KERUSAKAN DUNIA:
PENYEBAB DAN SOLUSINYA
ERWIN WAHYU
َ‫و‬ ِ‫ر‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫د‬‫ا‬َ‫س‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ َ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ِ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ْ‫ت‬
َ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ق‬‫ي‬ِ‫ذ‬ُ‫ي‬ِ‫ل‬ ِ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫د‬ْ‫ي‬َ‫أ‬‫وا‬ُ‫ل‬ِ‫م‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫ض‬ْ‫ع‬
َ‫ون‬ُ‫ع‬ ِ‫ج‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia,
supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian
dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum, 30:41)
AL-FASAD MENURUT ULAMA TAFSIR (1)
• Al-fasad (kerusakan) kebalikan dari
al-shalaah (kebaikan).
• Menurut al-Biqa’i, al-fasad adalah
berkurangnya semua yang
bermanfaat bagi makhluk.
• Menurut al-Baghawi dan al-Khazin,
al-fasad adalah kekurangan hujan
dan sedikitnya tanaman.
• Al-Nasafi memberikan contoh al-fasad berupa
terjadinya paceklik; minimnya hujan, hasil panen
dalam pertanian, dan keuntungan dalam
perdagangan; terjadinya kematian pada manusia dan
hewan; banyaknya peristiwa kebakaran dan
tenggelam; dan dicabutnya berkah dari segala
sesuatu.
• Al-Zamakhsyari dan al-Alusi menggambarkan al-fasad
dengan kegagalan para nelayan dan penyelam,
sedikitnya manfaat dan banyaknya mudharat.
AL-FASAD MENURUT ULAMA TAFSIR (2)
• Al-Syaukani menegaskan al-ta’rif (bentuk
ma’rifah) pada kata al-fasad , al-barr dan al-
bahr menunjukkan lil al-jins (untuk
menyatakan jenis). Sehingga kata tersebut
mencakup semua jenis kerusakan di seluruh
muka bumi, baik yang ada di daratan maupun
di lautan (perairan darat dan laut).
• Semua kerusakan dalam bidang politik,
ekonomi, pendidikan, kesehatan, moral,
alam dan sebagainya termasuk cakupan kata
al-fasad.
AL-FASAD MENURUT ULAMA TAFSIR (3)
PANGKAL PENYEBAB KERUSAKAN
‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬‫ي‬ِ‫د‬ِ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬
disebabkan karena perbuatan
tangan manusia
PANGKAL PENYEBAB KERUSAKAN
• Pangkal penyebab semua
kerusakan di seluruh muka bumi
adalah karena ulah perbuatan
manusia.
• Para mufassir menjelaskan ulah
perbuatan yang dimaksud adalah
perbuatan dosa dan maksiyat,
yaitu pelanggaran dan
penyimpangan terhadap
ketentuan syariah-Nya.
PANGKAL PENYEBAB KERUSAKAN
• Menurut al-Jazairi karena kezaliman,
kekufuran, kefasikan dan kejahatan
mereka.
• Menurut al-Baghawi karena
keburukan dosa-dosa mereka.
• Menurut Ibnu Katsir karena
kemaksiyatan-kemaksiyatan.
• Menurut al-Zamakhsyari dan Abu
Hayyan karena perbuatan maksiyat
dan dosa mereka.
ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ق‬‫ي‬ِ‫ذ‬ُ‫ي‬ِ‫ل‬َّ‫ال‬ َ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬‫ي‬ِ‫ذ‬‫وا‬ُ‫ل‬ِ‫م‬َ‫ع‬
Supaya Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat)
perbuatan mereka
AL-FASAD: HUKUMAN DI DUNIA
AL-FASAD: HUKUMAN DI DUNIA
• Ibnu Jarir at-Thabari menjelaskan: Agar Dia
menimpakan kepada mereka hukuman atas
sebagian perbuatan dan kemaksiyatan yang
mereka lakukan.
• Al-Baghawi mengatakan bahwa itu adalah
hukuman atas sebagian dosa yang telah
mereka kerjakan.
• Al-Hayyan al-Andalusi mengatakan kerusakan
yang timbul akibat kemaksiyatan dan
kemungkaran itu merupakan hukuman bagi
pelakunya di dunia sebelum mereka
mendapat hukuman di akhirat.
