BALI
Totalitas untuk Mandara
NAKES TELADAN 2012
Banggalah jadi perawat,
banggalah jadi NAKES
MEDIAKOM
Kementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk Semua
ISSN1978-3523
EDISI37IOKTOBERI2012
BEBASKAN
PASUNG...!
ETALASE
reDaKsi menerima nasKaH Dari PembaCa, DaPaT DiKirim Ke alamaT email kontak@depkes.go.id
Peduli
Kesehatan Jiwadrg. Murti Utami, MPH
SUSUnAn rEDAkSi Penanggung JaWab: drg. Murti Utami, MPH, i reDaKTur:
Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS i eDiTOr/PenYunTing Mulyadi,
SKM, M.Kes, Busroni S.IP, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Mety Setyowati, SKM, Aji
Muhawarman, ST, Resti Kiantini, SKM, M.Kes i Desain graFis dan FOTOgraFer: Drg. Anitasari
S.M, Dewi Indah Sari, SE, MM, Giri Inayah, S.Sos, Sumardiono, SE, Sri Wahyuni, S.Sos, MM, Wayang
MasJendra,S.Sn,Lu’ay,S.Sos,DodiSukmana,S.I.KomiseKreTariaT:WaspodoPurwanto,Endang
Retnowaty, drg. Ria Purwanti, M.Kes, Dwi Handriyani, S.Sos, Dessyana Fa’as, SE, Sekar Indrawati,
S.Sos, Awallokita Mayangsari, SKM, Delta Fitriana, SE, Iriyadi, Zahrudin. iALAMAT reDaKsi: Pusat
Komunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 109, JL. HR. Rasuna Said
Blok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950 i TelePOn: 021-5201590; 021-52907416-9 i FaKs: 021-5223002;
021-52960661 i email: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id i Call CenTer: 021-500567
O
rang dengan masalah kesehatan Jiwa (
ODMK), mempunyai keunikan tersendiri. Ia
sangat berbeda dengan pasien lain. Mulai
dari penampilan, penanganan, rujukan dan
penanganan pasca perawatan dari pelayanan
di sarana kesehatan. Seringkali, pasien kesehatan jiwa keluar
dari rumah sakit, kemudian kembali ke rumah, mereka
kambuh lagi. Mengapa ? salah satunya tidak ada kepedulian
keluarga terhadap mereka. Padahal, mereka sangat
membutuhkan perhatian dari orang terdekat dan sekeliling.
Kebersamaan, sentuhan, keberadaan dan perhatian orang
sekelilingnya sangat menentukan.
Penanggulangan kesehatan jiwa masih terus dilakukan
kerjasama lintas sektor, seperti Kementerian Kesehatan,
Komenterian Sosial, Kementerian Pertanian, dll. Selain itu
juga harus melibatkan petugas kesehatan yang terampil
dan lingkungan keluarga dan sekitarnya. Karena lingkungan
sangat besar perannya dalam menyembuhkan pasien dengan
gangguan jiwa. Sebagai contoh seperti yang telah di lakukan
Puskesmas Bogor Timur, yang diangkat pada rubrik Media
Utama edisi ini, dengan tema“Bebaskan Pasung…!”
Kesehatan jiwa bisa terganggu karena berbagai tekanan
emosi dan keadaan yang ada di sekeliling, baik lingkungan
rumah, sekolah, pekerjaan, jalan raya, dan lainnya. Bagiamana
supaya tidak stress dan cara penanggulangannya ?
Diantaranya, kendalikan pikiran supaya jangan stress. Sebab
yang membuat stress sebagian besar adalah pikiran diri
sendiri. Untuk itu harus selalu berpikir positif, tidak merasa
dibawah tekanan dan berusaha menerima apapun yang
terjadi. Mungkin itu yang harus dilalui dan meyakini pasti ada
hikmah dibalik semua itu. Tetap berdoa’a dan tawaqal.
Jangan lupa, membaca artikel terkait seperti tips mengelola
pikiran supaya tidak stress, bagaimana menanggulangi
supaya masalah tidak berlarut-larut. Termasuk rubrik potret
yang mengetengahkan Menkes: dr. Nafsiah Mboi.
Tak kalah menarik kabar dari tanah suci mekah, antisipasi
virus corona, rubrik daerah“kabar dari Bali”dan“menikmati,
bukan meratapi”, catatan ringan rubrik lentera. Selamat
membaca. Salam sehat…!
BALI
Totalitas untuk Mandara
NAKES TELADAN 2012
Banggalah jadi perawat,
banggalah jadi NAKES
MEDIAKOM
Kementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk Semua
ISSN1978-3523
EDISI37IOKTOBERI2012
BEBASKAN
PASUNG...!
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 3
51
65SIapa Dia
Kak Seto
Ahli jiwa yang
cinta dunia anak
Ragam
Gangguan
Akibat
kekurangan
Iodium
60
perTAnYAAn:
Yang terhormat,
Kementerian Kesehatan RI
Di Jakarta
Saya seorang dokter PTT di sebuah
Kabupaten di Kawasan IndonesiaTimur
menanyakan apakah gaji dan insentif
dokter PTT dibayarkan bersama-sama pada
untuk bulan Oktober sampai Desember
2012? Mohon jawaban dan informasi
selengkapnya.
Terima kasih.
Salam,
Seorang dokter PTT
Di Kawasan IndonesiaTimur
JAWABAn:
Sesuai dengan surat Kepala Biro
Umum Kementerian Kesehatan selaku
Kuasa Pengguna Anggaran Nomor:
KU.01.04/4/2289/2012 tertanggal 24
Oktober 2012 tentang Pembayaran gaji dan
insentif PTT triwulan IV tahun 2012 yang
ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota seluruh Indonesia bahwa:
1. Gaji PTT bulan Oktober, Nopember dan
Desember 2012 akan tetap dibayarkan
pada bulan berikutnya setelah yang
bersangkutan melaksanakan tugas dan
daftar usulan daftar gaji telah diterima
Biro Umum.
2. Insentif PTT untuk bulan Oktober,
Nopember dan Desember 2012 ditunda
pembayarannya dan akan dibayarkan
pada bulan Januari 2012.
Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan ke
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat
atau melalui PusatTanggap dan Respon
Cepat (PTRC) Kementerian Kesehatan
melalui nomor (kode lokal) 500567 atau
email: kontak@kemkes.go.id.
SURAT
PEMBACA
Bali: Totalitas untuk
Mandara
	
  
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM4
INFO SEHAT
Kenapa olahraga
bikin otak tokcer
Menonton TV
perpendek usia
Vegetarian lebih
panjang umur
Zat gizi penting untuk mata
Olahraga santai
tak bisa cegah penyakit?
Stres bisa bikin perut selalu lapar
Gerakan penangkal pegal
seharian di kantor
Makanan sehat untuk jantung
Gejala stres bisa dilihat dari kulit
Mencegah timbulnya
gangguan jiwa
STOP PRESS
Pelaksanaan haji: Perhatian khusus
bagi yang berisiko tinggi
Kenali dan hindari virus corona
Tugas puskesmas dan guru
wujudkan sekolah sehat
Pemenang sekolah sehat 2012
Banggalah jadi perawat,
banggalah jadi nakes
Promosi dengan pengobatan gratis
Waspadai iklan kesehatan yang
menggoda namun menyesatkan
Hibah vaksin
untuk pemerintah Kenya
Kemajuan teknologi
untuk kesehatan
MEDIA UTAMA
Potret pelayanan
kesehatan jiwa
Indonesia perlu UU kesehatan jiwa
Pembangunan kesehatan jiwa
Mengembangkan kesadaran diri
dan tingkatkan hubungan positif
6-13
14-31
32-50
32-50
51-59
69-71
68
66-67
64-65
60-63
MEDIA UTAMA
Bagaimana mengelola masalah
supaya tidak stres
Awasi putra putri Anda
jika sudah kecanduan game
Stres pada anak
Bebaskan pasung
Hasan beruntung ada Hindun
Pelayanan kesehatan jiwa di
puskesmas bogor timur
DAERAH
BALI:
Totalitas untuk Mandara
Bali dalam angka dan fakta
Untuk Bali yang Mandara
E-JKBM untuk merengkuh sadikin
Gratis layanan antar
Kasih ibu sepanjang jalan
RAGAM
Ganguan akibat kekurangan iodium
SIAPA DIA
Kak Seto dan Rose Mini
Mereka ahli jiwa yang cinta dunia
anak
POTRET
Merubah budaya manusia
RESENSI
LENTERA
Untukmu Pemuda Indonesia
Menikmati bukan meratapi
DAFTAR ISI
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 5
INFO SEHAT
B
ukan rahasia lagi jika olahraga dapat membantu
memelihara kesehatan dan kesegaran seseorang.
Manfaat besar lainnya dari aktivitas fisik ini adalah
mampu memperbaiki performa otak untuk jangka
waktu panjang. Demikian disampaikan ahli spesialis
saraf dari PacHealth@ThePlaza, dr Pukovisa Prawiroharjo, SpS saat
ditemui dalam acara“How to Boost Your Brain Power through
Exercise”di Jakarta.
Menurut Pukovisa, saat seseorang berolahraga akan memicu zat
yang dinamakan brain-derived neurotrophic factor (BDNF) di otak.
Zat ini penting untuk regulasi pertahanan dan pertumbuhan sel
otak. Saat olahraga, zat BDNF dapat mencapai puncak sampai tiga
kali lipat dibandingkan saat beristirahat. 
Selain pengaruh zat BDNF yang baik bagi otak, olahraga juga
memperlancar jalannya aliran darah ke otak. Seperti telah
diketahui, otak memerlukan asupan zat makanan yang diperoleh
dari darah. “Aliran darah ini bisa semakin lancar dengan bantuan
olahraga”, ujarnya. 
Jenis olahraga yang baik untuk otak adalah olahraga dinamik,
seperti aerobik, jogging, dan berenang. Kegiatan non-olahraga
seperti menari juga baik karena gerakannya membantu
memperlancar aliran darah ke otak lebih optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Nino Sujudi dari majalah Men›s
Health Indonesia menambahkan, olahraga yang baik dilakukan 3-5
hari dalam seminggu. Olahraga penuh selama 7 hari malah tidak
disarankan karena tubuh butuh istirahat dan membentuk otot. 
Saat berolahraga, sebaiknya tidak memforsir tubuh selama
berjam-jam. Setiap satu set olahraga butuh istirahat sejenak
selama 1-2 menit. Agar tidak cedera saat berolahraga, ada baiknya
orang melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum dan
sesudah olahraga. 
Selain itu, fokuskan diri saat berolahraga, rasakan kontraksi otot
selama melakukan gerakan. Supaya tidak bosan dalam olahraga
maka seseorang perlu memvariasikan latihan. Terakhir, catatlah
hasil latihan dalam jurnal sebagai evaluasi,”ujarnya. (Kompas.com)
Kenapa olahraga
Bikin otakTokcer?
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM6
Menonton TV
perpendek Usia
Vegetarian
I
ngin memiliki panjang umur? Cobalah menjadi vegetarian. Menurut
sebuah penelitian, orang yang vegetarian, terutama pria, hidup
lebih lama dibanding kebanyakan orang. Peneliti dari Loma Linda
University di California menemukan bahwa pria dari kelompok
Advent yang memang tidak mengonsumsi daging rata-rata hidup
sampai usia 83,3 tahun sementara kaum wanita yang vegetarian hidup
sampai usia 85,7 tahun. Usia tersebut lebih tinggi sekitar 6-9 tahun dari
populasi kebanyakan. 
Penelitian sekitar tahun 1970 dan 1980  yang mengamati sekitar 10.000
orang dari kelompok Advent Hari Ketujuh juga menemukan bahwa usia
mereka lebih panjang. 
Dalam penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam Food & Nutrition
Conference and Expo dengan melibatkan 96.000 orang di Amerika
Serikat dan Kanada, hal tersebut semakin dikuatkan. Meski penelitian
itu belum selesai sepenuhnya namun ketua peneliti Gary E Fraser
mengungkapkan bahwa selain panjang umur, penganut vegetarian
umumnya lebih langsing. 
Selain itu para penganut pola makan vegetarian juga lebih jarang
menderita resistensi insulin dibanding orang yang makan daging. 
“Orang yang menganut pesco-vegetarian atau semi-vegetarian yang
membatasi produk makanan hewani namun masih makan daging
seminggu sekali, memiliki proteksi tingkat menengah,”kata Fraser.
(All4woman, Kompas.com)
LebihPanjangUmur
S
emakin banyak anda menonton televisi, semakin
pendek usia hidup anda. Demikian kesimpulan
yang dibuat oleh para peneliti di Australia.
Menurut mereka, setiap jam yang dihabiskan
untuk menonton televisi bagi anda yang berusia di
atas 25 tahun, maka tingkat harapan hidup berkurang
sebanyak 22 menit. Dalam rata-rata kehidupan
seseorang, 4,8 tahun berkurang karena menonton
televisi.
Menurut laporan situs news.com.au hari Selasa
(16/10), para peneliti membandingkan mereka yang
rata-rata menonton televisi selama enam jam sehari
dibandingkan mereka yang tidak menonton sama sekali.
Menggunakan data yang digunakan berasal dari
Biro Pusat Statistik dan Studi mengenai Gaya Hidup,
Kegemukan dan Diabetes Australia, para peneliti ini
membuat tabel tingkat harapan hidup berdasarkan
kebiasaan menonton televisi warga Australia.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Universitas
Queensland dan diterbitkan di British Journal of Sport
Medicine.
“Lamanya menonton televisi bertalian dengan tingkat
kematian yang disebabkan oleh faktor-faktor lainnya
seperti merokok, kegemukan dan tidak adanya kegiatan
fisik,”kata penelitian tersebut seperti dilaporkan
koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya.
“Penemuan ini menunjukkan bahwa tingkat kematian
disebabkan juga karena banyaknya waktu yang
dihabiskan warga dewasa Australia menonton televisi
setiap harinya.”
Penelitian ini juga menyimpulkan di tahun 2008,
warga Australia yang berusia 25 tahun ke atas
menonton televisi sebanyak 9.8 miliar jam di tahun
itu saja. Penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat
menyimpulkan bahwa rata-rata warga Amerika Serikat
menonton televisi 35,5 jam setiap minggunya.
Penelitian menonton televisi ini merupakan penelitian
pertama yang menghubungkan dampak menonton
dengan tingkat harapan hidup, dan menyerukan adanya
usaha bersama guna memperingatkan orang dewasa
akan menonton terlalu banyak televisi. ( ADelaide,
Kompas.com)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 7
INFO SEHAT
Lutein dan Zeaksantin
Sejumlah studi menunjukkan kedua jenis antioksidan yang masuk
golongan karotenoid ini mampu mengurangi risiko penyakit mata
kronis, termasuk katarak dan AMD. Tak heran jika belakangan
lutein dan zeaksantin makin populer sebagai nutrisi penyehat
mata. 
Sumber lutein antara lain cabai atau paprika kuning, mangga,
bayam, brokoli, sawi. Zeaksantin dapat diperoleh dari paprika
jingga, brokoli, jagung, lettuce, bayam, buah asam, jeruk, dan
telur.
ZatGizi
Penting Vitamin C
Vitamin ini dapat menurunkan risiko terjadinya katarak dan
memperlambat perkembangan AMD serta hilangnya ketajaman
visual. Banyak terdapat dalam jambu biji, jeruk, bayam, pisang,
apel, tomat, pepaya, nenas, brokoli, stroberi, paprika, kiwi, dan
blewah.
Vitamin E
Dapat melindungi sel-sel mata dari kerusakan akibat radikal
bebas. Sumber vitamin E antara lain almon, kacang tanah, ubi
jalar, bayam, sawi, pepaya, asparagus, paprika.
Asam lemak esensial
Membantu memelihara sistem saraf, memberi energi bagi sel-
sel dan meningkatkan sistem imun. Omega-3 penting untuk
perkembangan visual yang baik dan fungsi retina. Sumber
omega-3 misalnya ikan salmon, tuna, kakap, makarel, bilis, sardin,
tiram, kedelai, tahu.
Zinc
Tras mineral ini disebut juga molekul penolong. Berperan
penting dalam mengangkut vitamin A dari hati ke retina
untuk memproduksi melanin, pigmen pelindung di mata. Zinc
terkonsentrasi tinggi di mata, terutama retina dan koroid, lapisan
jaringan pembuluh darah yang ada di bawah retina. Sumbernya
daging sapi, lobster, udang, telur, salmon, susu, yoghurt, biji wijen,
biji labu, oat.
Sulfur
Membantu menjaga lensa mata tetap kuat. Bisa diperoleh dari
bawang putih dan sayuran keluarga kol. (SehatNews.com)
Kalau hanya mengandalkan wortel untuk
menyehatkan mata, itu kuno. Supaya mata
indah dan bercahaya, untuk mencegah
penyakit, dan menunda pemakaian kacamata
di kemudian hari, konsumsi beragam buah
serta sayuran. Bukan cuma yang berwarna
jingga, tapi juga merah, kuning, hijau. Tidak
cukup hanya dengan vitamin A karena mata
kita perlu bermacam-macam zat gizi.
Matauntuk
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM8
C
ukup banyak penelitian yang menyarankan olahraga
moderat 30 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan.
Namun, studi terbaru mengatakan bahwa yang penting
adalah intensitasnya, bukan durasinya. 
Hal itu berarti, meski sama-sama melakukan olahraga jalan kaki
dengan durasi yang sama, tetapi yang lebih berdampak positif
adalah olahraga jalan kaki cepat sampai berkeringat.
Dalam penelitian, orang yang melakukan jalan cepat
dan jogging selama dua sampai empat jam per minggu, risiko
terkena sindrom metabolik turun sampai 50 persen. Sedangkan
mereka yang berolahraga jalan kaki dalam kecepatan santai setiap
hari tetap berisiko terkena sindrom metabolik.
Sindrom metabolik adalah sebutan untuk kumpulan faktor risiko
yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung dan diabetes.
Faktor risiko tersebut termasuk hipertensi, gula darah tinggi, kadar
trigliserida tinggi, kolesterol tinggi, serta lemak perut.
“Yang penting bukan waktu yang dihabiskan untuk olahraga,
tetapi kualitas waktu itu yang menentukan kesehatan secara
keseluruhan,”kata Neeru Jayanthi, direktur medis dari unit
kedokteran olahraga Loyola University Health System di
Maywood.
Jayanthi menjelaskan, kegiatan berkebun jika dilakukan dua
sampai empat kali dalam seminggu sampai berkeringat akan
bermanfaat.
Penelitian yang dilakukannya melibatkan 10.000 orang dewasa
berusia 21-98 tahun dari Kopenhagen, Denmark. Mereka ditanyai
level aktivitas yang dilakukannya sejak awal penelitian dan terus
dimonitor selama 10 tahun. (WebMD)
OlahragaSantai
TakBisaCegahPenyakit?
J
angan buru-buru mencari makanan jika perut Anda
sering terasa lapar. Coba telisik kembali apakah
belakangan ini Anda sedang menghadapi beban
pekerjaan atau masalah. 
Stres diketahui bisa menyebabkan perut sering kelaparan.
Bukankah ketika kita sedang stres karena masalah pekerjaan
atau pribadi, kita kerap mencari camilan atau makanan. 
Memang ada juga orang yang justru kehilangan nafsu
makan jika sendang memiliki beban pikiran, tetapi
kebanyakan orang justru menjadikan makanan sebagai
pelarian untuk mendapatkan rasa nyaman. Tak heran jika
berat badan sulit turun.
“Banyak orang menyadari pentingnya mengatasi emosi
negatif dan mereka mendapatkan kenyamanan dari
makanan,”kata Martin Binks, PhD, direktur riset kesehatan
perilaku. 
Makanan sebagai pelarian stres juga bisa dipicu oleh
hormon yang menyebabkan rasa lapar. “Ada bukti penelitian
yang menyebutkan gejala hormonal kompleks yakni
melibatkan rasa lapar dan kenyang, serta keinginan makan
dipengaruhi oleh stres dan pola tidur,”kata Binks. 
Kombinasi dari coping atau pemecahan masalah dengan
mekanisme biologi tadi menyebabkan mengapa ada orang
yang otomatis mencari makanan untuk meredakan stresnya
sementara ada orang yang mencari solusi lain.
Bila kita selalu merespon emosi dengan makanan,
maka hal itu akan menjadi kebiasaan.“Makin sering kita
melakukannya, makin hal itu menjadi pola, kemudian jadi
kebiasaan,”kata Anne Wolf, ahli gizi. 
Karenanya, menurut Wolf, untuk mengatasinya kita perlu
menemukan kebiasaan baru. Misalnya saja, kalau sedang
stres biasanya Anda langsung membuka laci untuk mencari
camilan, kali ini tunda dulu.  Cobalah untuk duduk tenang,
atur napas dan coba lihat apa yang terjadi. 
“Penting untuk berhenti dan berpikir mengenai hal itu.
Apakah kita memang lapar atau hanya pengin makan
sebagai respon stres?,”kata Wolf.
Bila kita mau sebentar saja menahan keinginan makan itu
biasanya rasa stres itu akan hilang dan kita tak lagi merasa
lapar. Lakukan hal ini terus sampai akhirnya menggantikan
kebiasaan makan berlebih saat stres.
(Kompas.com)
StresBisaBikin
PerutSelaluLapar
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 9
D
uduk berjam-jam di depan
komputer pasti akan memicu
rasa pegal di sekujur tubuh,
atau bahkan meningkatkan
risiko penyakit kronis seperti
diabetes dan penyakit jatung. Beberapa
gerakan olahraga bisa menangkal efek negatif
tersebut.
Kadang-kadang, olahraga tidak benar-benar
menangkal efek dari terlalu banyak duduk
tetapi hanya mengurangi risikonya. Karena itu,
tetap disarankan untuk sekali waktu berdiri
lalu beranjak dari meja kerja, sekadar berjalan
ke kantin untuk makan siang atau menghirup
udara segar.
Beberapa gerakan yang diklaim bisa
menangkal efek pegal-pegal setelah seharian
duduk di kantor antara lain sebagai berikut,
Gerakan
Penangkal Pegal
Setelah Seharian di Kantor
INFO SEHAT
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM10
Deep squats
Sederhananya, gerakan squats adalah gerakan jongkok-berdiri yang tujuannya adalah
melatih otot paha dan betis. Otot-otot tersebut jarang digerakkan selama duduk di depan
komputer, sehingga jadi lemah dan gampang pegal kalau dipakai untuk berjalan.
Deep squats dimulai dengan membuka kaki selebar bahu dan tubuh tegak menghadap
ke depan. Perlahan, lakukan gerakan jongkok seperti hendak duduk di kursi dengan tumit
tetap menapak di lantai. Lakukan serendah mungkin hingga betis menempel dengan
paha belakang, tetapi jangan sampai terasa sakit karena bisa memicu cedera otot.
Bend and twist
Membungkuk (bend) dan memutar pinggul (twist) adalah gerakan yang paling rentan
memicu cedera. Jika otot-otot yang terlibat dalam gerakan ini cukup terlatih, maka postur
tubuh akan menjadi sangat kokoh menahan pegal meski dipakai untuk duduk berjam-
jam.
Cara melatihnya adalah berdiri dengan membawa bola atau dumbell kecil di tangan.
Posisikan punggung agak memungkuk, dengan tangan mengarah 45 derajat ke depan.
Dengan posisi tetap membungkuk, ayunkan bola di tangan ke arah samping lalu
secepatnya kembali ke posisi semula.
Alternating step-up
Gerakan step-up pada dasarnya meniru gerakan naik turun tangga. Alternating step-up
membuatnya jadi sedikit lebih berat, namun itu berarti akan menghasilkan otot-otot
paha dan betis yang lebih kokoh untuk menunjang rangka tubuh dalam menopang berat
badan.
Awali dengan berdiri di atas step atau semacam pijakan yang tingginya kurang lebih
selutut. Turunkan salah satu kaki hingga ujung jarinya menyentuh lantai. Namun sebelum
tumitnya menapak, angkat kembali dengan kekuatan kaki yang satunya lagi, lalu ulangi
untuk kaki yang lain.
Walking lunges
Lunges atau gerakan jongkok sambil melangkahkan kaki lebar-lebar ke arah depan juga
termasuk latihan untuk otot kaki. Karena otot yang digunakan sama seperti saat berjalan
atau berlari, maka latihan ini sangat berguna dalam keseharian.
Pertama-tama, berdirilah dengan kaki dibuka selebar bahu lalu bayangkan saat ini
sedang berada di atas bantalan rel kereta. Langkahkan salah satu kaki jauh-jauh seolah
ingin menapak di bantalan rel berikutnya. Begitu menapak, turunkan lutut hingga
beberapa centimeter saja di atas lantai. Tarik kaki yang satunya menyusul kaki yang di
depan, lalu lakukan bergantian.
Cobra
Kecenderungan saat duduk di depan komputer adalah terlalu membungkuk, sehingga
sering memicu pegal di sekitar otot punggung. Penangkalnya adalah gerakan cobra, yang
sesuai namanya, mirip gerakan ular kobra saat berhadapan dengan musuhnya.
Ambil matras, posisikan tubuh tengkurap menghadap dengan wajah ke bawah. Telapak
tangan menghadap ke bawah, persis di bawah bahu. Tulang panggul tetap menempel di
matras, perlahan dorong tubuh bagian atas dengan kedua tangan seperti saat melakukan
gerakan push up. Dorong setinggi mungkin hingga punggung melengkung ke belakang,
namun batasi jangan sampai kesakitan. (News.com.au)
Jantung merupakan salah satu organ penting bagi
kehidupan manusia. Organ ini berfungsi untuk
mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Darah yang
mengalir di tubuh membawa sari-sari makanan,
yang menjadikan tubuh tetap sehat dan kuat untuk
beraktifitas. Kesehatan tubuh salah satunya sangat
bergantung pada kesehatan jantung. Di bawah
ini adalah beberapa contoh makanan yang dapat
menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi.
Almond
Kacang Almond mengandung vitamin B2
(riboflavin), vitamin E, magnesium dan zinc yang
secara keseluruhan membuat jantung berada dalam
keadaan baik. Selain baik untuk jantung, almond
juga bagus untuk kesehatan pembuluh darah dan
kulit.
Asparagus
Sayur hijau ini ampuh untuk menjaga kesehatan
jantung, sebab asparagus mengandung folate,
vitamin C dan vitamin D, yang dapat menghindari
jantung dari radang. Radang jantung adalah kondisi
ketika kantung jantung mengalami peradangan,
yang menyebabkan terjadinya penimbunan cairan
di Jantung secara bertahap dan dalam waktu yang
lama. Hal ini akan berakibat denyut jantung menjadi
melemah.
Kacang Merah
Kacang-kacangan mengandung protein nabati,
vitamin B, zat besi, dan kalsium. Dengan menyajikan
sebanyak 15 gram dalam sup, akan membantu
melawan kolesterol jahat yang berbahaya bagi
kesehatan jantung.
Kacang kacangan pada dasarnya mengandung
banyak protein, vitamin B, magnesium, omega-3,
kalsium, dan fiber. Menurut penelitian yang
dilakukan oleh Dr. James Anderson dari University
of Kentucky , dengan makan satu cangkir
kacang matang setiap hari akan mengurangi
kolestrol sebanyak 20%. Semua macam kacang
menyehatkan, termasuk kacang hitam, kacang
kedelai dan bahkan kacang panggang dalam kaleng.
Tidak hanya kacang dalam bentuk utuh, tetapi
juga hasil olahan kacang, utamanya olahan kacang
kedelai, seperti tofu dan susu kacang, mengandung
banyak protein, vitamin B1, B12,folate,enzim
neacin, kalsium, dan potassium yang baik untuk
kesehatan jantung.
Makanan Sehat
Untuk Jantung
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 11
INFO SEHAT
Lima strategi untuk memperbaiki gejala stres pada kulit wajah :
1. Kekeringan
Stres kronis dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang
dapat merusak kemampuan kulit untuk menahan air. Hilangnya
kelembaban alami kulit juga dapat mengurangi luminositas.
Untuk mencegah efek buruk stres terhadap kekeringan kulit,
gunakan produk kecantikan yang hypoallergenic dan bebas
pewangi.
Produk dengan PH rendah dapat mencegah kekeringan dan
peradangan lebih lanjut. Cuci wajah Anda dengan air hangat dan
olesi wajah dengan krim yang memiliki manfaat melembabkan.
2. Garis halus
Kortisol juga memicu peningkatan kadar gula darah, yang dapat
menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin, yaitu serat protein
yang mencegah ketegangan otot dan membuat kulit tetap halus.
Ketegangan otot juga menyebabkan kerutan permanen pada
wajah. Untuk mengurangi garis-garis halus pada wajah dengan
mengoleskan krim yang terbuat dari retinol dan antioksidan
untuk mendorong produksi kolagen.
Gejala stres bukan hanya ditunjukkan melalui
perilaku saja seperti timbulnya kecemasan,
tetapi juga tampak pada kulit wajah seseorang
seperti timbulnya jerawat dan sebagainya. Atasi
stres dan lakukan beberapa perawatan khusus
agar kulit wajah tetap sehat dan terhindar dari
efek buruk stres.
3. Kemerahan
Ketika seseorang sedang stres, aliran darahnya akan meningkat
karena kapiler darah mengalami perluasan. Karena stres
melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga pelebaran
kapiler ini dapat bertahan lebih lama dan membuat kulit wajah
tampak kemerahan. Atasi stres dengan cara alami dan anda dapat
mengoleskan krim topikal yang mengandung anti-inflamasi
seperti allantoin dan ekstrak akar licorice untuk meringankan kulit
wajah yang kemerahan.
4. Jerawat
Stres meningkatkan peradangan yang menyebabkan jerawat.
Gunakan krim yang mengandung asam salisilat agar kulit
mengalami peluruhan dan sel-sel kulit mati berganti dengan sel-
sel yang lebih baru dan sehat.
5. Lingkaran gelap di bawah mata
Kecemasan akibat stres menyebabkan reaksi berantai, yang
mengarah ke gangguan tidur ketika malam hari, sehingga
menyebabkan munculnya lingkaran gelap di abawah mata.
Gunakan irisan mentimun pada mata untuk menyempitkan
pembuluh darah dan getah bening yang membawa cairan
penyebab warna gelap pada area mata. (yu)
Gejala Stress bisa di lihat dari
Kulit
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM12
Mencegah Timbulnya gangguan
Jiwa 1. Faktor organo-biologik:
•	Hindarkan factor genetic, jangan menikah dengan
orang yang mempunyai hubungan darah atau
persaudaraan.
•	Hindarkan cedera kepala (trauma).
•	Hindarkan infeksi (terutama infeksi otak atau selaput
otak).
•	Hindarkan kekurangan gizi dan vitamin.
•	Hindarkan tumor di otak.
•	Hindarkan penyalahgunaan zat (alcohol, heroin, ganja,
dll).
•	Olahraga yang teratur.
•	Pola hidup sehat.
2. Faktor psiko-edukatif:
•	Anak dibesarkan dengan kasih sayang dan bijaksana
(jangan biasakan memukul dan memberikan hukuman
fisikmaupun psikis seperti cacian ataupun hinaan.
•	Biarkan anak tumbuh dengan mandiri.
•	Tidak dimanja.
•	Tidak dilindungi secara berlebihan.
•	Tidak diperlakukan secara tidak adil.
•	Tidak dijadikan objek oleh orang tua.
3. Faktor sosio-kultural:
•	Pilih lingkungan yang baik untuk membesarkan anak.
•	Menyesuaikan diri dengan lingkungan apa saja.
•	Memiliki pekerjaan yang sesuai dan mencukupi
kebutuhan.
•	Tidak bergaul dengan orang yang tidak bermoral.
•	Memiliki keyakinan agama yang benar.
•	Tidak melakukan hal-hal yang berbau kriminal dan
tercela.
Berikut beberapa ciri orang sehat yang“sakit” yaitu :
1.	Sangat mementingkan diri sendiri (egois).
2.	Hutang tidak mau bayar.
3.	Tidak tahu malu.
4.	Senang melihat orang lain susah.
5.	Iri hati melihat orang lain berhasil.
6.	Curang.
7.	Senang korupsi.
8.	Tidak mau antri.
9.	Suka melanggar segala ketentuan yang berlaku
(berbagai Sumber)
Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit
yang bisa di cegah atau meminimalisir,
berikut ini  mungkin dapat membantu
anda mencegah timbulnya gangguan
jiwa. Pencegahan gangguan jiwa dapat
dilihat dari berbagai faktor berikut:
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 13
STOP PRESS
P
uncak ibadah haji sudah
terlewati. Saat ini, ribuan
jemaah haji dari seluruh dunia
mulai meninggalkan Tanah
Haram menuju negara masing-
masing menemui keluarga tercinta dan
handai taulan. Demikian pula jamaah haji
Indonesia yang berangsur-angsur kembali
ke Tanah Air. Kloter pertama jemaah haji
Indonesia berangkat dari Arab Saudi Rabu
30 Oktober 2012.
Minat masyarakat Indonesia untuk pergi
haji tahun ini cukup tinggi. Jumlah jemaah
haji reguler tahun ini tercatat 196.412
orang, yang terbagi dalam 485 Kloter.
Tingginya jumlah jemaah Risti,
memunculkan tantangan dalam
pemberian pelayanan kesehatan selama
penyelenggaraan haji. Kendati demikian,
hal ini tidak menyurutkan komitmen
Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
untuk mensukseskan pelayanan
Pelaksanaan Haji
Perhatian Khusus
Bagi yang Berisiko Tinggi
kesehatan kepada jemaah haji dalam
penyelenggaraan haji tahun ini, agar
angka kesakitan dan kematian dapat
diturunkan.
Untuk mengantisipasi tingginya angka
jemaah risti, pemeriksaan dan pembinaan
kesehatan jemaah haji telah dimulai
sejak dini, yakni sejak enam bulan
sebelum keberangkatan. Pemeriksaan
dan pembinaan dilakukan melalui
Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/
Kota dengan melibatkan seluruh unsur
petugas kesehatan daerah. Pembinaan
juga dilakukan melalui Kelompok
Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Ikatan
Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Majelis
Taklim, Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia
(AKHI), perguruan tinggi dan Organisasi
Masyarakat Islam lainnya serta sektor yang
terkait.
Menjelang keberangkatan, para jemaah
juga menjalani serangkaian pemeriksaan
kesehatan yang dilakukan di masing-
masing embarkasi.
Perhatian khusus
Pelayanan kesehatan selama jemaah
berada di Tanah Suci menjadi perhatian
Kemenkes. Secara administratif, pelayanan
kesehatan ini berada di tiga daerah
kerja (Daker), yakni Daker Jeddah, Daker
Madinah yang terbagi lagi menjadi 4
sektor dan Daker Makkah dengan 11
sektor.
Secara umum, ketiga Daker ini sudah
dipersiapkan sarana dan prasarananya
jauh sebelum musim haji tiba, dan terus
disempurnakan oleh para petugas Panitia
Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang
Kesehatan yang mulai bertugas di Daker
sejak tanggal 16 September 2012.
Sarana dan prasarana yang disiapkan
mencakup, antara lain, obat-obatan, alat-
alat kesehatan (Alkes), kendaraan ambulans
Labaiik… labaiik… labaiik…
Kementerian Kesehatan terus berupaya menekan angka kesakitan dan kematian jemaah
haji. Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah kesehatan jemaah risiko tinggi, yang
jumlahnya diperkirakan mencapai separuh dari jemaah haji Indonesia.
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM14
dan fasilitas-fasilitas kesehatan seperti
Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di
Makkah dan Madinah, Madinatul Hujjaj di
Jeddah, dan Pelayanan Kesehatan Oktagon
di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Untuk melengkapi alat kesehatan, secara
khusus Kemenkes mendatangkan dua
unit rontgen ke Arab Saudi. Alat kesehatan
yang dipinjam dari Pusat Penanggulangan
Krisis Kesehatan (PPKK) ini ditempatkan di
BPHI Makkah dan Madinah.
Sementara itu, Madinatul Hujjaj Jeddah
menjadi depo obat-obatan dan alkes yang
selain melayani kebutuhan Daker Jeddah
sendiri, juga sebagai penopang atau buffer
stok obat dan Alkes untuk kedua Daker
lainnya. Fasilitas yang dulu dikenal jemaah
haji Indonesia sebagai Hotel Transit Haji ini
juga menjadi pool bagi 31 unit kendaraan
ambulans.
Instalasi BPHI juga tak luput dari
pembenahan. Selain menambah
kelengkapan alat kesehatan, Kemenkes
juga menambah ruang-ruang tindakan
medis, khususnya di BPHI Madinah, agar
pasien dapat dilayani dengan lebih baik.
Selain itu, Kemenkes juga menaruh
perhatian atas kesiapan Safari Wukuf yang
menjadi tanggung jawab PPIH Bidang
Kesehatan. Safari Wukuf merupakan salah
satu bentuk pelayanan yang diberikan
kepada jemaah haji yang sakit, agar
mereka tetap dapat melakukan ritual haji
pada periode Armina (Arafah, Muzdalifah
dan Mina), khususnya ketika wukuf di
Padang Arafah.
Wukuf di Arafah yang jatuh pada tanggal 9
Dzulhijjah merupakan ibadah yang wajib
dilakukan oleh para jemaah haji, termasuk
mereka yang sakit. Jika tidak dilakukan,
maka hajinya tidak sah.
Jamaah haji Indonesia yang sakit dan
tidak mampu berjalan menuju Arafah
untuk wukuf diberangkatkan dengan
ambulans atau bus kecil yang disediakan
PPIH. Keberadaan mereka di sana tidak
menginap, tapi hanya berdiam beberapa
jam saja. Selama periode Armina,
para jemaah haji yang sakit tak hanya
didampingi pembimbing ibadah, tapi juga
tenaga medis.
Sesuai rencana
Upaya persiapan penyelenggaraan haji
bidang kesehatan terus menerus dipantau
oleh Kemenkes. Untuk memantapkan
kesiapan penyelenggaraannya dan
melihat langsung kondisi di lapangan,
Kemenkes mengirim Tim Pengawasan dan
Pengendalian (Wasdal) serta Tim Barang
Milik Negara (BMN) beberapa waktu
menjelang gelombang pertama Kloter haji
Indonesia tiba di Arab Saudi.
Tim Wasdal yang dipimpin Sekretaris
Jenderal Kementerian Kesehatan dr.
Ratna Rosita, MPHM meninjau kesiapan
fasilitas-fasilitas seperti Madinatul Hujjaj,
BPHI Madinah, BPHI Makkah, Pelayanan
Kesehatan Oktagon di Bandara King Abdul
Aziz Jeddah, dan pengelolaan Katering
Andalus di Madinah.
Adapun fokus kesiapan yang dipantau
meliputi aspek pelayanan kesehatan,
ketersediaan obat/alat kesehatan, sanitasi
surveilans, gizi makanan, ketenagaan dan
sarana penunjang (seperti ambulans, dll).
Selaku penanggung jawabWasdal, Sekjen
memberikan arahan kepada para petugas
agar bekerja dengan penuh tanggung
jawab, profesional, dan bersungguh-
sungguh mensukseskan pelayanan
kesehatan terhadap jamaah haji, agar angka
kesakitan dan kematian dapat diturunkan.
Tim Wasdal dan BMN di Arab Saudi menilai
persiapan penyelenggaraan haji Bidang
kesehatan tahun 1433H/2012M telah
berjalan sesuai rencana. Fasilitas-fasilitas
pelayanan kesehatan di ketiga Daker telah
beroperasi penuh sejak awal kedatangan
jemaah haji ke Tanah Suci.
Kini para tamu Allah telah kembali ke
Tanah Air. Semoga kesempurnaan ibadah
haji dapat menjadikan para jemaah
menjadi haji yang mabrur dan ,membawa
kebaikan untuk bangsa Indonesia. Amiin.
(gi. Rief)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 15
STOP PRESSSTOP PRESS
A
IDS dan TB yang menjadi
salah satu target MDGs masih
saja sulit untuk ditanggulangi.
Begitupun penyakit yang
ditularkan dari binatang
seperi flu burung dan flu babi yang juga
masih terus memakan korban sampai saat
ini. Ini masih ditambah lagi dengan tren
meningkatnya angka kematian akibat
penyakit tidak menular, sebut saja jantung,
kanker dan diabetes. Jadi tepat sekali bila
dikatakan pemerintah kini menghadapi
double bahkan triple burden penyakit. Kali
ini permasalahan soal penyakit semakin
berat lagi.
Ingatkah anda akan wabah severe
acute respiratory syndrome (SARS) yang
menghebohkan dunia pada tahun 2003
karena telah menyebabkan ratusan
nyawa manusia melayang? Ya, SARS
pernah menjadi penyakit atau sindrom
gangguan sistem pernafasan yang sangat
menakutkan warga dunia karena tingginya
kasus kesakitan dan angka kematiannya.
Tercatat ditemukan 8.069 orang terjangkit
kenali, hindari
SARS dengan 10% dari penderita
meninggal dunia. Kini wabah tersebut
mulai mengancam kembali.
Kali ini virus corona muncul lagi namun
dengan varian/jenis yang berbeda dengan
virus corona yang menyebabkan SARS.
Sepak terjang virus ini sejak Juli hingga
September 2012 telah menelan korban
2 orang dari Arab Saudi dan Qatar. Tidak
hanya itu, ada 5 orang asal Denmark dan
seorang balita di Hongkong yang juga
diduga terkena serangan virus corona
ini. Rentetan kejadian ini memunculkan
kekuatiran akan merebaknya lagi wabah
SARS yang dulu. Celakanya lagi virus ini
ditengarai menyebar di kawasan timur
tengah tepatnya di Arab Saudi. 2 orang
korban yang meninggal dunia memiliki
riwayat melakukan perjalanan ke negara
tersebut.
Kekuatiran ini tidak berlebihan mengingat
saat ini sedang musim haji dimana ada
lebih dari 2 juta manusia disana. Indonesia
sendiri mengirimkan sekitar 210 ribu
jemaah haji, dimana 50% diantaranya
termasuk ke dalam kelompok risiko tinggi
yaitu kelompok jemaah berusia lebih
dari 65 tahun dan relatif kondisi fisiknya
lemah sehingga rentan tertular penyakit.
Tetapi ada hal yang agak melegakan
yakni World Health Organization (WHO)
telah menyatakan bahwa virus tersebut
saat ini tidak menyebar antar manusia.
Walau begitu, WHO telah menghimbau
seluruh petugas kesehatan di 194 negara
anggota untuk tetap waspada bila
menemukan pasien dengan gejala ISPA.
Pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi
pun telah melakukan tindakan antisipatif
dengan memberikan penyuluhan kepada
petugas kesehatan di kloter dan jemaah
haji untuk mencegah menyebarluasnya
virus ini di seantero negaranya dan terus
melakukan kajian yang intens bersama
para ahli dan pihak WHO.
Terlepas dari kondisi yang masih
terkendali, tidak ada salahnya bila kita
mengenal lebih jauh tentang virus ini agar
kita dapat menghindari dan mencegah
Penyakit seolah tidak berhenti mengeluarkan‘produk’terbarunya. Belum lagi tuntas
upaya pemberantasan penyakit yang telah lama dikenal, semacam AIDS, TB, dan diare,
penyakit bersumber binatang dan penyakit tidak menular mulai unjuk gigi.
Virus
Corona
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM16
terjangkitnya penyakit yang juga dikenal
dengan istilah SARS-like disease tersebut.
Apa?
Kata“Corona”berasal dari bahasa Latin
yang artinya“crown”atau mahkota.
Ini sesuai dengan bentuk Coronavirus
itu sendiri yang kalau dilihat dengan
mikroskop nampak seperti mahkota
(Gambar bawah). Coronavirus adalah virus
yang berbentuk bulat dan berdiameter
sekitar 100-120 nm.
Virus ini pertama kali diisolasi pada tahun
1965, dari cairan hidung seorang anak
yang menampakan gejala pilek (common
cold), yang biasanya disebabkan oleh
infeksi Rhinovirus atau virus Influenza.
Dan, kenyataannya, memang sulit
sekali membedakan antara gejala
infeksi Rhinovirus, virus Influenza dan
Coronavirus.
Selain menginfeksi manusia, Coronavirus
juga menginfeksi binatang seperti babi,
anjing, kucing, tikus, kelinci, sapi, dan
ayam. Pada binatang-binatang ini, infeksi
virus ini umumnya juga menyebabkan
gejala gangguan pernapasan (pneumonia)
seperti halnya pada manusia. 
Virus baru ini adalah tipe virus korona
yang merupakan anggota keluarga besar
virus termasuk flu biasa dan SARS (sindrom
pernafasan akut). Virus baru ini bukan
SARS dan kini diberi nama ”London1_novel
CoV 2012.”
Ini adalah pertama kalinya virus korona
diidentifikasi di dunia yaitu di Timur
Tengah.
Infeksi terkini diidentifikasi oleh Badan
Perlindungan Kesehatan di Colindale,
London. Secara genetik, virus ini sama
dengan yang ditemukan di Arab Saudi.
Saat ini belum ada cukup informasi untuk
mengetahui bahayanya pada manusia.
Bagaimana penyebarannya?
Virus ini tidak stabil di udara, dan hanya
mampu hidup selama 3 jam, sehingga
kecil sekali kemungkinan penularan lewat
udara. Kemungkinan besar penularan virus
ini adalah lewat bersin atau batuk dari
orang yang terinfeksi kepada orang yang
dekat dengannya. 
Virus korona mengakibatkan infeksi
saluran pernafasan pada manusia dan
hewan. Kedua pasien yang terinfeksi
menunjukkan gejala demam, batuk dan
sulit bernafas.
Saat ini belum diketahui apakah kedua
kasus itu merupakan infeksi tipikal atau
bukan.
Virus ini kemungkinan tersebar melalui air
liur ketika orang yang terinfeksi batuk atau
bersin. Tetapi para ahli yakin virus korona
tidak terlalu mudah menyebar karena
menurut mereka jika memang demikian,
maka seharusnya lebih banyak orang yang
telah tertular dan bukan hanya dua.
Apa gejalanya?
Mula-mula gejalanya mirip seperti flu dan
Virus Corona
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 17
bisa mencakup: demam, myalgia, lethargy,
gejala gastrointestinal, batuk, radang
tenggorokan dan gejala non-spesifik
lainnya. Satu-satunya gejala yang sering
dialami seluruh pasien adalah demam
di atas 38 °C (100.4 °F). Sesak napas bisa
terjadi kemudian.
Gejala tersebut biasanya muncul 2–10
hari setelah terekspos, tetapi sampai 13
hari juga pernah dilaporkan terjadi. Pada
kebanyakan kasus gejala biasanya muncul
antara 2–3 hari. Sekitar 10–20% kasus
membutuhkan ventilasi mekanis.
Kedua korban meninggal dunia
mengalami sindrom pernafasan akut
dengan gagal ginjal.
Bagaimana mengobatinya?
Dokter/tenaga ahli belum mengetahui
metode perawatan yang terbaik tetapi
pasien dengan gejala-gejala parah harus
dirujuk ke unit perawatan intensif agar
mereka dapat bernafas dengan normal.
Tidak ada vaksin untuk mencegah atau
melawan virus ini.
Namun pasien mau pun perawat dan
dokter yang bertugas diharuskan
mengenakan masker dan melakukan
protokol penyakit menular untuk
mencegah potensi penyebaran virus.
Bagaimana mencegahnya?
Mencegah lebih baik daripada mengobati,
prinsip ini berlaku untuk menghadapi
semua jenis penyakit, termasuk SARS
like disease. Khusus bagi para jemaah
haji, beberapa hal ini mungkin dapat
membantu.
1. 	Tetap tenang karena pemerintah Arab
Saudi telah menangani masalah ini.
Petugas kesehatan Indonesia yang
ada di Mekkah juga siap membantu
memberikan pertolongan dan informasi.
2. 	Jamaah haji tetap menjaga kesehatan
agar daya tahan tubuh menjadi kuat.
3. 	Jangan terlalu lelah, cukup istirahat.
4. 	Gunakan masker di tempat terbuka dan
banyak orang.
5. 	Mengonsumsi buah-buahan dalam
jumlah yang cukup terutama kurma.
6. 	Hindari makanan goreng-gorengan dan
minuman dingin.
7. 	Perbanyak minum air dalam suhu
normal minimal 8 hingga 10 gelas
sehari.
(AM, diolah dari berbagai sumber)
STOP PRESSSTOP PRESS
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM18
K
ementerian Kesehatan
memberikan penghargaan
kepada Puskesmas yang sekolah
binaannya menjadi Pemenang
Lomba Sekolah Sehat Tingkat
Nasional tahun 2012.
Penghargaan diberikan dalam kegiatan
audiensi Menkes RI dengan pemenang
Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional
tahun 2012 di Jakarta. Penghargaan
diberikan berupa plakat, serta satu unit
laptop dan DVD sebagai bentuk apresiasi.
Di sela-sela sambutannya, Menteri
Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A,
MPH, mengatakan bahwa Puskesmas
TugasPuskesmasdanGuruWujudkan
merupakan wadah yang berkewajiban
memberikan pembinaan kepada Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS) di Tingkat
Kecamatan.
Selain itu peran petugas kesehatan dan
para guru yang peduli akan masyarakat di
sekitarnya mampu menjadikan UKS yang
baik bagi masyarakatnya.
UKS adalah upaya luar biasa dalam
memberikan hak anak, untuk itu marilah
Menteri Pendidikan, Menteri Agama,
Menteri Dalam Negeri, dan Menteri
Kesehatan sama-sama menjadikan sebagai
salah satu usaha pemerintah yang bekerja
sama dengan masyarakat dalam rangka
Petugas Puskesmas sebagai Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat
Kecamatan memiliki peran yang strategis dalam penyelenggaraan Lomba Sekolah
Sehat. Peran ini penting terutama dalam pelayanan kesehatan seperti pemberian
imunisasi, pelaksanaan penjaringan kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, dan
pemberian penyuluhan. Sementara guru berperan dalam peningkatan pengetahuan
dan sikap, utamanya dalam memonitor perilaku peserta didik sehari-hari.
SekolahSehat
pemenuhan hak asasi anak.
Program UKS dirintis sejak tahun 1956.
UKS dilaksanakan secara komprehensif
melalui TRIAS UKS yaitu pendidikan
kesehatan, pelayanan kesehatan dan
pembinaan lingkungan sehat. Pada
tahun 1984, diperkuat dengan terbitnya
surat keputusan bersama 4 Menteri yaitu
Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan,
Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama.
Pemberian penghargaan ini merupakan
motivasi bagi para petugas kesehatan
untuk lebih meningkatkan pembinaan
secara berjenjang di semua sekolah di
wilayah binaan. (yu)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 19
M
enteri Kesehatan RI, dr.
Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH
melakukan audiensi
dengan perwakilan dari
para pemenang Lomba
Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun
2012, di Kantor Kementerian Kesehatan,
Jakarta. Para pemenang telah berada di
Jakarta sejak 24 September 2012, untuk
mengikuti serangkaian kegiatan yang
telah dipersiapkan termasuk mengikuti
Rapat Kerja Nasional UKS ke XI.
Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional
tahun 2012  diikuti oleh 94 sekolah, yang
Pemenang
Sekolah Sehat 2012
terdiri dari: 23 Taman Kanak-kanak (TK)/
Raudathul Athfal (RA): 24 Sekolah Dasar
(SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI): 24 Sekolah
Menengah Pertama (SMP)/Madrasah
Tsanawiyah (MTs): 23 Sekolah Menengah
Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK)/Madrasah Aliyah (MA), yang berasal
dari 24 Provinsi.
Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat
Nasional tahun 2012, merupakan 6 sekolah
yang terpilih dari masing-masing jenjang
pendidikan. Sebanyak 24 sekolah yang
meraih predikat Sekolah Sehat tingkat
Nasional, berasal dari Provinsi: DKI Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Banten, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera
Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tenggara dan Nusa Tenggara Barat.
Menkes RI secara simbolis memberikan
piagam penghargaan kepada Sekolah dan
Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
yang mendapat predikat sebagai Pemenang
Lomba Sekolah SehatTingkat Nasional 2012.
Di tingkatTK/RA,TK Atisa Dipamkara, Kec.
Curug, Kab.Tanggerang, Banten menjadi
juara pertama. Juara II diraih olehTK Aisyiyah
Bebekan, Kec.Taman, Kab.Sidoarjo, Jawa
Timur. Juara III yaituTK Islam Sa’adatuddarain
Wakan, Kec. Praya, Kab. LombokTengah,
NusaTenggara Barat. Untuk juara harapan
I diraih olehTK Santa Ursula, Kec. Sawah
Pada tanggal 25 September 2012 Menkes memberikan
plakat kepada perwakilan dari Pemenang Puskesmas
pembina UKS dalam rangka Lomba Sekolah Sehat, di
Jakarta
STOP PRESSSTOP PRESS
Menkes: serahkan penghargaan kepada para pemenang lomba sekolah sehat
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM20
Besar, Jakarta Pusat.TK Negeri Pembinaan
Pariaman, Kec. Enam Lingkung, Kab. Padang
Pariaman, padang Pariaman mendapatkan
juara harapan II. SertaTK Aisyiyah Bustanul
Atfhal, Kec. Karanganyar, Kab. Indramayu,
Jawa Barat menempati posisi Harapan III.
Sementara itu di tingkat SD/MI, SDN
Suryakencana, Kec. Cikole, Kota Sukabumi,
Prov. Jawa Barat meraih juara pertama, SDK
SangTimur, Kec. Cakung, JakartaTimur,
Prov. DKI Jakarta mendapatkan juara ke dua.
Juara III diraih oleh Madrasah Ibtidaiyah
Negeri (MIN) Demangan, Kec.Taman
Demangan, Kota Madiun, Prov. Jawa timur,
dan yang mendapatkan peringkat harapan
I adalah SDN 33 Palembang, Kec. 1B II, Kota
Palembang, Prov. Sumatera Selatan, SDN
Murungsari 2, Kec. AmuntaiTengah, Kab.
Hulu Sungai Utara, Prov. Kalimantan Selatan
meraih harapan II dan SDN 25 Panaikang,
Kec. Bantaeng, Kab. Bantaeng, Prov. Sulawesi
Selatan berada di posisi harapan III.
Ditingkat SMP/MTs, juara I diduduki oleh
SMPN 12Tebo, Kec. Rimbo Ilir, Kab.Tebo,
Prov. Jambi. Juara II SMPN 1 Susukan, Kec.
Susukan, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa
Tengah. Juara III ditempati oleh SMPN 1 
Kempo, Kec. Kempo, Kab. Dompu, Prov.
NusaTenggara Barat. Untuk peringkat
harapan I diraih oleh SMPN 1 Selat, Kec.
Selat, Kab. Kapuas, Prov. KalimantanTengah.
Juara Harapan II SMPN 216, Kec. Senen,
Kota Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta, dan
SMPN 4 Kediri, Kota Kediri, Prov. JawaTimur
mendapatkan harapan III.
