STIKES PKU-SEMESTER 1 FILSAFAT DAN LOGIKA
PROBLEM SOLVING PEMECAHAN MASALAH  Pemecahan masalah kadang-kadang disebut sebagai masalah manajemen dapat dibagi menjadi dua bagian proses dan keputusan. Proses pemecahan masalah didasarkan pada keberadaan suatu sistem yang dirancang untuk menangani masalah-masalah saat mereka muncul
Bisnis ahli berpendapat bahwa sikap seperti hanya tidak dapat diterima, terutama untuk usaha kecil yang ingin berkembang, apalagi bertahan.  Bagian kedua dari persamaan manajemen masalah adalah keputusan, atau pilihan, itu sendiri
Unsur2 yg Perlu Dipertimbangkan dlm Proses Pengambilan Keputusan  Satu set mengacu pada alasan-alasan yang digunakan untuk keputusan bantu. Lain menekankan pengaturan, ruang lingkup dan tingkat keputusan, dan penggunaan prosedural dan teknis
Alasan  Organisasi pengambil keputusan telah mengadopsi berbagai gaya dalam proses pengambilan keputusan mereka. Sebagai contoh, beberapa pemimpin bisnis merangkul proses di mana setiap respon yg mungkin untuk mengeluarkan suatu diperiksa sebelum akhirnya pd respon akhir, sementara yg lain mengadopsi filsafat lebih fleksibel
Legitimasi gaya masing-masing bervariasi sesuai dengan realitas bisnis individu dalam alam seperti daya saing pasar, kepribadian pemilik bisnis, ketajaman masalah, dll
Home pemilik usaha tanpa karyawan, misalnya, cenderung untuk mengambil pendekatan yang berbeda jauh untuk memecahkan masalah dari pemilik bisnis akan yang memiliki puluhan karyawan dan/atau beberapa departemen internal yang berbeda.
Seorang pemilik bisnis yang tidak memiliki mitra atau karyawan mungkin akan berguna untuk mencari informasi dari sumber luar (akuntan, sesama pebisnis, pengacara, dll) sebelum membuat keputusan bisnis penting
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MISKIN Faktor dalam pengambilan keputusan cacat biasanya dikutip oleh para ahli bisnis, termasuk yg berikut: kapasitas organisasi terbatas; informasi terbatas; yg costliness analisis; interdependensi antara fakta dan nilai, keterbukaan dari sistem untuk dianalisis, dan keanekaragaman bentuk keputusan bisnis yang benar2 muncul
Selain itu, keterbatasan waktu, gangguan pribadi, rendahnya tingkat keterampilan pengambilan keputusan, konflik tujuan bisnis, dan faktor interpersonal juga dapat memiliki dampak yang merugikan pada kapasitas pengambilan keputusan bisnis (atau besar) kecil
Sebuah kategori kedua dari kesulitan yang ditangkap dalam sejumlah perangkap umum prosedur keputusan  Salah satu perangkap tersebut adalah "psikosis menghindari keputusan," yang terjadi ketika organisasi menunda membuat keputusan yang perlu dibuat sampai menit terakhir sangat
Macam-Macam Keputusan   Keputusan Auto Generated Keputusan semacam ini diambil dengan cepat dan kurang memperthatikan, mepertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusannya.  Keputusan auto generated ini kurang baik, sebab resikonya tinggi
b. Keputusan Induced Keputusan  induced  diambil berdasarkan  scientific  managemen atau managemen ilmiah, sehingga keputusan itu logis, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resikonya relative kecil; cuma proses pengambilan  keputusan lebih lambat .
Pengambilan keputusan adalah manajer (pemimpin) baik secara “individual decision maupun group decision” yang mempunyai kewenangan untuk memutuskannya  Individual decision, keputusan “hanya” ditetapkan oleh seorang manajer; sedang para bawahan hanya dapat berpartisipasi memberikan saran-saran, pendapat-pendapat, dan informasi saja, tetapi tidak berhak untuk ikut memutuskannya.
