 Latar Belakang
› Pinggang ialah bagian belakang yang mengemban
bagian tubuh dari thoraks keatas dan perut
› Secara anatomi, pinggang adalah daerah tulang
belakang L1 sampai seluruh tulang sacrum dan otot-
otot sekitarnya
› Tiap ruas tulang belakang berhubungan dengan
diskus intervertebralis sepanjang kolumna vertebralis
yang merupakan satu kesatuan anatomik dan
fisiologik
 Hernia nucleus pulposus
› suatu penyakit dimana bantalan lunak diantara ruas-
ruas tulang belakang mengalami tekanan disalah
satu bagian posterior atau lateral
• Hernia nucleus pulposus merupakan penyebab dari
nyeri punggung bawah
 HNP lumbalis paling sering (90%) mengenai diskus
intervertebralis L4-L5 dan L5-S1
 Biasanya NPB oleh karena HNP lumbalis akan
membaik dalam waktu kira-kira 6 minggu.
 Tindakan pembedahan jarang diperlukan
kecuali pada keadaan tertentu
 Tujuan Penulisan
› Dapat mengetahui dan memahami faktor-faktor resiko
serta etiologi yang diduga dapat menyebabkan Hernia
Nukleus Pulposus, serta mekanisme dan patofisiologi
nya, sehingga dapat dilakukan intervensi dan pendekatan
diagnostik yang sesuai.
› Dapat mengetahui Gambaran Radiologis dari Hernia
Nukleus Pulposus dan kita dapat menegakkan diagnosa
pasti sehingga dapat memberikan terapi yang tepat.
 DEFINISI
› Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus
Intervertebralis
 penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam
kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau rupture pada
diskus vebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya
nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus yang
menyebabkan kompresi pada syaraf
 ANATOMI
 Tulang belakang adalah struktur yang
kompleks, yang terbagi menjadi bagian anterior
dan posterior
 Tulang belakang terdiri dari korpus vertebra
yang silindris, dihubungkan oleh diskus
intervertebralis, dan dilekatkan oleh ligamentum
longitudinal anterior dan posterior
 Bagian posterior lebih lunak dan terdiri dari
pedikulus dan lamina yang membentuk kanalis
spinalis
Penampang Tulang Belakang Potongan Transversal
Penampang Tulang Belakang Potongan Sagital
Struktur tulang belakang yang peka
terhadap nyeri adalah periosteum
vertebrae, dura, sendi facet, annulus
fibrosus dari diskus intervertebralis, vena
epidural, dan ligamentum longitudinal
posterior
Kompresi Radix Saraf L5
dan S1 oleh Diskus yang
Mengalami Herniasi
Nucleus pulposus dari diskus
intervertebral tidak peka
terhadap nyeri dalam situasi
yang normal. Tulang belakang
regio lumbal dan servikal
merupakan struktur yang paling
peka terhadap gerakan dan
mudah mengalami trauma
Kolumna Spinalis
 Diskus intervertebralis terdiri dari dua bagian
utama
1. Anulus fibrosus
 lamella fibro kolagen
 Lapisan dalam terdiri dari jaringan fibro kartilagenus
 Daerah transisi.
2. Nucleus Pulposus
 Nukleus Pulposus adalah suatu gel yang viskus terdiri dari
proteoglycan
 Nucleus pulposus berfungsi sebagai bantalan dan berperan
menahan tekanan/beban
 EPIDEMIOLOGI
 HNP sering terjadi pada daerah L4-L5 dan L5 –S1
kemudian pada C5-C6
 jarang terjadi pada daerah torakal
 Dengan insidens Hernia lumbosakral lebih dari 90%
sedangkan hernia servikalis sekitar 5- 10%.
 Faktor pencetus untuk NPB antara lain adalah: usia,
jenis kelamin, obesitas, pekerjaan, faktor psikososial,
riwayat cedera punggung sebelumnya, aktivitas/
olahraga dan kebiasaan merokok
 PATOFISIOLOGI
 Mula-mula nukleus pulposus mengalami herniasi melalui cincin
konsentrik annulus fibrosus yang robek, dan menyebabkan cincin
lain dibagian luar yang masih intak menonjol setempat (fokal)
 Proses tersebut berlanjut, sebagian materi nukleus kemudian akan
menyusup keluar dari diskus (diskus ekstrusi) ke anterior ligament
longitudinalis posterior (herniasi diskus fragmen bebas)
 protrusion atau ekstrusi diskusi posterolateral akan menekan
(menjepit) akar saraf ipsilateral pada tempat keluarnya saraf dari
kantong dura
 Jepitan saraf akan menampilkan gejala dan tanda radikuler sesuai
dengan distribusi persarafannya
Tahapan terjadinya suatu HNP
 Pembengkakan diskus(bulging) dimana nukleus
pulposus memiliki kecenderungan untuk menonjol
sebagai akibat dari suatu proses degenerasi
nukleus annulus fibrosus masih utuh.