Untuk tingkat SMA/MA/SMK, Juara pertama
diraih oleh MAN Baubau, Kota Baubau,
Prov. SulawesiTenggara. Juara II SMKN
MuaraTeweh, Kab. Barito Utara, Prov.
KalimantanTengah. Juara III diduduki oleh
SMAN 78 Jakarta, Kec. Kemanggisan, Kota
Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Sementara
itu juara harapan I berhasil dicapai oleh
MAN Jombang, Kab. Jombang, Prov. Jawa
Timur. Harapan II SMAN 15 Bandung, Kota
Bandung, Prov Jawa Barat dan juara harapan
III oleh SMAN 6 Palembang, Kec. Sekip
Ujung, Kota Palembang, Prov. Sumatera
Selatan. Selain memberikan penghargaan
kepada pemenang sekolah sehat dan tim
pembina UKS, Kemenkes juga memberikan
penghargaan serta hadiah kepada
Puskesmas pembina UKS di tingkat Nasional.
Di tingkatTK/RA, juara pertama berhasil
diraih oleh Puskesmas Curug, Kec. Curug,
Kab.Tangerang, Prov. Banten. Juara II
ditempati oleh PuskesmasTaman, Kec.
Taman, Kab. Sidoarjo, Prov. JawaTimur.
Juara III Puskesmas Praya, Kec. Praya, Kab.
LombokTengah, Prov. NusaTenggara
Barat.  Untuk juara Harapan I ditempati oleh
Puskesmas Sawah Besar, Kec. Sawah Besar,
Kota Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta, juara
harapan II Puskesmas Pakandangan, Kec.
Enam Lingkung, Kab. Padang Pariaman,
Prov. Sumatera Barat, dan yang menempati
harapan III adalah Puskesmas Margadadi,
Kec. Karanganyar, Kab. Indramayu, Prov.
Jawa Barat.
Untuk di tingkat SD/MI, juara I diduduki
oleh Puskesmas Selabatu, Kec. Cikole,
Kota Sukabumi, Prov. Jawa Barat. Juara
II Puskesmas Cakung, Kec. Cakung, Kota
JakartaTimur, Prov. DKI Jakarta. Juara
III Puskesmas Demangan, Kec.Taman
Demangan, Kota Madiun, Prov. Jawa
Timur. Lalu untuk juara harapan I berhasil
diraih oleh Puskesmas Makrayu, Kec. 1B II,
Kota Palembang, Prov. Sumatera Selatan,
juara harapan II Puskesmas SEI Karias, Kec.
AmuntaiTengah, Kab. Hulu Sungai Utara,
Prov. Kalimantan Selatan, dan posisi harapan
III Puskesmas Bissappu, Kec. Bantaeng, Kab.
Bantaeng, Prov. Sulawesi Selatan.
Sementara itu di tingkat SMP/MI juara I
Puskesmas Rimbo Ilir, Kec. Rimbo Ilir, Kab.
Tebo, Prov. Jambi. Juara II ditempati oleh
Puskesmas 2 Susukan, Kec. Susukan, Kab.
Banjarnegara, Prov. JawaTengah. Untuk
posisi juara III berhasil diraih oleh Puskesmas
Kempo, Kec. Kempo, Kab. Dompu, Prov.
NusaTenggara Barat. Untuk juara harapan I
di tempati oleh Puskesmas Selat, Kec. Selat,
Kab. Kapuas, Prov. KalimantanTengah.
Harapan II Puskesmas Kec. Senen, Kota
Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta, dan Harapan
III Puskesmas Sukoreme, Kec. Mojoroto, Kota
Kediri, Prov. JawaTimur.
Untuk tingkat SMA/MA/SMK, juara
pertama diraih Puskesmas Wajo, Kec.
Murhum, Kota Baubau, Prov. Sulawesi
Tenggara. Peringkat II diduduki Puskesmas
Muara Teweh, Kec. Teweh Tengah, Kab.
Barito Utara, Prov. Kalimantan Tengah.
Juara III Puskesmas Palmerah, Kec.
Palmerah, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI
Jakarta. Untuk juara harapan I di tempati
oleh Puskesmas Jabon, Kec. Jombang,
Kab. Jombang, Prov. Jawa Timur. Juara
Harapan II Puskesmas Srijadi, Kec. Sukasari,
Kota Bandung, Prov. Jawa Barat, dan
juara harapan III dicapai oleh Puskesmas
Basuki Rahmat, Kec. Sekip Ujung, kota
Palembang, Prov. Sumatera Selatan.
Pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat, telah
dilaksanakan untuk tingkat SD/MI sejak
1991; tingkat SMP/MTs sejak 2000; tingkat
TK/RA dan SMA/SMK/MA sejak 2004.
Hal-hal yang dinilai dalam Lomba Sekolah
Sehat Tingkat Nasional, antara lain:
a.	Penilaian terhadap Tim Pembina Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat
Provinsi, Kab/Kota, dan Kecamatan.
Aspek yang dinilai meliputi kegiatan
pembinaan UKS, diantaranya
pemantauan, pelatihan, dan keterlibatan
sekolah.
b.	Penilaian terhadap sekolah, dengan
aspek yang dinilai antara lain kebersihan
sarana/prasarana kelas, ruang guru,
kantin, toilet, air bersih, tempat cuci
tangan, tempat ibadah, kondisi tempat
sampah, dan UKS.
c. 	Penilaian terhadap perilaku kesehatan
peserta didik, diantaranya pengetahuan
tentang UKS, Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS).
d.	Penilaian terhadap pelaksanaan
pelayanan kesehatan, seperti
pelaksanaan penjaringan kesehatan dan
penyuluhan oleh petugas Puskesmas,
dan lain-lain.
Tim penilai Lomba Sekolah Sehat
Tingkat Nasional berasal dari lintas
sektor, yakni Kementerian Kesehatan,
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Kementerian Agama, dan
Kementerian Dalam Negeri (yu)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 21
D
engan prasarana dan sarana
yang terbatas serta kondisi
geografis yang sulit, perawat
yang biasa disapa Efi ini tidak
pernah putus asa melayani
masyarakat Kabupaten Samosir, Propinsi
Sumatera Utara. Perawat kelahiran
tahun 1985 ini tidak menolak ditugaskan
di daerah yang tergolong terpencil
tersebut, karena dorongan hatinya untuk
membantu, membimbing, dan membina
serta memperbaiki derajat kesehatan
disana. Meski usianya tergolong muda,
Efi mau dan mampu mengabdi sebagai
pelayan kesehatan, sementara kebanyakan
tenaga muda masa kini takut dan
menolak untuk bertugas di daerah yang
terpencil. Hal ini yang mengantarkan Efi D.
Sitanggang, S.Kep terpilih menjadi tenaga
kesehatan teladan tahun 2012.
Menurut Efi puteri daerah Sumatera Utara
ini, menjadi tenaga kesehatan perawat
adalah panggilan hidupnya. Efi, telah
mengabdikan dirinya sebagai perawat
sejak tahun 2009 di Puskesmas Sitiotio
Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera
Utara.
Dengan transportasi yang minim, efi dan
tenaga kesehatan lainnya lebih sering
mendatangi pasien ke rumah mereka
untuk hal yang darurat atau pasien
lanjut usia yang sulit untuk berjalan ke
Puskesmas.“Biasanya mereka tinggal
telepon dan kami yang perawat yang
datang untuk periksa sakitnya”, ujar efi.
Kabupaten Samosir yang merupakan
daerah kepulauan, sehingga masih
ada beberapa desa yang hanya dapat
dijangkau menggunakan kapal (boat)
sewaan. Selain kapal, efi dan teman-
teman nakes lainnya menggunakan
sepeda motor untuk mendatangi pasien
ke rumah-rumah karena kondisi jalan
yang sulit bila dilalui mobil. Begitu pula
bila pasien perlu dirujuk ke Rumah Sakit,
karena lokasinya yang jauh dari Puskesmas
sehingga harus menggunakan kapal
menuju rumah Sakit. Inilah yang menjadi
kendala.
Mengenai program Jampersal, efi
mengaku agak sulit awalnya karena
sebelum ada Jampersal biaya persalinan
tinggi. Hal ini memang sangat membantu
masyarakat karena meringankan mereka.
Namun, tenaga kesehatan yang biasa
menerima upah yang tinggi karena
tingginya biaya persalinan tadi, sekarang
mengikuti standar yang ada.“Hal ini
harus tetap dilakukan karena sosialisasi
Jampersal sendiri sudah ada di media-
media, dan masyarakat sudah pintar untuk
tahu informasi ini”, jelas efi.
Predikat teladan ini merupakan tanggung
jawab yang harus diembannya. Pesan
Presiden SBY yang melekat dalam benak
Efi, bahwa harus tetap menjadi teladan
di tengah-tengah keluarga, pekerjaan
dan masyarakat.“Saat ini bisa go
nasional, semoga ke depannya bisa go
Internasional”, ucap Efi dengan semangat.
Pengalaman yang dia dapat selama
berada di Jakarta sebagai tenaga
kesehatan teladan akan dia terapkan di
daerahnya nanti. Efi juga akan mengajak
teman-teman sesama tenaga kesehatan
di Samosir untuk menumbuhkan rasa,
rasa empati, rasa memiliki dan mencintai
daerah, serta mencintai masyarakatnya.
“Banggalah menjadi perawat, banggalah
menjadi tenaga kesehatan dan mari kita
terus mengabdikan hidup kita, karena kita
ini adalah pelayan Tuhan”, pesan Efi. (Eci)
BanggalahJadiPerawat,BanggalahJadi
Nakes
Efi D Sitanggang
STOP PRESSSTOP PRESS
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM22
PromosidenganPengobatan
GRATIS
S
ebagai satu-satunya dokter
perempuan yang berstatus
Pegawai Negeri Sipil (PNS) di
Pulau Morotai, dokter Diana
bekerja dengan penuh tanggung
jawab. Itu pula salah satu alasan mengapa
dia terpilih menjadi Tenaga Kesehatan
Teladan Tahun 2012. dr. Diana Pinangkaan
memang baru 2 tahun mengabdi di
Puskesmas Daruba, Pulau Morotai, Propinsi
Maluku Utara, namun sudah banyak
pengalaman yang dia dapat selama
melayani masyarakat daerah tersebut.
Daerah binaan Puskesmas tempat dr.
Diana bekerja ada sekitar 20 Desa baik
terpencil maupun sangat terpencil. Kondisi
geografis yang mayoritas adalah air, dr.
Diana seringkali menggunakan kapal laut
(speed boat) untuk mengunjungi pasien-
pasiennya. Selain kapal laut, akses menuju
Ibu Kota Propinsi menggunakan pesawat.
Kondisi geografis menjadi salah satu
kendala dalam pelayanan kesehatan di
Morotai.“Kalau misalnya ada ombak besar,
badai, kita paling hanyut ke Philipine
karena Morotai itu berada di daerah lautan
Pacific”, akunya sambil tertawa.
Selain kondisi geografis, kendala
lainnya adalah budaya dan kebiasaan
masyarakat yang belum mempercayai
pelayanan kesehatan. Perempuan asal
Menado ini mengaku awalnya tidak
mengalami kesulitan dalam beradaptasi
dengan masyarakat setempat, melalui
pendekatan secara kekeluargaan dan
berbaur salah satu cara agar diterima
ditengah masyarakat. Masyarakat Pulau
Morotai masih mempercayai hal mistis dan
pengobatan tradisional, sehingga jarang
sekali datang ke Pukesmas. Mengajak
dan menyakinkan masyarakat untuk
berobat ke Puskesmas pun perlu waktu
dan strategi yang tepat. dr. Diana dan
tenaga kesehatan lain pun mengadakan
pengobatan gratis untuk menarik
masyarakat untuk berobat, hal ini cukup
berhasil.“Kadang kita promosi dengan
pengobatan gratis, baru mereka mau”, ujar
dr. Diana.
Tingkat perekonomian masyarakat
Morotai mayoritas diperoleh dari
pertanian dan kebanyakan hasil taninya
bukan untuk dijual, hanya untuk
konsumsi sendiri, sehingga mereka tidak
memiliki cukup biaya untuk berobat ke
Puskesmas. Untuk sampai ke Puskesmas
pun mereka membutuhkan dana untuk
sewa transportasi, sehingga dr. Diana
terkadang menjemput pasien dengan
mobil. Saat ini mobil satu-satunya yang
dimiliki Puskesmas Daruba mengalami
kerusakan dan dia berharap agar segera
mendapatkan gantinya.“Kalau boleh
mobil kita yang rusak, bisa dikirim
gantinya karena kita tidak dapat melayani
dan berarti pengobatan Pusling berhenti”
pesan dr. Diana untuk Kemenkes.
dr. Diana mengaku bahagia, senang sekali
dan bersyukur kepada Tuhan terpilih
menjadi tenaga kesehatan teladan karena
bisa bertemu langsung dengan Bapak
Presiden SBY dan Menteri Kesehatan
untuk pertama kalinya. Sepulangnya dari
Jakarta, dr. Diana akan terus melakukan
promosi tentang pentingnya kesehatan
agar masyarakat mau datang ke pelayanan
kesehatan khususnya Puskesmas sehingga
diharapkan derajat kesehatan di Pulau
Morotai meningkat. (Eci)
dr. Diana Morotai
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 23
“Saya penderita diabetes, sudah berulang kali berobat ke
dokter, tapi tak kunjung sembuh. Kini setelah saya berobat
keKlinikTongfang,diabetessayahilang.TerimakasihKlinik
Tongfang…”
B
egitulah kira-kira cuplikan
testimoni seorang pasien pada
iklan Klinik TCM Tong Fang yang
pernah menyedot perhatian
sebagian besar orang, karena
begitu sering tayangannya muncul di layar
televisi. Booming iklan klinik kesehatan
Tong Fang yang berhasil menyedot
perhatian masyarakat khususnya di dunia
maya, menjadi cerita menarik. Banyak
orang kemudian menjadi kreatif mencipta
iklan sejenis yang diplesetkan dan
diparodikan menjadi bahan lucu-lucuan
dan olok-olok. di jejaring media social
seperti twitter, facebook dan blackberry
messenger. Iklan tersebut sukses menyita
perhatian pemirsa televisi, mulai warga di
perkampungan hingga seorang Menteri
Kesehatan.
Banyak orang yang terkesima dan akhirnya
tergoda untuk mencoba pengobatan
tradisional, pengobatan alternative, atau
pengobatan herbal tersebut. Apapun
namanya, pengobatan jenis ini memang
semakin populer saja. Seakan ini menjadi
jawaban bagi ancaman penyakit masa kini,
khususnya penyakit tidak menular macam
jantung, kanker, diabetes dan stroke.
Alasan yang diungkapkan pengguna
sederhana saja, keputusasaan terhadap
pengobatan konvensional yang tidak
membuahkan hasil sehingga memutuskan
untuk mencobanya. Padahal janji-janji,
harapan dan testimoni yang diberikan
tidaklah sepenuhnya benar bahkan
cenderung menyesatkan. Etika kedokteran
saja yang memiliki dasar keilmuan fomal
dan dibantu teknologi tinggi tidak boleh
menjanjikan kesembuhan, tetapi para
pengobat tradisional ini dengan berani
mengobral janji manis.
Media massa, baik cetak, online
maupun elektronik, memang masih
menjadi andalan banyak kalangan
untuk mempromosikan produknya baik
berupa barang maupun jasa. Hal ini pun
disadari oleh para pelaku kesehatan,
khususnya pengobat tradisional. Tapi
yang disayangkan adalah promosi
yang mereka lakukan terlalu masif dan
kerap menyesatkan. Mereka seolah
punya dana berlimpah untuk terus
muncul di TV. Pemerintah sepertinya
tidak berdaya menghadapi gencarnya
iklan mereka. Jangankan untuk
menghentikan penayangannya, untuk
memasang publikasi penyeimbangpun
masih terkendala dengan keterbatasan
anggaran.
Pelanggaran iklan kesehatan tidak hanya
berbentuk pengobatan tradisional ala
Traditional Chinese Medicine (TCM), tapi
banyak ragam lainnya. Bila kita perhatikan,
ada produk obat atau produk kesehatan
rumah tangga yang menggunakan model
iklan seorang selebriti yang juga berprofesi
sebagai dokter dan atau menggunakan
atribut dokter. Mungkin pernah juga
kita lihat iklan rumah sakit yang tidak
berdomisili di Indonesia, tetapi berlokasi
di negara tetangga seperti China, Malaysia
dan Singapura. Dan masih banyak variasi
iklan kesehatan lainnya.
Ini baru di media televisi, belum lagi
kita mendengar iklan semacam itu
di radio. Setiap haripun kita melihat
dan membacanya di koran, majalah
dan tabloid yang jenisnya jauh lebih
beragam dan frekuensinya lebih sering
dibandingkan yang kerap kita lihat di
televisi. Fenomena ini tidak hanya terjadi
di Jakarta, bahkan di media lokal/daerah
juga promosi pengobatan tradisional/
alternatif sudah mulai menjamur, baik
WaspadaiIklanKesehatanyang
Namun
Menyesatkan
Menggoda
STOP PRESSSTOP PRESS
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM24
yang bentuknya iklan maupun berupa
program talkshow. Bila ditelusuri lebih
jauh, mereka juga sekarang sudah
menyentuh promosi melalui media online
dan media sosial. Ini belum termasuk
strategi pemasaran melalui word of mouth
dari orang ke orang atau pada komunitas-
komunitas tertentu yang sulit dideteksi
dan dicegah.
Langkah pemerintah
Berbicara mengenai iklan kesehatan,
pemerintah, dalam hal ini Kementerian
Kesehatan (Kemenkes), sebenarnya telah
membuat rambu-rambu yang harus
dipatuhi oleh berbagai pihak. Rambu-
rambu tersebut dituangkan dalam bentuk
Peraturan Menteri Kesehatan No.1787/
MENKES/PER/2010 yang efektif berlaku
sejak 28 Desember 2010. Permenkes ini
mengatur dengan jelas segala hal yang
diperbolehkan dan dilarang dalam materi
iklan di media massa.
Sebenarnya produk hukum ini tidak
melarang total fasilitas kesehatan dan
tenaga kesehatan mempromosikan
produk barang dan jasanya, hanya saja
ada beberapa hal yang perlu dibatasi dan
harus sesuai dengan etika profesi, etika
rumah sakit dan perundangan lainnya
yang berlaku. Pasal-pasal didalamnya
mengatur secara jelas tentang larangan-
larangan dimaksud. Adapun ketentuan
yang sering dilanggar diantaranya:
mempublikasikan metode, obat, alat
atau teknologi kesehatan yang belum
diterima oleh masyarakat kedokteran
karena manfaat dan keamanannya belum
terbukti; mengiklankan promosi penjualan
dalam bentuk potongan harga (diskon);
dan member testimony/kesaksian atas
hasil yang diperoleh, padahal hal tersebut
tidak benar terjadi.
Selain mengatur soal hal-hal yang
berkaitan dengan isi iklan, Permenkes
tersebut juga mengamanahkan
untuk membentuk tim penilaian dan
pengawasan iklan kesehatan di media
massa. Tim ini memiliki kewenangan
antara lain untuk: memberi konsultasi atas
materi iklan, menerima dan memeriksa
laporan pengaduan masyarakat tentang
iklan kesehatan, memanggil dan meminta
keterangan saksi/pelapor dan member
rekomendasi kepada Menteri/pejabat
yang ditunjuk untuk mengambil tindakan
administratif. Sesuai perintah Permenkes
tersebut, telah diterbitkan pula Surat
Keputusan Menteri Kesehatan No.038/
MENKES/SK/II/2012 tentang Tim Penilaian
dan Pengawasan Iklan dan Publikasi
Pelayanan Kesehatan di lingkungan
Kementerian Kesehatan. Tim ini diketuai
oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik yang
anggotanya adalah para Sekretaris Unit
Utama Kemenkes, Kepala Biro Hukum
dan Organisasi Kemenkes, Direktur Bina
Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif
dan Komplementer Kemenkes dan
ex.offcio dari BPOM.
Kemenkes sesungguhnya sangat
mendukung pengembangan pengobatan
tradisional/alternatif yang telah ditemukan
sejak jaman nenek moyang dulu.
Indonesia yang memiliki kekayaan alam
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 25
yang luar biasa menyimpan potensi besar
untuk dapat menjadikan tanaman obat
menjadi media pilihan dalam mendukung
proses penyembuhan penyakit dengan
obat-obatan kimia. Ribuan suku bangsa
di Indonesia juga menyimpan metode
pengobatan dan racikan ramuan turun-
temurun dari bahan alami yang diakui
cukup mumpuni menyembuhkan
beragam jenis penyakit.
Data Riskesdas 2010 menunjukkan
jumlah penderita dan angka kematian
akibat penyakit tidak menular mengalami
tren peningkatan. Riskesdas juga
memperlihatkan bahwa 59% masyarakat
merasakan manfaat ramuan tradisional
atau jamu. Saat ini, pelayanan kesehatan
tradisional sudah ada di sekitar 51 RS
pemerintah dan puskesmas. Data dan
kondisi tersebut menggambarkan hal
yang positif, bahwa peningkatan tren
penyakit tidak menular juga diikuti oleh
kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan
non konvensional. Tapi sekali lagi sifatnya
bukan sebagai pengobatan utama, tapi
sebagai penunjang. Obat konvensional
bekerja untuk mengatasi penyakit,
sedangkan obat herbal bekerja untuk
meningkatkan imunitas tubuh, sehingga
diharapkan kombinasi keduanya dapat
mempercepat proses penyembuhan
penyakit . Yang penting juga, apapun
pilihan cara pengobatan, baik
konvensional saja ataupun yang disertai
tradisional, tetap harus berlandaskan
diagnosis dokter. Adapun metode
pengobatan tradisional yang sudah diakui
saat ini di Indonesia adalah akupunktur,
hiperbarik dan penggunaan herbal, baik
yang dikenal dengan sebutan jamu, obat
herbal terstandar maupun fitofarmaka.
Kerjasama lintas sektor
Kembali kepada upaya yang telah
dilakukan pemerintah. Saat ini proses
penapisan pengobatan tradisional melalui
Dinkes Kabupaten/Kota mulai diperketat.
Demikian juga proses uji obat atau ramuan
yang diberikan harus melalui Badan POM.
Jadi bagi masyarakat calon pengguna,
harap lebih berhati-hati terhadap klinik
pengobatan tradisional/alternative yang
belum memiliki izin praktik dan izin edar
obatnya karena belum teruji dari aspek
keamanan dan khasiatnya. Pengobatan
macam ini juga ternyata tidak sedikit
mengeluarkan biaya. Padahal awalnya
hanya diminta biaya ala kadarnya,
sekedar untuk menarik minat masyarakat.
Namun setelah mulai merasakan ada
sedikit perubahan, biasanya konsumen
diminta untuk melakukan beberapa kali
pengobatan dan menebus biaya ramuan
obat-obatan herbal yang diklaim sangat
handal.
Pada bulan Agustus yang lalu, tim dari
Kemenkes, Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Indonesia
(IDI) dan Dinas Kesehatan Propinsi DKI
Jakarta pernah melakukan audiensi
dengan para komisioner Komisi Penyiaran
Indonesia (KPI). Pada pertemuan tersebut,
unsur pemerintah meminta bantuan
KPI selaku lembaga yang berwenang
mengontrol tayangan lembaga penyiaran
untuk menegur media televisi yang
menayangkan iklan pengobatan
tradisional/alternative yang saat itu tengah
marak disiarkan. Alhasil, tidak berapa lama
kemudian, iklan-iklan tersebut hilang dari
peredaran. Tapi ternyata masalah tidak
berhenti sampai disitu. Iklan-iklan melalui
media radio dan media cetak belum
tersentuh. Media terkesan tidak peduli
dengan dampak negative yang mungkin
dapat ditimbulkan oleh promosi yang
berlebihan dan melanggar aturan main.
Tidak hanya itu. Sebelumnya Kemenkes
sudah pernah beberapa kali melakukan
sosialisasi tentang Permenkes tentang
STOP PRESSSTOP PRESS
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM26
iklan kesehatan tersebut. Beberapa kali
Pusat Komunikasi Publik Kemenkes telah
mengirimkan surat teguran / himbauan
kepada pihak media sehubungan dengan
iklan-iklan mereka. Namun sepertinya
langkah-langkah tersebut seperti
macan ompong yang tidak memberi
efek jera kepada media pemasang iklan.
Sebagaimana diketahui, iklan merupakan
sumber pemasukan dana terbesar bagi
media. Menghentikan pemuatan iklan
sama saja menutup perusahaan mereka.
Sehingga tidak heran bila media cuek saja
dengan teguran yang diberikan.
Sayangnya, Permenkes tersebut juga
tidak memiliki klausul yang mengatur
tentang sanksi terhadap media pemasang,
tapi sanksi dapat diberikan kepada
fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga
kesehatan yang diberikan oleh Menteri
atau Kepala Dinas Kesehatan Propinsi.
Kedua pejabat ini berwenang untuk
memerintahkan pimpinan fasilitas
pelayanan kesehatan dan/atau tenaga
kesehatan untuk mengubah, menarik
atau menghentikan iklan yang melanggar
ketentuan. Bila hal ini tidak dilakukan,
maka dapat diambil tindakan administratif
berupa: (a) pencabutan surat izin
operasional/praktik/kerja untuk jangka
waktu selamanya 1 (satu) tahun dan (b)
pencabutan surat izin tersebut untuk
selamanya. Disamping itu juga dapat
dikenakan sanksi oleh Majelis Kehormatan
Etik Profesi, Majelis Disiplin Profesi dan/
atau Majelis Kehormatan Etik RS Indonesia.
Tindakan preventif
Melihat situasi ini, nampaknya upaya
preventif harus dikedepankan. Tindakan
harus dimulai pada bagian hulu. Disinilah
peran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
sebagai lembaga yang menerbitkan izin
klinik-klinik pengobatan tradisional/
alternative tersebut harus didorong.
Dinkes harus lebih tegas dan ketat dalam
mengeluarkan izin. Proses penapisan
pada sisi metode pengobatan, SDM,
obat/ramuan, alat dan kliniknya mutlak
dilakukan. Bila semua persyaratan dipenuhi,
barulah izin dapat dikeluarkan. Tugas
Dinkes tidak berhenti sampai disitu. Sesuai
Permenkes 1787, Dinkes juga berkewajiban
untuk mengawasi dan memberikan sanksi
bila dalam hal promosi masih melanggar
segala ketentuan yang ada.
Meskipun demikian, upaya pengawasan
iklan kesehatan juga tidak boleh surut.
Bak gayung bersambut, pemikiran ini juga
disadari sekali oleh KPI. Untuk itu pada
awal Oktober yang lalu KPI mengundang
para stakeholders untuk membicarakan
tentang rencana pembentukan kelompok
kerja dan penyiapan Memorandum of
Understanding (MoU) tentang isu-isu
kesehatan di lembaga penyiaran antara
KPI dengan Kemenkes, BPOM, IDI,
POLRI dan MUI. Materi isu kesehatan
tentunya lebih luas lagi dibandingkan
hanya soal pengobatan tradisional,
tetapi juga program tayangan di
televisi seperti berita, film, sinetron,
talkshow, dsb yang mengandung
content kesehatan. Polri dilibatkan
karena sudah mulai banyak aduan
dari masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang telah menipu dan
merugikan masyarakat. MUI diikutsertakan
dengan pertimbangan mulai maraknya
program berbayar/talkshow di TV yang
menayangkan pengobatan berdasarkan
aliran/kepercayaan agama tertentu/
supranatural. Apabila diperlukan,
pokja akan melibatkan kementerian/
lembaga lain, diluar 5 instansi tadi, untuk
membahas permasalahan pada tayangan
di lembaga penyiaran.
Jika rencana ini terealisir maka tugas
Kemenkes akan lebih ringan dalam
mengawasi tayangan di lembaga
penyiaran karena dibantu oleh pokja
ini. Pokja akan dibekali dengan buku
panduan khusus dalam menjalankan
tugasnya dan yang tidak kalah pentingnya
juga memilki kewenangan yang lebih
kuat dalam melakukan tindakan. Untuk
mengantisipasi pelanggaran, pokja juga
akan menghimbau para rumah produksi
untuk berkonsultasi dengan ahlinya
sebelum membuat dan menayangkan
iklan. Pokja juga mengharapkan dukungan
dari Lembaga Sensor Film (LSF) agar dapat
memperketat proses seleksi/sensor tidak
hanya terhadap isu SARA tetapi juga isu
kesehatan yang telah dituangkan dalam
MoU tersebut.
Akan tetapi, pekerjaan ini belum selesai
sampai disini. Masih ada PR lain yang
belum diselesaikan. Apa itu? Promosi
melalui media lain yang belum serius
digarap, media cetak, online dan sosial.
Media ini juga tidak kalah hebatnya
dalam memasang iklan bidang kesehatan.
Siapa yang sepatutnya berperan? Ada
Badan Pengawas Periklanan Persatuan
Perusahaan Periklanan Indonesia (BPP-
P3I) dan mungkin Dewan Pers yang dapat
diandalkan. Semoga lembaga/instansi ini
dapat lebih menunjukkan tajinya terhadap
fenomena yang tengah berlangsung, agar
masyarakat Indonesia terlindung dari
iklan atau program produk dan pelayanan
kesehatan yang merugikan. (AM)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 27
STOP PRESSSTOP PRESS
G
una mengimplementasikan komitmen tersebut,
Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian
Kesehatan Indonesia telah menyepakati memberikan
hibah vaksin Mencevax ACW135
Y kepada Pemerintah
Republic of Kenya untuk membantu penanggulangan
epidemi Meningitis di negara tersebut.
Rencana Hibah vaksin Mencevax ACW135
Y milik Kementerian
Kesehatan kepada Pemerintah Kenya dibahas pada Rapat Dengar
Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Sekretaris Jenderal Kemkes
RI tanggal 6 Februari 2012. Rapat Paripurna DPR-RI menyetujui Hibah
Barang Milik Negara berupaVaksin Mencevax ACW135
Y milik Kemkes
RI kepada Pemerintah Kenya pada tanggal 28 Februari 2012.
Pada tanggal 3 September 2012, bertempat di Wisma KBRI
Nairobi, Tim melakukan koordinasi dengan pihak KBRI Nairobi dan
diterima oleh T Wisnu Mahendra Sihombing, Minister Counsellor
KBRI di Nairobi beserta jajarannya guna menyampaikan maksud
dan agenda kunjungan. KBRI Nairobi menyampaikan dukungan
dan juga menugaskan Third Secretary KBRI Nairobi untuk
mendampingi tim selama kunjungan di Nairobi-Kenya.
Setelah melakukan serangkaian pembahasan persiapan
penerimaaan hibah antara pemerintah Indonesia dan Kenya,
disepakati waktu dan tempat serah terima hibah vaksin Mencevax
ACW135
Y dari Indonesia.
Tepatnya, 5 September 2012, acara serah terima hibah Vaksin
Mencevax 135
Y milik Kemkes RI kepada Pemerintah Kenya
dilakukan di Ministry of Public Health and Sanitation Republic of
Kenya. Pihak kementerian Kesehatan RI diwakili oleh Achmad
Djohari, MM Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemkes RI
sedangkan pihak Kenya diwakili oleh dr. S. K.Sharif Director of
Public Health and Sanitation Ministry of Public Health and Sanitation
Republic of Kenya.
Menurut ketua tim Achmad Djohari, kegiatan hibah ini untuk
membantu penanggulangan penyakit Meningitis di Kenya.
Selain itu, pihak Kementerian Kesehatan Kenya mengharapkan
kerjasama nyata dengan Kementerian Kesehatan RI dalam
menanggulangi penyakit menular lainnya seperti AIDS, Malaria,
Yellow Fever. Tim juga berkesempatan melakukan kunjungan ke
gudang penyimpanan vaksin Mencevax ACW135
Y milik Kemkes
Kenya di Nairobi.
Adapun tim yang menyerahkan hibah vaksin terdiiri; Achmad
Djohari, SKM, MM (Kepala Biro Keuangan dan BMN), Drs. Setyo
Budi Hartono, Kepala Bagian APBN III - Biro Perencanaan
& Anggaran, Muhamad Firdaus, ST, MT, MKM dari Pusat
Kesehatan Haji, Albert Christanto, S.Farm, Apt dari Dit. Bina
Obat Publik Ditjen Binfar dan Alkes, Martono, SAP dari Biro
Umum dan Nur Muhamad, SKM, MKM dari Pusat Kerjasama
Luar Negeri. Pra
Hibah Vaksin untuk Pemerintah Kenya
Pemerintah Indonesia menghibahkan Vaksin Mencevax ACW135
Y kepada Pemerintah
Kenya tanggal 2 – 7 September 2012. Proses hibah ini, berdasarkan Resolusi WHA
tahun 2011 tentang Global Health Security yang menyatakan bahwa negara-negara
yang mampu agar dapat membantu negara Afrika dalam menghadapi Epidemi
Meningitis.
Ahmad Djohari (kiri) dari Indonesia berjabat tangan dengan
S.K Sharif dari Kenya
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM28
Australia:
kacamata untuk mencegah
kantuk ketika mengemudi
Pada bulan Juni tahun 2012, peneliti-peneliti di Australia
menanamkan sensor di dalam kacamata mengemudi untuk
mengukur seberapa sering dan lama kedipan mata ketika tidak
mengantuk dan mengantuk. Sensor pada kacamata ini terhubung
dengan layar pada dasbor. Ketika pengemudi mengantuk, sensor
akan menampilkan tingkat kekantukan di dasbor mobil dan
memberikan peringatan jika tingkat kantuk melebihi batas aman.
Penyakit yang muncul di dunia semakin lama semakin berkembang. Perkembanganya penyakit tentu
membahayakan manusia, apalagi penyakit yang mematikan. Manusia berusaha survive melawan
perkembangan penyakit dengan melakukan berbagai penelitian di bidang kesehatan maupun
bidang teknologi yang mendukung bidang kesehatan. Berikut ini adalah kemajuan dalam bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai negara di dunia yang dapat mendukung kemajuan
kesehatan, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
Kacamata ini dirancang untuk pengemudi yang biasa melakukan
perjalanan pada malam hari. Kacamata ini kemungkinan baru
akan diproduksi masal dalam dua tahun ke depan.
Manfaat yang diberikan kacamata ini akan sangat besar, sebab
menurut data WHO sekitar 2,4 juta manusia di dunia per
tahun meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, dan salah satu
penyebabnya adalah karena mengendarai kendaraan dalam
keadaan mengantuk. Dengan adanya kacamata antikantuk,
diharapkan angka kematian di jalan akan dapat menurun.
Kemajuan Teknologi
untuk Kesehatan
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 29
Singapura:
“robot kepiting”untuk kanker
perut
Kanker perut atau stomach cancer adalah
nama yang digunakan untuk menjelaskan
tumor yang berada di dalam perut.
Menurut penelitian yang dimuat dalam
jurnal National Cancer Institute, Amerika
Serikat, kanker perut termasuk jenis
kanker yang mematikan. Dari sepuluh
orang yang meninggal karena kanker,
satu di antaranya disebabkan kanker
perut. Kanker perut dapat muncul karena
pola makanan yang tidak sehat, seperti
sering memakan daging olahan, seperti
sosis, daging asap, dan ham. Cara untuk
mengobati penderita kanker perut adalah
dengan melakukan operasi.
Akan tetapi, dengan perkembangan
teknologi manusia, seperti yang dilakukan
oleh seorang peneliti di Singapura, Lawrence
Ho, yang mengembangkan robot untuk
mengangkat tumor dengan cepat dan tanpa
merusak jaringan perut. Jika biasanya untuk
mengangkat kanker perut dilakukan dengan
cara bedah perut, hal tersebut tidak perlu
dilakukan lagi jika menggunakan robot
ini. Caranya hanya dengan memasukkan
tabung fleksibel dengan kamera ke tempat
kanker yang berada di perut melalui mulut.
Kemudian, robot dengan“kaki kepiting”
yang telah berada dalam tabung fleksibel
tadi akan menjepit jaringan kanker dan
mengirisnya, serta mengeluarkannya
melalui mulut. Operasi kanker perut dengan
menggunakan“robot kepiting”ini sudah
dilakukan kepada lima pasien dan telah
berhasil.
Kemajuan yang diterima melalui
penggunaan“robot kepiting”ini
adalah pengehematan waktu dalam
operasinya. Jika satu kali operasi perut
normal biasanya menghabiskan waktu
hingga delapan jam, akan tetapi dengan
menggunakan kepiting ini pekerjaan
tersebut dapat dilakukan rata-rata dalam
waktu 18 menit.
Kanada: bom ruang kuman
Jenis-jenis penyakit menular banyak
berkembang di berbagai negara di dunia.
Penyakit menular biasanya disebabkan
oleh virus, jamur, bakteri jahat ataupun
kuman. Penyebarannya melalui suatu
media perantara, dapat melalui media
makanan, benda sehari-hari, hewan atau
bahkan menular melalui manusia.
Kuman sendiri merupakan organisme
kecil yang dapat menyebabkan gangguan
kesehatan, baik ringan ataupun berat.
Kuman bisa terdapat dimana-mana,
seperti di remot tv, handphone, uang,
sepatu, ataupun ada di tangan kita sendiri.
Beberapa penyakit yang dapat timbul
karena kuman, misalnya diare dan TBC.
Banyak ilmuan dan peneliti di dunia yang
berusaha untuk meningkatkan angka
kesehatan manusia dengan meminimalkan
bahaya penyakit kuman di lingkungan
manusia. Seperti yang dilakukan oleh para
peneliti di kampus Queen’s University,
yang berharap dapat mencegah infeksi
atau penyebaran penyakit di rumah sakit
STOP PRESSSTOP PRESS
dengan semprotan“bom ruang”yang
menggabungkan ozon dan uap hidrogen
peroksida untuk membunuh bakteri dan
menyeterilisasi ruang di sekitar“bom”
ditempatkan dalam waktu satu jam.
Para peneliti yakin bahwa semprotan ini
juga dapat menghancurkan virus, jamur,
dan kutu busuk. Setelah“bom kuman”
diledakan, dilanjutkan dengan proses
sterilisasi untuk menghilangkan bahan
kimia dari udara sehingga tempat tersebut
aman dan nyaman bagi orang untuk
bernapas. Semprotan ini tidak hanya
dapat digunakan di rumah sakit, tetapi
juga dapat digunakan di tempat rumah
ataupun hotel yang dipenuhi kuman.
Amerika Serikat: tato gula
darah
Banyak orang yang suka mengonsumsi
makanan atau minuman manis, baik dalam
keadaan makan berat atau hanya sekadar
cemilan. Bagi mereka yang masih berusia
muda cenderung tidak terlalu khawatir
dibandingkan mereka yang telah berusia
tua terhadap dampak dari seringnya
mengonsumsi makanan atau minuman
yang manis-manis. Dampak yang sering
muncul dari seringnya mengonsumsi yang
manis-manis adalah naiknya kadar gula
dalam darah.
Ketika kadar gula naik, maka yang
terpintas adalah penyakit diabetes
atau lebih dikenal dengan nama
penyakit kencing manis, yaitu penyakit
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM30
yang disebabkan gangguan sistem
metabolisme dalam tubuh, dimana organ
pankreas tidak mampu memproduksi
hormon insulin sesuai dengan kebutuhan
tubuh. Dampak dari penyakit ini adalah
ketika orang yang diabetes terluka, maka
lukanya akan lama sembuh dan sering
mengalami pembengkakkan.
Salah satu cara yang dilakukan untuk
mencegah penyakit ini adalah dengan
mengonsumsi makanan dengan kadar
gula teratur dan rajin memeriksa kadar
gula dalam darah. Pemeriksaan kadar gula
dalam darah biasanya dilakukan di rumah
sakit ataupun klinik-klinik kesehatan.
Dengan perkembangan dunia ilmu
pengetahuan, seperti yang dilakukan
para kimiawan dari Northeastern
University, Amerika Serikat, yang telah
mengembangkan sebuah metode untuk
menyuntikkan sensor neon kecil di bawah
kulit yang dapat mendeteksi glukosa
atau kadar gula dalam darah, sehingga
seseorang tidak perlu bolak-balik rumah
sakit untuk mengukur kadar gula dalam
darah. Sensor neon yang ditempatkan
dalam kulit mirip seperti tato temporary.
Cara untuk melakukan pemeriksaannya
hanya dengan mengambil foto tato
temporery tersebut dengan alat pemindai
khusus yang ada di kamera ponsel pintar
pemilik tato. Program komputer kemudian
akan menganalisa foto tersebut dan
melaporkan jumlah gula darah. Walaupun
metode ini masih dalam pengujian
keakuratan hasil, tetapi dengan“tato gula
darah”ini seseorang dapat melakukan
penghematan waktu dibandingkan harus
ke rumah sakit.
Inggris: pil pintar
Dengan makin banyaknya penyakit di
masyarakat, obat yang ditawarkan pun
makin beragam. Obat-obat ini pun makin
lama makin dapat dijual bebas dan tidak
perlu menggunakan resep dokter. Secara
efisiensi waktu ini adalah hal yang baik,
akan tetapi dampak yang ditakutkan
adalah overdosis dari penggunaan obat
yang sembarangan.
Pada tahun 2012 ini, sebuah perusahaan
farmasi di Amerika Serikat, Proteus
Biomedis, mencoba mengembangkan“pil
pintar”.“Pil pintar”ini adalah berupa sensor
kecil yang ditanamkan dalam beberapa
tablet obat yang dapat dikonsumsi pasien
dengan aman.“Pil pintar”ini dipasarkan di
apotek-apotek di Inggris.
Pil yang sudah diminum akan memiliki
koneksi dengan ponsel pintar yang
dimiliki peminum pil pintar. Pil pintar ini
nantinya akan dikoneksikan juga dengan
patch tang terdapat pada lengan, yang
berfungsi mengukur tekanan jantung.
Dari koneksi tersebut, akan muncul hasil
di smartpone mengenai waktu yang tepat
dan dosis yang tepat untuk mengonsumsi
obat ketika seseorang itu sakit.“Pil pintar”
ini akan sangat membantu tugas dokter
dalam mengawasi kebiasaan pengobatan
pasien.
Denmark: spons untuk
tentara
Tentara adalah pasukan militer yang
dilatih khusus untuk melindungi negara
dari ancaman serius, utamanya yang
membahayakan negara. Sebagai kekuatan
terdepan, tentara sering kali terlibat
dalam peperangan, yang menyebabkan
meninggalnya banyak tentara. Salah
satu penyebab banyaknya tentara yang
meninggal dalam perang adalah karena
masalah pendarahan. Atas dasar ini, para
peneliti mencoba mencari solusinya, salah
satunya dengan mengembangkan spons
khusus untuk tentara.
Para peneliti di Massachutts Institute
of Technology (MIT) mencoba
mengombinasikan antara bahan kimia
dengan bahan protein pembukaan alami
yang ditemukan dalam darah. Dengan
penggabungan ini, akan dihasilkan spons
yang dapat membekukan darah. Dalam
tes yang dilakukan oleh Ferrosan Medical
Devices di Denmark, spons kecil itu benar-
benar menghentikan pendarahan pada
hewan dalam waktu 60 detik. Para peneliti
masih terus bekerjakeras agar spons ini
dapat digunakan dalam 2 sampai 3 tahun
lagi, sehingga masalah pendarahan hebat
bagi tentara di medan perang dapat
diatasi.
Spons ini nantinya diharapkan tidak hanya
digunakan khusus oleh tentara, tetapi juga
akan diproduksi secara masal sehingga
dapat digunakan oleh masyarakat umum
sebagai alat pertolongan pertama pada
kecelakaan.
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 31
MEDIA UTAMA
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM32
dr. Nova Riyanti Yusuf, anggota Komisi IX DPR RI, Februari 2012
melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Nusa Tenggara Barat,
diantaranya mengadvokasi pembebasan seorang dengan gangguan
jiwa (ODGJ) usia 36 tahun yang telah dipasung selama 14 tahun. ODGJ
tersebut berhasil dilepaskan dan kemudian dibawa oleh petugas
kesehatan ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi. Saat ini masih banyak dari
mereka yang lebih lama dalam pasungan.
BEBASKAN
PASUNG....!
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 33
K
ondisi ini, menjadi semakin rumit, ketika masyarakat
dengan pemahamanya sendiri memasung anggota
keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Walau sudah
ada pelarangan melakukan pemasungan sejak tahun
1977. Ironisnya, kini ada 18.000 orang dengan masalah
kesehatan jiwa (ODMK) terpasung di Indonesia. Sementara,
Kementerian Kesehatan telah mencanangkan“Indonesia bebas
pasung 2014”. Mungkinkah....?.
Merujuk pada data Kementerian Kesehatan, tentang penemuan
kasus pasung, dari estimasi lebih dari 18.000 ODMK yang
terpasung, baru ditemukan 1020 orang dari 14 provinsi. Dari
jumlah temuan tersebut, baru 834 kasus yang mendapat
penanganan. Tiga besar provinsi yang menemukan ODMK
terpasung berturut-turut yakni: Jawa Tengah, Jawa Timur dan
Aceh.
Tidak ada kesehatan, tanpa kesehatan jiwa, tutur dr. Nova Riyanti
Yusuf, SpKJ, menutup pemaparan pada acara peran media
dalam pelayanan kesehatan jiwa, Sabtu 6 Oktober 2012 di
Jakarta. Pernyataan itu terasa menyentak, ketika melihat potret
pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia belum memenuhi harapan.
Mulai dari minimnya sarana pelayanan kesehatan jiwa, tenaga
dokter, perawat dan undang-undang kesehatanan jiwa yang
mengaturnya.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, Wakil Ketua Komisi IX DPR
RI, Nova Riyanti Yusuf mengatakan“berat”. Kalau melihat kendala
dan tantangan, sulit mencapai Indonesia bebas pasung 2014.
“ Jadi Indonesia bebas pasung baru akan tercapai setelah 2014”,
ujar dokter yang namanya sering disingkat“Noriyu”ini. Bagimana
caranya ?
Hapus diskriminasi
Menurut Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat, Yeni Rosa Damayanti,
masih banyak dari kalangan masyarakat yang mendiskriminasikan
ODMK, bahkan dari anggota keluarga sendiri. Hal ini akan
membuat semakin sulit bagi ODMK, untuk bersosialisasi kembali
dengan masyarakat, sekalipun sudah normal seperti sediakala.
Tetap saja masih ada anggapan negatif.“ Untuk itu semua pihak
berkewajiban menghapus cara pandang negatif ini dengan
melakukan penyuluhan kepada masyarakat, sehingga memiliki
cara pandang yang benar terhadap ODMK”. ujar Yeni.
Padahal, kesembuhan ODMK, sangat bergantung dengan
penerimaan anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Seperti
disampaikan NS.Nia Yuniawati Rahmat, S.Kep, seorang perawat
Puskemas Bogor Timur, saat mengunjungi salah satu pasien yang
sudah normal dan bekerja sebagai tukang las besi, di daerah Katu
Lampah Bogor Timur.
Menurut Nia, penerimaan masyarakat, khususnya anggota
keluarga, sangat besar pengaruhnya terhadap kesembuhan
ODMK.“ Penerimaan itu meliputi; keikhlasan menerima ODMK
apa adanya, mendukung dengan tetap menyapa dengan ramah,
Media Utama
foto bersama saat workshop media kesehatan jiwa
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM34
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 35
mengajak bergaul dengan teman dan tetangga, memberi pujian
setiap perilaku baik dan mengingatkan minum obat secara teratur,
termasuk kontrol ke puskesmas secara teratur pula”ujar Nia.
Menurut Yeni, orang dengan masalah kesehatan jiwa, termasuk
katagori penyandang disabilitas. Mereka salah satu yang
mendapat perlindungan berdasarkan UU No 19 tahun 2011,
tentang pengesahan konvensi hak-hak penyandang disabilitas.
“Dengan Konvensi ini, telah mengubah paradigma orang dengan
disabilitas dari charity based menjadi rights based. Konvensi
ini, bertujuan untuk memajukan, melindungi, dan menjamin
penikmatan semua hak asasi manusia dan kebebasan mendasar
secara penuh dan setara oleh semua orang penyandang disabilitas
dan untuk memajukan penghormatan atas martabat yang
melekat pada diri mereka”ujar Yeni.
Prinsip-prinsip dari konvensi tersebut antara lain: penghormatan
atas martabat yang melekat, otoritas individual termasuk
kebebasan untuk menentukan pilihan dan kemandirian.
Secara umum, konvensi memiliki prinsip :
•	 Penghormatan atas martabat yang melekat, otoritas individual termasuk
kebebasan untuk menentukan pilihan, dan kemandirian orang-orang;
•	 Nondiskriminasi;
•	 Partisipasi dan keterlibatan penuh dan efektif dalam masyarakat;
•	 Penghormatan atas perbedaan dan penerimaan orang-orang penyandang
cacat sebagai bagian dari keragaman manusia dan rasa kemanusiaan;
•	 Kesetaraan kesempatan;
•	 Aksesibilitas;
•	 Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan;
•	 Penghormatan atas kapasitas yang berkembang dari anak-anak penyandang
cacat dan penghormatan atas hak anak-anak penyandang cacat untuk
melindungi identitas mereka.
Partisipasi dan keterlibatan penuh dan efektif dalam masyarakat.
Penghormatan atas perbedaan dan penerimaan orang-orang
penyandang cacat sebagai bagian dari keragaman manusia dan
rasa kemanusiaan, kesetaraan kesempatan, aksesibilitas dan
kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.
Menurut Yeni, karena negara-negara yang meratifikasi konvensi
ini, maka negara berkewajiban untuk menjamin dan memajukan
pemenuhan semua hak asasi manusia dan kebebasan mendasar
semua orang penyandang cacat tanpa diskriminasi atas dasar
kecacatan mereka.
“Untuk itu, negara pihak yang berkewajiban untuk mengadopsi
semua langkah legislatif, administratif, dan lainnya untuk
pelaksanaan semua hak yang diakui dalam konvensi ini. Termasuk
mengambil semua langkah yang layak, untuk memperbaiki,
menghapuskan hukum, kebiasaan, dan praktik-praktik yang
diskriminatif terhadap orang-orang penyandang cacat”; tambah
Yeni. Pra
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM36
Peran media
Menurut Agus Sudibyo, Komisi Pengaduan Masyarakat Dewan
Pers, ODMK, sering mendapat stigma negatif dari masyarakat.
Mereka sering diperlakukan secara diskriminasi dalam
berbagai hal. Perlakukan masyarakat seperti ini, ada andil dari
pemberitaan media yang tidak tepat dalam menyampaikan
pesan kepada masyarakat.“Hal ini disebabkan tidak pahamnya
wartawan wartawan merupakan manusia ensiklopedis, yakni
pengetahuannya luas, tapi hanya sedikit, termasuk konten
kesehatan jiwa secara utuh. Maklum tidak ada wartawan yang
berlatar belakang dokter atau psikiatri”, ujar Agus.
“Sebenarnya, wartawan tidak berniat buruk, tapi karena
ketidakpahamannya secara utuh, dapat menyebarkan
kesalahpahaman. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi isu-
isu kesehatan secara periodik kepada wartawan, khususnya
kesehatan jiwa, seperti workshop peran media bertema isu
kesehatan”, tambah Agus.
Menurut dr. Pandu, sesepuh ahli kesehatan jiwa, begitu wartawan
menyebut, secara sukarela menyediakan waktu berdiskusi
dengan wartawan.“Tema yang akan diangkat disesuaikan dengan
kebutuhan atau isu yang sedang trend. Untuk saat ini misalnya
terkait dengan tawuran pelajar”, ujar dr. Pandu.
Hal disampaikan saat berbincang-bincang mengikuti workshop
peran media dalam meningkatkan derajat kesehatan jiwa di
Indonesia, 6 Oktober 2012, di Jakarta.
Menurut Agus, kesalahan wartawan menyampaikan pesan
kepada publik juga karena pengaruh trend berita online. Yakni
media yang berusaha menyajikan berita secara cepat. Masing-
masing media berusaha ingin menjadi penyaji berita yang paling
cepat. Karena mengejar cepat, sehingga kode etik jurnalistik
dilanggar.“Seharusnya, walau kejar tayang tetap melaksanakan
kode etik seperti; akurasi , keberimbangan, pemisahan fakta
dan opini, menguji informasi, asas praduga tak bersalah dan
tidak menyalahgunakan profesi. Menghindari prasangka dan
diskriminasi sara, jenis kelamin, orang lemah, miskin, sakit, cacat
jiwa atau cacat jasmani”, ujar Agus.
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 37
Hasan Beruntung
ada HindunHasan (34 th), pernah mengalami gangguan jiwa. Kejadianya bermula
dari rasa kecewa yang mendalam saat duduk di bangku SMP. Ia tak
mendapatkan nilai sebagus waktu duduk di bangku SD. Rasa kekecewaan
itu terus berlanjut. Tanpa sadar, hasan mulai tertawa sendiri. Tidak tahu
apa yang ditertawakan. Kemudian berjalan keluar rumah tanpa tujuan.
Hasan sedang mengecat pagar besi ditempat kerja dekat rumahnya
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM38
U
ntunglah, Hindun, ibunda Hasan segera menyadari
hal ini dan mengantarkan ke puskesmas Bogor Timur
untuk berobat. Memang tidak mudah membawa
orang yang bermasalah dengan jiwa ke tempat
penyembuhan. Hasan selalu bilang“saya tidak sakit”.
Tapi dengan berbagai cara, Hindun dapat membujuk supaya
bersedia berobat.“San, kamu harus berobat, karena kulitmu
banyak panu, agar kulitmu bersih, nanti cepat dapat jodoh”, ujar
Hindun yang sudah menjanda. Suaminya telah meninggal sejak
Hasan masih umur 8 bulan.
Setelah beberapa kali berkunjung ke Puskesmas Bogor Timur
untuk pengobatan. Hasan bisa di katakan pulih, tetapi harus
tetap minum obat terus menerus. Untuk pemberian obatpun
ibunya harus terus menerus membujuk agar bersedia minum.
“Mendampingi minum obat, butuh ketekunan khusus. Ke ikhlasan
demi seorang anak sembuh total dari gangguan jiwa. Juga doa
yang tidak ada putus-putusnya”ujar Hindun dalam bahasa sunda.
“Saya tak pernah merasa kecil hati atau minder dengan kondisi
Hasan yang bermasalah dengan kesehatan jiwanya. Sebab
ini kehendak Allah, saya hanya berusaha membantu untuk
kesembuhannya. Alhamdulillah, tetangga juga mengerti dan
mendukung untuk kesembuhan Hasan”, aku Hindun
Penanganan pasien gangguan jiwa memang tidak mudah, uang
saja tidak cukup untuk penyembuhan harus ada kepedulian,
terutama dari keluarga dan orang-orang terdekatnya. Contoh
pasien gangguan jiwa lain, dia sarjana, berkeluarga dan
cukup mampu. Mungkin ada pencetus, lalu stres dan tidak
bisa mengelolanya, kemudian stres berkelanjutan. Sementara,
keluarganya tidak membantu dalam pengobatan, bahkan di
cemooh dan di kucilkan, akibatnya semakin parah.