Kebaikannya:  1. keputusan dapat diambil secara cepat 2. penanggungjawab keputusan itu jelas 3. biaya pengambilan kptsan relative kecil 4.  kecakapan seorang manajer dpt dimanfaatkan
Keburukannya : 1. keputusan itu kurang baik, sebab  kemampuan decision maker terbatas 2. prestise manajer akan berkurang, jika  keputusannya ternyata salah 3. realisasi keputusan mengalami kesulitan,  sebab para bawahan kurang meresapinya 4. pembinaan bawahan kurang diperhatikan,  karena mereka tidak diikutkan dalam  menetapkan keputusan, akibatnya  kesinambungan pimpinan oganisasi kurang  terjamin
Group decision , keputusan itu ditetapkan oleh para anggota grup, baik atas hasil mufakat dan musyawarah, maupun atas voting.  Dalam proses pengambilan keputusan anggota grup ikut berperan aktif membicarakan tujuan dari “keputusan, resiko, dan dampak keputusan serta ikut menetapkan keputusan tersebut”.
Kebaikannya: keputusan rewlatif lebih baik, logis, ideal, sebab merupakan hasil pemikiran dari beberapa orang kecenderungan untuk bertibdak otoriter dapat dihindarkan kerjasama relative akan dapat ditingkatkan diantara sesama anggota grup resiko dan dampak negative dari keputusan semakin kecil pembinaan para annggota grup akan lebih baik
Keburukannya: pengambilan keputusan relative lama, bahkan sering bertele-tele biaya pengambilan keputusan relative lebih banyak penanggungjawab keputusan kurang jelas minoritas kadang-kadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara
Group decision ini hanya dapat ditetapkan dalam organisasi komite dan dalam pimpinan presidium saja, dimana para anggota mempunyai hak suara yang sama, misalnya dalam MPR, DPR, dan Koperasi
Keputusan, Pembalikan & Perlawanan Keputusan adalah suatu perbuatan tertentu dari manusia. Dalam dan dengan perbuatan itu dia mengakui atau memungkiri kesatuan dan hubungan antar dua hal.
Unsur-unsur keputusan : •  Subyek (sesuatu yang diberi  keterangan) •  Predikat (sesuatu yang menerangkan  tentang subyek) •  Kata penghubung (pernyataan yang  mengakui atau memungkiri hubungan  antara subyek dan predikat)
Macam-macam Keputusan   Berdasarkan sifat pengakuan dan pemungkirannya dibedakan menjadi •  Keputusan kategoris : predikat menerangkan subyek tanpa  syarat. Dibagi lagi menjadi: -  Keputusan kategoris tunggal (memuat satu subyek dan satu  predikat) -  Keputusan kategoris majemuk (memuat lebih dari satu subyek  dan  predikat) -  Susunan kata yang menyatakan modalitas, seperti : tentu,  niscaya, tidak tentu, dll. •  Keputusan hipotetis : predikat menerangkan subyek dengan  syarat.  Dibagi menjadi : -  Keputusan (hipotetis) kondisional : ditandai dengan “jika….  maka…” -  Keputusan (hipotetis) disyungtif : ditandai dengan  “atau…atau…” -  Keputusan (hipotetis) konyungtif : ditandai dengan “tidak  sekaligus…  dan…”
Yang akan dibahas adalah keputusan kategoris tunggal.  Pembagian keputusan ini sebagai berikut: • Berdasarkan materinya: Keputusan analitis (predikat menyebut  sifat hakiki yang pasti dalam subyek)  dan keputusan sintetis (predikat  menyebut sifat yang tidak hakiki)
•  Berdasarkan bentuknya : keputusan positif (afirmatif) dan negatif •  Berdasarkan luasnya : Keputusan universal (predikat menerangkan seluruh luas subyek), partikular (predikat menerangkan sebagian dari seluruh luas subyek), dan singular (predikat menerangkan satu barang dengan tegas)
Keputusan A, E, I, O Berdasarkan bentuk dan luasnya, keputusan dibedakan menjadi : •  Keputusan A : Keputusan afirmatif (positif)  dan universal (singular) Contoh : Semua pelajar SMAN 1 Surabaya lulus  Ujian Nasional •  Keputusan E : Keputusan negatif dan  universal (singular) Contoh : Semua yang mati tidak bisa dihidupkan  lagi
•  Keputusan I : Keputusan afirmatif  (positif) dan partikular Contoh : Beberapa mahasiswa melakukan  study tour ke Aceh •  Keputusan O : Keputusan negatif dan  partikular Contoh : Beberapa dosen tidak suka  memberi ceramah
•  Pembalikan dan Perlawanan Pembalikan Membalikkan adalah mengganti subyek dan predikat, sehingga yang dulunya subyek menjadi predikat, dan sebaliknya tanpa mengurangi kebenaran keputusan itu. Ada pembalikan seluruhnya (contoh : keputusan E menjadi E) atau pembalikan sebagian (contoh : keputusan A menjadi menjadi I).