SEBAGIAN AZAB DUNIA DAN AZAB
SELURUHNYA DI AKHIRAT
• Menurut al-Baghawi, hukuman di
dunia itu betapapun dahsyatnya,
sesungguhnya masih baru sebagian.
• Sebab, kata ba’dha al-ladzii ‘aamiluu
menunjukkan azab yang mereka
rasakan saat ini belum seluruhnya.
• Azab secara keseluruhan akan
ditimpakan kepada pelakunya kelak
di akhirat.
ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ُ‫ع‬ ِ‫ج‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬َ‫ون‬
agar mereka kembali (ke jalan
yang benar)
KEMBALI KE JALAN YANG
BENAR
TAUBAT, KEMBALI KE JALAN YANG
BENAR
• Menurut at-Thabari dan al-Syaukani,
kata yarji’una berarti bertaubat.
• Berbagai kerusakan yang kasat mata
seharusnya menyadarkan manusia
untuk bertaubat.
• Taubat dilakukan dengan menyesali
kesalahan, berhenti dari segala
kemaksiyatan, dan kembali taat
kepada ketentuan syariah-Nya.
KEMAKSIYATAN
TERBESAR
• Kekufuran dan kesyirikan
merupakan kemaksiyatan
terbesar.
• Kesesatan akidah ini melahirkan,
memproduksi dan membawa
berbagai kemaksiyatan lainnya.
• Kekufuran dan kesyirikan adalah
biang utama kerusakan.
KERUSAKAN KARENA
KEMUSYRIKAN DAN KEKUFURAN
‫ا‬ًّ‫د‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫ئ‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ئ‬ ِ‫ج‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ل‬.َّ‫س‬‫ال‬ ُ‫د‬‫ا‬َ‫ك‬َ‫ت‬َ‫و‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ن‬ ْ‫ر‬َّ‫ط‬َ‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ُ‫ات‬ َ‫او‬َ‫م‬ُّ‫َق‬‫ش‬ْ‫ن‬َ‫ت‬
‫ا‬ًّ‫د‬َ‫ه‬ ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ب‬ ِ‫ج‬ْ‫ال‬ ُّ‫ر‬ ِ‫خ‬َ‫ت‬ َ‫و‬ ُ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬.َ‫د‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬‫ًا‬‫د‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ِ‫ن‬ ََٰ‫م‬ْ‫ح‬َّ‫لر‬ِ‫ل‬ ‫ا‬ ْ‫و‬َ‫ع‬
“Sesungguhnya kamu telah
mendatangkan sesuatu perkara yang
sangat mungkar, hampir-hampir langit
pecah karena ucapan itu, dan bumi
belah, dan gunung-gunung runtuh,
karena mereka mendakwakan Allah
Yang Maha Pemurah mempunyai
anak.” (QS. Maryam, 19: 89-91)
ZINA DAN RIBA PENGHANCUR
MASYARAKAT
‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ِ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ب‬ ِ‫الر‬ َ‫و‬ ‫َا‬‫ن‬ ِ‫الز‬ َ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬َ‫أ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ،ٍ‫ة‬َ‫ي‬ ْ‫ر‬َ‫ق‬ ْ‫ي‬‫ا‬ ْ‫و‬ُّ‫ل‬َ‫ح‬
ِ‫للا‬ َ‫اب‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ِ‫ب‬
“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu
kampung maka sesungguhnya mereka telah
menghalalkan diri mereka azab Allah.”
(HR. al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani)
MAKSIYAT DAN PENTINGNYA
PENEGAKKAN HUDUD
Abu al-Aliyah berkata:
Barangsiapa yang bermaksiyat kepada Allah di muka
bumi, sungguh dia telah melakukan kerusakan di muka
bumi. Sebab, baiknya bumi dan langit disebabkan karena
ketaatan. Oleh karena itu dalam hadist yang diriwayatkan
Abu Dawud, Rasulullah saw bersabda:
ُّ‫ب‬َ‫ح‬َ‫أ‬ ِ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫ق‬ُ‫ي‬ ٌّ‫د‬َ‫ح‬َ‫ل‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬
‫ا‬ً‫ح‬‫ا‬َ‫ب‬َ‫ص‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬َ‫ط‬ْ‫م‬ُ‫ي‬
'Sungguh hukum hudud yang ditegakkan di muka bumi
lebih disukai penduduknya daripada mereka diguyur
hujan selama empat puluh pagi.'
