Dewi Setiyana
Imunologi merupakan cabang ilmu
yang mempelajari sistem pertahanan
tubuh/Sistem Imun.
Sedangkan Imunokimia mempelajari
Struktur ,bentuk sel-
sel,komponen,ataupun fungsi dari sistem
imun.
Respon imun merupakan segala
mekanisme perlindungan tubuh
terhadap bahaya yang dapat
ditimbulkan dari berbagai bahan
dalam lingkungan.
1. Pertahanan
2. Homeostasis
3. Pengawasan
Mencegah dan melawan infeksi mikroorganisme
di luar tubuh.
Mengeliminasi komponen-komponen dan sel-sel
tubuh yang sudah tua.
Mengenal dan menghancurkan sel-sel tubuh
yang mengalami mutasi.
Antigen adalah bahan yang dapat
menstimulasi respon imun.
Epitop adalah bagian dari antigen
yang dapat menginduksi
pembentukan antibodi.
1. Menurut Epitop
2. Menurut Spesifisitas
3. Menurut ketergantungan
terhadap sel-T
4. Menurut sifat kimiawi
1. Unideterminant univalen
2. Unideterminant multivalen
3. Multideterminant univalen
4. Multideterminant multivalen
1. Heteroantigen : dimiliki oleh banyak spesies.
2. Xenoantigen : dimiliki spesies tertentu.
3. Alloantigen : spesifik untuk individu pada
suatu spesies.
4. Antigen organ spesifik : hanya dimiliki organ
tertentu.
5. Autoantigen : dimiliki alat tubuh sendiri.
a. T dependen : memerlukan
pengenalan sel-T dan sel-B untuk
menimbulkan respon antibodi.
b. T independen : dapat merangsang
sel-B tanpa sel-T untuk
membentuk antibodi.
1. Polisakarida
2. Protein
3. Asam nukleat
4. Lipid
Imunogenik
Tidak
Imunogenik
a. Pertahanan Fisik
Kulit
Selaput
Lendir
Silia
Batuk
Bersin
Lapisan
Pertama
b. Pertahanan Kimia
HCl
Lisozim
Laktoferin
>Sel Fagosit Fagositosis
• Memfagosit,membunuh,menghancurkan,mengeliminasi
antigen dari tubuh.
• Bekerjasama dengan komplemen dan sistem imun
sebagai opsonin.
>Sel NK
• Membunuh sel ganas dan sel yang mengandung virus
secara nonspesifik tanpa bantuan antibodi.
Komplemen
C-reactive
protein
(CRP)
Interferon
(IFN)
1. Komplemen merupakan molekul Sistem Imun
Non-spesifik yang terlarut dalam keadaan
tidak aktif,namun dapat diaktifkan oleh
antigen maupun kompleks imun.
2. Interferon (IFN) merupakan glikoprotein yang
dihasilkan oleh berbagai sel tubuh berinti dan
dilepas sebagai respon terhadap infeksi virus.
3. C-reactive protein merupakan salah satu
contoh protein fase akut (protein yang
kadarnya dalam darah meningkat saat
terjadi infeksi akut).
1. Komplemen : menghancurkan antigen asing
melalui mekanisme inflamasi,opsonisasi partikel
antigen & merusak membran mikroorganisme.
2. Interferon (IFN) : menginduksi sel-sel sekitar
sel yang terinfeksi virus,sehingga menjadi
resisten terhadap virus. Menghancurkan sel
ganas dengan mengaktifkan sel NK.
3.C -reactive protein : sebagai opsonin untuk
memudahkan fagositosis.