Hukum-hukum pembalikan : Keputusan A hanya boleh dibalik menjadi keputusan I Contoh : Semua mawar adalah bunga hanya bisa dibalik menjadi beberapa bunga adalah mawar, bukan semua bunga adalah mawar
Keputusan E selalu bisa dibalik Contoh : Semua kancil bukan tumbuhan bisa dibalik menjadi semua tumbuhan bukan kancil atau beberapa tumbuhan bukan kancil Keputusan I hanya dapat dibalik menjadi keputusan I lagi Contoh : Beberapa sepeda itu rusak dapat dibalik menjadi beberapa yang rusak itu sepeda
Keputusan O tidak dapat dibalik Contoh : Beberapa orang tidak jatuh tidak dapat dibalik menjadi Beberapa yang jatuh tidak (bukan) orang
Perlawanan Keputusan yang berlawanan adalah keputusan yang tidak dapat sama-sama benar atau sama-sama salah. Macam-macam perlawanan : •  Menurut bentuknya : perlawanan  kontraris dan subkontraris  •  Menurut luasnya : perlawanan  subaltern  •  Baik bentuk maupun luas : perlawana  kontradiktif

Logika8

  • 1.
    STIKES PKU-SEMESTER 1FILSAFAT DAN LOGIKA
  • 2.
    PROBLEM SOLVING PEMECAHANMASALAH Pemecahan masalah kadang-kadang disebut sebagai masalah manajemen dapat dibagi menjadi dua bagian proses dan keputusan. Proses pemecahan masalah didasarkan pada keberadaan suatu sistem yang dirancang untuk menangani masalah-masalah saat mereka muncul
  • 3.
    Bisnis ahli berpendapatbahwa sikap seperti hanya tidak dapat diterima, terutama untuk usaha kecil yang ingin berkembang, apalagi bertahan. Bagian kedua dari persamaan manajemen masalah adalah keputusan, atau pilihan, itu sendiri
  • 4.
    Unsur2 yg PerluDipertimbangkan dlm Proses Pengambilan Keputusan Satu set mengacu pada alasan-alasan yang digunakan untuk keputusan bantu. Lain menekankan pengaturan, ruang lingkup dan tingkat keputusan, dan penggunaan prosedural dan teknis
  • 5.
    Alasan Organisasipengambil keputusan telah mengadopsi berbagai gaya dalam proses pengambilan keputusan mereka. Sebagai contoh, beberapa pemimpin bisnis merangkul proses di mana setiap respon yg mungkin untuk mengeluarkan suatu diperiksa sebelum akhirnya pd respon akhir, sementara yg lain mengadopsi filsafat lebih fleksibel
  • 6.
    Legitimasi gaya masing-masingbervariasi sesuai dengan realitas bisnis individu dalam alam seperti daya saing pasar, kepribadian pemilik bisnis, ketajaman masalah, dll
  • 7.
    Home pemilik usahatanpa karyawan, misalnya, cenderung untuk mengambil pendekatan yang berbeda jauh untuk memecahkan masalah dari pemilik bisnis akan yang memiliki puluhan karyawan dan/atau beberapa departemen internal yang berbeda.
  • 8.
    Seorang pemilik bisnisyang tidak memiliki mitra atau karyawan mungkin akan berguna untuk mencari informasi dari sumber luar (akuntan, sesama pebisnis, pengacara, dll) sebelum membuat keputusan bisnis penting
  • 9.
