A. TAKSONOMI BLOOM
Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan
pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disoleh Benjamin S.Bloom pada tahun
1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:
Cognitive Domain (Ranah Kognitif), Affective Domain (Ranah Afektif),
Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) (Leriva, 2012). Dalam hal ini,
tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa "domain" (ranah, kawasan) dan
setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci
berdasarkan hirarkinya.
Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:
1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan
keterampilan berpikir
2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat,sikap apresiasi, dan
cara penyesuaian diri.
3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan,
mengetik,berenang dan mengoperasikan mesin.
Taksonomi Bloom dalam klasifikasi aspek kognitif mengalami revisi
dari Taksonomi Bloom versi lama ke Taksonomi Bloom versi baru.
Gambar 1
(Bagan susunan taksonomi Bloom sebelum dan sesudah direvisi)
Dalam revisi taksonomi bloom lebih menekankan pada proses dan
tahapan pengolahan informasi oleh otak, yaitu dimulai dari tahapan mengingat,
memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta, tahapan-
tahapan tersebut sangat terkait dengan berpikir matematis.
Gambar 2
(Taksonomi Bloom setelah revisi)
Menurut Anderson dan Krathwohl (2001: 66-88) dimensi proses
kognitif terdiri atas beberapa tingkat yaitu:
1. Remember (Mengingat)
Mengingat adalah kemampuan memperoleh kembali pengetahuan
yang relevan dari memori jangka panjang. Kategori Remember terdiri dari
proses kognitif Recognizing (mengenal kembali) dan Recalling
(mengingat). Untuk menilai Remember, siswa diberi soal yang berkaitan
dengan proses kognitif Recognizing (mengenal kembali) dan Recalling
(mengingat).
a. Recognizing (mengenal kembali).
Recognizing adalah memperoleh kembali pengetahuan yang
relevan dari memori jangka panjang kemudian membandingkannya
dengan informasi yang tersaji.
b. Recalling (mengingat)
Recalling adalah memperoleh kembali pengetahuan yang sesuai
dari memori jangka panjang ketika merespon suatu masalah atau
diberikan suatu perintah. Perintah dapat berupa sebuah pertanyaan.
2. Understand (Memahami)
Memahami adalah kemampuan merumuskan makna dari pesan
pembelajaran dan mampu mengkomunikasikannya dalam bentuk lisan,
tulisan maupun garfik. Kategori Understand terdiri dari :
a. Interpreting (menginterpretasikan)
Interpreting adalah kemampuan siswa untuk mengubah
informasi yang disajikan dari satu bentuk ke bentuk yang
lain. Interpreting dapat berupa mengubah kalimat ke kalimat, gambar
ke kalimat, angka ke kalimat, kalimat ke angka, dan lain sebagainya.
b. Exemplifying (memberi contoh)
Exemplifying adalah kemampuan siswa untuk memberikan
contoh yang spesifik atau contoh mengenai konsep secara
umum. Exemplifying dapat pula berarti mengidentifikasi pengertian
dari bagian-bagian pada konsep umum.
c. Classifying (mengklasifikasikan)
Classifying adalah ketika siswa mengetahui bahwa sesuatu
merupakan bagian dari suatu kategori. Classifying dapat diartikan pula
sebagai mendeteksi ciri atau pola yang menunjukkan bahwa ciri atau
pola tersebut sesuai dengan kategori tertentu atau konsep tertentu.
d. Summarizing (menyimpulkan)
Siswa dikatakan memiliki kemampuan Summarizing ketika
siswa dapat memberikan pernyataan tunggal yang menyatakan
informasi yang disampaikan atau topik secara umum.
e. Inferring (menduga)
Inferring berarti dapat mencari pola dari beberapa contoh kasus.
Siswa dikatakan memiliki kemampuan Inferring jika siswa dapat
membayangkan konsep atau prinsip yang merupakan bagian dari
contoh dengan cara mengkode karakteristik yang sesuai dari masing-
masing contoh dan lebih penting lagi dengan tidak ada hubungan antara
contoh-contoh tersebut.
f. Comparing (membandingkan)
Comparing adalah kemampuan menunjukkan persamaan dan
perbedaan antara dua atau lebih objek. Comparing dapat juga diartikan
sebagai mencari korespondensi satu-satu antara objek yang satu dengan
objek yang lain.
g. Explaining (menjelaskan)
Explaining adalah kemampuan merumuskan dan menggunakan
model sebab akibat sebuah sistem. Siswa yang memiliki kemampuan
menjelaskan dapat menggunakan hubungan sebab akibat antar bagian
dalam suatu sistem.