 Protrusi diskus yakni penonjolan lokal disertai
kerusakan pada sebagian annulus fibrosus.
 Ekstrusi diskus yakni penonjolan lokal yang
semakin meluas namun diskus intervertebralis
masih intak.
 Sekuestrasi diskus yakni disebabkan oleh fragment
dari diskus yang rusak karena adanya nukleus
pulposus yang menonjol
 ETIOLOGI
 Faktor resiko yang tidak dapat dirubah terjadinya HNP
lumbalis
› faktor usia dimana makin bertambah usia risiko makin tinggi
› jenis kelamin dimana pada umumnya laki-laki lebih sering
terkena dari pada perempuan
› riwayat cedera punggung atau pernah mengalami HNP
sebelumnya
faktor-faktor risiko yang masih
dapat diubah
• Faktor pekerjaan
• Olahraga yang tidak teratur
• Merokok
• Berat badan berlebihan
 KLASIFIKASI
1. Hernia Lumbosacralis
2. Hernia Servikalis
3. Hernia Thorakalis
Menurut gradasinya, HNP dibagi atas:
 Protrusi Diskus Intervertebralis
› Nukleus terlihat menonjol ke satu arah tanpa kerusakan
annulus fibrosus.
 Ekstrusi Diskus Intervertebralis
› Nukleus keluar dari anulus fibrosus dan berada di bawah
ligamentum longitudinalis posterior.
 Sequestrasi Diskus Intervertebralis
› Nukleus telah menembus ligamentum longitudinalis
posterior
 MANIFESTASI KLINIS
 1) Nyeri punggung yang menyebar ke ekstremitas
bawah.
 2) Spasme otot.
 3) Peningkatan rasa nyeri bila batuk, mengedan,
bersin, membungkuk, mengangkat beban berat,
berdiri secara tiba-tiba.
 4) Kesemutan, kekakuan, kelemahan pada
ekstremitas.
 5) Deformitas.
 6) Penurunan fungsi sensorik dan motorik.
 7) Konstipasi, kesulitan saat defekasi dan berkemih.
 8) Tidak mampu melakukan aktifitas yang biasanya
dilakukan.
 9) Ischialgia Nyeri bersifat tajam
 Gejala masing-masing tipe HNP
 a. Henia Lumbosakralis
› Gejala pertama biasanya low back pain berlangsung dan
periodik kemudian menjadi konstan.
› Rasa nyeri di provokasi oleh posisi badan tertentu,
ketegangan, hawa dingin dan lembab, pinggang terfikasi
sehingga kadang-kadang terdapat skoliosis.
› Gejala patognomonik adalah nyeri lokal pada tekanan
atau ketokan yang terbatas antara 2 prosesus spinosus
dan disertai nyeri menjalar kedalam bokong dan tungkai.
› “Low back pain” ini disertai rasa nyeri yang menjalar ke
daerah iskhias sebelah tungkai (nyeri radikuler)
 b. Hernia servicalis
 - Parasthesi dan rasa sakit ditemukan di daerah
extremitas (sevikobrachialis)
 - Atrofi di daerah biceps dan triceps
 - Refleks biceps yang menurun atau
menghilang
 - Otot-otot leher spastik dan kakukuduk.
 c. Hernia thorakalis
 - Nyeri radikal
 - Melemahnya anggota tubuh bagian bawah
dapat menyebabkan kejang paraparesis
 - Serangannya kadang-kadang mendadak
dengan paraplegia.
 DIAGNOSIS
 Anamnesis
 Nyeri mulai dari bokong, menjalar kebagian belakang
lutut, kemudian ke tungkai bawah (sifat nyeri radikuler).
 Nyeri semakin hebat bila penderita mengejan, batuk,
mengangkat barang berat.
