlukan penyimpangan dan apa pengaruhnya- diotorisasi oleh pernyataan FASB, GASB, FASAB.
  • 3.
    6) 301 informsi • Tidak boleh diungkap tanpa persetujuan, klien rahasia kecuali untuk perkara pengadilan atau CPA proceeding. • Tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi 7) 302 FEE • Tidak diperbolehkan untuk audit, review, Kontigen kompilasi, pemeriksaan informasi keuangan prospektif, perhitungan pajak, dan klaim restitusi pajak-beberapa pengecualian diberikan daftarnya. 8) 501 Tindakan • Tidak diperbolehkan: diskriminasi, mendiskreditkan kekerasan, penyimpangan dari standar pemerintah, ketidakpedulian. 9) 502 Advertensi • Tidak boleh memalsukan, menyesatkan, dan solisitasi menipu, memaksa, upaya berlebihan, atau dengan kekerasan. 10) 503 komisi dan • Tidak diperbolehkan untuk audit, review, Fee rujukan kompilasi, dan pemeriksaan informasi keuangan prospektif, keculi memerlukan pengungkapan 11) 505 bentuk dan • Diizinkan kepemilikan minoritas non-CPA, nama organisasi asal tanggung jawab akhir tetap pada anggota CPA, secara financial dan lainnya untuk pekerjaan atestasi yang dilaksanakan untuk melindungi kepentingan publik, tetapi tidak boleh di luar CPA, dan harus mengikuti kode etik CPA.
  • 4.
    IFAC Stuktur Kode EtikIFAC Kewajiban kepada masyarakat pelayanan kepetingan publik Objektif: Memenuhi harapan profesionalisme, kinerja dan kepentingan publik Kebutuhan dasar: Kredibilitas, profesionalisme, jasa kualitas tertinggi, kerahasiaan. Prinsip-prnsip fundamental: Integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan kehati-hatian, perilaku profesionl, dan standar teknis.
  • 5.
    Prinsip-prinsip Fundamental EtikaIFAC 1) Integritas. Seorang akuntan profesiona harus bertindak tegas dan jujur dalam semua hubungan bisnis dan profesionalnya. 2) Objektivitas. Seorag akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkan terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang lain sehingga mengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional. 3) Kompetensi profesional dan kehati-hatian. Seorang akuntan profesional mempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjamin seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yang didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini. Seorang akntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesional haus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesional dan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa profesional. 4) Kerahasiaan. Seorang akuntan profesional harus menghormati kerhasiaan informasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnis serta tidak boleh mengungapkan informasi apa pun kepada pihak ketiga tanpa izin yng enar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya. 5) Perilaku Profesional. Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. ATURAN Etika (untuk profesi akuntan publik) IFAC 200 Pendahuluan 210 Penunjukan Profesional dan Penerimaan Klien 220 Konflik Kepentingan 230 Pendapat Kedua 240 Fee dan Jenis Imbalan Lainnya 250 Pemasaran Jasa Profesional
  • 6.
    260 Hadiah danKeramahtamahan 270 Penyimpanan Aset Klien 280 Objektivitas Semua Jasa 290 Independensi Perikatan Penjaminan ATURAN Etika (untuk profesi akuntan Bisnis) IFAC 300 Pendahuluan 310 Potensi Konflik 320 Penyusunan dan Pelaporan Informasi 330 Bertindak dengan Keahlihan yang memadai Independensi Independensi dalam pemilkiran adalah suatu keadaan, pikiran yang memungkkinkan pengungkapan suatu kesmpulan tanpa terkena pengaruh yang dapat mengkopromikan penilaian profesional, memungkinkan seorang individu bertindak bedasarkan integritas, serta menerapkan objektivitas dan skeptisme profesional. Independensi Dalam Penampilan adalah pengindaran fakta dan kondisi yang sedemikian signifikan sehingga pihak ketiga yang paham dan berpikir rasinal- dengan memiliki pengetahuan akan sema informasi yang relevan, termasuk pencagahan yang diterapkan- akan tetap dapat menarik kesimpulan bahwa skptisme profesional, objektifitas, dan integritas anggota firma atau tim penjaminan telah dikompromikan. Ancaman Terhadap Independensi a) Kepentingan Diri b) Review Diri c) Advokasi d) Kekerabatan e) Intimidasi Pengamanan Terhadap Ancaman Independensi a) Pengamanan melalui profesi, legislasi, atau regulasi.
  • 7.
    b) Pengamanan lingkungankerja(IFAC, 100.11). IAI Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika, dan (3) Interpretasi Aturan Etika. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu : 1. Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. 2. Kepentingan publik : akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. 3. Integritas : akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin. 4. Obyektifitas : dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan. 5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional : akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa
  • 8.
    profesional yang kompetenberdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir. 6. Kerahasiaan : akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. 7. Perilaku profesional : akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya. 8. Standar teknis : akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati- hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas. Aturan Etika IAI 100 independensi, integritas, dan objektivitas 101 Independensi 102 Integritas dan Objektivitas 200 standar umum dan prinsip akuntansi 201 Standar Umum 202 Kepatuhan terhadap Standar 203 Prinsip-Prinsip Akuntansi 300 tanggung jawab kepada klien 301 Informasi Klien Yang Rahasia 302 Fee profesional 400 tanggung jawab kepada rekan seprofesi 401 taggung jawab kepada reken seprofesi 402 komunikasi antar rekan seprofesi 403 perikatan atestasi 500 tanggung jawab dan praktik lainnya
  • 9.
    501 Perbuatan danPerkataan yang Mendriskreditkan 502 Iklan, Promosi, dan Kegiatan Pemasaran Lainnya 503 Komisi dan Fee Referal 504 Betuk Organisasi dan KAP