Keduduka 
n 
D O A 
Dalam 
Islam
Permohonan seorang hamba 
kepada T Do’a uhan yang menciptakannya..
Aktivitas Do’a ibadah yang paling agung… 
لَاءِيْرَسَاءِ شَاءِيْرَءٌ أ أَاءِكْرَرَاءِمَاءِ عَاءِلَاءِى  اللهِ مِنَاءِ الدُّعَعَاءِاءءِ 
Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di mata Allah Ta’ala daripada do`a.” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu 
Hibban, al-Hakim dan dia menshahih-kannya, lalu disepakati oleh Imam Dzahabi rahimahullah).
“Adalah senjata orang beriman dan tiangnya 
agama serta cahaya langit dan bumi” 
(HR. Hakim  Abu Ya’la) Do’a 
وَاءِإِذَاءِا سَاءِأَاءِلَاءِكَاءِ عِبَاءِاءدِي  عَاءِنِّيي فَاءِإِنِّيي قَاءِرِيببٌ أ أُوجِيبُو دَاءِعْرَواَاءِةَاءِ الدَُّاعِ إِذَاءِا دَاءِعَاءِاءنِ فَاءِلْرَيَاءِسْرَتَاءِجِيبُوواا لِي 
وَاءِلْرَيُوؤْرَمِنُوواا بِي لَاءِعَاءِلَّهُومْرَ يبَاءِرْرَشُودُُوونَاءِ 
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. 
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu 
memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam 
kebenaran 
(Al-Baqarah 2:186)
Jarak antara kita dengan Allah tidak tercipta 
dengan sendirinya. Kitalah yang menentukan 
jauh dan dekatnya jarak itu. 
وَاءِإِنْرَ تَاءِقَاءِرَّبَاءِ إِلَاءِى َّ بِشِبْرَرٍ ت تَاءِقَاءِرَّبْرَتُو إِلَاءِيْرَهِ ذِرَاءِاعًااء وَاءِإِنْرَ تَاءِقَاءِرَّبَاءِ إِلَاءِى َّ ذِرَاءِاعًااء تَاءِقَاءِرَّبْرَتُو إِلَاءِيْرَهِ 
بَاءِاءعًااء وَاءِإِنْرَ أَاءِتَاءِاءنِي يبَاءِمْرَشِي أَاءِتَاءِيْرَتُوهُو هَاءِرْرَوَاءِلَاءِةًا 
Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku 
sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan 
mendatanginya dengan berlari. (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
Hasil Do’a Yang 
Dipanjatkan…?
1 Langsung 
Dikabulkan 
وَقَالَ رَبّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُۚمْ إِنّ الّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي 
سَيَدْخُلُونَ جَهَنّمَ دَاخِرِينَ 
Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang 
yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. 
(Q.S Al Mukmin : 60)
2 Ditangguhkan Sampai 
Kiamat 
ما مِنْ مُسْلِمٍ إ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ و وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إ إِلاّ أَعْطَاهُ اللُّ بِهَا 
إِحْدَى  ثَلاَثٍ إ إِمّا أَنْ تُعَجّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمّا أَنْ يَدّخِرَهَا لَهُ فِى  الخِرَةِ وَإِمّا 
أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السّوءِ مِثْلَهَا 
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan 
silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan 
do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan 
yang semisal.” 
(HR. Ahmad dari Said Al Khudri)
3 Dijauhkan Dari 
Musibah 
ما مسلم يدعو الل بدعوة إلا آتاه الل إياها ، أو صرف عنه من السوء 
مثلها 
Tidak ada seorang muslimpun di muka bumi ini yang berdo’a kepada Allah, kecuali akan dikabulkan do’anya, atau 
dijauhkan suatu keburukan / musibah yang serupa. 
(HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)
Fungsi Do’a : 
1 Mendapat 
Pahala 2 Manifestasi Kepatuhan 
Kepada Allah 3Semakin Dekat Dengan 
Allah 4Menghilangkan 
syirik 4 Memberikan ketenangan  
keteguhan jiwa
Do’a tidak diperkenankan : 
1 Kesalahan Dalam 
Berdo’a 2 Kesalahan Yang Datang 
Dari Do’a
Kesalahan 
dalam berdo’a 
1. Doa yang berisi kemaksiatan 
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah 
selama tidak mengandung dosa dan memutuskan 
silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan 
beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan 
do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di 
akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya 
kejelekan yang semisal.” 
(HR. Ahmad dari Said Al Khudri) 
1. 2. Do’a dengan hati yang tergesa-gesa 
“Seorang hamba akan selalu dikabulkan do’anya oleh Allah 
selagi ia tidak berdo’a dengan sesuatu yang berdosa, atau 
memutus silaturahmi, atau tergesa-gesa.” 