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hal itu disebabkan karena apabila hudud ditegakkan
dapat membuat manusia -sebagian besar atau banyak
manusia- meninggalkan perbuatan yang diharamkan.
Sebaliknya, jika manusia melakukan maksiyat, maka itu
menjadi sebab lenyapnya berkah dari langit dan bumi.
(Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, vol 3, 1438)
MAKSIYAT DAN PENTINGNYA
PENEGAKKAN HUDUD
SOLUSI MENGATASI KERUSAKAN
Solusinya satu-satunya agar kerusakan di muka
bumi tidak berlanjut adalah berhenti dari
maksiyat selanjutnya berjalan sesuai tuntunan
syariah.
Selama kemaksiyatan terus berjalan, jangan
berharap kerusakan bisa berhenti.
PENTINGNYA TOTALITAS
• Berhenti dari maksiyat dan
kembali kepada syariah
Islam haruslah secara
total.
• Jika belum total, berarti
masih ada ruang dalam
maksiyat.
SEMUA HUKUM ISLAM
WAJIB DITERAPKAN
“Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan
ingkar kepada sebagian kepada sebagian (yang
lainnya)? Maka tidak ada balasan (yang pantas)
bagi orang yang berbuat demikian itu di antara
kalian selain kenistaan dalam kehidupan dunia,
dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan
kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak
lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah, 2:85)
ُ‫ف‬ْ‫ك‬َ‫ت‬ َ‫و‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ال‬ ِ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ِ‫ب‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ت‬َ‫ف‬َ‫أ‬َ‫م‬ ُ‫ء‬‫ا‬َ‫ز‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ف‬ ، ٍ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ِ‫ب‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬
ُّ‫د‬‫ال‬ ِ‫ة‬‫ا‬َ‫ي‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ٌّ‫ي‬ ْ‫ز‬ ِ‫خ‬ ‫ّل‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬‫ذ‬ُّ‫د‬َ‫ر‬ُ‫ي‬ ِ‫ة‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ن‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬
‫ا‬َّ‫م‬َ‫ع‬ ٍ‫ل‬ِ‫ف‬‫َا‬‫غ‬ِ‫ب‬ ُ‫للا‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ْ‫ال‬ ِ‫د‬َّ‫ش‬َّ‫أ‬َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫ت‬
SYARIAH ISLAM: SEMPURNA DAN
MENGATUR SELURUH ASPEK KEHIDUPAN
َ‫أ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ن‬‫ي‬ِ‫د‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫م‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ال‬ِ‫ت‬َ‫م‬ْ‫ع‬ِ‫ن‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫م‬ْ‫ت‬‫ي‬
‫ا‬ً‫ن‬‫ي‬ِ‫د‬ َ‫م‬ َ‫َل‬ْ‫س‬ِ ْ‫اْل‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫يت‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ َ‫و‬
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu
agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-
Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”
(QS. al-Maidah, 5:3)
SYARIAH ISLAM: SEMPURNA DAN
MENGATUR SELURUH ASPEK KEHIDUPAN
• Syariah Islam mengatur seluruh hubungan
manusia, baik dengan Tuhannya, dirinya,
maupun sesamanya.
• Disamping berisi hukum tentang ibadah,
makanan, pakaian dan akhlak, syariah juga
memberikan sistem pemerintahan, ekonomi,
politik luar negeri, pidana, dsb;.
IMAN DAN TAKWA
MEMBAWA BERKAH
ْ‫و‬َ‫ق‬َّ‫ت‬‫ا‬ َ‫و‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َٰ‫ى‬َ‫ر‬ُ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫و‬َ‫ل‬ َ‫و‬َ‫ك‬َ‫ر‬َ‫ب‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ح‬َ‫ت‬َ‫ف‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ت‬‫ا‬
َ‫ف‬ ‫وا‬ُ‫ب‬َّ‫ذ‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬ِ‫ك‬ََٰ‫ل‬ َ‫و‬ ِ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ْ‫ك‬َ‫ي‬ ‫وا‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ذ‬َ‫خ‬َ‫أ‬َ‫ون‬ُ‫ب‬ِ‫س‬
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan
bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka
berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan
(ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya.” (QS. al-A'raf, 7:96)
SEKULERISME
BIANG KERUSAKAN
• Dalam penetapan baik-buruk,
ideologi ini mendasarkan
kepada asas manfaat material
(materialisme), bahkan oleh
selera dan kesenangan
(hedonisme).
