Sumber:
BECOMING A CONTAGIOUS CHRISTIAN
(Bill Hybels & Mark Mittelberg)
Semua orang percaya adalah
garam dan terang yang
mempunyai potensi menularkan
hidup kepada orang lain.
Kita dapat menular dengan efektif
dengan menjadi diri sendiri dan
membiarkan Tuhan bekerja
melalui gaya kepribadian unik yang
telah dirancangkan-Nya bagi kita
masing-masing.
Petrus (Kis 2)
Petrus (Kis 2)
Beritakanlah firman, siap sedialah
baik atau tidak baik waktunya,
nyatakanlah apa yang salah, tegurlah
dan nasihatilah dengan segala
kesabaran dan pengajaran.
(2Tim 4:2)
• Terus terang
• Langsung
• Berani
• Percaya diri
• Memiliki pandangan dan
keyakinan kuat
• Mintalah hikmat Roh Kudus agar
peka situasi dan bijaksana.
• Dengarkanlah lebih dahulu
sebelum memberi tahu apa yang
mereka perlu dengarkan.
• Hindarilah menuduh atau
membuat rasa bersalah pada
orang ketika memberi tantangan.
Paulus (Kis 17)
Paulus (Kis 17)
Kami mematahkan setiap siasat orang
dan merubuhkan setiap kubu yang
dibangun oleh keangkuhan manusia
untuk menentang pengenalan akan
Allah. Kami menawan segala pikiran
dan menaklukkannya kepada Kristus.
(2Kor 10:5)
• Analitis
• Logis
• Ingin tahu
• Suka berdiskusi
• Lebih memperhatikan apa yang
dipikirkan orang daripada apa
yang dirasakan mereka
• Hindarkanlah berkutat pada
diskusi hal-hal akademis,
argumentasi, dan pembuktian
tanpa berusaha memahami akar
keberatannya.
• Ingatlah bahwa sikap sama
pentingnya dengan informasi.
• Hindarilah debat kusir.
Orang buta (Yoh 9)
Orang buta (Yoh 9)
Apa yang telah kami lihat dan telah
kami dengar itu, kami beritakan
kepada kamu juga, supaya kamu pun
beroleh persekutuan dengan kami.
(1Yoh 1:3a)
• Membuka diri apa adanya
• Komunikator yang jelas
• Takjub pada cara Tuhan dalam
menjangkaunya
• Melihat keterkaitan kisah hidup
Anda dengan kisah hidup orang lain
• Buatlah kisah Anda tetap segar dengan
membagikan hal-hal terkini tentang
perjalanan rohani Anda dengan Tuhan.
• Janganlah berhenti dengan hanya
menceritakan kisah Anda. Tantanglah
mereka untuk mempertimbangkan
penerapannya dalam hidup mereka.
• Hindarilah meremehkan nilai cerita Anda
karena tampaknya biasa-biasa saja. Cerita
yang kelihatan biasa seringkali adalah yang
paling berhubungan dengan kehidupan
banyak orang.
Matius (Luk 5:29)
Matius (Luk 5:29)
Bagi semua orang aku telah menjadi
segala-galanya, supaya aku sedapat
mungkin menyelamatkan beberapa
orang dari antara mereka. (1Kor 9:22)
• Berkepribadian hangat
• Suka ngobrol
• Bersahabat
• Peka terhadap kebutuhan orang
• Berfokus pada orang dan hubungan
• Ciptakan dan rencanakan kesempatan
untuk berinteraksi dengan orang-orang
baru (acara pertemuan, olah raga,
internet, dll.). Dalam situasi ini gaya Anda
paling berkembang.
• Hindarkanlah menghargai persahabatan
lebih dari menyatakan kebenaran yang
memerdekakan.
• Janganlah terlalu kewalahan dengan
besarnya kebutuhan teman Anda.
Lakukanlah apa yang Anda bisa,
serahkanlah semua pada Tuhan.
