SlideShare a Scribd company logo
1 of 81
Oleh :
KH. M. SHIDDIQ AL JAWI, S.Si, MSI
ISLAMIC BUSINESS ONLINE SCHOOL
22 MEI 2020
FIQIH ZAKAT FITRAH DAN
ZAKAT UANG
FIQIH ZAKAT FITRAH
 1. PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM ZAKAT
 2. KRITERIA MAMPU DALAM BERZAKAT FITRAH
 3. KADAR ZAKAT FITRAH
 4. BOLEHKAH ZAKAT FITRAH DALAM BENTUK UANG?
 5. KEPADA SIAPAKAH ZAKAT FITRAH DIBAYARKAN
FIQIH ZAKAT UANG
 1. WAJIBNYA ZAKAT UANG
 2. NISHAB ZAKAT UANG
 3. ZAKAT UANG DAN UTANG PIUTANG
 4. ZAKAT UANG TABUNGAN
 5. ZAKAT PROFESI
 6. BOLEHKAH ZAKAT UANG DIKELUARKAN DALAM BENTUK
SEMBAKO?
 7. ZAKAT PERHIASAN EMAS DAN PERAK
FIQIH ZAKAT FITRAH
1. PENGERTIAN ZAKAT
DAN MACAM-MACAM
ZAKAT
PENGERTIAN ZAKAT
 Zakat menurut arti bahasa: tumbuh (an
namaa`), suci (at thahaarah), dsb.
 Zakat menurut istilah syariah :
‫الزكاة‬‫هي‬‫إنفاق‬‫جزء‬‫معلموم‬‫من‬‫المال‬‫المخصوص‬‫إذا‬‫بلغ‬‫نصابا‬
‫في‬‫مصارف‬‫معينة‬‫نص‬‫عليها‬‫الشرع‬
 Zakat adalah menginfakkan bagian tertentu
dari harta yg dikhususkan jika telah
mencapai nishab kepada pihak-pihak
tertentu yang ditetapkan oleh syariah.
 (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al-
Fuqaha`, hlm. 223, dgn sedikit perubahan
redaksional).
PENGERTIAN INFAQ
Pengertian Infaq :
‫اإلنفاق‬‫هو‬‫بذل‬‫المال‬‫بال‬‫عوض‬
Infaq adalah memberikan harta tanpa
imbalan.
(Taqiyuddin An Nabhani, An Nizham Al
Iqtishadi fi Al Islam).
Termasuk infaq : Zakat, shadaqah,
nafkah, wasiat, wakaf, hibah, hadiah,
fidyah, diyat, dll.
MACAM-MACAM ZAKAT
 (1) Zakat Fitrah
 (2) Zakat Mal :
 2.1. Zakat Binatang Ternak (zakaat al
mawasyi) : kambing (al ghanam), sapi (al
baqar), unta (al ibil).
 2.2. Zakat Pertanian dan Buah2an (zakaat al
zuruu’ wa al tsimaar) : gandum (hinthah),
jewawut (sya’ir), kurma (at tamr), kismis
(zabib).
 2.3. Zakat Perdagangan (zakaat al tijaarah)
 2.4. Zakat Emas dan Perak (zakaat al dzahab
wa al fidhdhah).
1. KRITERIA MAMPU DALAM
BERZAKAT FITRAH
KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH
 Tanya : Apa kriteria mampu untuk berzakat fitrah?
Dan apakah boleh jika zakat fitrah dari orang lain
kepada dirinya dia gunakan kembali untuk
membayar zakat fitrah bagi dirinya?
 (1) Jawab :
 Kriteria mampu menurut jumhur ulama, yaitu
ulama mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali, adalah
jika seorang muslim mempunyai kelebihan
(ziyadah/faadhil) makanan pada malam Hari Raya
untuk dirinya dan orang2 yang menjadi
tanggungannya.
 (Lihat Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, Juz 23, hlm. 338;
Entry “Zakat Al Fithri”).
KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH
 Dalilnya hadis dari Sahal bin Hanzhalah RA,
bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
‫من‬‫سأل‬‫وعنده‬‫ما‬‫يغنيه‬‫ما‬ّ‫ن‬‫فإ‬‫يستكثر‬‫من‬‫ار‬ّ‫ن‬‫ال‬،‫فقالوا‬:‫يا‬‫رس‬‫ول‬‫ه‬ّ‫الل‬،
‫وما‬‫يغنيه‬‫؟‬‫قال‬:‫أن‬‫يكون‬‫له‬‫شبع‬‫ه‬‫يوم‬‫ه‬‫وليلة‬
 “Barangsiapa yang meminta-minta padahal
dirinya mempunyai apa yang mencukupinya,
maka berarti telah memperbanyak api neraka.”
Para shahabat bertanya,’Wahai Rasulullah, apa
yang mencukupinya?’ Rasulullah SAW
bersabda,”’Dia mempunyai makanan yang
mengenyangkan dia untuk sehari semalam.”
(HR Abu Dawud. Hadis hasan). (Al Mausu’ah Al
Fiqhiyyah, 23/338)
KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH
 Maka dari itu, jika pada malam Iedul Fitri,
seseorang hanya mempunyai makanan untuk 2
jiwa padahal di rumahnya ada 5 jiwa, berarti dia
belum dianggap mampu (qaadir) untuk berzakat
fitrah.
 Dengan demikian, bagi orang tersebut tidak
wajib mengeluarkan zakat fitrah.
 Jika pada malam Hari Raya, dia mempunyai
bahan makanan untuk 10 jiwa, padahal di
rumahnya ada 5 jiwa, maka berarti dia dianggap
mampu berzakat fitrah dan wajib membayar
zakat fitrah untuk dirinya dan orang-orang yang
ditanggungnya.
KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH
 Ukuran kemampuan secara kuantitatif sbb :
 Menurut data BPS, konsumsi beras untuk
penduduk Indoinesia rata-rata per kapita per
tahun adalah = 144 kg. (m.liputan6.com).
 Berarti, konsumsi per kapita per hari adalah =
144 kg : 365 hari = 0,39 kilogram. Dibulatkan =
0,4 kg = 400 gram per kapita per hari.
 Inilah insya Allah standar untuk Indonesia.
 Contoh : jika ada 5 anggota keluarga, maka
kebutuhan berasnya dalam 1 hari adalah = 5 x
400 gram = 2000 gram = 2 kilogram per hari.
KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH
 Berdasarkan perhitungan tersebut, kriteria
mampu berzakat fitrah adalah :
 Mempunyai kelebihan dari kebutuhan beras untuk
satu hari, yaitu 400 gram dikalikan jumlah anggota
keluarga. (atau uang yang senilai)
 Misal satu keluarga ada 5 jiwa, maka kebutuhan
beras dalam 1 hari adalah = 5 x 400 gram = 2000
gram = 2 kilogram.
 Jika kepala keluarga tersebut pada malam hari
raya mempunyai beras lebih dari 2 kilogram, misal
10 kilogram, (atau uang yang senilai), maka dia
wajib berzakat fitrah, karena mempunyai
kelebihan beras yang dibutuhkan dalam 1 hari.
KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH
 Sebaliknya jika kepala keluarga tersebut
pada malam hari raya mempunyai beras
yang kurang dari 2 kilogram, misal hanya 1
kilogram, (atau uang yang senilai), maka dia
tidak wajib berzakat fitrah.
 Jika kepala keluarga mempunyai beras yang
lebih dari kebutuhan keluarganya, dia wajib
berzakat fitrah walau beras yang dimiliki itu
juga berasal dari pemberian orang lain
kepadanya sebagai zakat fitrah.
 Wallahu a’lam.
2. KADAR ZAKAT FITRAH
KADAR ZAKAT FITRAH
 Tanya : Berapakah kadar zakat fitrah?
 Jawab :
 Kadarnya adalah 1 sha’ bahan makanan
pokok dominan di suatu negeri (menurut
jumhur ulama dari kalangan ulama Malikiyah,
Syafi’iyyah, dan Hanabilah).
 Menurut ulama Hanafiyah, kadar zakat fitrah
adalah ½ sha’ gandum, atau 1 sha’ untuk
bahan makanan selain gandum.
 (Mahmud Abdul Lathif ‘Uwaidhah, Al Jami’ li
Ahkam Ash Shiyam).
KADAR ZAKAT FITRAH
 Yang rajih adalah pendapat jumhur, yaitu kadar
zakat fitrah adalah 1 sha’ bahan makanan pokok
di suatu negeri.
 Dalilnya, hadis dari Ibnu Umar RA :
‫ه‬ّ‫أن‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫فرض‬‫زكاة‬‫الفطر‬‫من‬‫رمضان‬‫عل‬‫ى‬
‫اس‬ّ‫ن‬‫ال‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬‫على‬‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫ه‬ّ‫حر‬‫وعبد‬،‫ذكر‬‫وأنثى‬
‫من‬‫المسلمين‬
 Bahwa Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat
fitrah dari bulan Ramadhan atas manusia
sebanyak satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari
jewawut, atas setiap orang merdeka dan hamba
sahaya (budak), laki-laki atau perempuan, dari
kaum muslimin. (HR Bukhari dan Muslim)
KADAR ZAKAT FITRAH
 Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri RA :
‫ا‬ّ‫ن‬‫ك‬‫نخرج‬‫إذ‬‫كان‬‫فينا‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫زكاة‬‫الف‬‫طر‬،‫عن‬
‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫صغير‬‫وكبير‬،‫ه‬ّ‫حر‬‫أو‬‫مملوك‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫طعام‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫أق‬‫ط‬،‫أو‬
‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫زبيب‬
 Dulu kami saat Rasulullah SAW ada di tengah
telah mengeluarkan zakat fitrah dari setiap anak
kecil atau orang dewasa, dari setiap orang
merdeka dan hamba sahaya (budak), satu sha’
makanan (tha’aam), atau satu sha’ dari keju
(aqth), atau satu sha’ dari jewawut (sya’iir), atau
satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari
kismis/anggur kering (zabiib).” (HR Bukhari dan
Muslim)
KADAR ZAKAT FITRAH
 Bagaimanakah konversi 1 sha’ ke dalam
satuan berat masa sekarang?
 Sha’ asalnya adalah satuan takaran (volume)
di masa Nabi SAW, bukan satuan berat.
 Walaupun takarannya sama 1 sha’, tapi
antara satu bahan makanan yang satu
dengan bahan makanan yang lain akan
mempunyai berat (wazan) yang berbeda.
 Konversi menurut Abdul Qadim Zallum :
 1 sha’ gandum = 2176 gram gandum. (Al
Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 62).
KADAR ZAKAT FITRAH
 Bagaimanakah konversi 1 sha’ gandum (2176
gram) ke 1 sha’ beras?
 Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat
(khilafiyah) di kalangan ulama yang cukup
panjang dan detail yang tidak memungkinkan
dibahas di dalam kesempatan ini.
 Ringkasnya, kami cenderung kepada pendapat
Prof. Mahmud Yunus, yang mengatakan
bahwa 1 sha’ beras beratnya adalah 2187,5
gram beras.
 (Mahmud Yunus, Al Fiqh Al Wadhih, Juz II,
hlm. 10).
KADAR ZAKAT FITRAH
 Berat 1 sha’ beras 2187,5 gram beras,
dibulatkan menjadi 2,2 kilogram beras.
 Jika dibayarkan 2,5 kilogram apakah boleh?
 Boleh dengan niat sedekah untuk
kelebihannya yang 300 gram.
 Firman Allah SWT :
‫ه‬‫فمن‬‫ه‬‫ع‬َّ‫تطو‬‫ه‬‫خيرا‬‫فهو‬‫ه‬‫خير‬‫له‬
 Barangsiapa yang dengan kerelaan hati
mengerjakan suatu kebajikan, maka itulah
yang lebih baik baginya. (QS Al Baqarah :
184)
KADAR ZAKAT FITRAH
 Dalam kesempatan lain, semoga bisa kita
bahas lebih panjang lebar masalah konversi
dari satuan sha’ ke satuan gram atau mililiter
ini.
 Sekedar informasi, bagi yang ingin
mendalami masalah ini, silakan merujuk
kitab-kitab para ulama dan peneliti, di
antaranya :
‫اإلطعام‬‫في‬‫الكفارات‬‫بالمقادير‬‫المعاصرة‬‫لد‬.‫فهد‬‫المشعل‬
‫اإليضاح‬‫والتبيان‬‫في‬‫معرفة‬‫المكيال‬‫والميزان‬‫لنجم‬‫الدين‬‫األ‬،‫نصاري‬
‫تحقيق‬:‫د‬.‫محمد‬‫أحمد‬‫إسماعيل‬‫الخاروف‬
‫الصاع‬‫النبوي‬‫لخالد‬‫سعد‬‫بن‬‫محمد‬‫السرهيد‬
KADAR ZAKAT FITRAH
‫الصاع‬-‫بين‬-‫المقاييس‬-‫القديمة‬-‫والحديثة‬-‫عبد‬-‫هللا‬-‫بن‬-‫منصور‬-‫الغفيلي‬
‫المقدرات‬‫الفقهية‬‫لمحمد‬‫الفودري‬
‫مقارنة‬‫بين‬‫الموازين‬‫والمكاييل‬‫والمقاييس‬‫الشرعية‬‫مع‬‫المقاد‬‫ر‬
‫المعاصرة‬‫لسيد‬‫عبد‬‫الغفار‬‫بخاري‬
‫نوازل‬‫الزكاة‬‫لمنصور‬-‫الغفيلي‬
 Herfin Yienda Prihensa & Khafid Ahmad,
Kajian Standar Volume 1 Sha‘
 Herfin Yienda Prihensa & Khafid Ahmad,
Takaran 1 Sha' dan Metode Pengujiannya
 Imran Rosyadi, Ahkam Zakat Al Fitri fi
Indonesia, UMS : Solo, 2017
3. BOLEHKAH
MENGELUARKAN ZAKAT
FITRAH DALAM BENTUK
UANG?
ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
 Tanya : Membayar zakat fitrah itu bolehkah
dibayar dg uang yg senilai?
 Jawab :
 Para ulama berbeda pendapat (ada khilafiyah)
dalam masalah ini.
 Mazhab Hanafi membolehkan membayar zakat
fitrah dengan uang senilai.
 Sedang jumhur ulama, yaitu mazhab Maliki,
Syafi’i, dan Hambali, tidak membolehkan zakat
fitrah dengan uang. Yang rajih (lebih kuat)
adalah berzakat fitrah dalam bentuk makanan
pokok, bukan dalam bentuk uang.
ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
 Dalil jumhur ulama, adalah hadis-hadis yang
menjelaskan bahwa zakat fitrah itu dikeluarkan
dalam bentuk bahan makanan (tha’aam),
padahal pada saat itu, uang dinar dan dirham
sudah beredar dan dipakai dalam muamalah
dan juga zakat.
 Tapi meski toh demikian, yakni sudah ada
uang yang beredar saat itu, hadis Nabi SAW
memerintahkan kaum muslimin mengeluarkan
zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan,
bukan dalam bentuk uang.
ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
 Di antara hadis Nabi SAW tersebut, hadis dari
Ibnu Umar RA :
‫ه‬ّ‫أن‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫فرض‬‫زكاة‬‫الفطر‬‫من‬‫رمضان‬‫على‬
‫اس‬ّ‫ن‬‫ال‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬‫على‬‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫ه‬ّ‫حر‬‫وعبد‬،‫ذ‬‫كر‬
‫وأنثى‬‫من‬‫المسلمين‬
 Bahwa Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat
fitrah dari bulan Ramadhan atas manusia
sebanyak satu sha’ dari kurma, atau satu sha’
dari jewawut, atas setiap orang merdeka dan
hamba sahaya (budak), laki-laki atau
perempuan, dari kaum muslimin. (HR Bukhari
dan Muslim)
ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
 Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri RA :
‫ا‬ّ‫ن‬‫ك‬‫نخرج‬‫إذ‬‫كان‬‫فينا‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫زكاة‬‫الف‬‫طر‬،‫عن‬
‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫صغير‬‫وكبير‬،‫ه‬ّ‫حر‬‫أو‬‫مملوك‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫طعام‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫أق‬‫ط‬،‫أو‬
‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫زبيب‬
 Dulu kami saat Rasulullah SAW ada di tengah
telah mengeluarkan zakat fitrah dari setiap anak
kecil atau orang dewasa, dari setiap orang
merdeka dan hamba sahaya (budak), satu sha’
makanan (tha’aam), atau satu sha’ dari keju
(aqth), atau satu sha’ dari jewawut (sya’iir), atau
satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari
kismis/anggur kering (zabiib).” (HR Bukhari dan
Muslim)
ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
 Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa
zakat fitrah itu dikeluarkan dalam bentuk
bahan makanan, bukan uang.
 Padahal saat itu sudah ada uang yang beredar
di zaman Nabi SAW.
 Tetapi meski demikian, Nabi SAW
memerintahkan kaum muslimin mengeluarkan
zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan,
bukan dalam bentuk uang.
 Wallahu a’lam.
4. KEPADA SIAPAKAH
ZAKAT FITRAH
DIBAYARKAN?
ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?
 Tanya : Kepada siapakah zakat fitrah dibayarkan?
 Jawab :
 Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam
masalah ini;
 Pertama, zakat fitrah hanya dibayarkan kepada
golongan fakir dan miskin saja.
 Antara lain ini pendapat Imam Ibnu Taimiyah.
 Kedua, zakat fitrah dibayarkan kepada delapan
golongan (ashnaf) sebagaimana zakat mal (sesuai
QS At Taubah : 60).
 Ini pendapat jumhur ulama.
 Yang rajih (lebih kuat), pendapat jumhur ulama.
ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?
 Dalil pendapat pertama, hadis Ibnu Abbas RA,
bahwasanya :
‫فرض‬‫رسول‬‫هللا‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫زكاة‬‫الفطر‬‫ه‬‫ة‬‫ر‬‫ه‬ُ‫ط‬‫للص‬‫ائم‬‫من‬‫اللغو‬
‫ث‬‫ف‬َّ‫والر‬‫ه‬‫ة‬‫م‬‫ع‬ُ‫ط‬‫و‬‫للمساكين‬
 “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah
sebagai penyusi bagi orang yang puasa dari
omongan sia-sia dan omongan yang tidak
senonoh, serta sebagai makanan bagi kaumm
miskin.” (HR Abu Dawud).
 Dalil ini sebenarnya tidak berarti hanya kaum
miskin saja yang menjadi sasaran zakat fitrah,
tetapi maksudnya, hanya disebut sebagian tapi
yang dimaksud adalah seluruh 8 ashnaf.
ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?
 Cara memahami hadis tersebut, sama dengan
cara kita memahami hadis yang hanya
menyebut sebagian saja mustahiq zakat (hanya
disebut kaum faqir), padahal yang dimaksud
adalah 8 ashnaf semuanya.
 Sabda Rasulullah SAW :
‫أن‬‫هللا‬‫افترض‬‫عليهم‬‫ه‬‫صدقة‬‫في‬‫أموالهم‬،‫ؤخذ‬ُ‫ت‬‫من‬‫أغنيائهم‬،‫ه‬ُ‫ت‬‫و‬‫ه‬‫رد‬‫على‬
‫فقرائهم‬
 “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada
mereka zakat pada harta mereka, diambil dari
orang kaya mereka dan dikemablikan kepada
orang fakir mereka.” (HR Bukhari).
ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?
 Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW hanya
menyebut satu golongan penerima zakat, yaitu,
kaum faqir,
 Apakah itu berarti zakat hanya khusus untuk
orang faqir saja? Tidak bukan?
 Jadi, disebutkan faqir, tapi yang dimaksud
adalah semuanya dari 8 ashnaf itu.
 Karena sudah ma’luum (diketahui) bahwa zakat
itu untuk 8 ashnaf sebagaimana dalam QS At
Taubah : 60.
 (Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al Jami’ li
Ahkam Ash Shiyam, hlm. 345) Wallahu a’lam.
FIQIH ZAKAT UANG
1. WAJIBNYA ZAKAT UANG
WAJIBNYA ZAKAT UANG
 Tanya : Wajibkah menzakati uang yang kita
miliki? Apa dalilnya?
 Jawab :
 Wajib hukumnya menzakati uang yang ada
sekarang, dengan dalil wajibnya berzakat
untuk emas dan perak.
 Uang sekarang merupakan uang fiat (fiat
money, al nuqud al waraqiyah) yang memang
tidak mewakili emas atau perak, dan berlaku
semata-mata berdasarkan peraturan
pemerintah.
WAJIBNYA ZAKAT UANG
 Namun demikian, uang fiat sekarang
faktanya memiliki sifat sebagai harga
(tsamaniyah) dan sifat sebagai uang
(naqdiyah) seperti emas dan perak di zaman
Nabi SAW.
 Maka dari itu, uang yang ada sekarang tetap
wajib dikeluarkan zakatnya, mengikuti
hukum wajibnya zakat atas emas dan perak.
 (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al
Khilafah, hlm. 161, Bab “Az Zakat fi An
Nuqud Al Waraqiyyah”).

