ASUHAN KEPERAWATAN PADA
ANAK DENGAN ASD,VSD,&TOF
Yudiarsi Eppang, S.ST, M.Kes
Anatomi & Fisiologi Jantung
Sirkulasi Janin
 Secara fisiologis sirkulasi fetus disusun untuk mengangkut darah
yang teroksigenasi ke jantung dan otak.
 Arteri umbilikus mengalirkan darah yang sangat teroksigenasi dari
jaringan fetus ke plasenta.
 Darah yang teroksigenisasi yang berasal dari plasenta di bawa oleh
vena umbilikus ke hepar.
 Darah yang masuk ke hepar sebagian akan dibawa melintas
langsung melalui duktus venosus ke dalam Vena Cava Inferior (VCI).
 Darah dari hepar mencapai VCI melalui vena hepatica dengan
kejenuhan O2 sekitar 67%. Darah dari VCI memasuki atrium kanan
dan melintas jantung dibagi menjadi 2 oleh krista devidens.
 Bagian utama diarahkan dari VCI ke atrium kiri yang bercampur
dengan darah dari vena pulmonalis dan ke atrium kanan
bercampur dengan darah dari Vena Cava Superior (VCS).
 Darah dari jantung kiri berjalan ke miokardium melalui pembuluh
darah koroner. Kepala dan ekstremitas bagian atas melalui aorta
asendens.
 Darah yang meninggalkan ventrikel kanan menuju trunkus
pulmonalis, karena tahanan paru-paru lebih tinggi dibandingkan
tahanan vaskular sistemik.
 Darah yang masuk paru-paru melalui duktus arteriosus dan masuk
aorta desendens mensuplai anggota gerak bagian bawah.
 Susunan sirkulasi berubah dari situasi intrauterin ke ekstrauterin.
 Keadaan ini mengakibatkan penutupan dan obliterasi dari saluran
pirau, foramen ovale, duktus venosus, duktus arteriosus akibat
pengangkatan plasenta.
 Pada saat bayi mulai bernafas menyebabkan pengembangan
paru, sehingga tekanan pada sisi kanan jantung menurun,
sehingga darah yang mengalir kembali ke jantung berkurang
melalui VCI.
 Foramen ovale akan menutup akibat penurunan tekanan atrium
kanan dibanding atrium kiri. Perubahan tekanan setelah kelahiran
bisa mengakibatkan foramen ovale terbuka kembali sehingga
darah yang teroksigenasi tercampur kembali dengan
deoksigenisasi.
ASD (Atrial Septal Defect)
Pengertian
 ASD adalah kelainan jantung bawaan karena
terdapat defek pada sekat atrium yang
menyebabkan terjadinya pirau dari atrium kiri
ke kanan (Hockenberry & Wilson, 2009). ASD
dapat mengalami penutupan spontan pada
14%-66% bayi ASD yang berusia kurang dari
tiga bulan.
Manifestasi klinis
 Gejala Asimtomatis, dan berkembang menjadi CHF
 Karakteristik dari ASD adalah terdengarnya bunyi murmur
sistolik dan juga diastolik murmur.
 Pasien juga beresiko mengalami disritmia atrium
 Auskultasi jantung cukup khas yaitu bunyi jantung dua
yang terpisah lebar dan menetap tidak mengikuti variasi
pernafasan serta bising diastolik di parasternal sela iga 4
kiri akibat aliran deras melalui katup trikuspid
 Tumbuh kembang pada anak biasanya normal, namun jika
pirau besar maka pertumbuhan akan terganggu.
Pemeriksaan Penunjang
 Foto thoraks
 EKG
 Ekokardiografi
Penatalaksanaan
 Penatalaksaan ASD adalah dengan tindakan
operasi penutupan ASD bila rasio aliran darah
ke paru dan sistemik lebih dari 1,5.
Ventrikel Septal Defect (VSD)
Pengertian
 Defek septum ventrikel adalah cacat jantung umum yang
paling sering terjadi pada saat lahir, tetapi dapat terjadi pada
orang dewasa setelah operasi atau serangan jantung.
Terdapat sebuah lubang di dinding antara bilik-bilik ventrikel
jantung.
 Gejalanya antara lain warna kebiruan pada kulit, bibir, dan
kuku, yang disertai pola makan buruk, peningkatan berat
badan lambat, dan napas cepat.
 Kebanyakan lubang akan menutup sendiri, namun banyak
pula yang memerlukan operasi atau prosedur berbasis
kateter untuk menutup lubang. Gejala dapat diobati dengan
obat-obatan tekanan darah atau diuretik.