 Nyeri bertambah bila ditekan antara daerah di sebelah
L5-S1 (garis antara dua krista iliaka).
 Nyeri Spontan. Sifat nyeri adalah khas, yaitu dari posisi
berbaring ke duduk nyeri bertambah hebat.Sedangkan
bila berbaring nyeri berkurang atau hilang.
Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan Motoris
› Gaya jalan yang khas, membungkuk dan miring
ke sisi tungkai yang nyeri dengan fleksi di sendi
panggul dan lutut, serta kaki yang berjingkat.
› Motilitas tulang belakang lumbal yang terbatas.
 Pemeriksaan Sensoris
› Lipatan bokong sisi yang sakit lebih rendah dari
sisi yang sehat.
› Skoliosis dengan konkavitas ke sisi tungkai yang
nyeri, sifat sementara
 PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Gambaran Radiologi
› Radiografi mungkin normal atau memperlihatkan
tanda-tanda distorsi susunan tulang belakang
› menyingkirkan kausa lain nyeri punggung, tumor
medula spinalis, atau tonjolan tulang.
 Pada gambaran radiologi dapat dilihat hilangnya
lordosis lumbal, skoliosis, penyempitan
intervertebral, “spur formation” dan perkapuran
dalam diskus
› RO Spinal : Memperlihatkan perubahan degeneratif pada
tulang belakang
› M R I : untuk melokalisasi protrusi diskus kecil sekalipun
terutama untuk penyakit spinal lumbal.
› Elektromiografi (EMG) : untuk melokalisasi radiks saraf
spinal khusus yang terkena.
› Bila gambaran radiologik tidak jelas, maka sebaiknya
dilakukan punksi lumbal yang biasanya menunjukkan
protein yang meningkat tapi masih dibawah 100 mg %.
HNP pada L5-S1 dengan
degenerasi diskus
HNP L4-L5 dan L5-S1
dengan spondilolistesis
berat pada L5-S1
DIAGNOSA BANDING
a. Spondylolisthesis
b. Spondylosis
c. Neoplasma
 PENATALAKSANAAN
 Terapi Operatif
 Tujuan : Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk
mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik.
 Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan
yang kuat yaitu berupa:
› Defisit neurologik memburuk.
› Gangguan otonom (miksi, defekasi, seksual).
› Paresis otot tungkai bawah.
Terapi Konservatif gagal
1.Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang
keluar dari diskus intervertebral.
2. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan
elemen neural pada kanalis spinalis, memungkinkan
ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis,
mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan
menghilangkan kompresi medula dan radiks.
3. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra
4. Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari krista illaka
atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan
prosessus spinosus vertebrata. Tujuan peleburan spinal
adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi
kekambuhan.
 Teknologi Intervensi Fisioterapi
› Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS)
 TENS merupakan suatu cara penggunaan energi listrik
untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit
› Activation Deep Muscle
 Activation deep muscle exercise adalah latihan yang
digunakan untuk mengaktifkan deep muscle terutama m.
transversus abdominis dan m. multifidus.
› Isotonic Resistive Exercise
 Isotonic resistive exercise merupakan latihan
menggunakan kontraksi otot isotonik melawan sejumlah
berat untuk bergerak hingga akhir Lingkup Gerak Sendi
 Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau potrusi
Diskus Intervertebralis
 suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus
intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi
diskus) atau rupture pada diskus vebrata yang
diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang
menekan anulus fibrosus yang menyebabkan kompresi
pada syaraf.
› terutama banyak terjadi di daerah lumbal dan
servikal sehingga menimbulkan adanya gangguan
neurologi (nyeri punggung) yang didahului oleh
perubahan degeneratif pada proses penuaan
 HNP dapat dibedakan menjadi 3 macam
› Hernia lumbosacralis
› Hernia thoracalis
› Hernia cervicalis.
• Masing-masing hernia tersebut memiliki gejala
yang berbeda-beda, tergantung dari radix syaraf
yang lesi.
• gejala yang paling sering adalah ischialgia, nyeri
biasanya bersifat tajam, seperti terbakar,
berdenyut, dan menjalar sampai bawah lutut.
 Untuk penegakan diagnosis
› Anamnesis
› pemeriksaan klinis umum
› pemeriksaan neurologik
› pemeriksaan penunjang.