WAJIBNYA ZAKAT UANG
 Besarnya zakat uang adalah 2,5% (seper
empatpuluh) dari uang yang dimiliki, setelah
memenuhi 2 (dua) kriteria :
 Pertama, NISHAB. Yaitu, nilai uang telah
mencapai nishab (batas minimal yang wajib
dizakati).
 Kedua, HAUL. Yaitu, uang yang mencapai
nishab itu telah berlalu dalam jangka waktu
satu tahun qamariyah.
 Nishab zakat uang mengikuti nishab emas
(20 dinar) ATAU nishab perak (200 dirham).
WAJIBNYA ZAKAT UANG
 Syekh Abdul Qadim Zallum berkata :
‫فمن‬‫كان‬‫عنده‬‫مبلغ‬‫من‬‫هذه‬‫األوراق‬‫اإللزامية‬‫يساوي‬‫فيمة‬‫عشرين‬‫دين‬‫ارا‬
‫ذهبا‬–‫أي‬85‫غرام‬‫ذهبا‬–‫هو‬‫نصاب‬،‫الذهب‬‫أو‬‫كان‬‫عنده‬‫مبلغ‬‫يساوي‬
‫فيمة‬200‫درهم‬‫فضة‬–‫أي‬595‫غرام‬،‫فضة‬)‫هو‬‫نصاب‬‫الفضة‬(‫و‬‫حال‬
‫عليه‬،‫الحول‬‫وجبت‬‫عليه‬‫الزكاة‬،‫فيه‬‫ووجب‬‫عليه‬‫إخراج‬‫ربع‬‫عشره‬
 “Maka dari itu, siapa saja yang mempunyai uang
fiat yang berlaku sekarang, yang nilainya
mencapai nishab emas (20 dinar = 85 gram emas)
atau mencapai nishab perak (200 dirham = 595
gram perak), dan uang itu telah berlalu dalam satu
tahun hijriyah (haul), maka dia wajib
mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.” (Abdul Qadim
Zallum, Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 161, Bab “Az Zakat fi An
Nuqud Al Waraqiyyah”).
WAJIBNYA ZAKAT UANG
 Adapun dalil wajibnya zakat emas dan perak,
antara lain, hadis dari Abu Hurairah RA bahwa
Rasulullah SAW bersabda :
‫ما‬‫من‬‫صاحب‬‫ذهب‬‫وال‬‫فضة‬‫ال‬‫يؤدي‬‫منها‬‫حقها‬‫إال‬‫إذا‬‫كان‬‫يوم‬‫القيامة‬
‫صفحت‬‫له‬‫صفائح‬‫من‬‫نار‬‫فأحمي‬‫عليها‬‫في‬‫نار‬‫جهنم‬‫فيكوى‬‫بها‬‫جنب‬‫ه‬
‫وجبينه‬‫وظهره‬…
 “Tidak ada pemilik emas atau perak yang tidak
membayar zakatnya, kecuali pada Hari Kiamat
nanti, akan dipanaskan emas dan perak itu
dalam neraka Jahannam, lalu dibakar
dengannya lambung mereka, dahi mereka, dan
punggung mereka…” (HR Khamsah, kecuali
Tirmidzi).
WAJIBNYA ZAKAT UANG
 Hadis tersebut menunjukkan wajibnya zakat
emas dan zakat perak, karena ada ancaman
siksaan yang pedih bagi mereka yang tidak
menunaikan zakat emas dan perak yang
dimilikinya.
 Dengan demikian, zakat uang yang berlaku
sekarang juga wajib hukumnya, karena uang
sekarang secara syariah dihukumi sama
dengan emas dan perak, karena sama-sama
mempunyai sifat sebagai uang (naqdiyyah)
dan sifat sebagai harga (tsamaniyyah).
2. NISHAB ZAKAT UANG
NISHAB ZAKAT UANG
 Tanya : Berapakah nishab zakat uang itu?
 Jawab :
 Nishab zakat uang besarnya mengikuti
nishab untuk zakat emas dan perak, yaitu :
 Nishab emas = 20 dinar = 85 gram emas,
atau :
 Nishab perak = 200 dirham = 595 gram
perak.
 (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al
Khilafah, hlm. 161).
NISHAB ZAKAT UANG
 Dalilnya hadis dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa
Rasulullah SAW bersabda :
‫ا‬‫ذ‬ِ‫إ‬‫ف‬‫ه‬‫ت‬‫ان‬‫ك‬‫ه‬‫ك‬‫ل‬‫ا‬‫ت‬‫ائ‬ِ‫م‬‫ه‬‫م‬‫ه‬‫ِر‬‫د‬‫ه‬‫ال‬‫ح‬‫و‬‫ا‬‫ه‬‫ي‬‫ل‬‫ع‬‫ا‬‫ه‬ُ‫ل‬‫و‬‫ح‬‫ل‬‫ا‬‫يه‬ِ‫ف‬‫ف‬‫ه‬ُ‫ة‬‫س‬‫م‬‫خ‬‫ه‬‫م‬ِ‫ه‬‫ا‬‫ر‬‫د‬‫ه‬‫س‬‫ي‬‫ل‬‫و‬‫ه‬‫ك‬‫ي‬‫ل‬‫ع‬
‫ه‬‫ء‬‫ى‬‫ش‬-‫ى‬ِ‫ن‬‫ع‬‫ي‬‫ى‬ِ‫ف‬‫ه‬ِ‫ب‬‫ه‬َّ‫ذ‬‫ال‬-‫ى‬َّ‫ت‬‫ح‬‫ه‬‫ُون‬‫ك‬‫ي‬‫ه‬‫ك‬‫ل‬‫ه‬‫ون‬ُ‫ر‬‫ش‬ِ‫ع‬‫ا‬‫ِين‬‫د‬‫ا‬‫ر‬‫ا‬‫ذ‬ِ‫إ‬‫ف‬‫ه‬‫ان‬‫ك‬‫ه‬‫ك‬‫ل‬
‫ه‬‫ون‬ُ‫ر‬‫ش‬ِ‫ع‬‫ا‬‫ار‬‫ِين‬‫د‬‫ه‬‫ال‬‫ح‬‫و‬‫ا‬‫ه‬‫ي‬‫ل‬‫ع‬‫ه‬ُ‫ل‬‫و‬‫ح‬‫ال‬‫ه‬‫يه‬ِ‫ف‬‫ف‬‫ا‬‫ه‬ُ‫ف‬‫ص‬ِ‫ن‬‫ه‬‫ار‬‫ِين‬‫د‬‫ا‬‫م‬‫ف‬‫ه‬‫اد‬‫ز‬‫ه‬ِ‫ح‬ِ‫ب‬‫ف‬‫ه‬ِ‫ب‬‫ا‬‫س‬‫ه‬‫ك‬ِ‫ل‬‫ذ‬
 “Maka jika kamu mempunyai 200 dirham, dan
telah berlau haul padanya, maka zakatnya 5
dirham (2,5%). Dan tidak ada kewajiban apa-apa
atasmu (yakni pada emas) hingga kamu
mempunyai 20 dinar. Jika kamu mempunyai 20
dinar, dan telah berlau haul padanya, maka
zakatnya setengah dinar (2,5%). Yang lebih dari
itu mengikuti hitungan tersebut.” (HR Abu Dawud,
no. 1575).
NISHAB ZAKAT UANG
 Berdasarkan hadis tersebut :
 (1) Nishab emas = 20 dinar = 85 gram emas,
 Atau :
 (2) Nishab perak = 200 dirham = 595 gram
perak.
 (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al
Khilafah, hlm. 161).
 Jika nishab uang mengikuti nishab emas
atau nishab perak, nishab manakah yang
digunakan pemilik uang, apakah nishab
emas ataukah nishab perak?
NISHAB ZAKAT UANG
 Di sini ada khilafiyah (perbedaan pendapat)
di kalangan ulama kontemporer mengenai
nishab mana yang dipakai untuk zakat
uang.
 Ada 3 (tiga) pendapat :
 Pertama, mengikuti nishab emas.
 Kedua, mengikuti nishab perak.
 Ketiga, mengikuti nishab yang paling
rendah dari dua nishab tersebut.
 (Abdullah Manshur Al Ghufaili, Nawazil Az
Zakat, 2009, hlm. 161-162)
NISHAB ZAKAT UANG
 Menurut Syekh Abdullah Manshur Al Ghufaili,
yang paling kuat (rajih) adalah pendapat ketiga,
yaitu mengikuti nishab lebih yg rendah dari kedua
nishab yang ada, dengan 3 alasan :
 1. lebih dapat berbagi kepada kaum fakir (al
ahazhzhu lil faqiir),
 2. lebih cepat melepaskan tanggungan bagi
muzakki (al abra’ lidzimmati al muzakki),
 3. mengamalkan semua nash (jama’) yang
mewajibkan nishab emas dan nishab perak (al
I’maal lin nushuush wa jam’il qaulaini).
 (Abdullah Manshur Al Ghufaili, Nawazil Az Zakat,
2009, hlm. 160).
NISHAB ZAKAT UANG
 Pendapat Syekh Abdullah Manshur Ghufaili tersebut
sejalan dengan pendapat Syekh Abdul Qadim Zallum :
‫اما‬‫االوراق‬‫االلزامية‬‫التي‬‫ليست‬‫نائبة‬‫وال‬‫وثيقة‬‫فانها‬‫تقدر‬‫باقل‬‫النصاب‬‫ين‬‫ذهبا‬‫كان‬
‫او‬‫فضة‬‫الن‬‫االوراق‬‫مادامت‬‫ليست‬‫نائبة‬‫وال‬‫وثيقة‬‫فاذا‬‫بلغت‬‫قيمة‬‫اقل‬‫النص‬‫ابين‬
‫يعتبر‬‫ان‬‫صاحبها‬‫قد‬‫ملك‬‫نصابا‬‫لذلك‬‫تقوم‬‫باقل‬‫النصابين‬‫قيمة‬
 “Adapun uang kertas ilzamiyah, yang bukan uang
kertas substitusi (na`ibah) dan bukan pula uang kertas
watsiqah, maka dia diukur dengan nishab yang paling
rendah dari dua dua nishab yang ada, bisa emas atau
perak, karena uang kertas itu selama bukan uang
kertas substitusi (na`ibah) dan bukan pula uang kertas
watsiqah, maka bila ia telah mencapai nilai yang
paling sedikit dari dua nishab, maka pemiliknya
dianggap telah memiliki nishabnya.” (Nasyrah Jawab
Su`al, 6 Juli 1984).
NISHAB ZAKAT UANG
 Pendapat Syekh Abdul Qadim Zallum tersebut,
selanjutnya dikukuhkan oleh Syaikh Atha’ Abu
Rasyta, yang menegaskan pendapat yang sama,
bahwa nishab yang digunakan untuk mengukur
zakat uang, apakah nishab emas atau nishab
perak, adalah nishab paling sedikit di antara
nishab emas dan nishab perak (aqallu nishabain).
 (‘Atha Abu Ar Rasytah, Nasyrah Jawab Su’al, 15
Maret 2011, Ensiklopedi Jawab Soal, hlm. 88).
 Kesimpulan :
 Nishab zakat uang menggunakan nishab paling
sedikit di antara nishab emas dan nishab perak
(aqallu nishabain).
NISHAB ZAKAT UANG
 Mengapa nishab uang menggunakan nilai
yang lebih rendah dari dua nishab yang ada?
 Jawabnya : karena hal itu ditunjukkan oleh
ayat 8 ashnaf (golongan) yang berhak
menerima zakat, (QS At Taubah : 60).
 Sebab pada awal ayat tersebut digunakan
“laam tamliik”, (innama shadaqaatu lil
fuqaraa`…), huruf laam tamliik ini memiliki
fungsi menunjukkan kepemilikan (hak milik).
 (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa
Adillatuhu, Juz III, hlm. 176).
NISHAB ZAKAT UANG
 Firman Allah SWT : ‫إنما‬‫الصدقات‬‫للفقراء‬..
 “Sesungguhnya zakat-zakat itu adalah hak miliknya
orang-orang fakir, dst.” (QS At Taubah : 60)
 Makna “laam tamliik” pada ayat tersebut, sama
maknanya dengan perkataan : ‫هذا‬‫المال‬‫لزيد‬ .
 “Harta ini miliknya si Zaid”. (Wahbah Az Zuhaili, Al
Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz III, hlm. 176).
 Jadi, zakat itu sesungguhnya adalah hak milik 8
ashnaf, maka sudah selayaknya pertimbangan
nishab untuk zakat uang menggunakan nishab yang
