Mata Kuliah :
Teori Kritis
Dosen Pembimbing :
Yelly Elanda, S.Sos, MA.
Disusun oleh:
Maulana Riko 21510001
Tiara Nurul Maulidya 21510009
Alfi Ade Dea 21510010
Rauratul ismayant 21510015
Habibatut Tijani 21510020
Attikah Nurpermata 21510024
Kartika Mufarihana 21510003
Jurgen
Habermas
Teori Kritis
Profil
dikenal dengan karya-karya
mengenai demokrasi, negara dan
hukum serta perubahan
sosial.Generasi kedua Teori Kritis
Mazhab Frankfurt adalah Jurgen
Habermas. Melalui kerangka Teori
Tindakan Komunikatif, Jurgen
Habermas berupaya menjawab
kebuntuan serta pesimisme generasi
pertama Teori Kritis yaitu
Horkheimer, Adorno, dan Marcuse.
Menurut Habermas, rasio
instrumental hanya bisa digunakan
dalam relasi subjek-objek. Sebagai
contoh, manusia meretas alam untuk
dijadikan teknologi, cara berpikir
Latar
Belakang
Teori
merumuskan syarat-syarat
nyata perwujudan sebuah
masyarakat yang bebas dari
penindasan. Ia mencoba
mengembangkan sebuah teori
kritis.Dikatakan bahwa
positivisme hanya berpura-pura
bertindak objektif dengan
mengatakan bahwa ilmu
pengetahuan adalah bebas
nilai, padahal ia
menyembunyikan kekuasaan
dengan mempertahankan status
Quo masyarakat dan tidak
Latar
Belakang
Teori
langkahnya melakukan dialog
dengan Foucoult tentang
kekuasaan, dengan Parson tentang
krisis sosial, dengan Popper
mengenai falsifikasi dan yang
terakhir bagaimanapara
pendahulunya memandang
pencerahan telah membuahkan
Zweckrationalitat (Rasionalitas
Tujuan), sumber dari berbagai
bentuk saintisme, positivisme,
teknokratisme dan barbarisme gaya
baru. Keprihatinannya terhadap
masalah ini mendorongnya untuk
Pokok
Isi Teori
dalam menciptakan
pemahaman,
membangun konsensus,
dan menciptakan
kondisi yang
demokratis. Teori ini
menekankan pentingnya
keadilan dan partisipasi
dalam pembentukan
keputusan yang adil dan
merata dalam
Beberapa
Kritik Oleh
Habermas
dan teknologi dalam bidang politik,
ekonomi, dan sosial sering kali
mengabaikan dimensi moral dan
etika. Habermas menekankan
perlunya pendekatan yang lebih
reflektif dan kritis dalam
mengintegrasikan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam
tatanan sosial.
• Hegemoni Kapitalis: Habermas
mengkritik dominasi kapitalisme
global dan kecenderungannya
untuk memprioritaskan
pertumbuhan ekonomi dan
Contoh
Analisis
Teori
diskriminatif pada minoritas
Habermas menekankan
pentingnya menjaga
keseimbangan kekuasaan
untuk perubahan social.
Oleh karena itu, teori
kritisnya dapat diterapkan
pada isu diskriminasi dan
kekerasan pada minoritas
di Indonesia. Habermas
menegaskan hak asasi
manusia dan kritik terhadap
tindakan otoritarianisme
Kelemahan
Teori
Habermas
konsep seperti tindakan
komunikatif, persetujuan yang
rasional, dan diskursus yang
bebas seringkali dianggap
ambigu dan sulit diterapkan
dalam konteks praktis.
• 2. Tidak mempertimbangkan
kepentingan individu: Kritik
terhadap teori Habermas adalah
bahwa ia terlalu fokus pada
pemenuhan kepentingan kolektif,
seperti keadilan dan kebenaran,
Kelemahan
Teori
dunia nyata di mana komunikasi tidak
berjalan secara baik-baik saja, bahkan di
antara orang yang secara dasar setuju
tentang kebenaran dan keadilan.
