KARDIOTOKOGRAFI
IRVIN ANDERSON
Prinsip kardiotokografi
Jenis pemeriksaan
 Non stress test
 Stress test
 Contraction stress test
 Oxitocin chalenge test
 Admision test
 Intrapartum monitoring
Penilaian meliputi :
 Baseline
 Pergerakan janin
 Variabilitas
 Akselerasi
 Deselerasi
Kertas CTG
Non stress test
 Menilai kesejahteraan janin
 Dilakukan usia kehamilan > 28 mgg
 Menilai hubungan antara frekwensi
jantung dengan pergerakan janin 
terjadi akselerasi pada pergerakan janin
 Sebaiknya pemeriksaan dilakukan pagi
hari 2 jam setelah sarapan dan tidak
boleh diberikan sedativa
Penilaian Non stress test
 Reaktif bila :
 Baseline antara 120-160 bpm
 Variabilitas > 5
 Gerakan jantung, terutama gerakan
multiple >5 gerakan dalam 20 menit
 Bila reaktif pemeriksaan ulang 1 mgg
Penilaian Non stress test
 Tidak reaktif bila :
 Baseline 120-160 bpm
 Variabilitas <5
 Gerakan <5 atau tidak ada dalam 20 mnt
 Tidak ada akselerasi denyut jantung janin
meskipun dilakukan rangsang dari luar
Non stress test
Non stress test
Stress test
 Melihat hubungan perubahan djj
dengan kontraksi rahim
 Terdiri dari :
 Oxitocyn challenge test
 Contraction stress test
 Menilai fungsi plasenta
 Terjadi deselerasi saat timbulnya
kontraksi
 Terdapat 3 kontraksi dalam 10 menit
Interpretasi dari CST
 Negatif bila :
 Tidak terjadi deselerasi lambat
 Variabilitas djj baik
 Terjadi akselerasi pada gerakan janin
 Frekwensi djj normal
 Bila hasil negatif kehamilan dapat
diteruskan sampai 7 hari lagi
Interpretasi dari CST
 Positif bila :
 Terjadi deselerasi lambat pada sebagian
besar kontraksi rahim
 Tidak selalu disertai variabilitas yang
menurun
 Tidak ada akselerasi pada gerakan janin
 Positif berarti terdapat insufisiensi
plasenta sehingga kehamilan harus
segera diakhiri, kecuali bila paru belum
matang
Interpretasi dari CST
Kondisi ibu dan janin
yang memiliki risiko gangguan
uteroplasenter
Kondisi ibu dan janin
yang memiliki risiko gangguan
uteroplasenter
Kondisi ibu dan janin
yang memiliki risiko gangguan
uteroplasenter
Definisi
 Baseline
 adalah frekwensi rata rata denyut
jantung janin dengan perbedaan 5 bpm
dalam 10 menit
 Sekurang-kurangnya terdapat selama 2
menit dalam periode 10 menit
 Pada saat aterm normal adalah antara
120-160 bpm
 Bradikardi bila <110 bpm
 Takikardi bila >160 bpm
Definisi
 Variabilitas
 Merupakan irregularitas dari denyut
jantung janin
 Normal >5
 Dibagi menjadi :
 Tidak ada variabilitas
 Minimal bila < 5 bpm
 Moderate / Normal bila 6-25 bpm
 Marked bila > 25 bpm
 sinusoidal
Tidak ada
variabilitas
Variabilitas <5
Normal
Marked
Definisi
 Akselerasi adalah :
 Peningkatan djj >15 bpm
 Terjadi selama > 15 detik tetapi kurang
dari 2 menit
 Etiologi :
 Pergerakan janin
 Pemeriksaan dalam
 Letak sungsang
 Kontraksi uterus
 Tekanan fundus
Deselerasi dini
 Deselerasi dini
 Perubahan periodik dari djj yang
berhubungan dengan kontraksi terhadap
uterus
 Onset terjadi pada awal kontraksi sebelum
puncak kontraksi
 Titik nadir terjadi bersamaan dengan
puncak kontraksi
 Bentuk seperti bayangan cermin kontraksi
Deselerasi dini
Deselerasi dini
Deselerasi dini
Deselerasi dini
Deselerasi lambat
 Deselerasi dini
 Delerasi yang terjadi akibat gangguan
pada perfusi uteroplasenter
 Puncak deselerasi / nadir terjadi setelah
puncak kontraksi
Deselerasi lambat
Deselerasi lambat
Deselerasi lambat
Deselerasi lambat
Deselerasi variabel
 Deselerasi variabel
 Terjadi penurunan bunyi jantung janin
>15 bpm selama >15 detik tetapi tidak
lebih dari 2 menit
 Terjadi akibat ganguan pada tali pusat
 Onset bisa terjadi kapan saja dari
periode kontraksi
Deselerasi variabel
Deselerasi variabel
Deselerasi variabel
Deselerasi variabel
Kesimpulan deselerasi
Kardiotokografi

Kardiotokografi