paling rendah dari nishab emas atau perak, karena
memperhatikan kepentingan pemilik zakat itu
sendiri (yaitu kaum faqir, miskin, dan seterusnya).
NISHAB ZAKAT UANG
 Contoh menghitung nishab paling sedikit di
antara dua nishab (aqallu nishabain) :
 Nishab emas sekarang (21 Mei 2020) = 20 dinar x
Rp 3.800.00 = Rp 76.000.000 (tujuh puluh enam
juta rupiah).
 Nishab perak sekarang (21 Mei 2020) = 200 dirham
x Rp 72.000 = Rp 14.400.000 (empat belas juta
empat ratus ribu rupiah).
 Maka, nishab zakat uang yang dipakai adalah
nishab perak, yaitu Rp 14.400.000 .
 (Asumsi : kurs dinar dan dirham mengikuti
Wakala Nusantara, di mana 1 dinar = Rp 3.800.000,
dan 1 dirham = Rp 72.000).
3. ZAKAT UANG DAN UTANG
PIUTANG
ZAKAT DAN UTANG
 Tanya : Jika seseorang yang mempunyai
utang, apakah bayar utang dulu atau bayar
zakat dulu? Dengan kata lain, apakah zakat
yang kita bayarkan itu, dikurangi dulu
dengan utang?
 Jawab :
 Utang dibayarkan lebih dulu, kemudian jika
sisanya mencapai nishab, maka harta sisa
itu tetap wajib dizakati.
 Adapun jika sisanya itu kurang dari nishab,
maka tidak ada kewajiban zakat.
ZAKAT DAN UTANG
 Contoh : jika seseorang punya harta yg
mencapai nishab, tapi punya utang yang
mengurangi nilai harta hingga kurang dari
nishab, maka dia tidak wajib berzakat.
 Misal :
 (1) seorang pedagang punya harta senilai 200
dirham (nishab perak). Tapi dia juga punya
utang senilai 200 dirham. Maka dalam kondisi
seperti ini dia tak wajib berzakat.
 (2) seseorang punya uang 1000 dinar. Tapi dia
juga punya utang senilai 1000 dinar. Maka
dalam kondisi seperti ini dia tak wajib berzakat.
ZAKAT DAN UTANG
 Dalilnya :
‫عن‬‫نافع‬‫عن‬‫ابن‬‫عمر‬‫قال‬‫قال‬‫رسول‬‫هللا‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫إذا‬
‫كان‬‫لرجل‬‫ألف‬،‫درهم‬‫وعليه‬‫ألف‬،‫درهم‬‫فال‬‫زكاة‬‫عليه‬)‫ذكره‬‫ابن‬
‫قدامة‬‫في‬‫المغني‬(
 Dari Nafi’ dari Ibnu Umar, dia berkata,
Rasulullah SAW bersabda,”Jika seseorang
mempunyai 1000 dirham dan juga punya
utang 1000 dirham, maka tak ada zakat atas
dia.” (Disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah
dalam kitabnya Al Mughni).
 (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm. 165).
ZAKAT DAN UTANG
 Adapun jika seseorang punya utang, lalu dia
membayar utangnya itu, kemudian sisanya
masih mencapai nishab, maka harta sisa itu
tetap wajib dizakati.
 Contoh : seorang pedagang punya harta
senilai 210 dirham. Tapi punya utang senilai
10 gram emas. Maka dia tetap wajib berzakat.
 Karena harta sisanya (yaitu senilai 200
dirham) masih pada batas nishab dirham
(yaitu senilai 200 dirham).
ZAKAT DAN UTANG
 Dalilnya :
‫روى‬‫أبو‬‫عبيد‬‫عن‬‫السائب‬‫بن‬‫يزيد‬‫قال‬:‫سمعت‬‫عثمان‬‫بن‬‫عفان‬‫ي‬‫قول‬:
.»‫هذا‬‫شهر‬،‫زكاتكم‬‫فمن‬‫كان‬‫عليه‬‫دين‬،‫فليؤده‬‫حتى‬‫تخرجوا‬‫زكاة‬
‫أموالكم‬
 Abu Ubaid meriwayatkan dari As Sa`ib bin
Yazid, dia berkata,”Aku mendengar Utsman bin
Affan berkata,”Ini adalah bulan zakat kalian.
Maka barang siapa yang mempunyai utang,
maka bayarlah utang itu, hingga kalian
mengeluarkan zakat harta kalian.” (Disebutkan
oleh Imam Abu Ubaid, dalam kitab Al Amwal).
 (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm. 165).
ZAKAT DAN PIUTANG
 Tanya : Jika seseorang mempunyai piutang,
yang masih ada di tangan orang lain, apakah
wajib dizakati?
 Jawab :
 Jika piutang itu ada tangan orang kaya
(mampu) yang enggan mengembalikan
utangnya (ghaniy mumaathil), atau orang
yang sedang dalam kesulitan keuangan
(mu’sir) spt pailit dll,
 Maka piutang itu tidak wajib dizakati hingga
piutang itu benar-benar kembali di tangan
pedagang.
ZAKAT DAN PIUTANG
 Adapun jika piutang itu ada tangan orang
kaya (mampu) yang tidak enggan
mengembalikan utangnya (ghaniy ghairu
mumaathil) dan dapat ditagih sewaktu-waktu.
 Maka piutang itu wajib dizakati meskipun
masih berada di tangan pihak yang berutang.
 (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm. 165-166).
4. ZAKAT UANG TABUNGAN
ZAKAT UANG TABUNGAN
 Tanya : Bagaimanakah hukum menzakati uang
tabungan?
 Jawab :
 Pendapat yang rajih adalah uang di dalam
tabungan secara syariah itu dianggap qardh
(pinjaman), bukan titipan (wadi’ah).
 Hukumnya wajib menzakati uang yang ada di
tabungan, sama wajibnya dengan menzakati
piutang yang telah dijelaskan sebelumnya.
 (Abdullah Manshur Al Ghufaili, Nawazil Az
Zakat, 2009, hlm. 165-166).
ZAKAT UANG TABUNGAN
 Besarnya zakat tabungan adalah 2,5% dari
nilai saldo terakhir, jika uang di tabungan
memenuhi 2 (dua) kriteria :
 Pertama, NISHAB. Yaitu saldonya mencapai
nishab perak, yaitu 200 dirham, atau senilai =
200 dirham x Rp 72.000 = Rp 14.400.000
 Kedua, HAUL. Yaitu saldo yang mencapai
nishab itu, sudah dimiliki dalam jangka waktu
satu tahun qamariyah (bukan menurut
kalender Syamsiyah / kalender Masehi).
ZAKAT UANG TABUNGAN
 Contoh : Jika seseorang mempunyai tabungan 10
juta rupiah pada tanggal 1 Ramadhan 1441 H,
maka belum wajib berzakat, karena belum
mencapai nishab (Rp 14.400.000).
 Jika pada tanggal 15 Ramadhan 1441 H, saldo
orang tersebut bertambah menjadi Rp 20 juta,
maka berarti saldonya sudah mencapai nishab,
dan 15 Ramadhan 1441 H itu merupakan awal haul
baginya.
 Satu tahun kemudian, yaitu 15 Ramadhan 1442 H,
jatuh tempo bayar zakat uang.
 Besarnya = 2,5% x saldo terakhir (jika di atas
nishab).
5. ZAKAT PROFESI
ZAKAT PROFESI
 Tanya : Bagaimanakah hukum zakat profesi?
 Jawab :
 Zakat profesi menurut penggagasnya
didefinisikan sebagai zakat yang dikenakan
pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional
tertentu, baik yang dilakukan sendiri maupun
bersama orang/lembaga lain, yang
mendatangkan penghasilan (uang) yang
memenuhi nishab. Misal profesi dokter,
konsultan, advokat, dosen, arsitek, dan
sebagainya. (Didin Hafidhuddin, Panduan
Praktis Tentang Zakat, Infaq, Sedekah, hal. 103;
Zakat dalam Perekonomian Modern, hal. 95).
ZAKAT PROFESI
 Menurut Yusuf al-Qaradhawi nishab zakat
profesi senilai 85 gram emas dan jumlah yang
wajib dikeluarkan 2,5%.
 Zakat profesi dikeluarkan langsung saat
menerima atau setelah diperhitungkan selama
kurun waktu tertentu.
 Misal jika seseorang gajinya Rp500.000/bulan,
dia dapat mengeluarkan langsung zakatnya
2,5% setelah gajian tiap bulan. Atau membayar
satu kali tiap tahun sebesar 12 x 2,5% x
Rp500.000. (Didin Hafidhuddin, ibid, hal. 104).
ZAKAT PROFESI
 Landasan fikih (at-takyif al-fiqhi) zakat profesi ini
menurut Al-Qaradhawi adalah perbuatan sahabat
Nabi SAW yang mengeluarkan zakat untuk al-maal
al-mustafaad (harta perolehan), yaitu setiap harta
baru yang diperoleh seorang muslim melalui salah
satu cara kepemilikan yang disyariatkan, seperti
waris, hibah, upah pekerjaan, dan yang semisalnya.
 Al-Qaradhawi mengambil pendapat sebagian
sahabat Nabi SAW yang mengeluarkan zakat dari al-
maal al-mustafaad pada saat menerimanya, tanpa
mensyaratkan haul (dimiliki selama satu tahun
qamariyah). (Yusuf Al-Qaradhawi, ibid., I/491-502;
Wahbah az-Zuhaili, ibid., II/866).
ZAKAT PROFESI
 Menurut pentarjihan kami, zakat profesi tidak
sah karena tidak mempunyai dalil yang kuat
sehingga hukumnya tidak wajib.
 Alasan kami :
 Pertama, dalil utama dari zakat profesi adalah
ijtihad sahabat mengenai al-maal al-mustafaad
yang tidak mensyaratkan haul. Padahal ijtihad
sahabat (mazhab al-shahabi) bukanlah dalil
syariah yang diakui (mu’tabar). (Taqiyuddin an-
Nabhani, al-Syakhshiyah al-Islamiyah, III/418).