• Ketika faham ini mendominasi,
apalagi diterapkan dalam
institusi negara, sudah pasti
menyebabkan kerusakan.
DEMOKRASI SISTEM SYIRIK
DAN KUFUR
• Kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat,
bukan Allah SWT.
• Dalam penetapan hukum, demokrasi
menempatkan manusia (wakil rakyat dan
pemerintah) sejajar, bahkan lebih tinggi dari
Allah SWT.
• Hukum (halal haram) ditetapkan berdasarkan
hawa nafsu, asas manfaat dan suara
terbanyak dengan tanpa mendasarkan kepada
al-Quran dan as-Sunnah.
• Syariat Islam dipandang sebagai pilihan yang
bisa diambil dan bisa juga ditinggalkan, bukan
kewajiban yang harus diterapkan.
BAHAYA MENURUTI HAWA NAFSU
ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ء‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ُّ‫ق‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫ع‬َ‫ب‬َّ‫ت‬‫ا‬ ِ‫و‬َ‫ل‬ َ‫و‬ُ‫ات‬ َ‫او‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ ِ‫ت‬َ‫د‬َ‫س‬َ‫ف‬َ‫ل‬
َّ‫ن‬ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫و‬ ُ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬
“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu
mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua
yang ada di dalamnya.”
(QS. al-Mu'minum, 23:71)
RUSAKNYA SISTEM PERGAULAN
• Dalam sistem pergaulan, sekulerisme
menuhankan kebebasan (freedom).
• Konsekuensinya pornografi, free sex,
dan homoseksual dianggap kewajaran.
Bukan kejahatan yang harus diberantas.
• Perilaku amoral itu pun memunculkan
aneka masalah, mulai dari merebaknya
penyakit kelamin, HIV/AIDS, aborsi
runtuhnya bangunan rumah tangga
hingga meningkatnya kriminalitas.
RUSAKNYA SISTEM EKONOMI
• Dalam ekonomi, sekulerisme melahirkan
sistem ekonomi kapitalisme.
• Sistem ekonomi ini menjadikan riba, pasar
saham, pemberlakukan mata uang kertas
tanpa backup emas dan perak, dan
kebebasan kepemilikan sebagai dasarnya,
yang semuanya melanggar syariah.
• Faktanya semua pilar itu menjadi penyebab
krisis ekonomi global.
• Ketamakan sistem ekonomi kapitalis juga
menyebabkan kerusakan alam yang amat
parah.
SOLUSI GLOBAL MENGATASI
KRISIS GLOBAL
• Kerusakan global tidak akan bisa
diatasi kecuali dengan mengubah
sistemnya secara total: dari
Sekulerisme-Kapitalisme menuju
Islam.
• Syariah Islam secara utuh dan
menyeluruh (kaffah) hanya bisa
diterapkan oleh negara yang
menerapkan sistem bernama
Khilafah Islamiyyah.

Kerusakan Dunia: Penyebab dan Solusinya

  • 1.
    KERUSAKAN DUNIA: PENYEBAB DANSOLUSINYA ERWIN WAHYU
  • 2.
    َ‫و‬ ِ‫ر‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ُ‫د‬‫ا‬َ‫س‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ َ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ِ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ْ‫ت‬ َ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ق‬‫ي‬ِ‫ذ‬ُ‫ي‬ِ‫ل‬ ِ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫د‬ْ‫ي‬َ‫أ‬‫وا‬ُ‫ل‬ِ‫م‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫ض‬ْ‫ع‬ َ‫ون‬ُ‫ع‬ ِ‫ج‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum, 30:41)
  • 3.
    AL-FASAD MENURUT ULAMATAFSIR (1) • Al-fasad (kerusakan) kebalikan dari al-shalaah (kebaikan). • Menurut al-Biqa’i, al-fasad adalah berkurangnya semua yang bermanfaat bagi makhluk. • Menurut al-Baghawi dan al-Khazin, al-fasad adalah kekurangan hujan dan sedikitnya tanaman.
  • 4.
    • Al-Nasafi memberikancontoh al-fasad berupa terjadinya paceklik; minimnya hujan, hasil panen dalam pertanian, dan keuntungan dalam perdagangan; terjadinya kematian pada manusia dan hewan; banyaknya peristiwa kebakaran dan tenggelam; dan dicabutnya berkah dari segala sesuatu. • Al-Zamakhsyari dan al-Alusi menggambarkan al-fasad dengan kegagalan para nelayan dan penyelam, sedikitnya manfaat dan banyaknya mudharat. AL-FASAD MENURUT ULAMA TAFSIR (2)
  • 5.