Sel granulosit
1. Sel Darah putih (Leukocytes)
 Limfosit
• Antigen Penyerang spesifik
• Dibentuk dalam struktur limfa dan
sumsum tulang
 Monosit
• Sangat besar
• Dibentuk dalam sumsum tulang
• Matang dalam Kelenjar thymus
2. Macrophages
• Bersifat fagosit ( memakan sel )
• Berkembang dari monosit
• Memakan sel penyerang
• Memakan antigen yang rusak
• Antibodi
• Limfosit
Sel- T pertahanan imun seluler
B-cells  pertahanan imun humoral
3. Sel- T
• Salah satu jenis limfosit
• Dihasilkan dalam sumsum tulang
• Matang dalam kelenjar thymus
• Mengatur pertahanan sistem imun
• Membunuh antigen secara kontak langsung
4. Sel - B
• Disebut juga plasma sel
• Salah satu tipe Limfosit
• Dihasilkan dalam sumsum tulang
• Tidak membunuh antigen secara langsung
• Menghasilkan dan melepaskan antibodi
5. Antibodies
• Disebut imunoglobulin (Ig)
• Dihasilkan oleh sel - BComposed
of proteins
• Menyerang dan membunuh
antigen spesifik
• “Lock and Key” adalah metode
penyerangannya
• Antigen memiliki banyak sisi ikatan di
permukaannya
• Molekul antibodi menempatkan antigen dan
memengikatkannya di permukaan
• Antibodi merusak antigen
• Antibodi menghalangi antigen dari penyerangan sel
tubuh
• Antibodi “call macrophages” untuk datang dan
memakan antigen yang telah rusak tadi
The Antigen/Antibody
Response
FAGOSITOSIS
Neutrophile to
go out from
blood vessel to
site of infection:
diaphedesis
Specific
oligosaccharide
(of
neutrophil)bind
with lectin (of
endothelial cells)
Opsonisasi bakteri dalam plasma oleh partikel
opsonin, untuk memfagosit
Neutrofil memakan streptococus
Contoh perilaku makrofagh
Contoh peristiwa fagositosis (
oxidative burst )
jamur
Penambahan indikator warna nitroblue tetrazolium
(NBT) menunjukkan bahwa sel leukosit tersebut
mampu membunuh jamur dengan menggunakan
kemampuan oksidatifnya yang mematikan ( H2O2,NO )
Struktur Imunoglobulin
• Rantai berat/panjang
(Heavy Chains) &
ringan/pendek (Light
Chains)
• Semua rantai disatukan
oleh ikatan disulfida
– Dalam rantai (Intra-
chain)
– Antar Rantai (Inter-
chain)
CH1
VL
CL
VH
CH2 CH3
Wilayah Engsel
(Hinge Region)
karbohidrat
Ikatan disulfida
Fragmen Imunoglobulin: Hubungan
Struktur – Fungsi
Tempat Ikatan
dengan antigen
(Ag Binding;
Fab)
Berikatan dengan
Reseptor Fc
• Fab
– Ag binding
• Fc
– Fungsi Efektor
• F(ab’)2
Fragmen Imunoglobulin:
Pepsin
Fc
Peptides
F(ab’)2
• IgG - Gamma () heavy chains
• IgM - Mu () heavy chains
• IgA - Alpha () heavy chains
• IgD - Delta () heavy chains
• IgE - Epsilon () heavy chains
Klas Immunoglobulin
• Struktur
– Monomer (7S)
IgG
IgG1, IgG2 and IgG4 IgG3
Struktur
Sifat-sifat
◦ Ig serum utama
◦ Ig utama dalam cairan extravaskuler
◦ Transfer Plasenta
◦ Fiksasi komplemen
◦ Berikatan dengan Reseptor Fc receptors
 Fagosit - opsonisasi
 Sel K - ADCC
IgG
• Struktur
– Pentamer (19S)
– domain ekstra (CH4)
– Rantai J
IgM
CH4
J Chain
• Struktur
• Sifat-sifat
– Ig serum ketiga terbanyak
– Ig pertama yang dibuat
oleh fetus dan sel B
• Ig permukaan sel B
– Fiksasi komplemen
IgM
Bgn
Ekor
• Struktur
• Sifat-sifat
– Ig no. 2 terbanyak dalam serum
– Ig sekretori utama (Kekebalan lokal dan mukosa)
• Airmata, Air liur, sekresi lambung dan paru-
paru
IgA
• Struktur
– Serum - monomer
– Sekresi (sIgA)
• Dimer (11S)
• Rantai J
• Komponen sekrotori
IgA
Rantai JKomponen
Sekretori
• Struktur
– Monomer
– Domain ekstra (CH4)
IgE
CH4
• Struktur
• Sifat-sifat
– Paling rendah dalam serum
• Berikatan dengan basofil dan sel mast
– Bertanggung jawab dalam alergi
– Infestasi Parasit (Cacing)
• Berikatan dengan Reseptor Fc Eusinofil
IgE
Imunokimia - Biokimia
Imunokimia - Biokimia

Imunokimia - Biokimia

  • 1.