ZAKAT PROFESI
 Kedua, pendapat yang lebih kuat (rajih)
mengenai al-maal al-mustafaad adalah pendapat
jumhur ulama, yaitu harta tersebut tidak wajib
dikeluarkan zakatnya, hingga memenuhi syarat
berlalunya haul.
 Inilah pendapat sahabat Abu Bakar, Umar,
Utsman, dan Ali. Juga pendapat imam mazhab
yang empat. (Al-Yazid Ar-Radhi, Zakah Rawatib
Al-Muwazhaffin, hal.19; Wahbah az-Zuhaili, al-
Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, II/866).
ZAKAT PROFESI
 Kesimpulannya, uang hasil profesi tidak sah
dikeluarkan zakatnya saat menerima,
sebagaimana dalam praktik zakat profesi
sekarang, tapi wajib digabungkan lebih dulu
dengan uang yang sudah dimiliki sebelumnya.
 Zakat uang tersebut baru dikeluarkan setelah
uang gabungan itu mencapai nishab dan berlalu
haul atasnya.
 (Ali as-Salus, Mausu’ah al-Qadhaya al-Fiqhiyah
al-Mu’ashirah, hal. 523). Wallahu a’lam.
6. BOLEHKAH
MENGELUARKAN ZAKAT
ZAKAT UANG DALAM
BENTUK SEMBAKO?
MENGELUARKAN ZAKAT DGN SEMBAKO
 Tanya : Bolehkah mengeluarkan zakat uang
dalam bentuk sembako yang senilai? Apa
dalilnya?
 Jawab :
 Boleh hukumnya mengeluarkan zakat uang
dalam bentuk sembako, seperti beras, minyak
goreng, gula, dan sebagainya.
 Dalilnya adalah hadis-hadis yang membolehkan
mengeluarkan zakat dalam bentuk harta senilai
(qiimah) sebagai pengganti (badal) dari harta
yang dizakati. (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal,
hlm.152 dan 162).
MENGELUARKAN ZAKAT DGN SEMBAKO
 Di antaranya adalah hadis dari Muadz bin
Jabal RA yang diutus Nabi SAW ke Yaman
untuk memungut zakat :
‫عن‬‫عمرو‬‫بن‬‫دينار‬‫عن‬‫طاووس‬‫أن‬‫النبي‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫ب‬‫عث‬
‫معاذا‬‫إلى‬‫اليمن‬‫فكان‬‫يأخذ‬‫الثياب‬‫بصدقة‬‫الحنطة‬‫والشعير‬
 “Dari ’Amr bin Dinar dari Thawus, bahwa
Nabi SAW telah mengutus Muadz ke Yaman,
maka beliau mengambil baju untuk zakat
gandum (hinthah) dan zakat jewawut (as
sya’iir).” (HR Abu Ubaid, dalam Al Amwal).
 (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm.152).
7. ZAKAT PERHIASAN EMAS
ZAKAT PERHIASAN
 Tanya : Apa hukum zakat perhiasan?
 Jawab : Pendapat yang rajih (kuat) di antara ulama
adalah sebagai berikut :
 Pertama, tidak ada kewajiban zakat perhiasan emas
dan perak, jika perhiasan itu dipakai.
 Kedua, jika perhiasan emas atau perak itu disimpan
(tidak dipakai), maka wajib dikeluarkan zakatnya.
 Zakatnya 2,5%, jika memenuhi 2 keriteria:
 (1) Nishab, yaitu mencapai nishab emas (20 dinar =
85 gram emas) atau nishab perak (200 dirham = 595
gram perak).
 (2) Haul, yaitu sudah dimiliki dalam jangka waktu
satu tahun hijriyah.
ZAKAT PERHIASAN
 CATATAN :
 (1) Jika emas dan perak, juga uang, disimpan
tanpa ada suatu hajat (kebutuhan) tertentu,
disebut kanzul mal (menimbun harta), hukumnya
haram. (Lihat QS At Taubah : 34)
 (2) Jika emas dan perak, juga uang, disimpan
dengan suatu hajat (kebutuhan) tertentu di masa
depan, misalnya untuk biaya naik haji, biaya
walimah, tabungan biaya kuliah anak-anak,
tabungan modal usaha, dll, disebut iddikhar
(menabung/saving) dan hukumnya boleh.
 (Taqiyuddin An Nabhani, An Nizham Al Iqtishadi fi
Al Islam). Wallahu a’lam. [ ]
BIOGRAFI
 KH. M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI lahir di Grobogan, Jawa Tengah,
31 Mei 1969.
 Pendidikan formal : S1 di IPB Bogor, S2 di Magister Studi Islam UII
Yogyakarta.
 Pendidikan Agama : PP. Nurul Imdad, Bogor (1990-1992), dan PP Al
Azhhar Bogor (1992-1994).
 Dosen tetap STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) HAMFARA
Yogyakarta, mengajar Fiqih Muamalah dan Ushul Fiqih.
 Pengasuh Ma’had HAMFARA (pondok pesantren untuk mahasiswa
STEI Hamfara).
 Anggota Komisi Fatwa MUI Propinsi DIY.
 Founder INSMI (Institut Muamalah Indonesia).
 Pembina Kajian Fiqih Muamalah di komunitas MTR (Masyarakat
Tanpa Riba) & Majelish Sholdah (Bandung).
 Konsultan Fiqih Property di de’Ahsana Property (Surabaya), Sharia
Greenland (Bandung), & Serpong Suradita Regency (Tangerang).
TERIMA KASIH.
WASSALAAM
M. SHIDDIQ AL JAWI
Mobile : 081-3287-44133
Web : www.fissilmi-kaffah.com