(HR. Muslim)
Kesalahan yang datang 
dari luar do’a 
Suatu saat Ibrahim bin Adham Rahimahullah 
melewati sebuah pasar di kota Basrah. Orang-orang 
datang mengerumuninya. Mereka berkeluh kesah 
dan bertanya kepadanya, “Wahai Abu Ishaq 
(panggilannya) mengapa setiap kali kami berdo’a, 
do’a kami tidak dikabulkan?” 
Ibrahim menjawab, “karena hati kalian sudah mati 
oleh sepuluh perkara:
menunaikannya 
2. Mencintai Rasulullah tetapi meninggalkan 
sunnahnya 
3. Membaca Al Qur’an tetapi tidak 
mengamalkan isinya 
4. Makan dari nikmat Allah tetapi tidak 
mensyukurinya 
5. Mengatakan setan adalah musuh tetapi tidak 
memusuhinya 
6. Mengatakan surga adalah haq namun tidak 
berbuat untuk menggapainya 
7. Mengatakan bahwa neraka adalah haq tetapi 
tidak menjauhkan diri darinya 
8. Mengatakan bahwa kematian adalah hak 
namun tidak bersiap menghadapinya 
9. Bangun dari tidur, lalu menyibukkan diri 
sendiri dengan mencari aib orang lain dan 
melupakan aib-aib diri sendiri 
10.Menguburkan orang-orang mati tetapi tidak 
mengambil pelajaran dari mereka
Amar makruf nahi munkar atau do’a yang 
tak terkabul? 
عَأْنْمُ حُنَذَأْيْمُفَأْةَأْ بْمُنِ ل اللْمُيَأْمَأْالنَِ ل عَأْنِ ل اللنَّ بِبِ لي ّ صَ صَأْلَّ بِى ا الللَّ بِهم م عَأْلََأْيْمُهِ ل وَأْسَأْلَّ بِمَأْ قَأْاللَأْ وَأْاللّ بِذِ لي  نَأْفْمُسِ لي  بِ ليَأْدِ لهِ ل لَأْتَأْأْمُمُنَرُنَنَّ بِ 
بِ لاللْمُمَأْعْمُرُنَوفِ ل وَأْلَأْتَأْنَْمُهم َأْونُنَنَّ بِ عَأْنِ ل اللْمُمُنَنَْمُكَأْرِ ل أَأْوْمُ لَأْيُنَونشِ لكَأْنّ بِ الللَُنَّ بِ أَأْنَْمُ يَأْبْمُعَأْثَأْ عَأْلََأْيْمُكُنَمْمُ عِ لقَأْالبًاال مِ لنَْمُهُنَ ثُنَمّ بِ تَأْدْمُعُنَوننَأْهُنَ فَأْلَأْ 
يُنَسْمُتَأْجَأْالبُنَ لَأْكُنَمْمُ 
Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya 
hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim 
azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).
BBeerrddoo’’aa ssaaaatt ssuukkaa mmaauuppuunn dduukkaa.... 
عَأْنْمُ حُنَذَأْيْمُفَأْةَأْ بْمُنِ ل اللْمُيَأْمَأْالنَِ ل عَأْنِ ل اللنَّ بِبِ لي ّ صَ صَأْلَّ بِى ا الللَّ بِهم م عَأْلََأْيْمُهِ ل وَأْسَأْلَّ بِمَأْ قَأْاللَأْ وَأْاللّ بِذِ لي  نَأْفْمُسِ لي  بِ ليَأْدِ لهِ ل لَأْتَأْأْمُمُنَرُنَنَّ بِ 
بِ لاللْمُمَأْعْمُرُنَوفِ ل وَأْلَأْتَأْنَْمُهم َأْونُنَنَّ بِ عَأْنِ ل اللْمُمُنَنَْمُكَأْرِ ل أَأْوْمُ لَأْيُنَونشِ لكَأْنّ بِ الللَُنَّ بِ أَأْنَْمُ يَأْبْمُعَأْثَأْ عَأْلََأْيْمُكُنَمْمُ عِ لقَأْالبًاال مِ لنَْمُهُنَ ثُنَمّ بِ تَأْدْمُعُنَوننَأْهُنَ فَأْلَأْ 
يُنَسْمُتَأْجَأْالبُنَ لَأْكُنَمْمُ 
Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya 
hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim 
azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).