  • 2.
    Imunologi merupakan cabangilmu yang mempelajari sistem pertahanan tubuh/Sistem Imun. Sedangkan Imunokimia mempelajari Struktur ,bentuk sel- sel,komponen,ataupun fungsi dari sistem imun.
  • 3.
    Respon imun merupakansegala mekanisme perlindungan tubuh terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan dari berbagai bahan dalam lingkungan.
  • 4.
  • 5.
    Mencegah dan melawaninfeksi mikroorganisme di luar tubuh. Mengeliminasi komponen-komponen dan sel-sel tubuh yang sudah tua. Mengenal dan menghancurkan sel-sel tubuh yang mengalami mutasi.
  • 6.
    Antigen adalah bahanyang dapat menstimulasi respon imun. Epitop adalah bagian dari antigen yang dapat menginduksi pembentukan antibodi.
  • 7.
    1. Menurut Epitop 2.Menurut Spesifisitas 3. Menurut ketergantungan terhadap sel-T 4. Menurut sifat kimiawi
  • 8.
    1. Unideterminant univalen 2.Unideterminant multivalen 3. Multideterminant univalen 4. Multideterminant multivalen
  • 9.
    1. Heteroantigen :dimiliki oleh banyak spesies. 2. Xenoantigen : dimiliki spesies tertentu. 3. Alloantigen : spesifik untuk individu pada suatu spesies. 4. Antigen organ spesifik : hanya dimiliki organ tertentu. 5. Autoantigen : dimiliki alat tubuh sendiri.
  • 10.
    a. T dependen: memerlukan pengenalan sel-T dan sel-B untuk menimbulkan respon antibodi. b. T independen : dapat merangsang sel-B tanpa sel-T untuk membentuk antibodi.
  • 11.
    1. Polisakarida 2. Protein 3.Asam nukleat 4. Lipid Imunogenik Tidak Imunogenik
  • 13.
  • 14.
    >Sel Fagosit Fagositosis •Memfagosit,membunuh,menghancurkan,mengeliminasi antigen dari tubuh. • Bekerjasama dengan komplemen dan sistem imun sebagai opsonin. >Sel NK • Membunuh sel ganas dan sel yang mengandung virus secara nonspesifik tanpa bantuan antibodi.
  • 15.
  • 16.
    1. Komplemen merupakanmolekul Sistem Imun Non-spesifik yang terlarut dalam keadaan tidak aktif,namun dapat diaktifkan oleh antigen maupun kompleks imun. 2. Interferon (IFN) merupakan glikoprotein yang dihasilkan oleh berbagai sel tubuh berinti dan dilepas sebagai respon terhadap infeksi virus. 3. C-reactive protein merupakan salah satu contoh protein fase akut (protein yang kadarnya dalam darah meningkat saat terjadi infeksi akut).
  • 17.
    1. Komplemen :menghancurkan antigen asing melalui mekanisme inflamasi,opsonisasi partikel antigen & merusak membran mikroorganisme. 2. Interferon (IFN) : menginduksi sel-sel sekitar sel yang terinfeksi virus,sehingga menjadi resisten terhadap virus. Menghancurkan sel ganas dengan mengaktifkan sel NK. 3.C -reactive protein : sebagai opsonin untuk memudahkan fagositosis.
  • 18.
    Sel granulosit 1. SelDarah putih (Leukocytes)  Limfosit • Antigen Penyerang spesifik • Dibentuk dalam struktur limfa dan sumsum tulang  Monosit • Sangat besar • Dibentuk dalam sumsum tulang • Matang dalam Kelenjar thymus
  • 19.
    2. Macrophages • Bersifatfagosit ( memakan sel ) • Berkembang dari monosit • Memakan sel penyerang • Memakan antigen yang rusak
  • 20.
    • Antibodi • Limfosit Sel-T pertahanan imun seluler B-cells  pertahanan imun humoral
  • 21.
    3. Sel- T •Salah satu jenis limfosit • Dihasilkan dalam sumsum tulang • Matang dalam kelenjar thymus • Mengatur pertahanan sistem imun • Membunuh antigen secara kontak langsung
  • 22.