Hasan yang menderita gangguan jiwa kini sudah sembuh dan
dapat beraktifitas kembali ke masyarakat. Ia bekerja sebagai
pengelas pagar di rumah pak Oman Lukman, tetangganya.“Dia
baik, nurut dan rajin kerja”, ujar Lukman.
Lukman, sosok tetangga yang peduli untuk memberdayakan
Hasan sebagai salah satu tenaga kerjanya. Ia berharap dengan
adanya kesibukan, mengurangi kesempatan untuk melamun.
“Gajinya sih tidak seberapa, yang penting ada kesibukan,
sehingga tidak kambuh lagi”, ujar Lukman.
Jadi kesembuhan Hasan, sangat ditentukan dukungan keluarga
terutama ibunya dan orang-orang terdekat seperti tetangga yang
mengajaknya untuk bekerja.
Hasan, 4 bersaudara dan sebagai anak bontot, harus mencari
penghidupan sendiri bersama Hindun. Bekerja sebagai tukang
las, Ia mendapat gaji Rp 30.000/hari. Paling banyak satu bulan
hanya bekerja 10 hari, sisa waktu untuk kegiatan rumah dengan
membuat telor asin. Hasan beruntung ada Hindun, bagaimana
dengan Hasan-Hasan yang lain ?
Hasan berkeinginan membuka las sendiri, berusaha mencari uang
yang banyak untuk menikah. Sebab dengan menikah akan ada
orang lain yang peduli, selain Hindun dan dirinya. Menurut suster
Nia dari Puskesmas Bogor Timur, menikah dapat menyembuhkan
gangguan jiwa.“ Ada banyak kasus perceraian, berujung pada
gangguan jiwa, setelah rujuk kembali, mereka segera sembuh
permanen”, kata suster Nia (Pra,Yn)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 39
U
U Kesehatan Jiwa diperlukan untuk melindungi hak-
hak ODGJ dengan memberikan kerangka hukum
untuk mengatasi isu-isu penting seperti integrasi
ODGJ kembali ke masyarakat, peningkatan akses ke
fasilitas pelayanan kesehatan jiwa, perlindungan hak
asasi manusia, seperti hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan
pendidikan, hak untuk mendapatkan perumahan, dan hak untuk
bekerja. Legislasi juga dapat memainkan peran penting dalam
mempromosikan Kesehatan Jiwa dan mencegah gangguan jiwa.
Menurut WHO, hingga tahun 2003 terdapat 25% negara-negara
dengan hampir 31% dari populasi dunia yang belum memiliki UU
Kesehatan Jiwa. Setengah dari UU Kesehatan Jiwa yang berlaku
di seluruh dunia saat ini disahkan setelah tahun 1990, sementara
sekitar 15% dari undang-undang itu diberlakukan sebelum 1960.
Indonesia, sebenarnya telah memiliki UU Kesehatan Jiwa, yaitu
UU nomor 3 tahun 1966 tentang Kesehatan Jiwa. Namun, UU
3/1966 tersebut kemudian dibatalkan oleh UU nomor 3 tahun
1992 tentang Kesehatan yang selanjutnya telah diganti dengan
UU 36/2009.
Menurut anggota DPR RI Komisi IX, dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ
Rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa telah masuk dalam
daftar Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) 2009-2014 dan
sejak 30 Agustus 2012 telah ditambahkan ke Daftar RUU Prioritas
2012. Saat ini, draft Naskah Akademik serta draft RUU Kesehatan
Jiwa sedang disusun oleh Biro Perundang-Undangan Sekretariat
Jenderal DPR RI yang juga melibatkan tenaga ahli dari Komisi IX.
Ditargetkan bahwa Naskah Akademik dan RUU Kesehatan
Jiwa tersebut akan diserahkan kepada Komisi IX paling lambat
minggu ketiga Oktober untuk dibahas di dalam internal komisi.
Setelah Komisi IX menyelesaikan pembahasan dan memberikan
persetujuan, maka Naskah Akademik dan RUU tersebut akan
diteruskan ke Badan Legislasi untuk dilakukan proses harmonisasi,
pembulatan, dan pemantapan. Setelah proses di Baleg tersebut,
kemudian Naskah Akademik dan RUU Kesehatan Jiwa akan
Indonesia butuh UU
KesehatanJiwaMelalui kebijakan yang berpihak kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),
Pemerintah dapat membuat perencanaan dan program yang mengarah pada
pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik. Untuk melaksanakan kebijakan,
rencana, dan program tersebut, Pemerintah memerlukan undang-undang yang
baik dan proporsional yang akan menempatkan kebijakan dan rencana dalam
konteks hak asasi manusia yang diterima secara internasional.
diajukan dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk mendapatkan
persetujuan dari seluruh anggota DPR sebagai RUU usul inisiatif
DPR dan siap untuk dibahas dengan Pemerintah.
Tata Tertib DPR RI membatasi pembahasan sebuah RUU antara
DPR dan Pemerintah paling lama dua kali masa sidang dengan
kemungkinan tambahan paling banyak satu kali masa sidang
(satu masa sidang berlangsung sekitar 3 hingga 4 bulan).
“Jadi, jika tak ada aral melintang, maka mudah-mudahan sebelum
ulang tahun ke-68 Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17
Agustus 2013, kita sudah memiliki UU Kesehatan Jiwa”, ujar dr
Nova.
UU Kesehatan Jiwa adalah salah satu kebutuhan hukum
masyarakat yang mendesak untuk dilaksanakan. Saat ini,
peraturan mengenai kesehatan jiwa di Indonesia masih
tersebar luas di berbagai peraturan perundang-undangan dan
belum terkompilasi dalam suatu instrumen kesehatan jiwa
yang menyeluruh. Ini menyebabkan perlindungan terhadap
ODGJ belum optimal. UU Kesehatan Jiwa akan menjadi dasar
hukum bagi ODGJ dan seluruh masyarakat untuk mendapatkan
perlindungan dan pemenuhan hak-hak dalam kehidupan
masyarakat, bangsa, dan negara.
Keberadaan UU Kesehatan Jiwa diharapkan juga dapat menjadi
dasar hukum bagi peningkatan sistem kesehatan mental di
Indonesia, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif; pemanfaatan tenaga kesehatan jiwa, sampai masalah
perlindungan hukum, baik untuk ODGJ, keluarga ODGJ, maupun
tenaga kesehatan mental yang bersinggungan langsung dengan
ODGJ.
Sebagai perbandingan, berikut adalah beberapa daftar negara
yang telah memiliki UU Kesehatan Mental atau sejenisnya, yaitu
UU Kesehatan Jiwa Korea dan Hukum Publik Italia (1978), Undang-
Undang Kesehatan Mental di Inggris dan Wales (1983), Undang-
Undang Federasi Rusia tentang Pengobatan Psikiatri (1992), UU
Media Utama
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM40
Kesehatan Jiwa Belarus (1999), UU Kesehatan Jiwa Jepang (1950),
UU Kesehatan Jiwa Austria dan UU Kesehatan Jiwa Argentina
(1991), UU Kesehatan Jiwa Pakistan (2001), UU Kesehatan Jiwa
Tunisia (1992), UU Kesehatan Jiwa Cina (telah berlaku lebih dari 16
tahun).
Bahkan pada tahun 2005 Sri Lanka menyusun Kebijakan
Kesehatan Jiwa Sri Lanka (2005-2015) dalam menanggapi tsunami
2004 (meskipun dampak tsunami 2004 Di Sri Lanka tidak seberat
seperti yang dirasakan di Indonesia).
SUBTANSI UU KESEHATAN JIWA
Tujuan utama memberlakukan UU Kesehatan Jiwa adalah untuk
memberikan perlindungan yang komprehensif bagi hak-hak
para ODGJ, keluarga mereka, dan tenaga kesehatan jiwa yang
bersinggungan langsung dengan ODGJ serta masyarakat,
terutama yang terlibat dalam pelayanan kesehatan jiwa.
Untuk mencapai tujuan yang disebutkan di atas, UU Kesehatan
Jiwa akan mengatur beberapa substansi penting seperti pedoman
kesehatan jiwa, baik promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif;
alur penanganan ODGJ yang baik dengan berbasis keluarga,
masyarakat, dan rumah sakit serta koordinasi antar instansi
pemerintah yang terkait dengan pelayanan kesehatan jiwa.
Selain itu, UU Kesehatan Jiwa juga akan mengatur mengenai
sumber daya kesehatan jiwa yang terdiri dari sumber daya
manusia, fasilitas, obat-obatan, teknologi dan produk-produknya,
serta pendanaan kesehatan jiwa; pemeriksaan kesehatan
jiwa untuk kepentingan penegakan hukum; pembinaan dan
pengawasan dari pusat layanan kesehatan yang terlibat dalam
penanganan ODGJ, serta tugas, wewenang, dan tanggung jawab
Pemerintah (Pra, Temmy)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 41
MEDIA UTAMA
K
ini, Asep kondisi fisik dan psikis yang tidak
memungkinkan bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan
hidup hariannya hanya mengandalkan bantuan
sana-sini dan hasil kerja serabutan istrinya, termasuk
berjualan nasi uduk. Suatu, saat istrinya berhenti
berjualan nasi uduk, karena tidak ada modal. Sebagai pegganti
usaha, istrinya melamar menjadi pembantu rumah tangga.
Melihat kedaan hidup seperti itu, asep berkata“ saya sedih,
sepertinya hidup kok tak ada gunanya”. Ungkapan ini sudah
menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan jiwa.
Kasus di atas menunjukkan adanya hubungan timbal balik
gangguan jiwa, fisik dan kemiskinan. Seorang penderita
gangguan jiwa bisa tidak produktif dan menanggung biaya
kesehatan yang mahal. Mereka juga memiliki pola hidup yang
tidak sehat (merokok, kurang aktifitas, makan dan minum tidak
teratur), yang akhirnya cenderung menderita berbagai gangguan
fisik. Faktor-faktor di atas membuat mereka menjadi jatuh miskin.
Sementara sebaliknya, orang yang hidup dalam kemiskinan
penuh dengan stres kehidupan yang akhirnya cenderung
mengalami gangguan jiwa.
Hal ini disampaikan Direktur Bina Kesehatan Jiwa, Dirjen Bina
Upaya Kesehatan, Kemenkes. RI, Dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS,
saat paparan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Jiwa pada workshop
peran media dalam pelayanan kesehatan jiwa, Sabtu 6 Oktober
2012 di Jakarta.
“Masalah medis hanyalah bagian kecil dari masalah kesehatan
jiwa, kemudian berpusat di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara di masyarakat, masalah non medis, seperti masalah
sosial, perlakuan masyarakat, pendidikan sangat penting untuk
di perhatikan. Penanggulangan masalah kesehatan jiwa secara
keseluruhan sangat memerlukan peran lintas sektor”, ujar dr.Diah.
Selain masalah di atas, masih ada masalah kesehatan jiwa
pada Tenaga Kerja Indonesia, kekerasan dalam rumah tangga,
kekerasan agresifitas masyarakat, seperti mudahnya tawuran
pelajar, tawuran antar kampung dan suku. Meningkatnya angka
bunuh diri, kenakalan remaja dan penyalahgunaan napza,
menurunnya produktifitas kerja dan sikap yang salah dari
lingkungan yang membuat penderita semakin buruk.
Kebijakan Pemerintah
Secara aspek legal, pemerintah telah mempunyai Undang-
Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menangani kesehatan
jiwa, khususnya pasal pasal 144, menjamin ketersediaan,
aksesibilitas, mutu dan pemerataan, serta mengembangkan
Pembangunan Kesehatan Jiwa
Asep, pegawai swasta, beranak 4, tiba-tiba harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari
perusahaannya. Gaji yang selama ini memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sirna. Enam bulan telah ber
lalu, tanpa gaji dan penghasilan. Ia hidup dari bantuan sana-sini yang tak pasti. Kini, Ia sendiri terkena penyakit
gula darah yang semakin berat. Sebulan yang lalu, Ia masuk rumah sakit selama 7 hari. Karena tak punya kartu
jaminan kesehatan, tak mau berobat di Rumah Sakit, karena trauma pernah diperlakukan tidak menyenangkan
sewaktu berobat dengan SKTM(surat keterangan tidak mampu).“ Pakai SKTM saja banyak protes, nurut...!”kata
perawat waktu itu, seperti dituturkan istrinya.
Media Utama
Sepeda sehat pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, 10 Oktober 2012 di Monas Jakarta
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM42
ODGJ berusia 36 tahun yang telah dipasung selama 14 tahun.
ODGJ tersebut berhasil dilepaskan dan kemudian dibawa oleh
petugas kesehatan ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi.
Saat ini, ketersediaan fasiltas pelayanan kesehatan jiwa, terdapat
32 Rumah Sakit Jiwa pemerintah dan kurang lebih 600 psikiater
di seluruh Indonesia. Apabila melihat pada data sumber daya
kesehatan yang diperuntukkan bagi kesehatan jiwa, maka jumlah
tersebut, masih sangat kurang. Dibutuhkan peningkatan layanan
kesehatan jiwa di RSU maupun Puskesmas, serta peningkatan
jumlah tenaga kesehatan yang terlatih di bidang kesehatan jiwa.
Menurut Direktur Bina Kesehatan Jiwa, pemerintah telah
melakukan kerjasama dengan panti Rehabilitasi Dinas Sosal
dalam rangka penanganan terpadu rehabilitasi pasca perawatan.
Mengadakan Workshop pengembangan Pelayanan Psikogeriatri
terpadu di dinkes propinsi dan RSUD. Tidak ketinggalan
“meningkatkan keterampilan: penatalaksanaan gangguan
penggunaan amphetamine-type stimulants bagi Institusi Penerima
Wajib Lapor. Serta pengembangan program pengurangan
dampak buruk alkohol : meningkatkan keterampilan dan
implementasi ASSIST (Alcohol, Smoking Substance Involvement
Screening Test)”, ujar dr. Diah. ( Pra).
RISKESDAS 2007
PREVALENSI NASIONAL GANGGUAN JIWA BERAT
(PSIKOTIK)
Rata-rata: 0.46%
(lebih dari 1 juta
penduduk)
20
16.5
16
14.5
14.5
14.1
14.1
13.9
13.7
13.2
12.8
12.3
12
11.5
11.4
11.3
10.7
10.3
10.2
9.8
9.7
9.6
9
7.8
7.7
7.5
7.3
7.1
6.9
6.9
6.8
6.3
5.1
0
5
10
15
20
25
JABAR
GORONT
SULTENG
BABEL
NTT
NAD
DKIJAK
SUMBAR
SULSEL
IRJABAR
NTB
JATIM
JATENG
BANTEN
RIAU
KALSEL
KALTENG
BENGKULU
SULTRA
BALI
PAPUA
DIYOGYA
SULUT
KALBAR
SULBAR
MALUKU
MALUT
JAMBI
SUMUT
KALTIM
LAMPUNG
SUMSEL
KEPRI
11,6%
16
INDONESIA: RISET KESEHATAN DASAR 2007
Prevalensi Nasional Gangguan Mental Emosional
(Depresi & Cemas) ≥15 th: 11,6% à ± 19 juta
orang
PASUNG DI INDONESIA
LOKASI JUMLAH POPULASI ESTIMASI
PREVALENSI
Samosir 15 130.568 0.12 permil Minas, Vita
Bireun 23 396.390 0.06 permil CMHN
Bali 200 3.156.392 0.06 permil Estimasi
Prof Suryani
Rata-
rata
0.08 permil
Populasi penduduk Indonesia: 235.000.000
Estimasi penderita yang di pasung: 18.800
upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Pasal 145 berkaitan
tentang preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif dan upaya
kesehatan jiwa di tempat kerja.
Khusus yang berkaitan dengan informasi, edukasi pada
masyarakat, menghindari pelanggaran hak asasi seseorang,
tenaga kesehatan yang berwenang dan tempat yang tepat,
termasuk fasilitas layanan khusus, dijelaskan pada pasal 146
dan 147. Sedangkan pasal 148 persamaan hak dan semua aspek
kehidupan. Khusus penderita yang menggelandang wajib
mendapat pengobatan dari pemerintah dengan biaya di jamin
penuh.
Pemasungan sesungguhnya telah dilarang di Indonesia sejak
tahun 1977 melalui Surat Menteri Dalam Negeri nomor:
PEM.29/6/15 tertanggal 11 November 1977 yang meminta
semua gubernur untuk secara aktif mengambil inisiatif untuk
menyelesaikan kasus pemasungan di wilayah mereka. Hal
ini kemudian diperkuat oleh Pasal 149 UU 36/2009 yang
mengamanatkan kepada Pemerintah untuk bertanggung jawab
atas pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk orang
dengan gangguan jiwa (ODGJ), termasuk masalah pendanaan.
Kementerian Kesehatan telah menyiapkan road map untuk
membuat Indonesia bebas dari pemasungan pada tahun 2014.
Road map tersebut meliputi langkah-langkah strategis dan
tahapan operasional yang akan dilaksanakan secara bertahap
sesuai dengan dukungan dari berbagai pihak. Road map tersebut
kemudian diikuti dengan peluncuran program“Indonesia Bebas
Pasung 2014”oleh Kementerian Kesehatan pada Hari Kesehatan
Jiwa Dunia pada tanggal 10 Oktober 2011.
dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, selaku anggota DPR RI Komisi IX
sangat mendukung program“Indonesia Bebas Pasung 2014”
tersebut. Bahkan pada tanggal 8 Februari 2012 ketika Komisi
IX DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Nusa
Tenggara Barat. Mereka mengadvokasi pembebasan seorang
REKAPAN KASUS PASUNG SEMENTARA
REKAPAN KASUS PASUNG SEMENTARA PERBULAN MARET 2012
NO DAERAH PENEMUAN PENANGANAN
1 Bali 33 33
2 Jawa Tengah 458 398
3 DKI Jakarta 25 25
4 Aceh 58 48
5 Lampung 13 0
6 Kalimantan Barat 1 0
7 Gorontalo 17 13
8 Sulawesi Tengah 4 4
9 Pontianak 22 16
10 Sumatera Barat 57 57
11 Sumatera Utara 8 0
12 Sumatera Selatan 42 41
13 Bengkulu 18 0
14 Jawa Timur 264 199
JUMLAH 1020 834
SUMBER DAYA KESEHATAN
- RS PEMERINTAH : 787 RS
TOTAL : 1969 RS
- PUSKESMAS : 9323 PUSKESMAS
- RS JIWA
Pemerintah : 32 RSJ
Total RSJ : 48 RSJ
-- data per Juni 2012
¨ Psikiater : ±600 (0,26 per 100.000 populasi)
¨ Dokter : 56.750 (24,67 per 100.000 populasi)
¨ Perawat : ±500.000 (217,4 per 100.000 populasi)
-- Distribusi tidak merata
Fasilitas Kesehatan untuk Layanan Kesehatan Jiwa
Sumber Daya Manusia untuk Kesehatan Jiwa
VAC1
Menkes: Mengangkat bendera tanda kegiatan sepeda sehat dimulai, 10 oktober 2012 di Monas
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 43
MEDIA UTAMA
Stres adalah sebuah reaksi yang dimunculkan oleh
pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah
sesuatu yang sangat berkuasa atas kehidupan
seseorang. Kekuatan pikiran sadar sangatlah
kecil bila dibandingkan dengan kekuatan pikiran
bawah sadar. Bila terlalu banyak nilai-nilai
kehidupan negatif dan peristiwa-peristiwa tidak
menyenangkanterekamdalamketidaksadarandiri,
maka pikiran bawah sadar akan memprosesnya
dan menciptakan perintah-perintah untuk
mensabotase pikiran sadar. Dampaknya, pikiran
sadar tidak akan mampu mengatasi berbagai
persoalan hidup yang berujung pada stres.
Siapkan potensi baik untuk ditanami nilai-nilai
kebaikan hidup, yang nantinya akan menjadi
ladang kebaikan buat kebutuhan diri sendiri dan
orang-orang lain.
Ketika membiarkan pikiran bawah sadar, anda
menjadi pemimpin yang merugikan hidup anda
dengan stres, maka anda harus menjadi sadar, lalu
bangkit melalui visi hidup yang jelas dan terang,
untuk kemudian memulai pertumbuhan diri sendiri
melalui kendali kesadaran diri sendiri.
Jadilah sadar terhadap diri sendiri, dan jangan
hanya bisa menyalahkan orang lain untuk
setiap kejadian negatif dalam hidup anda. Harus
diketahui, bagaimanapun, hanya diri sendiri
yang harus bertanggung jawab untuk mengubah
hidupan menjadi bebas stres.Tidak ada orang lain
di luar diri yang mampu mengobati stres anda,
kecuali diri sendiri.
Oleh karena itu, belajar menerima realistas yang
terjadi di sekeliling kita, dan terus belajar untuk
melakukan hal-hal baik supaya tidak stres dan
hindari hal-hal pemicu stres.
Siapkan diri dengan kualitas kepribadian yang
tidak menyalahkan diri sendiri. Bebaskan pikiran
bawah sadar anda dari nilai-nilai kehidupan, yang
dapat menantang diri anda sendiri untuk hidup
bahagia. Belajarlah dan ubahlah semua yang tidak
baik menjadi baik, karena stres dalam kehidupan
hanya dapat diobati oleh perasaan cinta anda
kepada kehidupan yang indah yang ada daalam
diri sendiri. (berbagai sumber)
S
tres merupakan bagian dari
kondisi manusiawi. Dalam
batas tertentu, stres membantu
kita agar tetap termotivasi
(eustres). Tetapi kadang-kadang
kita terlalu banyak mendapatkan stres
sehingga menurunkan kualitas kinerja
kita (distres). Oleh karena itu, kita perlu
memiliki kemampuan mengelola stres.
Untuk bisa mengelola stres, maka
langkah yang  harus kita lakukan
adalah: mengenali gejala-gejala stres,
memahami faktor-faktor penyebab stres,
dan melatih diri melakukan mekanisme
penanganannya (coping mechanism).
A. Gejala-gejala Stres
Stres mempengaruhi seluruh diri kita.
Kondisi stres dapat diamati dari gejala-
gejalanya, baik gejala emosional/kognitif
maupun gejala fisik. Jika kita dapat
menandai gejala-gejalanya, maka kita
akan dapat mengelolanya.
Seseorang yang stres tidak berarti harus
memiliki/menampakkan seluruh gejala
ini, bahkan satu gejala pun sudah bisa kita
curigai sebagai pertanda bahwa seseorang
mengalami stres. Namun kita juga perlu
menyadari bahwa gejala-gejala ini bisa
juga merupakan indikator dari masalah
lain, misalnya karena memang benar ada
gangguan kesehatan secara fisik.
B. Faktor-Faktor Penyebab Stres
Secara umum, faktor penyebab stres
meliputi:
1. Ancaman.
Persepsi tentang adanya ancaman
membuat seseorang merasa stres, baik
ancaman fisik, sosial, finansial, maupun
ancaman lainnya. Keadaan akan menjadi
buruk bila orang yang mempersepsikan
tentang adanya ancaman ini merasa
bahwa dirinya tidak dapat melakukan
tindakan apa pun yang akan bisa
mengurangi ancaman tersebut.
2. Ketakutan
Ancaman bisa menimbulkan
ketakutan. Ketakutan membuat orang
membayangkan akan terjadinya akibat
Mengembangkan
Kesadaran Diri dan
Tingkatkan Hubungan
Positif
yang tidak menyenangkan, dan hal ini
membuat orang menjadi stres.
3. Ketidakpastian
Saat kita merasa tidak yakin tentang
sesuatu, maka kita akan sulit membuat
prediksi. Akibatnya kita merasa tidak akan
dapat mengendalikan situasi. Perasaan
tidak mampu mengendalikan situasi
akan menimbulkan ketakutan. Rasa takut
menyebabkan kita merasa stres.
4. Disonansi kognitif
Bila ada kesenjangan antara apa yang kita
lakukan dengan apa yang kita pikirkan,
maka dikatakan bahwa kita mengalami
disonansi kognitif, dan hal ini akan
dirasakan sebagai stres. Sebagai contoh,
bila kita merasa bahwa kita adalah orang
yang baik, namun ternyata menyakiti hati
orang lain, maka kita akan mengalami
disonansi dan merasa stres.
Disonansi kognitif juga terjadi bila kita
tidak dapat menjaga komitmen. Kita
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM44
Bagaimana mengolah
masalah supaya tidak
yakin bahwa diri kita jujur dan tepat janji,
namun adakalanya situasi/lingkungan
tidak mendukung kita untuk jujur atau
tepat janji. Hal ini akan membuat kita
merasa stres karena kita terancam dengan
sebutan tidak jujur atau tidak mampu
menepati janji.
Faktor lain yang bisa menimbulkan stres
adalah kehidupan sehari-hari, seperti:
1.	 Kematian, baik kematian pasangan,
keluarga, maupun teman
2.	 Kesehatan: kecelakaan, sakit,
kehamilan
3.	 Kejahatan: penganiayaan seksual,
perampokan, pencurian, pencopetan.
4.	 Penganiayaan diri: penyalahgunaan
obat, alkoholisme, melukai diri sendiri
5.	 Perubahan keluarga: perpisahan,
perceraian, kelahiran bayi, perkawinan.
6.	 Masalah seksual
7.	 Pertentangan pendapat: dengan
pasangan, keluarga, teman, rekan
kerja, pimpinan
8.	 Perubahan fisik: kurang tidur, jadual
kerja baru.
Pada umumnya, pelaksanaan tugas selalu mengandung
permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan
ini seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu
pencapaian tujuan.  Stres adalah suatu kondisi
tegangan (tension) baik secara faal maupun psikologis
yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang
dipersepsi sebagai ancaman.
stres
Tabel berikut menggambarkan gejala-gejala stres:
Gejala Emosional/Kognitif Gejala Fisik
•	Mudah merasa ingin marah
•	Merasa putus asa saat harus menunggu sesuatu
•	Merasa gelisah
•	Tidak dapat berkonsentrasi
•	Sulit berkonsentrasi
•	Jadi mudah bingung
•	Bermasalah dengan ingatan (mudah lupa, susah
mengingat)
•	Setiap saat memikirkan hal-hal negatif
•	Berpikir negatif tentang diri sendiri
•	Mood naik turun (mood mudah berubah-ubah,
misalnya merasa gembira tapi tak lama kemudian
merasa bosan dan ingin marah)
•	Makan terlalu banyak
•	Makan padahal tidak lapar
•	Merasa tidak memiliki cukup energi untuk
menyelesaikan sesuatu
•	Merasa tidak  mampu mengatasi masalah
•	Sulit membuat keputusan
•	Emosi suka meluap-luap (baik gembira, sedih, marah,
dan sebagai- nya)
•	Biasanya merasa marah dan bosan
•	Kurang memiliki sense of humor
•	Otot-otot tegang
•	Sakit punggung bagian bawah
•	Sakit di bahu atau leher
•	Sakit dada
•	Sakit perut
•	Kram otot
•	Iritasi atau ruam kulit yang tidak dapat dijelaskan
kategorinya
•	Denyut jantung cepat
•	Telapak tangan berkeringat
•	Berkeringat padahal tidak melakukan aktivitas fisik
•	Perut terasa bergejolak
•	Gangguan pencernaan dan cegukan
•	Diare
•	Tidak dapat tidur atau tidur berlebihan
•	Napas pendek
•	Menahan napas
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 45
Pangkas
MEDIA UTAMA
9.	 Tempat baru: berlibur, pindah rumah
10.	Keuangan: kekurangan uang, memiliki
uang, menginvestasikan uang.
11.	Perubahan lingkungan: di sekolah, di
rumah, di tempat kerja, di kota, masuk
penjara.
12.	Peningkatan tanggung jawab: adanya
tanggungan baru, pekerjaan baru.
Di tempat kerja, selain faktor penyebab
yang bersifat umum di atas, ada 6 (enam)
kelompok faktor utama penyebab stres,
yaitu:
1.	Tuntutan tugas
2.	Pengendalian terhadap pegawai, yang
berhubungan dengan bagaimana para
pegawai melaksanakan pekerjaannya
3.	Dukungan yang didapatkan dari rekan
kerja dan pimpinan
4.	Hubungan dengan rekan kerja atau
pimpinan
5.	Pemahaman pegawai tentang peran
dan tanggung jawab
6.	Seberapa jauh instansi tempat bekerja
berunding dengan pegawai baru.
C. Reaksi Adaptasi Terhadap Stres
Seberapa banyak, lama, dan berat
keberadaan gejala-gejala stres
menggambarkan pada tahap mana reaksi
seseorang terhadap stres yang dialaminya.
Menurut Hans Selye (1974), ada 3 tahap
reaksi adaptasi seseorang terhadap stres,
yaitu:
•	Tahap 1: Alarm Reaction. Gejala muncul
sebagai respons permulaan terhadap
adanya stres, misalnya karena harus
menyusun Persiapan Mengajar Harian,
seorang guru baru mendadak sakit
perut/mulas-mulas.
•	Tahap 2: Resistance. Seseorang
yang sudah terbiasa menghadapi
stres pada akhirnya akan lebih tahan
(resisten) terhadap stres. Pada tahap ini,
seseorang menemukan adaptasi yang
baik terhadap situasi yang menimbulkan
stres, sehingga alarm reaction menurun.
Namun adakalanya pada tahap ini
timbul diseases of adaptation, yaitu
suatu keadaan dimana seolah-olah
seseorang sudah beradaptasi dengan
situasi yang menimbulkan stres, padahal
sebenarnya adaptasinya tidak tepat
sehingga timbul penyakit-penyakit
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM46
seperti darah tinggi, maag, eksem, dan
sebagainya.
•	Tahap 3: Exhaustion. Tahap ini adalah
suatu keadaan dimana seseorang benar-
benar sakit, yang terjadi bila stres terus
menerus dialami dan orang tersebut
tidak dapat mengatasinya. Pada tahap
ini gejala sudah lebih berat, misalnya
seseorang menjadi benar-benar putus
asa, mengalami halusinasi, delusi, dan
bahkan kematian.
D. Mengelola Stres
Manusia adalah makhluk kompleks
yang berada dalam kehidupan yang
kompleks pula. Kompleksitas kehidupan
berpotensi menimbulkan stres, dan 
menuntut seseorang untuk mengatasinya. 
Cara seseorang mengatasi stres dapat
dikelompokkan menjadi dua kategori.
Pertama, cara ini merupakan cara yang
spontan dan tidak disadari, dimana
pengelolaan stres berpusat pada
emosi yang dirasakan. Dalam istilah
psikologi diklasifikasikan sebagai defense
mechanism. Beberapa perilaku yang
tergolong kedalam kelompok ini adalah:
1.	Acting out, yaitu menampilkan
tindakan yang justru tidak mengatasi
masalah. Perilaku ini lebih sering terjadi
pada orang yang kurang mampu
mengendalikan/menguasai diri,
misalnya merusak barang-barang di
sekitarnya.
2.	Denial, yaitu menolak mengakui
keadaan yang sebenarnya. Hal ini bisa
bermakna positif, bisa pula bermakna
negatif. Sebagai contoh, seseorang
guru menyadari bahwa dirinya
memiliki kelemahan dalam berbahasa
Inggris, namun ia terus berupaya
untuk mempelajarinya; bisa bermakna
positif bila dengan usahanya tersebut
terjadi peningkatan kemampuan;
bermakna negatif bila kemampuannya
tidak meningkat karena memang
potensinya sangat terbatas, namun ia
tetap berusaha sampai mengabaikan
pengembangan potensi lain yang ada
dalam dirinya.
3.	Displacement, yaitu memindahkan/
melampiaskan perasaan/emosi tertentu
pada pihak/objek lain yang benar-
benar tidak ada hubungannya namun
dianggap lebih aman. Contohnya:
Seorang guru merasa malu karena
ditegur oleh Kepala Sekolah di depan
guru-guru lain, maka ia melampiaskan
perasaan kesalnya dengan cara
memarahi murid-murid di kelas.
4.	Rasionalisasi, yaitu membuat alasan-
alasan logis atas perilaku buruk.
Contohnya: Seorang Kepala Sekolah
yang tidak menegur guru yang
membolos selama 3 hari mengatakan
bahwa ia tidak menegur guru tersebut
karena pada saat itu ia sedang
mengikuti pelatihan untuk kepala
sekolah di ibukota provinsi.
Kedua, cara yang disadari, yang disebut
sebagai direct coping, yaitu seseorang
secara sadar melakukan upaya untuk
mengatasi stres. Jadi pengelolaan
stres dipusatkan pada masalah yang
menimbulkan stres. Ada dua strategi yang
bisa dilakukan untuk mengatasi stres,
yaitu:
1.	Meningkatkan toleransi terhadap
stres, dengan cara meningkatkan
keterampilan/kemampuan diri sendiri,
baik secara fisik maupun psikis,
misalnya, Secara psikis: menyadarkan
diri sendiri bahwa stres memang selalu
ada dalam setiap aspek kehidupan dan
dialami oleh setiap orang, walaupun
dalam bentuk dan intensitas yang
berbeda. Secara fisik: mengkonsumsi
makanan dan minuman yang cukup
gizi, menonton acara-acara hiburan
di televisi, berolahraga secara teratur,
melakukan tai chi, yoga, relaksasi otot,
dan sebagainya.
2.	Mengenal dan mengubah sumber
stres, yang dapat dilakukan dengan tiga
macam pendekatan, yaitu:  (a) bersikap
asertif, yaitu berusaha mengetahui,
menganalisis, dan mengubah sumber
stres. Misalnya: bila ditegur pimpinan,
maka respon yang ditampilkan bukan
marah, melainkan menganalisis
mengapa sampai ditegur; (b)  menarik
diri/menghindar dari sumber stres.
Tindakan ini biasanya dilakukan bila
sumber stres tidak dapat diatasi dengan
baik. Namun cara ini sebaiknya tidak
dipilih karena akan menghambat
pengembangan diri. Kalaupun dipilih,
lebih bersifat sementara, sebagai masa
penangguhan sebelum mengambil
keputusan pemecahan masalah; dan (c)
kompromi, yang bisa dilakukan dengan
konformitas (mengikuti tuntutan sumber
stres, pasrah) atau negosiasi (sampai
batas tertentu menurunkan intensitas
sumber stres dan meningkatkan toleransi
terhadap stres) ( berbagai sumber)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 47
MEDIA UTAMA
D
engan emosi yang masih labil, remaja rentan
mengalami gangguan jiwa. Bukan hanya asmara,
hobi bermain game juga bisa membuat jiwanya
terganggu. Jika putra putri anda sudah kecanduan
game wajib di awasi orang tua supaya tidak terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan. Di Rumah Sakit Jiwa Grogol
misalnya, sudah 4 remaja yang dirawat karena kecanduan game
selama 2012.
Salah satunya kini masih dirawat di Instalasi Instalasi Kesehatan
Jiwa Anak dan Remaja RSJ Soeharto Heerdjan, atau yang lebih
dikenal dengan nama RSJ Grogol karena terletak di kawasan
Grogol, Jakarta Barat.
Remaja tersebut sebenarnya anak yang berprestasi di
sekolahnya. Masalahnya hanya satu, remaja berusia 17 tahun
ini tidak pernah bisa lepas dari permainan video games yang
memang sudah menjadi kegemarannya sejak masih kecil.
Belakangan saking asyiknya memainkan video games, si Anak
mulai menarik diri dari pergaulan dan sering bolos sekolah.
Orangtua yang merasa khawatir berusaha melarang, namun
ketika video gamesnya diambil maka Andi mulai kehilangan
kontrol lalu ngamuk-ngamuk.
Pandangan matanya jadi hostile (memusuhi) kalau dilarang
AwasiPutra Putri
Anda jikasudah kecanduan
game
main video game. Itu salah satu yang sudah menganggu
pada psikologis si anak dan itu harus di tangani supaya tidak
berkelanjutan.
Kecanduan games tidak bisa dianggap sepele, terutama kalau
sudah mempengatuhi perilaku. Gangguan jiwa psikotis yang
ditandai dengan cara berpikir yang mulai kacau bisa juga
berawal dari kecanduan games yang tidak ditangani dengan
baik.
Gangguan jiwa pada anak pecandu game online sudah termasuk
gangguan jiwa psikotis karena sampai ngamuk-ngamuk
kalau dilarang orangtuanya. itu berarti keinginannya untuk
selalu bermain video games telah mengganggu perulaku dan
membuatnya gelisah sepanjang waktu.
Perlu treatment itu kalau sudah mengganggu fungsi sehari-hari,
misalnya tidak mau sekolah. Nggak mau sekolah itu merupakan
kedaruratan psikiatri utama pada anak dan remaja.
Treatment atau penanganan yang diberikan di RSJ Grogol antara
lain mencakup terapi perilaku dan kalau diperlukan juga akan
diberikan obat-obatan antipsikotik. Jika si anak yang dalam
pengobatan sudah bagus dalam merespons dalam proses terapi,
jika dalam tiga minggu masa perawatan perilakunya sudah
lebih terkontrol dan dalam waktu dekat bisa kembali ke rumah
bergabung bersama keluarganya (yu).
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM48
STRESS
pada anak
B
anyak orang tua yang menganggap stres di sekolah tidak
seberat stres orang dewasa. Namun, di sekolah, tekanan
tidak kalah hebatnya dengan tekanan yang dialami
orang tua dan orang dewasa lainnya. Kebanyakan
stres ini adalah akibat les pelajaran, ujian sekolah, dan
kegiatan lainnya yang orang tua harapkan dapat membantu anak-
anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik.
Stres pada anak sering kali bisa terlihat melalui tubuhnya.
Misalnya munculnya jerawat, problem pencernaan, insomnia,
kelelahan, sakit kepala dan masalah sewaktu buang air, maupun
reaksi psikosomatik lainnya mungkin merupakan tanda-tanda
bahwa ada tekanan pada diri anak. 
Beberapa stres yang dialami
seorang pelajar sekolah antara lain:
Tekanan Orang Tua
Orang tua ingin yang terbaik dengan masa depan anaknya.
Untuk mencapai nilai terbaik, maka orang tua membebani anak-
anaknya dengan berbagai kursus pelajaran yang dapat secara
langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan
anak, istirahatnya, dan perkembangannya. Banyak orang tua tidak
menyadari bahwa membantu si anak merasa relaks justru akan
menyegarkan pikiran dan membantunya belajar dengan lebih
baik.
Tekanan guru
Banyak guru ingin siswanya mendapat nilai terbaik. Guru selalu
mendorong muridnya untuk unggul dalam pelajaran, terutama
jika muridnya berprestasi. Mengapa guru juga ikut menekan
murid-muridnya mendapat nilai terbaik? Karena reputasi guru
dan sekolah dipertaruhkan saat ujian sekolah khususnya Ujian
Nasional.
Tekanan dari Sesama Siswa
Semangat kompetisi akan semakin memanas menjelang ujian
sekolah. Setiap siswa berlomba-lomba untuk menunjukkan
prestasi terbaik. Bahkan segala cara dilakukan untuk meraih nilai
tertinggi termasuk menyontek maupun mencari bocoran soal.
Tekanan dari Diri Sendiri
Siswa berprestasi cenderung menjadi perfeksionis. Sehingga jika
suatu kemunduran atau kegagalan terjadi, entah itu nyata atau
masih belum terjadi, dapat membuat stres dan depresi.
Cara Menghadapi Stres di Sekolah:
Stres itu seperti suatu beban. Menghadapi stres seperti
mengangkat suatu beban. Seorang atlet angkat beban akan
berlatih dengan sebaiknya mengangkat beban yang sesuai
kemampuannya. Jika diangkat sembarangan, maka hasilnya
adalah kerusakan otot dan bisa jadi patah tulang.
Demikian juga dengan stres. Beban karena stres tidak bisa
dihilangkan begitu saja. Cara terbaik adalah dengan mengelola
stres secara efektif.
Bagaimana mengelola
stres di sekolah dengan baik?
Kenali penyebabnya
Jika mulai stres di sekolah, misalnya saat menghadapi ujian
sekolah, cobalah mencari tahu penyebab stres tersebut. Apakah
disebabkan karena tekanan dari diri sendiri, dari orang tua, dari
guru, atau dari sesama siswa? Cari penyebab stres yang paling
menyebabkan beban tertinggi
Rencanakan tanggapan
Lulus ujian dengan nilai terbaik memang impian setiap siswa.
Namun jika itu tidak tercapai, maka apa yang harus di lakukan ?
Apakah penurunan prestasi atau kegagalan menjadi akhir segala-
galanya ? Tentu tidak.
Sejak awal harus sudah mempersiapkan tanggapan yang akan
di berikan jika terjadi kegagalan, dan beban akan semakin
berkurang. Kita di harapkan sudah siap jika terjadi kegagalan.
Segera selesaikan masalah. Masalah tidak akan hilang dengan
sendirinya. Bahkan suatu masalah akan bertambah parah
jika sedang stres. Cobalah segera selesaikan masalah sejak
awal. Misalnya jika mengalami kesulitan belajar, coba untuk
berlatih jauh-jauh hari sebelum masa ujian sekolah. Hal ini akan
membantu mempersiapkan diri .
Bantuan orang lain
Jika beban bertambah berat dan tidak sanggup menghadapinya,
jangan pikul sendirian. Coba berbagi dan berkomunikasi dengan
orang lain khususnya orang tua atau orang dekat yang bisa di
anggap tepat bisa saudara , sahabat atau guru. (yu)
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 49
MEDIA UTAMA
M
enurut Kepala Puskesmas, saat ini sudah
melakukan kerjasama dengan lintas sektor,
seperti LSM peduli kesehatan jiwa, yang bertugas
menjadi penguhubung pasien dengan gangguan
kesehatan jiwa. Selain itu, juga menjalin kerjasama
lintas program seperti dengan Camat, Lurah, Bidang Penyakit
Tidak menular dan Dinas Sosial untuk membangun jejaring,
sehingga pelayanan kesehatan jiwa lebih efektif dan efisien.
“Khusus, layanan jiwa puskesmas sudah mempunyai jadwal
tersendiri, hal ini dilakukan untuk memberi kecepatan layanan
pada pasien gangguan jiwa”, ujar drg. Lindawati.
Untuk pendanaan layanan kesehatan, puskesmas menggunakan
dana BOK. Dana tersebut digunakan untuk penyuluhan kader dan
transportasi kunjungan rumah pasien. Untuk menangani khusus
kesehatan jiwa, Kepala Puskesmas menugaskan, dr. Rika Ariyani
Pelayanan Kesehatan Jiwa di
Pusekesmas Bogor Timur
Puskesmas Bogor Timur, telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan jiwa. Kegiatannya dimulai
dari penjaringan, deteksi dini, pengobatan, rehabilitasi dan rujukan. Tak ketinggalan juga melakukan
program promotif dan preventif tentang kesehatan jiwa.“Bahkan, kami juga sudah melakukan
pemberdayaan pasien gangguan jiwa yang sudah stabil dengan pelatihan membuat telur asin dan
Hidroponik. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pertanian”, ujar Kepala
Puskesmas Bogor Timur, drg. Lindawati, MKM.
dan Ns. Nia Yuniawati Rahmat, S.Kep. Keduanya, selalu terjun
kemasyarakat melakukan penyuluhan langsung dan melatih kader
kesehatan jiwa. Kemudian kader, melakukan pemantauan kepada
10 Kepala Keluarga di lingkungannya.
Menurut Ns. Nia, kader diberi kemampuan teknis untuk mendeteksi
dini gejala gengguan jiwa pada masyarakat.“Dengan deteksi dini
ini, kami dapat mengetahui, seberapa banyak masyarakat yang
mengalami ganguan kesehatan jiwa”, ujar. Ns. Nia.
“Pada saat melayani pasien dengan berbagai kasus, mulai ringan
sampai berat sudah saya alami. Melayani pasien gangguan jiwa
harus lebih sabar, karena cenderung tidak sabar, gampang marah-
marah bahkan ada yang bolak-balik bertanya, karena tidak sabar
menunggu antrian. Jadi pasien gangguan jiwa memang khas”, ujar
Nia. ( Pra)
drg. Lindawati, M.KM
Kepala Puskesmas BogorTimur
dr. Rika Ariyani Ns. NiaYuniawati Rahmat, S.Kep
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM50
UNTUK RAKYATDAERAH
BaliTotalitas untuk MandaraPenulis: Hikmandari dan Udiani; Fotografer: Anitasari
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 51
Ada seribu satu hal yang bisa dikatakan mengenai Provinsi Bali.
Provinsi seluas 5.634 kilometer persegi dengan penduduk sekitar
3, 9 juta jiwa ini memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Di
balik kejelitaan wajah turistis tersebut, provinsi yang terdiri dari
9 kabupaten/kota ini juga menaruh perhatian pada“kecantikan”
warganya, terutama bila dilihat dari beberapa indikator
kesejahteraan dan kesehatan.
Sosial Ekonomi
PDRB harga berlaku Rp73,48 triliun atau Rp 30,75 triliun dengan
harga konstan. Angka kemiskinan 4,18 persen, terbaik kedua
setelah DKI Jakarta.
Kesehatan
AKB	 7,21 per 1.000 kelahiran hidup
AKI	 84,2 per 100.000 kelahiran hidup
Persalinan oleh nakes 	 97,1%
API Malaria 	 0,01
HIV 	 435 kasus (Case Rate 24,05)
AIDS 	 557 kasus
Tenaga Jumlah
Dokter spesialis 680
Dokter Umum 1.068
Dokter Gigi 358
Perawat 5.561
Perawat Gigi 409
Bidan 2.091
Gizi 397
Kesehatan Masyarakat 1.050
Teknisi Medis 488
Sumber: Profil Kesehatan Provinsi Bali 2011
Sarana Kesehatan
Keterangan Jumlah
Rumah sakit swasta dan pemerintah 50
Puskesmas perawatan dan non-perawatan 114 (83 non-perawatan)
Sumber: Profil Kesehatan Provinsi Bali 2011
Bali dalam
Angka dan Fakta
Daerah
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM52
B
ahwa Bali memiliki daya pikat yang tiada tara tak perlu
disangsikan. Sekitar seabad lalu pun, Gregor Krause
yang bekerja pada pemerintah kolonial Belanda
pada 1912-1914, telah menyanjung tinggi Bali dalam
bukunya yang terbit pada 1920. Dokter berkebangsaan
Jerman itu menyebutkan bahwa di Bali, “…semuanya serba indah,
luar biasa indahnya, baik bentuk badan, pakaian, cara orang
berjalan, setiap pose setiap gerak. …Kaki pelancong tiada pernah
merasa lelah berjalan, matanya tidak pernah berhenti terpikat….”.
Buku Krause itu menyebar di benua tetangga bersama dengan
buku-buku lain serta aneka brosur biro pariwisata. Tak jelas mana
di antara alat promosi itu yang paling berpengaruh, namun
pada 1924 Bali sudah menerima kunjungan 213 wisatawan. Lima
tahun kemudian angka itu melonjak menjadi 1.429 orang. Dari
tahun ke tahun, angka tersebut tak pernah berhenti meningkat,
hingga pada 2011, Bali mencatat kedatangan 2,8 juta wisatawan
mancanegara.
Pariwisata dan Bali seolah tak terpisahkan. Namun, terlalu
gegabah bila menyimpulkan Bali adalah surga untuk wisatawan
atau kaum berdolar belaka. Yang benar agaknya adalah yang
satu ada untuk yang lain. Setidaknya, begitulah bila kita melihat
tingkat kesehatan warga pulau dewata ini—dan memang, tidak
terlalu berlebihan bila mengukur kesejahteraan suatu masyarakat
dari derajat kesehatannya, karena bagaimanapun, seperti
dikatakan Mahatma Gandhi, kekayaan sesungguhnya adalah
kesehatan, bukan berkeping-keping emas atau permata.
Peringkat Kelima
Menurut peringkat IPKM 2010, kesehatan warga pulau dewata ini
menduduki tempat terbaik kelima. Bahkan, Kabupaten Gianyar
menduduki peringkat kedua di antara pemerintah daerah tingkat
dua se-Indonesia.
Di provinsi ini beberapa penyakit tropis yang menjadi langganan
daerah lain, boleh dibilang sudah berhasil dijinakkan. Target-
target tingkat nasional telah tercapai. Sebut misalnya malaria
yang tergolong endemis rendah (API: 0,01/1000 penduduk),
angka prevalensi kusta juga rendah (0,03 per 10.000), dan
tingkat kesembuhan tuberkulosis tinggi (86,65%). Rabies yang
beberapa tahun lalu sempat mengkhawatirkan keadaannya, kini
kasus gigitan sudah menurun hingga hampir tidak ada. Tingkat
kesehatan ibu dan anak juga cukup baik, seperti tecermin pada
Untuk Bali
yang Mandara
rendahnya AKI (84,2 per 100.0000 KH) dan AKB (7,21 per 1.000 KH).
Persalinan pada pelayanan kesehatan telah mencapai 98%.
Situasi ini tampaknya bisa terus membaik mengingat sejak 2010,
masyarakat Bali bisa menikmati jaminan kesehatan semesta yang
dikenal sebagai JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Mandara
dalam bahasa Bali berarti agung, namun dapat juga diartikan
aman, damai dan sejahtera. Dengan jaminan kesehatan ini, siapa
pun warga yang memiliki KTP Provinsi Bali, bisa memperoleh
layanan kesehatan dengan skema tertentu secara gratis (lihat:
“E-JKBM untuk Merengkuh Sadikin”). Untuk daerah seperti Bali,
yang banyak di antara warganya menjadi pekerja informal di
sektor pariwisata, jaminan kesehatan semesta seperti ini sangat
penting.“Banyak (warga) yang belum ter-cover asuransi, 73%”, kata
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Suarjaya, MMPM, lulusan
University of Southern California, Los Angeles, yang pernah
menjadi dokter teladan pada 1996 ini.
Masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan juga bisa
menikmati fasilitas JKBM ini. Bahkan untuk kelompok ODMK,
layanan lain juga disediakan oleh RSJ Bangli. RSJ Bangli, yang saat
ini sedang berbenah menjadi rumah sakit pendidikan, memiliki
program yang dikenal dengan Yantis, kependekan“pelayanan
gratis”. Di bawah program ini, antar-jemput disediakan untuk
warga yang mengalami masalah kejiwaan dan perlu dirawat
secara intensif di rumah sakit. Bukan hanya itu, RSJ Bangli juga
mengirim dua rombongan setiap hari yang akan berkunjung ke
36 puskesmas terpilih untuk secara aktif memberi pengobatan,
penyuluhan, dan pendampingan baik kepada pasien, keluarga,
maupun warga sekitar (lihat:“Gratis Layan Antar”). Saat
ini diperkirakan sekitar 9.000-12.000 warga Bali ditengarai
mengalami masalah kejiwaan mulai dari yang ringan hingga
berat.
Totalitas program
Pencapaian serta seluruh pelayanan di atas tak lepas dari
kesadaran pemerintah provinsi bahwa kesejahteraan rakyat
memerlukan pendekatan total lintas sektoral. Sejak 2008,
tepatnya ketika Gubernur I Made Mangku Pastika terpilih,
pemerintah Provinsi Bali mendengungkan visi Bali Mandara.
Untuk mencapai visi tersebut, dirancang delapan program
terpadu lintas sektor untuk antara lain mengentaskan kemiskinan
dan meningkatkan kesejahteraan. Selain JKBM, beberapa
program tersebut adalah Gerbang Sadu (Pembangunan Desa
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 53
Terpadu), Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi), JBM (Jaringan
Kredit Daerah Bali Mandara), dan Bedah Rumah. Program yang
terakhir ini hingga 2012 telah membangun lima ribu lebih rumah
sederhana, termasuk untuk orang dengan masalah kejiwaan (lihat:
“Kasih Ibu Sepanjang Jalan”).
Yang Tercecer
Di antara sekian banyak perbaikan, bila hendak diberikan catatan,
maka itu antara lain adalah soal bagaimana agar program yang
sangat menarik tersebut dapat terdengar dan diketahui oleh
mereka yang pantas menikmatinya. Bagaimana agar Mbok
Putu (38 tahun) asal Tabanan, misalnya, yang tinggal di Drupadi
dan sehari-hari berjualan minuman botol di Taman Puputan,
tahu bahwa dirinya dan keluarga dapat berobat tanpa bayar di
puskesmas. Sosialisasi ini agaknya perlu digarisbawahi, terutama
karena Bali, bagaimanapun sejauh ini masih sangat menarik untuk
pendatang dari segala kelas dan latar belakang sosial.
Yang juga kiranya perlu mendapat catatan adalah fakta bahwa
jaminan kesehatan apapun, termasuk JKBM sejauh ini belum
mencakup pengobatan untuk penderita HIV/AIDS. Padahal,
sebagaimana dikatakan oleh Kadinkes Prov. Bali, dr Ketut Suarjaya,
MPMM,“Sampai dengan September 2012, kasusnya naik menjadi
6.504”. HIV/AIDS tidak tercakup dalam jaminan kesehatan apa pun
karena dianggap penyakit akibat perilaku. Namun, fakta bahwa
kini banyak ibu dan anak yang juga menderita, agaknya tak bisa
diabaikan. Di Kabupaten Tabanan, sekitar 60 persen penderita
adalah ibu rumah tangga. Apakah mereka akan tetap tercecer,
jawabnya perlu diputuskan segera.
Daerah
dr. Ketut Suarjaya, MPPM, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Bali
Pagi di sudut Denpasar, mengolah raga dan jiwa
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM54
Nasi Kuning
“
M
andara itu berarti agung, tapi bisa juga
dilihat sebagai singkatan, yaitu beriman,
damai, dan sejahtera,”tutur dr Suarjaya
menjelaskan dengan sabar tentang istilah
ini, yang kini lantang digaungkan di Bali.
Sejak 2008, Pemerintah Provinsi Bali dengan Gubernur I
Made Mangku Pastika di pucuknya, bertekad mencapai Bali
Mandara. Banyak program direncanakan. Berbagai instansi
dilibatkan. Total. Itulah kira-kira gambaran upaya yang
diambil untuk membuat Bali yang sejahtera.
Satu di antara program unggulan adalah jaminan kesehatan
semesta. Di Indonesia, saat ini ada lima provinsi yang sudah
menerapkan, dan Bali tergolong yang terdahulu. Sedikit
berbeda dengan jaminan kesehatan yang diluncurkan oleh
pemerintah pusat atau dikenal sebagai Jamkesmas, jaminan
kesehatan semesta mencakup semua warga yang tidak
memiliki jaminan kesehatan. Kelompok Sadikin—karena
sakit menjadi miskin—pun direngkuh melalui kepesertaan
JKBM.
