2.2 Contoh Kasus
1. Kasus 1
Seorang perempuan berusia 6 tahun 10 bulan datang dengan riwayat
berdebar-debar sejak 6 bulan terakhir, hilang timbul. Saat ini, sesak napas tidak
ada, batuk tidak ada, demam tidak ada, nyeri dada tidak ada. Riwayat biru tidak
ada. Riwayat minum susu terputus ada. Penurunan berat badan sekitar 5 kg
dalam 6 bulan terakhir. Nafsu makan baik. Riwayat kelahiran : pasien
merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara, lahir cukup bulan, BBL 3.3 kg, PBL
tidak diingat, lahir melalui persalinan normal ditolong oleh bidan, langsung
menangis, tidak biru. Riwayat maternal : saat hamil usia ibu 29 tahun, riwayat
DM dan hipertensi tidak ada, riwayat konsumsi obat-obatan saat hamil tidak
ada.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 20 kg dan tinggi badan
124 cm. Tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 115/62 mmHg, nadi 112
kali per menit, pernapasan 22 kali per menit, suhu 36.5 ˚C. Pasien tidak anemis,
tidak icterus. JVP R + 2 cmH2O. Pemeriksaan thorax didapatkan pernapasan
vesikuler, rhonki dan wheezing tidak ada. Bunyi jantung S1/S2 regular, terdapat
murmur ejeksi sistolik grade 3/6 ULSB, wide split S2. Pada extremitas tidak
didapatkan adanya edema. Pemeriksaan EKG menunjukkan sinus takikardi, HR
115 BPM, regular, normoaxis, RAE, RVH, ICRBBB. Pemeriksaan
laboratorium dalam batas normal. Pada pemeriksaan foto thorax AP didapatkan
levocardia, cardiomegaly dengan CTI 0.62, apex terangkat, pinggang jantung
menonjol, dilatasi arteri pulmonalis dengan pruning di bagian bawahnya
(gambaran comma sign), dan corakan vascular kedua paru meningkat. . Pasien
didiagnosis dengan Atrial Septum Defect Secundum Left to Right Shunt
2. Kasus 2
Seorang Laki Laki Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 6
bulan yang lalu , hilang timbul , memberat dengan aktivitas , dyspnea on
effort ada , ortopneu tidak ada, paroxysmal nocturnal dyspnea ada, ,Pasien
mengatakan sering merasa Lelah jika aktivitas berat . Pasien sebelumnya
dirujuk ke Rumah Sakit Sorong dan di diagnosis oleh dokter spesialis jantung
sebagai atrial septal defect ,Riwayat biru ketika kecil tidak ada ,Riwayat
kelahiran : Pasien merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara, lahir normal ,
cukup bulan , lahir melalui persalinan normal ditolong oleh bidan, langsung
menangis, tidak biru, berat badan lahir dan panjang badan lahir tidak diingat
Riwayat hipertensi tidak ada , Riwayat diabetes melitus tidak ada , Riwayat
Penyakit Jantung bawaaan dikeluarga tidak ada , Saat ini pasien minum obat
furosemide 40 mg , spironolactone 25 mg , bisoprolol 2,5 mg
Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tanda-tanda vital didapatkan tekanan
darah 121/82 mmHg, nadi 109 kali per menit, pernapasan 20 kali per menit,
suhu 36.5 ˚C. Pasien tidak anemis, tidak icterus. JVP R + 4 cmH2O.
Pemeriksaan thorax didapatkan pernapasan vesikuler, rhonki dan wheezing
tidak ada. Bunyi jantung S1/S2 regular, terdapat murmur ejeksi sistolik di left
lower sternal border grade 2/6 . Pada extremitas tidak didapatkan adanya
Gambar 1.0 Kasus ASD
edema . Pada Pemeriksaan EKG Sinus Ritme , HR 100x/m , Right axis
deviation, Multiform P wave , Qrs duration 0,10 . Kesan : Multifocal atrial
takkikardi with Incomplete Right Bundle Branch Block . Pada Pemeriksaan
Echocardiography : Atrial Septal Defect , Massive Tricuspid regurgitation ,
Mild Pulmonary regurgitation , Pulmonary Hypertension , Fungsi left
ventrikel dan Right Ventrikel baik.. Pada pemeriksaan laboratorium dalam
batas normal
Pada pemeriksaan foto thorax AP didapatkan cardiomegaly dengan CTI
0.63, apex terangkat, Conus Pulmonalis menonjol, aorta normal dan corakan
vascular kedua paru meningkat. Pasien didiagnosis dengan Atrial Septum
Defect Secundum Left to Right Shunt
Gambar 2.0 Kasus ASD
Kasus refarat asd

Kasus refarat asd

  • 1.