More Related Content

What's hot

Syakhshiyah
SyakhshiyahSyakhshiyah
Syakhshiyahel-hafiy
 
09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)
09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)
09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)fissilmikaffah1
 
Keunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-Jawi
Keunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-JawiKeunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-Jawi
Keunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-JawiAnas Wibowo
 
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAHfissilmikaffah1
 
Keterikatan terhadap hukum syara’
Keterikatan terhadap hukum syara’Keterikatan terhadap hukum syara’
Keterikatan terhadap hukum syara’Nur Rohim
 
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAHfissilmikaffah1
 
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNAfissilmikaffah1
 
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)fissilmikaffah1
 
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMANfissilmikaffah1
 
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam IslamHukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam IslamSuryono .
 
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islamSistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islamFenti Fempirina
 
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok PriastomoMacam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok PriastomoRidwan Kurniawan
 
Meraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro Triono
Meraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro TrionoMeraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro Triono
Meraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro TrionoKafi Hidonis
 
Menjadi Orang yang Lebih Beruntung
Menjadi Orang yang Lebih BeruntungMenjadi Orang yang Lebih Beruntung
Menjadi Orang yang Lebih BeruntungErwin Wahyu
 
Kematian, Perpisahan & Penghisaban
Kematian, Perpisahan & PenghisabanKematian, Perpisahan & Penghisaban
Kematian, Perpisahan & PenghisabanErwin Wahyu
 
Kerangka Kitab Mafahim Hizbut Tahrir
Kerangka Kitab Mafahim Hizbut TahrirKerangka Kitab Mafahim Hizbut Tahrir
Kerangka Kitab Mafahim Hizbut TahrirUmi Sa'adah
 

What's hot (20)

Syakhshiyah
SyakhshiyahSyakhshiyah
Syakhshiyah
 
09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)
09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)
09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)
 
Keunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-Jawi
Keunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-JawiKeunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-Jawi
Keunggulan Sistem Pidana Islam - KH. Shiddiq al-Jawi
 
Mengenal Riba
Mengenal RibaMengenal Riba
Mengenal Riba
 
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
 
Keterikatan terhadap hukum syara’
Keterikatan terhadap hukum syara’Keterikatan terhadap hukum syara’
Keterikatan terhadap hukum syara’
 
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
 
04.1 KONSEP AKAD
04.1 KONSEP AKAD04.1 KONSEP AKAD
04.1 KONSEP AKAD
 
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
 
08 HUKUM IJARAH
08 HUKUM IJARAH08 HUKUM IJARAH
08 HUKUM IJARAH
 
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
 
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN
 
Hukum hukum qurban
Hukum hukum qurbanHukum hukum qurban
Hukum hukum qurban
 
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam IslamHukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
 
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islamSistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islam
 
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok PriastomoMacam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
 
Meraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro Triono
Meraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro TrionoMeraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro Triono
Meraih Amalan Tertinggi - Ust Dwi Condro Triono
 
Menjadi Orang yang Lebih Beruntung
Menjadi Orang yang Lebih BeruntungMenjadi Orang yang Lebih Beruntung
Menjadi Orang yang Lebih Beruntung
 
Kematian, Perpisahan & Penghisaban
Kematian, Perpisahan & PenghisabanKematian, Perpisahan & Penghisaban
Kematian, Perpisahan & Penghisaban
 
Kerangka Kitab Mafahim Hizbut Tahrir
Kerangka Kitab Mafahim Hizbut TahrirKerangka Kitab Mafahim Hizbut Tahrir
Kerangka Kitab Mafahim Hizbut Tahrir
 

Similar to Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang

Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...
Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...
Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...LatiefIga
 
Makalah perbandingan madzhab
Makalah perbandingan madzhabMakalah perbandingan madzhab
Makalah perbandingan madzhabAhmad Zuhdi
 
FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...
FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...
FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...Rendra Fahrurrozie
 
Yusriani 2012012249
Yusriani 2012012249Yusriani 2012012249
Yusriani 2012012249Dedek Ahmadi
 
MATERI ZAKAT.pptx
MATERI ZAKAT.pptxMATERI ZAKAT.pptx
MATERI ZAKAT.pptxmuhyusuf271
 
makalah zakat (1)
makalah zakat (1)makalah zakat (1)
makalah zakat (1)MeyLiontin
 
materi pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrah
materi pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrahmateri pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrah
materi pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrahkrisdanarahmatullah7
 
Bab 1 zakat fitrah
Bab 1 zakat fitrahBab 1 zakat fitrah
Bab 1 zakat fitrahfitriani2909
 
Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...
Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...
Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...Hasaniahmadsaid
 
Zakat serta Pembagiannya
Zakat serta PembagiannyaZakat serta Pembagiannya
Zakat serta PembagiannyaMeri Septiani
 
Materi Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian Zakat
Materi Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian ZakatMateri Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian Zakat
Materi Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian ZakatHusainiAbubakar2
 
Zakat fitrah.................................................
Zakat fitrah.................................................Zakat fitrah.................................................
Zakat fitrah.................................................badrudinsaputra1
 
Hadist mengenai kewajiban zakat
Hadist mengenai kewajiban zakat Hadist mengenai kewajiban zakat
Hadist mengenai kewajiban zakat Rendra Fahrurrozie
 
DALIL ZAKAT FITRAH
DALIL ZAKAT FITRAHDALIL ZAKAT FITRAH
DALIL ZAKAT FITRAHHusin Ali
 

Similar to Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang (20)

Abu rizal
Abu rizalAbu rizal
Abu rizal
 
Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...
Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...
Hukum seputar Fidyah Puasa dan sholat...
 
Makalah perbandingan madzhab
Makalah perbandingan madzhabMakalah perbandingan madzhab
Makalah perbandingan madzhab
 
FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...
FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...
FIQH ZAKAT: Definisi, Makna, Dasar Hukum, Syarat, Rukun, Mustahiq, Zakat Fitr...
 
Yusriani 2012012249
Yusriani 2012012249Yusriani 2012012249
Yusriani 2012012249
 
MATERI ZAKAT.pptx
MATERI ZAKAT.pptxMATERI ZAKAT.pptx
MATERI ZAKAT.pptx
 
makalah zakat (1)
makalah zakat (1)makalah zakat (1)
makalah zakat (1)
 
14252337.ppt
14252337.ppt14252337.ppt
14252337.ppt
 
materi pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrah
materi pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrahmateri pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrah
materi pondok romadon sekolah dasar dengan materi zakat fitrah
 
Bab 1 zakat fitrah
Bab 1 zakat fitrahBab 1 zakat fitrah
Bab 1 zakat fitrah
 
Presentasi Agama- Zakat
Presentasi Agama- ZakatPresentasi Agama- Zakat
Presentasi Agama- Zakat
 
Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...
Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...
Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. - PSQ - Filantropi Islam; tafsir maudhui ata...
 
Zakat serta Pembagiannya
Zakat serta PembagiannyaZakat serta Pembagiannya
Zakat serta Pembagiannya
 
fiks_zakat.pptx
fiks_zakat.pptxfiks_zakat.pptx
fiks_zakat.pptx
 
Materi Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian Zakat
Materi Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian ZakatMateri Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian Zakat
Materi Power Poin tentang Hukum Zakat, Pengertian zakat dan Pembagian Zakat
 
Zakat fitrah.................................................
Zakat fitrah.................................................Zakat fitrah.................................................
Zakat fitrah.................................................
 
Hadist mengenai kewajiban zakat
Hadist mengenai kewajiban zakat Hadist mengenai kewajiban zakat
Hadist mengenai kewajiban zakat
 
fiks_zakat.pptx
fiks_zakat.pptxfiks_zakat.pptx
fiks_zakat.pptx
 
DALIL ZAKAT FITRAH
DALIL ZAKAT FITRAHDALIL ZAKAT FITRAH
DALIL ZAKAT FITRAH
 
fiks_zakat.pptx
fiks_zakat.pptxfiks_zakat.pptx
fiks_zakat.pptx
 

More from MaulanaFirdaus19

Sesi 10, Problematika Umat
Sesi 10, Problematika UmatSesi 10, Problematika Umat
Sesi 10, Problematika UmatMaulanaFirdaus19
 
Sesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
Sesi 9, Ukhuwah IslamiyyahSesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
Sesi 9, Ukhuwah IslamiyyahMaulanaFirdaus19
 
Sesi 7, Standar Kebahagiaan
Sesi 7, Standar KebahagiaanSesi 7, Standar Kebahagiaan
Sesi 7, Standar KebahagiaanMaulanaFirdaus19
 
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2MaulanaFirdaus19
 
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1MaulanaFirdaus19
 
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) IslamKedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) IslamMaulanaFirdaus19
 
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikahMaulanaFirdaus19
 
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAWPolitik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAWMaulanaFirdaus19
 
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?MaulanaFirdaus19
 
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
7. hukum mentalak dalam keadaan mabukMaulanaFirdaus19
 
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)MaulanaFirdaus19
 
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)MaulanaFirdaus19
 
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)MaulanaFirdaus19
 
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)MaulanaFirdaus19
 
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)MaulanaFirdaus19
 
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)MaulanaFirdaus19
 
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2MaulanaFirdaus19
 
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)MaulanaFirdaus19
 

More from MaulanaFirdaus19 (20)

Sesi 10, Problematika Umat
Sesi 10, Problematika UmatSesi 10, Problematika Umat
Sesi 10, Problematika Umat
 
Sesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
Sesi 9, Ukhuwah IslamiyyahSesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
Sesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
 
Sesi 8, Kepribadian Islam
Sesi 8, Kepribadian IslamSesi 8, Kepribadian Islam
Sesi 8, Kepribadian Islam
 
Sesi 7, Standar Kebahagiaan
Sesi 7, Standar KebahagiaanSesi 7, Standar Kebahagiaan
Sesi 7, Standar Kebahagiaan
 
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
 
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
 
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) IslamKedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
 
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
 
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAWPolitik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
 
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
 
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
 
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
 
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
 
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
 
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
 
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
 
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
 
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
 
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
 
Sesi 2, Jalan Menuju Iman
Sesi 2, Jalan Menuju ImanSesi 2, Jalan Menuju Iman
Sesi 2, Jalan Menuju Iman
 

Recently uploaded

MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptxAKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptxFipkiAdrianSarandi
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxtressa8
 
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docxRPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docxRahmiRauf
 
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.pptRahmaniaPamungkas2
 
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docxKisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx1101416
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRevisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRazefZulkarnain1
 
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Fathan Emran
 
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025Fikriawan Hasli
 
Power point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsurPower point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsurDoddiKELAS7A
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxiwidyastama85
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanMateri Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanTitaniaUtami
 
