LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA
PERCOBAAN IV
LIPID I
(Uji Noda, Uji Akrolein, dan Penyabunan)
NAMA : Agtha Dara Afrillia
ASDOS : Neviawati
DOSEN : Lela Laelatul
TANGGAL PERCOBAAN : 15 Mei 2016
PROGRAM STUDI KIMA
FAKULTAS SAIN DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2016
I. Tujuan
Untuk melihat adanya terbentuk noda oleh lemak/minyak, uji akrolein dan proses
penyabunan pada lemak/minyak
II. Dasar Teori
Lipid adalah salah satu kategori molekul biologis yang besar yang tidak
mencakup polimer. Senyawa yang disebut lipid dikelompokkan bersama karena
meiliki satu cirri penting: lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya
terhadap air. Perilaku hidrofobik lipid didasarkan pada struktur molekulernya.
Meskipun lipid bisa memiliki beberapa ikatan polar yang berikatan dengan oksigen,
lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon (Campbell et al ,2002).
Lipida mempunyai sifat umum yang lidak larut dalam air, larut dalam
pelarut organik seperti benzena, eter, aseton, kloroform, dan karbontetraklorida,
mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen, kadang-kadang juga
mengandung nitrogen dan fosfor bila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak,
berperan pada metabolisme tumbuhan dan hewan (Bastian, 2011)
Berbeda dengan karbohidrat dan protein, lipida bukan suatu polimer, tidak
mempunyai satuan yang berulang. Pembagian yang didasarkan atas hasil
hidrolisisnya, lipida digolongkan menjadi lipida sederhana, lipida majemuk, dan
sterol.
Minyak dan lemak termasuk dalam golongan lipida sederhana. Minyak dan
lemak yang telah dipisahkan dari jaringan asalnya mengandung sejumlah kecil
komponen selain trigliserida, yaitu: lipida kompleks (lesitin, sephalin, fosfatida
lainnya, glikolipida), sterol yang berada dalam keadaan bebas atau terikat dengan
asam lemak, asam lemak bebas, lilin, pigmen yang larut dalam lemak, dan
hidrokarbon. Komponen tersebut mempengaruhi warna dan flavor produk
(Buchori, 2007)
Sebagian besar lemak yang terdapat di dalam tubuh akan masuk ke dalam
kategori asam lemak dan triasilgliserol; gliserofosfolipid dan sfingolipid ;
eokisanoid; kolesterol, garam empedu, dan hormone steroid; serta vitamin larut
lemak. Lemak-lemak ini memiliki fungsi dan struktur kimia yang sangat beragam.
Namun memiliki satu sifat yang sama: relatif tidak larut dalam air (Marks et
al,2000)
III. Hasil dan Pembahasan
3.1 Tabel Pengamatan
1. Uji Noda
Perlakuan Pengamatan
Minyak tengik + alkohol-eter
Noda diteteskan di kertas saring dan
kertas biasa,keringkan
Kuning pekat
Kertas saring dan kertas biasa =
noda kuning, noda masih ada
Lemak sapi + alkohol-eter
Noda diteteskan di kertas saring dan
kertas biasa,keringkan
Kuning keruh
Kertas saring dan kertas biasa =
noda putih transfaran, noda hilang
Minyak + alkohol-eter
Noda diteteskan di kertas saring dan
kertas biasa,keringkan
Putih keruh
Kertas saring dan kertas biasa =
noda putih, noda masih ada
Blueband + alkohol-eter
Noda diteteskan di kertas saring dan
kertas biasa,keringkan
putih keruh
Kertas saring dan kertas biasa =
noda kuning, noda masih ada
2. Uji Akrolein
Perlakuan Pengamatan
KHSO4 + 3 tetes minyak kelapa Larutan bau tengik, gas putih
KHSO4 + 3 tetes minyak tengik Larutan bau tengik, gas putih
KHSO4 + 3 tetes blueband Larutan bau tengik dengan pemanasan
lebih lama
KHSO4 + 3 tetes lemak sapi Larutan bau tengik, gas putih
3. Penyabunan
Perlakuan Pengamatan
Minyak + air + KOH + pemanasan Jumalah busa (++)
Minyak tengik + air + KOH +
pemanasan
Jumalah busa (++++)
Mentega + air + KOH + pemanasan Jumalah busa (+)
Lemak sapi + air + KOH +
