Empat belas strategi yang dirancang
Kementerian Kesehatan untuk meraih WTP
ternyata berhasil. Menurut rilis yang dikeluarkan
BPK (11/6/2013), Kementerian Kesehatan memiliki
penilaian keuangan wajar tanpa pengecualian.
Hal ini jelas merupakan sebuah cerminan harga
diri dan integritas yang bersih sebagai aparatur
negara bidang kesehatan.
Strategi yang disusun Kemkes untuk meraih
WTP dirinci menjadi 63 kegiatan. Strategi
tersebut adalah Membangun Komitmen dan
Integritas Pimpinan, Para Pengelola dan Para
Pelaksana Kegiatan; Penguatan Perencanaan
dan Penganggaran; Pembenahan Pengelolaan
Kas/ Sistem Pembukuan/ Akuntansi; Perbaikan
Penatausahaan PNBP; Perbaikan Pengelolaan
Hibah Langsung; Penataan Rekening; Peningkatan
Kualitas Pengadaan Barang/ Jasa; Pembenahan
Penatausahaan Barang Milik Negara (BMN);
Penguatan Kapasitas SDM; Penguatan Sistem
Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP);
Penguatan Monitoring dan Evaluasi; Perbaikan
Penyusunan dan Penyampaian Laporan
Keuangan; Peningkatan Kualitas Pengawasan;
serta Percepatan Penyelesaian Tindak Lanjut
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).
Menurut Menkes, untuk
mendukung program meraih
WTP ini, Kemkes telah
membentuk satuan tugas
yang diketuai Sekretaris
Jenderal Kemkes. Kegiatan
ini juga melibatkan seluruh
karyawan Kementerian
Kesehatan di kantor pusat
maupun Daerah, termasuk
Satuan Kerja (Satker) di
daerah yang melaksanakan
tugas Dekon dan
Pembantuan.
Upaya yang dilakukan
Kemkes mendapat apresiasi
yang positif dari BPK.
Selain meraih WTP, menurut Dr. Rizal Jalil, Kemkes
merupakan satu-satunya departemen atau
kementerian/lembaga bahkan pemerintah daerah
dengan program yang terstruktur dengan baik
untuk mencapai WTP-nya.
[]
Nafsiah Mboi, Menteri dengan
Kinerja Terbaik
edisi Juni
UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT KUNJUNGI www.sehatnegeriku.com
Kemenkes Raih WTP
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi adalah satu
dari tiga menteri yang mendapat penilaian
terbaik dalam kinerjanya di mata masyarakat. Dua
menteri lainnya adalah Menteri Badan Usaha Milik
Negara Dahlan Iskan, dan Menteri Perdagangan
Gita Wirjawan. Para menteri tersebut dinilai dapat
bekerja lebih baik dan total karena fokus dalam
tanggung jawab dan pekerjaan.
Penilaian yang dilakukan Lembaga Survei
Nasional ini diperoleh melalui survei yang digelar pada 1 hingga 10
Mei 2013 di 33 provinsi dengan jumlah responden mencapai 1.230
orang. Survei dilakukan dengan teknik pencuplikan secara rambang
berjenjang, dengan simpangan kesalahan sebesar 2,8 persen dan
tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Survei juga dilengkapi
dengan riset kualitatif melalui wawancara dan analisis media.
Tiga nama yang mendapat nilai tinggi dalam kinerja secara
berurutan adalah : Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan
dengan nilai 20,4 persen, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dengan 14,2
persen, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dengan 11,8 persen.
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi dinilai baik oleh masyarakat
karena memiliki banyak program yang langsung menyentuh
masyarakat di tingkat daerah. LSN menyatakan, masyarakat
memberikan apresiasi kepada Nafsiah karena kebijakan
kementeriannya yang tepat dan langsung []
Dirjen P2PL Tjandra Yoga Aditama
menyampaikan bahwa asap rokok
mengandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun
yang berbahaya untuk tubuh dimana 43
diantaranya bersifat karsinogenik. Komponen
utama sebatang rokok adalah Nikotin zat
berbahaya penyebab kecanduan, Tar yang
bersifat karsinogenik, dan CO yang dapat
menurunkan kandungan oksigen dalam darah.
Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit,
khususnya kanker paru, stroke, penyakit paru
obstruktif kronik, penyakit jantung koroner, dan
gangguan pembuluh darah, juga menyebabkan
penurunan kesuburan, gangguan kehamilan,
gangguan pertumbuhan janin (fisik dan IQ),
gangguan imunitas bayi dan peningkatan
kematian perinatal.
Selain berdampak buruk bagi kesehatan perokok
itu sendiri, asap rokok juga berbahaya bagi
kesehatan orang di sekitarnya. AROL (Asap Rokok
Orang Lain) adalah gabungan antara asap yang
dikeluarkan oleh ujung rokok yang membara
dan produk tembakau lainnya serta asap yang
dihembuskan perokok.
Tidak ada batas aman untuk AROL. Hasil survey
menunjukkan bahwa jumlah perokok pasif
perempuan di Indonesia 62 juta dan laki-laki 30
juta, dan yang paling menyedihkan adalah jumlah
anak usia 0-4 tahun yang terpapar AROL sebesar
11,4 juta anak. Perokok pasif ini mempunyai
risiko terkena penyakit kanker 30 % lebih besar
dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap
rokok, juga terkena penyakit jantung iskemik
yang disebabkan oleh asap rokok.
“Saat ini, perokok pemula remaja usia 10-14
tahun naik 2x lipat dalam 10 tahun terakhir,
dari 5,9% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada
tahun 2010. Sementara perokok pemula usia
15-19 tahun menurun dari 58,9% menjadi 43,3%.