Dana JKBM berasal dari pemerintah provinsi dan kabupaten,
berdasarkan jumlah penduduk. Premi per kapita per bulan
sekitar Rp6.620. Total anggaran untuk JKBM pada 2012
mencapai 235 milyar, meningkat dari 181 milyar pada 2010,
dan 187 milyar pada 2011.
Sejauh ini sekitar 3,2 juta penduduk dicakup oleh JKBM,
dan sejak diluncurkan pada 1 Januari 2010, pembiayaan
ini sudah melayani sekitar 6.000.000 kunjungan. Fasilitas
atau benefit yang diberikan mencakup pelayanan dasar dan
pelayanan rujukan. Mirip dengan Askes, JKBM juga memberi
kesempatan kepada pengguna untuk cuci darah secara
gratis walaupun terbatas hanya enam kali. Namun mulai
2013, direncanakan semua peserta JKBM yang memerlukan
cuci darah bisa melakukannya sebanyak yang diperlukan
atau seumur hidup.
E-JkBM
Untuk menjaring peserta seluas-luasnya dan mengelola
data yang terkumpul, pengelola mengupayakan proses
komputerisasi database, yang berujung pada apa yang
disebut e-JKBM (elektronik-JKBM). Setiap kepala keluarga
diberi satu kartu semacam ATM yang memuat berbagai data
pribadi pasien dalam keluarga itu. Data tersebut, yang di
beberapa kabupaten telah berbasis ICD-10, bisa terhubung
dengan SIK (sistem informasi kesehatan). Sistem on-line ini
memungkinkan adanya pasien lintas-kabupaten. Petugas
yang sehari-hari menjaga peremajaan data adalah petugas
lulusan komputer, sekurangnya setingkat SMK, yang dikontrak
oleh pemprov dan ditempatkan di setiap puskesmas. Untuk
menjaga kesehatan keuangan program, tenaga akuntan
dilibatkan sebagai tenaga verifikator keuangan.
E-JkBM untuk
Merengkuh Sadikin
Lengang siang di desa adat Penglipuran
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 55
Daerah
Hari baru meninggalkan pagi. Cahaya
matahari bertabrakan dengan titik air
yang jatuh dari cucuran atap, sisa hujan
yang tak sempat kami saksikan. Seorang
petugas satpam melongokkan kepalanya
ketika mobil yang membawa rombongan
Mediakom memasuki gerbang teduh
Rumah Sakit Jiwa Bangli.“Mengantar
pasien, Pak?,”tanya petugas itu dengan
cekatan kepada pengemudi. Kami yang
di dalam mobil tentu tak bisa menahan
senyum. Mungkin memang tak nyata
benar batas antara jiwa yang normal dan
tidak. Tapi pikiran liar itu sekejap berubah,
berganti dengan kesan lain, mungkin itu
gambaran betapa orang-orang di RSJ itu
LAYAN ANTAR
begitu ramah dan penuh perhatian.
Pagi itu rombongan Mediakom
berkesempatan berbincang dengan
dokter Made Sugiharta Yasa, Sp.KJ(K),
Direktur RSJ Bangli Provinsi Bali, di lantai
2 ruang kerjanya yang sederhana. Pohon-
pohon besar dan lapangan rumput luas
bernuansa kolonial diseling bangunan
perawatan nampak hijau menghampar
di balik jendela. Berikut ringkasan
percakapan itu.
Bagaimana RSJ mendekatkan pelayanan
keswa kepada masyarakat?
Dulu banyak pasien‘inventaris’, kita susah
memulangkan karena takut. Pasien juga
banyak kumat, sehingga pasien menumpuk.
BOR (bedoccupancyrate) lebih dari 100%.
Akhirnya, saya sampaikan kepada gubernur,
kita buat pola mendekatkan pelayanan ke
masyarakat, karena orang sakit jiwa sebagian
besar miskin. Karena miskin, mereka tidak
bisa berobat; karena tidak berobat akhirnya
kumat-kumatan terus. Akhirnya keluarlah
program pelayanan ke daerah. Jadi setiap
hari kami memberangkatkan dua mobil
dengan tim lengkap, ada dokter, perawat,
socialworker, ke BaliTimur dan Bali Barat.
Setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu.
Hasilnya, BOR tidak berlebih, karena yang
kumat sedikit.
Berkomitmen mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat, RSJ Bangli
membuat layanan antar jemput pasien gratis dan kunjungan tim keliling puskesmas
sebulan sekali. Dengan dukungan penuh pemprov Bali, layanan kesehatan jiwa Bali ini
merengkuh yang di pelosok sekaligus menjangkau dunia.
GRATIS
dr. Made SugihartaYasa, Sp.KJ(K),
Direktur RSJ Bangli
Tigapuluh dokter dan 200 perawat mengawaki RSJ
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM56
Seberapa luas cakupan pelayanan tim
tersebut?
Sekarang cakupan tim pelayanan adalah
36 puskesmas dalam sebulan. Pasien kita
berikan obat untuk sebulan. Cakupan
di satu puskesmas bisa 20 orang lebih,
bahkan di daerah tertentu bisa sampai
50 orang. Orang dengan gangguan jiwa
di Bali sekarang ini sekitar 9.000 sampai
12.000 jiwa. Ini semua gratis. Termasuk
kalau kita menjemput. Tak ada yang bayar.
Istilah intern kita bilang“Yantis”, pelayanan
gratis, karena kita tidak pungut sepeser
pun biaya.
Mengapa yang menjadi rujukan adalah
puskesmas?
Kita datangi puskesmas. Kenapa?
Pertama, untuk mendidik masyarakat,
agar ke puskesmas. Setidaknya
sudah mendekatkan. Keluarga akan
mengantarkan, lebih dekat. Kedua,
membiasakan hidup sehat. Di puskesmas
ada poster, pamflet, tentang cuci tangan
dan sebagainya. Dengan begitu di situ kita
bisa memberikan edukasi, baik ke petugas
puskesmas maupun keluarga pasien.
Apakah obat untuk ODMK sudah tersedia
di puskemas?
Selama ini RSJ yang membawa. Di
puskesmas tidak ada. Tapi, nanti 2013
kelihatannya akan ada. Dinkesprov
merencanakan obat-obat jiwa. Itu program
nasional. Mereka akan menyebarkan ke
Puskesmas-Puskesmas. Selama ini di mobil
kita membawa. Anggaran kita untuk obat
cukup besar, sekitar 4 sampai 5 milyar
setahun.
Bagaimana dengan pasung?
Kami menjalankan program pasung,
melepaskan pasung. Ada kepercayaan di
sebagian masyarakat di Bali bahwa orang
mengalami gangguan jiwa, katanya,
karena leluhurnya ada yang berbuat salah.
Kadang-kadang, ketika kita akan buka
pasungnya, mereka tidak kasih. Masih ada
beberapa pasien pasung yang rutin kita
kunjungi.
Program lainnya?
Selain bebas pasung, program lain adalah
Bedah Rumah. Sekarang sudah lebih dari
200 orang dengan masalah kejiwaan
yang dapat rumah. Itu ide Pak Gubernur.
Waktu itu, beliau mengatakan kepada saya
dan Kepala Dinas Sosial, kalau mereka
tidak mau ke RSJ, tempat pasung itu kita
betulkan, kita jadikan rumah. Jadi, mereka
tidak dipasung seperti binatang yang
dikandangkan.
Saya disuruh mendesain agar kalau
dia tidak mau dirawat, ya kita rawat di
situ. Biarkan, asal tidak berkeliaran ke
mana-mana. Yang mengerjakan (bedah
rumah) adalah Dinas Sosial. Kami hanya
memberikan data pasien, kemudian
petugas Dinsos melihat, apakah dia benar-
benar miskin.Terutama untuk pasien
miskin dan dipasung.
Kembali ke situasi RSJ Bangli, berapa
lama umumnya pasien dirawat?
Dulu bisa lama.Sekarang kita punya
protap (prosedur tetap), paling lama
tinggal di RSJ dua bulan. Biasanya dia
masuk di RGD (Ruang Gawat Darurat),
protapnya 2 x 24 jam harus sudah bisa
kita atasi, tapi biasanya cukup 1x24
jam. Setelah itu masuk Ruang Sub-Akut.
Pindah ke sana, kita pantau sekitar 3 hari,
kalau sudah tenang bisa masuk Ruang
Tenang. Kalau sudah di sini dia bisa
bebas di dalam lingkungan rumah sakit.
Setelah seminggu, dia bisa ikut program
rehabilitasi. Satu bulan, keluarganya tidak
datang, sudah mulai kita surati. Satu kali,
dua kali, tiga kali tidak mau datang, kita
dropping, kita antar. Jadi ada program
mengantar, karena biasanya keluarga tidak
mau datang menjemput.
Bagaimana mengedukasi keluarga dan
warga sekitar tempat tinggal ODMK?
Saya suka menggunakan singkatan 5B
untuk mengajari keluarga. B pertama,
Berobat. Artinya dia harus minum obat,
karena ini penyakit kronis, di otak. Jadi dia
harus minum obat untuk mengendalikan,
membatasi, melimitasi, memblokir kerja
otak yang mau menyerang. Dia harus
berobat.
B kedua adalah Bekerja; penderita harus
diajak bekerja. Jangan dibiarkan dia diam
saja. Tapi jangan mengharapkan dia
bekerja menghasilkan sesuatu (uang).
Bekerja supaya dia tidak bengong, itu
saja. Soalnya, ada efek samping obat yang
kadang membuat penderita agak kaku,
sehingga ada yang jalannya seperti robot.
Kalau dia bergerak dia tidak akan kaku.
B ketiga, diajak Berbicara. Jangan
didiamkan. Masyarakat cenderung takut.
“Jangan diajak ngomong, nanti dia marah,
nanti dia ngamuk,”begitu anggapan yang
sering dijumpai. Itu salah. Ajaklah mereka
bicara. Ajak ngomong, sehingga dia tidak
mendengarkan suara dalam dirinya, yang
disebut dengan halusinasi dengar. Kalau
dia sudah percaya pada halusinasi itu,
pada yang dia dengar, otomatis akan
dia ikuti itu. Tapi kalau dia dengar orang
ngomong, suara halusinasi itu tidak dia
dengar. Kalau bapak ibunya ngomong,
dia akan berpikir,“Oh ini yang benar,
suara ini, berarti suara yang di dalam itu
suara yang salah.”Jadi dia harus diajak
bicara.
Tenang di RuangTenang
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 57
Keempat, dia harus diajak Berolahraga.
Yang kelima, Berdoa. Begitu simpelnya.
Masyarakat mengerti itu.
Bagaimana situasi sumber daya manusia
di RSJ Bangli?
Jumlah perawat ada sekitar 200-an
orang. Dokter 30 orang, dokter spesialis
kesehatan jiwa 2 orang.Untuk peningkatan
kualitas SDM, kita bekerja sama dengan
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Dalam waktu dekat kita meluluskan lima
spesialis. Tahun depan akan kami kirim
lagi 3 orang. Saya berharap minimal ada
10 Sp.KJ yang bertugas di sini. Bila jumlah
itu terpenuhi, baru kita bisa kembangkan
semua yang dibutuhkan. Program
kita bakal banyak ke depan. Psikiatri
anak, psikiatri forensik untuk masalah-
masalah hukum, harus kita kembangkan.
Semakin maju, masyarakat semakin
mengerti. Banyak program yang mesti
kita kembangkan, dan ini perlu banyak
spesialis.
Sarana prasarana sudah memadai?
Di sini sekarang ada 360 tempat tidur.
Di beberapa rumah sakit lain, ada
pelayanan keswa tetapi tidak ada rawat
inap. Pada 23 Oktober 2012 ini, akan
dimulai pembangunan RSJ dengan
kontrak multiyears selama 400 hari. Bila itu
rampung, kita akan memiliki sekitar 450
tempat tidur.
RSJ Bangli ini akan mewadahi tiga
fungsi, yaitu pelayanan, pendidikan dan
penelitian. Akan ada ruang pendidikan 3
lantai dengan asrama untuk mahasiswa.
Selama ini ada mahasiwa praktek dari
NTT, NTB, Papua, Banyuwangi, Jember,
baik dari Poltekkes, Fakulas Kedokteran,
Fakultas Psikologi, dan Fakultas Pendidikan
(Bimbingan dan Penyuluhan).
Berapa anggaran pembangunan itu?
Sembilan puluh enam milyar. Semua dari
APBD. Saat ini Pemprov Bali sangat peduli.
Kita sangat beruntung punya gubernur
yang peduli keswa. Anggaran kita nomor
empat, setelahDinas Pendidikan, Dinas
Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum.
Berapa kira-kira biaya perawatan per
orang?
Rata-rata 2 juta per orang per bulan. Rata-
rata segitu.
Ada pasien warga negara asing?
Tiap bulan pasti ada yang kita rawat.
Konsulat mengirim pasien ke sini; mereka
sudah cek, dan mereka percaya karena
fasilitas kita memadai.
Ada beda pasien asing dengan pasien
lokal?
Bedanya, mereka lebih agresif, dan mereka
lebih tahu tata-cara. Kalau salah, kita bisa
disue (dituntut). Tahun 1998 kami pernah
dikomplain. Yang pertama digugat adalah
Kedubes Kanada, kedua saya, nama saya
langsung, karena saya yang mengantar
ke sana. Gugatannya kenapa dia dibilang
sakit jiwa, schizophrenia. Gugatan
dimasukkan. Waktu itu saya senang, wah
bisa lama nih saya di Kanada. Akhirnya
gugatan dicabut. Pengacaranya tidak
menuntut lagi.
Apa yang perlu diperhatikan ketika
mengantar pasien ke luar negeri?
Semua daerah di Australia saya sudah
pernah kunjungi, mengantar pasien.
Ngantar pasien ke Amerika sudah berkali-
kali. Ke Eropa apa lagi.
Yang perlu dipersiapkan adalah
pertama, dokumen. Harus legal. Kedua,
keselamatan diri kita dan pasien. Harus
sudah diantisipasi. Kalau terjadi ini
bagaimana, kalau terjadi ini bagaimana.
Dengan pihak penerbangan harus kita
diskusikan dulu, apa perlu business class
atau seat biasa. Biasanya kita minta kalau
bisa seat di belakang dikosongkan. Hanya
kita saja berdua atau bertiga, sehingga
tidak mengganggu penumpang lain.
Ketiga, kalau dia mengamuk di pesawat,
apa yg harus kita lakukan. Obat-obatan
harus siap. Obat emergensi buat psikiatrik
dan emergensi buat fisik. Yang keempat,
kita harus koordinasi. Begitu masuk
pesawat, kita harus cari kepala pramugari.
Kita informasikan kepada dia, kalau kita
membuat kode begini dia harus siap.
Terakhir, apa program Anda ke depan?
Kita akan membuat KUBE (Kelompok
Usaha Bersama). Kita sudah berkoordinasi
dengan Dinsos. Biasanya KUBE itu
diberikan kepada orang normal,
padahal orang sakit jiwa lebih mudah
kita kendalikan daripada orang normal.
Kalau dengan orang normal, dana bisa
diselewengkan. Sebaliknya, orang sakit
jiwa tidak punya pikiran jahat. Kalau
disuruh bekerja, mereka bekerja. Sekarang
kami sudah mulai mendata untuk
membuat kelompok sekitar 5 sampai 10
orang. Dananya sekitar puluhan juta. Kami
mau coba. Ada lima saja kelompok seperti
itu di 2013 menurut saya sudah bagus
sekali. Kalau bisa jalan, program itu bisa
menjadi contoh, dan masyarakat bisa lihat.
Dengan begitu stigma terhadap gangguan
jiwa akan menurun.
Dibangun pada zaman Belanda (1933), RSJ Bangli tengah ditata
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM58
Jatiluwih, Tabanan, desa nan hijau di kaki Gunung Batukaru.
D
ua puluh tahun yang lalu suami Ni Ketut Rokin kembali ke
Sang Hyang Widhi Wasa. Kehilangan tak hanya dirasakan
olehnya. Duka yang dalam menorehkan kehampaan
di hati anak sulung. Tak tertahankan, kesedihan terajut
menjadi sehelai tirai penutup jiwa. Sejak itu, sang ibu
mengabdikan hidupnya untuk anak lelakinya, Wayan Arnata (40 lebih),
yang terganggu jiwanya.
Sempat pemuda Arnata membaik, dan Rokin melakoni rumah-tangga
kedua di Singaraja. Ketika ternyata jiwa anak tercintanya terganggu
kembali, Rokin pun rela kembali. Seperti angin membimbing desau
rerumputan, kasihnya tak pernah mempertanyakan. Jiwa Arnata hidup
bersama cahaya cinta ibunda.
Kasih Ibu
Sepanjang Jalan
Sejak dekade belakangan ini, program kesehatan jiwa telah bergeser
dari pendekatan‘hospital based’ke‘community based’. Tanpa
penerimaan dan asuhan yang tepat dari keluarga dan lingkungannya,
ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) akan sulit memperbaiki dirinya
dan akan terus menjadi beban. Di Bali, keluarga mengantar ODGJ ke
puskesmas sebulan sekali untuk memperoleh perawatan dari ahlinya
dan mendapatkan obat-obat yang diperlukan. Dua tim Keswa dari
RSJ Bangli secara rutin berkeliling ke 36 puskesmas. Bukan hanya
pelayanan gratis, Pemprov Bali juga menyediakan program Bedah
Rumah untuk rumah-tangga miskin yang mempunyai anggota
keluarga dengan gangguan jiwa. Sejak diluncurkan pada 2010, telah
lebih 200 rumah menaungi keluarga ODGJ.
usai sarapan
Di sudut kamar, berdoa.
Di dapur, menyiapkan makanan
untuk babi peliharaan
Segelas kopi untuk Arnata,
segelas dinikmatinya sendiri
Arnata menutup kandang ayamnya
ketika sinar matahari jatuh
Rumah, tempat raga dan jiwa bernaung. (Dibangun dengan
program Bedah Rumah untuk ODGJ Pemprov Bali 2010
Obat, elemen penting dalam
kehidupan ODGJ
Doa, penerang jiwa
Di depan rumah. Ayam, sumber nafkah selain babi, kayu bakar dan kerja di sawah
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 59
RAGAM
G
ondok yaitu pembesaran
kelenjar tiroid telah dikenal
sejak lama di Indonesia.
Ketika tubuh tidak
mendapatkan cukup iodium
yang kronis, kelenjar tiroid membesar
ukurannya. Tidak semua gondok dapat
dilihat. Pada fase ini, gondok dapat
dideteksi dengan cara palpasi (meraba)
kelenjar tiroid.
Penderita gondok sering dijumpai di
daerah pegunungan terutama di sekitar
gunung berapi. Besar masalah gondok
endemik diungkapkan sebagai angka
gondok total atau Total Goiter Rate (TGR)
yaitu proporsi penderita gondok di suatu
daerah, Kadar Iodium dalam Urine (EIU),
dan cakupan garam beryodium.
Survei Pemetaan GAKI 1996/1998
Oleh: Sugianto dan Novianti Liana Dewi
GAKI adalah sekumpulan gejala yang timbul
karena tubuh kekurangan iodium secara terus
menerus dalam jangka waktu lama. Pada awalnya
spektrum GAKI terbatas gondok endemik, kretin
endemik dan hipotiroidisme. Saat ini spektrum
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium meliputi
keterlambatan perkembangan motorik, rendah
kinerja pembelajaran, keterbelakangan mental,
bisu tuli juling, kesulitan berdiri ataupun berjalan
secara normal, dan cebol dengan berjalan gontai.
Wanita usia subur yang kekurangan iodium akan
sering keguguran atau kelahiran mati. Diantara
GAKI yang paling ringan adalah gondok.
mendapatkan prevalensi gondok
endemik pada anak usia sekolah (6-12
tahun) adalah 9,8%. Survei Evaluasi
Intensifikasi Penanggulangan GAKI 2003
memdapatkan 16% anak usia sekolah
dengan nilai Eksresi Iodium Urine
(EIU) kurang dari 100 µg/L arau risiko
kekurangan iodium tetapi 35% anak
dengan minimal nilai EIU 300 µg/L atau
risiko kelebihan iodium.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) 2007, dengan menggunakan
tes cepat didapatkan sebanyak 62,3%
rumah tangga Indonesia mengkonsumsi
garam memenuhi SNI.
Nilai median EIU anak usia sekolah
adalah 224 µg/L dimana sebanyak 13%
anak dengan nilai EIU kategori risiko
kekurangan iodium dan sebanyak 22%
anak mempunyai nilai EIU kategori resiko
kelebihan iodium.
Secara nasional, sebanyak 62,3% rumah
tangga Indonesia mempunyai garam
cukup iodium. Sebanyak 6 propinsi telah
mencapai target Universal Salt Iodization
2010 (90%) yaitu Sumatera Barat, Jambi,
Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka
Belitung, Gorontalo, Papua Barat. Dari
sampel 30 kabupaten/kota, presentase
rumah tangga yang menggunakan garam
dengan kandungan iodium sesuai Standar
Nasional Indonesia (30-80 ppm KIO3) baru
mencapai 24,5%.
Penyebab kekurangan iodium adalah air
dan tanah yang kurang iodium, masuknya
zat-zat goitrogenik, kelainan thyroid
congenital, kekurangan asupan iodium,
polutan dan blocking agent.
Gangguan Akibat
Kekurangan Iodium (GAKI)
	
  
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM60
BESArAn MASALAH GAk
Besaran masalah GAKI adalah seperti
gunung es.
Manifestasi klinis klasik dari GAKI adalah
pembesaran kelenjar gondok dan kretin.
Kretin merupakan kelainan akibat
defisiensi iodium yang sangat berat
terutama pada masa fetal. Kretin dapat
berupa retardasi mental, disertai dengan
bisu, tuli, dan cara berdiri serta berjalan
yang khas, hipotiroid, dan pertumbuhan
yang terhambat. Ada dua tipe kretin yaitu
kretin endemik dan kretin sporadik.
GAKI mengancam kualitas sumber daya
manusia (SDM) karena mempunyai potensi
menurunkan tingkat kecerdasan atau
sering disebut Intelligence Quotient (IQ).
Potensi penurunan IQ yang disebabkan
oleh GAKI:
§	Kretin : turun 50 IQ point
§	Gondok: turun 10 IQ point
§	Tinggal di daerah GAKI : turun 5 IQ point
Secara umum kekurangan iodium
menyebabkan efek yang tersembunyi
tetapi meluas dalam populasi, mencakup
menurunnya tingkat pendidikan, apatis,
dan menurunnya produktivitas kerja,
yang berdampak pada menurunnya
pertumbuhan sosial ekonomi.
(Zimmermann, 2008)
iODiUM DAn HOrMOn TirOiD
Iodium merupakan suatu zat gizi mikro
yang dibutuhkan untuk membentuk
hormon tiroid. Hormon tiroid adalah
merupakan suatu hormon yang dihasilkan
oleh kelenjar tiroid dan merupakan satu-
satunya hormon endokrin yang istimewa
karena membutuhkan bahan dasar dari
luar.
Iodium adalah mineral alamiah yang
sangat penting untuk kehidupan manusia.
Dalam bentuk alamiahnya, iodium ada
di dalam tanah dan dalam air. Tanah dan
air yang mengandung cukup iodium
akan menghasilkan bahan makanan
mengandung cukup iodium. Tetapi ketika
tanah dan air di suatu daerah kurang
mengandung iodium, bahan makanan
yang dihasilkan juga kekurangan iodium.
Akibatnya, penduduk yang konsumsi
bahan makanannya hanya mengandalkan
dari daerah itu kebutuhan iodiumnya tidak
tercukupi. Rata-rata kecukupan iodium
untuk dewasa adalah 150 µg/hari, suatu
jumlah yang sangat sedikit. Yang perlu
diperhatikan adalah tubuh mendapatkan
iodium secara teratur setiap hari.
Semua orang membutuhkan iodium
agar tubuhnya berfungsi normal.
Wanita hamil dan anak membutuhkan
iodium lebih banyak dibandingkan
lainnya. Jika iodium sudah tersedia
dalam tubuh, dengan mudah tubuh
akan mengeluarkan iodium yang tidak
dibutuhkan melalui urine. Kelenjar tiroid
akan menggunakan sebanyak mungkin
iodium untuk memenuhi kebutuhannya
dan mengeluarkan sisanya.
Kecuali rumput laut tidak ada bahan
makanan yang secara alamiah kaya
yodium. Semua bahan makanan
memperoleh iodium dari tanah dan air
tempat tumbuhnya. Jika tanah dan air
kurang iodium, semua bahan makanan
nabati yang tumbuh dan hewan
berkembang biak di daerah itu akan
rendah kandungan isodiumnya. Oleh
karena itu, untuk daerah kekurangan
iodium, satu satunya cara untuk menjamin
asupan iodium yang cukup adalah dengan
menambah iodium ke makanan, dalam hal
ini garam, sebagai garam beriodium yang
aman untuk dikonsumsi semua orang.
Garam beryodium digunakan untuk
mencegah kekurangan iodium.
Pemerintah menetapkan Standar
Nasional Industri (SNI) Garam sebagai
SNI wajib (no.42/M-IND/PER/11/2005)
menggunakan kalium yodat (KOI3)
minimum 30 ppm (part per million).
STrATEGi PEnAnGGULAnGAn GAki
Dalam mencapai tujuan dan target
program penanggulangan GAKI, sesuai
DAMPAk DAri GAki, DAPAT DiLiHAT PADA TABEL DiBAwAH ini:
Kelompok Rentan Dampak
Ibu Hamil Keguguran
Janin
Lahir mati, meningkatnya kematian janin, kematian bayi, kretin (keterbelakangan
mental, tuli, mata juling,lumpuh statis), cebol, kelainan fungsi psikomotor
Neonatus Gondok dan hipotiroid
Anak dan Remaja Gondok, Hipotiroid Juvenile, gangguan pertumbuhan fisik dan mental
Dewasa
Gondok dengan segala akibatnya, hipotiroidisme, gangguan fungsi mental,
hipertiroid diinduksi iodium
	
  
	
  
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 61
RAGAM
dengan rekomendasi dari WHO/CCIDD/
UNICEF, ada 10 indikator yang digunakan
untuk menilai pencapaian program, yaitu:
1.	 Pengembangan kelembagaan ditandai
dengan adanya tim GAKI
2.	 Adanya komitmen politik tentang USI
(Universal Salt Iodization)
3.	 Adanya organisasi pelaksana yang kuat
di setiap tingkatan
4.	 Legislasi dan regulasi tentang USI di
semua tingkatan
5.	 Komitmen dalam monitoring dan
evaluasi dengan adanya data yang
akurat
6.	 KIE dan mobilisasi sosial untuk
mengkonsumsi garam beryodium
7.	 Adanya data garam beryodium secara
reguler pada tingkat produsen, pasar
dan konsumen
8.	 Adanya data EIU anak sekolah secara
reguler pada daerah endemik berat
9.	 Adanya kerjasama dengan produsen
garam untuk pengawasan garam
beryodium
10.	Adanya data hasil monitoring dan
penyebarluasannya termasuk data
garam dan EIU
Program GAKI pada era otonomi lebih
ditekankan pada promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif.
1.	Iodisasi garam, sesuai dengan USI garam
beryodium 30-80 ppm
2.	Suplementasi Kapsul Iodium, sasarannya
adalah daerah endemik
3.	Komunikasi Informasi dan Edukasi,
terutama tentang dampak GAKI,
pentingnya garam beryodium, peran
serta masyarakat dalam program GAKI
4.	Surveilans GAKI
5.	Pencapaian Indikator, 8 dari 10 indikator
program GAKI berkelanjutan
Peranan Balai Litbang GAKI
Magelang
Balai Litbang GAKI adalah Unit Pelaksana
Teknis di lingkungan Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes
Nomor 1351/Menkes/Per/IX/2005).
Balai Litbang GAKI mempunyai tugas
pokok melaksanakan penelitian dan
pengembangan, pelayanan dalam rangka
penelitian, jaringan kerjasana, serta
diseminasi hasil-hasil penelitian di bidang
penanggulangan Gangguan Akibat
Kekurangan Iodium.
Road Map penelitian Balai Litbang GAKI
dimulai dari :
§	Ilmu Dasar ( Bioteknologi dan Teknologi
Pangan)
§	Clinical Research (Epidemiologi Klinik,
Evaluasi Institusi Pelayanan, Clinical Trial,
Tumbuh Kembang, Pengembangan
Pelayanan)
§	Community Intervention (Teknologi KIE,
Lingkungan dan Gizi masyarakat)
§	Surveillance (Deteksi Dini,
Pengembangan Sistem Informasi,
Pengembangan indikator)
§	Beyond Health (Kebijakan, Hukum
Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat,
Sosial, Ekonomi Kesehatan)
Sarana dan Prasaran Penunjang
Balai Litbang GAKI
§	Klinik
Balai Litbang GAKI Magelang memiliki
klinik yang diperuntukan bagi masyarakat
umum. Klinik Balai Litbang GAKI
merupakan salah satu bentuk riset
berbasis pelayanan.
Pelayanan yang tersedia adalah
§	Klinis
§	Fisioterapi
§	Konseling Psikologis dan Terapi
hambatan tumbuh kembang
§	Konseling gizi.
Adanya Klinik GAKI ini sesuai
dengan salah satu tugas fungsi yaitu
melaksanakan pelayanan dalam rangka
penelitian.sehingga semua pasien yang
berkunjung di klinik ini dibungkus dalam
sebuah protap riset. Dan didukung
dengan sistem manajemen data yang
computerize, sehingga data yang ada
bisa ditindaklanjuti dengan litbang dalam
bidang clinical reserach.
§	Laboratorium
Sebagai penunjang klinis, Balai Litbang
GAKI juga memiliki laboratorium yang
dapat digunakan untuk pemeriksaan
sampel penelitian.
1.	Laboratorium Biokimia, melakukan
pemeriksaan hormonal hormon tiroid
dengan metode ELISA. Pemeriksaan
yang dilakukan adalah TSH, T3, T4, Free
T3, Free T4, Thyroglobulin, Antibodi
(TPO-ab, TSHR-ab, TG-ab), pemeriksaan
kadar iodium dalam urine (EIU) dan
pemeriksaan kandungan iodium dalam
garam sebagai KIO3.
2.	Laboratorium Biologi Molekuler,
melakukan pemeriksaan genetik
(nutrigenomik) dengan metode PCR.
3.	Laboratorium Teknologi Pangan
(Laboratorium yang sedang
dikembangkan), melakukan analisa
bahan makanan yang mengandung
iodium atau goitrogenik dan melakukan
pemeriksaan kandungan logam dalam
makanan.
4.	Laboratorium Lingkungan
(Laboratorium yang sedang
dikembangkan), melakukan
pemeriksaan kandungan iodium dalam
air, tanah, maupun logam pencemar
yang ada di dalamnya serta melakukan
uji bakteriologis
	
  
	
  
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM62
5.	Laboratorium Hewan Coba
(Laboratorium yang sedang
dikembangkan), untuk penelitian
terapan sehingga bisa diketahui
dampak-dampak dari terapis penelitian
terhadap beberapa hewan coba (mencit
dan tikus)
Untuk lebih meningkatkan kualitas
dari laboratorium maka dalam tahun
ini sedang dalam proses akreditasi
laboratorium biokimia, ini penting karena
sebuah penelitian harus didukung
oleh laboratorium yang terakreditasi.
Sedangkan dalam rangka peningkatan
kapasitas kompetency maka sedang
dirintis melakukan jejaring dengan CDC
atlanta dalam rangka uji banding atau
proviciency test.
§	Sarana Penunjang berupa ruang
multi media,ruang jurnal,ruang
manajemen data dan Perpustakaan
Balai Litbang GAKI juga memiliki sarana
penunjang berupa perpustakaan yang
dapat menunjang kegiatan penelitian.
Secara bertahap dalam tahun 2013
akan dilengkapi dengan ruangan studio
multi media dan laboratorium mini
bahasa dalam menunjang peningkatan
kemampuan peneliti untuk bidang bahasa
terutama bahasa inggris,ruangan jurnal
serta ruangan manajemen data.
SDM (Sumber Daya Manusia)
Saat ini jumlah pegawai Balai Litbang
GAKI sebanyak 56 pegawai yang
meliputi peneliti, litkayasa, struktural
dan penunjang lainya, sedangkan untuk
pengembangan ke depan diperkirakan
sampai dengan akhir 2014 jumlah
pegawai 80 orang, jumlah peneliti 40
orang, litkayasa 16 orang, 24 orang
manajemen dan pendukungnya termasuk
jabfung umum dan tertentu
Perbandingan peneliti : litkayasa :
manajemen yaitu 5 : 2 : 3, tingkat
pendidikan doktor 8 orang (3 selesai
dan 5 sedang sekolah), S2 sebanyak 16
orang (10 selesai dan 6 sedang sekolah),
S1/D4 sebanyak 35 (33 selesai dan 2 orang
sedang sekolah), D3 sebanyak 15 orang
dan SMA kebawah sebanyak 6 orang.
Jejaring Kerjasama
Jejaring kerjasama Balai Litbang GAKI
antara lain dengan Pusat GAKI UNDIP,
UGM, Poltekes Kemenkes, Micronutrient
Initiative, Dinas Kesehatan Kabupaten/
Kota, UI, Unsoed, dan Universitas
Brawijaya,Balitbangda serta Perguruan
Tinggi lainya ataupun Lembaga penelitian
lainya.
Diklat GAKI
Diklat GAKI berkaitan pembelajaran
tentang model penanggulangan/
penanganan GAKI serta berkaitan dengan
klinik GAKI. Produk unggulan dari kegiatan
diklat GAKI adalah kegiatan pelatihan tata
laksana kretin yang merupakan kerja sama
antara Balai Litbang GAKI dan Direktorat
Gizi Kemenkes yang sudah secara rutin
diagendakan setiap tahun. Hampir semua
provinsi di seluruh indonesia sudah
melakukan kunjungan di Balai Litbang
GAKI ini baik dari Perguruan Tinggi
ataupun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Kedepan bisa dikembangkan menjadi
WHO CC (colaorating Center) untuk
bidang GAKI khususnya dan Micronutrient
pada umumnya seiring dengan rencana
pengembangan kelembagaan ke arah Gizi
Mikro.
Publikasi dan Promosi
Balai Litbang GAKI melakukan diseminasi
penelitian baik berupa laporan penelitian,
seminar, dan artikel melalui jurnal ilmiah.
Kemudian kepada masyarakat juga
dilakukan penyuluhan KIE mengenai
dampak GAKI. Promosi juga dilakukan
dengan adanya poster, booklet dan
leafleat mengenai GAKI dan melakukan
pameran dalam Simposium Kesehatan
Nasional dan Internasional. Balai Litbang
GAKI juga memiliki Jurnal Media Gizi Mikro
indonesia yang dalam tahun ini sedang
berproses melakukan akreditasi, selain itu
untuk lebih meningkatkan jejaaring dan
publikasi serta desiminasi hasil litbangnya
maka Balai Litbang GAKI pada tanggal
29 Nopember 2012 akan mengadakan
seminar nasional GAKI dengan tema Peran
Litbang GAKI sebagai jembatan menuju
Eliminasi GAKI.
	
  
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 63
SIAPA DIA
Mereka
D
r. M.Psi Rose Mini Agoes Salim, akrab disapa Bunda
Romi, adalah salah seorang psikolog anak dan remaja
yang dihormati di Indonesia. Bunda yang lahir di
Jakarta, 24 April 1960, menulis disertasi“Pengaruh
Empati, Nurani, dan Perkembangan Moral Ibu
Terhadap Perkembangan Moral Anak Melalui  Gaya Pengasuhan
Ibu”untuk S3 nya di Fakultas Psikologi UI.
Rose Mini, seorang dosen, juga sering dimintai pendapat di
televisi mengenai masalah anak dan remaja. Sebagai dosen, Rose
Mini menyenangkan. Dia sering bercerita mengenai klien atau
kejadian menarik di tempat prakteknya. Dia juga sering bercerita
mengenai keluarganya pada saat mengajar. Namun di sisi lain,
Rose Mini juga sangat disiplin, ia tidak suka bila ada mahasiswa
yang sering keluar masuk serta bermain handphone atau
notebook di dalam kelas. Rose Mini juga sering menjadi tempat
para mahasiswa mencurahkan isi hatinya karena beliau dapat
memberikan saran-saran yang membangun.
Rose Mini merupakan pakar psikologi remaja terutama di ranah
hiburan. Menurut beliau, remaja adalah masa transisi dari anak-
anak menuju kedewasaan. Perubahan hormon, kematangan
kognitif dan perubahan emosi dan kemampuan sosial akan selalu
mengiringi pertumbuhan dalam usia remaja. Perubahan tersebut
perlu diimbangi dengan pembentukan karakter pada diri remaja
agar tidak menjurus pada kenakalan remaja.
Menurut Rose Mini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan
dalam membentuk karakter remaja. Antara lain, awali dengan
pengenalan diri remaja, sehingga mereka memahami apa
yang dapat mereka manfaatkan untuk mengembangkan diri.
Selanjutnya, pahami kondisi dan masalah yang sedang dihadapi
dengan menggunakan pendekatan yang tidak menggurui seperti
diskusi, pelatihan, dsb. Terakhir jadilah contoh yang baik bagi
remaja dan upayakan untuk menyediakan lingkungan yang jujur,
baik, perhatian, untuk pembentukan karakter.
Selain itu, Rose Mini aktif mengikuti berbagai asosiasi seperti
HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) bidang Psikologi, APSI
(Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia), dan APPI (Asosiasi Psikolog
Pendidikan Indonesia). Rose mulai bergabung dengan asosiasi
tersebut sejak tahun 2009. Beberapa buku karya Rose yang sudah
diterbitkan antara lain Mengenal dan Mengasah Kecerdasan
Majemuk Anak Jilid 1-9 dan Peranan Minat dalam Pendidikan
dalam Buku Sukses Belajar di Perguruan Tinggi. Sampai kini Rose
rajin menulis jurnal dan melakukan penelitian.
Rose Mini
mencintai dunia anak
&ahli jiwa
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM64
S
eto Mulyadi tetap dipanggil“Kak Seto”kendati telah
berusia 61 tahun. Kak Seto telah menjadi brand bagi
pria kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 ini. Ia populer
dipangil“Kak Seto”sejak mengasuh acara anak di televisi
bersama Henny Purwonegoro. Ia juga pernah menjabat
sebagai ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak. Sejatinya Seto
adalah ahli jiwa atau psikolog jiwa, lulusan Fakultas Psikologi UI.
Seto Mulyadi memiliki saudara kembar yang bernama Kresno
Mulyadi (kini juga menjadi psikolog anak di Surabaya) dan kakak
dari Maruf Mulyadi. Dulu Seto pernah kehilangan seorang adiknya
yang bernama Arief Budiman (usia 3 tahun) karena penyakit
campak. Hal ini yang membuat Seto tertarik pada dunia anak-
anak.
Cita-cita Seto kecil adalah masuk Fakultas Kedokteran. Namun
gagal diraihnya. Lalu, Seto nekat ke Jakarta untuk mengadu nasib.
Di ibu kota ia menjadi pengaduk semen, tukang batu, dan tukang
parkir. Itu penggalan masa pahit hidup Seto.
Sampai akhirnya, Seto melihat acara anak yang diasuh Sandiah
Kasur, yang populer disapa Bu Kasur, di TVRI. Ia tergerak untuk
bagian pada acara tersebut. Lalu, dengan tekad kuat, Seto
berkunjung ke rumah Ibu Kasur untuk minta kerjaan.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seto bertemu Soerjono Kasur,
suami Ibu Kasur. Seto bilang, ia mau jadi asisten Pak Kasur secara
sukarela tanpa dibayar. Pak Kasur menerima Kak Seto menjadi
asisten pada tanggal 4 April 1970. Hingga sekarang, tanggal itu
dijadikan sebagai tanggal yang bersejarah di dalam hidup Kak
Seto.
Dari sinilah awal kegemilangan Seto mulai meningkat, hingga
akhirnya Pak Kasur berpesan kepada Seto yang tidak bisa
dilupakannya: Pak Kasur ingin agar Seto melanjutkan pekerjaan
Pak Kasur di dunia anak-anak. Sejak saat itu, Kak Seto mulai giat,
aktif, dan gigih dalam menekuni dunia anak-anak.
Saking gigihnya, Seto kuliah di Fakultas Psikologi UI (lulus tahun
1981). Seto bahkan sempat menjadi Dekan Fakultas Psikologi
Universitas Tarumanegara. Di sisi lain, Kak Seto juga mendirikan
yayasan sekaligus menjadi ketua dari Yayasan Nakula Sadewa dan
Yayasan Mutiara Indonesia.
Seto menikah dengan Deviana, 18 tahun lebih muda dari usianya.
Sebelum menikah, Seto sempat bernazar, jika suatu saat ia
menikah, dia akan mendongeng di depan anak yatim piatu. Oleh
karena itu, usai menikah, usai para tamu pulang, mereka langsung
melepas pakaian dan berganti dengan kostum biasa, langsung
ke Panti Asuhan Muslimin di Kawasan Kramat Raya untuk untuk
mendongeng.
Seto mengembangkan tradisi baik di rumah tangganya. Setiap
Sabtu ia mengadakan Sidang Umum Permasalahan Rumah.
Pada sidang itu mereka membahas urusan rumah tangga secara
terbuka. Saling mengritik dan memberi saran, sehingga tidak
ada lagi masalah yang mengganjal di antara anggota keluarga.
Bahkan kalau perlu, setiap Kak Seto akan berkunjung ke suatu
tempat, beliau sering juga mengajak keluarga. Tujuannya agar
keluarganya tahu, bagaimana pekerjaan yang dikerjakan oleh
beliau. Saat ini Kak Seto dan Deviana sudah memiliki empat orang
anak.
Hingga hampir 37 tahun berkiprah di dunia anak, Seto belum
puas. Ia melihat, jutaan anak haknya masih dilanggar, misalnya
dalam perceraian, kekerasan dengan mengatas namakan
pendidikan, dan masih banyak yang diperdagangkan. Sehingga,
beliau mencoba untuk menumbuhkan minat generasi muda
untuk meneruskan estafet Pak Kasur dengan membuat kelompok
pencinta anak (Kompak).
Kak Seto
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 65
POTRET
P
erubahan perilaku itu pun bisa menjadi kebiasaan yang
baik, kebiasaan yang menjadi budaya dan masyarakat
sendiri yang punya kendali.“Kalau dikatakan budaya
yang menjadi penyebabnya, budaya itu kan kebiasaan
dan buatan manusia, berarti bisa dirubah”, jelas Menkes.
Sebagian masyarakat sudah tahu bahwa perilaku merokok
dapat menimbulkan dampak negatif antara lain penyakit stroke,
jantung, kanker dan penyakit kardiovaskuler lain. Tetapi angka
perokok di Indonesia pada laki-laki usia remaja dan produktif (15
th keatas) masih sangat tinggi.
Menkes: dr. Nafsiah Mboi
Sebuah tantangan yang masih sulit diatasi sampai sekarang ini yaitu merubah perilaku
masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, seperti perilaku merokok, buang air besar
sembarangan, membuang sampah pada tempatnya, dan cuci tangan pakai sabun.
Sebenarnya masyarakat sudah tahu bahwa perilaku tersebut menyebabkan penyakit,
namun kesadaran merubah perilaku mereka sendiri yang belum dilakukan.
Pemerintah dalam merubah perilaku merokok mendapat
tantangan yang luar biasa dari industri rokok yang berorientasi
pada keuntungan. Selain itu, adanya kecaman dari salah satu
Propinsi yang sangat menentang RPP Tembakau, sehingga
Kemenkes terus diprotes dan didemo. Padahal justru Propinsi itu
paling banyak ditemukan anak balita dan anak dibawah 10 tahun
yang merokok.
Faktanya anak-anak yang merokok bahkan yang hanya terpapar
asap rokok, paru-parunya tidak dapat berkembang dengan
baik, sehingga menghambat tumbuh kembangnya.“Bagaimana
Mengubah
Budaya Manusia
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM66
mereka bisa jadi olahragawan, kalau paru-parunya terganggu”,
ujar Menkes.
Menurut Menkes, merokok menyebabkan kecanduan tetapi
tidak sedikit orang yang bisa lepas dari pengaruh buruk rokok.
Apabila perilaku merokok itu tidak berubah dan berkurang, itu
artinya diperkirakan tahun-tahun mendatang, biaya yang harus
dikeluarkan untuk pengobatan stroke, kanker, penyakit-penyakit
kardiovaskuler lain, menjadi luar biasa besarnya.
Tantangan lainnya sebagai Menkes adalah pencapaian MDGs
yang belum sesuai target, antara lain masalah penanggulangan
HIV AIDS dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).“Ini salah satu tugas
saya sesuai pesan-pesan Pak Presiden saat menunjuk saya sebagai
Menteri Kesehatan RI, saya meneruskan tugas dan program-
program Almarhumah Ibu Endang yang masih berjalan”, ungkap
Menkes.
Kabar baiknya, saat ini masalah penanggulangan HIV AIDS
sudah terintegrasi dengan baik ke dalam suatu sistem, mulai dari
promosi kesehatan, pencegahan, pengobatan sampai kepada
rehabilitasi.
Pembiayaan pengobatan HIV AIDS dan pengadaan ARV nya
saat ini tidak hanya diperoleh dari dana pihak luar, tetapi sudah
dimasukkan ke dalam anggaran Kementerian Kesehatan. Begitu
pula penanganan Ibu bersalin yang mengidap HIV AIDS, sudah
terintegrasi ke dalam Jampersal sehingga biaya persalinannya
gratis.
Terintegrasinya penanggulangan HIV ke dalam suatu system
yang melibatkan seluruh jajaran kesehatan baik pusat dan
daerah, sampai ke puskesmas hingga masyarakat, diharapkan
pencapaiannya jauh lebih baik.“Penanggulangan HIV AIDS
sudah dikoordinasikan oleh beberapa unit utama di Kementerian
Kesehatan, baik masalah pembiayaan dan juga pengadaan ARV
yang sudah termasuk kedalam anggaran kesehatan, bukan dari
dukungan luar seperti global fund saja seperti sebelumnya”, ujar
Menkes.
Sedangkan masalah kesehatan ibu dan anak, menurut Menkes
masih terkendala pada pemberian ASI Ekslusif. Menkes
menyayangkan Ibu-ibu Indonesia yang belum terpapar tentang
manfaat ASI Ekslusif yang sangat bermutu untuk perkembangan
bayi. Oleh karena itu, melalui pencanangan Pekan ASI diharapkan
betul-betul ditanamkan kepada semua Ibu Indonesia bahwa ASI
adalah yang terbaik untuk bayi.
Manfaat ASI selain gizinya dan mutunya yang baik untuk bayi
serta ketahanan daya tahan tubuhnya, dan gratis dari Tuhan.
“Bayi-bayi di Indonesia yang diberikan ASI Ekslusif hanya
mencapai 30%”, kata Menkes.
ASI memiliki keunggulan yang luar biasa dibandingkan susu
formula. Kalau susu formula selain harus dibeli, seringkali air yang
digunakan untuk membuat susu formula itu tercemar sehingga
menyebabkan diare. Belum lagi masalah intolerant susu sapi
karena tidak cocok dan sebagainya, yang menyebabkan alergi,
diare dan bahkan sampai menyebabkan kematian.
Jadi dengan menggiatkan ASI Eksklusif selama 6 bulan,
kemudian diberikan makanan tambahan yang baik dan bermutu,
diharapkan masalah gizi kurang dan juga kematian pada bayi dan
balita akan menurun.
Ditanyakan mengenai pengalamannya sebagai pemimpin di
United Nation for Children, Menkes mengaku sebagai dokter
anak sehingga concern terhadap kesehatan anak-anak, meskipun
untuk Kementerian Kesehatan perhatian bukan hanya pada
bayi dan balita tapi pada seluruh umur hidup, ibarat sejak dalam
kandungan sampai ke batu nisan.
Mutu kesehatan manusia ditentukan sejak dalam kandungan,
sehingga hidupnya lebih berkualitas di usia lanjut. Ini perlunya
perhatian terhadap gizi pada bayi dan balita. Apabila sejak
kecil diperhatikan kesehatan fisik, mental, dan sosialnya, maka
kesehatannya akan tetap terjaga sehingga kehidupannya akan
lebih baik.
Begitu pula sebaliknya, apabila sejak bayi sudah kekuangan
gizi, tidak diberikan ASI sehingga perkembangan otaknya tidak
maksimal, paru-parunya terganggu karena orang di sekitarnya
merokok, maka anak tersebut akan mengalami penderitaan
dalam hidupnya.“Makanya sekarang banyak kita temukan, usia 50
sudah sakit macam-macam”, jelas Menkes.
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 67
RESENSI
P
enyakit infeksi
masih merupakan
salah satu masalah
kesehatan
masyarakat yang
penting dan salah satu obat
andalan untuk mengatasi
masalah tersebut dengan
menggunakan antibiotik.
Penggunaan antibiotik
dalam pelayanan
kesehatan seringkali tidak
tepat sehingga dapat
menimbulkan pengobatan
yang kurang efektif dan
dapat meningkatkan
risiko terhadap keamanan
pasien, meluasnya resistensi
obat dan tingginya biaya
pengobatan.
Pengaturan Pedoman Umum
Penggunaan Antibiotik
bertujuan untuk memberikan
acuan bagi tenaga
kesehatan menggunakan
antibiotik dalam pemberian
pelayanan kesehatan, fasilitas
pelayanan kesehatan dalam
penggunaan antibiotik,
serta Pemerintah dalam
kebijakan penggunaan
antibiotik. Pedoman Umum
Penggunaan Antibotik
dituangkan dalam Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor:
2406/Menkes/Per/XII/2011
tentang Pedoman Umum
Penggunaan Antibiotik.
Buku ini diharapkan dapat
menjadi acuan nasional
dalam menyusun kebijakan
penggunaan antibiotic bagi
Rumah Sakit dan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan lain
baik milik pemerintah
maupun swasta.
Informasi lebih lanjut
tentang buku ini dapat
menghubungi Pustakawan
Perpustakaan Kementerian
Kesehatan pada nomor
telepon (021) 5223003,
email: perpustakaan@
kemkes.go.id, atau
perpustakaan.depkes@gmail.
com, facebook: Perpustakaan
Kementerian Kesehatan, dan
twitter: @depkeslib. Buku
secara lengkap (full text)
dapat dibaca dan diunduh
melalui website: http://
perpustakaan.depkes.go.id.
Nomor Klasifikasi: 615.1
Judul
Pedoman umum penggunaan antibiotik
Impresum:
Jakarta : Kementerian Kesehatan RI :
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan
Alat Kesehatan, 2011
Kolasi: x, 98 hal,; 21 cm
Subyek: 1. ANTIBIOTICS, 2. PHARMACEUTICAL,
3. DRUG - ANTIBIOTICS
M
asalah
kesehatan
pada usia
sekolah
berbeda-
beda menurut kelompok
umurnya. Pada usia
siswa Sekolah Dasar
masalah kesehatan yang
ada adalah Pola Hidup
Bersih Sehat (PHBS) yang
rendah, sedangkan pada
siswa Sekolah Menengah
Pertama (SMP) dan Sekolah
Menengah Atas (SMA)
masalah kesehatan lebih
banyak dipengaruhi perilaku
berisiko.
Pembinaan Kesehatan anak
usia sekolah dilakukan
melalui program Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS).
Salah satu pendekatan
dalam program UKS ini
adalah melibatkan peserta
didik sebagai penggerak
perilaku bersih sehat melalui
program dokter kecil. Dokter
kecil diharapkan dapat
berperan serta secara aktif
bersama-sama masyarakat
sekolah dalam upaya
meningkatkan kesehatan
dirinya sendiri, teman-
temannya dan masyarakat
serta lingkungan sekolah
dan tempat tinggalnya.
Buku ini dibuat sebagai
sebagai pedoman bagi
tenaga kesehatan dalam
memberikan pekatihan
dokter kecil dan merupakan
hasil cetak ulang edisi tahun
2009.
Informasi lebih lanjut
tentang buku ini dapat
menghubungi Pustakawan
Perpustakaan Kementerian
Kesehatan pada nomor
telepon (021) 5223003,
email: perpustakaan@
kemkes.go.id, atau
perpustakaan.depkes@gmail.
com, facebook: Perpustakaan
Kementerian Kesehatan, dan
twitter: @depkeslib. Buku
secara lengkap (full text)
dapat dibaca dan diunduh
melalui website: http://
perpustakaan.depkes.go.id.
Nomor Klasifikasi: 371.7
Judul :
Pedoman pelatihan dokter kecil
Impresum:
Jakarta : Kementerian Kesehatan RI:
Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan
Ibu dan Anak, 2011
Kolasi:
v, 167 hal,; 23 cm
ISBN: 978 – 602 -235-8937-70-2
Subyek: 1. SCHOOL - CHILD 2. HEALTH
MANPOWER
Pedoman Pelatihan Kecil
Pedoman Umum
Penggunaan Antibiotik
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM68
LENTERA
S
ungguh luar biasa, pemuda ditakdirkan oleh Sang
Pencipta memiliki segudang kreasi dan imajinasi.
Disamping, peluang belajar yang terbuka lebar,
kapan dan dimana saja kalian suka. Mari, gunakan
kesempatan selagi muda, ketika semua potensi
dalam keadaan prima. Jangan membuang waktu, karena
kesempatan itu tak pernah berulang. Fokuslah untuk tetap
belajar dan belajar. Terus pelajari apa saja yang diminati, pasti
berguna bagi kehidupan nanti.
Memang, belajar itu susah, berat dan membosankan. Untuk
itu, tetaplah belajar dengan segala suka dan duka. Baik belajar
formal maupun non formal. Sebab, sesulit-sulitnya belajar,
pasti lebih sulit bila tak belajar. Itulah mengapa, harus tetap
belajar, walau dalam kesulitan. Nikmatilah kesulitan itu, karena
dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Jangan bersedih...!
Waktu terus berputar, silih berganti, seperti perputaran siang
dan malam. Begitu juga dengan kesulitan dan kemudahan. Ia
akan datang silih berganti. Tidak pernah ada siang atau malam
terus menerus. Demikian juga tak ada gembira atau sedih terus
menerus. Maka, sikapilah perputaran itu dengan gembira.
Untukmu
Pemuda Indonesia
Allahuakbar....! Pekik takbir semangat Bung Tomo, masih terngiang segar saat
peringatan Hari Pahlawan nasional, setiap tanggal 10 November. Pekik darah muda
yang menggelegar. Pekik pembakar semangat untuk berjuang dan bekerja yang
lebih baik untuk Indonesia tercinta. Semangat itu tetap mengalir deras dalam diri
para pemuda Indonesia.
Sebab, kegembiraan lebih produktif, walau dalam situasi
sulit. Jadikanlah kesulitan sebagai sarana pembelajaran
pendewasaan berfikir, bersikap dan bertindak. Hanya dengan
cara itu akan membuat pemuda lebih elok dan mempesona.