    2.2 Contoh Kasus 1.Kasus 1 Seorang perempuan berusia 6 tahun 10 bulan datang dengan riwayat berdebar-debar sejak 6 bulan terakhir, hilang timbul. Saat ini, sesak napas tidak ada, batuk tidak ada, demam tidak ada, nyeri dada tidak ada. Riwayat biru tidak ada. Riwayat minum susu terputus ada. Penurunan berat badan sekitar 5 kg dalam 6 bulan terakhir. Nafsu makan baik. Riwayat kelahiran : pasien merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara, lahir cukup bulan, BBL 3.3 kg, PBL tidak diingat, lahir melalui persalinan normal ditolong oleh bidan, langsung menangis, tidak biru. Riwayat maternal : saat hamil usia ibu 29 tahun, riwayat DM dan hipertensi tidak ada, riwayat konsumsi obat-obatan saat hamil tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 20 kg dan tinggi badan 124 cm. Tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 115/62 mmHg, nadi 112 kali per menit, pernapasan 22 kali per menit, suhu 36.5 ˚C. Pasien tidak anemis, tidak icterus. JVP R + 2 cmH2O. Pemeriksaan thorax didapatkan pernapasan vesikuler, rhonki dan wheezing tidak ada. Bunyi jantung S1/S2 regular, terdapat murmur ejeksi sistolik grade 3/6 ULSB, wide split S2. Pada extremitas tidak didapatkan adanya edema. Pemeriksaan EKG menunjukkan sinus takikardi, HR 115 BPM, regular, normoaxis, RAE, RVH, ICRBBB. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Pada pemeriksaan foto thorax AP didapatkan levocardia, cardiomegaly dengan CTI 0.62, apex terangkat, pinggang jantung menonjol, dilatasi arteri pulmonalis dengan pruning di bagian bawahnya (gambaran comma sign), dan corakan vascular kedua paru meningkat. . Pasien didiagnosis dengan Atrial Septum Defect Secundum Left to Right Shunt
  • 2.
    2. Kasus 2 SeorangLaki Laki Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 6 bulan yang lalu , hilang timbul , memberat dengan aktivitas , dyspnea on effort ada , ortopneu tidak ada, paroxysmal nocturnal dyspnea ada, ,Pasien mengatakan sering merasa Lelah jika aktivitas berat . Pasien sebelumnya dirujuk ke Rumah Sakit Sorong dan di diagnosis oleh dokter spesialis jantung sebagai atrial septal defect ,Riwayat biru ketika kecil tidak ada ,Riwayat kelahiran : Pasien merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara, lahir normal , cukup bulan , lahir melalui persalinan normal ditolong oleh bidan, langsung menangis, tidak biru, berat badan lahir dan panjang badan lahir tidak diingat Riwayat hipertensi tidak ada , Riwayat diabetes melitus tidak ada , Riwayat Penyakit Jantung bawaaan dikeluarga tidak ada , Saat ini pasien minum obat furosemide 40 mg , spironolactone 25 mg , bisoprolol 2,5 mg Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 121/82 mmHg, nadi 109 kali per menit, pernapasan 20 kali per menit, suhu 36.5 ˚C. Pasien tidak anemis, tidak icterus. JVP R + 4 cmH2O. Pemeriksaan thorax didapatkan pernapasan vesikuler, rhonki dan wheezing tidak ada. Bunyi jantung S1/S2 regular, terdapat murmur ejeksi sistolik di left lower sternal border grade 2/6 . Pada extremitas tidak didapatkan adanya Gambar 1.0 Kasus ASD
  • 3.
    edema . PadaPemeriksaan EKG Sinus Ritme , HR 100x/m , Right axis deviation, Multiform P wave , Qrs duration 0,10 . Kesan : Multifocal atrial takkikardi with Incomplete Right Bundle Branch Block . Pada Pemeriksaan Echocardiography : Atrial Septal Defect , Massive Tricuspid regurgitation , Mild Pulmonary regurgitation , Pulmonary Hypertension , Fungsi left ventrikel dan Right Ventrikel baik.. Pada pemeriksaan laboratorium dalam batas normal Pada pemeriksaan foto thorax AP didapatkan cardiomegaly dengan CTI 0.63, apex terangkat, Conus Pulmonalis menonjol, aorta normal dan corakan vascular kedua paru meningkat. Pasien didiagnosis dengan Atrial Septum Defect Secundum Left to Right Shunt Gambar 2.0 Kasus ASD