Perempuan Samaria (Yoh 4)
Perempuan Samaria (Yoh 4)
Lalu tuan itu berkata, “Pergilah ke
jalan-jalan raya dan lorong-lorong di
luar kota, dan desaklah orang-orang
datang, supaya rumah saya penuh.”
(Luk 14:23 BIS)
• Ramah
• Persuasif
• Berkomitmen (meyakini hal-hal
yang di dalamnya ia terlibat)
• Memandang acara-acara
penjangkauan sebagai
kesempatan yang unik
• Janganlah selalu menggantungkan diri
pada orang lain untuk menjelaskan
kebenaran. Anda perlu selalu siap
sedia (1Pet 3:15).
• Pertimbangkanlah dengan doa dan
kehati-hatian ttg acara yang akan Anda
minta hadiri. Tempatkan diri Anda
pada situasi orang yang Anda ajak.
• Janganlah tawar hati ketika orang
menolak undangan Anda. Mungkin
lain waktu mereka bersedia.
Dorkas (Kis 9)
Dorkas (Kis 9)
Demikianlah hendaknya terangmu
bercahaya di depan orang, supaya
mereka melihat perbuatanmu yang
baik dan memuliakan Bapamu yang
di sorga. (Mat 5:16)
• Menunjukkan kasih melalui
tindakan nyata
• Melihat kebutuhan, senang
memenuhinya
• Rendah hati
• Memaknai tugas yang remeh-
temeh
• Sebagaimana “perkataan tidak dapat
menggantikan perbuatan” demikian juga
“perbuatan tidak dapat menggantikan
perkataan” (Rm 10:14).
• Janganlah memandang remeh nilai
pelayanan Anda. Gaya inilah yang dapat
menjangkau orang yang paling negatif dan
keras hati terhadap Tuhan. Tindakan kasih
sulit ditolak dan tidak dapat didebat.
• Bijaksanalah menentukan berapa banyak
Anda dapat melayani secara realistis tanpa
mengabaikan diri/keluarga Anda.
 Gaya kepribadian menular
Anda, dan mengapa Anda
merasa demikian.
 Satu gagasan untuk
mengembangkan gaya
kepribadian menular Anda.
Bagikanlah dalam kelompok kecil (bertiga):
 Besi yang saling
digosokkan akan
menjadi semakin tajam.
 Yang dapat menajamkan
besi adalah besi.
 Besi tidak dapat
menajamkan besi lain
dari jauh—besi itu harus
bersentuhan dengan
besi lain!

Gaya Menular (Contagious Styles)

  • 2.
    Sumber: BECOMING A CONTAGIOUSCHRISTIAN (Bill Hybels & Mark Mittelberg)
  • 3.
    Semua orang percayaadalah garam dan terang yang mempunyai potensi menularkan hidup kepada orang lain. Kita dapat menular dengan efektif dengan menjadi diri sendiri dan membiarkan Tuhan bekerja melalui gaya kepribadian unik yang telah dirancangkan-Nya bagi kita masing-masing.
  • 6.
  • 7.
    Petrus (Kis 2) Beritakanlahfirman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2Tim 4:2)
  • 8.
    • Terus terang •Langsung • Berani • Percaya diri • Memiliki pandangan dan keyakinan kuat
  • 9.
    • Mintalah hikmatRoh Kudus agar peka situasi dan bijaksana. • Dengarkanlah lebih dahulu sebelum memberi tahu apa yang mereka perlu dengarkan. • Hindarilah menuduh atau membuat rasa bersalah pada orang ketika memberi tantangan.
  • 10.
  • 11.
    Paulus (Kis 17) Kamimematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. (2Kor 10:5)
  • 12.
    • Analitis • Logis •Ingin tahu • Suka berdiskusi • Lebih memperhatikan apa yang dipikirkan orang daripada apa yang dirasakan mereka
  • 13.
    • Hindarkanlah berkutatpada diskusi hal-hal akademis, argumentasi, dan pembuktian tanpa berusaha memahami akar keberatannya. • Ingatlah bahwa sikap sama pentingnya dengan informasi. • Hindarilah debat kusir.