Karena para pemuda telah siap memikul tanggung jawab
berat untuk menyongsong hari esok.
Pemuda memiliki vitalitas prima, apalagi didukung dengan
struktur tubuh, fikiran dan jiwa yang sehat pula. Untuk itu,
jaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Makan makanan
yang bergizi seimbang, jangan berlebih atau kurang,
berolah raga yang teratur dan beristirahatlah yang cukup.
Jauhi pergaulan seks bebas dan narkoba. Sebab itu sumber
malapetakan.
Para orang tua pasti akan sangat senang dan bahagia, jika
melihat para pemuda menjadi lebih baik dari generasi
sebelumnya. Lebih pintar, lebih santun, lebih peduli sesama,
lebih relegius dan toleran. Ketahuilah, suka tidak suka, para
pendahulu akan segara tua dan para pemudalah penerusnya.
Semoga para pemuda mampu membawa Bangsa dan Negara
Indonesia tercinta ini menjadi lebih baik lagi. Allahuakbar.....!
Oleh: Prawito
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 69
M
enggunakan motor sebagai transportasi, sangat
murah dan cepat mengantar perjalanan menuju
Stasiun. Cukup beli bensin Rp 12.000 untuk satu
minggu, mondar mandir 8 km dari rumah menuju
stasiun. Selanjutnya menggunakan kereta
dengan harga tiket Rp 8.500,- ( Commuter Line) atau Rp 1.500,-
untuk KRL Ekonomi. Tinggal pilih sesuai jadwal keberangkatan.
Kemudian naik kopaja cukup Rp 2.000,-. Dijamin sampai kantor
rata-rata 30 menit sebelum jam kerja mulai (07.30).
Hari jum’at, tepatnya 2 November 2012, kebetulan tidur lebih
awal, sehingga bangun pkl 03 pagi dalam keadaan segar bugar.
Shalat malam, kemudian shalat subuh, terus mempersiapkan
pakaian olah raga, sarapan pagi dan mempersiapkan
keberangkatan Haris, anak ke empat dari empat bersaudara.
Kini, Haris duduk di kelas 4 SDIT Avicena Bekasi. Dia kebetulan
juga harus berangkat pagi karena ada kegiatan pramuka.
Pukul 05.30 semua siap brangkat. Angkat tas gendong di
punggung, kemudian berpamitan dengan istri yang juga sudah
mempersiapkan keberangkatan. Cuma pagi itu, membantunya
hanya setengah hati.
Ketika tangan terjulur, dengan wajah cemberut tidak menyambut
uluran tangan untuk bersalaman. Ada apakah gerangan ? Apakah
tidak ada uang masak hari ini ? sambil uang beberapa ratus ribu
dijulurkan. Ngak butuh, pinginnya ngobrol, jawab istri singkat.
Baik, kalau begitu kita ngobrol dulu. Maklum, sudah satu pekan
sejak lebaran haji, sedikit waktu untuk bertemu. Berangkat pagi,
pulang malam, langsung tidur, pagi-pagi berangkat lagi.
Setelah ngobrol ngalor-ngidul dan ketawa, ketiwi setengah jam,
sudah saatnya untuk berangkat kerja. Ketika berjabat tangan,
istri bertanya; mana uangnya tadi ? Lho, tadi minta ngobrol, kan
sudah ngobrol. Uangnya lain kali lagi ya, kemudian meninggalkan
rumah sambil berdada-dada gembira menuju tempat kerja.
Bagaimana dengan olah raga ?. Rencana olah raga pagi, jelas
gagal. Karena sampai kantor kurang lebih 07.30, sementara olah
raga senam aerobik mulai 07.00-08.00. Tapi, olah raga masih
dapat dilakukan sore hari pukul 16.00-17.00, di Fitnes centre
Kementerian. Gratis, ada instruktur, dokter olah laga untuk
konsultasi , ruang fitnes nyaman dan lengkap. Hasilnya, sehat
dan menyenangkan. Istri dan anak berangkat kegiatan pramuka
gembira dan olah raga tetap terselenggara.
Motor supra X
Menggunakan motor Supra X, hasil beli kredit selama tiga tahun
sejak 2003, dari rumah menuju stasiun, kurang lebih 30 menit.
Selama perjalanan membaca doa-doa yang dihafal, seperti dzikir
pagi dan sore. Dengan banyak berzikir itu, hati menjadi tentram
dan nyaman. Kemacetan dan perilaku jalanan yang kurang
bersahabat tidak membuat stress, tapi menjadi hiburan, seperti
melihat lomba balap tradisional. Sebab, aturan tak tertulisnya,
bebas menyalip, dari kanan, kiri, oke. Bahkan ada pengendara
yang menyalakan lampu ke kanan, tapi tiba-tiba belok ke kiri
juga boleh. Tak ada larangan, hanya kadang-kadang jatuh, karena
menabrak, tertabrak, menyerempet atau terserempet. Kejadian itu
tak ada yang disengaja. Jadi kalau terserempet, ya…minta maaf
atau maafkan saja. Bangkit, dan tancap gas lagi. Namanya juga
lomba….!
Sampai stasiun, konsentrasi segara membeli karcis. Motor
berhenti dihalaman penitipan motor, kunci tergantung, jaket dan
helm letakan diatas motor, langsung kabur menuju loket antrian
karcis. Tak perlu mikir, kalau motor hilang bagaimana. Sudah ada
petugas yang merapihkan ditempat yang tepat dan aman. Tak
perlu pakai karcis, apalagi mengunci motor. Petugas parkir sudah
sangat mengenali, motor, mobil, jaket, helm, kunci, jas hujan dari
Oleh: Prawito
Menikmati bukan“Meratapi”( Bagian pertama )
Sebagai salah satu pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian di
Jakarta, terbiasa berangkat pagi setelah subuh, pulang malam
menjelang magrib, tiba di rumah selepas isya’. Kegiatan ini
sudah menjadi kegiatan rutin harian. Motor Supra X, menjadi
teman setia perjalanan dari rumah menuju stasiun, selanjutnya
menumpang kereta menuju Stasiun Manggarai, kemudian jalan
kaki 800 meter menuju terminal Manggarai, naik bus Kopaja
menuju kantor. Demikian pula ketika pulang sore hari.
Lentera
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM70
masing-masing pemilik kendaraan, padahal ada ribuan kendaraan
setiap hari parkir disitu. Tak ada yang hilang. Khusus pelanggan
baru, petugas memberi karcis.
Ketika sore atau malam hari pulang kerja, cukup duduk manis
diatas kursi yang tersedia di bawah rimbunan pohon perdu.
Petugas parkir akan mengantar kendaraan setiap pelanggan
dan tak pernah tertukar. Pelayanan profesional itu, dibayar
dengan harga Rp 3.000,- setiap kali penitipan. Uniknya lagi, untuk
beberapa pelanggan yang waktu pulangnya tetap, petugas sudah
paham kereta jam berapa pelanggan itu pulang. Sehingga, ketika
datang ke penitipan, kendaraan sudah dikeluarkan dari kandang
sebelum pemiliknya datang. Luar biasa...!
Gerbong kereta
Gerbong kereta juga tak kalah unik. Penuh sesak itu pasti, walau
harga tiket sudah naik Rp 2.000,-. Kenaikan itu memang tak
menyebutkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan. PT KA
hanya mengumumkan mulai bulan Oktober 2012, tarif kereta
naik Rp 2.000,- Pengumuman itu sendiri sudah dimulai 3 bulan
sebelumnya. Hal ini dilakukan agar para penumpang tidak kaget
dan segera mempersiapkan diri untuk menyesuaikan isi kantong
dengan tarif baru. Ketika ada beberapa penumpang yang
menggerutu, teman yang lain komentar,“tidak ada pengumuman
kenaikan tarif untuk perbaikan pelayanan”, oh benar juga ya,
komentar balik temannya itu membenarkan.
Suara berisik dalam gerbong, mirip konser musik yang selalu
berubah. Ketika baru masuk, suara gemuruh seperti musik rock,
setengah perjalanan, separuh penumpang sudah mulai lelah,
sebagian lagi tertidur, agak sunyi, suara yang terdengar hanya
bisik-bisik lembut penumpang, desisan AC dan mesin kereta,
mirip iringan musik keroncong. Menjelang sampai tujuan, masing-
masing penumpang bersiap-siap turun, gelombang manusia
terjadi, seperti pohon padi disawah tertiup angin.
Selama kurang lebih 30 menit itu, digunakan untuk membaca
Al-quran dengan menggunakan BB. Biasanya satu jus selesai atau
membaca majalah, sambil menikmati berbagai alunan musik itu.
Bila menggunakan kereta yang ber AC, terasa dingin dan nyaman.
Bila menggunakan KRL Ekonomi, hangat, berkeringat dan segar,
gratis mandi sauna gerebong kereta. Coba kalau sengaja mandi
sauna, bagi yang tak punya sendiri, berapa bayarnya……? (
bersambung).
EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 71
Mediakom38

Mediakom38

  • 1.
    BALI Totalitas untuk Mandara NAKESTELADAN 2012 Banggalah jadi perawat, banggalah jadi NAKES MEDIAKOM Kementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk Semua ISSN1978-3523 EDISI37IOKTOBERI2012 BEBASKAN PASUNG...!
  • 3.
    ETALASE reDaKsi menerima nasKaHDari PembaCa, DaPaT DiKirim Ke alamaT email kontak@depkes.go.id Peduli Kesehatan Jiwadrg. Murti Utami, MPH SUSUnAn rEDAkSi Penanggung JaWab: drg. Murti Utami, MPH, i reDaKTur: Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS i eDiTOr/PenYunTing Mulyadi, SKM, M.Kes, Busroni S.IP, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Mety Setyowati, SKM, Aji Muhawarman, ST, Resti Kiantini, SKM, M.Kes i Desain graFis dan FOTOgraFer: Drg. Anitasari S.M, Dewi Indah Sari, SE, MM, Giri Inayah, S.Sos, Sumardiono, SE, Sri Wahyuni, S.Sos, MM, Wayang MasJendra,S.Sn,Lu’ay,S.Sos,DodiSukmana,S.I.KomiseKreTariaT:WaspodoPurwanto,Endang Retnowaty, drg. Ria Purwanti, M.Kes, Dwi Handriyani, S.Sos, Dessyana Fa’as, SE, Sekar Indrawati, S.Sos, Awallokita Mayangsari, SKM, Delta Fitriana, SE, Iriyadi, Zahrudin. iALAMAT reDaKsi: Pusat Komunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 109, JL. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950 i TelePOn: 021-5201590; 021-52907416-9 i FaKs: 021-5223002; 021-52960661 i email: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id i Call CenTer: 021-500567 O rang dengan masalah kesehatan Jiwa ( ODMK), mempunyai keunikan tersendiri. Ia sangat berbeda dengan pasien lain. Mulai dari penampilan, penanganan, rujukan dan penanganan pasca perawatan dari pelayanan di sarana kesehatan. Seringkali, pasien kesehatan jiwa keluar dari rumah sakit, kemudian kembali ke rumah, mereka kambuh lagi. Mengapa ? salah satunya tidak ada kepedulian keluarga terhadap mereka. Padahal, mereka sangat membutuhkan perhatian dari orang terdekat dan sekeliling. Kebersamaan, sentuhan, keberadaan dan perhatian orang sekelilingnya sangat menentukan. Penanggulangan kesehatan jiwa masih terus dilakukan kerjasama lintas sektor, seperti Kementerian Kesehatan, Komenterian Sosial, Kementerian Pertanian, dll. Selain itu juga harus melibatkan petugas kesehatan yang terampil dan lingkungan keluarga dan sekitarnya. Karena lingkungan sangat besar perannya dalam menyembuhkan pasien dengan gangguan jiwa. Sebagai contoh seperti yang telah di lakukan Puskesmas Bogor Timur, yang diangkat pada rubrik Media Utama edisi ini, dengan tema“Bebaskan Pasung…!” Kesehatan jiwa bisa terganggu karena berbagai tekanan emosi dan keadaan yang ada di sekeliling, baik lingkungan rumah, sekolah, pekerjaan, jalan raya, dan lainnya. Bagiamana supaya tidak stress dan cara penanggulangannya ? Diantaranya, kendalikan pikiran supaya jangan stress. Sebab yang membuat stress sebagian besar adalah pikiran diri sendiri. Untuk itu harus selalu berpikir positif, tidak merasa dibawah tekanan dan berusaha menerima apapun yang terjadi. Mungkin itu yang harus dilalui dan meyakini pasti ada hikmah dibalik semua itu. Tetap berdoa’a dan tawaqal. Jangan lupa, membaca artikel terkait seperti tips mengelola pikiran supaya tidak stress, bagaimana menanggulangi supaya masalah tidak berlarut-larut. Termasuk rubrik potret yang mengetengahkan Menkes: dr. Nafsiah Mboi. Tak kalah menarik kabar dari tanah suci mekah, antisipasi virus corona, rubrik daerah“kabar dari Bali”dan“menikmati, bukan meratapi”, catatan ringan rubrik lentera. Selamat membaca. Salam sehat…! BALI Totalitas untuk Mandara NAKES TELADAN 2012 Banggalah jadi perawat, banggalah jadi NAKES MEDIAKOM Kementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk Semua ISSN1978-3523 EDISI37IOKTOBERI2012 BEBASKAN PASUNG...! EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 3
  • 4.
    51 65SIapa Dia Kak Seto Ahlijiwa yang cinta dunia anak Ragam Gangguan Akibat kekurangan Iodium 60 perTAnYAAn: Yang terhormat, Kementerian Kesehatan RI Di Jakarta Saya seorang dokter PTT di sebuah Kabupaten di Kawasan IndonesiaTimur menanyakan apakah gaji dan insentif dokter PTT dibayarkan bersama-sama pada untuk bulan Oktober sampai Desember 2012? Mohon jawaban dan informasi selengkapnya. Terima kasih. Salam, Seorang dokter PTT Di Kawasan IndonesiaTimur JAWABAn: Sesuai dengan surat Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan selaku Kuasa Pengguna Anggaran Nomor: KU.01.04/4/2289/2012 tertanggal 24 Oktober 2012 tentang Pembayaran gaji dan insentif PTT triwulan IV tahun 2012 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia bahwa: 1. Gaji PTT bulan Oktober, Nopember dan Desember 2012 akan tetap dibayarkan pada bulan berikutnya setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas dan daftar usulan daftar gaji telah diterima Biro Umum. 2. Insentif PTT untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember 2012 ditunda pembayarannya dan akan dibayarkan pada bulan Januari 2012. Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat atau melalui PusatTanggap dan Respon Cepat (PTRC) Kementerian Kesehatan melalui nomor (kode lokal) 500567 atau email: kontak@kemkes.go.id. SURAT PEMBACA Bali: Totalitas untuk Mandara   EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM4
  • 5.
    INFO SEHAT Kenapa olahraga bikinotak tokcer Menonton TV perpendek usia Vegetarian lebih panjang umur Zat gizi penting untuk mata Olahraga santai tak bisa cegah penyakit? Stres bisa bikin perut selalu lapar Gerakan penangkal pegal seharian di kantor Makanan sehat untuk jantung Gejala stres bisa dilihat dari kulit Mencegah timbulnya gangguan jiwa STOP PRESS Pelaksanaan haji: Perhatian khusus bagi yang berisiko tinggi Kenali dan hindari virus corona Tugas puskesmas dan guru wujudkan sekolah sehat Pemenang sekolah sehat 2012 Banggalah jadi perawat, banggalah jadi nakes Promosi dengan pengobatan gratis Waspadai iklan kesehatan yang menggoda namun menyesatkan Hibah vaksin untuk pemerintah Kenya Kemajuan teknologi untuk kesehatan MEDIA UTAMA Potret pelayanan kesehatan jiwa Indonesia perlu UU kesehatan jiwa Pembangunan kesehatan jiwa Mengembangkan kesadaran diri dan tingkatkan hubungan positif 6-13 14-31 32-50 32-50 51-59 69-71 68 66-67 64-65 60-63 MEDIA UTAMA Bagaimana mengelola masalah supaya tidak stres Awasi putra putri Anda jika sudah kecanduan game Stres pada anak Bebaskan pasung Hasan beruntung ada Hindun Pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas bogor timur DAERAH BALI: Totalitas untuk Mandara Bali dalam angka dan fakta Untuk Bali yang Mandara E-JKBM untuk merengkuh sadikin Gratis layanan antar Kasih ibu sepanjang jalan RAGAM Ganguan akibat kekurangan iodium SIAPA DIA Kak Seto dan Rose Mini Mereka ahli jiwa yang cinta dunia anak POTRET Merubah budaya manusia RESENSI LENTERA Untukmu Pemuda Indonesia Menikmati bukan meratapi DAFTAR ISI EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 5
  • 6.
    INFO SEHAT B ukan rahasialagi jika olahraga dapat membantu memelihara kesehatan dan kesegaran seseorang. Manfaat besar lainnya dari aktivitas fisik ini adalah mampu memperbaiki performa otak untuk jangka waktu panjang. Demikian disampaikan ahli spesialis saraf dari PacHealth@ThePlaza, dr Pukovisa Prawiroharjo, SpS saat ditemui dalam acara“How to Boost Your Brain Power through Exercise”di Jakarta. Menurut Pukovisa, saat seseorang berolahraga akan memicu zat yang dinamakan brain-derived neurotrophic factor (BDNF) di otak. Zat ini penting untuk regulasi pertahanan dan pertumbuhan sel otak. Saat olahraga, zat BDNF dapat mencapai puncak sampai tiga kali lipat dibandingkan saat beristirahat.  Selain pengaruh zat BDNF yang baik bagi otak, olahraga juga memperlancar jalannya aliran darah ke otak. Seperti telah diketahui, otak memerlukan asupan zat makanan yang diperoleh dari darah. “Aliran darah ini bisa semakin lancar dengan bantuan olahraga”, ujarnya.  Jenis olahraga yang baik untuk otak adalah olahraga dinamik, seperti aerobik, jogging, dan berenang. Kegiatan non-olahraga seperti menari juga baik karena gerakannya membantu memperlancar aliran darah ke otak lebih optimal. Dalam kesempatan yang sama, Nino Sujudi dari majalah Men›s Health Indonesia menambahkan, olahraga yang baik dilakukan 3-5 hari dalam seminggu. Olahraga penuh selama 7 hari malah tidak disarankan karena tubuh butuh istirahat dan membentuk otot.  Saat berolahraga, sebaiknya tidak memforsir tubuh selama berjam-jam. Setiap satu set olahraga butuh istirahat sejenak selama 1-2 menit. Agar tidak cedera saat berolahraga, ada baiknya orang melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum dan sesudah olahraga.  Selain itu, fokuskan diri saat berolahraga, rasakan kontraksi otot selama melakukan gerakan. Supaya tidak bosan dalam olahraga maka seseorang perlu memvariasikan latihan. Terakhir, catatlah hasil latihan dalam jurnal sebagai evaluasi,”ujarnya. (Kompas.com) Kenapa olahraga Bikin otakTokcer? EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM6
  • 7.
    Menonton TV perpendek Usia Vegetarian I nginmemiliki panjang umur? Cobalah menjadi vegetarian. Menurut sebuah penelitian, orang yang vegetarian, terutama pria, hidup lebih lama dibanding kebanyakan orang. Peneliti dari Loma Linda University di California menemukan bahwa pria dari kelompok Advent yang memang tidak mengonsumsi daging rata-rata hidup sampai usia 83,3 tahun sementara kaum wanita yang vegetarian hidup sampai usia 85,7 tahun. Usia tersebut lebih tinggi sekitar 6-9 tahun dari populasi kebanyakan.  Penelitian sekitar tahun 1970 dan 1980  yang mengamati sekitar 10.000 orang dari kelompok Advent Hari Ketujuh juga menemukan bahwa usia mereka lebih panjang.  Dalam penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam Food & Nutrition Conference and Expo dengan melibatkan 96.000 orang di Amerika Serikat dan Kanada, hal tersebut semakin dikuatkan. Meski penelitian itu belum selesai sepenuhnya namun ketua peneliti Gary E Fraser mengungkapkan bahwa selain panjang umur, penganut vegetarian umumnya lebih langsing.  Selain itu para penganut pola makan vegetarian juga lebih jarang menderita resistensi insulin dibanding orang yang makan daging.  “Orang yang menganut pesco-vegetarian atau semi-vegetarian yang membatasi produk makanan hewani namun masih makan daging seminggu sekali, memiliki proteksi tingkat menengah,”kata Fraser. (All4woman, Kompas.com) LebihPanjangUmur S emakin banyak anda menonton televisi, semakin pendek usia hidup anda. Demikian kesimpulan yang dibuat oleh para peneliti di Australia. Menurut mereka, setiap jam yang dihabiskan untuk menonton televisi bagi anda yang berusia di atas 25 tahun, maka tingkat harapan hidup berkurang sebanyak 22 menit. Dalam rata-rata kehidupan seseorang, 4,8 tahun berkurang karena menonton televisi. Menurut laporan situs news.com.au hari Selasa (16/10), para peneliti membandingkan mereka yang rata-rata menonton televisi selama enam jam sehari dibandingkan mereka yang tidak menonton sama sekali. Menggunakan data yang digunakan berasal dari Biro Pusat Statistik dan Studi mengenai Gaya Hidup, Kegemukan dan Diabetes Australia, para peneliti ini membuat tabel tingkat harapan hidup berdasarkan kebiasaan menonton televisi warga Australia. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Queensland dan diterbitkan di British Journal of Sport Medicine. “Lamanya menonton televisi bertalian dengan tingkat kematian yang disebabkan oleh faktor-faktor lainnya seperti merokok, kegemukan dan tidak adanya kegiatan fisik,”kata penelitian tersebut seperti dilaporkan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya. “Penemuan ini menunjukkan bahwa tingkat kematian disebabkan juga karena banyaknya waktu yang dihabiskan warga dewasa Australia menonton televisi setiap harinya.” Penelitian ini juga menyimpulkan di tahun 2008, warga Australia yang berusia 25 tahun ke atas menonton televisi sebanyak 9.8 miliar jam di tahun itu saja. Penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa rata-rata warga Amerika Serikat menonton televisi 35,5 jam setiap minggunya. Penelitian menonton televisi ini merupakan penelitian pertama yang menghubungkan dampak menonton dengan tingkat harapan hidup, dan menyerukan adanya usaha bersama guna memperingatkan orang dewasa akan menonton terlalu banyak televisi. ( ADelaide, Kompas.com) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 7
  • 8.
    INFO SEHAT Lutein danZeaksantin Sejumlah studi menunjukkan kedua jenis antioksidan yang masuk golongan karotenoid ini mampu mengurangi risiko penyakit mata kronis, termasuk katarak dan AMD. Tak heran jika belakangan lutein dan zeaksantin makin populer sebagai nutrisi penyehat mata.  Sumber lutein antara lain cabai atau paprika kuning, mangga, bayam, brokoli, sawi. Zeaksantin dapat diperoleh dari paprika jingga, brokoli, jagung, lettuce, bayam, buah asam, jeruk, dan telur. ZatGizi Penting Vitamin C Vitamin ini dapat menurunkan risiko terjadinya katarak dan memperlambat perkembangan AMD serta hilangnya ketajaman visual. Banyak terdapat dalam jambu biji, jeruk, bayam, pisang, apel, tomat, pepaya, nenas, brokoli, stroberi, paprika, kiwi, dan blewah. Vitamin E Dapat melindungi sel-sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas. Sumber vitamin E antara lain almon, kacang tanah, ubi jalar, bayam, sawi, pepaya, asparagus, paprika. Asam lemak esensial Membantu memelihara sistem saraf, memberi energi bagi sel- sel dan meningkatkan sistem imun. Omega-3 penting untuk perkembangan visual yang baik dan fungsi retina. Sumber omega-3 misalnya ikan salmon, tuna, kakap, makarel, bilis, sardin, tiram, kedelai, tahu. Zinc Tras mineral ini disebut juga molekul penolong. Berperan penting dalam mengangkut vitamin A dari hati ke retina untuk memproduksi melanin, pigmen pelindung di mata. Zinc terkonsentrasi tinggi di mata, terutama retina dan koroid, lapisan jaringan pembuluh darah yang ada di bawah retina. Sumbernya daging sapi, lobster, udang, telur, salmon, susu, yoghurt, biji wijen, biji labu, oat. Sulfur Membantu menjaga lensa mata tetap kuat. Bisa diperoleh dari bawang putih dan sayuran keluarga kol. (SehatNews.com) Kalau hanya mengandalkan wortel untuk menyehatkan mata, itu kuno. Supaya mata indah dan bercahaya, untuk mencegah penyakit, dan menunda pemakaian kacamata di kemudian hari, konsumsi beragam buah serta sayuran. Bukan cuma yang berwarna jingga, tapi juga merah, kuning, hijau. Tidak cukup hanya dengan vitamin A karena mata kita perlu bermacam-macam zat gizi. Matauntuk EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM8
  • 9.
    C ukup banyak penelitianyang menyarankan olahraga moderat 30 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan. Namun, studi terbaru mengatakan bahwa yang penting adalah intensitasnya, bukan durasinya.  Hal itu berarti, meski sama-sama melakukan olahraga jalan kaki dengan durasi yang sama, tetapi yang lebih berdampak positif adalah olahraga jalan kaki cepat sampai berkeringat. Dalam penelitian, orang yang melakukan jalan cepat dan jogging selama dua sampai empat jam per minggu, risiko terkena sindrom metabolik turun sampai 50 persen. Sedangkan mereka yang berolahraga jalan kaki dalam kecepatan santai setiap hari tetap berisiko terkena sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah sebutan untuk kumpulan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung dan diabetes. Faktor risiko tersebut termasuk hipertensi, gula darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, kolesterol tinggi, serta lemak perut. “Yang penting bukan waktu yang dihabiskan untuk olahraga, tetapi kualitas waktu itu yang menentukan kesehatan secara keseluruhan,”kata Neeru Jayanthi, direktur medis dari unit kedokteran olahraga Loyola University Health System di Maywood. Jayanthi menjelaskan, kegiatan berkebun jika dilakukan dua sampai empat kali dalam seminggu sampai berkeringat akan bermanfaat. Penelitian yang dilakukannya melibatkan 10.000 orang dewasa berusia 21-98 tahun dari Kopenhagen, Denmark. Mereka ditanyai level aktivitas yang dilakukannya sejak awal penelitian dan terus dimonitor selama 10 tahun. (WebMD) OlahragaSantai TakBisaCegahPenyakit? J angan buru-buru mencari makanan jika perut Anda sering terasa lapar. Coba telisik kembali apakah belakangan ini Anda sedang menghadapi beban pekerjaan atau masalah.  Stres diketahui bisa menyebabkan perut sering kelaparan. Bukankah ketika kita sedang stres karena masalah pekerjaan atau pribadi, kita kerap mencari camilan atau makanan.  Memang ada juga orang yang justru kehilangan nafsu makan jika sendang memiliki beban pikiran, tetapi kebanyakan orang justru menjadikan makanan sebagai pelarian untuk mendapatkan rasa nyaman. Tak heran jika berat badan sulit turun. “Banyak orang menyadari pentingnya mengatasi emosi negatif dan mereka mendapatkan kenyamanan dari makanan,”kata Martin Binks, PhD, direktur riset kesehatan perilaku.  Makanan sebagai pelarian stres juga bisa dipicu oleh hormon yang menyebabkan rasa lapar. “Ada bukti penelitian yang menyebutkan gejala hormonal kompleks yakni melibatkan rasa lapar dan kenyang, serta keinginan makan dipengaruhi oleh stres dan pola tidur,”kata Binks.  Kombinasi dari coping atau pemecahan masalah dengan mekanisme biologi tadi menyebabkan mengapa ada orang yang otomatis mencari makanan untuk meredakan stresnya sementara ada orang yang mencari solusi lain. Bila kita selalu merespon emosi dengan makanan, maka hal itu akan menjadi kebiasaan.“Makin sering kita melakukannya, makin hal itu menjadi pola, kemudian jadi kebiasaan,”kata Anne Wolf, ahli gizi.  Karenanya, menurut Wolf, untuk mengatasinya kita perlu menemukan kebiasaan baru. Misalnya saja, kalau sedang stres biasanya Anda langsung membuka laci untuk mencari camilan, kali ini tunda dulu.  Cobalah untuk duduk tenang, atur napas dan coba lihat apa yang terjadi.  “Penting untuk berhenti dan berpikir mengenai hal itu. Apakah kita memang lapar atau hanya pengin makan sebagai respon stres?,”kata Wolf. Bila kita mau sebentar saja menahan keinginan makan itu biasanya rasa stres itu akan hilang dan kita tak lagi merasa lapar. Lakukan hal ini terus sampai akhirnya menggantikan kebiasaan makan berlebih saat stres. (Kompas.com) StresBisaBikin PerutSelaluLapar EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 9
  • 10.
    D uduk berjam-jam didepan komputer pasti akan memicu rasa pegal di sekujur tubuh, atau bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jatung. Beberapa gerakan olahraga bisa menangkal efek negatif tersebut. Kadang-kadang, olahraga tidak benar-benar menangkal efek dari terlalu banyak duduk tetapi hanya mengurangi risikonya. Karena itu, tetap disarankan untuk sekali waktu berdiri lalu beranjak dari meja kerja, sekadar berjalan ke kantin untuk makan siang atau menghirup udara segar. Beberapa gerakan yang diklaim bisa menangkal efek pegal-pegal setelah seharian duduk di kantor antara lain sebagai berikut, Gerakan Penangkal Pegal Setelah Seharian di Kantor INFO SEHAT EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM10
  • 11.
    Deep squats Sederhananya, gerakansquats adalah gerakan jongkok-berdiri yang tujuannya adalah melatih otot paha dan betis. Otot-otot tersebut jarang digerakkan selama duduk di depan komputer, sehingga jadi lemah dan gampang pegal kalau dipakai untuk berjalan. Deep squats dimulai dengan membuka kaki selebar bahu dan tubuh tegak menghadap ke depan. Perlahan, lakukan gerakan jongkok seperti hendak duduk di kursi dengan tumit tetap menapak di lantai. Lakukan serendah mungkin hingga betis menempel dengan paha belakang, tetapi jangan sampai terasa sakit karena bisa memicu cedera otot. Bend and twist Membungkuk (bend) dan memutar pinggul (twist) adalah gerakan yang paling rentan memicu cedera. Jika otot-otot yang terlibat dalam gerakan ini cukup terlatih, maka postur tubuh akan menjadi sangat kokoh menahan pegal meski dipakai untuk duduk berjam- jam. Cara melatihnya adalah berdiri dengan membawa bola atau dumbell kecil di tangan. Posisikan punggung agak memungkuk, dengan tangan mengarah 45 derajat ke depan. Dengan posisi tetap membungkuk, ayunkan bola di tangan ke arah samping lalu secepatnya kembali ke posisi semula. Alternating step-up Gerakan step-up pada dasarnya meniru gerakan naik turun tangga. Alternating step-up membuatnya jadi sedikit lebih berat, namun itu berarti akan menghasilkan otot-otot paha dan betis yang lebih kokoh untuk menunjang rangka tubuh dalam menopang berat badan. Awali dengan berdiri di atas step atau semacam pijakan yang tingginya kurang lebih selutut. Turunkan salah satu kaki hingga ujung jarinya menyentuh lantai. Namun sebelum tumitnya menapak, angkat kembali dengan kekuatan kaki yang satunya lagi, lalu ulangi untuk kaki yang lain. Walking lunges Lunges atau gerakan jongkok sambil melangkahkan kaki lebar-lebar ke arah depan juga termasuk latihan untuk otot kaki. Karena otot yang digunakan sama seperti saat berjalan atau berlari, maka latihan ini sangat berguna dalam keseharian. Pertama-tama, berdirilah dengan kaki dibuka selebar bahu lalu bayangkan saat ini sedang berada di atas bantalan rel kereta. Langkahkan salah satu kaki jauh-jauh seolah ingin menapak di bantalan rel berikutnya. Begitu menapak, turunkan lutut hingga beberapa centimeter saja di atas lantai. Tarik kaki yang satunya menyusul kaki yang di depan, lalu lakukan bergantian. Cobra Kecenderungan saat duduk di depan komputer adalah terlalu membungkuk, sehingga sering memicu pegal di sekitar otot punggung. Penangkalnya adalah gerakan cobra, yang sesuai namanya, mirip gerakan ular kobra saat berhadapan dengan musuhnya. Ambil matras, posisikan tubuh tengkurap menghadap dengan wajah ke bawah. Telapak tangan menghadap ke bawah, persis di bawah bahu. Tulang panggul tetap menempel di matras, perlahan dorong tubuh bagian atas dengan kedua tangan seperti saat melakukan gerakan push up. Dorong setinggi mungkin hingga punggung melengkung ke belakang, namun batasi jangan sampai kesakitan. (News.com.au) Jantung merupakan salah satu organ penting bagi kehidupan manusia. Organ ini berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Darah yang mengalir di tubuh membawa sari-sari makanan, yang menjadikan tubuh tetap sehat dan kuat untuk beraktifitas. Kesehatan tubuh salah satunya sangat bergantung pada kesehatan jantung. Di bawah ini adalah beberapa contoh makanan yang dapat menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi. Almond Kacang Almond mengandung vitamin B2 (riboflavin), vitamin E, magnesium dan zinc yang secara keseluruhan membuat jantung berada dalam keadaan baik. Selain baik untuk jantung, almond juga bagus untuk kesehatan pembuluh darah dan kulit. Asparagus Sayur hijau ini ampuh untuk menjaga kesehatan jantung, sebab asparagus mengandung folate, vitamin C dan vitamin D, yang dapat menghindari jantung dari radang. Radang jantung adalah kondisi ketika kantung jantung mengalami peradangan, yang menyebabkan terjadinya penimbunan cairan di Jantung secara bertahap dan dalam waktu yang lama. Hal ini akan berakibat denyut jantung menjadi melemah. Kacang Merah Kacang-kacangan mengandung protein nabati, vitamin B, zat besi, dan kalsium. Dengan menyajikan sebanyak 15 gram dalam sup, akan membantu melawan kolesterol jahat yang berbahaya bagi kesehatan jantung. Kacang kacangan pada dasarnya mengandung banyak protein, vitamin B, magnesium, omega-3, kalsium, dan fiber. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. James Anderson dari University of Kentucky , dengan makan satu cangkir kacang matang setiap hari akan mengurangi kolestrol sebanyak 20%. Semua macam kacang menyehatkan, termasuk kacang hitam, kacang kedelai dan bahkan kacang panggang dalam kaleng. Tidak hanya kacang dalam bentuk utuh, tetapi juga hasil olahan kacang, utamanya olahan kacang kedelai, seperti tofu dan susu kacang, mengandung banyak protein, vitamin B1, B12,folate,enzim neacin, kalsium, dan potassium yang baik untuk kesehatan jantung. Makanan Sehat Untuk Jantung EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 11
  • 12.
    INFO SEHAT Lima strategiuntuk memperbaiki gejala stres pada kulit wajah : 1. Kekeringan Stres kronis dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat merusak kemampuan kulit untuk menahan air. Hilangnya kelembaban alami kulit juga dapat mengurangi luminositas. Untuk mencegah efek buruk stres terhadap kekeringan kulit, gunakan produk kecantikan yang hypoallergenic dan bebas pewangi. Produk dengan PH rendah dapat mencegah kekeringan dan peradangan lebih lanjut. Cuci wajah Anda dengan air hangat dan olesi wajah dengan krim yang memiliki manfaat melembabkan. 2. Garis halus Kortisol juga memicu peningkatan kadar gula darah, yang dapat menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin, yaitu serat protein yang mencegah ketegangan otot dan membuat kulit tetap halus. Ketegangan otot juga menyebabkan kerutan permanen pada wajah. Untuk mengurangi garis-garis halus pada wajah dengan mengoleskan krim yang terbuat dari retinol dan antioksidan untuk mendorong produksi kolagen. Gejala stres bukan hanya ditunjukkan melalui perilaku saja seperti timbulnya kecemasan, tetapi juga tampak pada kulit wajah seseorang seperti timbulnya jerawat dan sebagainya. Atasi stres dan lakukan beberapa perawatan khusus agar kulit wajah tetap sehat dan terhindar dari efek buruk stres. 3. Kemerahan Ketika seseorang sedang stres, aliran darahnya akan meningkat karena kapiler darah mengalami perluasan. Karena stres melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga pelebaran kapiler ini dapat bertahan lebih lama dan membuat kulit wajah tampak kemerahan. Atasi stres dengan cara alami dan anda dapat mengoleskan krim topikal yang mengandung anti-inflamasi seperti allantoin dan ekstrak akar licorice untuk meringankan kulit wajah yang kemerahan. 4. Jerawat Stres meningkatkan peradangan yang menyebabkan jerawat. Gunakan krim yang mengandung asam salisilat agar kulit mengalami peluruhan dan sel-sel kulit mati berganti dengan sel- sel yang lebih baru dan sehat. 5. Lingkaran gelap di bawah mata Kecemasan akibat stres menyebabkan reaksi berantai, yang mengarah ke gangguan tidur ketika malam hari, sehingga menyebabkan munculnya lingkaran gelap di abawah mata. Gunakan irisan mentimun pada mata untuk menyempitkan pembuluh darah dan getah bening yang membawa cairan penyebab warna gelap pada area mata. (yu) Gejala Stress bisa di lihat dari Kulit EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM12
  • 13.
    Mencegah Timbulnya gangguan Jiwa1. Faktor organo-biologik: • Hindarkan factor genetic, jangan menikah dengan orang yang mempunyai hubungan darah atau persaudaraan. • Hindarkan cedera kepala (trauma). • Hindarkan infeksi (terutama infeksi otak atau selaput otak). • Hindarkan kekurangan gizi dan vitamin. • Hindarkan tumor di otak. • Hindarkan penyalahgunaan zat (alcohol, heroin, ganja, dll). • Olahraga yang teratur. • Pola hidup sehat. 2. Faktor psiko-edukatif: • Anak dibesarkan dengan kasih sayang dan bijaksana (jangan biasakan memukul dan memberikan hukuman fisikmaupun psikis seperti cacian ataupun hinaan. • Biarkan anak tumbuh dengan mandiri. • Tidak dimanja. • Tidak dilindungi secara berlebihan. • Tidak diperlakukan secara tidak adil. • Tidak dijadikan objek oleh orang tua. 3. Faktor sosio-kultural: • Pilih lingkungan yang baik untuk membesarkan anak. • Menyesuaikan diri dengan lingkungan apa saja. • Memiliki pekerjaan yang sesuai dan mencukupi kebutuhan. • Tidak bergaul dengan orang yang tidak bermoral. • Memiliki keyakinan agama yang benar. • Tidak melakukan hal-hal yang berbau kriminal dan tercela. Berikut beberapa ciri orang sehat yang“sakit” yaitu : 1. Sangat mementingkan diri sendiri (egois). 2. Hutang tidak mau bayar. 3. Tidak tahu malu. 4. Senang melihat orang lain susah. 5. Iri hati melihat orang lain berhasil. 6. Curang. 7. Senang korupsi. 8. Tidak mau antri. 9. Suka melanggar segala ketentuan yang berlaku (berbagai Sumber) Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang bisa di cegah atau meminimalisir, berikut ini  mungkin dapat membantu anda mencegah timbulnya gangguan jiwa. Pencegahan gangguan jiwa dapat dilihat dari berbagai faktor berikut: EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 13
  • 14.
    STOP PRESS P uncak ibadahhaji sudah terlewati. Saat ini, ribuan jemaah haji dari seluruh dunia mulai meninggalkan Tanah Haram menuju negara masing- masing menemui keluarga tercinta dan handai taulan. Demikian pula jamaah haji Indonesia yang berangsur-angsur kembali ke Tanah Air. Kloter pertama jemaah haji Indonesia berangkat dari Arab Saudi Rabu 30 Oktober 2012. Minat masyarakat Indonesia untuk pergi haji tahun ini cukup tinggi. Jumlah jemaah haji reguler tahun ini tercatat 196.412 orang, yang terbagi dalam 485 Kloter. Tingginya jumlah jemaah Risti, memunculkan tantangan dalam pemberian pelayanan kesehatan selama penyelenggaraan haji. Kendati demikian, hal ini tidak menyurutkan komitmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mensukseskan pelayanan Pelaksanaan Haji Perhatian Khusus Bagi yang Berisiko Tinggi kesehatan kepada jemaah haji dalam penyelenggaraan haji tahun ini, agar angka kesakitan dan kematian dapat diturunkan. Untuk mengantisipasi tingginya angka jemaah risti, pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jemaah haji telah dimulai sejak dini, yakni sejak enam bulan sebelum keberangkatan. Pemeriksaan dan pembinaan dilakukan melalui Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dengan melibatkan seluruh unsur petugas kesehatan daerah. Pembinaan juga dilakukan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Majelis Taklim, Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI), perguruan tinggi dan Organisasi Masyarakat Islam lainnya serta sektor yang terkait. Menjelang keberangkatan, para jemaah juga menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di masing- masing embarkasi. Perhatian khusus Pelayanan kesehatan selama jemaah berada di Tanah Suci menjadi perhatian Kemenkes. Secara administratif, pelayanan kesehatan ini berada di tiga daerah kerja (Daker), yakni Daker Jeddah, Daker Madinah yang terbagi lagi menjadi 4 sektor dan Daker Makkah dengan 11 sektor. Secara umum, ketiga Daker ini sudah dipersiapkan sarana dan prasarananya jauh sebelum musim haji tiba, dan terus disempurnakan oleh para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan yang mulai bertugas di Daker sejak tanggal 16 September 2012. Sarana dan prasarana yang disiapkan mencakup, antara lain, obat-obatan, alat- alat kesehatan (Alkes), kendaraan ambulans Labaiik… labaiik… labaiik… Kementerian Kesehatan terus berupaya menekan angka kesakitan dan kematian jemaah haji. Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah kesehatan jemaah risiko tinggi, yang jumlahnya diperkirakan mencapai separuh dari jemaah haji Indonesia. EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM14
  • 15.
    dan fasilitas-fasilitas kesehatanseperti Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Makkah dan Madinah, Madinatul Hujjaj di Jeddah, dan Pelayanan Kesehatan Oktagon di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Untuk melengkapi alat kesehatan, secara khusus Kemenkes mendatangkan dua unit rontgen ke Arab Saudi. Alat kesehatan yang dipinjam dari Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) ini ditempatkan di BPHI Makkah dan Madinah. Sementara itu, Madinatul Hujjaj Jeddah menjadi depo obat-obatan dan alkes yang selain melayani kebutuhan Daker Jeddah sendiri, juga sebagai penopang atau buffer stok obat dan Alkes untuk kedua Daker lainnya. Fasilitas yang dulu dikenal jemaah haji Indonesia sebagai Hotel Transit Haji ini juga menjadi pool bagi 31 unit kendaraan ambulans. Instalasi BPHI juga tak luput dari pembenahan. Selain menambah kelengkapan alat kesehatan, Kemenkes juga menambah ruang-ruang tindakan medis, khususnya di BPHI Madinah, agar pasien dapat dilayani dengan lebih baik. Selain itu, Kemenkes juga menaruh perhatian atas kesiapan Safari Wukuf yang menjadi tanggung jawab PPIH Bidang Kesehatan. Safari Wukuf merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji yang sakit, agar mereka tetap dapat melakukan ritual haji pada periode Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), khususnya ketika wukuf di Padang Arafah. Wukuf di Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh para jemaah haji, termasuk mereka yang sakit. Jika tidak dilakukan, maka hajinya tidak sah. Jamaah haji Indonesia yang sakit dan tidak mampu berjalan menuju Arafah untuk wukuf diberangkatkan dengan ambulans atau bus kecil yang disediakan PPIH. Keberadaan mereka di sana tidak menginap, tapi hanya berdiam beberapa jam saja. Selama periode Armina, para jemaah haji yang sakit tak hanya didampingi pembimbing ibadah, tapi juga tenaga medis. Sesuai rencana Upaya persiapan penyelenggaraan haji bidang kesehatan terus menerus dipantau oleh Kemenkes. Untuk memantapkan kesiapan penyelenggaraannya dan melihat langsung kondisi di lapangan, Kemenkes mengirim Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) serta Tim Barang Milik Negara (BMN) beberapa waktu menjelang gelombang pertama Kloter haji Indonesia tiba di Arab Saudi. Tim Wasdal yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Ratna Rosita, MPHM meninjau kesiapan fasilitas-fasilitas seperti Madinatul Hujjaj, BPHI Madinah, BPHI Makkah, Pelayanan Kesehatan Oktagon di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, dan pengelolaan Katering Andalus di Madinah. Adapun fokus kesiapan yang dipantau meliputi aspek pelayanan kesehatan, ketersediaan obat/alat kesehatan, sanitasi surveilans, gizi makanan, ketenagaan dan sarana penunjang (seperti ambulans, dll). Selaku penanggung jawabWasdal, Sekjen memberikan arahan kepada para petugas agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan bersungguh- sungguh mensukseskan pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji, agar angka kesakitan dan kematian dapat diturunkan. Tim Wasdal dan BMN di Arab Saudi menilai persiapan penyelenggaraan haji Bidang kesehatan tahun 1433H/2012M telah berjalan sesuai rencana. Fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan di ketiga Daker telah beroperasi penuh sejak awal kedatangan jemaah haji ke Tanah Suci. Kini para tamu Allah telah kembali ke Tanah Air. Semoga kesempurnaan ibadah haji dapat menjadikan para jemaah menjadi haji yang mabrur dan ,membawa kebaikan untuk bangsa Indonesia. Amiin. (gi. Rief) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 15
  • 16.
    STOP PRESSSTOP PRESS A IDSdan TB yang menjadi salah satu target MDGs masih saja sulit untuk ditanggulangi. Begitupun penyakit yang ditularkan dari binatang seperi flu burung dan flu babi yang juga masih terus memakan korban sampai saat ini. Ini masih ditambah lagi dengan tren meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular, sebut saja jantung, kanker dan diabetes. Jadi tepat sekali bila dikatakan pemerintah kini menghadapi double bahkan triple burden penyakit. Kali ini permasalahan soal penyakit semakin berat lagi. Ingatkah anda akan wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) yang menghebohkan dunia pada tahun 2003 karena telah menyebabkan ratusan nyawa manusia melayang? Ya, SARS pernah menjadi penyakit atau sindrom gangguan sistem pernafasan yang sangat menakutkan warga dunia karena tingginya kasus kesakitan dan angka kematiannya. Tercatat ditemukan 8.069 orang terjangkit kenali, hindari SARS dengan 10% dari penderita meninggal dunia. Kini wabah tersebut mulai mengancam kembali. Kali ini virus corona muncul lagi namun dengan varian/jenis yang berbeda dengan virus corona yang menyebabkan SARS. Sepak terjang virus ini sejak Juli hingga September 2012 telah menelan korban 2 orang dari Arab Saudi dan Qatar. Tidak hanya itu, ada 5 orang asal Denmark dan seorang balita di Hongkong yang juga diduga terkena serangan virus corona ini. Rentetan kejadian ini memunculkan kekuatiran akan merebaknya lagi wabah SARS yang dulu. Celakanya lagi virus ini ditengarai menyebar di kawasan timur tengah tepatnya di Arab Saudi. 2 orang korban yang meninggal dunia memiliki riwayat melakukan perjalanan ke negara tersebut. Kekuatiran ini tidak berlebihan mengingat saat ini sedang musim haji dimana ada lebih dari 2 juta manusia disana. Indonesia sendiri mengirimkan sekitar 210 ribu jemaah haji, dimana 50% diantaranya termasuk ke dalam kelompok risiko tinggi yaitu kelompok jemaah berusia lebih dari 65 tahun dan relatif kondisi fisiknya lemah sehingga rentan tertular penyakit. Tetapi ada hal yang agak melegakan yakni World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa virus tersebut saat ini tidak menyebar antar manusia. Walau begitu, WHO telah menghimbau seluruh petugas kesehatan di 194 negara anggota untuk tetap waspada bila menemukan pasien dengan gejala ISPA. Pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi pun telah melakukan tindakan antisipatif dengan memberikan penyuluhan kepada petugas kesehatan di kloter dan jemaah haji untuk mencegah menyebarluasnya virus ini di seantero negaranya dan terus melakukan kajian yang intens bersama para ahli dan pihak WHO. Terlepas dari kondisi yang masih terkendali, tidak ada salahnya bila kita mengenal lebih jauh tentang virus ini agar kita dapat menghindari dan mencegah Penyakit seolah tidak berhenti mengeluarkan‘produk’terbarunya. Belum lagi tuntas upaya pemberantasan penyakit yang telah lama dikenal, semacam AIDS, TB, dan diare, penyakit bersumber binatang dan penyakit tidak menular mulai unjuk gigi. Virus Corona EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM16
  • 17.
    terjangkitnya penyakit yangjuga dikenal dengan istilah SARS-like disease tersebut. Apa? Kata“Corona”berasal dari bahasa Latin yang artinya“crown”atau mahkota. Ini sesuai dengan bentuk Coronavirus itu sendiri yang kalau dilihat dengan mikroskop nampak seperti mahkota (Gambar bawah). Coronavirus adalah virus yang berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 100-120 nm. Virus ini pertama kali diisolasi pada tahun 1965, dari cairan hidung seorang anak yang menampakan gejala pilek (common cold), yang biasanya disebabkan oleh infeksi Rhinovirus atau virus Influenza. Dan, kenyataannya, memang sulit sekali membedakan antara gejala infeksi Rhinovirus, virus Influenza dan Coronavirus. Selain menginfeksi manusia, Coronavirus juga menginfeksi binatang seperti babi, anjing, kucing, tikus, kelinci, sapi, dan ayam. Pada binatang-binatang ini, infeksi virus ini umumnya juga menyebabkan gejala gangguan pernapasan (pneumonia) seperti halnya pada manusia.  Virus baru ini adalah tipe virus korona yang merupakan anggota keluarga besar virus termasuk flu biasa dan SARS (sindrom pernafasan akut). Virus baru ini bukan SARS dan kini diberi nama ”London1_novel CoV 2012.” Ini adalah pertama kalinya virus korona diidentifikasi di dunia yaitu di Timur Tengah. Infeksi terkini diidentifikasi oleh Badan Perlindungan Kesehatan di Colindale, London. Secara genetik, virus ini sama dengan yang ditemukan di Arab Saudi. Saat ini belum ada cukup informasi untuk mengetahui bahayanya pada manusia. Bagaimana penyebarannya? Virus ini tidak stabil di udara, dan hanya mampu hidup selama 3 jam, sehingga kecil sekali kemungkinan penularan lewat udara. Kemungkinan besar penularan virus ini adalah lewat bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kepada orang yang dekat dengannya.  Virus korona mengakibatkan infeksi saluran pernafasan pada manusia dan hewan. Kedua pasien yang terinfeksi menunjukkan gejala demam, batuk dan sulit bernafas. Saat ini belum diketahui apakah kedua kasus itu merupakan infeksi tipikal atau bukan. Virus ini kemungkinan tersebar melalui air liur ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Tetapi para ahli yakin virus korona tidak terlalu mudah menyebar karena menurut mereka jika memang demikian, maka seharusnya lebih banyak orang yang telah tertular dan bukan hanya dua. Apa gejalanya? Mula-mula gejalanya mirip seperti flu dan Virus Corona EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 17
  • 18.
    bisa mencakup: demam,myalgia, lethargy, gejala gastrointestinal, batuk, radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya. Satu-satunya gejala yang sering dialami seluruh pasien adalah demam di atas 38 °C (100.4 °F). Sesak napas bisa terjadi kemudian. Gejala tersebut biasanya muncul 2–10 hari setelah terekspos, tetapi sampai 13 hari juga pernah dilaporkan terjadi. Pada kebanyakan kasus gejala biasanya muncul antara 2–3 hari. Sekitar 10–20% kasus membutuhkan ventilasi mekanis. Kedua korban meninggal dunia mengalami sindrom pernafasan akut dengan gagal ginjal. Bagaimana mengobatinya? Dokter/tenaga ahli belum mengetahui metode perawatan yang terbaik tetapi pasien dengan gejala-gejala parah harus dirujuk ke unit perawatan intensif agar mereka dapat bernafas dengan normal. Tidak ada vaksin untuk mencegah atau melawan virus ini. Namun pasien mau pun perawat dan dokter yang bertugas diharuskan mengenakan masker dan melakukan protokol penyakit menular untuk mencegah potensi penyebaran virus. Bagaimana mencegahnya? Mencegah lebih baik daripada mengobati, prinsip ini berlaku untuk menghadapi semua jenis penyakit, termasuk SARS like disease. Khusus bagi para jemaah haji, beberapa hal ini mungkin dapat membantu. 1. Tetap tenang karena pemerintah Arab Saudi telah menangani masalah ini. Petugas kesehatan Indonesia yang ada di Mekkah juga siap membantu memberikan pertolongan dan informasi. 2. Jamaah haji tetap menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh menjadi kuat. 3. Jangan terlalu lelah, cukup istirahat. 4. Gunakan masker di tempat terbuka dan banyak orang. 5. Mengonsumsi buah-buahan dalam jumlah yang cukup terutama kurma. 6. Hindari makanan goreng-gorengan dan minuman dingin. 7. Perbanyak minum air dalam suhu normal minimal 8 hingga 10 gelas sehari. (AM, diolah dari berbagai sumber) STOP PRESSSTOP PRESS EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM18
  • 19.
    K ementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepadaPuskesmas yang sekolah binaannya menjadi Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012. Penghargaan diberikan dalam kegiatan audiensi Menkes RI dengan pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012 di Jakarta. Penghargaan diberikan berupa plakat, serta satu unit laptop dan DVD sebagai bentuk apresiasi. Di sela-sela sambutannya, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, mengatakan bahwa Puskesmas TugasPuskesmasdanGuruWujudkan merupakan wadah yang berkewajiban memberikan pembinaan kepada Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Tingkat Kecamatan. Selain itu peran petugas kesehatan dan para guru yang peduli akan masyarakat di sekitarnya mampu menjadikan UKS yang baik bagi masyarakatnya. UKS adalah upaya luar biasa dalam memberikan hak anak, untuk itu marilah Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan sama-sama menjadikan sebagai salah satu usaha pemerintah yang bekerja sama dengan masyarakat dalam rangka Petugas Puskesmas sebagai Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat Kecamatan memiliki peran yang strategis dalam penyelenggaraan Lomba Sekolah Sehat. Peran ini penting terutama dalam pelayanan kesehatan seperti pemberian imunisasi, pelaksanaan penjaringan kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pemberian penyuluhan. Sementara guru berperan dalam peningkatan pengetahuan dan sikap, utamanya dalam memonitor perilaku peserta didik sehari-hari. SekolahSehat pemenuhan hak asasi anak. Program UKS dirintis sejak tahun 1956. UKS dilaksanakan secara komprehensif melalui TRIAS UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat. Pada tahun 1984, diperkuat dengan terbitnya surat keputusan bersama 4 Menteri yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama. Pemberian penghargaan ini merupakan motivasi bagi para petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan pembinaan secara berjenjang di semua sekolah di wilayah binaan. (yu) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 19
  • 20.