pemanasan
Jumalah busa (+++)
Minyak + air + NaOH + pemanasan Jumalah busa (++)
Minyak tengik + air + NaOH +
pemanasan
Jumalah busa (+++)
Mentega + air + NaOH + pemanasan Jumalah busa (+)
Lemak sapi + air + NaOH +
pemanasan
Jumalah busa (++++)
Ket : Busa sangat banyak (++++)
Busa banyak (+++)
Busa sedikit (++)
Busa sangat sedikit (+)
3.2 Pembahasan
1. Uji Noda
Lemak atau minyak secara kimiawi adalah trigliserida yang merupakan
bagian terbesar dari kelompok lipida. Trigliserida ini merupakan senyawa hasil
kondensasi satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak. Secara umum,
lemak diartikan sebagai trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berada dalam
keadaan padat. Sedangkan minyak adalah trigliserida yang dalam suhu ruang
berbentuk cair Minyak dan lemak adalah trigiserida atau triasil gliserol (merupakan
ester asam lemak dengan gliserol) dengan rumus :
Pada uij noda dilakukan berjuan untuk melihat banyak atau sedikitnya
kandungan lipid pada dua sampel yaitu minyal kelapa, blueband, lemak sapi, dan
minyak tengik yang dicampurkan dengan alkohol dan kemudian diteteskan pada
kertas. Noda pada kertas yang ditetesi dengan lemak sapi dan campuran alkohol-
eter lebih transparan dibandingankan dengan noda yang dihasilkan pada kertas yang
ditetesi dengan bahan uji yang lain. Hal ini dikarenakan kandungan kolestrol yang
terdapat pada lemak sapi lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan kolestrol
yang terdapat pada bahan uji yang lain. Setelah noda tersebut dicuci dengan air dan
dikeringkan, masih terlihat noda pada kertas tersebut, menunjukkan bahwa lemak
tidak dapat larut dalam air.
Gambar 1. Uji Noda
Adanya bercak noda pada kertas saring menandakan adanya lipid yang tidak
larut. Saat bahan yang diujikan dilarutkan dalam pelarut eter dan alkohol, terdapat
bercak noda pada kertas saring. Hal ini menunjukkan bahwa bahan uji tersebut atau
lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti alkohol sehingga noda lipid tersebut
menempel dan terbentuk noda pada kertas saring. Pada uji noda bahan yang masij
terdapat oda yaitu pada minyak tengik, blueband, minyak kelapa.
2. Uji Akrolein
Hasil uji akrolein, gliserol dalam bentuk bebas atau yang terdapat dalam
lemak/minyak akan mengalami dehidrasi membentuk aldehid akrilat atau akrolein.
Senyawa pendehidrasi dalam uji ini adalah KHSO4 yang menarik molekul air dari
gliserol. Hasil uji akrolein menunjukkan bahwa semua bahan yang diuji
memberikan bau yang tajam. Gliserol dalam bentuk bebas atau yang terikat berupa
senyawa yang akan membentuk akrolein, sedangkan asam-asam lemak
tidak (Anwar 1994). Penambahan pereaksi KHSO4, bertujuan untuk mengkatalisis
gliserol yang mungkin ada dalam larutan senyawa lemak.
Saat pembakaran, timbul bau dan asap putih. Bila mengalami dehidrasi,
gliserol bebas atau gliserol yang terdapat dalam lipid dapat membentuk aldehid
akrilat atau akrolein yang menimbulkan bau ketika dipanaskan. Oleh karena itu,
dapat diketahui bahwa terdapat gliserol di dalam lipid yang diuji. Uji akrolein untuk
gliserol tergantung pada dehidrasi danoksidasi gliserol menjadi akrolein. Reaksi
antara gliserol dan KHSO4 akan menghasilkan akrolein, reaksinya adalah :
CH2 CH2
│ │
CHOH + KHSO4 ─→ CH + 2 H2O
│ │
CH2OH ↑ CHO
(Gliserol) (api) (Akrolein)
Gambar 2. Uji Akrolein
3. Uji Penyabunan
Uji penyabunan ini dilakukan untuk mengambil sam-asam lemak dari
minyak, sehingga dihasilkan campuran sabun dan gliserol yang mudah larut dalam
air dan alkohol. Pada percobaan penyabunan ini, nahan uji dihidrolisis oleh KOH
dan NaOH yang merupakan larutan alkali.
Gambar 3 Uji Penyabunan
Pada minyak tengik dan lemak sapi memperlihatkan lebih banyak
menghasilkan busa ketika dicampurkan dengan larutan NaOH. Hal ini dikarenakan
KOH mempunyai kepolaran yang lebih tinggi dari pada NaOH. Sehingga
menyebabkan KOH lebih bisa larut dalam air. KOHpun lebih mudah menarik asam
lemak dari minyak yang sebelumnya telah dicampurkan dengan air. Reaksi
penyabunan dan sifat-sifat asam lemak
(C17H33COO)3C3H5 + 3NaOH → 3C17H33COONa + C3H8O3
Minyak goreng Sabun Gliserol
IV. Kesimpulan
Lipid pada kertas dapat mengahasilkan noda transparan dan semitransparan
yang disebut noda translucent. Bau khas pada uji akrolein membuktikan bahwa
dalam larutan gliserol dan minyak mengandung gliserol.Lipid bereaksi dengan
suatu larutan alkali (NaOH atau KOH) akan membentuk sabun, reaksi ini
dinamakan safonifikasi.
.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Laporan Biokimia. http:// suksesi kimia-suksesi kimia.blogspot.com. 17
Mei 2016
Bastian, F. 2011. Buku Ajar Teknologi Pati dan Gula. Universitas Hasanuddin,
Makasar
Campbell, Neil A., Reece, Jane B., dan Mitchell, Lawrence G. 2002. Biologi, Edisi
Kelima-Jilid 1. Terjemahan dari Biology, oleh Rahayu Lestari, et al,
Penerbit Erlangga, Jakarta.
Dianti,sri.2013. Pengertian dan Ciri Lipid http://www.sridianti.com/pengertian
dan-ciri-lipid.html. Diakses pada 15 Mei 2016
Herlina, Neti. Lemak dan Minyak. http:// library.usu.ac.id. 16 Mei 2016
Marks, Down B., Marks, Allan D., dan Smith, Colleen M. 2000. Biokimia
Kedokteran Dasar: Sebuah Pendekatan Klinis. Terjemahan dari Basic
Medical Biochemistry: A Clinical Approach, oleh Brahm U. Pendit,
Penerbit EGC, Jakarta.

Laporan biokima bab 4

  • 1.
    LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PERCOBAANIV LIPID I (Uji Noda, Uji Akrolein, dan Penyabunan) NAMA : Agtha Dara Afrillia ASDOS : Neviawati DOSEN : Lela Laelatul TANGGAL PERCOBAAN : 15 Mei 2016 PROGRAM STUDI KIMA FAKULTAS SAIN DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2016
  • 2.
    I. Tujuan Untuk melihatadanya terbentuk noda oleh lemak/minyak, uji akrolein dan proses penyabunan pada lemak/minyak II. Dasar Teori Lipid adalah salah satu kategori molekul biologis yang besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa yang disebut lipid dikelompokkan bersama karena meiliki satu cirri penting: lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. Perilaku hidrofobik lipid didasarkan pada struktur molekulernya. Meskipun lipid bisa memiliki beberapa ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon (Campbell et al ,2002). Lipida mempunyai sifat umum yang lidak larut dalam air, larut dalam pelarut organik seperti benzena, eter, aseton, kloroform, dan karbontetraklorida, mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen, kadang-kadang juga mengandung nitrogen dan fosfor bila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak, berperan pada metabolisme tumbuhan dan hewan (Bastian, 2011) Berbeda dengan karbohidrat dan protein, lipida bukan suatu polimer, tidak mempunyai satuan yang berulang. Pembagian yang didasarkan atas hasil hidrolisisnya, lipida digolongkan menjadi lipida sederhana, lipida majemuk, dan sterol. Minyak dan lemak termasuk dalam golongan lipida sederhana. Minyak dan lemak yang telah dipisahkan dari jaringan asalnya mengandung sejumlah kecil komponen selain trigliserida, yaitu: lipida kompleks (lesitin, sephalin, fosfatida lainnya, glikolipida), sterol yang berada dalam keadaan bebas atau terikat dengan asam lemak, asam lemak bebas, lilin, pigmen yang larut dalam lemak, dan hidrokarbon. Komponen tersebut mempengaruhi warna dan flavor produk (Buchori, 2007) Sebagian besar lemak yang terdapat di dalam tubuh akan masuk ke dalam kategori asam lemak dan triasilgliserol; gliserofosfolipid dan sfingolipid ; eokisanoid; kolesterol, garam empedu, dan hormone steroid; serta vitamin larut lemak. Lemak-lemak ini memiliki fungsi dan struktur kimia yang sangat beragam. Namun memiliki satu sifat yang sama: relatif tidak larut dalam air (Marks et al,2000)
  • 3.