DOA MOHON 
KhusAnuMl P KUhNot,imah 
 
Perlindungan dari siksa 
neraka 
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci 
Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” 
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru 
kepada iman, (yaitu): Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kamipun 
beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan 
hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami 
beserta orang-orang yang banyak berbakti. 
(QS: Ali Imran Ayat 191  193) 
!
TAUBAT NABI YUNUS AS MELEPASKAN DARI KESULITAN : 
“Dan (ingatlah kisah)Dzun Nun (yunus), ketia ia pergi dalam keadaan marah, 
lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). 
Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : Bahwa tidak ada tuhan 
selain engkau, Maha suci Engkau, Sesungguhnya kau adalah termasuk orang-orang 
yang zalim. 
(QS. Al Ambiya : 87) 
MOHON KELUARGA YANG BAIK : 
Dan orang-orang berkata: “ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada Kami isteri-isteri 
Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati Kami, dan jadikanlah 
Kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” 
(Qs. Al Furqaan : 74)
Sayyidul Istighfar 
للّ أَنهُكَمَّ أَن أَ منْدِتَ م رَ مبِّيْ يْدِ لاََ م إِكَلَ مـههَ م إِكَلاَّ أَن أَ منْدِتَ م،  خَ ملَ مقْدِتَ منِكَيْدِ وَ مأَ منَ ما  عَ مبْدِدُكَكَ م،  وَ مأَ منَ ما  عَ ملَ مى  عَ مهْدِدِكَكَ م وَ موَ معْدِدِكَكَ م 
مَ ما  اسْدِتَ مطَ معْدِتُكَ،  أَ معُكَوْدِذُكَ بِِكَكَ م مِكَنْدِ شَ مرِّيْ  مَ ما  صَ منَ معْدِتُكَ،  أَ مبُِكَوْدِءُكَ لَ مكَ م بِِكَنِكَعْدِمَ متِكَكَ م عَ ملَ ميّ أَن،  وَ مأَ مبُِكَوْدِءُكَ 
بِِكَذَُ منْدِبِكَيْدِ فَ ما غْدِفِكَرِْدِ لِكَيْدِ فَ مإِكَنّ أَنهُكَ لاََ م يَ مغْدِفِكَرُِكَ الذُّنُنُكَوْدِبَ م إِكَلاَّ أَن أَ منْدِتَ م 
”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau 
yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan 
menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang 
telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui 
dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa 
kecuali Engkau” 
(HR. Bukhari no. 6306)
SYUKUR PENGHUNI SURGA 
DAN MEMINTA PETUNJUK KE JALAN YANG LURUS 
dan mereka berkata : “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) 
ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami 
petunjuk” 
(QS. Al-A’raaf : 43) 
DO’A NABI MUSA AS: 
Berkata Musa : “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku 
urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti 
perkataanku.” 
(QS. ThaaHaa : 25-28)
SEMOGA ALLAH 
Menjadikan PP EEKitaNNOOLLOONNGG 
Agama-Nya…!! 
Wassalamu’alaykum..

Kedudukan doa dalam islam

  • 1.
    Keduduka n DO A Dalam Islam
  • 2.
    Permohonan seorang hamba kepada T Do’a uhan yang menciptakannya..
  • 3.
    Aktivitas Do’a ibadahyang paling agung… لَاءِيْرَسَاءِ شَاءِيْرَءٌ أ أَاءِكْرَرَاءِمَاءِ عَاءِلَاءِى اللهِ مِنَاءِ الدُّعَعَاءِاءءِ Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di mata Allah Ta’ala daripada do`a.” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dan dia menshahih-kannya, lalu disepakati oleh Imam Dzahabi rahimahullah).
  • 4.
    “Adalah senjata orangberiman dan tiangnya agama serta cahaya langit dan bumi” (HR. Hakim Abu Ya’la) Do’a وَاءِإِذَاءِا سَاءِأَاءِلَاءِكَاءِ عِبَاءِاءدِي عَاءِنِّيي فَاءِإِنِّيي قَاءِرِيببٌ أ أُوجِيبُو دَاءِعْرَواَاءِةَاءِ الدَُّاعِ إِذَاءِا دَاءِعَاءِاءنِ فَاءِلْرَيَاءِسْرَتَاءِجِيبُوواا لِي وَاءِلْرَيُوؤْرَمِنُوواا بِي لَاءِعَاءِلَّهُومْرَ يبَاءِرْرَشُودُُوونَاءِ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Al-Baqarah 2:186)
  • 5.