    M enteri Kesehatan RI,dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH melakukan audiensi dengan perwakilan dari para pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta. Para pemenang telah berada di Jakarta sejak 24 September 2012, untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan termasuk mengikuti Rapat Kerja Nasional UKS ke XI. Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional tahun 2012  diikuti oleh 94 sekolah, yang Pemenang Sekolah Sehat 2012 terdiri dari: 23 Taman Kanak-kanak (TK)/ Raudathul Athfal (RA): 24 Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI): 24 Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs): 23 Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA), yang berasal dari 24 Provinsi. Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, merupakan 6 sekolah yang terpilih dari masing-masing jenjang pendidikan. Sebanyak 24 sekolah yang meraih predikat Sekolah Sehat tingkat Nasional, berasal dari Provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat. Menkes RI secara simbolis memberikan piagam penghargaan kepada Sekolah dan Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang mendapat predikat sebagai Pemenang Lomba Sekolah SehatTingkat Nasional 2012. Di tingkatTK/RA,TK Atisa Dipamkara, Kec. Curug, Kab.Tanggerang, Banten menjadi juara pertama. Juara II diraih olehTK Aisyiyah Bebekan, Kec.Taman, Kab.Sidoarjo, Jawa Timur. Juara III yaituTK Islam Sa’adatuddarain Wakan, Kec. Praya, Kab. LombokTengah, NusaTenggara Barat. Untuk juara harapan I diraih olehTK Santa Ursula, Kec. Sawah Pada tanggal 25 September 2012 Menkes memberikan plakat kepada perwakilan dari Pemenang Puskesmas pembina UKS dalam rangka Lomba Sekolah Sehat, di Jakarta STOP PRESSSTOP PRESS Menkes: serahkan penghargaan kepada para pemenang lomba sekolah sehat EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM20
  • 21.
    Besar, Jakarta Pusat.TKNegeri Pembinaan Pariaman, Kec. Enam Lingkung, Kab. Padang Pariaman, padang Pariaman mendapatkan juara harapan II. SertaTK Aisyiyah Bustanul Atfhal, Kec. Karanganyar, Kab. Indramayu, Jawa Barat menempati posisi Harapan III. Sementara itu di tingkat SD/MI, SDN Suryakencana, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Prov. Jawa Barat meraih juara pertama, SDK SangTimur, Kec. Cakung, JakartaTimur, Prov. DKI Jakarta mendapatkan juara ke dua. Juara III diraih oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Demangan, Kec.Taman Demangan, Kota Madiun, Prov. Jawa timur, dan yang mendapatkan peringkat harapan I adalah SDN 33 Palembang, Kec. 1B II, Kota Palembang, Prov. Sumatera Selatan, SDN Murungsari 2, Kec. AmuntaiTengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Prov. Kalimantan Selatan meraih harapan II dan SDN 25 Panaikang, Kec. Bantaeng, Kab. Bantaeng, Prov. Sulawesi Selatan berada di posisi harapan III. Ditingkat SMP/MTs, juara I diduduki oleh SMPN 12Tebo, Kec. Rimbo Ilir, Kab.Tebo, Prov. Jambi. Juara II SMPN 1 Susukan, Kec. Susukan, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Juara III ditempati oleh SMPN 1  Kempo, Kec. Kempo, Kab. Dompu, Prov. NusaTenggara Barat. Untuk peringkat harapan I diraih oleh SMPN 1 Selat, Kec. Selat, Kab. Kapuas, Prov. KalimantanTengah. Juara Harapan II SMPN 216, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta, dan SMPN 4 Kediri, Kota Kediri, Prov. JawaTimur mendapatkan harapan III. Untuk tingkat SMA/MA/SMK, Juara pertama diraih oleh MAN Baubau, Kota Baubau, Prov. SulawesiTenggara. Juara II SMKN MuaraTeweh, Kab. Barito Utara, Prov. KalimantanTengah. Juara III diduduki oleh SMAN 78 Jakarta, Kec. Kemanggisan, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Sementara itu juara harapan I berhasil dicapai oleh MAN Jombang, Kab. Jombang, Prov. Jawa Timur. Harapan II SMAN 15 Bandung, Kota Bandung, Prov Jawa Barat dan juara harapan III oleh SMAN 6 Palembang, Kec. Sekip Ujung, Kota Palembang, Prov. Sumatera Selatan. Selain memberikan penghargaan kepada pemenang sekolah sehat dan tim pembina UKS, Kemenkes juga memberikan penghargaan serta hadiah kepada Puskesmas pembina UKS di tingkat Nasional. Di tingkatTK/RA, juara pertama berhasil diraih oleh Puskesmas Curug, Kec. Curug, Kab.Tangerang, Prov. Banten. Juara II ditempati oleh PuskesmasTaman, Kec. Taman, Kab. Sidoarjo, Prov. JawaTimur. Juara III Puskesmas Praya, Kec. Praya, Kab. LombokTengah, Prov. NusaTenggara Barat.  Untuk juara Harapan I ditempati oleh Puskesmas Sawah Besar, Kec. Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta, juara harapan II Puskesmas Pakandangan, Kec. Enam Lingkung, Kab. Padang Pariaman, Prov. Sumatera Barat, dan yang menempati harapan III adalah Puskesmas Margadadi, Kec. Karanganyar, Kab. Indramayu, Prov. Jawa Barat. Untuk di tingkat SD/MI, juara I diduduki oleh Puskesmas Selabatu, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Prov. Jawa Barat. Juara II Puskesmas Cakung, Kec. Cakung, Kota JakartaTimur, Prov. DKI Jakarta. Juara III Puskesmas Demangan, Kec.Taman Demangan, Kota Madiun, Prov. Jawa Timur. Lalu untuk juara harapan I berhasil diraih oleh Puskesmas Makrayu, Kec. 1B II, Kota Palembang, Prov. Sumatera Selatan, juara harapan II Puskesmas SEI Karias, Kec. AmuntaiTengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Prov. Kalimantan Selatan, dan posisi harapan III Puskesmas Bissappu, Kec. Bantaeng, Kab. Bantaeng, Prov. Sulawesi Selatan. Sementara itu di tingkat SMP/MI juara I Puskesmas Rimbo Ilir, Kec. Rimbo Ilir, Kab. Tebo, Prov. Jambi. Juara II ditempati oleh Puskesmas 2 Susukan, Kec. Susukan, Kab. Banjarnegara, Prov. JawaTengah. Untuk posisi juara III berhasil diraih oleh Puskesmas Kempo, Kec. Kempo, Kab. Dompu, Prov. NusaTenggara Barat. Untuk juara harapan I di tempati oleh Puskesmas Selat, Kec. Selat, Kab. Kapuas, Prov. KalimantanTengah. Harapan II Puskesmas Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta, dan Harapan III Puskesmas Sukoreme, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Prov. JawaTimur. Untuk tingkat SMA/MA/SMK, juara pertama diraih Puskesmas Wajo, Kec. Murhum, Kota Baubau, Prov. Sulawesi Tenggara. Peringkat II diduduki Puskesmas Muara Teweh, Kec. Teweh Tengah, Kab. Barito Utara, Prov. Kalimantan Tengah. Juara III Puskesmas Palmerah, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Untuk juara harapan I di tempati oleh Puskesmas Jabon, Kec. Jombang, Kab. Jombang, Prov. Jawa Timur. Juara Harapan II Puskesmas Srijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Prov. Jawa Barat, dan juara harapan III dicapai oleh Puskesmas Basuki Rahmat, Kec. Sekip Ujung, kota Palembang, Prov. Sumatera Selatan. Pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat, telah dilaksanakan untuk tingkat SD/MI sejak 1991; tingkat SMP/MTs sejak 2000; tingkat TK/RA dan SMA/SMK/MA sejak 2004. Hal-hal yang dinilai dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional, antara lain: a. Penilaian terhadap Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat Provinsi, Kab/Kota, dan Kecamatan. Aspek yang dinilai meliputi kegiatan pembinaan UKS, diantaranya pemantauan, pelatihan, dan keterlibatan sekolah. b. Penilaian terhadap sekolah, dengan aspek yang dinilai antara lain kebersihan sarana/prasarana kelas, ruang guru, kantin, toilet, air bersih, tempat cuci tangan, tempat ibadah, kondisi tempat sampah, dan UKS. c.  Penilaian terhadap perilaku kesehatan peserta didik, diantaranya pengetahuan tentang UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). d. Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan, seperti pelaksanaan penjaringan kesehatan dan penyuluhan oleh petugas Puskesmas, dan lain-lain. Tim penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional berasal dari lintas sektor, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri (yu) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 21
  • 22.
    D engan prasarana dansarana yang terbatas serta kondisi geografis yang sulit, perawat yang biasa disapa Efi ini tidak pernah putus asa melayani masyarakat Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Perawat kelahiran tahun 1985 ini tidak menolak ditugaskan di daerah yang tergolong terpencil tersebut, karena dorongan hatinya untuk membantu, membimbing, dan membina serta memperbaiki derajat kesehatan disana. Meski usianya tergolong muda, Efi mau dan mampu mengabdi sebagai pelayan kesehatan, sementara kebanyakan tenaga muda masa kini takut dan menolak untuk bertugas di daerah yang terpencil. Hal ini yang mengantarkan Efi D. Sitanggang, S.Kep terpilih menjadi tenaga kesehatan teladan tahun 2012. Menurut Efi puteri daerah Sumatera Utara ini, menjadi tenaga kesehatan perawat adalah panggilan hidupnya. Efi, telah mengabdikan dirinya sebagai perawat sejak tahun 2009 di Puskesmas Sitiotio Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Dengan transportasi yang minim, efi dan tenaga kesehatan lainnya lebih sering mendatangi pasien ke rumah mereka untuk hal yang darurat atau pasien lanjut usia yang sulit untuk berjalan ke Puskesmas.“Biasanya mereka tinggal telepon dan kami yang perawat yang datang untuk periksa sakitnya”, ujar efi. Kabupaten Samosir yang merupakan daerah kepulauan, sehingga masih ada beberapa desa yang hanya dapat dijangkau menggunakan kapal (boat) sewaan. Selain kapal, efi dan teman- teman nakes lainnya menggunakan sepeda motor untuk mendatangi pasien ke rumah-rumah karena kondisi jalan yang sulit bila dilalui mobil. Begitu pula bila pasien perlu dirujuk ke Rumah Sakit, karena lokasinya yang jauh dari Puskesmas sehingga harus menggunakan kapal menuju rumah Sakit. Inilah yang menjadi kendala. Mengenai program Jampersal, efi mengaku agak sulit awalnya karena sebelum ada Jampersal biaya persalinan tinggi. Hal ini memang sangat membantu masyarakat karena meringankan mereka. Namun, tenaga kesehatan yang biasa menerima upah yang tinggi karena tingginya biaya persalinan tadi, sekarang mengikuti standar yang ada.“Hal ini harus tetap dilakukan karena sosialisasi Jampersal sendiri sudah ada di media- media, dan masyarakat sudah pintar untuk tahu informasi ini”, jelas efi. Predikat teladan ini merupakan tanggung jawab yang harus diembannya. Pesan Presiden SBY yang melekat dalam benak Efi, bahwa harus tetap menjadi teladan di tengah-tengah keluarga, pekerjaan dan masyarakat.“Saat ini bisa go nasional, semoga ke depannya bisa go Internasional”, ucap Efi dengan semangat. Pengalaman yang dia dapat selama berada di Jakarta sebagai tenaga kesehatan teladan akan dia terapkan di daerahnya nanti. Efi juga akan mengajak teman-teman sesama tenaga kesehatan di Samosir untuk menumbuhkan rasa, rasa empati, rasa memiliki dan mencintai daerah, serta mencintai masyarakatnya. “Banggalah menjadi perawat, banggalah menjadi tenaga kesehatan dan mari kita terus mengabdikan hidup kita, karena kita ini adalah pelayan Tuhan”, pesan Efi. (Eci) BanggalahJadiPerawat,BanggalahJadi Nakes Efi D Sitanggang STOP PRESSSTOP PRESS EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM22
  • 23.
    PromosidenganPengobatan GRATIS S ebagai satu-satunya dokter perempuanyang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pulau Morotai, dokter Diana bekerja dengan penuh tanggung jawab. Itu pula salah satu alasan mengapa dia terpilih menjadi Tenaga Kesehatan Teladan Tahun 2012. dr. Diana Pinangkaan memang baru 2 tahun mengabdi di Puskesmas Daruba, Pulau Morotai, Propinsi Maluku Utara, namun sudah banyak pengalaman yang dia dapat selama melayani masyarakat daerah tersebut. Daerah binaan Puskesmas tempat dr. Diana bekerja ada sekitar 20 Desa baik terpencil maupun sangat terpencil. Kondisi geografis yang mayoritas adalah air, dr. Diana seringkali menggunakan kapal laut (speed boat) untuk mengunjungi pasien- pasiennya. Selain kapal laut, akses menuju Ibu Kota Propinsi menggunakan pesawat. Kondisi geografis menjadi salah satu kendala dalam pelayanan kesehatan di Morotai.“Kalau misalnya ada ombak besar, badai, kita paling hanyut ke Philipine karena Morotai itu berada di daerah lautan Pacific”, akunya sambil tertawa. Selain kondisi geografis, kendala lainnya adalah budaya dan kebiasaan masyarakat yang belum mempercayai pelayanan kesehatan. Perempuan asal Menado ini mengaku awalnya tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan masyarakat setempat, melalui pendekatan secara kekeluargaan dan berbaur salah satu cara agar diterima ditengah masyarakat. Masyarakat Pulau Morotai masih mempercayai hal mistis dan pengobatan tradisional, sehingga jarang sekali datang ke Pukesmas. Mengajak dan menyakinkan masyarakat untuk berobat ke Puskesmas pun perlu waktu dan strategi yang tepat. dr. Diana dan tenaga kesehatan lain pun mengadakan pengobatan gratis untuk menarik masyarakat untuk berobat, hal ini cukup berhasil.“Kadang kita promosi dengan pengobatan gratis, baru mereka mau”, ujar dr. Diana. Tingkat perekonomian masyarakat Morotai mayoritas diperoleh dari pertanian dan kebanyakan hasil taninya bukan untuk dijual, hanya untuk konsumsi sendiri, sehingga mereka tidak memiliki cukup biaya untuk berobat ke Puskesmas. Untuk sampai ke Puskesmas pun mereka membutuhkan dana untuk sewa transportasi, sehingga dr. Diana terkadang menjemput pasien dengan mobil. Saat ini mobil satu-satunya yang dimiliki Puskesmas Daruba mengalami kerusakan dan dia berharap agar segera mendapatkan gantinya.“Kalau boleh mobil kita yang rusak, bisa dikirim gantinya karena kita tidak dapat melayani dan berarti pengobatan Pusling berhenti” pesan dr. Diana untuk Kemenkes. dr. Diana mengaku bahagia, senang sekali dan bersyukur kepada Tuhan terpilih menjadi tenaga kesehatan teladan karena bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden SBY dan Menteri Kesehatan untuk pertama kalinya. Sepulangnya dari Jakarta, dr. Diana akan terus melakukan promosi tentang pentingnya kesehatan agar masyarakat mau datang ke pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas sehingga diharapkan derajat kesehatan di Pulau Morotai meningkat. (Eci) dr. Diana Morotai EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 23
  • 24.
    “Saya penderita diabetes,sudah berulang kali berobat ke dokter, tapi tak kunjung sembuh. Kini setelah saya berobat keKlinikTongfang,diabetessayahilang.TerimakasihKlinik Tongfang…” B egitulah kira-kira cuplikan testimoni seorang pasien pada iklan Klinik TCM Tong Fang yang pernah menyedot perhatian sebagian besar orang, karena begitu sering tayangannya muncul di layar televisi. Booming iklan klinik kesehatan Tong Fang yang berhasil menyedot perhatian masyarakat khususnya di dunia maya, menjadi cerita menarik. Banyak orang kemudian menjadi kreatif mencipta iklan sejenis yang diplesetkan dan diparodikan menjadi bahan lucu-lucuan dan olok-olok. di jejaring media social seperti twitter, facebook dan blackberry messenger. Iklan tersebut sukses menyita perhatian pemirsa televisi, mulai warga di perkampungan hingga seorang Menteri Kesehatan. Banyak orang yang terkesima dan akhirnya tergoda untuk mencoba pengobatan tradisional, pengobatan alternative, atau pengobatan herbal tersebut. Apapun namanya, pengobatan jenis ini memang semakin populer saja. Seakan ini menjadi jawaban bagi ancaman penyakit masa kini, khususnya penyakit tidak menular macam jantung, kanker, diabetes dan stroke. Alasan yang diungkapkan pengguna sederhana saja, keputusasaan terhadap pengobatan konvensional yang tidak membuahkan hasil sehingga memutuskan untuk mencobanya. Padahal janji-janji, harapan dan testimoni yang diberikan tidaklah sepenuhnya benar bahkan cenderung menyesatkan. Etika kedokteran saja yang memiliki dasar keilmuan fomal dan dibantu teknologi tinggi tidak boleh menjanjikan kesembuhan, tetapi para pengobat tradisional ini dengan berani mengobral janji manis. Media massa, baik cetak, online maupun elektronik, memang masih menjadi andalan banyak kalangan untuk mempromosikan produknya baik berupa barang maupun jasa. Hal ini pun disadari oleh para pelaku kesehatan, khususnya pengobat tradisional. Tapi yang disayangkan adalah promosi yang mereka lakukan terlalu masif dan kerap menyesatkan. Mereka seolah punya dana berlimpah untuk terus muncul di TV. Pemerintah sepertinya tidak berdaya menghadapi gencarnya iklan mereka. Jangankan untuk menghentikan penayangannya, untuk memasang publikasi penyeimbangpun masih terkendala dengan keterbatasan anggaran. Pelanggaran iklan kesehatan tidak hanya berbentuk pengobatan tradisional ala Traditional Chinese Medicine (TCM), tapi banyak ragam lainnya. Bila kita perhatikan, ada produk obat atau produk kesehatan rumah tangga yang menggunakan model iklan seorang selebriti yang juga berprofesi sebagai dokter dan atau menggunakan atribut dokter. Mungkin pernah juga kita lihat iklan rumah sakit yang tidak berdomisili di Indonesia, tetapi berlokasi di negara tetangga seperti China, Malaysia dan Singapura. Dan masih banyak variasi iklan kesehatan lainnya. Ini baru di media televisi, belum lagi kita mendengar iklan semacam itu di radio. Setiap haripun kita melihat dan membacanya di koran, majalah dan tabloid yang jenisnya jauh lebih beragam dan frekuensinya lebih sering dibandingkan yang kerap kita lihat di televisi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Jakarta, bahkan di media lokal/daerah juga promosi pengobatan tradisional/ alternatif sudah mulai menjamur, baik WaspadaiIklanKesehatanyang Namun Menyesatkan Menggoda STOP PRESSSTOP PRESS EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM24
  • 25.
    yang bentuknya iklanmaupun berupa program talkshow. Bila ditelusuri lebih jauh, mereka juga sekarang sudah menyentuh promosi melalui media online dan media sosial. Ini belum termasuk strategi pemasaran melalui word of mouth dari orang ke orang atau pada komunitas- komunitas tertentu yang sulit dideteksi dan dicegah. Langkah pemerintah Berbicara mengenai iklan kesehatan, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebenarnya telah membuat rambu-rambu yang harus dipatuhi oleh berbagai pihak. Rambu- rambu tersebut dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan No.1787/ MENKES/PER/2010 yang efektif berlaku sejak 28 Desember 2010. Permenkes ini mengatur dengan jelas segala hal yang diperbolehkan dan dilarang dalam materi iklan di media massa. Sebenarnya produk hukum ini tidak melarang total fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan mempromosikan produk barang dan jasanya, hanya saja ada beberapa hal yang perlu dibatasi dan harus sesuai dengan etika profesi, etika rumah sakit dan perundangan lainnya yang berlaku. Pasal-pasal didalamnya mengatur secara jelas tentang larangan- larangan dimaksud. Adapun ketentuan yang sering dilanggar diantaranya: mempublikasikan metode, obat, alat atau teknologi kesehatan yang belum diterima oleh masyarakat kedokteran karena manfaat dan keamanannya belum terbukti; mengiklankan promosi penjualan dalam bentuk potongan harga (diskon); dan member testimony/kesaksian atas hasil yang diperoleh, padahal hal tersebut tidak benar terjadi. Selain mengatur soal hal-hal yang berkaitan dengan isi iklan, Permenkes tersebut juga mengamanahkan untuk membentuk tim penilaian dan pengawasan iklan kesehatan di media massa. Tim ini memiliki kewenangan antara lain untuk: memberi konsultasi atas materi iklan, menerima dan memeriksa laporan pengaduan masyarakat tentang iklan kesehatan, memanggil dan meminta keterangan saksi/pelapor dan member rekomendasi kepada Menteri/pejabat yang ditunjuk untuk mengambil tindakan administratif. Sesuai perintah Permenkes tersebut, telah diterbitkan pula Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.038/ MENKES/SK/II/2012 tentang Tim Penilaian dan Pengawasan Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Tim ini diketuai oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik yang anggotanya adalah para Sekretaris Unit Utama Kemenkes, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenkes, Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Kemenkes dan ex.offcio dari BPOM. Kemenkes sesungguhnya sangat mendukung pengembangan pengobatan tradisional/alternatif yang telah ditemukan sejak jaman nenek moyang dulu. Indonesia yang memiliki kekayaan alam EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 25
  • 26.
    yang luar biasamenyimpan potensi besar untuk dapat menjadikan tanaman obat menjadi media pilihan dalam mendukung proses penyembuhan penyakit dengan obat-obatan kimia. Ribuan suku bangsa di Indonesia juga menyimpan metode pengobatan dan racikan ramuan turun- temurun dari bahan alami yang diakui cukup mumpuni menyembuhkan beragam jenis penyakit. Data Riskesdas 2010 menunjukkan jumlah penderita dan angka kematian akibat penyakit tidak menular mengalami tren peningkatan. Riskesdas juga memperlihatkan bahwa 59% masyarakat merasakan manfaat ramuan tradisional atau jamu. Saat ini, pelayanan kesehatan tradisional sudah ada di sekitar 51 RS pemerintah dan puskesmas. Data dan kondisi tersebut menggambarkan hal yang positif, bahwa peningkatan tren penyakit tidak menular juga diikuti oleh kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan non konvensional. Tapi sekali lagi sifatnya bukan sebagai pengobatan utama, tapi sebagai penunjang. Obat konvensional bekerja untuk mengatasi penyakit, sedangkan obat herbal bekerja untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga diharapkan kombinasi keduanya dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit . Yang penting juga, apapun pilihan cara pengobatan, baik konvensional saja ataupun yang disertai tradisional, tetap harus berlandaskan diagnosis dokter. Adapun metode pengobatan tradisional yang sudah diakui saat ini di Indonesia adalah akupunktur, hiperbarik dan penggunaan herbal, baik yang dikenal dengan sebutan jamu, obat herbal terstandar maupun fitofarmaka. Kerjasama lintas sektor Kembali kepada upaya yang telah dilakukan pemerintah. Saat ini proses penapisan pengobatan tradisional melalui Dinkes Kabupaten/Kota mulai diperketat. Demikian juga proses uji obat atau ramuan yang diberikan harus melalui Badan POM. Jadi bagi masyarakat calon pengguna, harap lebih berhati-hati terhadap klinik pengobatan tradisional/alternative yang belum memiliki izin praktik dan izin edar obatnya karena belum teruji dari aspek keamanan dan khasiatnya. Pengobatan macam ini juga ternyata tidak sedikit mengeluarkan biaya. Padahal awalnya hanya diminta biaya ala kadarnya, sekedar untuk menarik minat masyarakat. Namun setelah mulai merasakan ada sedikit perubahan, biasanya konsumen diminta untuk melakukan beberapa kali pengobatan dan menebus biaya ramuan obat-obatan herbal yang diklaim sangat handal. Pada bulan Agustus yang lalu, tim dari Kemenkes, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta pernah melakukan audiensi dengan para komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pada pertemuan tersebut, unsur pemerintah meminta bantuan KPI selaku lembaga yang berwenang mengontrol tayangan lembaga penyiaran untuk menegur media televisi yang menayangkan iklan pengobatan tradisional/alternative yang saat itu tengah marak disiarkan. Alhasil, tidak berapa lama kemudian, iklan-iklan tersebut hilang dari peredaran. Tapi ternyata masalah tidak berhenti sampai disitu. Iklan-iklan melalui media radio dan media cetak belum tersentuh. Media terkesan tidak peduli dengan dampak negative yang mungkin dapat ditimbulkan oleh promosi yang berlebihan dan melanggar aturan main. Tidak hanya itu. Sebelumnya Kemenkes sudah pernah beberapa kali melakukan sosialisasi tentang Permenkes tentang STOP PRESSSTOP PRESS EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM26
  • 27.
    iklan kesehatan tersebut.Beberapa kali Pusat Komunikasi Publik Kemenkes telah mengirimkan surat teguran / himbauan kepada pihak media sehubungan dengan iklan-iklan mereka. Namun sepertinya langkah-langkah tersebut seperti macan ompong yang tidak memberi efek jera kepada media pemasang iklan. Sebagaimana diketahui, iklan merupakan sumber pemasukan dana terbesar bagi media. Menghentikan pemuatan iklan sama saja menutup perusahaan mereka. Sehingga tidak heran bila media cuek saja dengan teguran yang diberikan. Sayangnya, Permenkes tersebut juga tidak memiliki klausul yang mengatur tentang sanksi terhadap media pemasang, tapi sanksi dapat diberikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang diberikan oleh Menteri atau Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. Kedua pejabat ini berwenang untuk memerintahkan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan untuk mengubah, menarik atau menghentikan iklan yang melanggar ketentuan. Bila hal ini tidak dilakukan, maka dapat diambil tindakan administratif berupa: (a) pencabutan surat izin operasional/praktik/kerja untuk jangka waktu selamanya 1 (satu) tahun dan (b) pencabutan surat izin tersebut untuk selamanya. Disamping itu juga dapat dikenakan sanksi oleh Majelis Kehormatan Etik Profesi, Majelis Disiplin Profesi dan/ atau Majelis Kehormatan Etik RS Indonesia. Tindakan preventif Melihat situasi ini, nampaknya upaya preventif harus dikedepankan. Tindakan harus dimulai pada bagian hulu. Disinilah peran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai lembaga yang menerbitkan izin klinik-klinik pengobatan tradisional/ alternative tersebut harus didorong. Dinkes harus lebih tegas dan ketat dalam mengeluarkan izin. Proses penapisan pada sisi metode pengobatan, SDM, obat/ramuan, alat dan kliniknya mutlak dilakukan. Bila semua persyaratan dipenuhi, barulah izin dapat dikeluarkan. Tugas Dinkes tidak berhenti sampai disitu. Sesuai Permenkes 1787, Dinkes juga berkewajiban untuk mengawasi dan memberikan sanksi bila dalam hal promosi masih melanggar segala ketentuan yang ada. Meskipun demikian, upaya pengawasan iklan kesehatan juga tidak boleh surut. Bak gayung bersambut, pemikiran ini juga disadari sekali oleh KPI. Untuk itu pada awal Oktober yang lalu KPI mengundang para stakeholders untuk membicarakan tentang rencana pembentukan kelompok kerja dan penyiapan Memorandum of Understanding (MoU) tentang isu-isu kesehatan di lembaga penyiaran antara KPI dengan Kemenkes, BPOM, IDI, POLRI dan MUI. Materi isu kesehatan tentunya lebih luas lagi dibandingkan hanya soal pengobatan tradisional, tetapi juga program tayangan di televisi seperti berita, film, sinetron, talkshow, dsb yang mengandung content kesehatan. Polri dilibatkan karena sudah mulai banyak aduan dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang telah menipu dan merugikan masyarakat. MUI diikutsertakan dengan pertimbangan mulai maraknya program berbayar/talkshow di TV yang menayangkan pengobatan berdasarkan aliran/kepercayaan agama tertentu/ supranatural. Apabila diperlukan, pokja akan melibatkan kementerian/ lembaga lain, diluar 5 instansi tadi, untuk membahas permasalahan pada tayangan di lembaga penyiaran. Jika rencana ini terealisir maka tugas Kemenkes akan lebih ringan dalam mengawasi tayangan di lembaga penyiaran karena dibantu oleh pokja ini. Pokja akan dibekali dengan buku panduan khusus dalam menjalankan tugasnya dan yang tidak kalah pentingnya juga memilki kewenangan yang lebih kuat dalam melakukan tindakan. Untuk mengantisipasi pelanggaran, pokja juga akan menghimbau para rumah produksi untuk berkonsultasi dengan ahlinya sebelum membuat dan menayangkan iklan. Pokja juga mengharapkan dukungan dari Lembaga Sensor Film (LSF) agar dapat memperketat proses seleksi/sensor tidak hanya terhadap isu SARA tetapi juga isu kesehatan yang telah dituangkan dalam MoU tersebut. Akan tetapi, pekerjaan ini belum selesai sampai disini. Masih ada PR lain yang belum diselesaikan. Apa itu? Promosi melalui media lain yang belum serius digarap, media cetak, online dan sosial. Media ini juga tidak kalah hebatnya dalam memasang iklan bidang kesehatan. Siapa yang sepatutnya berperan? Ada Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (BPP- P3I) dan mungkin Dewan Pers yang dapat diandalkan. Semoga lembaga/instansi ini dapat lebih menunjukkan tajinya terhadap fenomena yang tengah berlangsung, agar masyarakat Indonesia terlindung dari iklan atau program produk dan pelayanan kesehatan yang merugikan. (AM) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 27
  • 28.
    STOP PRESSSTOP PRESS G unamengimplementasikan komitmen tersebut, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan Indonesia telah menyepakati memberikan hibah vaksin Mencevax ACW135 Y kepada Pemerintah Republic of Kenya untuk membantu penanggulangan epidemi Meningitis di negara tersebut. Rencana Hibah vaksin Mencevax ACW135 Y milik Kementerian Kesehatan kepada Pemerintah Kenya dibahas pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Sekretaris Jenderal Kemkes RI tanggal 6 Februari 2012. Rapat Paripurna DPR-RI menyetujui Hibah Barang Milik Negara berupaVaksin Mencevax ACW135 Y milik Kemkes RI kepada Pemerintah Kenya pada tanggal 28 Februari 2012. Pada tanggal 3 September 2012, bertempat di Wisma KBRI Nairobi, Tim melakukan koordinasi dengan pihak KBRI Nairobi dan diterima oleh T Wisnu Mahendra Sihombing, Minister Counsellor KBRI di Nairobi beserta jajarannya guna menyampaikan maksud dan agenda kunjungan. KBRI Nairobi menyampaikan dukungan dan juga menugaskan Third Secretary KBRI Nairobi untuk mendampingi tim selama kunjungan di Nairobi-Kenya. Setelah melakukan serangkaian pembahasan persiapan penerimaaan hibah antara pemerintah Indonesia dan Kenya, disepakati waktu dan tempat serah terima hibah vaksin Mencevax ACW135 Y dari Indonesia. Tepatnya, 5 September 2012, acara serah terima hibah Vaksin Mencevax 135 Y milik Kemkes RI kepada Pemerintah Kenya dilakukan di Ministry of Public Health and Sanitation Republic of Kenya. Pihak kementerian Kesehatan RI diwakili oleh Achmad Djohari, MM Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemkes RI sedangkan pihak Kenya diwakili oleh dr. S. K.Sharif Director of Public Health and Sanitation Ministry of Public Health and Sanitation Republic of Kenya. Menurut ketua tim Achmad Djohari, kegiatan hibah ini untuk membantu penanggulangan penyakit Meningitis di Kenya. Selain itu, pihak Kementerian Kesehatan Kenya mengharapkan kerjasama nyata dengan Kementerian Kesehatan RI dalam menanggulangi penyakit menular lainnya seperti AIDS, Malaria, Yellow Fever. Tim juga berkesempatan melakukan kunjungan ke gudang penyimpanan vaksin Mencevax ACW135 Y milik Kemkes Kenya di Nairobi. Adapun tim yang menyerahkan hibah vaksin terdiiri; Achmad Djohari, SKM, MM (Kepala Biro Keuangan dan BMN), Drs. Setyo Budi Hartono, Kepala Bagian APBN III - Biro Perencanaan & Anggaran, Muhamad Firdaus, ST, MT, MKM dari Pusat Kesehatan Haji, Albert Christanto, S.Farm, Apt dari Dit. Bina Obat Publik Ditjen Binfar dan Alkes, Martono, SAP dari Biro Umum dan Nur Muhamad, SKM, MKM dari Pusat Kerjasama Luar Negeri. Pra Hibah Vaksin untuk Pemerintah Kenya Pemerintah Indonesia menghibahkan Vaksin Mencevax ACW135 Y kepada Pemerintah Kenya tanggal 2 – 7 September 2012. Proses hibah ini, berdasarkan Resolusi WHA tahun 2011 tentang Global Health Security yang menyatakan bahwa negara-negara yang mampu agar dapat membantu negara Afrika dalam menghadapi Epidemi Meningitis. Ahmad Djohari (kiri) dari Indonesia berjabat tangan dengan S.K Sharif dari Kenya EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM28
  • 29.
    Australia: kacamata untuk mencegah kantukketika mengemudi Pada bulan Juni tahun 2012, peneliti-peneliti di Australia menanamkan sensor di dalam kacamata mengemudi untuk mengukur seberapa sering dan lama kedipan mata ketika tidak mengantuk dan mengantuk. Sensor pada kacamata ini terhubung dengan layar pada dasbor. Ketika pengemudi mengantuk, sensor akan menampilkan tingkat kekantukan di dasbor mobil dan memberikan peringatan jika tingkat kantuk melebihi batas aman. Penyakit yang muncul di dunia semakin lama semakin berkembang. Perkembanganya penyakit tentu membahayakan manusia, apalagi penyakit yang mematikan. Manusia berusaha survive melawan perkembangan penyakit dengan melakukan berbagai penelitian di bidang kesehatan maupun bidang teknologi yang mendukung bidang kesehatan. Berikut ini adalah kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai negara di dunia yang dapat mendukung kemajuan kesehatan, seperti yang dikutip dari berbagai sumber. Kacamata ini dirancang untuk pengemudi yang biasa melakukan perjalanan pada malam hari. Kacamata ini kemungkinan baru akan diproduksi masal dalam dua tahun ke depan. Manfaat yang diberikan kacamata ini akan sangat besar, sebab menurut data WHO sekitar 2,4 juta manusia di dunia per tahun meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, dan salah satu penyebabnya adalah karena mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk. Dengan adanya kacamata antikantuk, diharapkan angka kematian di jalan akan dapat menurun. Kemajuan Teknologi untuk Kesehatan EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 29
  • 30.
    Singapura: “robot kepiting”untuk kanker perut Kankerperut atau stomach cancer adalah nama yang digunakan untuk menjelaskan tumor yang berada di dalam perut. Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal National Cancer Institute, Amerika Serikat, kanker perut termasuk jenis kanker yang mematikan. Dari sepuluh orang yang meninggal karena kanker, satu di antaranya disebabkan kanker perut. Kanker perut dapat muncul karena pola makanan yang tidak sehat, seperti sering memakan daging olahan, seperti sosis, daging asap, dan ham. Cara untuk mengobati penderita kanker perut adalah dengan melakukan operasi. Akan tetapi, dengan perkembangan teknologi manusia, seperti yang dilakukan oleh seorang peneliti di Singapura, Lawrence Ho, yang mengembangkan robot untuk mengangkat tumor dengan cepat dan tanpa merusak jaringan perut. Jika biasanya untuk mengangkat kanker perut dilakukan dengan cara bedah perut, hal tersebut tidak perlu dilakukan lagi jika menggunakan robot ini. Caranya hanya dengan memasukkan tabung fleksibel dengan kamera ke tempat kanker yang berada di perut melalui mulut. Kemudian, robot dengan“kaki kepiting” yang telah berada dalam tabung fleksibel tadi akan menjepit jaringan kanker dan mengirisnya, serta mengeluarkannya melalui mulut. Operasi kanker perut dengan menggunakan“robot kepiting”ini sudah dilakukan kepada lima pasien dan telah berhasil. Kemajuan yang diterima melalui penggunaan“robot kepiting”ini adalah pengehematan waktu dalam operasinya. Jika satu kali operasi perut normal biasanya menghabiskan waktu hingga delapan jam, akan tetapi dengan menggunakan kepiting ini pekerjaan tersebut dapat dilakukan rata-rata dalam waktu 18 menit. Kanada: bom ruang kuman Jenis-jenis penyakit menular banyak berkembang di berbagai negara di dunia. Penyakit menular biasanya disebabkan oleh virus, jamur, bakteri jahat ataupun kuman. Penyebarannya melalui suatu media perantara, dapat melalui media makanan, benda sehari-hari, hewan atau bahkan menular melalui manusia. Kuman sendiri merupakan organisme kecil yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik ringan ataupun berat. Kuman bisa terdapat dimana-mana, seperti di remot tv, handphone, uang, sepatu, ataupun ada di tangan kita sendiri. Beberapa penyakit yang dapat timbul karena kuman, misalnya diare dan TBC. Banyak ilmuan dan peneliti di dunia yang berusaha untuk meningkatkan angka kesehatan manusia dengan meminimalkan bahaya penyakit kuman di lingkungan manusia. Seperti yang dilakukan oleh para peneliti di kampus Queen’s University, yang berharap dapat mencegah infeksi atau penyebaran penyakit di rumah sakit STOP PRESSSTOP PRESS dengan semprotan“bom ruang”yang menggabungkan ozon dan uap hidrogen peroksida untuk membunuh bakteri dan menyeterilisasi ruang di sekitar“bom” ditempatkan dalam waktu satu jam. Para peneliti yakin bahwa semprotan ini juga dapat menghancurkan virus, jamur, dan kutu busuk. Setelah“bom kuman” diledakan, dilanjutkan dengan proses sterilisasi untuk menghilangkan bahan kimia dari udara sehingga tempat tersebut aman dan nyaman bagi orang untuk bernapas. Semprotan ini tidak hanya dapat digunakan di rumah sakit, tetapi juga dapat digunakan di tempat rumah ataupun hotel yang dipenuhi kuman. Amerika Serikat: tato gula darah Banyak orang yang suka mengonsumsi makanan atau minuman manis, baik dalam keadaan makan berat atau hanya sekadar cemilan. Bagi mereka yang masih berusia muda cenderung tidak terlalu khawatir dibandingkan mereka yang telah berusia tua terhadap dampak dari seringnya mengonsumsi makanan atau minuman yang manis-manis. Dampak yang sering muncul dari seringnya mengonsumsi yang manis-manis adalah naiknya kadar gula dalam darah. Ketika kadar gula naik, maka yang terpintas adalah penyakit diabetes atau lebih dikenal dengan nama penyakit kencing manis, yaitu penyakit EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM30
  • 31.
    yang disebabkan gangguansistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dampak dari penyakit ini adalah ketika orang yang diabetes terluka, maka lukanya akan lama sembuh dan sering mengalami pembengkakkan. Salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mengonsumsi makanan dengan kadar gula teratur dan rajin memeriksa kadar gula dalam darah. Pemeriksaan kadar gula dalam darah biasanya dilakukan di rumah sakit ataupun klinik-klinik kesehatan. Dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan, seperti yang dilakukan para kimiawan dari Northeastern University, Amerika Serikat, yang telah mengembangkan sebuah metode untuk menyuntikkan sensor neon kecil di bawah kulit yang dapat mendeteksi glukosa atau kadar gula dalam darah, sehingga seseorang tidak perlu bolak-balik rumah sakit untuk mengukur kadar gula dalam darah. Sensor neon yang ditempatkan dalam kulit mirip seperti tato temporary. Cara untuk melakukan pemeriksaannya hanya dengan mengambil foto tato temporery tersebut dengan alat pemindai khusus yang ada di kamera ponsel pintar pemilik tato. Program komputer kemudian akan menganalisa foto tersebut dan melaporkan jumlah gula darah. Walaupun metode ini masih dalam pengujian keakuratan hasil, tetapi dengan“tato gula darah”ini seseorang dapat melakukan penghematan waktu dibandingkan harus ke rumah sakit. Inggris: pil pintar Dengan makin banyaknya penyakit di masyarakat, obat yang ditawarkan pun makin beragam. Obat-obat ini pun makin lama makin dapat dijual bebas dan tidak perlu menggunakan resep dokter. Secara efisiensi waktu ini adalah hal yang baik, akan tetapi dampak yang ditakutkan adalah overdosis dari penggunaan obat yang sembarangan. Pada tahun 2012 ini, sebuah perusahaan farmasi di Amerika Serikat, Proteus Biomedis, mencoba mengembangkan“pil pintar”.“Pil pintar”ini adalah berupa sensor kecil yang ditanamkan dalam beberapa tablet obat yang dapat dikonsumsi pasien dengan aman.“Pil pintar”ini dipasarkan di apotek-apotek di Inggris. Pil yang sudah diminum akan memiliki koneksi dengan ponsel pintar yang dimiliki peminum pil pintar. Pil pintar ini nantinya akan dikoneksikan juga dengan patch tang terdapat pada lengan, yang berfungsi mengukur tekanan jantung. Dari koneksi tersebut, akan muncul hasil di smartpone mengenai waktu yang tepat dan dosis yang tepat untuk mengonsumsi obat ketika seseorang itu sakit.“Pil pintar” ini akan sangat membantu tugas dokter dalam mengawasi kebiasaan pengobatan pasien. Denmark: spons untuk tentara Tentara adalah pasukan militer yang dilatih khusus untuk melindungi negara dari ancaman serius, utamanya yang membahayakan negara. Sebagai kekuatan terdepan, tentara sering kali terlibat dalam peperangan, yang menyebabkan meninggalnya banyak tentara. Salah satu penyebab banyaknya tentara yang meninggal dalam perang adalah karena masalah pendarahan. Atas dasar ini, para peneliti mencoba mencari solusinya, salah satunya dengan mengembangkan spons khusus untuk tentara. Para peneliti di Massachutts Institute of Technology (MIT) mencoba mengombinasikan antara bahan kimia dengan bahan protein pembukaan alami yang ditemukan dalam darah. Dengan penggabungan ini, akan dihasilkan spons yang dapat membekukan darah. Dalam tes yang dilakukan oleh Ferrosan Medical Devices di Denmark, spons kecil itu benar- benar menghentikan pendarahan pada hewan dalam waktu 60 detik. Para peneliti masih terus bekerjakeras agar spons ini dapat digunakan dalam 2 sampai 3 tahun lagi, sehingga masalah pendarahan hebat bagi tentara di medan perang dapat diatasi. Spons ini nantinya diharapkan tidak hanya digunakan khusus oleh tentara, tetapi juga akan diproduksi secara masal sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum sebagai alat pertolongan pertama pada kecelakaan. EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 31
  • 32.
    MEDIA UTAMA EDISI 38I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM32
  • 33.
    dr. Nova RiyantiYusuf, anggota Komisi IX DPR RI, Februari 2012 melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, diantaranya mengadvokasi pembebasan seorang dengan gangguan jiwa (ODGJ) usia 36 tahun yang telah dipasung selama 14 tahun. ODGJ tersebut berhasil dilepaskan dan kemudian dibawa oleh petugas kesehatan ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi. Saat ini masih banyak dari mereka yang lebih lama dalam pasungan. BEBASKAN PASUNG....! EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 33
  • 34.
    K ondisi ini, menjadisemakin rumit, ketika masyarakat dengan pemahamanya sendiri memasung anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Walau sudah ada pelarangan melakukan pemasungan sejak tahun 1977. Ironisnya, kini ada 18.000 orang dengan masalah kesehatan jiwa (ODMK) terpasung di Indonesia. Sementara, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan“Indonesia bebas pasung 2014”. Mungkinkah....?. Merujuk pada data Kementerian Kesehatan, tentang penemuan kasus pasung, dari estimasi lebih dari 18.000 ODMK yang terpasung, baru ditemukan 1020 orang dari 14 provinsi. Dari jumlah temuan tersebut, baru 834 kasus yang mendapat penanganan. Tiga besar provinsi yang menemukan ODMK terpasung berturut-turut yakni: Jawa Tengah, Jawa Timur dan Aceh. Tidak ada kesehatan, tanpa kesehatan jiwa, tutur dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, menutup pemaparan pada acara peran media dalam pelayanan kesehatan jiwa, Sabtu 6 Oktober 2012 di Jakarta. Pernyataan itu terasa menyentak, ketika melihat potret pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia belum memenuhi harapan. Mulai dari minimnya sarana pelayanan kesehatan jiwa, tenaga dokter, perawat dan undang-undang kesehatanan jiwa yang mengaturnya. Untuk menjawab pertanyaan di atas, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nova Riyanti Yusuf mengatakan“berat”. Kalau melihat kendala dan tantangan, sulit mencapai Indonesia bebas pasung 2014. “ Jadi Indonesia bebas pasung baru akan tercapai setelah 2014”, ujar dokter yang namanya sering disingkat“Noriyu”ini. Bagimana caranya ? Hapus diskriminasi Menurut Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat, Yeni Rosa Damayanti, masih banyak dari kalangan masyarakat yang mendiskriminasikan ODMK, bahkan dari anggota keluarga sendiri. Hal ini akan membuat semakin sulit bagi ODMK, untuk bersosialisasi kembali dengan masyarakat, sekalipun sudah normal seperti sediakala. Tetap saja masih ada anggapan negatif.“ Untuk itu semua pihak berkewajiban menghapus cara pandang negatif ini dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat, sehingga memiliki cara pandang yang benar terhadap ODMK”. ujar Yeni. Padahal, kesembuhan ODMK, sangat bergantung dengan penerimaan anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Seperti disampaikan NS.Nia Yuniawati Rahmat, S.Kep, seorang perawat Puskemas Bogor Timur, saat mengunjungi salah satu pasien yang sudah normal dan bekerja sebagai tukang las besi, di daerah Katu Lampah Bogor Timur. Menurut Nia, penerimaan masyarakat, khususnya anggota keluarga, sangat besar pengaruhnya terhadap kesembuhan ODMK.“ Penerimaan itu meliputi; keikhlasan menerima ODMK apa adanya, mendukung dengan tetap menyapa dengan ramah, Media Utama foto bersama saat workshop media kesehatan jiwa EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM34
  • 35.
    EDISI 38 IOKTOBER I 2012 MEDIAKOM 35
  • 36.
    mengajak bergaul denganteman dan tetangga, memberi pujian setiap perilaku baik dan mengingatkan minum obat secara teratur, termasuk kontrol ke puskesmas secara teratur pula”ujar Nia. Menurut Yeni, orang dengan masalah kesehatan jiwa, termasuk katagori penyandang disabilitas. Mereka salah satu yang mendapat perlindungan berdasarkan UU No 19 tahun 2011, tentang pengesahan konvensi hak-hak penyandang disabilitas. “Dengan Konvensi ini, telah mengubah paradigma orang dengan disabilitas dari charity based menjadi rights based. Konvensi ini, bertujuan untuk memajukan, melindungi, dan menjamin penikmatan semua hak asasi manusia dan kebebasan mendasar secara penuh dan setara oleh semua orang penyandang disabilitas dan untuk memajukan penghormatan atas martabat yang melekat pada diri mereka”ujar Yeni. Prinsip-prinsip dari konvensi tersebut antara lain: penghormatan atas martabat yang melekat, otoritas individual termasuk kebebasan untuk menentukan pilihan dan kemandirian. Secara umum, konvensi memiliki prinsip : • Penghormatan atas martabat yang melekat, otoritas individual termasuk kebebasan untuk menentukan pilihan, dan kemandirian orang-orang; • Nondiskriminasi; • Partisipasi dan keterlibatan penuh dan efektif dalam masyarakat; • Penghormatan atas perbedaan dan penerimaan orang-orang penyandang cacat sebagai bagian dari keragaman manusia dan rasa kemanusiaan; • Kesetaraan kesempatan; • Aksesibilitas; • Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan; • Penghormatan atas kapasitas yang berkembang dari anak-anak penyandang cacat dan penghormatan atas hak anak-anak penyandang cacat untuk melindungi identitas mereka. Partisipasi dan keterlibatan penuh dan efektif dalam masyarakat. Penghormatan atas perbedaan dan penerimaan orang-orang penyandang cacat sebagai bagian dari keragaman manusia dan rasa kemanusiaan, kesetaraan kesempatan, aksesibilitas dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Menurut Yeni, karena negara-negara yang meratifikasi konvensi ini, maka negara berkewajiban untuk menjamin dan memajukan pemenuhan semua hak asasi manusia dan kebebasan mendasar semua orang penyandang cacat tanpa diskriminasi atas dasar kecacatan mereka. “Untuk itu, negara pihak yang berkewajiban untuk mengadopsi semua langkah legislatif, administratif, dan lainnya untuk pelaksanaan semua hak yang diakui dalam konvensi ini. Termasuk mengambil semua langkah yang layak, untuk memperbaiki, menghapuskan hukum, kebiasaan, dan praktik-praktik yang diskriminatif terhadap orang-orang penyandang cacat”; tambah Yeni. Pra EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM36
  • 37.
    Peran media Menurut AgusSudibyo, Komisi Pengaduan Masyarakat Dewan Pers, ODMK, sering mendapat stigma negatif dari masyarakat. Mereka sering diperlakukan secara diskriminasi dalam berbagai hal. Perlakukan masyarakat seperti ini, ada andil dari pemberitaan media yang tidak tepat dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.“Hal ini disebabkan tidak pahamnya wartawan wartawan merupakan manusia ensiklopedis, yakni pengetahuannya luas, tapi hanya sedikit, termasuk konten kesehatan jiwa secara utuh. Maklum tidak ada wartawan yang berlatar belakang dokter atau psikiatri”, ujar Agus. “Sebenarnya, wartawan tidak berniat buruk, tapi karena ketidakpahamannya secara utuh, dapat menyebarkan kesalahpahaman. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi isu- isu kesehatan secara periodik kepada wartawan, khususnya kesehatan jiwa, seperti workshop peran media bertema isu kesehatan”, tambah Agus. Menurut dr. Pandu, sesepuh ahli kesehatan jiwa, begitu wartawan menyebut, secara sukarela menyediakan waktu berdiskusi dengan wartawan.“Tema yang akan diangkat disesuaikan dengan kebutuhan atau isu yang sedang trend. Untuk saat ini misalnya terkait dengan tawuran pelajar”, ujar dr. Pandu. Hal disampaikan saat berbincang-bincang mengikuti workshop peran media dalam meningkatkan derajat kesehatan jiwa di Indonesia, 6 Oktober 2012, di Jakarta. Menurut Agus, kesalahan wartawan menyampaikan pesan kepada publik juga karena pengaruh trend berita online. Yakni media yang berusaha menyajikan berita secara cepat. Masing- masing media berusaha ingin menjadi penyaji berita yang paling cepat. Karena mengejar cepat, sehingga kode etik jurnalistik dilanggar.“Seharusnya, walau kejar tayang tetap melaksanakan kode etik seperti; akurasi , keberimbangan, pemisahan fakta dan opini, menguji informasi, asas praduga tak bersalah dan tidak menyalahgunakan profesi. Menghindari prasangka dan diskriminasi sara, jenis kelamin, orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani”, ujar Agus. EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 37
  • 38.
    Hasan Beruntung ada HindunHasan(34 th), pernah mengalami gangguan jiwa. Kejadianya bermula dari rasa kecewa yang mendalam saat duduk di bangku SMP. Ia tak mendapatkan nilai sebagus waktu duduk di bangku SD. Rasa kekecewaan itu terus berlanjut. Tanpa sadar, hasan mulai tertawa sendiri. Tidak tahu apa yang ditertawakan. Kemudian berjalan keluar rumah tanpa tujuan. Hasan sedang mengecat pagar besi ditempat kerja dekat rumahnya EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM38
  • 39.
    U ntunglah, Hindun, ibundaHasan segera menyadari hal ini dan mengantarkan ke puskesmas Bogor Timur untuk berobat. Memang tidak mudah membawa orang yang bermasalah dengan jiwa ke tempat penyembuhan. Hasan selalu bilang“saya tidak sakit”. Tapi dengan berbagai cara, Hindun dapat membujuk supaya bersedia berobat.“San, kamu harus berobat, karena kulitmu banyak panu, agar kulitmu bersih, nanti cepat dapat jodoh”, ujar Hindun yang sudah menjanda. Suaminya telah meninggal sejak Hasan masih umur 8 bulan. Setelah beberapa kali berkunjung ke Puskesmas Bogor Timur untuk pengobatan. Hasan bisa di katakan pulih, tetapi harus tetap minum obat terus menerus. Untuk pemberian obatpun ibunya harus terus menerus membujuk agar bersedia minum. “Mendampingi minum obat, butuh ketekunan khusus. Ke ikhlasan demi seorang anak sembuh total dari gangguan jiwa. Juga doa yang tidak ada putus-putusnya”ujar Hindun dalam bahasa sunda. “Saya tak pernah merasa kecil hati atau minder dengan kondisi Hasan yang bermasalah dengan kesehatan jiwanya. Sebab ini kehendak Allah, saya hanya berusaha membantu untuk kesembuhannya. Alhamdulillah, tetangga juga mengerti dan mendukung untuk kesembuhan Hasan”, aku Hindun Penanganan pasien gangguan jiwa memang tidak mudah, uang saja tidak cukup untuk penyembuhan harus ada kepedulian, terutama dari keluarga dan orang-orang terdekatnya. Contoh pasien gangguan jiwa lain, dia sarjana, berkeluarga dan cukup mampu. Mungkin ada pencetus, lalu stres dan tidak bisa mengelolanya, kemudian stres berkelanjutan. Sementara, keluarganya tidak membantu dalam pengobatan, bahkan di cemooh dan di kucilkan, akibatnya semakin parah. Hasan yang menderita gangguan jiwa kini sudah sembuh dan dapat beraktifitas kembali ke masyarakat. Ia bekerja sebagai pengelas pagar di rumah pak Oman Lukman, tetangganya.“Dia baik, nurut dan rajin kerja”, ujar Lukman. Lukman, sosok tetangga yang peduli untuk memberdayakan Hasan sebagai salah satu tenaga kerjanya. Ia berharap dengan adanya kesibukan, mengurangi kesempatan untuk melamun. “Gajinya sih tidak seberapa, yang penting ada kesibukan, sehingga tidak kambuh lagi”, ujar Lukman. Jadi kesembuhan Hasan, sangat ditentukan dukungan keluarga terutama ibunya dan orang-orang terdekat seperti tetangga yang mengajaknya untuk bekerja. Hasan, 4 bersaudara dan sebagai anak bontot, harus mencari penghidupan sendiri bersama Hindun. Bekerja sebagai tukang las, Ia mendapat gaji Rp 30.000/hari. Paling banyak satu bulan hanya bekerja 10 hari, sisa waktu untuk kegiatan rumah dengan membuat telor asin. Hasan beruntung ada Hindun, bagaimana dengan Hasan-Hasan yang lain ? Hasan berkeinginan membuka las sendiri, berusaha mencari uang yang banyak untuk menikah. Sebab dengan menikah akan ada orang lain yang peduli, selain Hindun dan dirinya. Menurut suster Nia dari Puskesmas Bogor Timur, menikah dapat menyembuhkan gangguan jiwa.“ Ada banyak kasus perceraian, berujung pada gangguan jiwa, setelah rujuk kembali, mereka segera sembuh permanen”, kata suster Nia (Pra,Yn) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 39
  • 40.