3. Apply (Menerapkan)
Menerapkan adalah kemampuan menggunakan prosedur untuk
menyelesaikan masalah. Kategori menerapkan (Apply) terdiri dari :
a. Executing (melakukan)
Executing lebih cenderung kepada kemampuan menyelesaikan
masalah secara skill dan algoritma daripada kemampuan teknik dan
metode. Skill dan algoritma memiliki ciri sebagai berikut: 1) langkah
pengerjaan soal lebih berurutan 2) jika setiap langkah dikerjakan
dengan benar, maka hasil yang akan diperoleh juga pasti benar.
b. Implementing (menerapkan)
Dalam Implementing, siswa memilih dan menggunakan
prosedur untuk menyelesaikan soal yang belum dikenal
siswa. Implementing berhubungan dengan dua kategori yang lain
yaitu Understand dan Create. Implementing berhubungan dengan
teknik dan metode daripada skill dan algoritma. Teknik dan metode
memiliki dua ciri:
1) prosedur mungkin lebih cenderung berupa flowchart daripada
langkah yang berurutan, karena itu prosedur memiliki beberapa titik
tujuan,
2) jawaban mungkin tidak tunggal. Jawaban yang tepat mungkin terjadi
jika setiap langkah dilakukan dengan benar.
4. Analyze (Menganalisis)
Menganalisis meliputi kemampuan untuk memecah suatu kesatuan
menjadi bagian-bagian dan menentukan bagaimana bagian-bagian tersebut
dihubungkan satu dengan yang lain atau bagian tersebut dengan
keseluruhannya. Analisis menekankan pada kemampuan merinci sesuatu
unsur pokok menjadi bagian-bagian dan melihat hubungan antar bagian
tersebut.
a. Differentiating (membedakan)
Membedakan meliputi kemampuan membedakan bagian-
bagian dari keseluruhan struktur dalam bentuk yang sesuai.
b. Organizing (mengorganisasi)
Mengorganisasi meliputi kemampuan mengidentifikasi unsur-
unsur secara bersama-sama menjadi struktur yang saling terkait.
c. Attributing (Memberi simbol)
Attributing adalah kemampuan siswa untuk menyebutkan
tentang sudut pandang, bias, nilai atau maksud dari suatu masalah yang
diajukan.
5. Evaluate (Menilai)
Menilai adalah kemampuan melakukan judgement berdasar pada
kriteria dan standar tertentu. Kriteria sering digunakan adalah menentuka n
kualitas, efektifitas, efisiensi, dan konsistensi, sedangkan standar digunakan
dalam menentukan kuantitas maupun kualitas.
a. Checking (mengecek)
Cheking adalah kemampuan untuk mengetes konsistensi
internal atau kesalahan pada operasi atau hasil. mendeteksi keefektifan
prosedur yang digunakan.
b. Critiquing (mengkritik)
Critique adalah kemampuan memutuskan hasil atau operasi
berdasarkan criteria dan standar tertentu. Mendeteksi apakah hasil yang
diperoleh berdasarkan suatu prosedur menyelesaikan suatu masalah
mendekati jawaban yang benar
6. Create (Berkreasi)
Create didefinisikan sebagai menggeneralisasi ide baru, produk atau
cara pandang yang baru dari sesuatu kejadian. Create di sini diartikan
sebagai meletakkan beberapa elemen dalam satu kesatuan yang menyeluruh
sehingga terbentuklah dalam satu bentuk yang koheren atau fungsional.
Siswa dikatakan mampu Create jika dapat membuat produk baru dengan
merombak beberapa elemen atau bagian ke dalam bentuk atau stuktur yang
belum pernah diterangkan oleh guru sebelumnya.