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramMateri Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramTitaniaUtami
 
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.docPresentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.docLeoRahmanBoyanese
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAgusSuarno2
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 

Recently uploaded (20)

MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptxAKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
 
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docxRPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
 
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
 
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docxKisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRevisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
 
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
 
Power point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsurPower point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsur
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanMateri Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
 
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramMateri Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
 
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.docPresentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang

  • 1. Oleh : KH. M. SHIDDIQ AL JAWI, S.Si, MSI ISLAMIC BUSINESS ONLINE SCHOOL 22 MEI 2020 FIQIH ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT UANG
  • 2. FIQIH ZAKAT FITRAH  1. PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM ZAKAT  2. KRITERIA MAMPU DALAM BERZAKAT FITRAH  3. KADAR ZAKAT FITRAH  4. BOLEHKAH ZAKAT FITRAH DALAM BENTUK UANG?  5. KEPADA SIAPAKAH ZAKAT FITRAH DIBAYARKAN
  • 3. FIQIH ZAKAT UANG  1. WAJIBNYA ZAKAT UANG  2. NISHAB ZAKAT UANG  3. ZAKAT UANG DAN UTANG PIUTANG  4. ZAKAT UANG TABUNGAN  5. ZAKAT PROFESI  6. BOLEHKAH ZAKAT UANG DIKELUARKAN DALAM BENTUK SEMBAKO?  7. ZAKAT PERHIASAN EMAS DAN PERAK
  • 5. 1. PENGERTIAN ZAKAT DAN MACAM-MACAM ZAKAT
  • 6. PENGERTIAN ZAKAT  Zakat menurut arti bahasa: tumbuh (an namaa`), suci (at thahaarah), dsb.  Zakat menurut istilah syariah : ‫الزكاة‬‫هي‬‫إنفاق‬‫جزء‬‫معلموم‬‫من‬‫المال‬‫المخصوص‬‫إذا‬‫بلغ‬‫نصابا‬ ‫في‬‫مصارف‬‫معينة‬‫نص‬‫عليها‬‫الشرع‬  Zakat adalah menginfakkan bagian tertentu dari harta yg dikhususkan jika telah mencapai nishab kepada pihak-pihak tertentu yang ditetapkan oleh syariah.  (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al- Fuqaha`, hlm. 223, dgn sedikit perubahan redaksional).
  • 7. PENGERTIAN INFAQ Pengertian Infaq : ‫اإلنفاق‬‫هو‬‫بذل‬‫المال‬‫بال‬‫عوض‬ Infaq adalah memberikan harta tanpa imbalan. (Taqiyuddin An Nabhani, An Nizham Al Iqtishadi fi Al Islam). Termasuk infaq : Zakat, shadaqah, nafkah, wasiat, wakaf, hibah, hadiah, fidyah, diyat, dll.
  • 8. MACAM-MACAM ZAKAT  (1) Zakat Fitrah  (2) Zakat Mal :  2.1. Zakat Binatang Ternak (zakaat al mawasyi) : kambing (al ghanam), sapi (al baqar), unta (al ibil).  2.2. Zakat Pertanian dan Buah2an (zakaat al zuruu’ wa al tsimaar) : gandum (hinthah), jewawut (sya’ir), kurma (at tamr), kismis (zabib).  2.3. Zakat Perdagangan (zakaat al tijaarah)  2.4. Zakat Emas dan Perak (zakaat al dzahab wa al fidhdhah).
  • 9. 1. KRITERIA MAMPU DALAM BERZAKAT FITRAH
  • 10. KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH  Tanya : Apa kriteria mampu untuk berzakat fitrah? Dan apakah boleh jika zakat fitrah dari orang lain kepada dirinya dia gunakan kembali untuk membayar zakat fitrah bagi dirinya?  (1) Jawab :  Kriteria mampu menurut jumhur ulama, yaitu ulama mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali, adalah jika seorang muslim mempunyai kelebihan (ziyadah/faadhil) makanan pada malam Hari Raya untuk dirinya dan orang2 yang menjadi tanggungannya.  (Lihat Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, Juz 23, hlm. 338; Entry “Zakat Al Fithri”).
  • 11. KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH  Dalilnya hadis dari Sahal bin Hanzhalah RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : ‫من‬‫سأل‬‫وعنده‬‫ما‬‫يغنيه‬‫ما‬ّ‫ن‬‫فإ‬‫يستكثر‬‫من‬‫ار‬ّ‫ن‬‫ال‬،‫فقالوا‬:‫يا‬‫رس‬‫ول‬‫ه‬ّ‫الل‬، ‫وما‬‫يغنيه‬‫؟‬‫قال‬:‫أن‬‫يكون‬‫له‬‫شبع‬‫ه‬‫يوم‬‫ه‬‫وليلة‬  “Barangsiapa yang meminta-minta padahal dirinya mempunyai apa yang mencukupinya, maka berarti telah memperbanyak api neraka.” Para shahabat bertanya,’Wahai Rasulullah, apa yang mencukupinya?’ Rasulullah SAW bersabda,”’Dia mempunyai makanan yang mengenyangkan dia untuk sehari semalam.” (HR Abu Dawud. Hadis hasan). (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 23/338)
  • 12. KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH  Maka dari itu, jika pada malam Iedul Fitri, seseorang hanya mempunyai makanan untuk 2 jiwa padahal di rumahnya ada 5 jiwa, berarti dia belum dianggap mampu (qaadir) untuk berzakat fitrah.  Dengan demikian, bagi orang tersebut tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah.  Jika pada malam Hari Raya, dia mempunyai bahan makanan untuk 10 jiwa, padahal di rumahnya ada 5 jiwa, maka berarti dia dianggap mampu berzakat fitrah dan wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya dan orang-orang yang ditanggungnya.
  • 13. KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH  Ukuran kemampuan secara kuantitatif sbb :  Menurut data BPS, konsumsi beras untuk penduduk Indoinesia rata-rata per kapita per tahun adalah = 144 kg. (m.liputan6.com).  Berarti, konsumsi per kapita per hari adalah = 144 kg : 365 hari = 0,39 kilogram. Dibulatkan = 0,4 kg = 400 gram per kapita per hari.  Inilah insya Allah standar untuk Indonesia.  Contoh : jika ada 5 anggota keluarga, maka kebutuhan berasnya dalam 1 hari adalah = 5 x 400 gram = 2000 gram = 2 kilogram per hari.
  • 14. KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH  Berdasarkan perhitungan tersebut, kriteria mampu berzakat fitrah adalah :  Mempunyai kelebihan dari kebutuhan beras untuk satu hari, yaitu 400 gram dikalikan jumlah anggota keluarga. (atau uang yang senilai)  Misal satu keluarga ada 5 jiwa, maka kebutuhan beras dalam 1 hari adalah = 5 x 400 gram = 2000 gram = 2 kilogram.  Jika kepala keluarga tersebut pada malam hari raya mempunyai beras lebih dari 2 kilogram, misal 10 kilogram, (atau uang yang senilai), maka dia wajib berzakat fitrah, karena mempunyai kelebihan beras yang dibutuhkan dalam 1 hari.
  • 15. KRITERIA MAMPU DALAM ZAKAT FITRAH  Sebaliknya jika kepala keluarga tersebut pada malam hari raya mempunyai beras yang kurang dari 2 kilogram, misal hanya 1 kilogram, (atau uang yang senilai), maka dia tidak wajib berzakat fitrah.  Jika kepala keluarga mempunyai beras yang lebih dari kebutuhan keluarganya, dia wajib berzakat fitrah walau beras yang dimiliki itu juga berasal dari pemberian orang lain kepadanya sebagai zakat fitrah.  Wallahu a’lam.
  • 16. 2. KADAR ZAKAT FITRAH
  • 17. KADAR ZAKAT FITRAH  Tanya : Berapakah kadar zakat fitrah?  Jawab :  Kadarnya adalah 1 sha’ bahan makanan pokok dominan di suatu negeri (menurut jumhur ulama dari kalangan ulama Malikiyah, Syafi’iyyah, dan Hanabilah).  Menurut ulama Hanafiyah, kadar zakat fitrah adalah ½ sha’ gandum, atau 1 sha’ untuk bahan makanan selain gandum.  (Mahmud Abdul Lathif ‘Uwaidhah, Al Jami’ li Ahkam Ash Shiyam).
  • 18. KADAR ZAKAT FITRAH  Yang rajih adalah pendapat jumhur, yaitu kadar zakat fitrah adalah 1 sha’ bahan makanan pokok di suatu negeri.  Dalilnya, hadis dari Ibnu Umar RA : ‫ه‬ّ‫أن‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫فرض‬‫زكاة‬‫الفطر‬‫من‬‫رمضان‬‫عل‬‫ى‬ ‫اس‬ّ‫ن‬‫ال‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬‫على‬‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫ه‬ّ‫حر‬‫وعبد‬،‫ذكر‬‫وأنثى‬ ‫من‬‫المسلمين‬  Bahwa Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan atas manusia sebanyak satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari jewawut, atas setiap orang merdeka dan hamba sahaya (budak), laki-laki atau perempuan, dari kaum muslimin. (HR Bukhari dan Muslim)
  • 19. KADAR ZAKAT FITRAH  Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri RA : ‫ا‬ّ‫ن‬‫ك‬‫نخرج‬‫إذ‬‫كان‬‫فينا‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫زكاة‬‫الف‬‫طر‬،‫عن‬ ‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫صغير‬‫وكبير‬،‫ه‬ّ‫حر‬‫أو‬‫مملوك‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫طعام‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫أق‬‫ط‬،‫أو‬ ‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫زبيب‬  Dulu kami saat Rasulullah SAW ada di tengah telah mengeluarkan zakat fitrah dari setiap anak kecil atau orang dewasa, dari setiap orang merdeka dan hamba sahaya (budak), satu sha’ makanan (tha’aam), atau satu sha’ dari keju (aqth), atau satu sha’ dari jewawut (sya’iir), atau satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari kismis/anggur kering (zabiib).” (HR Bukhari dan Muslim)