    U U Kesehatan Jiwadiperlukan untuk melindungi hak- hak ODGJ dengan memberikan kerangka hukum untuk mengatasi isu-isu penting seperti integrasi ODGJ kembali ke masyarakat, peningkatan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan jiwa, perlindungan hak asasi manusia, seperti hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perumahan, dan hak untuk bekerja. Legislasi juga dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan Kesehatan Jiwa dan mencegah gangguan jiwa. Menurut WHO, hingga tahun 2003 terdapat 25% negara-negara dengan hampir 31% dari populasi dunia yang belum memiliki UU Kesehatan Jiwa. Setengah dari UU Kesehatan Jiwa yang berlaku di seluruh dunia saat ini disahkan setelah tahun 1990, sementara sekitar 15% dari undang-undang itu diberlakukan sebelum 1960. Indonesia, sebenarnya telah memiliki UU Kesehatan Jiwa, yaitu UU nomor 3 tahun 1966 tentang Kesehatan Jiwa. Namun, UU 3/1966 tersebut kemudian dibatalkan oleh UU nomor 3 tahun 1992 tentang Kesehatan yang selanjutnya telah diganti dengan UU 36/2009. Menurut anggota DPR RI Komisi IX, dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ Rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa telah masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) 2009-2014 dan sejak 30 Agustus 2012 telah ditambahkan ke Daftar RUU Prioritas 2012. Saat ini, draft Naskah Akademik serta draft RUU Kesehatan Jiwa sedang disusun oleh Biro Perundang-Undangan Sekretariat Jenderal DPR RI yang juga melibatkan tenaga ahli dari Komisi IX. Ditargetkan bahwa Naskah Akademik dan RUU Kesehatan Jiwa tersebut akan diserahkan kepada Komisi IX paling lambat minggu ketiga Oktober untuk dibahas di dalam internal komisi. Setelah Komisi IX menyelesaikan pembahasan dan memberikan persetujuan, maka Naskah Akademik dan RUU tersebut akan diteruskan ke Badan Legislasi untuk dilakukan proses harmonisasi, pembulatan, dan pemantapan. Setelah proses di Baleg tersebut, kemudian Naskah Akademik dan RUU Kesehatan Jiwa akan Indonesia butuh UU KesehatanJiwaMelalui kebijakan yang berpihak kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Pemerintah dapat membuat perencanaan dan program yang mengarah pada pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik. Untuk melaksanakan kebijakan, rencana, dan program tersebut, Pemerintah memerlukan undang-undang yang baik dan proporsional yang akan menempatkan kebijakan dan rencana dalam konteks hak asasi manusia yang diterima secara internasional. diajukan dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota DPR sebagai RUU usul inisiatif DPR dan siap untuk dibahas dengan Pemerintah. Tata Tertib DPR RI membatasi pembahasan sebuah RUU antara DPR dan Pemerintah paling lama dua kali masa sidang dengan kemungkinan tambahan paling banyak satu kali masa sidang (satu masa sidang berlangsung sekitar 3 hingga 4 bulan). “Jadi, jika tak ada aral melintang, maka mudah-mudahan sebelum ulang tahun ke-68 Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2013, kita sudah memiliki UU Kesehatan Jiwa”, ujar dr Nova. UU Kesehatan Jiwa adalah salah satu kebutuhan hukum masyarakat yang mendesak untuk dilaksanakan. Saat ini, peraturan mengenai kesehatan jiwa di Indonesia masih tersebar luas di berbagai peraturan perundang-undangan dan belum terkompilasi dalam suatu instrumen kesehatan jiwa yang menyeluruh. Ini menyebabkan perlindungan terhadap ODGJ belum optimal. UU Kesehatan Jiwa akan menjadi dasar hukum bagi ODGJ dan seluruh masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Keberadaan UU Kesehatan Jiwa diharapkan juga dapat menjadi dasar hukum bagi peningkatan sistem kesehatan mental di Indonesia, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif; pemanfaatan tenaga kesehatan jiwa, sampai masalah perlindungan hukum, baik untuk ODGJ, keluarga ODGJ, maupun tenaga kesehatan mental yang bersinggungan langsung dengan ODGJ. Sebagai perbandingan, berikut adalah beberapa daftar negara yang telah memiliki UU Kesehatan Mental atau sejenisnya, yaitu UU Kesehatan Jiwa Korea dan Hukum Publik Italia (1978), Undang- Undang Kesehatan Mental di Inggris dan Wales (1983), Undang- Undang Federasi Rusia tentang Pengobatan Psikiatri (1992), UU Media Utama EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM40
  • 41.
    Kesehatan Jiwa Belarus(1999), UU Kesehatan Jiwa Jepang (1950), UU Kesehatan Jiwa Austria dan UU Kesehatan Jiwa Argentina (1991), UU Kesehatan Jiwa Pakistan (2001), UU Kesehatan Jiwa Tunisia (1992), UU Kesehatan Jiwa Cina (telah berlaku lebih dari 16 tahun). Bahkan pada tahun 2005 Sri Lanka menyusun Kebijakan Kesehatan Jiwa Sri Lanka (2005-2015) dalam menanggapi tsunami 2004 (meskipun dampak tsunami 2004 Di Sri Lanka tidak seberat seperti yang dirasakan di Indonesia). SUBTANSI UU KESEHATAN JIWA Tujuan utama memberlakukan UU Kesehatan Jiwa adalah untuk memberikan perlindungan yang komprehensif bagi hak-hak para ODGJ, keluarga mereka, dan tenaga kesehatan jiwa yang bersinggungan langsung dengan ODGJ serta masyarakat, terutama yang terlibat dalam pelayanan kesehatan jiwa. Untuk mencapai tujuan yang disebutkan di atas, UU Kesehatan Jiwa akan mengatur beberapa substansi penting seperti pedoman kesehatan jiwa, baik promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif; alur penanganan ODGJ yang baik dengan berbasis keluarga, masyarakat, dan rumah sakit serta koordinasi antar instansi pemerintah yang terkait dengan pelayanan kesehatan jiwa. Selain itu, UU Kesehatan Jiwa juga akan mengatur mengenai sumber daya kesehatan jiwa yang terdiri dari sumber daya manusia, fasilitas, obat-obatan, teknologi dan produk-produknya, serta pendanaan kesehatan jiwa; pemeriksaan kesehatan jiwa untuk kepentingan penegakan hukum; pembinaan dan pengawasan dari pusat layanan kesehatan yang terlibat dalam penanganan ODGJ, serta tugas, wewenang, dan tanggung jawab Pemerintah (Pra, Temmy) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 41
  • 42.
    MEDIA UTAMA K ini, Asepkondisi fisik dan psikis yang tidak memungkinkan bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan hidup hariannya hanya mengandalkan bantuan sana-sini dan hasil kerja serabutan istrinya, termasuk berjualan nasi uduk. Suatu, saat istrinya berhenti berjualan nasi uduk, karena tidak ada modal. Sebagai pegganti usaha, istrinya melamar menjadi pembantu rumah tangga. Melihat kedaan hidup seperti itu, asep berkata“ saya sedih, sepertinya hidup kok tak ada gunanya”. Ungkapan ini sudah menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan jiwa. Kasus di atas menunjukkan adanya hubungan timbal balik gangguan jiwa, fisik dan kemiskinan. Seorang penderita gangguan jiwa bisa tidak produktif dan menanggung biaya kesehatan yang mahal. Mereka juga memiliki pola hidup yang tidak sehat (merokok, kurang aktifitas, makan dan minum tidak teratur), yang akhirnya cenderung menderita berbagai gangguan fisik. Faktor-faktor di atas membuat mereka menjadi jatuh miskin. Sementara sebaliknya, orang yang hidup dalam kemiskinan penuh dengan stres kehidupan yang akhirnya cenderung mengalami gangguan jiwa. Hal ini disampaikan Direktur Bina Kesehatan Jiwa, Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Kemenkes. RI, Dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS, saat paparan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Jiwa pada workshop peran media dalam pelayanan kesehatan jiwa, Sabtu 6 Oktober 2012 di Jakarta. “Masalah medis hanyalah bagian kecil dari masalah kesehatan jiwa, kemudian berpusat di fasilitas pelayanan kesehatan. Sementara di masyarakat, masalah non medis, seperti masalah sosial, perlakuan masyarakat, pendidikan sangat penting untuk di perhatikan. Penanggulangan masalah kesehatan jiwa secara keseluruhan sangat memerlukan peran lintas sektor”, ujar dr.Diah. Selain masalah di atas, masih ada masalah kesehatan jiwa pada Tenaga Kerja Indonesia, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan agresifitas masyarakat, seperti mudahnya tawuran pelajar, tawuran antar kampung dan suku. Meningkatnya angka bunuh diri, kenakalan remaja dan penyalahgunaan napza, menurunnya produktifitas kerja dan sikap yang salah dari lingkungan yang membuat penderita semakin buruk. Kebijakan Pemerintah Secara aspek legal, pemerintah telah mempunyai Undang- Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menangani kesehatan jiwa, khususnya pasal pasal 144, menjamin ketersediaan, aksesibilitas, mutu dan pemerataan, serta mengembangkan Pembangunan Kesehatan Jiwa Asep, pegawai swasta, beranak 4, tiba-tiba harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaannya. Gaji yang selama ini memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sirna. Enam bulan telah ber lalu, tanpa gaji dan penghasilan. Ia hidup dari bantuan sana-sini yang tak pasti. Kini, Ia sendiri terkena penyakit gula darah yang semakin berat. Sebulan yang lalu, Ia masuk rumah sakit selama 7 hari. Karena tak punya kartu jaminan kesehatan, tak mau berobat di Rumah Sakit, karena trauma pernah diperlakukan tidak menyenangkan sewaktu berobat dengan SKTM(surat keterangan tidak mampu).“ Pakai SKTM saja banyak protes, nurut...!”kata perawat waktu itu, seperti dituturkan istrinya. Media Utama Sepeda sehat pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, 10 Oktober 2012 di Monas Jakarta EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM42
  • 43.
    ODGJ berusia 36tahun yang telah dipasung selama 14 tahun. ODGJ tersebut berhasil dilepaskan dan kemudian dibawa oleh petugas kesehatan ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi. Saat ini, ketersediaan fasiltas pelayanan kesehatan jiwa, terdapat 32 Rumah Sakit Jiwa pemerintah dan kurang lebih 600 psikiater di seluruh Indonesia. Apabila melihat pada data sumber daya kesehatan yang diperuntukkan bagi kesehatan jiwa, maka jumlah tersebut, masih sangat kurang. Dibutuhkan peningkatan layanan kesehatan jiwa di RSU maupun Puskesmas, serta peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang terlatih di bidang kesehatan jiwa. Menurut Direktur Bina Kesehatan Jiwa, pemerintah telah melakukan kerjasama dengan panti Rehabilitasi Dinas Sosal dalam rangka penanganan terpadu rehabilitasi pasca perawatan. Mengadakan Workshop pengembangan Pelayanan Psikogeriatri terpadu di dinkes propinsi dan RSUD. Tidak ketinggalan “meningkatkan keterampilan: penatalaksanaan gangguan penggunaan amphetamine-type stimulants bagi Institusi Penerima Wajib Lapor. Serta pengembangan program pengurangan dampak buruk alkohol : meningkatkan keterampilan dan implementasi ASSIST (Alcohol, Smoking Substance Involvement Screening Test)”, ujar dr. Diah. ( Pra). RISKESDAS 2007 PREVALENSI NASIONAL GANGGUAN JIWA BERAT (PSIKOTIK) Rata-rata: 0.46% (lebih dari 1 juta penduduk) 20 16.5 16 14.5 14.5 14.1 14.1 13.9 13.7 13.2 12.8 12.3 12 11.5 11.4 11.3 10.7 10.3 10.2 9.8 9.7 9.6 9 7.8 7.7 7.5 7.3 7.1 6.9 6.9 6.8 6.3 5.1 0 5 10 15 20 25 JABAR GORONT SULTENG BABEL NTT NAD DKIJAK SUMBAR SULSEL IRJABAR NTB JATIM JATENG BANTEN RIAU KALSEL KALTENG BENGKULU SULTRA BALI PAPUA DIYOGYA SULUT KALBAR SULBAR MALUKU MALUT JAMBI SUMUT KALTIM LAMPUNG SUMSEL KEPRI 11,6% 16 INDONESIA: RISET KESEHATAN DASAR 2007 Prevalensi Nasional Gangguan Mental Emosional (Depresi & Cemas) ≥15 th: 11,6% à ± 19 juta orang PASUNG DI INDONESIA LOKASI JUMLAH POPULASI ESTIMASI PREVALENSI Samosir 15 130.568 0.12 permil Minas, Vita Bireun 23 396.390 0.06 permil CMHN Bali 200 3.156.392 0.06 permil Estimasi Prof Suryani Rata- rata 0.08 permil Populasi penduduk Indonesia: 235.000.000 Estimasi penderita yang di pasung: 18.800 upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Pasal 145 berkaitan tentang preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif dan upaya kesehatan jiwa di tempat kerja. Khusus yang berkaitan dengan informasi, edukasi pada masyarakat, menghindari pelanggaran hak asasi seseorang, tenaga kesehatan yang berwenang dan tempat yang tepat, termasuk fasilitas layanan khusus, dijelaskan pada pasal 146 dan 147. Sedangkan pasal 148 persamaan hak dan semua aspek kehidupan. Khusus penderita yang menggelandang wajib mendapat pengobatan dari pemerintah dengan biaya di jamin penuh. Pemasungan sesungguhnya telah dilarang di Indonesia sejak tahun 1977 melalui Surat Menteri Dalam Negeri nomor: PEM.29/6/15 tertanggal 11 November 1977 yang meminta semua gubernur untuk secara aktif mengambil inisiatif untuk menyelesaikan kasus pemasungan di wilayah mereka. Hal ini kemudian diperkuat oleh Pasal 149 UU 36/2009 yang mengamanatkan kepada Pemerintah untuk bertanggung jawab atas pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), termasuk masalah pendanaan. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan road map untuk membuat Indonesia bebas dari pemasungan pada tahun 2014. Road map tersebut meliputi langkah-langkah strategis dan tahapan operasional yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan dukungan dari berbagai pihak. Road map tersebut kemudian diikuti dengan peluncuran program“Indonesia Bebas Pasung 2014”oleh Kementerian Kesehatan pada Hari Kesehatan Jiwa Dunia pada tanggal 10 Oktober 2011. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, selaku anggota DPR RI Komisi IX sangat mendukung program“Indonesia Bebas Pasung 2014” tersebut. Bahkan pada tanggal 8 Februari 2012 ketika Komisi IX DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mereka mengadvokasi pembebasan seorang REKAPAN KASUS PASUNG SEMENTARA REKAPAN KASUS PASUNG SEMENTARA PERBULAN MARET 2012 NO DAERAH PENEMUAN PENANGANAN 1 Bali 33 33 2 Jawa Tengah 458 398 3 DKI Jakarta 25 25 4 Aceh 58 48 5 Lampung 13 0 6 Kalimantan Barat 1 0 7 Gorontalo 17 13 8 Sulawesi Tengah 4 4 9 Pontianak 22 16 10 Sumatera Barat 57 57 11 Sumatera Utara 8 0 12 Sumatera Selatan 42 41 13 Bengkulu 18 0 14 Jawa Timur 264 199 JUMLAH 1020 834 SUMBER DAYA KESEHATAN - RS PEMERINTAH : 787 RS TOTAL : 1969 RS - PUSKESMAS : 9323 PUSKESMAS - RS JIWA Pemerintah : 32 RSJ Total RSJ : 48 RSJ -- data per Juni 2012 ¨ Psikiater : ±600 (0,26 per 100.000 populasi) ¨ Dokter : 56.750 (24,67 per 100.000 populasi) ¨ Perawat : ±500.000 (217,4 per 100.000 populasi) -- Distribusi tidak merata Fasilitas Kesehatan untuk Layanan Kesehatan Jiwa Sumber Daya Manusia untuk Kesehatan Jiwa VAC1 Menkes: Mengangkat bendera tanda kegiatan sepeda sehat dimulai, 10 oktober 2012 di Monas EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 43
  • 44.
    MEDIA UTAMA Stres adalahsebuah reaksi yang dimunculkan oleh pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah sesuatu yang sangat berkuasa atas kehidupan seseorang. Kekuatan pikiran sadar sangatlah kecil bila dibandingkan dengan kekuatan pikiran bawah sadar. Bila terlalu banyak nilai-nilai kehidupan negatif dan peristiwa-peristiwa tidak menyenangkanterekamdalamketidaksadarandiri, maka pikiran bawah sadar akan memprosesnya dan menciptakan perintah-perintah untuk mensabotase pikiran sadar. Dampaknya, pikiran sadar tidak akan mampu mengatasi berbagai persoalan hidup yang berujung pada stres. Siapkan potensi baik untuk ditanami nilai-nilai kebaikan hidup, yang nantinya akan menjadi ladang kebaikan buat kebutuhan diri sendiri dan orang-orang lain. Ketika membiarkan pikiran bawah sadar, anda menjadi pemimpin yang merugikan hidup anda dengan stres, maka anda harus menjadi sadar, lalu bangkit melalui visi hidup yang jelas dan terang, untuk kemudian memulai pertumbuhan diri sendiri melalui kendali kesadaran diri sendiri. Jadilah sadar terhadap diri sendiri, dan jangan hanya bisa menyalahkan orang lain untuk setiap kejadian negatif dalam hidup anda. Harus diketahui, bagaimanapun, hanya diri sendiri yang harus bertanggung jawab untuk mengubah hidupan menjadi bebas stres.Tidak ada orang lain di luar diri yang mampu mengobati stres anda, kecuali diri sendiri. Oleh karena itu, belajar menerima realistas yang terjadi di sekeliling kita, dan terus belajar untuk melakukan hal-hal baik supaya tidak stres dan hindari hal-hal pemicu stres. Siapkan diri dengan kualitas kepribadian yang tidak menyalahkan diri sendiri. Bebaskan pikiran bawah sadar anda dari nilai-nilai kehidupan, yang dapat menantang diri anda sendiri untuk hidup bahagia. Belajarlah dan ubahlah semua yang tidak baik menjadi baik, karena stres dalam kehidupan hanya dapat diobati oleh perasaan cinta anda kepada kehidupan yang indah yang ada daalam diri sendiri. (berbagai sumber) S tres merupakan bagian dari kondisi manusiawi. Dalam batas tertentu, stres membantu kita agar tetap termotivasi (eustres). Tetapi kadang-kadang kita terlalu banyak mendapatkan stres sehingga menurunkan kualitas kinerja kita (distres). Oleh karena itu, kita perlu memiliki kemampuan mengelola stres. Untuk bisa mengelola stres, maka langkah yang  harus kita lakukan adalah: mengenali gejala-gejala stres, memahami faktor-faktor penyebab stres, dan melatih diri melakukan mekanisme penanganannya (coping mechanism). A. Gejala-gejala Stres Stres mempengaruhi seluruh diri kita. Kondisi stres dapat diamati dari gejala- gejalanya, baik gejala emosional/kognitif maupun gejala fisik. Jika kita dapat menandai gejala-gejalanya, maka kita akan dapat mengelolanya. Seseorang yang stres tidak berarti harus memiliki/menampakkan seluruh gejala ini, bahkan satu gejala pun sudah bisa kita curigai sebagai pertanda bahwa seseorang mengalami stres. Namun kita juga perlu menyadari bahwa gejala-gejala ini bisa juga merupakan indikator dari masalah lain, misalnya karena memang benar ada gangguan kesehatan secara fisik. B. Faktor-Faktor Penyebab Stres Secara umum, faktor penyebab stres meliputi: 1. Ancaman. Persepsi tentang adanya ancaman membuat seseorang merasa stres, baik ancaman fisik, sosial, finansial, maupun ancaman lainnya. Keadaan akan menjadi buruk bila orang yang mempersepsikan tentang adanya ancaman ini merasa bahwa dirinya tidak dapat melakukan tindakan apa pun yang akan bisa mengurangi ancaman tersebut. 2. Ketakutan Ancaman bisa menimbulkan ketakutan. Ketakutan membuat orang membayangkan akan terjadinya akibat Mengembangkan Kesadaran Diri dan Tingkatkan Hubungan Positif yang tidak menyenangkan, dan hal ini membuat orang menjadi stres. 3. Ketidakpastian Saat kita merasa tidak yakin tentang sesuatu, maka kita akan sulit membuat prediksi. Akibatnya kita merasa tidak akan dapat mengendalikan situasi. Perasaan tidak mampu mengendalikan situasi akan menimbulkan ketakutan. Rasa takut menyebabkan kita merasa stres. 4. Disonansi kognitif Bila ada kesenjangan antara apa yang kita lakukan dengan apa yang kita pikirkan, maka dikatakan bahwa kita mengalami disonansi kognitif, dan hal ini akan dirasakan sebagai stres. Sebagai contoh, bila kita merasa bahwa kita adalah orang yang baik, namun ternyata menyakiti hati orang lain, maka kita akan mengalami disonansi dan merasa stres. Disonansi kognitif juga terjadi bila kita tidak dapat menjaga komitmen. Kita EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM44
  • 45.
    Bagaimana mengolah masalah supayatidak yakin bahwa diri kita jujur dan tepat janji, namun adakalanya situasi/lingkungan tidak mendukung kita untuk jujur atau tepat janji. Hal ini akan membuat kita merasa stres karena kita terancam dengan sebutan tidak jujur atau tidak mampu menepati janji. Faktor lain yang bisa menimbulkan stres adalah kehidupan sehari-hari, seperti: 1. Kematian, baik kematian pasangan, keluarga, maupun teman 2. Kesehatan: kecelakaan, sakit, kehamilan 3. Kejahatan: penganiayaan seksual, perampokan, pencurian, pencopetan. 4. Penganiayaan diri: penyalahgunaan obat, alkoholisme, melukai diri sendiri 5. Perubahan keluarga: perpisahan, perceraian, kelahiran bayi, perkawinan. 6. Masalah seksual 7. Pertentangan pendapat: dengan pasangan, keluarga, teman, rekan kerja, pimpinan 8. Perubahan fisik: kurang tidur, jadual kerja baru. Pada umumnya, pelaksanaan tugas selalu mengandung permasalahan dan tantangan. Masalah dan tantangan ini seringkali menimbulkan stres yang bisa mengganggu pencapaian tujuan.  Stres adalah suatu kondisi tegangan (tension) baik secara faal maupun psikologis yang diakibatkan oleh tuntutan dari lingkungan yang dipersepsi sebagai ancaman. stres Tabel berikut menggambarkan gejala-gejala stres: Gejala Emosional/Kognitif Gejala Fisik • Mudah merasa ingin marah • Merasa putus asa saat harus menunggu sesuatu • Merasa gelisah • Tidak dapat berkonsentrasi • Sulit berkonsentrasi • Jadi mudah bingung • Bermasalah dengan ingatan (mudah lupa, susah mengingat) • Setiap saat memikirkan hal-hal negatif • Berpikir negatif tentang diri sendiri • Mood naik turun (mood mudah berubah-ubah, misalnya merasa gembira tapi tak lama kemudian merasa bosan dan ingin marah) • Makan terlalu banyak • Makan padahal tidak lapar • Merasa tidak memiliki cukup energi untuk menyelesaikan sesuatu • Merasa tidak  mampu mengatasi masalah • Sulit membuat keputusan • Emosi suka meluap-luap (baik gembira, sedih, marah, dan sebagai- nya) • Biasanya merasa marah dan bosan • Kurang memiliki sense of humor • Otot-otot tegang • Sakit punggung bagian bawah • Sakit di bahu atau leher • Sakit dada • Sakit perut • Kram otot • Iritasi atau ruam kulit yang tidak dapat dijelaskan kategorinya • Denyut jantung cepat • Telapak tangan berkeringat • Berkeringat padahal tidak melakukan aktivitas fisik • Perut terasa bergejolak • Gangguan pencernaan dan cegukan • Diare • Tidak dapat tidur atau tidur berlebihan • Napas pendek • Menahan napas EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 45
  • 46.
    Pangkas MEDIA UTAMA 9. Tempatbaru: berlibur, pindah rumah 10. Keuangan: kekurangan uang, memiliki uang, menginvestasikan uang. 11. Perubahan lingkungan: di sekolah, di rumah, di tempat kerja, di kota, masuk penjara. 12. Peningkatan tanggung jawab: adanya tanggungan baru, pekerjaan baru. Di tempat kerja, selain faktor penyebab yang bersifat umum di atas, ada 6 (enam) kelompok faktor utama penyebab stres, yaitu: 1. Tuntutan tugas 2. Pengendalian terhadap pegawai, yang berhubungan dengan bagaimana para pegawai melaksanakan pekerjaannya 3. Dukungan yang didapatkan dari rekan kerja dan pimpinan 4. Hubungan dengan rekan kerja atau pimpinan 5. Pemahaman pegawai tentang peran dan tanggung jawab 6. Seberapa jauh instansi tempat bekerja berunding dengan pegawai baru. C. Reaksi Adaptasi Terhadap Stres Seberapa banyak, lama, dan berat keberadaan gejala-gejala stres menggambarkan pada tahap mana reaksi seseorang terhadap stres yang dialaminya. Menurut Hans Selye (1974), ada 3 tahap reaksi adaptasi seseorang terhadap stres, yaitu: • Tahap 1: Alarm Reaction. Gejala muncul sebagai respons permulaan terhadap adanya stres, misalnya karena harus menyusun Persiapan Mengajar Harian, seorang guru baru mendadak sakit perut/mulas-mulas. • Tahap 2: Resistance. Seseorang yang sudah terbiasa menghadapi stres pada akhirnya akan lebih tahan (resisten) terhadap stres. Pada tahap ini, seseorang menemukan adaptasi yang baik terhadap situasi yang menimbulkan stres, sehingga alarm reaction menurun. Namun adakalanya pada tahap ini timbul diseases of adaptation, yaitu suatu keadaan dimana seolah-olah seseorang sudah beradaptasi dengan situasi yang menimbulkan stres, padahal sebenarnya adaptasinya tidak tepat sehingga timbul penyakit-penyakit EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM46
  • 47.
    seperti darah tinggi,maag, eksem, dan sebagainya. • Tahap 3: Exhaustion. Tahap ini adalah suatu keadaan dimana seseorang benar- benar sakit, yang terjadi bila stres terus menerus dialami dan orang tersebut tidak dapat mengatasinya. Pada tahap ini gejala sudah lebih berat, misalnya seseorang menjadi benar-benar putus asa, mengalami halusinasi, delusi, dan bahkan kematian. D. Mengelola Stres Manusia adalah makhluk kompleks yang berada dalam kehidupan yang kompleks pula. Kompleksitas kehidupan berpotensi menimbulkan stres, dan  menuntut seseorang untuk mengatasinya.  Cara seseorang mengatasi stres dapat dikelompokkan menjadi dua kategori. Pertama, cara ini merupakan cara yang spontan dan tidak disadari, dimana pengelolaan stres berpusat pada emosi yang dirasakan. Dalam istilah psikologi diklasifikasikan sebagai defense mechanism. Beberapa perilaku yang tergolong kedalam kelompok ini adalah: 1. Acting out, yaitu menampilkan tindakan yang justru tidak mengatasi masalah. Perilaku ini lebih sering terjadi pada orang yang kurang mampu mengendalikan/menguasai diri, misalnya merusak barang-barang di sekitarnya. 2. Denial, yaitu menolak mengakui keadaan yang sebenarnya. Hal ini bisa bermakna positif, bisa pula bermakna negatif. Sebagai contoh, seseorang guru menyadari bahwa dirinya memiliki kelemahan dalam berbahasa Inggris, namun ia terus berupaya untuk mempelajarinya; bisa bermakna positif bila dengan usahanya tersebut terjadi peningkatan kemampuan; bermakna negatif bila kemampuannya tidak meningkat karena memang potensinya sangat terbatas, namun ia tetap berusaha sampai mengabaikan pengembangan potensi lain yang ada dalam dirinya. 3. Displacement, yaitu memindahkan/ melampiaskan perasaan/emosi tertentu pada pihak/objek lain yang benar- benar tidak ada hubungannya namun dianggap lebih aman. Contohnya: Seorang guru merasa malu karena ditegur oleh Kepala Sekolah di depan guru-guru lain, maka ia melampiaskan perasaan kesalnya dengan cara memarahi murid-murid di kelas. 4. Rasionalisasi, yaitu membuat alasan- alasan logis atas perilaku buruk. Contohnya: Seorang Kepala Sekolah yang tidak menegur guru yang membolos selama 3 hari mengatakan bahwa ia tidak menegur guru tersebut karena pada saat itu ia sedang mengikuti pelatihan untuk kepala sekolah di ibukota provinsi. Kedua, cara yang disadari, yang disebut sebagai direct coping, yaitu seseorang secara sadar melakukan upaya untuk mengatasi stres. Jadi pengelolaan stres dipusatkan pada masalah yang menimbulkan stres. Ada dua strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres, yaitu: 1. Meningkatkan toleransi terhadap stres, dengan cara meningkatkan keterampilan/kemampuan diri sendiri, baik secara fisik maupun psikis, misalnya, Secara psikis: menyadarkan diri sendiri bahwa stres memang selalu ada dalam setiap aspek kehidupan dan dialami oleh setiap orang, walaupun dalam bentuk dan intensitas yang berbeda. Secara fisik: mengkonsumsi makanan dan minuman yang cukup gizi, menonton acara-acara hiburan di televisi, berolahraga secara teratur, melakukan tai chi, yoga, relaksasi otot, dan sebagainya. 2. Mengenal dan mengubah sumber stres, yang dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan, yaitu:  (a) bersikap asertif, yaitu berusaha mengetahui, menganalisis, dan mengubah sumber stres. Misalnya: bila ditegur pimpinan, maka respon yang ditampilkan bukan marah, melainkan menganalisis mengapa sampai ditegur; (b)  menarik diri/menghindar dari sumber stres. Tindakan ini biasanya dilakukan bila sumber stres tidak dapat diatasi dengan baik. Namun cara ini sebaiknya tidak dipilih karena akan menghambat pengembangan diri. Kalaupun dipilih, lebih bersifat sementara, sebagai masa penangguhan sebelum mengambil keputusan pemecahan masalah; dan (c) kompromi, yang bisa dilakukan dengan konformitas (mengikuti tuntutan sumber stres, pasrah) atau negosiasi (sampai batas tertentu menurunkan intensitas sumber stres dan meningkatkan toleransi terhadap stres) ( berbagai sumber) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 47
  • 48.
    MEDIA UTAMA D engan emosiyang masih labil, remaja rentan mengalami gangguan jiwa. Bukan hanya asmara, hobi bermain game juga bisa membuat jiwanya terganggu. Jika putra putri anda sudah kecanduan game wajib di awasi orang tua supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di Rumah Sakit Jiwa Grogol misalnya, sudah 4 remaja yang dirawat karena kecanduan game selama 2012. Salah satunya kini masih dirawat di Instalasi Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Soeharto Heerdjan, atau yang lebih dikenal dengan nama RSJ Grogol karena terletak di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Remaja tersebut sebenarnya anak yang berprestasi di sekolahnya. Masalahnya hanya satu, remaja berusia 17 tahun ini tidak pernah bisa lepas dari permainan video games yang memang sudah menjadi kegemarannya sejak masih kecil. Belakangan saking asyiknya memainkan video games, si Anak mulai menarik diri dari pergaulan dan sering bolos sekolah. Orangtua yang merasa khawatir berusaha melarang, namun ketika video gamesnya diambil maka Andi mulai kehilangan kontrol lalu ngamuk-ngamuk. Pandangan matanya jadi hostile (memusuhi) kalau dilarang AwasiPutra Putri Anda jikasudah kecanduan game main video game. Itu salah satu yang sudah menganggu pada psikologis si anak dan itu harus di tangani supaya tidak berkelanjutan. Kecanduan games tidak bisa dianggap sepele, terutama kalau sudah mempengatuhi perilaku. Gangguan jiwa psikotis yang ditandai dengan cara berpikir yang mulai kacau bisa juga berawal dari kecanduan games yang tidak ditangani dengan baik. Gangguan jiwa pada anak pecandu game online sudah termasuk gangguan jiwa psikotis karena sampai ngamuk-ngamuk kalau dilarang orangtuanya. itu berarti keinginannya untuk selalu bermain video games telah mengganggu perulaku dan membuatnya gelisah sepanjang waktu. Perlu treatment itu kalau sudah mengganggu fungsi sehari-hari, misalnya tidak mau sekolah. Nggak mau sekolah itu merupakan kedaruratan psikiatri utama pada anak dan remaja. Treatment atau penanganan yang diberikan di RSJ Grogol antara lain mencakup terapi perilaku dan kalau diperlukan juga akan diberikan obat-obatan antipsikotik. Jika si anak yang dalam pengobatan sudah bagus dalam merespons dalam proses terapi, jika dalam tiga minggu masa perawatan perilakunya sudah lebih terkontrol dan dalam waktu dekat bisa kembali ke rumah bergabung bersama keluarganya (yu). EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM48
  • 49.
    STRESS pada anak B anyak orangtua yang menganggap stres di sekolah tidak seberat stres orang dewasa. Namun, di sekolah, tekanan tidak kalah hebatnya dengan tekanan yang dialami orang tua dan orang dewasa lainnya. Kebanyakan stres ini adalah akibat les pelajaran, ujian sekolah, dan kegiatan lainnya yang orang tua harapkan dapat membantu anak- anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Stres pada anak sering kali bisa terlihat melalui tubuhnya. Misalnya munculnya jerawat, problem pencernaan, insomnia, kelelahan, sakit kepala dan masalah sewaktu buang air, maupun reaksi psikosomatik lainnya mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada tekanan pada diri anak.  Beberapa stres yang dialami seorang pelajar sekolah antara lain: Tekanan Orang Tua Orang tua ingin yang terbaik dengan masa depan anaknya. Untuk mencapai nilai terbaik, maka orang tua membebani anak- anaknya dengan berbagai kursus pelajaran yang dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan anak, istirahatnya, dan perkembangannya. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa membantu si anak merasa relaks justru akan menyegarkan pikiran dan membantunya belajar dengan lebih baik. Tekanan guru Banyak guru ingin siswanya mendapat nilai terbaik. Guru selalu mendorong muridnya untuk unggul dalam pelajaran, terutama jika muridnya berprestasi. Mengapa guru juga ikut menekan murid-muridnya mendapat nilai terbaik? Karena reputasi guru dan sekolah dipertaruhkan saat ujian sekolah khususnya Ujian Nasional. Tekanan dari Sesama Siswa Semangat kompetisi akan semakin memanas menjelang ujian sekolah. Setiap siswa berlomba-lomba untuk menunjukkan prestasi terbaik. Bahkan segala cara dilakukan untuk meraih nilai tertinggi termasuk menyontek maupun mencari bocoran soal. Tekanan dari Diri Sendiri Siswa berprestasi cenderung menjadi perfeksionis. Sehingga jika suatu kemunduran atau kegagalan terjadi, entah itu nyata atau masih belum terjadi, dapat membuat stres dan depresi. Cara Menghadapi Stres di Sekolah: Stres itu seperti suatu beban. Menghadapi stres seperti mengangkat suatu beban. Seorang atlet angkat beban akan berlatih dengan sebaiknya mengangkat beban yang sesuai kemampuannya. Jika diangkat sembarangan, maka hasilnya adalah kerusakan otot dan bisa jadi patah tulang. Demikian juga dengan stres. Beban karena stres tidak bisa dihilangkan begitu saja. Cara terbaik adalah dengan mengelola stres secara efektif. Bagaimana mengelola stres di sekolah dengan baik? Kenali penyebabnya Jika mulai stres di sekolah, misalnya saat menghadapi ujian sekolah, cobalah mencari tahu penyebab stres tersebut. Apakah disebabkan karena tekanan dari diri sendiri, dari orang tua, dari guru, atau dari sesama siswa? Cari penyebab stres yang paling menyebabkan beban tertinggi Rencanakan tanggapan Lulus ujian dengan nilai terbaik memang impian setiap siswa. Namun jika itu tidak tercapai, maka apa yang harus di lakukan ? Apakah penurunan prestasi atau kegagalan menjadi akhir segala- galanya ? Tentu tidak. Sejak awal harus sudah mempersiapkan tanggapan yang akan di berikan jika terjadi kegagalan, dan beban akan semakin berkurang. Kita di harapkan sudah siap jika terjadi kegagalan. Segera selesaikan masalah. Masalah tidak akan hilang dengan sendirinya. Bahkan suatu masalah akan bertambah parah jika sedang stres. Cobalah segera selesaikan masalah sejak awal. Misalnya jika mengalami kesulitan belajar, coba untuk berlatih jauh-jauh hari sebelum masa ujian sekolah. Hal ini akan membantu mempersiapkan diri . Bantuan orang lain Jika beban bertambah berat dan tidak sanggup menghadapinya, jangan pikul sendirian. Coba berbagi dan berkomunikasi dengan orang lain khususnya orang tua atau orang dekat yang bisa di anggap tepat bisa saudara , sahabat atau guru. (yu) EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 49
  • 50.
    MEDIA UTAMA M enurut KepalaPuskesmas, saat ini sudah melakukan kerjasama dengan lintas sektor, seperti LSM peduli kesehatan jiwa, yang bertugas menjadi penguhubung pasien dengan gangguan kesehatan jiwa. Selain itu, juga menjalin kerjasama lintas program seperti dengan Camat, Lurah, Bidang Penyakit Tidak menular dan Dinas Sosial untuk membangun jejaring, sehingga pelayanan kesehatan jiwa lebih efektif dan efisien. “Khusus, layanan jiwa puskesmas sudah mempunyai jadwal tersendiri, hal ini dilakukan untuk memberi kecepatan layanan pada pasien gangguan jiwa”, ujar drg. Lindawati. Untuk pendanaan layanan kesehatan, puskesmas menggunakan dana BOK. Dana tersebut digunakan untuk penyuluhan kader dan transportasi kunjungan rumah pasien. Untuk menangani khusus kesehatan jiwa, Kepala Puskesmas menugaskan, dr. Rika Ariyani Pelayanan Kesehatan Jiwa di Pusekesmas Bogor Timur Puskesmas Bogor Timur, telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan jiwa. Kegiatannya dimulai dari penjaringan, deteksi dini, pengobatan, rehabilitasi dan rujukan. Tak ketinggalan juga melakukan program promotif dan preventif tentang kesehatan jiwa.“Bahkan, kami juga sudah melakukan pemberdayaan pasien gangguan jiwa yang sudah stabil dengan pelatihan membuat telur asin dan Hidroponik. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pertanian”, ujar Kepala Puskesmas Bogor Timur, drg. Lindawati, MKM. dan Ns. Nia Yuniawati Rahmat, S.Kep. Keduanya, selalu terjun kemasyarakat melakukan penyuluhan langsung dan melatih kader kesehatan jiwa. Kemudian kader, melakukan pemantauan kepada 10 Kepala Keluarga di lingkungannya. Menurut Ns. Nia, kader diberi kemampuan teknis untuk mendeteksi dini gejala gengguan jiwa pada masyarakat.“Dengan deteksi dini ini, kami dapat mengetahui, seberapa banyak masyarakat yang mengalami ganguan kesehatan jiwa”, ujar. Ns. Nia. “Pada saat melayani pasien dengan berbagai kasus, mulai ringan sampai berat sudah saya alami. Melayani pasien gangguan jiwa harus lebih sabar, karena cenderung tidak sabar, gampang marah- marah bahkan ada yang bolak-balik bertanya, karena tidak sabar menunggu antrian. Jadi pasien gangguan jiwa memang khas”, ujar Nia. ( Pra) drg. Lindawati, M.KM Kepala Puskesmas BogorTimur dr. Rika Ariyani Ns. NiaYuniawati Rahmat, S.Kep EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM50
  • 51.
    UNTUK RAKYATDAERAH BaliTotalitas untukMandaraPenulis: Hikmandari dan Udiani; Fotografer: Anitasari EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 51
  • 52.
    Ada seribu satuhal yang bisa dikatakan mengenai Provinsi Bali. Provinsi seluas 5.634 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 3, 9 juta jiwa ini memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Di balik kejelitaan wajah turistis tersebut, provinsi yang terdiri dari 9 kabupaten/kota ini juga menaruh perhatian pada“kecantikan” warganya, terutama bila dilihat dari beberapa indikator kesejahteraan dan kesehatan. Sosial Ekonomi PDRB harga berlaku Rp73,48 triliun atau Rp 30,75 triliun dengan harga konstan. Angka kemiskinan 4,18 persen, terbaik kedua setelah DKI Jakarta. Kesehatan AKB 7,21 per 1.000 kelahiran hidup AKI 84,2 per 100.000 kelahiran hidup Persalinan oleh nakes 97,1% API Malaria 0,01 HIV 435 kasus (Case Rate 24,05) AIDS 557 kasus Tenaga Jumlah Dokter spesialis 680 Dokter Umum 1.068 Dokter Gigi 358 Perawat 5.561 Perawat Gigi 409 Bidan 2.091 Gizi 397 Kesehatan Masyarakat 1.050 Teknisi Medis 488 Sumber: Profil Kesehatan Provinsi Bali 2011 Sarana Kesehatan Keterangan Jumlah Rumah sakit swasta dan pemerintah 50 Puskesmas perawatan dan non-perawatan 114 (83 non-perawatan) Sumber: Profil Kesehatan Provinsi Bali 2011 Bali dalam Angka dan Fakta Daerah EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM52
  • 53.
    B ahwa Bali memilikidaya pikat yang tiada tara tak perlu disangsikan. Sekitar seabad lalu pun, Gregor Krause yang bekerja pada pemerintah kolonial Belanda pada 1912-1914, telah menyanjung tinggi Bali dalam bukunya yang terbit pada 1920. Dokter berkebangsaan Jerman itu menyebutkan bahwa di Bali, “…semuanya serba indah, luar biasa indahnya, baik bentuk badan, pakaian, cara orang berjalan, setiap pose setiap gerak. …Kaki pelancong tiada pernah merasa lelah berjalan, matanya tidak pernah berhenti terpikat….”. Buku Krause itu menyebar di benua tetangga bersama dengan buku-buku lain serta aneka brosur biro pariwisata. Tak jelas mana di antara alat promosi itu yang paling berpengaruh, namun pada 1924 Bali sudah menerima kunjungan 213 wisatawan. Lima tahun kemudian angka itu melonjak menjadi 1.429 orang. Dari tahun ke tahun, angka tersebut tak pernah berhenti meningkat, hingga pada 2011, Bali mencatat kedatangan 2,8 juta wisatawan mancanegara. Pariwisata dan Bali seolah tak terpisahkan. Namun, terlalu gegabah bila menyimpulkan Bali adalah surga untuk wisatawan atau kaum berdolar belaka. Yang benar agaknya adalah yang satu ada untuk yang lain. Setidaknya, begitulah bila kita melihat tingkat kesehatan warga pulau dewata ini—dan memang, tidak terlalu berlebihan bila mengukur kesejahteraan suatu masyarakat dari derajat kesehatannya, karena bagaimanapun, seperti dikatakan Mahatma Gandhi, kekayaan sesungguhnya adalah kesehatan, bukan berkeping-keping emas atau permata. Peringkat Kelima Menurut peringkat IPKM 2010, kesehatan warga pulau dewata ini menduduki tempat terbaik kelima. Bahkan, Kabupaten Gianyar menduduki peringkat kedua di antara pemerintah daerah tingkat dua se-Indonesia. Di provinsi ini beberapa penyakit tropis yang menjadi langganan daerah lain, boleh dibilang sudah berhasil dijinakkan. Target- target tingkat nasional telah tercapai. Sebut misalnya malaria yang tergolong endemis rendah (API: 0,01/1000 penduduk), angka prevalensi kusta juga rendah (0,03 per 10.000), dan tingkat kesembuhan tuberkulosis tinggi (86,65%). Rabies yang beberapa tahun lalu sempat mengkhawatirkan keadaannya, kini kasus gigitan sudah menurun hingga hampir tidak ada. Tingkat kesehatan ibu dan anak juga cukup baik, seperti tecermin pada Untuk Bali yang Mandara rendahnya AKI (84,2 per 100.0000 KH) dan AKB (7,21 per 1.000 KH). Persalinan pada pelayanan kesehatan telah mencapai 98%. Situasi ini tampaknya bisa terus membaik mengingat sejak 2010, masyarakat Bali bisa menikmati jaminan kesehatan semesta yang dikenal sebagai JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Mandara dalam bahasa Bali berarti agung, namun dapat juga diartikan aman, damai dan sejahtera. Dengan jaminan kesehatan ini, siapa pun warga yang memiliki KTP Provinsi Bali, bisa memperoleh layanan kesehatan dengan skema tertentu secara gratis (lihat: “E-JKBM untuk Merengkuh Sadikin”). Untuk daerah seperti Bali, yang banyak di antara warganya menjadi pekerja informal di sektor pariwisata, jaminan kesehatan semesta seperti ini sangat penting.“Banyak (warga) yang belum ter-cover asuransi, 73%”, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Suarjaya, MMPM, lulusan University of Southern California, Los Angeles, yang pernah menjadi dokter teladan pada 1996 ini. Masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan juga bisa menikmati fasilitas JKBM ini. Bahkan untuk kelompok ODMK, layanan lain juga disediakan oleh RSJ Bangli. RSJ Bangli, yang saat ini sedang berbenah menjadi rumah sakit pendidikan, memiliki program yang dikenal dengan Yantis, kependekan“pelayanan gratis”. Di bawah program ini, antar-jemput disediakan untuk warga yang mengalami masalah kejiwaan dan perlu dirawat secara intensif di rumah sakit. Bukan hanya itu, RSJ Bangli juga mengirim dua rombongan setiap hari yang akan berkunjung ke 36 puskesmas terpilih untuk secara aktif memberi pengobatan, penyuluhan, dan pendampingan baik kepada pasien, keluarga, maupun warga sekitar (lihat:“Gratis Layan Antar”). Saat ini diperkirakan sekitar 9.000-12.000 warga Bali ditengarai mengalami masalah kejiwaan mulai dari yang ringan hingga berat. Totalitas program Pencapaian serta seluruh pelayanan di atas tak lepas dari kesadaran pemerintah provinsi bahwa kesejahteraan rakyat memerlukan pendekatan total lintas sektoral. Sejak 2008, tepatnya ketika Gubernur I Made Mangku Pastika terpilih, pemerintah Provinsi Bali mendengungkan visi Bali Mandara. Untuk mencapai visi tersebut, dirancang delapan program terpadu lintas sektor untuk antara lain mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Selain JKBM, beberapa program tersebut adalah Gerbang Sadu (Pembangunan Desa EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 53
  • 54.
    Terpadu), Simantri (SistemPertanian Terintegrasi), JBM (Jaringan Kredit Daerah Bali Mandara), dan Bedah Rumah. Program yang terakhir ini hingga 2012 telah membangun lima ribu lebih rumah sederhana, termasuk untuk orang dengan masalah kejiwaan (lihat: “Kasih Ibu Sepanjang Jalan”). Yang Tercecer Di antara sekian banyak perbaikan, bila hendak diberikan catatan, maka itu antara lain adalah soal bagaimana agar program yang sangat menarik tersebut dapat terdengar dan diketahui oleh mereka yang pantas menikmatinya. Bagaimana agar Mbok Putu (38 tahun) asal Tabanan, misalnya, yang tinggal di Drupadi dan sehari-hari berjualan minuman botol di Taman Puputan, tahu bahwa dirinya dan keluarga dapat berobat tanpa bayar di puskesmas. Sosialisasi ini agaknya perlu digarisbawahi, terutama karena Bali, bagaimanapun sejauh ini masih sangat menarik untuk pendatang dari segala kelas dan latar belakang sosial. Yang juga kiranya perlu mendapat catatan adalah fakta bahwa jaminan kesehatan apapun, termasuk JKBM sejauh ini belum mencakup pengobatan untuk penderita HIV/AIDS. Padahal, sebagaimana dikatakan oleh Kadinkes Prov. Bali, dr Ketut Suarjaya, MPMM,“Sampai dengan September 2012, kasusnya naik menjadi 6.504”. HIV/AIDS tidak tercakup dalam jaminan kesehatan apa pun karena dianggap penyakit akibat perilaku. Namun, fakta bahwa kini banyak ibu dan anak yang juga menderita, agaknya tak bisa diabaikan. Di Kabupaten Tabanan, sekitar 60 persen penderita adalah ibu rumah tangga. Apakah mereka akan tetap tercecer, jawabnya perlu diputuskan segera. Daerah dr. Ketut Suarjaya, MPPM, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Bali Pagi di sudut Denpasar, mengolah raga dan jiwa EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM54
  • 55.
    Nasi Kuning “ M andara ituberarti agung, tapi bisa juga dilihat sebagai singkatan, yaitu beriman, damai, dan sejahtera,”tutur dr Suarjaya menjelaskan dengan sabar tentang istilah ini, yang kini lantang digaungkan di Bali. Sejak 2008, Pemerintah Provinsi Bali dengan Gubernur I Made Mangku Pastika di pucuknya, bertekad mencapai Bali Mandara. Banyak program direncanakan. Berbagai instansi dilibatkan. Total. Itulah kira-kira gambaran upaya yang diambil untuk membuat Bali yang sejahtera. Satu di antara program unggulan adalah jaminan kesehatan semesta. Di Indonesia, saat ini ada lima provinsi yang sudah menerapkan, dan Bali tergolong yang terdahulu. Sedikit berbeda dengan jaminan kesehatan yang diluncurkan oleh pemerintah pusat atau dikenal sebagai Jamkesmas, jaminan kesehatan semesta mencakup semua warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Kelompok Sadikin—karena sakit menjadi miskin—pun direngkuh melalui kepesertaan JKBM. Dana JKBM berasal dari pemerintah provinsi dan kabupaten, berdasarkan jumlah penduduk. Premi per kapita per bulan sekitar Rp6.620. Total anggaran untuk JKBM pada 2012 mencapai 235 milyar, meningkat dari 181 milyar pada 2010, dan 187 milyar pada 2011. Sejauh ini sekitar 3,2 juta penduduk dicakup oleh JKBM, dan sejak diluncurkan pada 1 Januari 2010, pembiayaan ini sudah melayani sekitar 6.000.000 kunjungan. Fasilitas atau benefit yang diberikan mencakup pelayanan dasar dan pelayanan rujukan. Mirip dengan Askes, JKBM juga memberi kesempatan kepada pengguna untuk cuci darah secara gratis walaupun terbatas hanya enam kali. Namun mulai 2013, direncanakan semua peserta JKBM yang memerlukan cuci darah bisa melakukannya sebanyak yang diperlukan atau seumur hidup. E-JkBM Untuk menjaring peserta seluas-luasnya dan mengelola data yang terkumpul, pengelola mengupayakan proses komputerisasi database, yang berujung pada apa yang disebut e-JKBM (elektronik-JKBM). Setiap kepala keluarga diberi satu kartu semacam ATM yang memuat berbagai data pribadi pasien dalam keluarga itu. Data tersebut, yang di beberapa kabupaten telah berbasis ICD-10, bisa terhubung dengan SIK (sistem informasi kesehatan). Sistem on-line ini memungkinkan adanya pasien lintas-kabupaten. Petugas yang sehari-hari menjaga peremajaan data adalah petugas lulusan komputer, sekurangnya setingkat SMK, yang dikontrak oleh pemprov dan ditempatkan di setiap puskesmas. Untuk menjaga kesehatan keuangan program, tenaga akuntan dilibatkan sebagai tenaga verifikator keuangan. E-JkBM untuk Merengkuh Sadikin Lengang siang di desa adat Penglipuran EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 55
  • 56.
    Daerah Hari baru meninggalkanpagi. Cahaya matahari bertabrakan dengan titik air yang jatuh dari cucuran atap, sisa hujan yang tak sempat kami saksikan. Seorang petugas satpam melongokkan kepalanya ketika mobil yang membawa rombongan Mediakom memasuki gerbang teduh Rumah Sakit Jiwa Bangli.“Mengantar pasien, Pak?,”tanya petugas itu dengan cekatan kepada pengemudi. Kami yang di dalam mobil tentu tak bisa menahan senyum. Mungkin memang tak nyata benar batas antara jiwa yang normal dan tidak. Tapi pikiran liar itu sekejap berubah, berganti dengan kesan lain, mungkin itu gambaran betapa orang-orang di RSJ itu LAYAN ANTAR begitu ramah dan penuh perhatian. Pagi itu rombongan Mediakom berkesempatan berbincang dengan dokter Made Sugiharta Yasa, Sp.KJ(K), Direktur RSJ Bangli Provinsi Bali, di lantai 2 ruang kerjanya yang sederhana. Pohon- pohon besar dan lapangan rumput luas bernuansa kolonial diseling bangunan perawatan nampak hijau menghampar di balik jendela. Berikut ringkasan percakapan itu. Bagaimana RSJ mendekatkan pelayanan keswa kepada masyarakat? Dulu banyak pasien‘inventaris’, kita susah memulangkan karena takut. Pasien juga banyak kumat, sehingga pasien menumpuk. BOR (bedoccupancyrate) lebih dari 100%. Akhirnya, saya sampaikan kepada gubernur, kita buat pola mendekatkan pelayanan ke masyarakat, karena orang sakit jiwa sebagian besar miskin. Karena miskin, mereka tidak bisa berobat; karena tidak berobat akhirnya kumat-kumatan terus. Akhirnya keluarlah program pelayanan ke daerah. Jadi setiap hari kami memberangkatkan dua mobil dengan tim lengkap, ada dokter, perawat, socialworker, ke BaliTimur dan Bali Barat. Setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu. Hasilnya, BOR tidak berlebih, karena yang kumat sedikit. Berkomitmen mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat, RSJ Bangli membuat layanan antar jemput pasien gratis dan kunjungan tim keliling puskesmas sebulan sekali. Dengan dukungan penuh pemprov Bali, layanan kesehatan jiwa Bali ini merengkuh yang di pelosok sekaligus menjangkau dunia. GRATIS dr. Made SugihartaYasa, Sp.KJ(K), Direktur RSJ Bangli Tigapuluh dokter dan 200 perawat mengawaki RSJ EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM56
  • 57.