  • 14.
  • 15.
    Orang buta (Yoh9) Apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. (1Yoh 1:3a)
  • 16.
    • Membuka diriapa adanya • Komunikator yang jelas • Takjub pada cara Tuhan dalam menjangkaunya • Melihat keterkaitan kisah hidup Anda dengan kisah hidup orang lain
  • 17.
    • Buatlah kisahAnda tetap segar dengan membagikan hal-hal terkini tentang perjalanan rohani Anda dengan Tuhan. • Janganlah berhenti dengan hanya menceritakan kisah Anda. Tantanglah mereka untuk mempertimbangkan penerapannya dalam hidup mereka. • Hindarilah meremehkan nilai cerita Anda karena tampaknya biasa-biasa saja. Cerita yang kelihatan biasa seringkali adalah yang paling berhubungan dengan kehidupan banyak orang.
  • 18.
  • 19.
    Matius (Luk 5:29) Bagisemua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin menyelamatkan beberapa orang dari antara mereka. (1Kor 9:22)
  • 20.
    • Berkepribadian hangat •Suka ngobrol • Bersahabat • Peka terhadap kebutuhan orang • Berfokus pada orang dan hubungan
  • 21.
    • Ciptakan danrencanakan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang baru (acara pertemuan, olah raga, internet, dll.). Dalam situasi ini gaya Anda paling berkembang. • Hindarkanlah menghargai persahabatan lebih dari menyatakan kebenaran yang memerdekakan. • Janganlah terlalu kewalahan dengan besarnya kebutuhan teman Anda. Lakukanlah apa yang Anda bisa, serahkanlah semua pada Tuhan.
  • 22.
  • 23.
    Perempuan Samaria (Yoh4) Lalu tuan itu berkata, “Pergilah ke jalan-jalan raya dan lorong-lorong di luar kota, dan desaklah orang-orang datang, supaya rumah saya penuh.” (Luk 14:23 BIS)
  • 24.
    • Ramah • Persuasif •Berkomitmen (meyakini hal-hal yang di dalamnya ia terlibat) • Memandang acara-acara penjangkauan sebagai kesempatan yang unik
  • 25.
    • Janganlah selalumenggantungkan diri pada orang lain untuk menjelaskan kebenaran. Anda perlu selalu siap sedia (1Pet 3:15). • Pertimbangkanlah dengan doa dan kehati-hatian ttg acara yang akan Anda minta hadiri. Tempatkan diri Anda pada situasi orang yang Anda ajak. • Janganlah tawar hati ketika orang menolak undangan Anda. Mungkin lain waktu mereka bersedia.
  • 26.
  • 27.
    Dorkas (Kis 9) Demikianlahhendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Mat 5:16)
  • 28.
    • Menunjukkan kasihmelalui tindakan nyata • Melihat kebutuhan, senang memenuhinya • Rendah hati • Memaknai tugas yang remeh- temeh
  • 29.
    • Sebagaimana “perkataantidak dapat menggantikan perbuatan” demikian juga “perbuatan tidak dapat menggantikan perkataan” (Rm 10:14). • Janganlah memandang remeh nilai pelayanan Anda. Gaya inilah yang dapat menjangkau orang yang paling negatif dan keras hati terhadap Tuhan. Tindakan kasih sulit ditolak dan tidak dapat didebat. • Bijaksanalah menentukan berapa banyak Anda dapat melayani secara realistis tanpa mengabaikan diri/keluarga Anda.
  • 32.
     Gaya kepribadianmenular Anda, dan mengapa Anda merasa demikian.  Satu gagasan untuk mengembangkan gaya kepribadian menular Anda. Bagikanlah dalam kelompok kecil (bertiga):
  • 33.
     Besi yangsaling digosokkan akan menjadi semakin tajam.  Yang dapat menajamkan besi adalah besi.  Besi tidak dapat menajamkan besi lain dari jauh—besi itu harus bersentuhan dengan besi lain!