    Jarak antara kitadengan Allah tidak tercipta dengan sendirinya. Kitalah yang menentukan jauh dan dekatnya jarak itu. وَاءِإِنْرَ تَاءِقَاءِرَّبَاءِ إِلَاءِى َّ بِشِبْرَرٍ ت تَاءِقَاءِرَّبْرَتُو إِلَاءِيْرَهِ ذِرَاءِاعًااء وَاءِإِنْرَ تَاءِقَاءِرَّبَاءِ إِلَاءِى َّ ذِرَاءِاعًااء تَاءِقَاءِرَّبْرَتُو إِلَاءِيْرَهِ بَاءِاءعًااء وَاءِإِنْرَ أَاءِتَاءِاءنِي يبَاءِمْرَشِي أَاءِتَاءِيْرَتُوهُو هَاءِرْرَوَاءِلَاءِةًا Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari. (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
  • 6.
    Hasil Do’a Yang Dipanjatkan…?
  • 7.
    1 Langsung Dikabulkan وَقَالَ رَبّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُۚمْ إِنّ الّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنّمَ دَاخِرِينَ Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Q.S Al Mukmin : 60)
  • 8.
    2 Ditangguhkan Sampai Kiamat ما مِنْ مُسْلِمٍ إ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ و وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إ إِلاّ أَعْطَاهُ اللُّ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إ إِمّا أَنْ تُعَجّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمّا أَنْ يَدّخِرَهَا لَهُ فِى الخِرَةِ وَإِمّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السّوءِ مِثْلَهَا “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” (HR. Ahmad dari Said Al Khudri)
  • 9.
    3 Dijauhkan Dari Musibah ما مسلم يدعو الل بدعوة إلا آتاه الل إياها ، أو صرف عنه من السوء مثلها Tidak ada seorang muslimpun di muka bumi ini yang berdo’a kepada Allah, kecuali akan dikabulkan do’anya, atau dijauhkan suatu keburukan / musibah yang serupa. (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)
  • 10.
    Fungsi Do’a : 1 Mendapat Pahala 2 Manifestasi Kepatuhan Kepada Allah 3Semakin Dekat Dengan Allah 4Menghilangkan syirik 4 Memberikan ketenangan keteguhan jiwa
  • 11.
    Do’a tidak diperkenankan: 1 Kesalahan Dalam Berdo’a 2 Kesalahan Yang Datang Dari Do’a
  • 12.
    Kesalahan dalam berdo’a 1. Doa yang berisi kemaksiatan “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” (HR. Ahmad dari Said Al Khudri) 1. 2. Do’a dengan hati yang tergesa-gesa “Seorang hamba akan selalu dikabulkan do’anya oleh Allah selagi ia tidak berdo’a dengan sesuatu yang berdosa, atau memutus silaturahmi, atau tergesa-gesa.” (HR. Muslim)
  • 13.
    Kesalahan yang datang dari luar do’a Suatu saat Ibrahim bin Adham Rahimahullah melewati sebuah pasar di kota Basrah. Orang-orang datang mengerumuninya. Mereka berkeluh kesah dan bertanya kepadanya, “Wahai Abu Ishaq (panggilannya) mengapa setiap kali kami berdo’a, do’a kami tidak dikabulkan?” Ibrahim menjawab, “karena hati kalian sudah mati oleh sepuluh perkara:
  • 14.
    menunaikannya 2. MencintaiRasulullah tetapi meninggalkan sunnahnya 3. Membaca Al Qur’an tetapi tidak mengamalkan isinya 4. Makan dari nikmat Allah tetapi tidak mensyukurinya 5. Mengatakan setan adalah musuh tetapi tidak memusuhinya 6. Mengatakan surga adalah haq namun tidak berbuat untuk menggapainya 7. Mengatakan bahwa neraka adalah haq tetapi tidak menjauhkan diri darinya 8. Mengatakan bahwa kematian adalah hak namun tidak bersiap menghadapinya 9. Bangun dari tidur, lalu menyibukkan diri sendiri dengan mencari aib orang lain dan melupakan aib-aib diri sendiri 10.Menguburkan orang-orang mati tetapi tidak mengambil pelajaran dari mereka
  • 15.