    III. Hasil danPembahasan 3.1 Tabel Pengamatan 1. Uji Noda Perlakuan Pengamatan Minyak tengik + alkohol-eter Noda diteteskan di kertas saring dan kertas biasa,keringkan Kuning pekat Kertas saring dan kertas biasa = noda kuning, noda masih ada Lemak sapi + alkohol-eter Noda diteteskan di kertas saring dan kertas biasa,keringkan Kuning keruh Kertas saring dan kertas biasa = noda putih transfaran, noda hilang Minyak + alkohol-eter Noda diteteskan di kertas saring dan kertas biasa,keringkan Putih keruh Kertas saring dan kertas biasa = noda putih, noda masih ada Blueband + alkohol-eter Noda diteteskan di kertas saring dan kertas biasa,keringkan putih keruh Kertas saring dan kertas biasa = noda kuning, noda masih ada 2. Uji Akrolein Perlakuan Pengamatan KHSO4 + 3 tetes minyak kelapa Larutan bau tengik, gas putih KHSO4 + 3 tetes minyak tengik Larutan bau tengik, gas putih KHSO4 + 3 tetes blueband Larutan bau tengik dengan pemanasan lebih lama KHSO4 + 3 tetes lemak sapi Larutan bau tengik, gas putih 3. Penyabunan Perlakuan Pengamatan Minyak + air + KOH + pemanasan Jumalah busa (++) Minyak tengik + air + KOH + pemanasan Jumalah busa (++++) Mentega + air + KOH + pemanasan Jumalah busa (+)
  • 4.
    Lemak sapi +air + KOH + pemanasan Jumalah busa (+++) Minyak + air + NaOH + pemanasan Jumalah busa (++) Minyak tengik + air + NaOH + pemanasan Jumalah busa (+++) Mentega + air + NaOH + pemanasan Jumalah busa (+) Lemak sapi + air + NaOH + pemanasan Jumalah busa (++++) Ket : Busa sangat banyak (++++) Busa banyak (+++) Busa sedikit (++) Busa sangat sedikit (+) 3.2 Pembahasan 1. Uji Noda Lemak atau minyak secara kimiawi adalah trigliserida yang merupakan bagian terbesar dari kelompok lipida. Trigliserida ini merupakan senyawa hasil kondensasi satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak. Secara umum, lemak diartikan sebagai trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berada dalam keadaan padat. Sedangkan minyak adalah trigliserida yang dalam suhu ruang berbentuk cair Minyak dan lemak adalah trigiserida atau triasil gliserol (merupakan ester asam lemak dengan gliserol) dengan rumus : Pada uij noda dilakukan berjuan untuk melihat banyak atau sedikitnya kandungan lipid pada dua sampel yaitu minyal kelapa, blueband, lemak sapi, dan minyak tengik yang dicampurkan dengan alkohol dan kemudian diteteskan pada kertas. Noda pada kertas yang ditetesi dengan lemak sapi dan campuran alkohol-
  • 5.