  • 20. KADAR ZAKAT FITRAH  Bagaimanakah konversi 1 sha’ ke dalam satuan berat masa sekarang?  Sha’ asalnya adalah satuan takaran (volume) di masa Nabi SAW, bukan satuan berat.  Walaupun takarannya sama 1 sha’, tapi antara satu bahan makanan yang satu dengan bahan makanan yang lain akan mempunyai berat (wazan) yang berbeda.  Konversi menurut Abdul Qadim Zallum :  1 sha’ gandum = 2176 gram gandum. (Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 62).
  • 21. KADAR ZAKAT FITRAH  Bagaimanakah konversi 1 sha’ gandum (2176 gram) ke 1 sha’ beras?  Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan ulama yang cukup panjang dan detail yang tidak memungkinkan dibahas di dalam kesempatan ini.  Ringkasnya, kami cenderung kepada pendapat Prof. Mahmud Yunus, yang mengatakan bahwa 1 sha’ beras beratnya adalah 2187,5 gram beras.  (Mahmud Yunus, Al Fiqh Al Wadhih, Juz II, hlm. 10).
  • 22. KADAR ZAKAT FITRAH  Berat 1 sha’ beras 2187,5 gram beras, dibulatkan menjadi 2,2 kilogram beras.  Jika dibayarkan 2,5 kilogram apakah boleh?  Boleh dengan niat sedekah untuk kelebihannya yang 300 gram.  Firman Allah SWT : ‫ه‬‫فمن‬‫ه‬‫ع‬َّ‫تطو‬‫ه‬‫خيرا‬‫فهو‬‫ه‬‫خير‬‫له‬  Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan suatu kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. (QS Al Baqarah : 184)
  • 23. KADAR ZAKAT FITRAH  Dalam kesempatan lain, semoga bisa kita bahas lebih panjang lebar masalah konversi dari satuan sha’ ke satuan gram atau mililiter ini.  Sekedar informasi, bagi yang ingin mendalami masalah ini, silakan merujuk kitab-kitab para ulama dan peneliti, di antaranya : ‫اإلطعام‬‫في‬‫الكفارات‬‫بالمقادير‬‫المعاصرة‬‫لد‬.‫فهد‬‫المشعل‬ ‫اإليضاح‬‫والتبيان‬‫في‬‫معرفة‬‫المكيال‬‫والميزان‬‫لنجم‬‫الدين‬‫األ‬،‫نصاري‬ ‫تحقيق‬:‫د‬.‫محمد‬‫أحمد‬‫إسماعيل‬‫الخاروف‬ ‫الصاع‬‫النبوي‬‫لخالد‬‫سعد‬‫بن‬‫محمد‬‫السرهيد‬
  • 24. KADAR ZAKAT FITRAH ‫الصاع‬-‫بين‬-‫المقاييس‬-‫القديمة‬-‫والحديثة‬-‫عبد‬-‫هللا‬-‫بن‬-‫منصور‬-‫الغفيلي‬ ‫المقدرات‬‫الفقهية‬‫لمحمد‬‫الفودري‬ ‫مقارنة‬‫بين‬‫الموازين‬‫والمكاييل‬‫والمقاييس‬‫الشرعية‬‫مع‬‫المقاد‬‫ر‬ ‫المعاصرة‬‫لسيد‬‫عبد‬‫الغفار‬‫بخاري‬ ‫نوازل‬‫الزكاة‬‫لمنصور‬-‫الغفيلي‬  Herfin Yienda Prihensa & Khafid Ahmad, Kajian Standar Volume 1 Sha‘  Herfin Yienda Prihensa & Khafid Ahmad, Takaran 1 Sha' dan Metode Pengujiannya  Imran Rosyadi, Ahkam Zakat Al Fitri fi Indonesia, UMS : Solo, 2017
  • 26. ZAKAT FITRAH DENGAN UANG  Tanya : Membayar zakat fitrah itu bolehkah dibayar dg uang yg senilai?  Jawab :  Para ulama berbeda pendapat (ada khilafiyah) dalam masalah ini.  Mazhab Hanafi membolehkan membayar zakat fitrah dengan uang senilai.  Sedang jumhur ulama, yaitu mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali, tidak membolehkan zakat fitrah dengan uang. Yang rajih (lebih kuat) adalah berzakat fitrah dalam bentuk makanan pokok, bukan dalam bentuk uang.
  • 27. ZAKAT FITRAH DENGAN UANG  Dalil jumhur ulama, adalah hadis-hadis yang menjelaskan bahwa zakat fitrah itu dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan (tha’aam), padahal pada saat itu, uang dinar dan dirham sudah beredar dan dipakai dalam muamalah dan juga zakat.  Tapi meski toh demikian, yakni sudah ada uang yang beredar saat itu, hadis Nabi SAW memerintahkan kaum muslimin mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan, bukan dalam bentuk uang.
  • 28. ZAKAT FITRAH DENGAN UANG  Di antara hadis Nabi SAW tersebut, hadis dari Ibnu Umar RA : ‫ه‬ّ‫أن‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫فرض‬‫زكاة‬‫الفطر‬‫من‬‫رمضان‬‫على‬ ‫اس‬ّ‫ن‬‫ال‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬‫على‬‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫ه‬ّ‫حر‬‫وعبد‬،‫ذ‬‫كر‬ ‫وأنثى‬‫من‬‫المسلمين‬  Bahwa Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan atas manusia sebanyak satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari jewawut, atas setiap orang merdeka dan hamba sahaya (budak), laki-laki atau perempuan, dari kaum muslimin. (HR Bukhari dan Muslim)
  • 29. ZAKAT FITRAH DENGAN UANG  Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri RA : ‫ا‬ّ‫ن‬‫ك‬‫نخرج‬‫إذ‬‫كان‬‫فينا‬‫رسول‬‫ه‬ّ‫الل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫زكاة‬‫الف‬‫طر‬،‫عن‬ ‫ه‬ّ‫ل‬‫ك‬‫صغير‬‫وكبير‬،‫ه‬ّ‫حر‬‫أو‬‫مملوك‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫طعام‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫أق‬‫ط‬،‫أو‬ ‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫شعير‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫تمر‬،‫أو‬‫ه‬‫صاعا‬‫من‬‫زبيب‬  Dulu kami saat Rasulullah SAW ada di tengah telah mengeluarkan zakat fitrah dari setiap anak kecil atau orang dewasa, dari setiap orang merdeka dan hamba sahaya (budak), satu sha’ makanan (tha’aam), atau satu sha’ dari keju (aqth), atau satu sha’ dari jewawut (sya’iir), atau satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari kismis/anggur kering (zabiib).” (HR Bukhari dan Muslim)
  • 30. ZAKAT FITRAH DENGAN UANG  Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah itu dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan, bukan uang.  Padahal saat itu sudah ada uang yang beredar di zaman Nabi SAW.  Tetapi meski demikian, Nabi SAW memerintahkan kaum muslimin mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan, bukan dalam bentuk uang.  Wallahu a’lam.
  • 31. 4. KEPADA SIAPAKAH ZAKAT FITRAH DIBAYARKAN?
  • 32. ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?  Tanya : Kepada siapakah zakat fitrah dibayarkan?  Jawab :  Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini;  Pertama, zakat fitrah hanya dibayarkan kepada golongan fakir dan miskin saja.  Antara lain ini pendapat Imam Ibnu Taimiyah.  Kedua, zakat fitrah dibayarkan kepada delapan golongan (ashnaf) sebagaimana zakat mal (sesuai QS At Taubah : 60).  Ini pendapat jumhur ulama.  Yang rajih (lebih kuat), pendapat jumhur ulama.
  • 33. ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?  Dalil pendapat pertama, hadis Ibnu Abbas RA, bahwasanya : ‫فرض‬‫رسول‬‫هللا‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫زكاة‬‫الفطر‬‫ه‬‫ة‬‫ر‬‫ه‬ُ‫ط‬‫للص‬‫ائم‬‫من‬‫اللغو‬ ‫ث‬‫ف‬َّ‫والر‬‫ه‬‫ة‬‫م‬‫ع‬ُ‫ط‬‫و‬‫للمساكين‬  “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyusi bagi orang yang puasa dari omongan sia-sia dan omongan yang tidak senonoh, serta sebagai makanan bagi kaumm miskin.” (HR Abu Dawud).  Dalil ini sebenarnya tidak berarti hanya kaum miskin saja yang menjadi sasaran zakat fitrah, tetapi maksudnya, hanya disebut sebagian tapi yang dimaksud adalah seluruh 8 ashnaf.
  • 34. ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?  Cara memahami hadis tersebut, sama dengan cara kita memahami hadis yang hanya menyebut sebagian saja mustahiq zakat (hanya disebut kaum faqir), padahal yang dimaksud adalah 8 ashnaf semuanya.  Sabda Rasulullah SAW : ‫أن‬‫هللا‬‫افترض‬‫عليهم‬‫ه‬‫صدقة‬‫في‬‫أموالهم‬،‫ؤخذ‬ُ‫ت‬‫من‬‫أغنيائهم‬،‫ه‬ُ‫ت‬‫و‬‫ه‬‫رد‬‫على‬ ‫فقرائهم‬  “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat pada harta mereka, diambil dari orang kaya mereka dan dikemablikan kepada orang fakir mereka.” (HR Bukhari).
  • 35. ZAKAT FITRAH KEPADA SIAPA?  Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW hanya menyebut satu golongan penerima zakat, yaitu, kaum faqir,  Apakah itu berarti zakat hanya khusus untuk orang faqir saja? Tidak bukan?  Jadi, disebutkan faqir, tapi yang dimaksud adalah semuanya dari 8 ashnaf itu.  Karena sudah ma’luum (diketahui) bahwa zakat itu untuk 8 ashnaf sebagaimana dalam QS At Taubah : 60.  (Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al Jami’ li Ahkam Ash Shiyam, hlm. 345) Wallahu a’lam.
  • 38. WAJIBNYA ZAKAT UANG  Tanya : Wajibkah menzakati uang yang kita miliki? Apa dalilnya?  Jawab :  Wajib hukumnya menzakati uang yang ada sekarang, dengan dalil wajibnya berzakat untuk emas dan perak.  Uang sekarang merupakan uang fiat (fiat money, al nuqud al waraqiyah) yang memang tidak mewakili emas atau perak, dan berlaku semata-mata berdasarkan peraturan pemerintah.
  • 39. WAJIBNYA ZAKAT UANG  Namun demikian, uang fiat sekarang faktanya memiliki sifat sebagai harga (tsamaniyah) dan sifat sebagai uang (naqdiyah) seperti emas dan perak di zaman Nabi SAW.  Maka dari itu, uang yang ada sekarang tetap wajib dikeluarkan zakatnya, mengikuti hukum wajibnya zakat atas emas dan perak.  (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 161, Bab “Az Zakat fi An Nuqud Al Waraqiyyah”). 
  • 40. WAJIBNYA ZAKAT UANG  Besarnya zakat uang adalah 2,5% (seper empatpuluh) dari uang yang dimiliki, setelah memenuhi 2 (dua) kriteria :  Pertama, NISHAB. Yaitu, nilai uang telah mencapai nishab (batas minimal yang wajib dizakati).  Kedua, HAUL. Yaitu, uang yang mencapai nishab itu telah berlalu dalam jangka waktu satu tahun qamariyah.  Nishab zakat uang mengikuti nishab emas (20 dinar) ATAU nishab perak (200 dirham).