Dimensi pengetahuan terdiri atas pengetahuan faktual (factual
knowledge), pengetahuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahuan
prosedural (procedural knowledge), dan pengetahuan metakognisi
(metacognitive knowledge). Pengetahuan faktual adalah pengetahuan dasar
yang harus diketahui siswa sehingga siswa mampu memahami suatu masalah
atau memecahkan masalah tersebut. Pengetahuan konseptual adalah
pengetahuan-pengetahuan dasar yang saling berhubungan dan dengan struktur
yang lebih besar sehingga dapat digunakan secara bersama-sama. Pengetahuan
prosedural adalah pengetahuan mengenai bagaimana untuk melakukan
sesuatu; metode untuk mencari sesuatu, suatu pengetahuan yang
mengutamakan kemampuan, algoritma, teknik dan metode. Pengetahuan
metakognisi adalah pengetahuan yang melibatkan pengetahuan kognitif secara
umum (Anderson dan Krathwohl, 2001:45-56).
Gambar 5
(Dimensi pengetahuan dan proses kognitif taksonomi Bloom)
B. KATA KERJA OPERASIONAL
Tabel 2
Kata Kerja Operasional
Mengingat
(Remember)
Memahami
(Understand)
Mengaplikasikan
(Apply)
Menganalisis
(Analyze)
Mengevaluasi
(Evaluate)
Mencipta
(Create)
C1 C2 C3 C4 C5 C6
Memasangkan
Membaca
Memberi indeks
Memberi kode
Memberi label
Membilang
Memilih
Mempelajari
Menamai
Menandai
Mencatat
Mendaftar
Menelusuri
Mengenali
Menggambar
Menghafal
Mengidentifikasi
Mengulang
Mengutip
Meninjau
Melakukan inferensi
Membandingkan
Membedakan
Memberi contoh
Membeberkan
Memperkirakan
Memperluas
Mempertahankan
Memprediksi
Menafsirkan
Menampilkan
Menceritakan
Mencontohkan
Mendiskusikan
Menerangkan
Mengabstraksikan
Mengartikan
Mengasosiasikan
Mengekstrapilasi
Mengelompokkan
Melaksanakan
Melakukan
Melatih
Membiasakan
Memodifikasi
Mempersoalkan
Memproses
Mencegah
Menentukan
Menerapkan
Mengadaptasi
Mengaitkan
Mengemukakan
Menggali
Menggambarkan
Menggunakan
Menghitung
Mengimplementasi
Mengkalkulasi
Mengklasifikasi
Melatih
Memadukan
Memaksimalkan
Membagankan
Membeda-bedakan
Membuat struktur
Memecahkan
Memerintah
Memfokuskan
Memilih
Menata
Mencerahkan
Mendeteksi
Mediagnosis
Mediagramkan
Menegaskan
Menelaah
Menetapkan sifat/ciri
Mengaitkan
Menganalisis
Membuktikan
Memilih
Memisahkan
Memonitor
Memperjelas
Mempertahankan
Memprediksi
Memproyeksikan
Memutuskan
Memvalidasi
Menafsirkan
Mendukung
Mengarahkan
Mengecek
Mengetes
Mengkoordinasikan
Mengkritik
Mengkitisi
Menguji
Mengukur
Memadukan
Membangun
Membatas
Membentuk
Membuat
Membuat
rancangan
Memfasilitasi
Memperjelas
Memproduksi
Memunculkan
Menampilkan
Menanggulangi
Menciptakan
Mendikte
Menemukan
Mengabstraksi
Menganimasi
Mengarang
Mengatur
Meniru
Mentabulasi
Menulis
Menunjukkan
Menyadari
Menyatakan
Menyebutkan
Memproduksi
Menempatkan
Mengemukakan
Menggali
Menggeneralisasikan
Menggolong-golongkan
Menghitung
Mengilustrasikan
Menginterpolasi
Menginterpretasikan
Mengkategorikan
Mengklasifikasi
Mengkontraskan
Mengubah
Menguraikan
Menjabarkan
Menjalin
Menjelaskan
Menterjemahkan
Mentranslasi
Menunjukkan
Menyimpulkan
Merangkum
Meringkas
Mengidentifikasi
Mengkonsepkan
Mengoperasikan
Mengurutkan
Mensimulasikan
Mentabulasi
Menugaskan
Menyelidiki
Menyesuaikan
Menyusun
Meramalkan
Menjalankan
Mempraktekkan
Memilih
Memulai
Menyelesaikan
Mengatribusikan
Mengaudit
Mengedit
Mengkorelasikan
Mengorganisasikan
Menguji
Menguraikan
Menjelajah
Menominasikan
Mentransfer
Menyeleksi
Merasionalkan
Merinci
Menilai
Menimbang
Menugaskan
Merinci
Membenarkan
Menyalahkan
Menggabungkan
Menggeneralisasi
Menghasilkan
karya
Menghubungkan
Mengingatkan
Mengkategorikan
Mengkode
Mengkombinasikan
Mengkreasikan
Mengoreksi
Mengumpulkan
Mengusulkan
Hipotesis
Menyiapkan
Menyusun
Merancang
Merekonstruksi
Merencanakan
Mereparasi
Merumuskan
Memperbaharui
Menyempurnakan
Memperkuat
Memperindah
Mengubah
Gambar 3
(Taksonomi Bloom dan kata kerja sesuai dengan C1-C6)
C. PENILAIAN AUTENTIK
1. Jenis-jenis Penilaian Autentik
a. Penilaian Sikap
Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain: ketaatan
beribadah, berperilaku syukur, berdoa sebelum dan sesudah melakukan
kegiatan, toleransi dalam beribadah. Contoh muatan KI-2 (sikap sosial)
antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri,
bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam
pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll. Penilaian
apek sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian
antarteman, dan jurnal. Penilaian sikap ini bukan merupakan penilaian
yang terpisah dan berdiri sendiri, namun merupakan penilaian yang
pelaksanaannya terintegrasi dengan penilaian pengetahuan dan
keterampilan, sehingga bersifat autentik (mengacu kepada pemahaman
bahwa pengembangan dan penilaian KI 1 dan KI 2 dititipkan melalui
kegiatan yang didesain untuk mencapai KI 3 dan KI 4).