    Seberapa luas cakupanpelayanan tim tersebut? Sekarang cakupan tim pelayanan adalah 36 puskesmas dalam sebulan. Pasien kita berikan obat untuk sebulan. Cakupan di satu puskesmas bisa 20 orang lebih, bahkan di daerah tertentu bisa sampai 50 orang. Orang dengan gangguan jiwa di Bali sekarang ini sekitar 9.000 sampai 12.000 jiwa. Ini semua gratis. Termasuk kalau kita menjemput. Tak ada yang bayar. Istilah intern kita bilang“Yantis”, pelayanan gratis, karena kita tidak pungut sepeser pun biaya. Mengapa yang menjadi rujukan adalah puskesmas? Kita datangi puskesmas. Kenapa? Pertama, untuk mendidik masyarakat, agar ke puskesmas. Setidaknya sudah mendekatkan. Keluarga akan mengantarkan, lebih dekat. Kedua, membiasakan hidup sehat. Di puskesmas ada poster, pamflet, tentang cuci tangan dan sebagainya. Dengan begitu di situ kita bisa memberikan edukasi, baik ke petugas puskesmas maupun keluarga pasien. Apakah obat untuk ODMK sudah tersedia di puskemas? Selama ini RSJ yang membawa. Di puskesmas tidak ada. Tapi, nanti 2013 kelihatannya akan ada. Dinkesprov merencanakan obat-obat jiwa. Itu program nasional. Mereka akan menyebarkan ke Puskesmas-Puskesmas. Selama ini di mobil kita membawa. Anggaran kita untuk obat cukup besar, sekitar 4 sampai 5 milyar setahun. Bagaimana dengan pasung? Kami menjalankan program pasung, melepaskan pasung. Ada kepercayaan di sebagian masyarakat di Bali bahwa orang mengalami gangguan jiwa, katanya, karena leluhurnya ada yang berbuat salah. Kadang-kadang, ketika kita akan buka pasungnya, mereka tidak kasih. Masih ada beberapa pasien pasung yang rutin kita kunjungi. Program lainnya? Selain bebas pasung, program lain adalah Bedah Rumah. Sekarang sudah lebih dari 200 orang dengan masalah kejiwaan yang dapat rumah. Itu ide Pak Gubernur. Waktu itu, beliau mengatakan kepada saya dan Kepala Dinas Sosial, kalau mereka tidak mau ke RSJ, tempat pasung itu kita betulkan, kita jadikan rumah. Jadi, mereka tidak dipasung seperti binatang yang dikandangkan. Saya disuruh mendesain agar kalau dia tidak mau dirawat, ya kita rawat di situ. Biarkan, asal tidak berkeliaran ke mana-mana. Yang mengerjakan (bedah rumah) adalah Dinas Sosial. Kami hanya memberikan data pasien, kemudian petugas Dinsos melihat, apakah dia benar- benar miskin.Terutama untuk pasien miskin dan dipasung. Kembali ke situasi RSJ Bangli, berapa lama umumnya pasien dirawat? Dulu bisa lama.Sekarang kita punya protap (prosedur tetap), paling lama tinggal di RSJ dua bulan. Biasanya dia masuk di RGD (Ruang Gawat Darurat), protapnya 2 x 24 jam harus sudah bisa kita atasi, tapi biasanya cukup 1x24 jam. Setelah itu masuk Ruang Sub-Akut. Pindah ke sana, kita pantau sekitar 3 hari, kalau sudah tenang bisa masuk Ruang Tenang. Kalau sudah di sini dia bisa bebas di dalam lingkungan rumah sakit. Setelah seminggu, dia bisa ikut program rehabilitasi. Satu bulan, keluarganya tidak datang, sudah mulai kita surati. Satu kali, dua kali, tiga kali tidak mau datang, kita dropping, kita antar. Jadi ada program mengantar, karena biasanya keluarga tidak mau datang menjemput. Bagaimana mengedukasi keluarga dan warga sekitar tempat tinggal ODMK? Saya suka menggunakan singkatan 5B untuk mengajari keluarga. B pertama, Berobat. Artinya dia harus minum obat, karena ini penyakit kronis, di otak. Jadi dia harus minum obat untuk mengendalikan, membatasi, melimitasi, memblokir kerja otak yang mau menyerang. Dia harus berobat. B kedua adalah Bekerja; penderita harus diajak bekerja. Jangan dibiarkan dia diam saja. Tapi jangan mengharapkan dia bekerja menghasilkan sesuatu (uang). Bekerja supaya dia tidak bengong, itu saja. Soalnya, ada efek samping obat yang kadang membuat penderita agak kaku, sehingga ada yang jalannya seperti robot. Kalau dia bergerak dia tidak akan kaku. B ketiga, diajak Berbicara. Jangan didiamkan. Masyarakat cenderung takut. “Jangan diajak ngomong, nanti dia marah, nanti dia ngamuk,”begitu anggapan yang sering dijumpai. Itu salah. Ajaklah mereka bicara. Ajak ngomong, sehingga dia tidak mendengarkan suara dalam dirinya, yang disebut dengan halusinasi dengar. Kalau dia sudah percaya pada halusinasi itu, pada yang dia dengar, otomatis akan dia ikuti itu. Tapi kalau dia dengar orang ngomong, suara halusinasi itu tidak dia dengar. Kalau bapak ibunya ngomong, dia akan berpikir,“Oh ini yang benar, suara ini, berarti suara yang di dalam itu suara yang salah.”Jadi dia harus diajak bicara. Tenang di RuangTenang EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 57
  • 58.
    Keempat, dia harusdiajak Berolahraga. Yang kelima, Berdoa. Begitu simpelnya. Masyarakat mengerti itu. Bagaimana situasi sumber daya manusia di RSJ Bangli? Jumlah perawat ada sekitar 200-an orang. Dokter 30 orang, dokter spesialis kesehatan jiwa 2 orang.Untuk peningkatan kualitas SDM, kita bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Dalam waktu dekat kita meluluskan lima spesialis. Tahun depan akan kami kirim lagi 3 orang. Saya berharap minimal ada 10 Sp.KJ yang bertugas di sini. Bila jumlah itu terpenuhi, baru kita bisa kembangkan semua yang dibutuhkan. Program kita bakal banyak ke depan. Psikiatri anak, psikiatri forensik untuk masalah- masalah hukum, harus kita kembangkan. Semakin maju, masyarakat semakin mengerti. Banyak program yang mesti kita kembangkan, dan ini perlu banyak spesialis. Sarana prasarana sudah memadai? Di sini sekarang ada 360 tempat tidur. Di beberapa rumah sakit lain, ada pelayanan keswa tetapi tidak ada rawat inap. Pada 23 Oktober 2012 ini, akan dimulai pembangunan RSJ dengan kontrak multiyears selama 400 hari. Bila itu rampung, kita akan memiliki sekitar 450 tempat tidur. RSJ Bangli ini akan mewadahi tiga fungsi, yaitu pelayanan, pendidikan dan penelitian. Akan ada ruang pendidikan 3 lantai dengan asrama untuk mahasiswa. Selama ini ada mahasiwa praktek dari NTT, NTB, Papua, Banyuwangi, Jember, baik dari Poltekkes, Fakulas Kedokteran, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Pendidikan (Bimbingan dan Penyuluhan). Berapa anggaran pembangunan itu? Sembilan puluh enam milyar. Semua dari APBD. Saat ini Pemprov Bali sangat peduli. Kita sangat beruntung punya gubernur yang peduli keswa. Anggaran kita nomor empat, setelahDinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum. Berapa kira-kira biaya perawatan per orang? Rata-rata 2 juta per orang per bulan. Rata- rata segitu. Ada pasien warga negara asing? Tiap bulan pasti ada yang kita rawat. Konsulat mengirim pasien ke sini; mereka sudah cek, dan mereka percaya karena fasilitas kita memadai. Ada beda pasien asing dengan pasien lokal? Bedanya, mereka lebih agresif, dan mereka lebih tahu tata-cara. Kalau salah, kita bisa disue (dituntut). Tahun 1998 kami pernah dikomplain. Yang pertama digugat adalah Kedubes Kanada, kedua saya, nama saya langsung, karena saya yang mengantar ke sana. Gugatannya kenapa dia dibilang sakit jiwa, schizophrenia. Gugatan dimasukkan. Waktu itu saya senang, wah bisa lama nih saya di Kanada. Akhirnya gugatan dicabut. Pengacaranya tidak menuntut lagi. Apa yang perlu diperhatikan ketika mengantar pasien ke luar negeri? Semua daerah di Australia saya sudah pernah kunjungi, mengantar pasien. Ngantar pasien ke Amerika sudah berkali- kali. Ke Eropa apa lagi. Yang perlu dipersiapkan adalah pertama, dokumen. Harus legal. Kedua, keselamatan diri kita dan pasien. Harus sudah diantisipasi. Kalau terjadi ini bagaimana, kalau terjadi ini bagaimana. Dengan pihak penerbangan harus kita diskusikan dulu, apa perlu business class atau seat biasa. Biasanya kita minta kalau bisa seat di belakang dikosongkan. Hanya kita saja berdua atau bertiga, sehingga tidak mengganggu penumpang lain. Ketiga, kalau dia mengamuk di pesawat, apa yg harus kita lakukan. Obat-obatan harus siap. Obat emergensi buat psikiatrik dan emergensi buat fisik. Yang keempat, kita harus koordinasi. Begitu masuk pesawat, kita harus cari kepala pramugari. Kita informasikan kepada dia, kalau kita membuat kode begini dia harus siap. Terakhir, apa program Anda ke depan? Kita akan membuat KUBE (Kelompok Usaha Bersama). Kita sudah berkoordinasi dengan Dinsos. Biasanya KUBE itu diberikan kepada orang normal, padahal orang sakit jiwa lebih mudah kita kendalikan daripada orang normal. Kalau dengan orang normal, dana bisa diselewengkan. Sebaliknya, orang sakit jiwa tidak punya pikiran jahat. Kalau disuruh bekerja, mereka bekerja. Sekarang kami sudah mulai mendata untuk membuat kelompok sekitar 5 sampai 10 orang. Dananya sekitar puluhan juta. Kami mau coba. Ada lima saja kelompok seperti itu di 2013 menurut saya sudah bagus sekali. Kalau bisa jalan, program itu bisa menjadi contoh, dan masyarakat bisa lihat. Dengan begitu stigma terhadap gangguan jiwa akan menurun. Dibangun pada zaman Belanda (1933), RSJ Bangli tengah ditata EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM58
  • 59.
    Jatiluwih, Tabanan, desanan hijau di kaki Gunung Batukaru. D ua puluh tahun yang lalu suami Ni Ketut Rokin kembali ke Sang Hyang Widhi Wasa. Kehilangan tak hanya dirasakan olehnya. Duka yang dalam menorehkan kehampaan di hati anak sulung. Tak tertahankan, kesedihan terajut menjadi sehelai tirai penutup jiwa. Sejak itu, sang ibu mengabdikan hidupnya untuk anak lelakinya, Wayan Arnata (40 lebih), yang terganggu jiwanya. Sempat pemuda Arnata membaik, dan Rokin melakoni rumah-tangga kedua di Singaraja. Ketika ternyata jiwa anak tercintanya terganggu kembali, Rokin pun rela kembali. Seperti angin membimbing desau rerumputan, kasihnya tak pernah mempertanyakan. Jiwa Arnata hidup bersama cahaya cinta ibunda. Kasih Ibu Sepanjang Jalan Sejak dekade belakangan ini, program kesehatan jiwa telah bergeser dari pendekatan‘hospital based’ke‘community based’. Tanpa penerimaan dan asuhan yang tepat dari keluarga dan lingkungannya, ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) akan sulit memperbaiki dirinya dan akan terus menjadi beban. Di Bali, keluarga mengantar ODGJ ke puskesmas sebulan sekali untuk memperoleh perawatan dari ahlinya dan mendapatkan obat-obat yang diperlukan. Dua tim Keswa dari RSJ Bangli secara rutin berkeliling ke 36 puskesmas. Bukan hanya pelayanan gratis, Pemprov Bali juga menyediakan program Bedah Rumah untuk rumah-tangga miskin yang mempunyai anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Sejak diluncurkan pada 2010, telah lebih 200 rumah menaungi keluarga ODGJ. usai sarapan Di sudut kamar, berdoa. Di dapur, menyiapkan makanan untuk babi peliharaan Segelas kopi untuk Arnata, segelas dinikmatinya sendiri Arnata menutup kandang ayamnya ketika sinar matahari jatuh Rumah, tempat raga dan jiwa bernaung. (Dibangun dengan program Bedah Rumah untuk ODGJ Pemprov Bali 2010 Obat, elemen penting dalam kehidupan ODGJ Doa, penerang jiwa Di depan rumah. Ayam, sumber nafkah selain babi, kayu bakar dan kerja di sawah EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 59
  • 60.
    RAGAM G ondok yaitu pembesaran kelenjartiroid telah dikenal sejak lama di Indonesia. Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup iodium yang kronis, kelenjar tiroid membesar ukurannya. Tidak semua gondok dapat dilihat. Pada fase ini, gondok dapat dideteksi dengan cara palpasi (meraba) kelenjar tiroid. Penderita gondok sering dijumpai di daerah pegunungan terutama di sekitar gunung berapi. Besar masalah gondok endemik diungkapkan sebagai angka gondok total atau Total Goiter Rate (TGR) yaitu proporsi penderita gondok di suatu daerah, Kadar Iodium dalam Urine (EIU), dan cakupan garam beryodium. Survei Pemetaan GAKI 1996/1998 Oleh: Sugianto dan Novianti Liana Dewi GAKI adalah sekumpulan gejala yang timbul karena tubuh kekurangan iodium secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Pada awalnya spektrum GAKI terbatas gondok endemik, kretin endemik dan hipotiroidisme. Saat ini spektrum Gangguan Akibat Kekurangan Iodium meliputi keterlambatan perkembangan motorik, rendah kinerja pembelajaran, keterbelakangan mental, bisu tuli juling, kesulitan berdiri ataupun berjalan secara normal, dan cebol dengan berjalan gontai. Wanita usia subur yang kekurangan iodium akan sering keguguran atau kelahiran mati. Diantara GAKI yang paling ringan adalah gondok. mendapatkan prevalensi gondok endemik pada anak usia sekolah (6-12 tahun) adalah 9,8%. Survei Evaluasi Intensifikasi Penanggulangan GAKI 2003 memdapatkan 16% anak usia sekolah dengan nilai Eksresi Iodium Urine (EIU) kurang dari 100 µg/L arau risiko kekurangan iodium tetapi 35% anak dengan minimal nilai EIU 300 µg/L atau risiko kelebihan iodium. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, dengan menggunakan tes cepat didapatkan sebanyak 62,3% rumah tangga Indonesia mengkonsumsi garam memenuhi SNI. Nilai median EIU anak usia sekolah adalah 224 µg/L dimana sebanyak 13% anak dengan nilai EIU kategori risiko kekurangan iodium dan sebanyak 22% anak mempunyai nilai EIU kategori resiko kelebihan iodium. Secara nasional, sebanyak 62,3% rumah tangga Indonesia mempunyai garam cukup iodium. Sebanyak 6 propinsi telah mencapai target Universal Salt Iodization 2010 (90%) yaitu Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Papua Barat. Dari sampel 30 kabupaten/kota, presentase rumah tangga yang menggunakan garam dengan kandungan iodium sesuai Standar Nasional Indonesia (30-80 ppm KIO3) baru mencapai 24,5%. Penyebab kekurangan iodium adalah air dan tanah yang kurang iodium, masuknya zat-zat goitrogenik, kelainan thyroid congenital, kekurangan asupan iodium, polutan dan blocking agent. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)   EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM60
  • 61.
    BESArAn MASALAH GAk Besaranmasalah GAKI adalah seperti gunung es. Manifestasi klinis klasik dari GAKI adalah pembesaran kelenjar gondok dan kretin. Kretin merupakan kelainan akibat defisiensi iodium yang sangat berat terutama pada masa fetal. Kretin dapat berupa retardasi mental, disertai dengan bisu, tuli, dan cara berdiri serta berjalan yang khas, hipotiroid, dan pertumbuhan yang terhambat. Ada dua tipe kretin yaitu kretin endemik dan kretin sporadik. GAKI mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM) karena mempunyai potensi menurunkan tingkat kecerdasan atau sering disebut Intelligence Quotient (IQ). Potensi penurunan IQ yang disebabkan oleh GAKI: § Kretin : turun 50 IQ point § Gondok: turun 10 IQ point § Tinggal di daerah GAKI : turun 5 IQ point Secara umum kekurangan iodium menyebabkan efek yang tersembunyi tetapi meluas dalam populasi, mencakup menurunnya tingkat pendidikan, apatis, dan menurunnya produktivitas kerja, yang berdampak pada menurunnya pertumbuhan sosial ekonomi. (Zimmermann, 2008) iODiUM DAn HOrMOn TirOiD Iodium merupakan suatu zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk membentuk hormon tiroid. Hormon tiroid adalah merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dan merupakan satu- satunya hormon endokrin yang istimewa karena membutuhkan bahan dasar dari luar. Iodium adalah mineral alamiah yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Dalam bentuk alamiahnya, iodium ada di dalam tanah dan dalam air. Tanah dan air yang mengandung cukup iodium akan menghasilkan bahan makanan mengandung cukup iodium. Tetapi ketika tanah dan air di suatu daerah kurang mengandung iodium, bahan makanan yang dihasilkan juga kekurangan iodium. Akibatnya, penduduk yang konsumsi bahan makanannya hanya mengandalkan dari daerah itu kebutuhan iodiumnya tidak tercukupi. Rata-rata kecukupan iodium untuk dewasa adalah 150 µg/hari, suatu jumlah yang sangat sedikit. Yang perlu diperhatikan adalah tubuh mendapatkan iodium secara teratur setiap hari. Semua orang membutuhkan iodium agar tubuhnya berfungsi normal. Wanita hamil dan anak membutuhkan iodium lebih banyak dibandingkan lainnya. Jika iodium sudah tersedia dalam tubuh, dengan mudah tubuh akan mengeluarkan iodium yang tidak dibutuhkan melalui urine. Kelenjar tiroid akan menggunakan sebanyak mungkin iodium untuk memenuhi kebutuhannya dan mengeluarkan sisanya. Kecuali rumput laut tidak ada bahan makanan yang secara alamiah kaya yodium. Semua bahan makanan memperoleh iodium dari tanah dan air tempat tumbuhnya. Jika tanah dan air kurang iodium, semua bahan makanan nabati yang tumbuh dan hewan berkembang biak di daerah itu akan rendah kandungan isodiumnya. Oleh karena itu, untuk daerah kekurangan iodium, satu satunya cara untuk menjamin asupan iodium yang cukup adalah dengan menambah iodium ke makanan, dalam hal ini garam, sebagai garam beriodium yang aman untuk dikonsumsi semua orang. Garam beryodium digunakan untuk mencegah kekurangan iodium. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Industri (SNI) Garam sebagai SNI wajib (no.42/M-IND/PER/11/2005) menggunakan kalium yodat (KOI3) minimum 30 ppm (part per million). STrATEGi PEnAnGGULAnGAn GAki Dalam mencapai tujuan dan target program penanggulangan GAKI, sesuai DAMPAk DAri GAki, DAPAT DiLiHAT PADA TABEL DiBAwAH ini: Kelompok Rentan Dampak Ibu Hamil Keguguran Janin Lahir mati, meningkatnya kematian janin, kematian bayi, kretin (keterbelakangan mental, tuli, mata juling,lumpuh statis), cebol, kelainan fungsi psikomotor Neonatus Gondok dan hipotiroid Anak dan Remaja Gondok, Hipotiroid Juvenile, gangguan pertumbuhan fisik dan mental Dewasa Gondok dengan segala akibatnya, hipotiroidisme, gangguan fungsi mental, hipertiroid diinduksi iodium     EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 61
  • 62.
    RAGAM dengan rekomendasi dariWHO/CCIDD/ UNICEF, ada 10 indikator yang digunakan untuk menilai pencapaian program, yaitu: 1. Pengembangan kelembagaan ditandai dengan adanya tim GAKI 2. Adanya komitmen politik tentang USI (Universal Salt Iodization) 3. Adanya organisasi pelaksana yang kuat di setiap tingkatan 4. Legislasi dan regulasi tentang USI di semua tingkatan 5. Komitmen dalam monitoring dan evaluasi dengan adanya data yang akurat 6. KIE dan mobilisasi sosial untuk mengkonsumsi garam beryodium 7. Adanya data garam beryodium secara reguler pada tingkat produsen, pasar dan konsumen 8. Adanya data EIU anak sekolah secara reguler pada daerah endemik berat 9. Adanya kerjasama dengan produsen garam untuk pengawasan garam beryodium 10. Adanya data hasil monitoring dan penyebarluasannya termasuk data garam dan EIU Program GAKI pada era otonomi lebih ditekankan pada promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. 1. Iodisasi garam, sesuai dengan USI garam beryodium 30-80 ppm 2. Suplementasi Kapsul Iodium, sasarannya adalah daerah endemik 3. Komunikasi Informasi dan Edukasi, terutama tentang dampak GAKI, pentingnya garam beryodium, peran serta masyarakat dalam program GAKI 4. Surveilans GAKI 5. Pencapaian Indikator, 8 dari 10 indikator program GAKI berkelanjutan Peranan Balai Litbang GAKI Magelang Balai Litbang GAKI adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes Nomor 1351/Menkes/Per/IX/2005). Balai Litbang GAKI mempunyai tugas pokok melaksanakan penelitian dan pengembangan, pelayanan dalam rangka penelitian, jaringan kerjasana, serta diseminasi hasil-hasil penelitian di bidang penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium. Road Map penelitian Balai Litbang GAKI dimulai dari : § Ilmu Dasar ( Bioteknologi dan Teknologi Pangan) § Clinical Research (Epidemiologi Klinik, Evaluasi Institusi Pelayanan, Clinical Trial, Tumbuh Kembang, Pengembangan Pelayanan) § Community Intervention (Teknologi KIE, Lingkungan dan Gizi masyarakat) § Surveillance (Deteksi Dini, Pengembangan Sistem Informasi, Pengembangan indikator) § Beyond Health (Kebijakan, Hukum Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Sosial, Ekonomi Kesehatan) Sarana dan Prasaran Penunjang Balai Litbang GAKI § Klinik Balai Litbang GAKI Magelang memiliki klinik yang diperuntukan bagi masyarakat umum. Klinik Balai Litbang GAKI merupakan salah satu bentuk riset berbasis pelayanan. Pelayanan yang tersedia adalah § Klinis § Fisioterapi § Konseling Psikologis dan Terapi hambatan tumbuh kembang § Konseling gizi. Adanya Klinik GAKI ini sesuai dengan salah satu tugas fungsi yaitu melaksanakan pelayanan dalam rangka penelitian.sehingga semua pasien yang berkunjung di klinik ini dibungkus dalam sebuah protap riset. Dan didukung dengan sistem manajemen data yang computerize, sehingga data yang ada bisa ditindaklanjuti dengan litbang dalam bidang clinical reserach. § Laboratorium Sebagai penunjang klinis, Balai Litbang GAKI juga memiliki laboratorium yang dapat digunakan untuk pemeriksaan sampel penelitian. 1. Laboratorium Biokimia, melakukan pemeriksaan hormonal hormon tiroid dengan metode ELISA. Pemeriksaan yang dilakukan adalah TSH, T3, T4, Free T3, Free T4, Thyroglobulin, Antibodi (TPO-ab, TSHR-ab, TG-ab), pemeriksaan kadar iodium dalam urine (EIU) dan pemeriksaan kandungan iodium dalam garam sebagai KIO3. 2. Laboratorium Biologi Molekuler, melakukan pemeriksaan genetik (nutrigenomik) dengan metode PCR. 3. Laboratorium Teknologi Pangan (Laboratorium yang sedang dikembangkan), melakukan analisa bahan makanan yang mengandung iodium atau goitrogenik dan melakukan pemeriksaan kandungan logam dalam makanan. 4. Laboratorium Lingkungan (Laboratorium yang sedang dikembangkan), melakukan pemeriksaan kandungan iodium dalam air, tanah, maupun logam pencemar yang ada di dalamnya serta melakukan uji bakteriologis     EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM62
  • 63.
    5. Laboratorium Hewan Coba (Laboratoriumyang sedang dikembangkan), untuk penelitian terapan sehingga bisa diketahui dampak-dampak dari terapis penelitian terhadap beberapa hewan coba (mencit dan tikus) Untuk lebih meningkatkan kualitas dari laboratorium maka dalam tahun ini sedang dalam proses akreditasi laboratorium biokimia, ini penting karena sebuah penelitian harus didukung oleh laboratorium yang terakreditasi. Sedangkan dalam rangka peningkatan kapasitas kompetency maka sedang dirintis melakukan jejaring dengan CDC atlanta dalam rangka uji banding atau proviciency test. § Sarana Penunjang berupa ruang multi media,ruang jurnal,ruang manajemen data dan Perpustakaan Balai Litbang GAKI juga memiliki sarana penunjang berupa perpustakaan yang dapat menunjang kegiatan penelitian. Secara bertahap dalam tahun 2013 akan dilengkapi dengan ruangan studio multi media dan laboratorium mini bahasa dalam menunjang peningkatan kemampuan peneliti untuk bidang bahasa terutama bahasa inggris,ruangan jurnal serta ruangan manajemen data. SDM (Sumber Daya Manusia) Saat ini jumlah pegawai Balai Litbang GAKI sebanyak 56 pegawai yang meliputi peneliti, litkayasa, struktural dan penunjang lainya, sedangkan untuk pengembangan ke depan diperkirakan sampai dengan akhir 2014 jumlah pegawai 80 orang, jumlah peneliti 40 orang, litkayasa 16 orang, 24 orang manajemen dan pendukungnya termasuk jabfung umum dan tertentu Perbandingan peneliti : litkayasa : manajemen yaitu 5 : 2 : 3, tingkat pendidikan doktor 8 orang (3 selesai dan 5 sedang sekolah), S2 sebanyak 16 orang (10 selesai dan 6 sedang sekolah), S1/D4 sebanyak 35 (33 selesai dan 2 orang sedang sekolah), D3 sebanyak 15 orang dan SMA kebawah sebanyak 6 orang. Jejaring Kerjasama Jejaring kerjasama Balai Litbang GAKI antara lain dengan Pusat GAKI UNDIP, UGM, Poltekes Kemenkes, Micronutrient Initiative, Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, UI, Unsoed, dan Universitas Brawijaya,Balitbangda serta Perguruan Tinggi lainya ataupun Lembaga penelitian lainya. Diklat GAKI Diklat GAKI berkaitan pembelajaran tentang model penanggulangan/ penanganan GAKI serta berkaitan dengan klinik GAKI. Produk unggulan dari kegiatan diklat GAKI adalah kegiatan pelatihan tata laksana kretin yang merupakan kerja sama antara Balai Litbang GAKI dan Direktorat Gizi Kemenkes yang sudah secara rutin diagendakan setiap tahun. Hampir semua provinsi di seluruh indonesia sudah melakukan kunjungan di Balai Litbang GAKI ini baik dari Perguruan Tinggi ataupun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kedepan bisa dikembangkan menjadi WHO CC (colaorating Center) untuk bidang GAKI khususnya dan Micronutrient pada umumnya seiring dengan rencana pengembangan kelembagaan ke arah Gizi Mikro. Publikasi dan Promosi Balai Litbang GAKI melakukan diseminasi penelitian baik berupa laporan penelitian, seminar, dan artikel melalui jurnal ilmiah. Kemudian kepada masyarakat juga dilakukan penyuluhan KIE mengenai dampak GAKI. Promosi juga dilakukan dengan adanya poster, booklet dan leafleat mengenai GAKI dan melakukan pameran dalam Simposium Kesehatan Nasional dan Internasional. Balai Litbang GAKI juga memiliki Jurnal Media Gizi Mikro indonesia yang dalam tahun ini sedang berproses melakukan akreditasi, selain itu untuk lebih meningkatkan jejaaring dan publikasi serta desiminasi hasil litbangnya maka Balai Litbang GAKI pada tanggal 29 Nopember 2012 akan mengadakan seminar nasional GAKI dengan tema Peran Litbang GAKI sebagai jembatan menuju Eliminasi GAKI.   EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 63
  • 64.
    SIAPA DIA Mereka D r. M.PsiRose Mini Agoes Salim, akrab disapa Bunda Romi, adalah salah seorang psikolog anak dan remaja yang dihormati di Indonesia. Bunda yang lahir di Jakarta, 24 April 1960, menulis disertasi“Pengaruh Empati, Nurani, dan Perkembangan Moral Ibu Terhadap Perkembangan Moral Anak Melalui  Gaya Pengasuhan Ibu”untuk S3 nya di Fakultas Psikologi UI. Rose Mini, seorang dosen, juga sering dimintai pendapat di televisi mengenai masalah anak dan remaja. Sebagai dosen, Rose Mini menyenangkan. Dia sering bercerita mengenai klien atau kejadian menarik di tempat prakteknya. Dia juga sering bercerita mengenai keluarganya pada saat mengajar. Namun di sisi lain, Rose Mini juga sangat disiplin, ia tidak suka bila ada mahasiswa yang sering keluar masuk serta bermain handphone atau notebook di dalam kelas. Rose Mini juga sering menjadi tempat para mahasiswa mencurahkan isi hatinya karena beliau dapat memberikan saran-saran yang membangun. Rose Mini merupakan pakar psikologi remaja terutama di ranah hiburan. Menurut beliau, remaja adalah masa transisi dari anak- anak menuju kedewasaan. Perubahan hormon, kematangan kognitif dan perubahan emosi dan kemampuan sosial akan selalu mengiringi pertumbuhan dalam usia remaja. Perubahan tersebut perlu diimbangi dengan pembentukan karakter pada diri remaja agar tidak menjurus pada kenakalan remaja. Menurut Rose Mini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam membentuk karakter remaja. Antara lain, awali dengan pengenalan diri remaja, sehingga mereka memahami apa yang dapat mereka manfaatkan untuk mengembangkan diri. Selanjutnya, pahami kondisi dan masalah yang sedang dihadapi dengan menggunakan pendekatan yang tidak menggurui seperti diskusi, pelatihan, dsb. Terakhir jadilah contoh yang baik bagi remaja dan upayakan untuk menyediakan lingkungan yang jujur, baik, perhatian, untuk pembentukan karakter. Selain itu, Rose Mini aktif mengikuti berbagai asosiasi seperti HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) bidang Psikologi, APSI (Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia), dan APPI (Asosiasi Psikolog Pendidikan Indonesia). Rose mulai bergabung dengan asosiasi tersebut sejak tahun 2009. Beberapa buku karya Rose yang sudah diterbitkan antara lain Mengenal dan Mengasah Kecerdasan Majemuk Anak Jilid 1-9 dan Peranan Minat dalam Pendidikan dalam Buku Sukses Belajar di Perguruan Tinggi. Sampai kini Rose rajin menulis jurnal dan melakukan penelitian. Rose Mini mencintai dunia anak &ahli jiwa EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM64
  • 65.
    S eto Mulyadi tetapdipanggil“Kak Seto”kendati telah berusia 61 tahun. Kak Seto telah menjadi brand bagi pria kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 ini. Ia populer dipangil“Kak Seto”sejak mengasuh acara anak di televisi bersama Henny Purwonegoro. Ia juga pernah menjabat sebagai ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak. Sejatinya Seto adalah ahli jiwa atau psikolog jiwa, lulusan Fakultas Psikologi UI. Seto Mulyadi memiliki saudara kembar yang bernama Kresno Mulyadi (kini juga menjadi psikolog anak di Surabaya) dan kakak dari Maruf Mulyadi. Dulu Seto pernah kehilangan seorang adiknya yang bernama Arief Budiman (usia 3 tahun) karena penyakit campak. Hal ini yang membuat Seto tertarik pada dunia anak- anak. Cita-cita Seto kecil adalah masuk Fakultas Kedokteran. Namun gagal diraihnya. Lalu, Seto nekat ke Jakarta untuk mengadu nasib. Di ibu kota ia menjadi pengaduk semen, tukang batu, dan tukang parkir. Itu penggalan masa pahit hidup Seto. Sampai akhirnya, Seto melihat acara anak yang diasuh Sandiah Kasur, yang populer disapa Bu Kasur, di TVRI. Ia tergerak untuk bagian pada acara tersebut. Lalu, dengan tekad kuat, Seto berkunjung ke rumah Ibu Kasur untuk minta kerjaan. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seto bertemu Soerjono Kasur, suami Ibu Kasur. Seto bilang, ia mau jadi asisten Pak Kasur secara sukarela tanpa dibayar. Pak Kasur menerima Kak Seto menjadi asisten pada tanggal 4 April 1970. Hingga sekarang, tanggal itu dijadikan sebagai tanggal yang bersejarah di dalam hidup Kak Seto. Dari sinilah awal kegemilangan Seto mulai meningkat, hingga akhirnya Pak Kasur berpesan kepada Seto yang tidak bisa dilupakannya: Pak Kasur ingin agar Seto melanjutkan pekerjaan Pak Kasur di dunia anak-anak. Sejak saat itu, Kak Seto mulai giat, aktif, dan gigih dalam menekuni dunia anak-anak. Saking gigihnya, Seto kuliah di Fakultas Psikologi UI (lulus tahun 1981). Seto bahkan sempat menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara. Di sisi lain, Kak Seto juga mendirikan yayasan sekaligus menjadi ketua dari Yayasan Nakula Sadewa dan Yayasan Mutiara Indonesia. Seto menikah dengan Deviana, 18 tahun lebih muda dari usianya. Sebelum menikah, Seto sempat bernazar, jika suatu saat ia menikah, dia akan mendongeng di depan anak yatim piatu. Oleh karena itu, usai menikah, usai para tamu pulang, mereka langsung melepas pakaian dan berganti dengan kostum biasa, langsung ke Panti Asuhan Muslimin di Kawasan Kramat Raya untuk untuk mendongeng. Seto mengembangkan tradisi baik di rumah tangganya. Setiap Sabtu ia mengadakan Sidang Umum Permasalahan Rumah. Pada sidang itu mereka membahas urusan rumah tangga secara terbuka. Saling mengritik dan memberi saran, sehingga tidak ada lagi masalah yang mengganjal di antara anggota keluarga. Bahkan kalau perlu, setiap Kak Seto akan berkunjung ke suatu tempat, beliau sering juga mengajak keluarga. Tujuannya agar keluarganya tahu, bagaimana pekerjaan yang dikerjakan oleh beliau. Saat ini Kak Seto dan Deviana sudah memiliki empat orang anak. Hingga hampir 37 tahun berkiprah di dunia anak, Seto belum puas. Ia melihat, jutaan anak haknya masih dilanggar, misalnya dalam perceraian, kekerasan dengan mengatas namakan pendidikan, dan masih banyak yang diperdagangkan. Sehingga, beliau mencoba untuk menumbuhkan minat generasi muda untuk meneruskan estafet Pak Kasur dengan membuat kelompok pencinta anak (Kompak). Kak Seto EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 65
  • 66.
    POTRET P erubahan perilaku itupun bisa menjadi kebiasaan yang baik, kebiasaan yang menjadi budaya dan masyarakat sendiri yang punya kendali.“Kalau dikatakan budaya yang menjadi penyebabnya, budaya itu kan kebiasaan dan buatan manusia, berarti bisa dirubah”, jelas Menkes. Sebagian masyarakat sudah tahu bahwa perilaku merokok dapat menimbulkan dampak negatif antara lain penyakit stroke, jantung, kanker dan penyakit kardiovaskuler lain. Tetapi angka perokok di Indonesia pada laki-laki usia remaja dan produktif (15 th keatas) masih sangat tinggi. Menkes: dr. Nafsiah Mboi Sebuah tantangan yang masih sulit diatasi sampai sekarang ini yaitu merubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, seperti perilaku merokok, buang air besar sembarangan, membuang sampah pada tempatnya, dan cuci tangan pakai sabun. Sebenarnya masyarakat sudah tahu bahwa perilaku tersebut menyebabkan penyakit, namun kesadaran merubah perilaku mereka sendiri yang belum dilakukan. Pemerintah dalam merubah perilaku merokok mendapat tantangan yang luar biasa dari industri rokok yang berorientasi pada keuntungan. Selain itu, adanya kecaman dari salah satu Propinsi yang sangat menentang RPP Tembakau, sehingga Kemenkes terus diprotes dan didemo. Padahal justru Propinsi itu paling banyak ditemukan anak balita dan anak dibawah 10 tahun yang merokok. Faktanya anak-anak yang merokok bahkan yang hanya terpapar asap rokok, paru-parunya tidak dapat berkembang dengan baik, sehingga menghambat tumbuh kembangnya.“Bagaimana Mengubah Budaya Manusia EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM66
  • 67.
    mereka bisa jadiolahragawan, kalau paru-parunya terganggu”, ujar Menkes. Menurut Menkes, merokok menyebabkan kecanduan tetapi tidak sedikit orang yang bisa lepas dari pengaruh buruk rokok. Apabila perilaku merokok itu tidak berubah dan berkurang, itu artinya diperkirakan tahun-tahun mendatang, biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan stroke, kanker, penyakit-penyakit kardiovaskuler lain, menjadi luar biasa besarnya. Tantangan lainnya sebagai Menkes adalah pencapaian MDGs yang belum sesuai target, antara lain masalah penanggulangan HIV AIDS dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).“Ini salah satu tugas saya sesuai pesan-pesan Pak Presiden saat menunjuk saya sebagai Menteri Kesehatan RI, saya meneruskan tugas dan program- program Almarhumah Ibu Endang yang masih berjalan”, ungkap Menkes. Kabar baiknya, saat ini masalah penanggulangan HIV AIDS sudah terintegrasi dengan baik ke dalam suatu sistem, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan, pengobatan sampai kepada rehabilitasi. Pembiayaan pengobatan HIV AIDS dan pengadaan ARV nya saat ini tidak hanya diperoleh dari dana pihak luar, tetapi sudah dimasukkan ke dalam anggaran Kementerian Kesehatan. Begitu pula penanganan Ibu bersalin yang mengidap HIV AIDS, sudah terintegrasi ke dalam Jampersal sehingga biaya persalinannya gratis. Terintegrasinya penanggulangan HIV ke dalam suatu system yang melibatkan seluruh jajaran kesehatan baik pusat dan daerah, sampai ke puskesmas hingga masyarakat, diharapkan pencapaiannya jauh lebih baik.“Penanggulangan HIV AIDS sudah dikoordinasikan oleh beberapa unit utama di Kementerian Kesehatan, baik masalah pembiayaan dan juga pengadaan ARV yang sudah termasuk kedalam anggaran kesehatan, bukan dari dukungan luar seperti global fund saja seperti sebelumnya”, ujar Menkes. Sedangkan masalah kesehatan ibu dan anak, menurut Menkes masih terkendala pada pemberian ASI Ekslusif. Menkes menyayangkan Ibu-ibu Indonesia yang belum terpapar tentang manfaat ASI Ekslusif yang sangat bermutu untuk perkembangan bayi. Oleh karena itu, melalui pencanangan Pekan ASI diharapkan betul-betul ditanamkan kepada semua Ibu Indonesia bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Manfaat ASI selain gizinya dan mutunya yang baik untuk bayi serta ketahanan daya tahan tubuhnya, dan gratis dari Tuhan. “Bayi-bayi di Indonesia yang diberikan ASI Ekslusif hanya mencapai 30%”, kata Menkes. ASI memiliki keunggulan yang luar biasa dibandingkan susu formula. Kalau susu formula selain harus dibeli, seringkali air yang digunakan untuk membuat susu formula itu tercemar sehingga menyebabkan diare. Belum lagi masalah intolerant susu sapi karena tidak cocok dan sebagainya, yang menyebabkan alergi, diare dan bahkan sampai menyebabkan kematian. Jadi dengan menggiatkan ASI Eksklusif selama 6 bulan, kemudian diberikan makanan tambahan yang baik dan bermutu, diharapkan masalah gizi kurang dan juga kematian pada bayi dan balita akan menurun. Ditanyakan mengenai pengalamannya sebagai pemimpin di United Nation for Children, Menkes mengaku sebagai dokter anak sehingga concern terhadap kesehatan anak-anak, meskipun untuk Kementerian Kesehatan perhatian bukan hanya pada bayi dan balita tapi pada seluruh umur hidup, ibarat sejak dalam kandungan sampai ke batu nisan. Mutu kesehatan manusia ditentukan sejak dalam kandungan, sehingga hidupnya lebih berkualitas di usia lanjut. Ini perlunya perhatian terhadap gizi pada bayi dan balita. Apabila sejak kecil diperhatikan kesehatan fisik, mental, dan sosialnya, maka kesehatannya akan tetap terjaga sehingga kehidupannya akan lebih baik. Begitu pula sebaliknya, apabila sejak bayi sudah kekuangan gizi, tidak diberikan ASI sehingga perkembangan otaknya tidak maksimal, paru-parunya terganggu karena orang di sekitarnya merokok, maka anak tersebut akan mengalami penderitaan dalam hidupnya.“Makanya sekarang banyak kita temukan, usia 50 sudah sakit macam-macam”, jelas Menkes. EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 67
  • 68.
    RESENSI P enyakit infeksi masih merupakan salahsatu masalah kesehatan masyarakat yang penting dan salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik dalam pelayanan kesehatan seringkali tidak tepat sehingga dapat menimbulkan pengobatan yang kurang efektif dan dapat meningkatkan risiko terhadap keamanan pasien, meluasnya resistensi obat dan tingginya biaya pengobatan. Pengaturan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik bertujuan untuk memberikan acuan bagi tenaga kesehatan menggunakan antibiotik dalam pemberian pelayanan kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dalam penggunaan antibiotik, serta Pemerintah dalam kebijakan penggunaan antibiotik. Pedoman Umum Penggunaan Antibotik dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 2406/Menkes/Per/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan nasional dalam menyusun kebijakan penggunaan antibiotic bagi Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan lain baik milik pemerintah maupun swasta. Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat menghubungi Pustakawan Perpustakaan Kementerian Kesehatan pada nomor telepon (021) 5223003, email: perpustakaan@ kemkes.go.id, atau perpustakaan.depkes@gmail. com, facebook: Perpustakaan Kementerian Kesehatan, dan twitter: @depkeslib. Buku secara lengkap (full text) dapat dibaca dan diunduh melalui website: http:// perpustakaan.depkes.go.id. Nomor Klasifikasi: 615.1 Judul Pedoman umum penggunaan antibiotik Impresum: Jakarta : Kementerian Kesehatan RI : Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, 2011 Kolasi: x, 98 hal,; 21 cm Subyek: 1. ANTIBIOTICS, 2. PHARMACEUTICAL, 3. DRUG - ANTIBIOTICS M asalah kesehatan pada usia sekolah berbeda- beda menurut kelompok umurnya. Pada usia siswa Sekolah Dasar masalah kesehatan yang ada adalah Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang rendah, sedangkan pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) masalah kesehatan lebih banyak dipengaruhi perilaku berisiko. Pembinaan Kesehatan anak usia sekolah dilakukan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Salah satu pendekatan dalam program UKS ini adalah melibatkan peserta didik sebagai penggerak perilaku bersih sehat melalui program dokter kecil. Dokter kecil diharapkan dapat berperan serta secara aktif bersama-sama masyarakat sekolah dalam upaya meningkatkan kesehatan dirinya sendiri, teman- temannya dan masyarakat serta lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Buku ini dibuat sebagai sebagai pedoman bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pekatihan dokter kecil dan merupakan hasil cetak ulang edisi tahun 2009. Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat menghubungi Pustakawan Perpustakaan Kementerian Kesehatan pada nomor telepon (021) 5223003, email: perpustakaan@ kemkes.go.id, atau perpustakaan.depkes@gmail. com, facebook: Perpustakaan Kementerian Kesehatan, dan twitter: @depkeslib. Buku secara lengkap (full text) dapat dibaca dan diunduh melalui website: http:// perpustakaan.depkes.go.id. Nomor Klasifikasi: 371.7 Judul : Pedoman pelatihan dokter kecil Impresum: Jakarta : Kementerian Kesehatan RI: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2011 Kolasi: v, 167 hal,; 23 cm ISBN: 978 – 602 -235-8937-70-2 Subyek: 1. SCHOOL - CHILD 2. HEALTH MANPOWER Pedoman Pelatihan Kecil Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM68
  • 69.
    LENTERA S ungguh luar biasa,pemuda ditakdirkan oleh Sang Pencipta memiliki segudang kreasi dan imajinasi. Disamping, peluang belajar yang terbuka lebar, kapan dan dimana saja kalian suka. Mari, gunakan kesempatan selagi muda, ketika semua potensi dalam keadaan prima. Jangan membuang waktu, karena kesempatan itu tak pernah berulang. Fokuslah untuk tetap belajar dan belajar. Terus pelajari apa saja yang diminati, pasti berguna bagi kehidupan nanti. Memang, belajar itu susah, berat dan membosankan. Untuk itu, tetaplah belajar dengan segala suka dan duka. Baik belajar formal maupun non formal. Sebab, sesulit-sulitnya belajar, pasti lebih sulit bila tak belajar. Itulah mengapa, harus tetap belajar, walau dalam kesulitan. Nikmatilah kesulitan itu, karena dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Jangan bersedih...! Waktu terus berputar, silih berganti, seperti perputaran siang dan malam. Begitu juga dengan kesulitan dan kemudahan. Ia akan datang silih berganti. Tidak pernah ada siang atau malam terus menerus. Demikian juga tak ada gembira atau sedih terus menerus. Maka, sikapilah perputaran itu dengan gembira. Untukmu Pemuda Indonesia Allahuakbar....! Pekik takbir semangat Bung Tomo, masih terngiang segar saat peringatan Hari Pahlawan nasional, setiap tanggal 10 November. Pekik darah muda yang menggelegar. Pekik pembakar semangat untuk berjuang dan bekerja yang lebih baik untuk Indonesia tercinta. Semangat itu tetap mengalir deras dalam diri para pemuda Indonesia. Sebab, kegembiraan lebih produktif, walau dalam situasi sulit. Jadikanlah kesulitan sebagai sarana pembelajaran pendewasaan berfikir, bersikap dan bertindak. Hanya dengan cara itu akan membuat pemuda lebih elok dan mempesona. Karena para pemuda telah siap memikul tanggung jawab berat untuk menyongsong hari esok. Pemuda memiliki vitalitas prima, apalagi didukung dengan struktur tubuh, fikiran dan jiwa yang sehat pula. Untuk itu, jaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Makan makanan yang bergizi seimbang, jangan berlebih atau kurang, berolah raga yang teratur dan beristirahatlah yang cukup. Jauhi pergaulan seks bebas dan narkoba. Sebab itu sumber malapetakan. Para orang tua pasti akan sangat senang dan bahagia, jika melihat para pemuda menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya. Lebih pintar, lebih santun, lebih peduli sesama, lebih relegius dan toleran. Ketahuilah, suka tidak suka, para pendahulu akan segara tua dan para pemudalah penerusnya. Semoga para pemuda mampu membawa Bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini menjadi lebih baik lagi. Allahuakbar.....! Oleh: Prawito EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 69
  • 70.
    M enggunakan motor sebagaitransportasi, sangat murah dan cepat mengantar perjalanan menuju Stasiun. Cukup beli bensin Rp 12.000 untuk satu minggu, mondar mandir 8 km dari rumah menuju stasiun. Selanjutnya menggunakan kereta dengan harga tiket Rp 8.500,- ( Commuter Line) atau Rp 1.500,- untuk KRL Ekonomi. Tinggal pilih sesuai jadwal keberangkatan. Kemudian naik kopaja cukup Rp 2.000,-. Dijamin sampai kantor rata-rata 30 menit sebelum jam kerja mulai (07.30). Hari jum’at, tepatnya 2 November 2012, kebetulan tidur lebih awal, sehingga bangun pkl 03 pagi dalam keadaan segar bugar. Shalat malam, kemudian shalat subuh, terus mempersiapkan pakaian olah raga, sarapan pagi dan mempersiapkan keberangkatan Haris, anak ke empat dari empat bersaudara. Kini, Haris duduk di kelas 4 SDIT Avicena Bekasi. Dia kebetulan juga harus berangkat pagi karena ada kegiatan pramuka. Pukul 05.30 semua siap brangkat. Angkat tas gendong di punggung, kemudian berpamitan dengan istri yang juga sudah mempersiapkan keberangkatan. Cuma pagi itu, membantunya hanya setengah hati. Ketika tangan terjulur, dengan wajah cemberut tidak menyambut uluran tangan untuk bersalaman. Ada apakah gerangan ? Apakah tidak ada uang masak hari ini ? sambil uang beberapa ratus ribu dijulurkan. Ngak butuh, pinginnya ngobrol, jawab istri singkat. Baik, kalau begitu kita ngobrol dulu. Maklum, sudah satu pekan sejak lebaran haji, sedikit waktu untuk bertemu. Berangkat pagi, pulang malam, langsung tidur, pagi-pagi berangkat lagi. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dan ketawa, ketiwi setengah jam, sudah saatnya untuk berangkat kerja. Ketika berjabat tangan, istri bertanya; mana uangnya tadi ? Lho, tadi minta ngobrol, kan sudah ngobrol. Uangnya lain kali lagi ya, kemudian meninggalkan rumah sambil berdada-dada gembira menuju tempat kerja. Bagaimana dengan olah raga ?. Rencana olah raga pagi, jelas gagal. Karena sampai kantor kurang lebih 07.30, sementara olah raga senam aerobik mulai 07.00-08.00. Tapi, olah raga masih dapat dilakukan sore hari pukul 16.00-17.00, di Fitnes centre Kementerian. Gratis, ada instruktur, dokter olah laga untuk konsultasi , ruang fitnes nyaman dan lengkap. Hasilnya, sehat dan menyenangkan. Istri dan anak berangkat kegiatan pramuka gembira dan olah raga tetap terselenggara. Motor supra X Menggunakan motor Supra X, hasil beli kredit selama tiga tahun sejak 2003, dari rumah menuju stasiun, kurang lebih 30 menit. Selama perjalanan membaca doa-doa yang dihafal, seperti dzikir pagi dan sore. Dengan banyak berzikir itu, hati menjadi tentram dan nyaman. Kemacetan dan perilaku jalanan yang kurang bersahabat tidak membuat stress, tapi menjadi hiburan, seperti melihat lomba balap tradisional. Sebab, aturan tak tertulisnya, bebas menyalip, dari kanan, kiri, oke. Bahkan ada pengendara yang menyalakan lampu ke kanan, tapi tiba-tiba belok ke kiri juga boleh. Tak ada larangan, hanya kadang-kadang jatuh, karena menabrak, tertabrak, menyerempet atau terserempet. Kejadian itu tak ada yang disengaja. Jadi kalau terserempet, ya…minta maaf atau maafkan saja. Bangkit, dan tancap gas lagi. Namanya juga lomba….! Sampai stasiun, konsentrasi segara membeli karcis. Motor berhenti dihalaman penitipan motor, kunci tergantung, jaket dan helm letakan diatas motor, langsung kabur menuju loket antrian karcis. Tak perlu mikir, kalau motor hilang bagaimana. Sudah ada petugas yang merapihkan ditempat yang tepat dan aman. Tak perlu pakai karcis, apalagi mengunci motor. Petugas parkir sudah sangat mengenali, motor, mobil, jaket, helm, kunci, jas hujan dari Oleh: Prawito Menikmati bukan“Meratapi”( Bagian pertama ) Sebagai salah satu pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian di Jakarta, terbiasa berangkat pagi setelah subuh, pulang malam menjelang magrib, tiba di rumah selepas isya’. Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin harian. Motor Supra X, menjadi teman setia perjalanan dari rumah menuju stasiun, selanjutnya menumpang kereta menuju Stasiun Manggarai, kemudian jalan kaki 800 meter menuju terminal Manggarai, naik bus Kopaja menuju kantor. Demikian pula ketika pulang sore hari. Lentera EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM70
  • 71.
    masing-masing pemilik kendaraan,padahal ada ribuan kendaraan setiap hari parkir disitu. Tak ada yang hilang. Khusus pelanggan baru, petugas memberi karcis. Ketika sore atau malam hari pulang kerja, cukup duduk manis diatas kursi yang tersedia di bawah rimbunan pohon perdu. Petugas parkir akan mengantar kendaraan setiap pelanggan dan tak pernah tertukar. Pelayanan profesional itu, dibayar dengan harga Rp 3.000,- setiap kali penitipan. Uniknya lagi, untuk beberapa pelanggan yang waktu pulangnya tetap, petugas sudah paham kereta jam berapa pelanggan itu pulang. Sehingga, ketika datang ke penitipan, kendaraan sudah dikeluarkan dari kandang sebelum pemiliknya datang. Luar biasa...! Gerbong kereta Gerbong kereta juga tak kalah unik. Penuh sesak itu pasti, walau harga tiket sudah naik Rp 2.000,-. Kenaikan itu memang tak menyebutkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan. PT KA hanya mengumumkan mulai bulan Oktober 2012, tarif kereta naik Rp 2.000,- Pengumuman itu sendiri sudah dimulai 3 bulan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar para penumpang tidak kaget dan segera mempersiapkan diri untuk menyesuaikan isi kantong dengan tarif baru. Ketika ada beberapa penumpang yang menggerutu, teman yang lain komentar,“tidak ada pengumuman kenaikan tarif untuk perbaikan pelayanan”, oh benar juga ya, komentar balik temannya itu membenarkan. Suara berisik dalam gerbong, mirip konser musik yang selalu berubah. Ketika baru masuk, suara gemuruh seperti musik rock, setengah perjalanan, separuh penumpang sudah mulai lelah, sebagian lagi tertidur, agak sunyi, suara yang terdengar hanya bisik-bisik lembut penumpang, desisan AC dan mesin kereta, mirip iringan musik keroncong. Menjelang sampai tujuan, masing- masing penumpang bersiap-siap turun, gelombang manusia terjadi, seperti pohon padi disawah tertiup angin. Selama kurang lebih 30 menit itu, digunakan untuk membaca Al-quran dengan menggunakan BB. Biasanya satu jus selesai atau membaca majalah, sambil menikmati berbagai alunan musik itu. Bila menggunakan kereta yang ber AC, terasa dingin dan nyaman. Bila menggunakan KRL Ekonomi, hangat, berkeringat dan segar, gratis mandi sauna gerebong kereta. Coba kalau sengaja mandi sauna, bagi yang tak punya sendiri, berapa bayarnya……? ( bersambung). EDISI 38 I OKTOBER I 2012 MEDIAKOM 71