Keadaan ini menunjukkan adanya pergeseran
perokok pemula ke kelompok usia yang lebih
muda (Susenas 2004, SKRT 2001)”, tambah
Tjandra. []
Sekali lagi, Bahaya Rokok!
PusatKomunikasiPublik
INFO KITA 06
Perokok pemula remaja usia 10-14 tahun naik 2x lipat dalam 10 tahun terakhir.

Info Kita Juni 2013

  • 1.
    Empat belas strategiyang dirancang Kementerian Kesehatan untuk meraih WTP ternyata berhasil. Menurut rilis yang dikeluarkan BPK (11/6/2013), Kementerian Kesehatan memiliki penilaian keuangan wajar tanpa pengecualian. Hal ini jelas merupakan sebuah cerminan harga diri dan integritas yang bersih sebagai aparatur negara bidang kesehatan. Strategi yang disusun Kemkes untuk meraih WTP dirinci menjadi 63 kegiatan. Strategi tersebut adalah Membangun Komitmen dan Integritas Pimpinan, Para Pengelola dan Para Pelaksana Kegiatan; Penguatan Perencanaan dan Penganggaran; Pembenahan Pengelolaan Kas/ Sistem Pembukuan/ Akuntansi; Perbaikan Penatausahaan PNBP; Perbaikan Pengelolaan Hibah Langsung; Penataan Rekening; Peningkatan Kualitas Pengadaan Barang/ Jasa; Pembenahan Penatausahaan Barang Milik Negara (BMN); Penguatan Kapasitas SDM; Penguatan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP); Penguatan Monitoring dan Evaluasi; Perbaikan Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan; Peningkatan Kualitas Pengawasan; serta Percepatan Penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Menurut Menkes, untuk mendukung program meraih WTP ini, Kemkes telah membentuk satuan tugas yang diketuai Sekretaris Jenderal Kemkes. Kegiatan ini juga melibatkan seluruh karyawan Kementerian Kesehatan di kantor pusat maupun Daerah, termasuk Satuan Kerja (Satker) di daerah yang melaksanakan tugas Dekon dan Pembantuan. Upaya yang dilakukan Kemkes mendapat apresiasi yang positif dari BPK. Selain meraih WTP, menurut Dr. Rizal Jalil, Kemkes merupakan satu-satunya departemen atau kementerian/lembaga bahkan pemerintah daerah dengan program yang terstruktur dengan baik untuk mencapai WTP-nya. [] Nafsiah Mboi, Menteri dengan Kinerja Terbaik edisi Juni UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT KUNJUNGI www.sehatnegeriku.com Kemenkes Raih WTP Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi adalah satu dari tiga menteri yang mendapat penilaian terbaik dalam kinerjanya di mata masyarakat. Dua menteri lainnya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Para menteri tersebut dinilai dapat bekerja lebih baik dan total karena fokus dalam tanggung jawab dan pekerjaan. Penilaian yang dilakukan Lembaga Survei Nasional ini diperoleh melalui survei yang digelar pada 1 hingga 10 Mei 2013 di 33 provinsi dengan jumlah responden mencapai 1.230 orang. Survei dilakukan dengan teknik pencuplikan secara rambang berjenjang, dengan simpangan kesalahan sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara dan analisis media. Tiga nama yang mendapat nilai tinggi dalam kinerja secara berurutan adalah : Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dengan nilai 20,4 persen, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dengan 14,2 persen, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dengan 11,8 persen. Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi dinilai baik oleh masyarakat karena memiliki banyak program yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat daerah. LSN menyatakan, masyarakat memberikan apresiasi kepada Nafsiah karena kebijakan kementeriannya yang tepat dan langsung [] Dirjen P2PL Tjandra Yoga Aditama menyampaikan bahwa asap rokok mengandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun yang berbahaya untuk tubuh dimana 43 diantaranya bersifat karsinogenik. Komponen utama sebatang rokok adalah Nikotin zat berbahaya penyebab kecanduan, Tar yang bersifat karsinogenik, dan CO yang dapat menurunkan kandungan oksigen dalam darah. Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, khususnya kanker paru, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung koroner, dan gangguan pembuluh darah, juga menyebabkan penurunan kesuburan, gangguan kehamilan, gangguan pertumbuhan janin (fisik dan IQ), gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal. Selain berdampak buruk bagi kesehatan perokok itu sendiri, asap rokok juga berbahaya bagi kesehatan orang di sekitarnya. AROL (Asap Rokok Orang Lain) adalah gabungan antara asap yang dikeluarkan oleh ujung rokok yang membara dan produk tembakau lainnya serta asap yang dihembuskan perokok. Tidak ada batas aman untuk AROL. Hasil survey menunjukkan bahwa jumlah perokok pasif perempuan di Indonesia 62 juta dan laki-laki 30 juta, dan yang paling menyedihkan adalah jumlah anak usia 0-4 tahun yang terpapar AROL sebesar 11,4 juta anak. Perokok pasif ini mempunyai risiko terkena penyakit kanker 30 % lebih besar dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap rokok, juga terkena penyakit jantung iskemik yang disebabkan oleh asap rokok. “Saat ini, perokok pemula remaja usia 10-14 tahun naik 2x lipat dalam 10 tahun terakhir, dari 5,9% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010. Sementara perokok pemula usia 15-19 tahun menurun dari 58,9% menjadi 43,3%. Keadaan ini menunjukkan adanya pergeseran perokok pemula ke kelompok usia yang lebih muda (Susenas 2004, SKRT 2001)”, tambah Tjandra. [] Sekali lagi, Bahaya Rokok! PusatKomunikasiPublik INFO KITA 06 Perokok pemula remaja usia 10-14 tahun naik 2x lipat dalam 10 tahun terakhir.