1) Observasi
Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format
observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati,
terkait dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.
2) Penilaian Diri
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik
untuk melakukan refleksi diri/perenungan dan mengemukakan
kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian
kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3) Penilaian Antar teman
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik
untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian
peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung (biasanya
dilakukan ketika peserta didik melakukan kegiatan kelompok, dan
penilaian dilakukan antar anggota kelompok). Instrumen yang
digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
4) Jurnal Catatan Guru
Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi
informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta
didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa
dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil
observasi.
b. Penilaian Pengetahuan
Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut ini.
1) Tes tulis
Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian.
Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-
tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri
dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek,
dan uraian.
Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik
mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan,
menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas
materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa
mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan
ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
2) Tes Lisan
Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara
ucap (oral) sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut
secara ucap juga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat
berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf yang diucapkan.
3) Penugasan
Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang
dapat berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun
kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
c. Penilaian Keterampilan
Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut:
1) Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk
melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang
mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
Misalnya tugas memainkan alat musik, menggunakan mikroskop,
menyanyi, bermain peran, menari.
Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis
kinerja, antara lain sebagai berikut.
- Daftar cek (checklist).
- Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records).
- Skala penilaian (rating scale).
- Memori atau ingatan (memory approach).
- Rubrik: alat pengukuran yang mempunyai skala atau point yang
tetap dan jelas untuk setiap criteria penilaian.
Gambar Komponen dalam Rubrik
Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus.
Pertama, langkah langkah kinerja harus dilakukan peserta didik
untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa
jenis kompetensi tertentu. Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspek
kinerja yang dinilai. Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang
diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas
pembelajaran. Keempat, fokus utama dari kinerja yang akan dinilai,
khususnya indikator esensial yang akan diamati. Kelima, urutan dari
kemampuan atau keerampilan peserta didik yang akan diamati.
2) Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assesment) merupakan kegiatan penilaian
terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut
periode/waktu tertentu. Penilaian proyek sangat dianjurkan karena
membantu mengembangkan keterampilan berpikir tinggi (berpikir
kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) peserta didik.
Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik
memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap,
keterampilan, dan pengetahuannya. Dengan demikian, pada setiap
penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan
perhatian khusus dari guru.
- Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan
mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi
makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.
- Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan
pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang
dibutuhkan oleh peserta didik.
- Keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau
dihasilkan oleh peserta didik.
Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan
produk proyek. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin
memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek
dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara
holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian
atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk, seperti
makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan, patung, dan
lain-lain), barang-barang terbuat dari kayu, kertas, kulit, keramik,
karet, plastik, dan karya logam. Penilaian secara analitik merujuk
pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan
produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi
atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan.
3) Penilaian Portofolio
Penilaian dengan memanfaatkan portofolio merupakan penilaian
melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara
sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu
tertentu.
Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan dalam menggunakan
portofolio.
- masing-masing peserta didik memiliki portofolio sendiri yang di
dalamnya memuat hasil belajar siswa setiap muatan pelajaran
atau setiap kompetensi.
- menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulkan/disimpan.
- sewaktu waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru
yang berisi komentar, masukan dan tindakan lebih lanjut yang
harus dilakukan peserta didik dalam rangka memperbaiki hasil
kerja dan sikap.
- peserta didik dengan kesadaran sendiri menindak lanjuti catatan
guru.
- catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta
didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan
belajar peserta didik dapat terlihat.
Melalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan
atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka
dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi
musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/literatur, laporan
penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru
dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan
tuntutan pembelajaran.
Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-
langkah seperti berikut ini.
- Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.
- Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis
portofolio yang akan dibuat.
- Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di
bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran.
- Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada
tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya.
- Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu.
- Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas
bersama dokumen portofolio yang dihasilkan.
- Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil
penilaian portofolio.

handout PKM fix

  • 1.
    A. TAKSONOMI BLOOM TaksonomiBloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disoleh Benjamin S.Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu: Cognitive Domain (Ranah Kognitif), Affective Domain (Ranah Afektif), Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) (Leriva, 2012). Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa "domain" (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya. Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu: 1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir 2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat,sikap apresiasi, dan cara penyesuaian diri. 3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik,berenang dan mengoperasikan mesin. Taksonomi Bloom dalam klasifikasi aspek kognitif mengalami revisi dari Taksonomi Bloom versi lama ke Taksonomi Bloom versi baru. Gambar 1
  • 2.
    (Bagan susunan taksonomiBloom sebelum dan sesudah direvisi) Dalam revisi taksonomi bloom lebih menekankan pada proses dan tahapan pengolahan informasi oleh otak, yaitu dimulai dari tahapan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta, tahapan- tahapan tersebut sangat terkait dengan berpikir matematis. Gambar 2 (Taksonomi Bloom setelah revisi) Menurut Anderson dan Krathwohl (2001: 66-88) dimensi proses kognitif terdiri atas beberapa tingkat yaitu: 1. Remember (Mengingat) Mengingat adalah kemampuan memperoleh kembali pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang. Kategori Remember terdiri dari proses kognitif Recognizing (mengenal kembali) dan Recalling (mengingat). Untuk menilai Remember, siswa diberi soal yang berkaitan dengan proses kognitif Recognizing (mengenal kembali) dan Recalling (mengingat). a. Recognizing (mengenal kembali). Recognizing adalah memperoleh kembali pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang kemudian membandingkannya dengan informasi yang tersaji.
  • 3.
    b. Recalling (mengingat) Recallingadalah memperoleh kembali pengetahuan yang sesuai dari memori jangka panjang ketika merespon suatu masalah atau diberikan suatu perintah. Perintah dapat berupa sebuah pertanyaan. 2. Understand (Memahami) Memahami adalah kemampuan merumuskan makna dari pesan pembelajaran dan mampu mengkomunikasikannya dalam bentuk lisan, tulisan maupun garfik. Kategori Understand terdiri dari : a. Interpreting (menginterpretasikan) Interpreting adalah kemampuan siswa untuk mengubah informasi yang disajikan dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Interpreting dapat berupa mengubah kalimat ke kalimat, gambar ke kalimat, angka ke kalimat, kalimat ke angka, dan lain sebagainya. b. Exemplifying (memberi contoh) Exemplifying adalah kemampuan siswa untuk memberikan contoh yang spesifik atau contoh mengenai konsep secara umum. Exemplifying dapat pula berarti mengidentifikasi pengertian dari bagian-bagian pada konsep umum. c. Classifying (mengklasifikasikan) Classifying adalah ketika siswa mengetahui bahwa sesuatu merupakan bagian dari suatu kategori. Classifying dapat diartikan pula sebagai mendeteksi ciri atau pola yang menunjukkan bahwa ciri atau pola tersebut sesuai dengan kategori tertentu atau konsep tertentu. d. Summarizing (menyimpulkan) Siswa dikatakan memiliki kemampuan Summarizing ketika siswa dapat memberikan pernyataan tunggal yang menyatakan informasi yang disampaikan atau topik secara umum. e. Inferring (menduga) Inferring berarti dapat mencari pola dari beberapa contoh kasus. Siswa dikatakan memiliki kemampuan Inferring jika siswa dapat membayangkan konsep atau prinsip yang merupakan bagian dari contoh dengan cara mengkode karakteristik yang sesuai dari masing-
  • 4.