Manifestasi Klinis
 Hasil Echo kadang normal pada defek kecil, ataupun hipertropi
ventrikel kiri bila terdapat hipertropi ventrikel kanan curiga defek
besar
 Pada VSD besar hasil rontgenogram menunjukkan kardiomegali
 Terdapat karakteristik murmur
 Hasil EKG menunjukkan hasil hipertropi biventrikel, dengan
gelombang P runcing (peaked)
 Bila katerisasi jantung dilakukan hasil oksimetri akan
menunjukkan kenaikan kadar oksigen dari ventrikel kanan
Pemeriksaan Diagnostik
 Echo dua dimensi
 Pemeriksaan doppler
 Katerisasi jantung
Pengobatan
 Pada defek kecil orang tua harus diyakinkan bahwa
defek relatif jinak sehingga anak harus didorong
untuk hidup normal tanpa pembatasan fisik
 Perawatan gigi primer dan gigi tetap harus dijaga
untuk mencegah terjadi endokarditis dan
pemberian antibiotik profilaksis
 Pemantauan hasil laboratorium DL, dan hasil EKG
 Koreksi dengan pembedahan
Tetralogi Of Fallot
Pengertian
Tetralogy of Fallot (ToF) adalah sebuah penyakit jantung bawaan pada bayi.
Gangguan ini disebabkan oleh empat kombinasi dari penyakit
jantung bawaan ketika bayi lahir.
Kombinasi dari empat kelainan jantung bawaan dari Tetralogy of
Fallot adalah:
 Pulmonary valve stenosis, yaitu sebuah kondisi ketika katup jantung
pulmonal menyempit yang membuat aliran darah ke paru-paru menurun.
 Ventricular septal defect, yaitu terjadinya defek pada lubang dinding antar
bilik jantung (septum ventrikel).
 Hipertrofi ventrikel kanan, yaitu kondisi ketika ventrikel/bilik kanan mengalami
pembesaran dan menjadi lebih tebal.
 Aorta di atas septum, yaitu bergesernya aorta ke arah kanan yang mengikuti
lubang ventrikel.
Gejala Tetralogy of Fallot
 Gejala yang paling sering terlihat ketika seseorang mengidap
ToF adalah :
 Bibir, telinga, pipi, kuku jari, dan kuku kaki yang membiru.
 Napas pendek, badan lemah, dan pingsan.
 Selain itu, ToF dapat menyebabkan kehilangan berat badan
serta menebal dan membengkaknya jari-jari.
Pengobatan Tetralogy of Fallot
Cara untuk mengobat Tetralogy of Fallot yang terbilang paling efektif
adalah dengan operasi. Terdapat dua pilihan operasi yang akan
dilakukan, yaitu:
 Intracardiac repair. Operasi ini dilakukan pada tahun pertama setelah
bayi lahir. Tindakan ini dilakukan untuk memperbaiki katup pulmonal
yang sempit dan menutup lubang akibat VSD. Kadar oksigen dalam
darah bayi tersebut akan naik setelah dilakukannya operasi ini.
 Operasi sementara. Sebelum dilakukannya intracardiac repair, operasi
sementara perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Hal ini perlu
dilakukan untuk bayi dengan kelahiran prematur atau bayi yang arteri
paru-parunya tidak berkembang sempurna. Hal itu dilakukan untuk
mempertahankan aliran darah ke paru-paru. Pada operasi tersebut,
dokter akan membuat aliran darah baru untuk menyambungkan aorta
dan arteri paru-paru.
ASUHAN KEPERAWATAN
Manifestasi Klinis Sering Muncul
 Kegagalan pada myocard (takikardia, berkeringat,
penurunan jumlah urin, kelemahan, sakit, anoreksia,
penurunan TD, gallop, cardiomegaly)
 Pulmonary Congestion (Edema Paru) >> Takipnea,
dispnea, retraksi (infant), intoleransi aktivitas, batuk,
sianosis, wheezing
 Systemic Venous Congestion >> Peningkatan BB,
hepatomegali, asites, distensi vena jugularis
Nursing Care Management
 Kaji alat ukur yang dapat untuk meningkatkan
fungsi kardiak >> tanggung jawab perawat dalam
administrasi digoxin, dosis, observasi ES, dan
ajarkan orang tua/keluarga administrasi obat saat
dirumah
 Berikan dukungan kepada klien dan keluarga
Pengkajian
 Pengkajian fisik
 Palpasi
 Auskultasi
 Riwayat kesehatan
 Kaji Manifestasi Klinis yang muncul
 Kaji Kesiapan klien dan keluarga dalam kesiapan
intervensi/ treatment
Discharge Planning
 Tindakan pembedahan yang dijalani klien >>
Perawatan lanjutan >> HOME CARE
Masalah Keperawatan
 Resiko tinggi penurunan curah jantung
 Ketidakefektifan pola nafas
 Kelebihan volume cairan tubuh
 Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
 Intoleransi aktivitas
 Resiko tinggi infeksi
TERIMA KASIH

ASKEP jantung anak.pptx

  • 1.
    ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAKDENGAN ASD,VSD,&TOF Yudiarsi Eppang, S.ST, M.Kes
  • 2.
  • 3.
  • 4.
     Secara fisiologissirkulasi fetus disusun untuk mengangkut darah yang teroksigenasi ke jantung dan otak.  Arteri umbilikus mengalirkan darah yang sangat teroksigenasi dari jaringan fetus ke plasenta.  Darah yang teroksigenisasi yang berasal dari plasenta di bawa oleh vena umbilikus ke hepar.  Darah yang masuk ke hepar sebagian akan dibawa melintas langsung melalui duktus venosus ke dalam Vena Cava Inferior (VCI).  Darah dari hepar mencapai VCI melalui vena hepatica dengan kejenuhan O2 sekitar 67%. Darah dari VCI memasuki atrium kanan dan melintas jantung dibagi menjadi 2 oleh krista devidens.
  • 5.
     Bagian utamadiarahkan dari VCI ke atrium kiri yang bercampur dengan darah dari vena pulmonalis dan ke atrium kanan bercampur dengan darah dari Vena Cava Superior (VCS).  Darah dari jantung kiri berjalan ke miokardium melalui pembuluh darah koroner. Kepala dan ekstremitas bagian atas melalui aorta asendens.  Darah yang meninggalkan ventrikel kanan menuju trunkus pulmonalis, karena tahanan paru-paru lebih tinggi dibandingkan tahanan vaskular sistemik.  Darah yang masuk paru-paru melalui duktus arteriosus dan masuk aorta desendens mensuplai anggota gerak bagian bawah.
  • 6.
     Susunan sirkulasiberubah dari situasi intrauterin ke ekstrauterin.  Keadaan ini mengakibatkan penutupan dan obliterasi dari saluran pirau, foramen ovale, duktus venosus, duktus arteriosus akibat pengangkatan plasenta.  Pada saat bayi mulai bernafas menyebabkan pengembangan paru, sehingga tekanan pada sisi kanan jantung menurun, sehingga darah yang mengalir kembali ke jantung berkurang melalui VCI.  Foramen ovale akan menutup akibat penurunan tekanan atrium kanan dibanding atrium kiri. Perubahan tekanan setelah kelahiran bisa mengakibatkan foramen ovale terbuka kembali sehingga darah yang teroksigenasi tercampur kembali dengan deoksigenisasi.
  • 7.
  • 8.
    Pengertian  ASD adalahkelainan jantung bawaan karena terdapat defek pada sekat atrium yang menyebabkan terjadinya pirau dari atrium kiri ke kanan (Hockenberry & Wilson, 2009). ASD dapat mengalami penutupan spontan pada 14%-66% bayi ASD yang berusia kurang dari tiga bulan.
  • 10.
    Manifestasi klinis  GejalaAsimtomatis, dan berkembang menjadi CHF  Karakteristik dari ASD adalah terdengarnya bunyi murmur sistolik dan juga diastolik murmur.  Pasien juga beresiko mengalami disritmia atrium  Auskultasi jantung cukup khas yaitu bunyi jantung dua yang terpisah lebar dan menetap tidak mengikuti variasi pernafasan serta bising diastolik di parasternal sela iga 4 kiri akibat aliran deras melalui katup trikuspid  Tumbuh kembang pada anak biasanya normal, namun jika pirau besar maka pertumbuhan akan terganggu.
  • 11.
    Pemeriksaan Penunjang  Fotothoraks  EKG  Ekokardiografi
  • 12.
    Penatalaksanaan  Penatalaksaan ASDadalah dengan tindakan operasi penutupan ASD bila rasio aliran darah ke paru dan sistemik lebih dari 1,5.
  • 13.
  • 14.
    Pengertian  Defek septumventrikel adalah cacat jantung umum yang paling sering terjadi pada saat lahir, tetapi dapat terjadi pada orang dewasa setelah operasi atau serangan jantung. Terdapat sebuah lubang di dinding antara bilik-bilik ventrikel jantung.  Gejalanya antara lain warna kebiruan pada kulit, bibir, dan kuku, yang disertai pola makan buruk, peningkatan berat badan lambat, dan napas cepat.  Kebanyakan lubang akan menutup sendiri, namun banyak pula yang memerlukan operasi atau prosedur berbasis kateter untuk menutup lubang. Gejala dapat diobati dengan obat-obatan tekanan darah atau diuretik.
  • 16.
