Memetakan Infeksi Omicron
By Emily Anthes and Jonathan Corum | Updated Jan. 24, 2022
https://www.nytimes.com/interactive/2022/01/22/science/charting-omicron-infection.html
JOHAN SETIAWAN
linktr.ee/johan_setiawan
Masa Inkubasi
5 days
3 days
4 days
Pola Perkembangan
peak at 3-4 days ave.
peak at 3-4 days ave.
peak at 3-4 days ave.
clear at 6 days ave.
clear at 6 days ave.
clear at 6 days ave.
Pola Perkembangan
Persamaan :
• Puncak rata-rata 3-4 hari
• Akhir rata-rata 6 hari
Perbedaan:
• Masa infeksi Omicron 1 hari
lebih pendek dari Delta.
• Puncak perkembangan virus
rata-rata lebih rendah atau
sama dg Delta.
Pengaruh
• Mempengaruhi paru-paru tidak sebanyak Delta, tetapi
berkembang biak lebih cepat di batang pernapasan atas
(tenggorokan).
Akibat: Omicron tidak menyebabkan penyakit berat (memerlukan
ICU atau ventilator) sebanyak Delta.
• Antibodi yang dihasilkan Omicron tampaknya melindungi thd
Delta, tetapi antibody yang dihasilkan Delta hanya sedikit
melindungi thd Omicron.
Catatan: Jika ini terus terjadi, maka Delta akan terus berkurang,
Omicron akan menggantikan Delta.
Vaksinasi
Vaksinasi dan
booster terbukti
sangat efektif
dalam mengurangi
terjadinya kasus
berat yang
memerlukan
perawatan rumah
sakit.
Tes
Omicron berkembang biak
sangat cepat dan masa
inkubasi sangat pendek,
sehingga hanya ada sedikit
kesempatan saja untuk
mengetahui dan mencegah
penularan virus.
3 8
Perlu disadari
bahwa tidak
semua virus
berkembang
dalam
kecepatan
dan akibat
yang sama.
KRITERIA TANPA TES DENGAN TES (Kriteria Gugus Tugas Covid-19 STTB)
EXIT
ISOLASI
Kasus tidak bergejala,
isolasi min 10 hari sejak pengambilan
spesimen diagnosis konfirmasi (H+10).
Kasus dengan gejala,
isolasi 10 hari + min 3 hari tanpa gejala.
Jika tanpa gejala → exit
Jika ada gejala → isolasi dilanjutkan
sampai gejala hilang + 3 hari
RT-PCR pada hari ke-6 (H+5)* dengan
hasil negatif atau Ct>35
Setelah hasil negatif ditambah 3 hari lagi
isolasi untuk pengamatan klinis.
Jika tanpa gejala → exit.
Jika ada gejala → isolasi dilanjutkan
sampai gejala hilang + 3 hari.
Catatan: Kriteria exit dari SE Kemkes (Jan 2022) adalah RT-PCR
pada hari ke-6 (H+5) dengan hasil negatif atau Ct>35.
EXIT
KARANTINA
Kasus tidak bergejala,
isolasi min 10 hari sejak pengambilan
spesimen diagnosis konfirmasi (H+10).
Kasus dengan gejala,
isolasi 10 hari + min 3 hari tanpa gejala.
Jika tanpa gejala → exit
Jika ada gejala → isolasi dilanjutkan
sampai gejala hilang + 3 hari
RDT-Ag pada hari ke-5 dengan hasil
negatif.
Jika positif → isolasi.
Jika negatif + 3 hari karantina untuk
pengamatan klinis (Jika dalam 3 hari ini
tanpa gejala → exit. Jika ada gejala →
karantina dilanjutkan sampai gejala
hilang + 3 hari).
Catatan: Kriteria exit dari Konf Pers Kemkes (Feb 2022) adalah
RT-PCR pada hari ke-5 dengan hasil negatif atau Ct>35.

Memetakan Infeksi Omicron

  • 1.
    Memetakan Infeksi Omicron ByEmily Anthes and Jonathan Corum | Updated Jan. 24, 2022 https://www.nytimes.com/interactive/2022/01/22/science/charting-omicron-infection.html JOHAN SETIAWAN linktr.ee/johan_setiawan
  • 2.
  • 3.
    Pola Perkembangan peak at3-4 days ave. peak at 3-4 days ave. peak at 3-4 days ave. clear at 6 days ave. clear at 6 days ave. clear at 6 days ave.
  • 4.
    Pola Perkembangan Persamaan : •Puncak rata-rata 3-4 hari • Akhir rata-rata 6 hari Perbedaan: • Masa infeksi Omicron 1 hari lebih pendek dari Delta. • Puncak perkembangan virus rata-rata lebih rendah atau sama dg Delta.
  • 5.
    Pengaruh • Mempengaruhi paru-parutidak sebanyak Delta, tetapi berkembang biak lebih cepat di batang pernapasan atas (tenggorokan). Akibat: Omicron tidak menyebabkan penyakit berat (memerlukan ICU atau ventilator) sebanyak Delta. • Antibodi yang dihasilkan Omicron tampaknya melindungi thd Delta, tetapi antibody yang dihasilkan Delta hanya sedikit melindungi thd Omicron. Catatan: Jika ini terus terjadi, maka Delta akan terus berkurang, Omicron akan menggantikan Delta.
  • 6.
    Vaksinasi Vaksinasi dan booster terbukti sangatefektif dalam mengurangi terjadinya kasus berat yang memerlukan perawatan rumah sakit.
  • 7.
    Tes Omicron berkembang biak sangatcepat dan masa inkubasi sangat pendek, sehingga hanya ada sedikit kesempatan saja untuk mengetahui dan mencegah penularan virus.
  • 9.
  • 10.
    Perlu disadari bahwa tidak semuavirus berkembang dalam kecepatan dan akibat yang sama.
  • 11.
    KRITERIA TANPA TESDENGAN TES (Kriteria Gugus Tugas Covid-19 STTB) EXIT ISOLASI Kasus tidak bergejala, isolasi min 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi (H+10). Kasus dengan gejala, isolasi 10 hari + min 3 hari tanpa gejala. Jika tanpa gejala → exit Jika ada gejala → isolasi dilanjutkan sampai gejala hilang + 3 hari RT-PCR pada hari ke-6 (H+5)* dengan hasil negatif atau Ct>35 Setelah hasil negatif ditambah 3 hari lagi isolasi untuk pengamatan klinis. Jika tanpa gejala → exit. Jika ada gejala → isolasi dilanjutkan sampai gejala hilang + 3 hari. Catatan: Kriteria exit dari SE Kemkes (Jan 2022) adalah RT-PCR pada hari ke-6 (H+5) dengan hasil negatif atau Ct>35. EXIT KARANTINA Kasus tidak bergejala, isolasi min 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi (H+10). Kasus dengan gejala, isolasi 10 hari + min 3 hari tanpa gejala. Jika tanpa gejala → exit Jika ada gejala → isolasi dilanjutkan sampai gejala hilang + 3 hari RDT-Ag pada hari ke-5 dengan hasil negatif. Jika positif → isolasi. Jika negatif + 3 hari karantina untuk pengamatan klinis (Jika dalam 3 hari ini tanpa gejala → exit. Jika ada gejala → karantina dilanjutkan sampai gejala hilang + 3 hari). Catatan: Kriteria exit dari Konf Pers Kemkes (Feb 2022) adalah RT-PCR pada hari ke-5 dengan hasil negatif atau Ct>35.