    masing contoh danlebih penting lagi dengan tidak ada hubungan antara contoh-contoh tersebut. f. Comparing (membandingkan) Comparing adalah kemampuan menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih objek. Comparing dapat juga diartikan sebagai mencari korespondensi satu-satu antara objek yang satu dengan objek yang lain. g. Explaining (menjelaskan) Explaining adalah kemampuan merumuskan dan menggunakan model sebab akibat sebuah sistem. Siswa yang memiliki kemampuan menjelaskan dapat menggunakan hubungan sebab akibat antar bagian dalam suatu sistem. 3. Apply (Menerapkan) Menerapkan adalah kemampuan menggunakan prosedur untuk menyelesaikan masalah. Kategori menerapkan (Apply) terdiri dari : a. Executing (melakukan) Executing lebih cenderung kepada kemampuan menyelesaikan masalah secara skill dan algoritma daripada kemampuan teknik dan metode. Skill dan algoritma memiliki ciri sebagai berikut: 1) langkah pengerjaan soal lebih berurutan 2) jika setiap langkah dikerjakan dengan benar, maka hasil yang akan diperoleh juga pasti benar. b. Implementing (menerapkan) Dalam Implementing, siswa memilih dan menggunakan prosedur untuk menyelesaikan soal yang belum dikenal siswa. Implementing berhubungan dengan dua kategori yang lain yaitu Understand dan Create. Implementing berhubungan dengan teknik dan metode daripada skill dan algoritma. Teknik dan metode memiliki dua ciri: 1) prosedur mungkin lebih cenderung berupa flowchart daripada langkah yang berurutan, karena itu prosedur memiliki beberapa titik tujuan,
  • 5.
    2) jawaban mungkintidak tunggal. Jawaban yang tepat mungkin terjadi jika setiap langkah dilakukan dengan benar. 4. Analyze (Menganalisis) Menganalisis meliputi kemampuan untuk memecah suatu kesatuan menjadi bagian-bagian dan menentukan bagaimana bagian-bagian tersebut dihubungkan satu dengan yang lain atau bagian tersebut dengan keseluruhannya. Analisis menekankan pada kemampuan merinci sesuatu unsur pokok menjadi bagian-bagian dan melihat hubungan antar bagian tersebut. a. Differentiating (membedakan) Membedakan meliputi kemampuan membedakan bagian- bagian dari keseluruhan struktur dalam bentuk yang sesuai. b. Organizing (mengorganisasi) Mengorganisasi meliputi kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur secara bersama-sama menjadi struktur yang saling terkait. c. Attributing (Memberi simbol) Attributing adalah kemampuan siswa untuk menyebutkan tentang sudut pandang, bias, nilai atau maksud dari suatu masalah yang diajukan. 5. Evaluate (Menilai) Menilai adalah kemampuan melakukan judgement berdasar pada kriteria dan standar tertentu. Kriteria sering digunakan adalah menentuka n kualitas, efektifitas, efisiensi, dan konsistensi, sedangkan standar digunakan dalam menentukan kuantitas maupun kualitas. a. Checking (mengecek) Cheking adalah kemampuan untuk mengetes konsistensi internal atau kesalahan pada operasi atau hasil. mendeteksi keefektifan prosedur yang digunakan. b. Critiquing (mengkritik) Critique adalah kemampuan memutuskan hasil atau operasi berdasarkan criteria dan standar tertentu. Mendeteksi apakah hasil yang
  • 6.