• 4. Terlalu bersifat idealis: Beberapa kritikus
menyatakan bahwa teori Habermas terlalu
idealis dan tidak pernah mampu diterapkan
di dunia nyata. Konsep-konsep seperti
demokrasi deliberatif dan dialogik
seringkali dianggap sebagai sesuatu yang
lebih mudah diterapkan dalam konteks
akademik daripada dalam konteks politik
dan sosial.
• 5. Terlalu kurang mempertimbangkan faktor
nonverbal dan tidak verbal dalam
komunikasi: Teori ini tertumpu pada
asumsi-asumsi perilaku verbal yang
merupakan kelemahan besar dalam analisis
Perbedaan Teori
Kritis Generasi 1&2
Generasi
Pertama
(1950-
1960an
masyarakat modern
• - Fokus pada konsep-konsep
dan terminologi
• -konsep seperti sistem,
tindakan komunikatif, kritik
sosial, ideologi, dan kekuasaan
• - Konsep societas dan
communictas, teori tindakan
komunikatif, teori sistem yang
didasarkan pada pemikiran
Parsons
• - Menganalisis interaksi sosial
Generasi
Kedua
(1970an-
1990an)
dan isu-isu sosial lainnya
• - Menegaskan perlunya kritik dan tindakan
transformasi masyarakat tersebar
diantaranya pada cabang filsafat modern,
kejayaan ilmu pengetahuan alam, filsafat
nasionalisme, filsafat jender, kontoller
modernitas dan teknolog
• i - Memperluasnya teori budaya-kritis
dengan pengenalan tematik terbaru seperti
budaya sukses, teori neo-marxis, negara
dan masyarakat sipil, dan teori kritis
rasionalitas
• Dalam pokok teori kritis, generasi 1
berfokus pada interaksi sosial yang dijaga
dengan memublikasikan budaya secara
universal. Sementara itu generasi 2
bertujuan membangun teori yang lebih
menyeluruh, totalitas, dan mengkaitkan
SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Jurgen Habermas.pptx

  • 1.
    Mata Kuliah : TeoriKritis Dosen Pembimbing : Yelly Elanda, S.Sos, MA. Disusun oleh: Maulana Riko 21510001 Tiara Nurul Maulidya 21510009 Alfi Ade Dea 21510010 Rauratul ismayant 21510015 Habibatut Tijani 21510020 Attikah Nurpermata 21510024 Kartika Mufarihana 21510003
  • 2.
  • 3.
    Profil dikenal dengan karya-karya mengenaidemokrasi, negara dan hukum serta perubahan sosial.Generasi kedua Teori Kritis Mazhab Frankfurt adalah Jurgen Habermas. Melalui kerangka Teori Tindakan Komunikatif, Jurgen Habermas berupaya menjawab kebuntuan serta pesimisme generasi pertama Teori Kritis yaitu Horkheimer, Adorno, dan Marcuse. Menurut Habermas, rasio instrumental hanya bisa digunakan dalam relasi subjek-objek. Sebagai contoh, manusia meretas alam untuk dijadikan teknologi, cara berpikir
  • 4.
    Latar Belakang Teori merumuskan syarat-syarat nyata perwujudansebuah masyarakat yang bebas dari penindasan. Ia mencoba mengembangkan sebuah teori kritis.Dikatakan bahwa positivisme hanya berpura-pura bertindak objektif dengan mengatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah bebas nilai, padahal ia menyembunyikan kekuasaan dengan mempertahankan status Quo masyarakat dan tidak
  • 5.