    Manifestasi Klinis  HasilEcho kadang normal pada defek kecil, ataupun hipertropi ventrikel kiri bila terdapat hipertropi ventrikel kanan curiga defek besar  Pada VSD besar hasil rontgenogram menunjukkan kardiomegali  Terdapat karakteristik murmur  Hasil EKG menunjukkan hasil hipertropi biventrikel, dengan gelombang P runcing (peaked)  Bila katerisasi jantung dilakukan hasil oksimetri akan menunjukkan kenaikan kadar oksigen dari ventrikel kanan
  • 17.
    Pemeriksaan Diagnostik  Echodua dimensi  Pemeriksaan doppler  Katerisasi jantung
  • 18.
    Pengobatan  Pada defekkecil orang tua harus diyakinkan bahwa defek relatif jinak sehingga anak harus didorong untuk hidup normal tanpa pembatasan fisik  Perawatan gigi primer dan gigi tetap harus dijaga untuk mencegah terjadi endokarditis dan pemberian antibiotik profilaksis  Pemantauan hasil laboratorium DL, dan hasil EKG  Koreksi dengan pembedahan
  • 19.
  • 20.
    Pengertian Tetralogy of Fallot(ToF) adalah sebuah penyakit jantung bawaan pada bayi. Gangguan ini disebabkan oleh empat kombinasi dari penyakit jantung bawaan ketika bayi lahir. Kombinasi dari empat kelainan jantung bawaan dari Tetralogy of Fallot adalah:  Pulmonary valve stenosis, yaitu sebuah kondisi ketika katup jantung pulmonal menyempit yang membuat aliran darah ke paru-paru menurun.  Ventricular septal defect, yaitu terjadinya defek pada lubang dinding antar bilik jantung (septum ventrikel).  Hipertrofi ventrikel kanan, yaitu kondisi ketika ventrikel/bilik kanan mengalami pembesaran dan menjadi lebih tebal.  Aorta di atas septum, yaitu bergesernya aorta ke arah kanan yang mengikuti lubang ventrikel.
  • 22.
    Gejala Tetralogy ofFallot  Gejala yang paling sering terlihat ketika seseorang mengidap ToF adalah :  Bibir, telinga, pipi, kuku jari, dan kuku kaki yang membiru.  Napas pendek, badan lemah, dan pingsan.  Selain itu, ToF dapat menyebabkan kehilangan berat badan serta menebal dan membengkaknya jari-jari.
  • 23.
    Pengobatan Tetralogy ofFallot Cara untuk mengobat Tetralogy of Fallot yang terbilang paling efektif adalah dengan operasi. Terdapat dua pilihan operasi yang akan dilakukan, yaitu:  Intracardiac repair. Operasi ini dilakukan pada tahun pertama setelah bayi lahir. Tindakan ini dilakukan untuk memperbaiki katup pulmonal yang sempit dan menutup lubang akibat VSD. Kadar oksigen dalam darah bayi tersebut akan naik setelah dilakukannya operasi ini.  Operasi sementara. Sebelum dilakukannya intracardiac repair, operasi sementara perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Hal ini perlu dilakukan untuk bayi dengan kelahiran prematur atau bayi yang arteri paru-parunya tidak berkembang sempurna. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan aliran darah ke paru-paru. Pada operasi tersebut, dokter akan membuat aliran darah baru untuk menyambungkan aorta dan arteri paru-paru.
  • 24.
  • 25.
    Manifestasi Klinis SeringMuncul  Kegagalan pada myocard (takikardia, berkeringat, penurunan jumlah urin, kelemahan, sakit, anoreksia, penurunan TD, gallop, cardiomegaly)  Pulmonary Congestion (Edema Paru) >> Takipnea, dispnea, retraksi (infant), intoleransi aktivitas, batuk, sianosis, wheezing  Systemic Venous Congestion >> Peningkatan BB, hepatomegali, asites, distensi vena jugularis
  • 26.
    Nursing Care Management Kaji alat ukur yang dapat untuk meningkatkan fungsi kardiak >> tanggung jawab perawat dalam administrasi digoxin, dosis, observasi ES, dan ajarkan orang tua/keluarga administrasi obat saat dirumah  Berikan dukungan kepada klien dan keluarga
  • 27.
    Pengkajian  Pengkajian fisik Palpasi  Auskultasi  Riwayat kesehatan  Kaji Manifestasi Klinis yang muncul  Kaji Kesiapan klien dan keluarga dalam kesiapan intervensi/ treatment
  • 28.
    Discharge Planning  Tindakanpembedahan yang dijalani klien >> Perawatan lanjutan >> HOME CARE
  • 29.
    Masalah Keperawatan  Resikotinggi penurunan curah jantung  Ketidakefektifan pola nafas  Kelebihan volume cairan tubuh  Gangguan pertumbuhan dan perkembangan  Intoleransi aktivitas  Resiko tinggi infeksi
  • 30.