    diperoleh berdasarkan suatuprosedur menyelesaikan suatu masalah mendekati jawaban yang benar 6. Create (Berkreasi) Create didefinisikan sebagai menggeneralisasi ide baru, produk atau cara pandang yang baru dari sesuatu kejadian. Create di sini diartikan sebagai meletakkan beberapa elemen dalam satu kesatuan yang menyeluruh sehingga terbentuklah dalam satu bentuk yang koheren atau fungsional. Siswa dikatakan mampu Create jika dapat membuat produk baru dengan merombak beberapa elemen atau bagian ke dalam bentuk atau stuktur yang belum pernah diterangkan oleh guru sebelumnya. Dimensi pengetahuan terdiri atas pengetahuan faktual (factual knowledge), pengetahuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahuan prosedural (procedural knowledge), dan pengetahuan metakognisi (metacognitive knowledge). Pengetahuan faktual adalah pengetahuan dasar yang harus diketahui siswa sehingga siswa mampu memahami suatu masalah atau memecahkan masalah tersebut. Pengetahuan konseptual adalah pengetahuan-pengetahuan dasar yang saling berhubungan dan dengan struktur yang lebih besar sehingga dapat digunakan secara bersama-sama. Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan mengenai bagaimana untuk melakukan sesuatu; metode untuk mencari sesuatu, suatu pengetahuan yang mengutamakan kemampuan, algoritma, teknik dan metode. Pengetahuan metakognisi adalah pengetahuan yang melibatkan pengetahuan kognitif secara umum (Anderson dan Krathwohl, 2001:45-56). Gambar 5 (Dimensi pengetahuan dan proses kognitif taksonomi Bloom)
  • 7.
    B. KATA KERJAOPERASIONAL Tabel 2 Kata Kerja Operasional Mengingat (Remember) Memahami (Understand) Mengaplikasikan (Apply) Menganalisis (Analyze) Mengevaluasi (Evaluate) Mencipta (Create) C1 C2 C3 C4 C5 C6 Memasangkan Membaca Memberi indeks Memberi kode Memberi label Membilang Memilih Mempelajari Menamai Menandai Mencatat Mendaftar Menelusuri Mengenali Menggambar Menghafal Mengidentifikasi Mengulang Mengutip Meninjau Melakukan inferensi Membandingkan Membedakan Memberi contoh Membeberkan Memperkirakan Memperluas Mempertahankan Memprediksi Menafsirkan Menampilkan Menceritakan Mencontohkan Mendiskusikan Menerangkan Mengabstraksikan Mengartikan Mengasosiasikan Mengekstrapilasi Mengelompokkan Melaksanakan Melakukan Melatih Membiasakan Memodifikasi Mempersoalkan Memproses Mencegah Menentukan Menerapkan Mengadaptasi Mengaitkan Mengemukakan Menggali Menggambarkan Menggunakan Menghitung Mengimplementasi Mengkalkulasi Mengklasifikasi Melatih Memadukan Memaksimalkan Membagankan Membeda-bedakan Membuat struktur Memecahkan Memerintah Memfokuskan Memilih Menata Mencerahkan Mendeteksi Mediagnosis Mediagramkan Menegaskan Menelaah Menetapkan sifat/ciri Mengaitkan Menganalisis Membuktikan Memilih Memisahkan Memonitor Memperjelas Mempertahankan Memprediksi Memproyeksikan Memutuskan Memvalidasi Menafsirkan Mendukung Mengarahkan Mengecek Mengetes Mengkoordinasikan Mengkritik Mengkitisi Menguji Mengukur Memadukan Membangun Membatas Membentuk Membuat Membuat rancangan Memfasilitasi Memperjelas Memproduksi Memunculkan Menampilkan Menanggulangi Menciptakan Mendikte Menemukan Mengabstraksi Menganimasi Mengarang Mengatur
  • 8.