› Adapun beberapa pemeriksaan penunjang yang
bisa dilakukan adalah pemeriksaan radiologi, MRI,
CT Scan, mielogram, elektromiograf
HERNIA NUKLEUS PULPOSUS.pptx

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS.pptx

  • 2.
     Latar Belakang ›Pinggang ialah bagian belakang yang mengemban bagian tubuh dari thoraks keatas dan perut › Secara anatomi, pinggang adalah daerah tulang belakang L1 sampai seluruh tulang sacrum dan otot- otot sekitarnya › Tiap ruas tulang belakang berhubungan dengan diskus intervertebralis sepanjang kolumna vertebralis yang merupakan satu kesatuan anatomik dan fisiologik
  • 3.
     Hernia nucleuspulposus › suatu penyakit dimana bantalan lunak diantara ruas- ruas tulang belakang mengalami tekanan disalah satu bagian posterior atau lateral • Hernia nucleus pulposus merupakan penyebab dari nyeri punggung bawah  HNP lumbalis paling sering (90%) mengenai diskus intervertebralis L4-L5 dan L5-S1  Biasanya NPB oleh karena HNP lumbalis akan membaik dalam waktu kira-kira 6 minggu.  Tindakan pembedahan jarang diperlukan kecuali pada keadaan tertentu
  • 4.
     Tujuan Penulisan ›Dapat mengetahui dan memahami faktor-faktor resiko serta etiologi yang diduga dapat menyebabkan Hernia Nukleus Pulposus, serta mekanisme dan patofisiologi nya, sehingga dapat dilakukan intervensi dan pendekatan diagnostik yang sesuai. › Dapat mengetahui Gambaran Radiologis dari Hernia Nukleus Pulposus dan kita dapat menegakkan diagnosa pasti sehingga dapat memberikan terapi yang tepat.
  • 5.
     DEFINISI › HerniaNukleus pulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis  penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau rupture pada diskus vebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus yang menyebabkan kompresi pada syaraf
  • 6.
     ANATOMI  Tulangbelakang adalah struktur yang kompleks, yang terbagi menjadi bagian anterior dan posterior  Tulang belakang terdiri dari korpus vertebra yang silindris, dihubungkan oleh diskus intervertebralis, dan dilekatkan oleh ligamentum longitudinal anterior dan posterior  Bagian posterior lebih lunak dan terdiri dari pedikulus dan lamina yang membentuk kanalis spinalis
  • 7.
    Penampang Tulang BelakangPotongan Transversal
  • 8.
    Penampang Tulang BelakangPotongan Sagital
  • 9.
    Struktur tulang belakangyang peka terhadap nyeri adalah periosteum vertebrae, dura, sendi facet, annulus fibrosus dari diskus intervertebralis, vena epidural, dan ligamentum longitudinal posterior Kompresi Radix Saraf L5 dan S1 oleh Diskus yang Mengalami Herniasi
  • 10.
    Nucleus pulposus daridiskus intervertebral tidak peka terhadap nyeri dalam situasi yang normal. Tulang belakang regio lumbal dan servikal merupakan struktur yang paling peka terhadap gerakan dan mudah mengalami trauma Kolumna Spinalis
  • 11.
     Diskus intervertebralisterdiri dari dua bagian utama 1. Anulus fibrosus  lamella fibro kolagen  Lapisan dalam terdiri dari jaringan fibro kartilagenus  Daerah transisi. 2. Nucleus Pulposus  Nukleus Pulposus adalah suatu gel yang viskus terdiri dari proteoglycan  Nucleus pulposus berfungsi sebagai bantalan dan berperan menahan tekanan/beban
  • 12.
     EPIDEMIOLOGI  HNPsering terjadi pada daerah L4-L5 dan L5 –S1 kemudian pada C5-C6  jarang terjadi pada daerah torakal  Dengan insidens Hernia lumbosakral lebih dari 90% sedangkan hernia servikalis sekitar 5- 10%.  Faktor pencetus untuk NPB antara lain adalah: usia, jenis kelamin, obesitas, pekerjaan, faktor psikososial, riwayat cedera punggung sebelumnya, aktivitas/ olahraga dan kebiasaan merokok
  • 13.
     PATOFISIOLOGI  Mula-mulanukleus pulposus mengalami herniasi melalui cincin konsentrik annulus fibrosus yang robek, dan menyebabkan cincin lain dibagian luar yang masih intak menonjol setempat (fokal)  Proses tersebut berlanjut, sebagian materi nukleus kemudian akan menyusup keluar dari diskus (diskus ekstrusi) ke anterior ligament longitudinalis posterior (herniasi diskus fragmen bebas)  protrusion atau ekstrusi diskusi posterolateral akan menekan (menjepit) akar saraf ipsilateral pada tempat keluarnya saraf dari kantong dura  Jepitan saraf akan menampilkan gejala dan tanda radikuler sesuai dengan distribusi persarafannya
  • 14.
    Tahapan terjadinya suatuHNP  Pembengkakan diskus(bulging) dimana nukleus pulposus memiliki kecenderungan untuk menonjol sebagai akibat dari suatu proses degenerasi nukleus annulus fibrosus masih utuh.  Protrusi diskus yakni penonjolan lokal disertai kerusakan pada sebagian annulus fibrosus.  Ekstrusi diskus yakni penonjolan lokal yang semakin meluas namun diskus intervertebralis masih intak.  Sekuestrasi diskus yakni disebabkan oleh fragment dari diskus yang rusak karena adanya nukleus pulposus yang menonjol
  • 15.
     ETIOLOGI  Faktorresiko yang tidak dapat dirubah terjadinya HNP lumbalis › faktor usia dimana makin bertambah usia risiko makin tinggi › jenis kelamin dimana pada umumnya laki-laki lebih sering terkena dari pada perempuan › riwayat cedera punggung atau pernah mengalami HNP sebelumnya
  • 16.
    faktor-faktor risiko yangmasih dapat diubah • Faktor pekerjaan • Olahraga yang tidak teratur • Merokok • Berat badan berlebihan
  • 17.
     KLASIFIKASI 1. HerniaLumbosacralis 2. Hernia Servikalis 3. Hernia Thorakalis
  • 18.
    Menurut gradasinya, HNPdibagi atas:  Protrusi Diskus Intervertebralis › Nukleus terlihat menonjol ke satu arah tanpa kerusakan annulus fibrosus.  Ekstrusi Diskus Intervertebralis › Nukleus keluar dari anulus fibrosus dan berada di bawah ligamentum longitudinalis posterior.  Sequestrasi Diskus Intervertebralis › Nukleus telah menembus ligamentum longitudinalis posterior
  • 19.
     MANIFESTASI KLINIS 1) Nyeri punggung yang menyebar ke ekstremitas bawah.  2) Spasme otot.  3) Peningkatan rasa nyeri bila batuk, mengedan, bersin, membungkuk, mengangkat beban berat, berdiri secara tiba-tiba.  4) Kesemutan, kekakuan, kelemahan pada ekstremitas.  5) Deformitas.  6) Penurunan fungsi sensorik dan motorik.  7) Konstipasi, kesulitan saat defekasi dan berkemih.  8) Tidak mampu melakukan aktifitas yang biasanya dilakukan.  9) Ischialgia Nyeri bersifat tajam
  • 20.
     Gejala masing-masingtipe HNP  a. Henia Lumbosakralis › Gejala pertama biasanya low back pain berlangsung dan periodik kemudian menjadi konstan. › Rasa nyeri di provokasi oleh posisi badan tertentu, ketegangan, hawa dingin dan lembab, pinggang terfikasi sehingga kadang-kadang terdapat skoliosis. › Gejala patognomonik adalah nyeri lokal pada tekanan atau ketokan yang terbatas antara 2 prosesus spinosus dan disertai nyeri menjalar kedalam bokong dan tungkai. › “Low back pain” ini disertai rasa nyeri yang menjalar ke daerah iskhias sebelah tungkai (nyeri radikuler)
  • 21.
     b. Herniaservicalis  - Parasthesi dan rasa sakit ditemukan di daerah extremitas (sevikobrachialis)  - Atrofi di daerah biceps dan triceps  - Refleks biceps yang menurun atau menghilang  - Otot-otot leher spastik dan kakukuduk.  c. Hernia thorakalis  - Nyeri radikal  - Melemahnya anggota tubuh bagian bawah dapat menyebabkan kejang paraparesis  - Serangannya kadang-kadang mendadak dengan paraplegia.
  • 22.
