Hipertensi
adalah Tekanan darah tinggi dalam waktu lama dengan tekanan darah lebih dari
140/90 mmHg. Jika dibandingkan dengan tekanan darah normal yaitu 120/80
mmHg.
Tekanan darah tinggi di dalam arteri yang dibiarkan secara terus menerus lama
kelamaan akan menyebabkan resiko terjadinya penyakit stroke, gagal jantung,
serangan jantung dan kerusakan ginjal.
Gejala Hipertensi adalah sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas,
gelisah, pandangan kabur yang etrjadi kaarna adanya kerusakan pada otak, mata,
jantung dan ginjal.
Penyebab hipertensi terdapat pada :
1. Esensial > Tidak diketahui
2. Primer > Disebabkan oleh gaya hidup dan diet yang buruk, kebiasaan merokok,
kurang aktivitas fisik dan obesitas.
3. Sekunder > Diketahui penyebabnya > Penyakit ginjal, penyakit jantung serta
gangguan endokrin dan saraf
Pencegahan dan pengendalian hipertensi :
1. Mengkonsumsi makanan gizi seimbang
2. Mengurangi konsumsi garam
3. Melakukan aktivitas fisik teratur
4. Mempertahankan berat badan ideal
5. Tidak merokok dan menghindari asap rokok
6. Menghindari minum alkohol
Penatalaksanaan hipertensi :
1. Gaya hidup sehat
2. Pengaturan diet pada pasien hipertensi
Gaya hidup sehat :
* Modifikasi gaya hidup sehat seperti menurunkan berat badan apabila mengalami
kelebihan berat badan
Penatalaksanaan Diet Pasien Hipertensi
1. Tujuan diet : Membantu menurunkan tekanan darah dan memeprtahankan
tekanan darah normal
2. Prinsip diet : Membatasi konsumsi makanan yang mengandung natrium
3. Menghindari : Produk makanan yang di panggang
Penatalaksanaan diet pasien hipertensi :
1. Diet garam rendah I : (200400 mg Na) untuk pasien edema, asites atau hipertensi
berat
2. Diet garam rendah II : (600800 mg Na) untuk pasien edema, asites, atau
hipertensi tidak terlalu berat
3. Diet garam rendah III ( 10001200 mg Na) untuk pasien dengan edema, asites
atau hipertensi ringan
Prinsp pengaturan makan penderita hipertensi :
1. Batasi garam dan makanan olahan
2. Batasi makanan berlemak
3. Konsumsi makanan tinggi serat
4. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium, kalsium
5. Hindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein

Hipertensi.docx

  • 1.
    Hipertensi adalah Tekanan darahtinggi dalam waktu lama dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Jika dibandingkan dengan tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg. Tekanan darah tinggi di dalam arteri yang dibiarkan secara terus menerus lama kelamaan akan menyebabkan resiko terjadinya penyakit stroke, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Gejala Hipertensi adalah sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah, pandangan kabur yang etrjadi kaarna adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal. Penyebab hipertensi terdapat pada : 1. Esensial > Tidak diketahui 2. Primer > Disebabkan oleh gaya hidup dan diet yang buruk, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik dan obesitas. 3. Sekunder > Diketahui penyebabnya > Penyakit ginjal, penyakit jantung serta gangguan endokrin dan saraf Pencegahan dan pengendalian hipertensi : 1. Mengkonsumsi makanan gizi seimbang 2. Mengurangi konsumsi garam 3. Melakukan aktivitas fisik teratur 4. Mempertahankan berat badan ideal 5. Tidak merokok dan menghindari asap rokok 6. Menghindari minum alkohol Penatalaksanaan hipertensi : 1. Gaya hidup sehat 2. Pengaturan diet pada pasien hipertensi Gaya hidup sehat : * Modifikasi gaya hidup sehat seperti menurunkan berat badan apabila mengalami kelebihan berat badan
  • 2.
    Penatalaksanaan Diet PasienHipertensi 1. Tujuan diet : Membantu menurunkan tekanan darah dan memeprtahankan tekanan darah normal 2. Prinsip diet : Membatasi konsumsi makanan yang mengandung natrium 3. Menghindari : Produk makanan yang di panggang Penatalaksanaan diet pasien hipertensi : 1. Diet garam rendah I : (200400 mg Na) untuk pasien edema, asites atau hipertensi berat 2. Diet garam rendah II : (600800 mg Na) untuk pasien edema, asites, atau hipertensi tidak terlalu berat 3. Diet garam rendah III ( 10001200 mg Na) untuk pasien dengan edema, asites atau hipertensi ringan Prinsp pengaturan makan penderita hipertensi : 1. Batasi garam dan makanan olahan 2. Batasi makanan berlemak 3. Konsumsi makanan tinggi serat 4. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium, kalsium 5. Hindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein