HUKUM PERIKATAN




              AMANDA LP LUBIS
Tidak ada definisi perikatan dalam
    perundang-undangan tapi dirumuskan
  sedemikian rupa dalam ilmu pengetahuan.

• Perikatan adalah hubungan hukum antara dua pihak didalam
   lapangan harta kekayaan, dimana piha yang satu (kreditur)
        berhak atas prestasi dan pihak yang lain (debitur)
             berkewajiban memenuhi prestasi itu.
SUBYEK PERIKATAN

• Bahwa hubungan hukum yang
  menimbulkan hak dan kewajiban dalam
  perikatan tersebut adalah antara dua
  pihak.pihak yang berhak atas prestasi
  (pihak yang aktif) adalah kreditur atau
  orang yang berpiutang.
• Sedangkan pihak yang berkewajiban
  memenuhi prestasi (pihak yang pasif)
  adalah debitur atau orang yang berutang
OBYEK PERIKATAN

• Yang merupakan hak debitur dan
  kewajiban debitur biasanya dinamakan
  prestasi. Menurut pasal 1234 BW prestasi
  ini dapat berupa memberi sesuatu,
  berbuat sesuatu, dan tida berbuat sesuatu
• Perikatan untuk memberi sesuatu diatur
  dalam Buku III titel II bagian kedua.
  Sedangkan perikatan untu berbuat
  sesuatu dan tidak berbuat sesuatu diatur
  dalam Buku II titel I bagian ketiga.
ASAS-ASAS HUKUM PERIKATAN

* Asas Kebebasan Berkontrak
Asas kebebasan berkontrak terlihat di dalam Pasal
  1338 KUHP Perdata yang menyebutkan bahwa
  segala sesuatu perjanjian yang dibuat adalah
  sah bagi para pihak yang membuatnya dan
  berlaku sebagai undang-undang bagi mereka
  yang membuatnya.
* Asas konsensualisme
Asas konsensualisme, artinya bahwa perjanjian itu
  lahir pada saat tercapainya kata sepakat antara
  para pihak mengenai hal-hal yang pokok dan
  tidak memerlukan sesuatu formalitas.
DASAR HUKUM

    Dasar hukum perikatan berdasarkan KUHP perdata
         terdapat tiga sumber adalah sebagai berikut.
1. Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian).
2. Perikatan yang timbul undang-undang.
• Perikatan yang timbul dari undang-undang dapat dibagi
   menjadi dua, yaitu
a. Perikatan terjadi karena undang-undang semata
b. Perikatan terjadi karena undang-undang akibat
   perbuatan manusia
3. Perikatan terjadi bukan perjanjian, tetapi terjadi karena
   perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige daad) dan
   perwakilan sukarela ( zaakwarneming).
SYARAT PERIKATAN




       * Harus diperkenankan
* Harus tertentu atau dapat ditentukan
     * Harus mungkin dilakukan
MACAM-MACAM PERIKATAN
• Menurut ilmu pengetahuan hukum perdata
1. Menurut isi dari pada prestasinya
* perikatan positif dan negatif
* perikatan sepintas lalu dan berkelanjutan
* perikatan alternatif
* perikatan fakultatif
* perikatan generik dan specifik
* perikatan yang dapat dibagi dan yang tidak dapat dibagi
2. menurut subyeknya
* perikatan tanggung menangggung
* perikatan pokok atau tambahan
3. menurut mulai berlakunya dan berakhrnya
* perikatan bersyarat
* perikatan dengan ketetapan waktu
• Menurut undang-undang perikatan
* perikatan bersyarat
* perikatan dengan ketetapan waktu
* perikatan alternatif
* perikatan tanggung menanggung
* perikatan yang dapat dibagi dan tidak dapat
   dibagi
* perikatan dengan ancaman hukuman
WANPRESTASI DAN AKIBAT HUKUMNYA


   Wanprestasi seorang debitur dapat
     berupa 4 macam yaitu:
   a.Sama sekali tidak memenuhi prestasi
   b.Tidak tunai memenuhi prestasi
   c.Terlambat memenuhi prestasi
   d.Keliru memenuhi prestasi
AKIBAT HUKUMNYA

Kreditur dapat memilih diantara beberapa
  kemungkinan tuntutan sebagaimana
  disebut dalam pasal 1267 BW yaitu:
a.Pemenuhan perikatan
b.Pemenuhan perikatan dengan ganti
  kerugian
c.Ganti kerugian
d.Pembatan perjanjian timbal balik
e.Pembatalan dengan ganti kerugian.
HAPUSNYA PERIKATAN