    Meniru Mentabulasi Menulis Menunjukkan Menyadari Menyatakan Menyebutkan Memproduksi Menempatkan Mengemukakan Menggali Menggeneralisasikan Menggolong-golongkan Menghitung Mengilustrasikan Menginterpolasi Menginterpretasikan Mengkategorikan Mengklasifikasi Mengkontraskan Mengubah Menguraikan Menjabarkan Menjalin Menjelaskan Menterjemahkan Mentranslasi Menunjukkan Menyimpulkan Merangkum Meringkas Mengidentifikasi Mengkonsepkan Mengoperasikan Mengurutkan Mensimulasikan Mentabulasi Menugaskan Menyelidiki Menyesuaikan Menyusun Meramalkan Menjalankan Mempraktekkan Memilih Memulai Menyelesaikan Mengatribusikan Mengaudit Mengedit Mengkorelasikan Mengorganisasikan Menguji Menguraikan Menjelajah Menominasikan Mentransfer Menyeleksi Merasionalkan Merinci Menilai Menimbang Menugaskan Merinci Membenarkan Menyalahkan Menggabungkan Menggeneralisasi Menghasilkan karya Menghubungkan Mengingatkan Mengkategorikan Mengkode Mengkombinasikan Mengkreasikan Mengoreksi Mengumpulkan Mengusulkan Hipotesis Menyiapkan Menyusun Merancang Merekonstruksi Merencanakan Mereparasi Merumuskan Memperbaharui Menyempurnakan Memperkuat Memperindah Mengubah
  • 9.
    Gambar 3 (Taksonomi Bloomdan kata kerja sesuai dengan C1-C6)
  • 10.
    C. PENILAIAN AUTENTIK 1.Jenis-jenis Penilaian Autentik a. Penilaian Sikap Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain: ketaatan beribadah, berperilaku syukur, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, toleransi dalam beribadah. Contoh muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll. Penilaian apek sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian antarteman, dan jurnal. Penilaian sikap ini bukan merupakan penilaian yang terpisah dan berdiri sendiri, namun merupakan penilaian yang pelaksanaannya terintegrasi dengan penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga bersifat autentik (mengacu kepada pemahaman bahwa pengembangan dan penilaian KI 1 dan KI 2 dititipkan melalui kegiatan yang didesain untuk mencapai KI 3 dan KI 4). 1) Observasi Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati, terkait dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. 2) Penilaian Diri Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk melakukan refleksi diri/perenungan dan mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. 3) Penilaian Antar teman Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung (biasanya dilakukan ketika peserta didik melakukan kegiatan kelompok, dan
  • 11.
    penilaian dilakukan antaranggota kelompok). Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik. 4) Jurnal Catatan Guru Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi. b. Penilaian Pengetahuan Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut ini. 1) Tes tulis Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya- tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. 2) Tes Lisan Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap juga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf yang diucapkan. 3) Penugasan Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
  • 12.
    c. Penilaian Keterampilan Aspekketerampilan dapat dinilai dengan cara berikut: 1) Penilaian Kinerja Penilaian kinerja adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya tugas memainkan alat musik, menggunakan mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari. Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja, antara lain sebagai berikut. - Daftar cek (checklist). - Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). - Skala penilaian (rating scale). - Memori atau ingatan (memory approach). - Rubrik: alat pengukuran yang mempunyai skala atau point yang tetap dan jelas untuk setiap criteria penilaian. Gambar Komponen dalam Rubrik Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. Pertama, langkah langkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu. Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang
  • 13.
    diperlukan oleh pesertadidik untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Keempat, fokus utama dari kinerja yang akan dinilai, khususnya indikator esensial yang akan diamati. Kelima, urutan dari kemampuan atau keerampilan peserta didik yang akan diamati. 2) Penilaian Proyek Penilaian proyek (project assesment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penilaian proyek sangat dianjurkan karena membantu mengembangkan keterampilan berpikir tinggi (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) peserta didik. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Dengan demikian, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. - Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan. - Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik. - Keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk proyek. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan, patung, dan lain-lain), barang-barang terbuat dari kayu, kertas, kulit, keramik, karet, plastik, dan karya logam. Penilaian secara analitik merujuk
  • 14.
    pada semua kriteriayang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. 3) Penilaian Portofolio Penilaian dengan memanfaatkan portofolio merupakan penilaian melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan dalam menggunakan portofolio. - masing-masing peserta didik memiliki portofolio sendiri yang di dalamnya memuat hasil belajar siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi. - menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulkan/disimpan. - sewaktu waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap. - peserta didik dengan kesadaran sendiri menindak lanjuti catatan guru. - catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan belajar peserta didik dapat terlihat. Melalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah- langkah seperti berikut ini.
  • 15.
    - Guru menjelaskansecara ringkas esensi penilaian portofolio. - Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. - Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. - Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya. - Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. - Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. - Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.