    • Al-Syaukani menegaskanal-ta’rif (bentuk ma’rifah) pada kata al-fasad , al-barr dan al- bahr menunjukkan lil al-jins (untuk menyatakan jenis). Sehingga kata tersebut mencakup semua jenis kerusakan di seluruh muka bumi, baik yang ada di daratan maupun di lautan (perairan darat dan laut). • Semua kerusakan dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, moral, alam dan sebagainya termasuk cakupan kata al-fasad. AL-FASAD MENURUT ULAMA TAFSIR (3)
  • 6.
    PANGKAL PENYEBAB KERUSAKAN ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬‫ي‬ِ‫د‬ِ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ disebabkan karena perbuatan tangan manusia
  • 7.
    PANGKAL PENYEBAB KERUSAKAN •Pangkal penyebab semua kerusakan di seluruh muka bumi adalah karena ulah perbuatan manusia. • Para mufassir menjelaskan ulah perbuatan yang dimaksud adalah perbuatan dosa dan maksiyat, yaitu pelanggaran dan penyimpangan terhadap ketentuan syariah-Nya.
  • 8.
    PANGKAL PENYEBAB KERUSAKAN •Menurut al-Jazairi karena kezaliman, kekufuran, kefasikan dan kejahatan mereka. • Menurut al-Baghawi karena keburukan dosa-dosa mereka. • Menurut Ibnu Katsir karena kemaksiyatan-kemaksiyatan. • Menurut al-Zamakhsyari dan Abu Hayyan karena perbuatan maksiyat dan dosa mereka.
  • 9.
  • 10.
    AL-FASAD: HUKUMAN DIDUNIA • Ibnu Jarir at-Thabari menjelaskan: Agar Dia menimpakan kepada mereka hukuman atas sebagian perbuatan dan kemaksiyatan yang mereka lakukan. • Al-Baghawi mengatakan bahwa itu adalah hukuman atas sebagian dosa yang telah mereka kerjakan. • Al-Hayyan al-Andalusi mengatakan kerusakan yang timbul akibat kemaksiyatan dan kemungkaran itu merupakan hukuman bagi pelakunya di dunia sebelum mereka mendapat hukuman di akhirat.
  • 11.
    SEBAGIAN AZAB DUNIADAN AZAB SELURUHNYA DI AKHIRAT • Menurut al-Baghawi, hukuman di dunia itu betapapun dahsyatnya, sesungguhnya masih baru sebagian. • Sebab, kata ba’dha al-ladzii ‘aamiluu menunjukkan azab yang mereka rasakan saat ini belum seluruhnya. • Azab secara keseluruhan akan ditimpakan kepada pelakunya kelak di akhirat.
  • 12.
  • 13.
    TAUBAT, KEMBALI KEJALAN YANG BENAR • Menurut at-Thabari dan al-Syaukani, kata yarji’una berarti bertaubat. • Berbagai kerusakan yang kasat mata seharusnya menyadarkan manusia untuk bertaubat. • Taubat dilakukan dengan menyesali kesalahan, berhenti dari segala kemaksiyatan, dan kembali taat kepada ketentuan syariah-Nya.
  • 14.
    KEMAKSIYATAN TERBESAR • Kekufuran dankesyirikan merupakan kemaksiyatan terbesar. • Kesesatan akidah ini melahirkan, memproduksi dan membawa berbagai kemaksiyatan lainnya. • Kekufuran dan kesyirikan adalah biang utama kerusakan.
  • 15.
    KERUSAKAN KARENA KEMUSYRIKAN DANKEKUFURAN ‫ا‬ًّ‫د‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫ئ‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ئ‬ ِ‫ج‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ل‬.َّ‫س‬‫ال‬ ُ‫د‬‫ا‬َ‫ك‬َ‫ت‬َ‫و‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ن‬ ْ‫ر‬َّ‫ط‬َ‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ُ‫ات‬ َ‫او‬َ‫م‬ُّ‫َق‬‫ش‬ْ‫ن‬َ‫ت‬ ‫ا‬ًّ‫د‬َ‫ه‬ ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ب‬ ِ‫ج‬ْ‫ال‬ ُّ‫ر‬ ِ‫خ‬َ‫ت‬ َ‫و‬ ُ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬.َ‫د‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬‫ًا‬‫د‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ِ‫ن‬ ََٰ‫م‬ْ‫ح‬َّ‫لر‬ِ‫ل‬ ‫ا‬ ْ‫و‬َ‫ع‬ “Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” (QS. Maryam, 19: 89-91)
  • 16.
