Nama : Dr. Dwi Suseno
Tempat & Tgl lahir : Jakarta,20 sept
1986
Riwayat Pendidikan :
- FK UNS Solo lulus 2010
Penatalaksanaan
Tujuan:
ANGKA KESAKITAN
KERUSAKAN ORGAN TARGET
ANGKA KEMATIAN
Penatalaksanaan
Strategi Penatalaksanaan Hipertensi
JNC:
 Pencegahan
 Deteksi dini
 Evaluasi
 Pengobatan
JNC VI, 1997
Pengobatan
 Pharmacotherapy (obat-obatan)
 Non Pharmacotherapy
(perubahan gaya hidup)
Lifestyle Modification
Modification Approximate SBP
reduction
(range)
Penurunan BB 5–20 mmHg/10 kg weight loss
Perencanaan diet 8–14 mmHg
Batasan diet
garam
2–8 mmHg
Aktivitas fisik 4–9 mmHg
Batsan alkohol 2–4 mmHg
For patients who are prescribed pharmacological therapy: Exercise should be prescribed as adjunctive therapy
Lifestyle Recommendations for
Hypertension: Physical Activity
Should be prescribed to reduce blood pressure
Type Dynamic exercise
- Walking
- Cycling
- Non-competitive swimming
Time - 45-60 minutes
Intensity - Moderate
Frequency - 4 or 5 times per weekF
I
T
T
Pengaturan Diet
Prinsip diet pada penderita hipertensi adalah
sebagai berikut :
· Makanan beraneka ragam dan gizi seimbang.
· Jenis dan komposisi makanan disesuaikan
dengan kondisi penderita.
· Jumlah garam dibatasi sesuai dengan kesehatan
penderita dan jenis makanan dalam daftar diet.
KONSUMSI GARAM DAPUR
TIDAK LEBIH DARI ¼-1/2
sendok teh /hari
Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah:
1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal,
paru, minyak kelapa, gajih).
2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam
natrium (biscuit, craker, keripik dan makanan kering yang
asin).
3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis,
korned, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft
drink).
4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah,
abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai
kacang).
5. Susu full cream, mentega, margarine, keju
mayonnaise, serta sumber protein hewani yang
tinggi kolesterol seperti daging merah
(sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam).
6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi,
saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu
penyedap lain yang pada umumnya mengandung
garam natrium.
7. Alkohol dan makanan yang mengandung
alkohol seperti durian, tape.
Bahan makanan tambahan
yang dianjurkan
Vitamin
Kacang kedelai : Tempe adalah hasil pengolahan kedelai yang melalui
proses fermentasi, dengan kandungan gizi lebih baik dari kedelai.
Sehingga tempe dianjurkan untuk di konsumsi oleh penderita
hipertensi sebagai sumber protein nabati.
BP TARGETS:
WITHOUT COMPLICATION : <140/80 mmHg
DIABETES : < 130/80 mmHg
CKD : < 130/80 mmHg
PROTEINURIA > 1 g/d : <125/75 mmHg

Hipertensi pbl

  • 1.
    Nama : Dr.Dwi Suseno Tempat & Tgl lahir : Jakarta,20 sept 1986 Riwayat Pendidikan : - FK UNS Solo lulus 2010
  • 2.
  • 3.
    Tujuan: ANGKA KESAKITAN KERUSAKAN ORGANTARGET ANGKA KEMATIAN Penatalaksanaan
  • 4.
    Strategi Penatalaksanaan Hipertensi JNC: Pencegahan  Deteksi dini  Evaluasi  Pengobatan JNC VI, 1997
  • 5.
    Pengobatan  Pharmacotherapy (obat-obatan) Non Pharmacotherapy (perubahan gaya hidup)
  • 6.
    Lifestyle Modification Modification ApproximateSBP reduction (range) Penurunan BB 5–20 mmHg/10 kg weight loss Perencanaan diet 8–14 mmHg Batasan diet garam 2–8 mmHg Aktivitas fisik 4–9 mmHg Batsan alkohol 2–4 mmHg
  • 7.
    For patients whoare prescribed pharmacological therapy: Exercise should be prescribed as adjunctive therapy Lifestyle Recommendations for Hypertension: Physical Activity Should be prescribed to reduce blood pressure Type Dynamic exercise - Walking - Cycling - Non-competitive swimming Time - 45-60 minutes Intensity - Moderate Frequency - 4 or 5 times per weekF I T T
  • 8.
  • 9.
    Prinsip diet padapenderita hipertensi adalah sebagai berikut : · Makanan beraneka ragam dan gizi seimbang. · Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita. · Jumlah garam dibatasi sesuai dengan kesehatan penderita dan jenis makanan dalam daftar diet.
  • 10.
    KONSUMSI GARAM DAPUR TIDAKLEBIH DARI ¼-1/2 sendok teh /hari
  • 11.
    Makanan yang harusdihindari atau dibatasi adalah: 1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih). 2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biscuit, craker, keripik dan makanan kering yang asin). 3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink). 4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).
  • 12.
    5. Susu fullcream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam). 6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium. 7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape.
  • 13.
    Bahan makanan tambahan yangdianjurkan Vitamin Kacang kedelai : Tempe adalah hasil pengolahan kedelai yang melalui proses fermentasi, dengan kandungan gizi lebih baik dari kedelai. Sehingga tempe dianjurkan untuk di konsumsi oleh penderita hipertensi sebagai sumber protein nabati.
  • 15.
    BP TARGETS: WITHOUT COMPLICATION: <140/80 mmHg DIABETES : < 130/80 mmHg CKD : < 130/80 mmHg PROTEINURIA > 1 g/d : <125/75 mmHg