     DIAGNOSIS  Anamnesis Nyeri mulai dari bokong, menjalar kebagian belakang lutut, kemudian ke tungkai bawah (sifat nyeri radikuler).  Nyeri semakin hebat bila penderita mengejan, batuk, mengangkat barang berat.  Nyeri bertambah bila ditekan antara daerah di sebelah L5-S1 (garis antara dua krista iliaka).  Nyeri Spontan. Sifat nyeri adalah khas, yaitu dari posisi berbaring ke duduk nyeri bertambah hebat.Sedangkan bila berbaring nyeri berkurang atau hilang.
  • 23.
    Pemeriksaan Fisik  PemeriksaanMotoris › Gaya jalan yang khas, membungkuk dan miring ke sisi tungkai yang nyeri dengan fleksi di sendi panggul dan lutut, serta kaki yang berjingkat. › Motilitas tulang belakang lumbal yang terbatas.  Pemeriksaan Sensoris › Lipatan bokong sisi yang sakit lebih rendah dari sisi yang sehat. › Skoliosis dengan konkavitas ke sisi tungkai yang nyeri, sifat sementara
  • 24.
     PEMERIKSAAN PENUNJANG Gambaran Radiologi › Radiografi mungkin normal atau memperlihatkan tanda-tanda distorsi susunan tulang belakang › menyingkirkan kausa lain nyeri punggung, tumor medula spinalis, atau tonjolan tulang.
  • 25.
     Pada gambaranradiologi dapat dilihat hilangnya lordosis lumbal, skoliosis, penyempitan intervertebral, “spur formation” dan perkapuran dalam diskus › RO Spinal : Memperlihatkan perubahan degeneratif pada tulang belakang › M R I : untuk melokalisasi protrusi diskus kecil sekalipun terutama untuk penyakit spinal lumbal. › Elektromiografi (EMG) : untuk melokalisasi radiks saraf spinal khusus yang terkena. › Bila gambaran radiologik tidak jelas, maka sebaiknya dilakukan punksi lumbal yang biasanya menunjukkan protein yang meningkat tapi masih dibawah 100 mg %.
  • 26.
    HNP pada L5-S1dengan degenerasi diskus HNP L4-L5 dan L5-S1 dengan spondilolistesis berat pada L5-S1
  • 27.
  • 28.
     PENATALAKSANAAN  TerapiOperatif  Tujuan : Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik.  Tindakan operatif pada HNP harus berdasarkan alasan yang kuat yaitu berupa: › Defisit neurologik memburuk. › Gangguan otonom (miksi, defekasi, seksual). › Paresis otot tungkai bawah.
  • 29.
    Terapi Konservatif gagal 1.Disektomi: Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral. 2. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis, memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis, mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks. 3. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra 4. Disektomi dengan peleburan : Graf tulang (Dari krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinosus vertebrata. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan.
  • 30.
     Teknologi IntervensiFisioterapi › Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS)  TENS merupakan suatu cara penggunaan energi listrik untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit › Activation Deep Muscle  Activation deep muscle exercise adalah latihan yang digunakan untuk mengaktifkan deep muscle terutama m. transversus abdominis dan m. multifidus. › Isotonic Resistive Exercise  Isotonic resistive exercise merupakan latihan menggunakan kontraksi otot isotonik melawan sejumlah berat untuk bergerak hingga akhir Lingkup Gerak Sendi
  • 31.
     Hernia Nukleuspulposus (HNP) atau potrusi Diskus Intervertebralis  suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau rupture pada diskus vebrata yang diakibatkan oleh menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus yang menyebabkan kompresi pada syaraf. › terutama banyak terjadi di daerah lumbal dan servikal sehingga menimbulkan adanya gangguan neurologi (nyeri punggung) yang didahului oleh perubahan degeneratif pada proses penuaan
  • 32.
     HNP dapatdibedakan menjadi 3 macam › Hernia lumbosacralis › Hernia thoracalis › Hernia cervicalis. • Masing-masing hernia tersebut memiliki gejala yang berbeda-beda, tergantung dari radix syaraf yang lesi. • gejala yang paling sering adalah ischialgia, nyeri biasanya bersifat tajam, seperti terbakar, berdenyut, dan menjalar sampai bawah lutut.
  • 33.
     Untuk penegakandiagnosis › Anamnesis › pemeriksaan klinis umum › pemeriksaan neurologik › pemeriksaan penunjang. › Adapun beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan radiologi, MRI, CT Scan, mielogram, elektromiograf