    Latar Belakang Teori langkahnya melakukan dialog denganFoucoult tentang kekuasaan, dengan Parson tentang krisis sosial, dengan Popper mengenai falsifikasi dan yang terakhir bagaimanapara pendahulunya memandang pencerahan telah membuahkan Zweckrationalitat (Rasionalitas Tujuan), sumber dari berbagai bentuk saintisme, positivisme, teknokratisme dan barbarisme gaya baru. Keprihatinannya terhadap masalah ini mendorongnya untuk
  • 6.
    Pokok Isi Teori dalam menciptakan pemahaman, membangunkonsensus, dan menciptakan kondisi yang demokratis. Teori ini menekankan pentingnya keadilan dan partisipasi dalam pembentukan keputusan yang adil dan merata dalam
  • 7.
    Beberapa Kritik Oleh Habermas dan teknologidalam bidang politik, ekonomi, dan sosial sering kali mengabaikan dimensi moral dan etika. Habermas menekankan perlunya pendekatan yang lebih reflektif dan kritis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam tatanan sosial. • Hegemoni Kapitalis: Habermas mengkritik dominasi kapitalisme global dan kecenderungannya untuk memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dan
  • 8.
    Contoh Analisis Teori diskriminatif pada minoritas Habermasmenekankan pentingnya menjaga keseimbangan kekuasaan untuk perubahan social. Oleh karena itu, teori kritisnya dapat diterapkan pada isu diskriminasi dan kekerasan pada minoritas di Indonesia. Habermas menegaskan hak asasi manusia dan kritik terhadap tindakan otoritarianisme
  • 9.
    Kelemahan Teori Habermas konsep seperti tindakan komunikatif,persetujuan yang rasional, dan diskursus yang bebas seringkali dianggap ambigu dan sulit diterapkan dalam konteks praktis. • 2. Tidak mempertimbangkan kepentingan individu: Kritik terhadap teori Habermas adalah bahwa ia terlalu fokus pada pemenuhan kepentingan kolektif, seperti keadilan dan kebenaran,
  • 10.
    Kelemahan Teori dunia nyata dimana komunikasi tidak berjalan secara baik-baik saja, bahkan di antara orang yang secara dasar setuju tentang kebenaran dan keadilan. • 4. Terlalu bersifat idealis: Beberapa kritikus menyatakan bahwa teori Habermas terlalu idealis dan tidak pernah mampu diterapkan di dunia nyata. Konsep-konsep seperti demokrasi deliberatif dan dialogik seringkali dianggap sebagai sesuatu yang lebih mudah diterapkan dalam konteks akademik daripada dalam konteks politik dan sosial. • 5. Terlalu kurang mempertimbangkan faktor nonverbal dan tidak verbal dalam komunikasi: Teori ini tertumpu pada asumsi-asumsi perilaku verbal yang merupakan kelemahan besar dalam analisis
  • 11.
  • 12.
    Generasi Pertama (1950- 1960an masyarakat modern • -Fokus pada konsep-konsep dan terminologi • -konsep seperti sistem, tindakan komunikatif, kritik sosial, ideologi, dan kekuasaan • - Konsep societas dan communictas, teori tindakan komunikatif, teori sistem yang didasarkan pada pemikiran Parsons • - Menganalisis interaksi sosial
  • 13.
    Generasi Kedua (1970an- 1990an) dan isu-isu sosiallainnya • - Menegaskan perlunya kritik dan tindakan transformasi masyarakat tersebar diantaranya pada cabang filsafat modern, kejayaan ilmu pengetahuan alam, filsafat nasionalisme, filsafat jender, kontoller modernitas dan teknolog • i - Memperluasnya teori budaya-kritis dengan pengenalan tematik terbaru seperti budaya sukses, teori neo-marxis, negara dan masyarakat sipil, dan teori kritis rasionalitas • Dalam pokok teori kritis, generasi 1 berfokus pada interaksi sosial yang dijaga dengan memublikasikan budaya secara universal. Sementara itu generasi 2 bertujuan membangun teori yang lebih menyeluruh, totalitas, dan mengkaitkan
  • 14.