Kelebihan & Kekurangan Jenis-Jenis Amplifier
a). Common Emitor
Adalah rangkaian transistor dimana signal input (VI) terhubung antara basis dan emitor,
arus yang diperkuat oleh transistor menghasilkan signal output yang lebih besar. Penguat
Emitor (VE) adalah penguat balik dimana fasa signal output merupakan kebalikan dari signal
input, penambahan tegangan pada base akan menambah arus base yang mengakibatkan
bertambahnya IC. Nilai IC yang naik menyebabkan bertambahnya tegangan RL yang berakibat
tegangan colektor berkurang.
Penambahan tegangan (+) pada base menyebabkan pengurangan tegangan colektor,
bila tegangan base berkurang IB dan IC berkurang juga, sehingga tegangan colektor akan naik.
Signal output merupakan kebalikan dari signal input.
Sifat – sifat
 Signal output berbeda phasa 180 derajat.
 Memungkinkan adanya osilasi akibat feedback, untuk mencegahnya sering dipasang
feedback negatif.
 Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah).
 Stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor.
 mempunyai impedansi input yang rendah
 mempunyai impedansi output yang tinggi
 penguatan arus besar
 penguatan daya maksimum +- 50dB (deciBell)
Kelebihan :
1. Memiliki sifat menguatkan tegangan puncak amplitudo dari sinyal masukan
2. Sangat mungkin terjadi isolasi karena adanya umpan balik positif, sehingga sering
dipasang umpan balik negative untuk mencegahnya. Sering dipakai pada penguat
frekuensi rendah ( terutama pada sinyal audio ). Mempunyai stabilitas penguatan yang
rendah karena bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor
Kekurangan :
1. Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung pada kestabilan suhu
dan bias transistor.
2. Terjadi osilasi karena adanya umpan balik positif.
b) Common Basis
Sejenis penguat yang kaki basis transistor di groundkan, lalu input dimasukkan ke
emitter dan output diambil pada kaki kolektor. Penguat ini mempunyai karakter sebagai penguat
tegangan
Sifat – sifat
 Isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil.
 Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat
menguatkan sinyal kecil.
 Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi.
 Dapat dipakai sebagai buffer.
Kelebihan :
1. Dapat menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal masukan dan keluaran
2. Mempunyai impedansi input yang relatif tinggi sehingga cocok untuk penguat sinyal kecil (pre
amplifier).
3. Adanya isolasi yang tinggi dari output ke input sehingga meminimalkan efek umpan balik.
Kekurangan :
1. Tidak ada penguatan arus
c). Common Kolektor
Adalah rangkaian transistor dimana colektor dihubungkan langsung ke vcc, signal input
di hubungkan dengan base dan output diambil dari kaki emitor , rangkaian ini memiliki
keistimewaan diantaranya : impedansi outputnya sangat rendah, sehingga dapat dihubungkan
dengan condensator ke speaker. Dengan ini penguat ini mempunyai karakter sebagai penguat
arus.
Sifat – sifat :
 Signal output dan sigal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor).
 Penguatan tegangan kurang dari 1 (satu).
 Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor).
 Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah sehingga cocok digunakan sebagai
buffer.
 penguatan arus besar
 impedansi input tinggi
 impedansi output rendah
 penguatan daya rendah
 penguatan tegangan rendah
 mempunyai inverting signal/fasa (+)
 signal input pada base dan output pada emitor
Kelebihan :
1. Mempunyai impedansi input tinggi dan mempunyai impedansi output yang rendah.
2. Sinyal outputnya sefasa dengan sinyal
3. Mempunyai penguatan arus yang tinggi
Kekurangan :
1. Masukan tinggi dan ketahanan output yang rendah

Kelebihan dan kekurangan amplifier

  • 1.
    Kelebihan & KekuranganJenis-Jenis Amplifier a). Common Emitor Adalah rangkaian transistor dimana signal input (VI) terhubung antara basis dan emitor, arus yang diperkuat oleh transistor menghasilkan signal output yang lebih besar. Penguat Emitor (VE) adalah penguat balik dimana fasa signal output merupakan kebalikan dari signal input, penambahan tegangan pada base akan menambah arus base yang mengakibatkan bertambahnya IC. Nilai IC yang naik menyebabkan bertambahnya tegangan RL yang berakibat tegangan colektor berkurang. Penambahan tegangan (+) pada base menyebabkan pengurangan tegangan colektor, bila tegangan base berkurang IB dan IC berkurang juga, sehingga tegangan colektor akan naik. Signal output merupakan kebalikan dari signal input. Sifat – sifat  Signal output berbeda phasa 180 derajat.  Memungkinkan adanya osilasi akibat feedback, untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif.  Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah).  Stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor.  mempunyai impedansi input yang rendah  mempunyai impedansi output yang tinggi  penguatan arus besar
  • 2.
     penguatan dayamaksimum +- 50dB (deciBell) Kelebihan : 1. Memiliki sifat menguatkan tegangan puncak amplitudo dari sinyal masukan 2. Sangat mungkin terjadi isolasi karena adanya umpan balik positif, sehingga sering dipasang umpan balik negative untuk mencegahnya. Sering dipakai pada penguat frekuensi rendah ( terutama pada sinyal audio ). Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor Kekurangan : 1. Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor. 2. Terjadi osilasi karena adanya umpan balik positif. b) Common Basis Sejenis penguat yang kaki basis transistor di groundkan, lalu input dimasukkan ke emitter dan output diambil pada kaki kolektor. Penguat ini mempunyai karakter sebagai penguat tegangan Sifat – sifat  Isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil.  Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil.  Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi.  Dapat dipakai sebagai buffer. Kelebihan : 1. Dapat menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal masukan dan keluaran 2. Mempunyai impedansi input yang relatif tinggi sehingga cocok untuk penguat sinyal kecil (pre
  • 3.
    amplifier). 3. Adanya isolasiyang tinggi dari output ke input sehingga meminimalkan efek umpan balik. Kekurangan : 1. Tidak ada penguatan arus c). Common Kolektor Adalah rangkaian transistor dimana colektor dihubungkan langsung ke vcc, signal input di hubungkan dengan base dan output diambil dari kaki emitor , rangkaian ini memiliki keistimewaan diantaranya : impedansi outputnya sangat rendah, sehingga dapat dihubungkan dengan condensator ke speaker. Dengan ini penguat ini mempunyai karakter sebagai penguat arus. Sifat – sifat :  Signal output dan sigal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor).  Penguatan tegangan kurang dari 1 (satu).  Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor).  Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah sehingga cocok digunakan sebagai buffer.  penguatan arus besar  impedansi input tinggi  impedansi output rendah  penguatan daya rendah  penguatan tegangan rendah  mempunyai inverting signal/fasa (+)  signal input pada base dan output pada emitor
  • 4.
    Kelebihan : 1. Mempunyaiimpedansi input tinggi dan mempunyai impedansi output yang rendah. 2. Sinyal outputnya sefasa dengan sinyal 3. Mempunyai penguatan arus yang tinggi Kekurangan : 1. Masukan tinggi dan ketahanan output yang rendah