    4. Sel -B • Disebut juga plasma sel • Salah satu tipe Limfosit • Dihasilkan dalam sumsum tulang • Tidak membunuh antigen secara langsung • Menghasilkan dan melepaskan antibodi
  • 23.
    5. Antibodies • Disebutimunoglobulin (Ig) • Dihasilkan oleh sel - BComposed of proteins • Menyerang dan membunuh antigen spesifik • “Lock and Key” adalah metode penyerangannya
  • 24.
    • Antigen memilikibanyak sisi ikatan di permukaannya • Molekul antibodi menempatkan antigen dan memengikatkannya di permukaan • Antibodi merusak antigen • Antibodi menghalangi antigen dari penyerangan sel tubuh • Antibodi “call macrophages” untuk datang dan memakan antigen yang telah rusak tadi The Antigen/Antibody Response
  • 26.
    FAGOSITOSIS Neutrophile to go outfrom blood vessel to site of infection: diaphedesis Specific oligosaccharide (of neutrophil)bind with lectin (of endothelial cells)
  • 27.
    Opsonisasi bakteri dalamplasma oleh partikel opsonin, untuk memfagosit
  • 28.
  • 29.
    Contoh peristiwa fagositosis( oxidative burst ) jamur Penambahan indikator warna nitroblue tetrazolium (NBT) menunjukkan bahwa sel leukosit tersebut mampu membunuh jamur dengan menggunakan kemampuan oksidatifnya yang mematikan ( H2O2,NO )
  • 30.
    Struktur Imunoglobulin • Rantaiberat/panjang (Heavy Chains) & ringan/pendek (Light Chains) • Semua rantai disatukan oleh ikatan disulfida – Dalam rantai (Intra- chain) – Antar Rantai (Inter- chain) CH1 VL CL VH CH2 CH3 Wilayah Engsel (Hinge Region) karbohidrat Ikatan disulfida
  • 31.
    Fragmen Imunoglobulin: Hubungan Struktur– Fungsi Tempat Ikatan dengan antigen (Ag Binding; Fab) Berikatan dengan Reseptor Fc
  • 32.
    • Fab – Agbinding • Fc – Fungsi Efektor • F(ab’)2 Fragmen Imunoglobulin: Pepsin Fc Peptides F(ab’)2
  • 33.
    • IgG -Gamma () heavy chains • IgM - Mu () heavy chains • IgA - Alpha () heavy chains • IgD - Delta () heavy chains • IgE - Epsilon () heavy chains Klas Immunoglobulin
  • 34.
    • Struktur – Monomer(7S) IgG IgG1, IgG2 and IgG4 IgG3
  • 35.
    Struktur Sifat-sifat ◦ Ig serumutama ◦ Ig utama dalam cairan extravaskuler ◦ Transfer Plasenta ◦ Fiksasi komplemen ◦ Berikatan dengan Reseptor Fc receptors  Fagosit - opsonisasi  Sel K - ADCC IgG
  • 36.
    • Struktur – Pentamer(19S) – domain ekstra (CH4) – Rantai J IgM CH4 J Chain
  • 37.
    • Struktur • Sifat-sifat –Ig serum ketiga terbanyak – Ig pertama yang dibuat oleh fetus dan sel B • Ig permukaan sel B – Fiksasi komplemen IgM Bgn Ekor
  • 38.
    • Struktur • Sifat-sifat –Ig no. 2 terbanyak dalam serum – Ig sekretori utama (Kekebalan lokal dan mukosa) • Airmata, Air liur, sekresi lambung dan paru- paru IgA
  • 39.
    • Struktur – Serum- monomer – Sekresi (sIgA) • Dimer (11S) • Rantai J • Komponen sekrotori IgA Rantai JKomponen Sekretori
  • 40.
    • Struktur – Monomer –Domain ekstra (CH4) IgE CH4
  • 41.
    • Struktur • Sifat-sifat –Paling rendah dalam serum • Berikatan dengan basofil dan sel mast – Bertanggung jawab dalam alergi – Infestasi Parasit (Cacing) • Berikatan dengan Reseptor Fc Eusinofil IgE