    PENGAMBILAN KEPUTUSAN MISKINFaktor dalam pengambilan keputusan cacat biasanya dikutip oleh para ahli bisnis, termasuk yg berikut: kapasitas organisasi terbatas; informasi terbatas; yg costliness analisis; interdependensi antara fakta dan nilai, keterbukaan dari sistem untuk dianalisis, dan keanekaragaman bentuk keputusan bisnis yang benar2 muncul
  • 10.
    Selain itu, keterbatasanwaktu, gangguan pribadi, rendahnya tingkat keterampilan pengambilan keputusan, konflik tujuan bisnis, dan faktor interpersonal juga dapat memiliki dampak yang merugikan pada kapasitas pengambilan keputusan bisnis (atau besar) kecil
  • 11.
    Sebuah kategori keduadari kesulitan yang ditangkap dalam sejumlah perangkap umum prosedur keputusan Salah satu perangkap tersebut adalah "psikosis menghindari keputusan," yang terjadi ketika organisasi menunda membuat keputusan yang perlu dibuat sampai menit terakhir sangat
  • 12.
    Macam-Macam Keputusan Keputusan Auto Generated Keputusan semacam ini diambil dengan cepat dan kurang memperthatikan, mepertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusannya. Keputusan auto generated ini kurang baik, sebab resikonya tinggi
  • 13.
    b. Keputusan InducedKeputusan induced diambil berdasarkan scientific managemen atau managemen ilmiah, sehingga keputusan itu logis, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resikonya relative kecil; cuma proses pengambilan keputusan lebih lambat .
  • 14.
    Pengambilan keputusan adalahmanajer (pemimpin) baik secara “individual decision maupun group decision” yang mempunyai kewenangan untuk memutuskannya Individual decision, keputusan “hanya” ditetapkan oleh seorang manajer; sedang para bawahan hanya dapat berpartisipasi memberikan saran-saran, pendapat-pendapat, dan informasi saja, tetapi tidak berhak untuk ikut memutuskannya.
  • 15.
    Kebaikannya: 1.keputusan dapat diambil secara cepat 2. penanggungjawab keputusan itu jelas 3. biaya pengambilan kptsan relative kecil 4. kecakapan seorang manajer dpt dimanfaatkan
  • 16.
    Keburukannya : 1.keputusan itu kurang baik, sebab kemampuan decision maker terbatas 2. prestise manajer akan berkurang, jika keputusannya ternyata salah 3. realisasi keputusan mengalami kesulitan, sebab para bawahan kurang meresapinya 4. pembinaan bawahan kurang diperhatikan, karena mereka tidak diikutkan dalam menetapkan keputusan, akibatnya kesinambungan pimpinan oganisasi kurang terjamin
  • 17.
    Group decision ,keputusan itu ditetapkan oleh para anggota grup, baik atas hasil mufakat dan musyawarah, maupun atas voting. Dalam proses pengambilan keputusan anggota grup ikut berperan aktif membicarakan tujuan dari “keputusan, resiko, dan dampak keputusan serta ikut menetapkan keputusan tersebut”.
  • 18.
    Kebaikannya: keputusan rewlatiflebih baik, logis, ideal, sebab merupakan hasil pemikiran dari beberapa orang kecenderungan untuk bertibdak otoriter dapat dihindarkan kerjasama relative akan dapat ditingkatkan diantara sesama anggota grup resiko dan dampak negative dari keputusan semakin kecil pembinaan para annggota grup akan lebih baik
  • 19.
    Keburukannya: pengambilan keputusanrelative lama, bahkan sering bertele-tele biaya pengambilan keputusan relative lebih banyak penanggungjawab keputusan kurang jelas minoritas kadang-kadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara
  • 20.
    Group decision inihanya dapat ditetapkan dalam organisasi komite dan dalam pimpinan presidium saja, dimana para anggota mempunyai hak suara yang sama, misalnya dalam MPR, DPR, dan Koperasi
  • 21.
    Keputusan, Pembalikan &Perlawanan Keputusan adalah suatu perbuatan tertentu dari manusia. Dalam dan dengan perbuatan itu dia mengakui atau memungkiri kesatuan dan hubungan antar dua hal.