    ZINA DAN RIBAPENGHANCUR MASYARAKAT ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ِ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ب‬ ِ‫الر‬ َ‫و‬ ‫َا‬‫ن‬ ِ‫الز‬ َ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬َ‫أ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ،ٍ‫ة‬َ‫ي‬ ْ‫ر‬َ‫ق‬ ْ‫ي‬‫ا‬ ْ‫و‬ُّ‫ل‬َ‫ح‬ ِ‫للا‬ َ‫اب‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ “Apabila zina dan riba telah nampak di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan diri mereka azab Allah.” (HR. al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani)
  • 17.
    MAKSIYAT DAN PENTINGNYA PENEGAKKANHUDUD Abu al-Aliyah berkata: Barangsiapa yang bermaksiyat kepada Allah di muka bumi, sungguh dia telah melakukan kerusakan di muka bumi. Sebab, baiknya bumi dan langit disebabkan karena ketaatan. Oleh karena itu dalam hadist yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah saw bersabda: ُّ‫ب‬َ‫ح‬َ‫أ‬ ِ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫ق‬ُ‫ي‬ ٌّ‫د‬َ‫ح‬َ‫ل‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫ح‬‫ا‬َ‫ب‬َ‫ص‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬َ‫ط‬ْ‫م‬ُ‫ي‬ 'Sungguh hukum hudud yang ditegakkan di muka bumi lebih disukai penduduknya daripada mereka diguyur hujan selama empat puluh pagi.' (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
  • 18.
    Hal itu disebabkankarena apabila hudud ditegakkan dapat membuat manusia -sebagian besar atau banyak manusia- meninggalkan perbuatan yang diharamkan. Sebaliknya, jika manusia melakukan maksiyat, maka itu menjadi sebab lenyapnya berkah dari langit dan bumi. (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, vol 3, 1438) MAKSIYAT DAN PENTINGNYA PENEGAKKAN HUDUD
  • 19.
    SOLUSI MENGATASI KERUSAKAN Solusinyasatu-satunya agar kerusakan di muka bumi tidak berlanjut adalah berhenti dari maksiyat selanjutnya berjalan sesuai tuntunan syariah. Selama kemaksiyatan terus berjalan, jangan berharap kerusakan bisa berhenti.
  • 20.
    PENTINGNYA TOTALITAS • Berhentidari maksiyat dan kembali kepada syariah Islam haruslah secara total. • Jika belum total, berarti masih ada ruang dalam maksiyat.
  • 21.
    SEMUA HUKUM ISLAM WAJIBDITERAPKAN “Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian kepada sebagian (yang lainnya)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian itu di antara kalian selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah, 2:85) ُ‫ف‬ْ‫ك‬َ‫ت‬ َ‫و‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ال‬ ِ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ِ‫ب‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ت‬َ‫ف‬َ‫أ‬َ‫م‬ ُ‫ء‬‫ا‬َ‫ز‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ف‬ ، ٍ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ِ‫ب‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬ ُّ‫د‬‫ال‬ ِ‫ة‬‫ا‬َ‫ي‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ٌّ‫ي‬ ْ‫ز‬ ِ‫خ‬ ‫ّل‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬‫ذ‬ُّ‫د‬َ‫ر‬ُ‫ي‬ ِ‫ة‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ن‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ع‬ ٍ‫ل‬ِ‫ف‬‫َا‬‫غ‬ِ‫ب‬ ُ‫للا‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ْ‫ال‬ ِ‫د‬َّ‫ش‬َّ‫أ‬َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫ت‬
  • 22.
    SYARIAH ISLAM: SEMPURNADAN MENGATUR SELURUH ASPEK KEHIDUPAN َ‫أ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ن‬‫ي‬ِ‫د‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫م‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ال‬ِ‫ت‬َ‫م‬ْ‫ع‬ِ‫ن‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫م‬ْ‫ت‬‫ي‬ ‫ا‬ً‫ن‬‫ي‬ِ‫د‬ َ‫م‬ َ‫َل‬ْ‫س‬ِ ْ‫اْل‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫يت‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ َ‫و‬ “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat- Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. al-Maidah, 5:3)
  • 23.