    Amar makruf nahimunkar atau do’a yang tak terkabul? عَأْنْمُ حُنَذَأْيْمُفَأْةَأْ بْمُنِ ل اللْمُيَأْمَأْالنَِ ل عَأْنِ ل اللنَّ بِبِ لي ّ صَ صَأْلَّ بِى ا الللَّ بِهم م عَأْلََأْيْمُهِ ل وَأْسَأْلَّ بِمَأْ قَأْاللَأْ وَأْاللّ بِذِ لي نَأْفْمُسِ لي بِ ليَأْدِ لهِ ل لَأْتَأْأْمُمُنَرُنَنَّ بِ بِ لاللْمُمَأْعْمُرُنَوفِ ل وَأْلَأْتَأْنَْمُهم َأْونُنَنَّ بِ عَأْنِ ل اللْمُمُنَنَْمُكَأْرِ ل أَأْوْمُ لَأْيُنَونشِ لكَأْنّ بِ الللَُنَّ بِ أَأْنَْمُ يَأْبْمُعَأْثَأْ عَأْلََأْيْمُكُنَمْمُ عِ لقَأْالبًاال مِ لنَْمُهُنَ ثُنَمّ بِ تَأْدْمُعُنَوننَأْهُنَ فَأْلَأْ يُنَسْمُتَأْجَأْالبُنَ لَأْكُنَمْمُ Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).
  • 16.
    BBeerrddoo’’aa ssaaaatt ssuukkaammaauuppuunn dduukkaa.... عَأْنْمُ حُنَذَأْيْمُفَأْةَأْ بْمُنِ ل اللْمُيَأْمَأْالنَِ ل عَأْنِ ل اللنَّ بِبِ لي ّ صَ صَأْلَّ بِى ا الللَّ بِهم م عَأْلََأْيْمُهِ ل وَأْسَأْلَّ بِمَأْ قَأْاللَأْ وَأْاللّ بِذِ لي نَأْفْمُسِ لي بِ ليَأْدِ لهِ ل لَأْتَأْأْمُمُنَرُنَنَّ بِ بِ لاللْمُمَأْعْمُرُنَوفِ ل وَأْلَأْتَأْنَْمُهم َأْونُنَنَّ بِ عَأْنِ ل اللْمُمُنَنَْمُكَأْرِ ل أَأْوْمُ لَأْيُنَونشِ لكَأْنّ بِ الللَُنَّ بِ أَأْنَْمُ يَأْبْمُعَأْثَأْ عَأْلََأْيْمُكُنَمْمُ عِ لقَأْالبًاال مِ لنَْمُهُنَ ثُنَمّ بِ تَأْدْمُعُنَوننَأْهُنَ فَأْلَأْ يُنَسْمُتَأْجَأْالبُنَ لَأْكُنَمْمُ Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).
  • 17.
    DOA MOHON KhusAnuMlP KUhNot,imah Perlindungan dari siksa neraka “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. (QS: Ali Imran Ayat 191 193) !
  • 18.
    TAUBAT NABI YUNUSAS MELEPASKAN DARI KESULITAN : “Dan (ingatlah kisah)Dzun Nun (yunus), ketia ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : Bahwa tidak ada tuhan selain engkau, Maha suci Engkau, Sesungguhnya kau adalah termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al Ambiya : 87) MOHON KELUARGA YANG BAIK : Dan orang-orang berkata: “ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati Kami, dan jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Al Furqaan : 74)
  • 19.
    Sayyidul Istighfar للّأَنهُكَمَّ أَن أَ منْدِتَ م رَ مبِّيْ يْدِ لاََ م إِكَلَ مـههَ م إِكَلاَّ أَن أَ منْدِتَ م، خَ ملَ مقْدِتَ منِكَيْدِ وَ مأَ منَ ما عَ مبْدِدُكَكَ م، وَ مأَ منَ ما عَ ملَ مى عَ مهْدِدِكَكَ م وَ موَ معْدِدِكَكَ م مَ ما اسْدِتَ مطَ معْدِتُكَ، أَ معُكَوْدِذُكَ بِِكَكَ م مِكَنْدِ شَ مرِّيْ مَ ما صَ منَ معْدِتُكَ، أَ مبُِكَوْدِءُكَ لَ مكَ م بِِكَنِكَعْدِمَ متِكَكَ م عَ ملَ ميّ أَن، وَ مأَ مبُِكَوْدِءُكَ بِِكَذَُ منْدِبِكَيْدِ فَ ما غْدِفِكَرِْدِ لِكَيْدِ فَ مإِكَنّ أَنهُكَ لاََ م يَ مغْدِفِكَرُِكَ الذُّنُنُكَوْدِبَ م إِكَلاَّ أَن أَ منْدِتَ م ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau” (HR. Bukhari no. 6306)
  • 20.
    SYUKUR PENGHUNI SURGA DAN MEMINTA PETUNJUK KE JALAN YANG LURUS dan mereka berkata : “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk” (QS. Al-A’raaf : 43) DO’A NABI MUSA AS: Berkata Musa : “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. ThaaHaa : 25-28)
  • 21.
    SEMOGA ALLAH MenjadikanPP EEKitaNNOOLLOONNGG Agama-Nya…!! Wassalamu’alaykum..