• Karena pembayaran
• Karena penawaran pembayaran tunai diikuti dengan
  penyimpanan dan penitipan
• Karena pembaharuan utang
• Karena peerjumpaan utang dan kompensasi
• Karena pencampuran utang
• Karena pembebasan hutang
• Karena musnahnya barang yang terutang
• Karena kebatalan dan pembatalan
• Karena berlakunya syarat batal
• Karena lewat waktu
THANK YOU

hukum perikatan

  • 1.
    HUKUM PERIKATAN AMANDA LP LUBIS
  • 2.
    Tidak ada definisiperikatan dalam perundang-undangan tapi dirumuskan sedemikian rupa dalam ilmu pengetahuan. • Perikatan adalah hubungan hukum antara dua pihak didalam lapangan harta kekayaan, dimana piha yang satu (kreditur) berhak atas prestasi dan pihak yang lain (debitur) berkewajiban memenuhi prestasi itu.
  • 3.
    SUBYEK PERIKATAN • Bahwahubungan hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban dalam perikatan tersebut adalah antara dua pihak.pihak yang berhak atas prestasi (pihak yang aktif) adalah kreditur atau orang yang berpiutang. • Sedangkan pihak yang berkewajiban memenuhi prestasi (pihak yang pasif) adalah debitur atau orang yang berutang
  • 4.
    OBYEK PERIKATAN • Yangmerupakan hak debitur dan kewajiban debitur biasanya dinamakan prestasi. Menurut pasal 1234 BW prestasi ini dapat berupa memberi sesuatu, berbuat sesuatu, dan tida berbuat sesuatu • Perikatan untuk memberi sesuatu diatur dalam Buku III titel II bagian kedua. Sedangkan perikatan untu berbuat sesuatu dan tidak berbuat sesuatu diatur dalam Buku II titel I bagian ketiga.
  • 5.
    ASAS-ASAS HUKUM PERIKATAN *Asas Kebebasan Berkontrak Asas kebebasan berkontrak terlihat di dalam Pasal 1338 KUHP Perdata yang menyebutkan bahwa segala sesuatu perjanjian yang dibuat adalah sah bagi para pihak yang membuatnya dan berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. * Asas konsensualisme Asas konsensualisme, artinya bahwa perjanjian itu lahir pada saat tercapainya kata sepakat antara para pihak mengenai hal-hal yang pokok dan tidak memerlukan sesuatu formalitas.
  • 6.
    DASAR HUKUM Dasar hukum perikatan berdasarkan KUHP perdata terdapat tiga sumber adalah sebagai berikut. 1. Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian). 2. Perikatan yang timbul undang-undang. • Perikatan yang timbul dari undang-undang dapat dibagi menjadi dua, yaitu a. Perikatan terjadi karena undang-undang semata b. Perikatan terjadi karena undang-undang akibat perbuatan manusia 3. Perikatan terjadi bukan perjanjian, tetapi terjadi karena perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige daad) dan perwakilan sukarela ( zaakwarneming).
  • 7.
    SYARAT PERIKATAN * Harus diperkenankan * Harus tertentu atau dapat ditentukan * Harus mungkin dilakukan
  • 8.
    MACAM-MACAM PERIKATAN • Menurutilmu pengetahuan hukum perdata 1. Menurut isi dari pada prestasinya * perikatan positif dan negatif * perikatan sepintas lalu dan berkelanjutan * perikatan alternatif * perikatan fakultatif * perikatan generik dan specifik * perikatan yang dapat dibagi dan yang tidak dapat dibagi 2. menurut subyeknya * perikatan tanggung menangggung * perikatan pokok atau tambahan 3. menurut mulai berlakunya dan berakhrnya * perikatan bersyarat * perikatan dengan ketetapan waktu
  • 9.
    • Menurut undang-undangperikatan * perikatan bersyarat * perikatan dengan ketetapan waktu * perikatan alternatif * perikatan tanggung menanggung * perikatan yang dapat dibagi dan tidak dapat dibagi * perikatan dengan ancaman hukuman
  • 10.
    WANPRESTASI DAN AKIBATHUKUMNYA Wanprestasi seorang debitur dapat berupa 4 macam yaitu: a.Sama sekali tidak memenuhi prestasi b.Tidak tunai memenuhi prestasi c.Terlambat memenuhi prestasi d.Keliru memenuhi prestasi
  • 11.
    AKIBAT HUKUMNYA Kreditur dapatmemilih diantara beberapa kemungkinan tuntutan sebagaimana disebut dalam pasal 1267 BW yaitu: a.Pemenuhan perikatan b.Pemenuhan perikatan dengan ganti kerugian c.Ganti kerugian d.Pembatan perjanjian timbal balik e.Pembatalan dengan ganti kerugian.
  • 12.
    HAPUSNYA PERIKATAN • Karenapembayaran • Karena penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan dan penitipan • Karena pembaharuan utang • Karena peerjumpaan utang dan kompensasi • Karena pencampuran utang • Karena pembebasan hutang • Karena musnahnya barang yang terutang • Karena kebatalan dan pembatalan • Karena berlakunya syarat batal • Karena lewat waktu
  • 13.