  • 22.
    Unsur-unsur keputusan :• Subyek (sesuatu yang diberi keterangan) • Predikat (sesuatu yang menerangkan tentang subyek) • Kata penghubung (pernyataan yang mengakui atau memungkiri hubungan antara subyek dan predikat)
  • 23.
    Macam-macam Keputusan Berdasarkan sifat pengakuan dan pemungkirannya dibedakan menjadi • Keputusan kategoris : predikat menerangkan subyek tanpa syarat. Dibagi lagi menjadi: - Keputusan kategoris tunggal (memuat satu subyek dan satu predikat) - Keputusan kategoris majemuk (memuat lebih dari satu subyek dan predikat) - Susunan kata yang menyatakan modalitas, seperti : tentu, niscaya, tidak tentu, dll. • Keputusan hipotetis : predikat menerangkan subyek dengan syarat. Dibagi menjadi : - Keputusan (hipotetis) kondisional : ditandai dengan “jika…. maka…” - Keputusan (hipotetis) disyungtif : ditandai dengan “atau…atau…” - Keputusan (hipotetis) konyungtif : ditandai dengan “tidak sekaligus… dan…”
  • 24.
    Yang akan dibahasadalah keputusan kategoris tunggal. Pembagian keputusan ini sebagai berikut: • Berdasarkan materinya: Keputusan analitis (predikat menyebut sifat hakiki yang pasti dalam subyek) dan keputusan sintetis (predikat menyebut sifat yang tidak hakiki)
  • 25.
    • Berdasarkanbentuknya : keputusan positif (afirmatif) dan negatif • Berdasarkan luasnya : Keputusan universal (predikat menerangkan seluruh luas subyek), partikular (predikat menerangkan sebagian dari seluruh luas subyek), dan singular (predikat menerangkan satu barang dengan tegas)
  • 26.
    Keputusan A, E,I, O Berdasarkan bentuk dan luasnya, keputusan dibedakan menjadi : • Keputusan A : Keputusan afirmatif (positif) dan universal (singular) Contoh : Semua pelajar SMAN 1 Surabaya lulus Ujian Nasional • Keputusan E : Keputusan negatif dan universal (singular) Contoh : Semua yang mati tidak bisa dihidupkan lagi
  • 27.
    • KeputusanI : Keputusan afirmatif (positif) dan partikular Contoh : Beberapa mahasiswa melakukan study tour ke Aceh • Keputusan O : Keputusan negatif dan partikular Contoh : Beberapa dosen tidak suka memberi ceramah
  • 28.
    • Pembalikandan Perlawanan Pembalikan Membalikkan adalah mengganti subyek dan predikat, sehingga yang dulunya subyek menjadi predikat, dan sebaliknya tanpa mengurangi kebenaran keputusan itu. Ada pembalikan seluruhnya (contoh : keputusan E menjadi E) atau pembalikan sebagian (contoh : keputusan A menjadi menjadi I).
  • 29.
    Hukum-hukum pembalikan :Keputusan A hanya boleh dibalik menjadi keputusan I Contoh : Semua mawar adalah bunga hanya bisa dibalik menjadi beberapa bunga adalah mawar, bukan semua bunga adalah mawar
  • 30.
    Keputusan E selalubisa dibalik Contoh : Semua kancil bukan tumbuhan bisa dibalik menjadi semua tumbuhan bukan kancil atau beberapa tumbuhan bukan kancil Keputusan I hanya dapat dibalik menjadi keputusan I lagi Contoh : Beberapa sepeda itu rusak dapat dibalik menjadi beberapa yang rusak itu sepeda
  • 31.
    Keputusan O tidakdapat dibalik Contoh : Beberapa orang tidak jatuh tidak dapat dibalik menjadi Beberapa yang jatuh tidak (bukan) orang
  • 32.
    Perlawanan Keputusan yangberlawanan adalah keputusan yang tidak dapat sama-sama benar atau sama-sama salah. Macam-macam perlawanan : • Menurut bentuknya : perlawanan kontraris dan subkontraris • Menurut luasnya : perlawanan subaltern • Baik bentuk maupun luas : perlawana kontradiktif