    SYARIAH ISLAM: SEMPURNADAN MENGATUR SELURUH ASPEK KEHIDUPAN • Syariah Islam mengatur seluruh hubungan manusia, baik dengan Tuhannya, dirinya, maupun sesamanya. • Disamping berisi hukum tentang ibadah, makanan, pakaian dan akhlak, syariah juga memberikan sistem pemerintahan, ekonomi, politik luar negeri, pidana, dsb;.
  • 24.
    IMAN DAN TAKWA MEMBAWABERKAH ْ‫و‬َ‫ق‬َّ‫ت‬‫ا‬ َ‫و‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َٰ‫ى‬َ‫ر‬ُ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫و‬َ‫ل‬ َ‫و‬َ‫ك‬َ‫ر‬َ‫ب‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ح‬َ‫ت‬َ‫ف‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ت‬‫ا‬ َ‫ف‬ ‫وا‬ُ‫ب‬َّ‫ذ‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬ِ‫ك‬ََٰ‫ل‬ َ‫و‬ ِ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ْ‫ك‬َ‫ي‬ ‫وا‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ذ‬َ‫خ‬َ‫أ‬َ‫ون‬ُ‫ب‬ِ‫س‬ “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A'raf, 7:96)
  • 25.
    SEKULERISME BIANG KERUSAKAN • Dalampenetapan baik-buruk, ideologi ini mendasarkan kepada asas manfaat material (materialisme), bahkan oleh selera dan kesenangan (hedonisme). • Ketika faham ini mendominasi, apalagi diterapkan dalam institusi negara, sudah pasti menyebabkan kerusakan.
  • 26.
    DEMOKRASI SISTEM SYIRIK DANKUFUR • Kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat, bukan Allah SWT. • Dalam penetapan hukum, demokrasi menempatkan manusia (wakil rakyat dan pemerintah) sejajar, bahkan lebih tinggi dari Allah SWT. • Hukum (halal haram) ditetapkan berdasarkan hawa nafsu, asas manfaat dan suara terbanyak dengan tanpa mendasarkan kepada al-Quran dan as-Sunnah. • Syariat Islam dipandang sebagai pilihan yang bisa diambil dan bisa juga ditinggalkan, bukan kewajiban yang harus diterapkan.
  • 27.
    BAHAYA MENURUTI HAWANAFSU ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ء‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ُّ‫ق‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫ع‬َ‫ب‬َّ‫ت‬‫ا‬ ِ‫و‬َ‫ل‬ َ‫و‬ُ‫ات‬ َ‫او‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ ِ‫ت‬َ‫د‬َ‫س‬َ‫ف‬َ‫ل‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫و‬ ُ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya.” (QS. al-Mu'minum, 23:71)
  • 28.
    RUSAKNYA SISTEM PERGAULAN •Dalam sistem pergaulan, sekulerisme menuhankan kebebasan (freedom). • Konsekuensinya pornografi, free sex, dan homoseksual dianggap kewajaran. Bukan kejahatan yang harus diberantas. • Perilaku amoral itu pun memunculkan aneka masalah, mulai dari merebaknya penyakit kelamin, HIV/AIDS, aborsi runtuhnya bangunan rumah tangga hingga meningkatnya kriminalitas.
  • 29.
    RUSAKNYA SISTEM EKONOMI •Dalam ekonomi, sekulerisme melahirkan sistem ekonomi kapitalisme. • Sistem ekonomi ini menjadikan riba, pasar saham, pemberlakukan mata uang kertas tanpa backup emas dan perak, dan kebebasan kepemilikan sebagai dasarnya, yang semuanya melanggar syariah. • Faktanya semua pilar itu menjadi penyebab krisis ekonomi global. • Ketamakan sistem ekonomi kapitalis juga menyebabkan kerusakan alam yang amat parah.
  • 30.
    SOLUSI GLOBAL MENGATASI KRISISGLOBAL • Kerusakan global tidak akan bisa diatasi kecuali dengan mengubah sistemnya secara total: dari Sekulerisme-Kapitalisme menuju Islam. • Syariah Islam secara utuh dan menyeluruh (kaffah) hanya bisa diterapkan oleh negara yang menerapkan sistem bernama Khilafah Islamiyyah.