    eter lebih transparandibandingankan dengan noda yang dihasilkan pada kertas yang ditetesi dengan bahan uji yang lain. Hal ini dikarenakan kandungan kolestrol yang terdapat pada lemak sapi lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan kolestrol yang terdapat pada bahan uji yang lain. Setelah noda tersebut dicuci dengan air dan dikeringkan, masih terlihat noda pada kertas tersebut, menunjukkan bahwa lemak tidak dapat larut dalam air. Gambar 1. Uji Noda Adanya bercak noda pada kertas saring menandakan adanya lipid yang tidak larut. Saat bahan yang diujikan dilarutkan dalam pelarut eter dan alkohol, terdapat bercak noda pada kertas saring. Hal ini menunjukkan bahwa bahan uji tersebut atau lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti alkohol sehingga noda lipid tersebut menempel dan terbentuk noda pada kertas saring. Pada uji noda bahan yang masij terdapat oda yaitu pada minyak tengik, blueband, minyak kelapa. 2. Uji Akrolein Hasil uji akrolein, gliserol dalam bentuk bebas atau yang terdapat dalam lemak/minyak akan mengalami dehidrasi membentuk aldehid akrilat atau akrolein. Senyawa pendehidrasi dalam uji ini adalah KHSO4 yang menarik molekul air dari gliserol. Hasil uji akrolein menunjukkan bahwa semua bahan yang diuji memberikan bau yang tajam. Gliserol dalam bentuk bebas atau yang terikat berupa senyawa yang akan membentuk akrolein, sedangkan asam-asam lemak tidak (Anwar 1994). Penambahan pereaksi KHSO4, bertujuan untuk mengkatalisis gliserol yang mungkin ada dalam larutan senyawa lemak. Saat pembakaran, timbul bau dan asap putih. Bila mengalami dehidrasi, gliserol bebas atau gliserol yang terdapat dalam lipid dapat membentuk aldehid akrilat atau akrolein yang menimbulkan bau ketika dipanaskan. Oleh karena itu,
  • 6.
    dapat diketahui bahwaterdapat gliserol di dalam lipid yang diuji. Uji akrolein untuk gliserol tergantung pada dehidrasi danoksidasi gliserol menjadi akrolein. Reaksi antara gliserol dan KHSO4 akan menghasilkan akrolein, reaksinya adalah : CH2 CH2 │ │ CHOH + KHSO4 ─→ CH + 2 H2O │ │ CH2OH ↑ CHO (Gliserol) (api) (Akrolein) Gambar 2. Uji Akrolein 3. Uji Penyabunan Uji penyabunan ini dilakukan untuk mengambil sam-asam lemak dari minyak, sehingga dihasilkan campuran sabun dan gliserol yang mudah larut dalam air dan alkohol. Pada percobaan penyabunan ini, nahan uji dihidrolisis oleh KOH dan NaOH yang merupakan larutan alkali. Gambar 3 Uji Penyabunan Pada minyak tengik dan lemak sapi memperlihatkan lebih banyak menghasilkan busa ketika dicampurkan dengan larutan NaOH. Hal ini dikarenakan
  • 7.
    KOH mempunyai kepolaranyang lebih tinggi dari pada NaOH. Sehingga menyebabkan KOH lebih bisa larut dalam air. KOHpun lebih mudah menarik asam lemak dari minyak yang sebelumnya telah dicampurkan dengan air. Reaksi penyabunan dan sifat-sifat asam lemak (C17H33COO)3C3H5 + 3NaOH → 3C17H33COONa + C3H8O3 Minyak goreng Sabun Gliserol
  • 8.
    IV. Kesimpulan Lipid padakertas dapat mengahasilkan noda transparan dan semitransparan yang disebut noda translucent. Bau khas pada uji akrolein membuktikan bahwa dalam larutan gliserol dan minyak mengandung gliserol.Lipid bereaksi dengan suatu larutan alkali (NaOH atau KOH) akan membentuk sabun, reaksi ini dinamakan safonifikasi. .
  • 9.
    DAFTAR PUSTAKA Anonim. LaporanBiokimia. http:// suksesi kimia-suksesi kimia.blogspot.com. 17 Mei 2016 Bastian, F. 2011. Buku Ajar Teknologi Pati dan Gula. Universitas Hasanuddin, Makasar Campbell, Neil A., Reece, Jane B., dan Mitchell, Lawrence G. 2002. Biologi, Edisi Kelima-Jilid 1. Terjemahan dari Biology, oleh Rahayu Lestari, et al, Penerbit Erlangga, Jakarta. Dianti,sri.2013. Pengertian dan Ciri Lipid http://www.sridianti.com/pengertian dan-ciri-lipid.html. Diakses pada 15 Mei 2016 Herlina, Neti. Lemak dan Minyak. http:// library.usu.ac.id. 16 Mei 2016 Marks, Down B., Marks, Allan D., dan Smith, Colleen M. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar: Sebuah Pendekatan Klinis. Terjemahan dari Basic Medical Biochemistry: A Clinical Approach, oleh Brahm U. Pendit, Penerbit EGC, Jakarta.