  • 41. WAJIBNYA ZAKAT UANG  Syekh Abdul Qadim Zallum berkata : ‫فمن‬‫كان‬‫عنده‬‫مبلغ‬‫من‬‫هذه‬‫األوراق‬‫اإللزامية‬‫يساوي‬‫فيمة‬‫عشرين‬‫دين‬‫ارا‬ ‫ذهبا‬–‫أي‬85‫غرام‬‫ذهبا‬–‫هو‬‫نصاب‬،‫الذهب‬‫أو‬‫كان‬‫عنده‬‫مبلغ‬‫يساوي‬ ‫فيمة‬200‫درهم‬‫فضة‬–‫أي‬595‫غرام‬،‫فضة‬)‫هو‬‫نصاب‬‫الفضة‬(‫و‬‫حال‬ ‫عليه‬،‫الحول‬‫وجبت‬‫عليه‬‫الزكاة‬،‫فيه‬‫ووجب‬‫عليه‬‫إخراج‬‫ربع‬‫عشره‬  “Maka dari itu, siapa saja yang mempunyai uang fiat yang berlaku sekarang, yang nilainya mencapai nishab emas (20 dinar = 85 gram emas) atau mencapai nishab perak (200 dirham = 595 gram perak), dan uang itu telah berlalu dalam satu tahun hijriyah (haul), maka dia wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.” (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 161, Bab “Az Zakat fi An Nuqud Al Waraqiyyah”).
  • 42. WAJIBNYA ZAKAT UANG  Adapun dalil wajibnya zakat emas dan perak, antara lain, hadis dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : ‫ما‬‫من‬‫صاحب‬‫ذهب‬‫وال‬‫فضة‬‫ال‬‫يؤدي‬‫منها‬‫حقها‬‫إال‬‫إذا‬‫كان‬‫يوم‬‫القيامة‬ ‫صفحت‬‫له‬‫صفائح‬‫من‬‫نار‬‫فأحمي‬‫عليها‬‫في‬‫نار‬‫جهنم‬‫فيكوى‬‫بها‬‫جنب‬‫ه‬ ‫وجبينه‬‫وظهره‬…  “Tidak ada pemilik emas atau perak yang tidak membayar zakatnya, kecuali pada Hari Kiamat nanti, akan dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya lambung mereka, dahi mereka, dan punggung mereka…” (HR Khamsah, kecuali Tirmidzi).
  • 43. WAJIBNYA ZAKAT UANG  Hadis tersebut menunjukkan wajibnya zakat emas dan zakat perak, karena ada ancaman siksaan yang pedih bagi mereka yang tidak menunaikan zakat emas dan perak yang dimilikinya.  Dengan demikian, zakat uang yang berlaku sekarang juga wajib hukumnya, karena uang sekarang secara syariah dihukumi sama dengan emas dan perak, karena sama-sama mempunyai sifat sebagai uang (naqdiyyah) dan sifat sebagai harga (tsamaniyyah).
  • 45. NISHAB ZAKAT UANG  Tanya : Berapakah nishab zakat uang itu?  Jawab :  Nishab zakat uang besarnya mengikuti nishab untuk zakat emas dan perak, yaitu :  Nishab emas = 20 dinar = 85 gram emas, atau :  Nishab perak = 200 dirham = 595 gram perak.  (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 161).
  • 46. NISHAB ZAKAT UANG  Dalilnya hadis dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : ‫ا‬‫ذ‬ِ‫إ‬‫ف‬‫ه‬‫ت‬‫ان‬‫ك‬‫ه‬‫ك‬‫ل‬‫ا‬‫ت‬‫ائ‬ِ‫م‬‫ه‬‫م‬‫ه‬‫ِر‬‫د‬‫ه‬‫ال‬‫ح‬‫و‬‫ا‬‫ه‬‫ي‬‫ل‬‫ع‬‫ا‬‫ه‬ُ‫ل‬‫و‬‫ح‬‫ل‬‫ا‬‫يه‬ِ‫ف‬‫ف‬‫ه‬ُ‫ة‬‫س‬‫م‬‫خ‬‫ه‬‫م‬ِ‫ه‬‫ا‬‫ر‬‫د‬‫ه‬‫س‬‫ي‬‫ل‬‫و‬‫ه‬‫ك‬‫ي‬‫ل‬‫ع‬ ‫ه‬‫ء‬‫ى‬‫ش‬-‫ى‬ِ‫ن‬‫ع‬‫ي‬‫ى‬ِ‫ف‬‫ه‬ِ‫ب‬‫ه‬َّ‫ذ‬‫ال‬-‫ى‬َّ‫ت‬‫ح‬‫ه‬‫ُون‬‫ك‬‫ي‬‫ه‬‫ك‬‫ل‬‫ه‬‫ون‬ُ‫ر‬‫ش‬ِ‫ع‬‫ا‬‫ِين‬‫د‬‫ا‬‫ر‬‫ا‬‫ذ‬ِ‫إ‬‫ف‬‫ه‬‫ان‬‫ك‬‫ه‬‫ك‬‫ل‬ ‫ه‬‫ون‬ُ‫ر‬‫ش‬ِ‫ع‬‫ا‬‫ار‬‫ِين‬‫د‬‫ه‬‫ال‬‫ح‬‫و‬‫ا‬‫ه‬‫ي‬‫ل‬‫ع‬‫ه‬ُ‫ل‬‫و‬‫ح‬‫ال‬‫ه‬‫يه‬ِ‫ف‬‫ف‬‫ا‬‫ه‬ُ‫ف‬‫ص‬ِ‫ن‬‫ه‬‫ار‬‫ِين‬‫د‬‫ا‬‫م‬‫ف‬‫ه‬‫اد‬‫ز‬‫ه‬ِ‫ح‬ِ‫ب‬‫ف‬‫ه‬ِ‫ب‬‫ا‬‫س‬‫ه‬‫ك‬ِ‫ل‬‫ذ‬  “Maka jika kamu mempunyai 200 dirham, dan telah berlau haul padanya, maka zakatnya 5 dirham (2,5%). Dan tidak ada kewajiban apa-apa atasmu (yakni pada emas) hingga kamu mempunyai 20 dinar. Jika kamu mempunyai 20 dinar, dan telah berlau haul padanya, maka zakatnya setengah dinar (2,5%). Yang lebih dari itu mengikuti hitungan tersebut.” (HR Abu Dawud, no. 1575).
  • 47. NISHAB ZAKAT UANG  Berdasarkan hadis tersebut :  (1) Nishab emas = 20 dinar = 85 gram emas,  Atau :  (2) Nishab perak = 200 dirham = 595 gram perak.  (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 161).  Jika nishab uang mengikuti nishab emas atau nishab perak, nishab manakah yang digunakan pemilik uang, apakah nishab emas ataukah nishab perak?
  • 48. NISHAB ZAKAT UANG  Di sini ada khilafiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama kontemporer mengenai nishab mana yang dipakai untuk zakat uang.  Ada 3 (tiga) pendapat :  Pertama, mengikuti nishab emas.  Kedua, mengikuti nishab perak.  Ketiga, mengikuti nishab yang paling rendah dari dua nishab tersebut.  (Abdullah Manshur Al Ghufaili, Nawazil Az Zakat, 2009, hlm. 161-162)
  • 49. NISHAB ZAKAT UANG  Menurut Syekh Abdullah Manshur Al Ghufaili, yang paling kuat (rajih) adalah pendapat ketiga, yaitu mengikuti nishab lebih yg rendah dari kedua nishab yang ada, dengan 3 alasan :  1. lebih dapat berbagi kepada kaum fakir (al ahazhzhu lil faqiir),  2. lebih cepat melepaskan tanggungan bagi muzakki (al abra’ lidzimmati al muzakki),  3. mengamalkan semua nash (jama’) yang mewajibkan nishab emas dan nishab perak (al I’maal lin nushuush wa jam’il qaulaini).  (Abdullah Manshur Al Ghufaili, Nawazil Az Zakat, 2009, hlm. 160).
  • 50. NISHAB ZAKAT UANG  Pendapat Syekh Abdullah Manshur Ghufaili tersebut sejalan dengan pendapat Syekh Abdul Qadim Zallum : ‫اما‬‫االوراق‬‫االلزامية‬‫التي‬‫ليست‬‫نائبة‬‫وال‬‫وثيقة‬‫فانها‬‫تقدر‬‫باقل‬‫النصاب‬‫ين‬‫ذهبا‬‫كان‬ ‫او‬‫فضة‬‫الن‬‫االوراق‬‫مادامت‬‫ليست‬‫نائبة‬‫وال‬‫وثيقة‬‫فاذا‬‫بلغت‬‫قيمة‬‫اقل‬‫النص‬‫ابين‬ ‫يعتبر‬‫ان‬‫صاحبها‬‫قد‬‫ملك‬‫نصابا‬‫لذلك‬‫تقوم‬‫باقل‬‫النصابين‬‫قيمة‬  “Adapun uang kertas ilzamiyah, yang bukan uang kertas substitusi (na`ibah) dan bukan pula uang kertas watsiqah, maka dia diukur dengan nishab yang paling rendah dari dua dua nishab yang ada, bisa emas atau perak, karena uang kertas itu selama bukan uang kertas substitusi (na`ibah) dan bukan pula uang kertas watsiqah, maka bila ia telah mencapai nilai yang paling sedikit dari dua nishab, maka pemiliknya dianggap telah memiliki nishabnya.” (Nasyrah Jawab Su`al, 6 Juli 1984).
  • 51. NISHAB ZAKAT UANG  Pendapat Syekh Abdul Qadim Zallum tersebut, selanjutnya dikukuhkan oleh Syaikh Atha’ Abu Rasyta, yang menegaskan pendapat yang sama, bahwa nishab yang digunakan untuk mengukur zakat uang, apakah nishab emas atau nishab perak, adalah nishab paling sedikit di antara nishab emas dan nishab perak (aqallu nishabain).  (‘Atha Abu Ar Rasytah, Nasyrah Jawab Su’al, 15 Maret 2011, Ensiklopedi Jawab Soal, hlm. 88).  Kesimpulan :  Nishab zakat uang menggunakan nishab paling sedikit di antara nishab emas dan nishab perak (aqallu nishabain).
  • 52. NISHAB ZAKAT UANG  Mengapa nishab uang menggunakan nilai yang lebih rendah dari dua nishab yang ada?  Jawabnya : karena hal itu ditunjukkan oleh ayat 8 ashnaf (golongan) yang berhak menerima zakat, (QS At Taubah : 60).  Sebab pada awal ayat tersebut digunakan “laam tamliik”, (innama shadaqaatu lil fuqaraa`…), huruf laam tamliik ini memiliki fungsi menunjukkan kepemilikan (hak milik).  (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz III, hlm. 176).
  • 53. NISHAB ZAKAT UANG  Firman Allah SWT : ‫إنما‬‫الصدقات‬‫للفقراء‬..  “Sesungguhnya zakat-zakat itu adalah hak miliknya orang-orang fakir, dst.” (QS At Taubah : 60)  Makna “laam tamliik” pada ayat tersebut, sama maknanya dengan perkataan : ‫هذا‬‫المال‬‫لزيد‬ .  “Harta ini miliknya si Zaid”. (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz III, hlm. 176).  Jadi, zakat itu sesungguhnya adalah hak milik 8 ashnaf, maka sudah selayaknya pertimbangan nishab untuk zakat uang menggunakan nishab yang paling rendah dari nishab emas atau perak, karena memperhatikan kepentingan pemilik zakat itu sendiri (yaitu kaum faqir, miskin, dan seterusnya).
  • 54. NISHAB ZAKAT UANG  Contoh menghitung nishab paling sedikit di antara dua nishab (aqallu nishabain) :  Nishab emas sekarang (21 Mei 2020) = 20 dinar x Rp 3.800.00 = Rp 76.000.000 (tujuh puluh enam juta rupiah).  Nishab perak sekarang (21 Mei 2020) = 200 dirham x Rp 72.000 = Rp 14.400.000 (empat belas juta empat ratus ribu rupiah).  Maka, nishab zakat uang yang dipakai adalah nishab perak, yaitu Rp 14.400.000 .  (Asumsi : kurs dinar dan dirham mengikuti Wakala Nusantara, di mana 1 dinar = Rp 3.800.000, dan 1 dirham = Rp 72.000).
  • 55. 3. ZAKAT UANG DAN UTANG PIUTANG
  • 56. ZAKAT DAN UTANG  Tanya : Jika seseorang yang mempunyai utang, apakah bayar utang dulu atau bayar zakat dulu? Dengan kata lain, apakah zakat yang kita bayarkan itu, dikurangi dulu dengan utang?  Jawab :  Utang dibayarkan lebih dulu, kemudian jika sisanya mencapai nishab, maka harta sisa itu tetap wajib dizakati.  Adapun jika sisanya itu kurang dari nishab, maka tidak ada kewajiban zakat.
  • 57. ZAKAT DAN UTANG  Contoh : jika seseorang punya harta yg mencapai nishab, tapi punya utang yang mengurangi nilai harta hingga kurang dari nishab, maka dia tidak wajib berzakat.  Misal :  (1) seorang pedagang punya harta senilai 200 dirham (nishab perak). Tapi dia juga punya utang senilai 200 dirham. Maka dalam kondisi seperti ini dia tak wajib berzakat.  (2) seseorang punya uang 1000 dinar. Tapi dia juga punya utang senilai 1000 dinar. Maka dalam kondisi seperti ini dia tak wajib berzakat.
  • 58. ZAKAT DAN UTANG  Dalilnya : ‫عن‬‫نافع‬‫عن‬‫ابن‬‫عمر‬‫قال‬‫قال‬‫رسول‬‫هللا‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫إذا‬ ‫كان‬‫لرجل‬‫ألف‬،‫درهم‬‫وعليه‬‫ألف‬،‫درهم‬‫فال‬‫زكاة‬‫عليه‬)‫ذكره‬‫ابن‬ ‫قدامة‬‫في‬‫المغني‬(  Dari Nafi’ dari Ibnu Umar, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,”Jika seseorang mempunyai 1000 dirham dan juga punya utang 1000 dirham, maka tak ada zakat atas dia.” (Disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al Mughni).  (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm. 165).
  • 59. ZAKAT DAN UTANG  Adapun jika seseorang punya utang, lalu dia membayar utangnya itu, kemudian sisanya masih mencapai nishab, maka harta sisa itu tetap wajib dizakati.  Contoh : seorang pedagang punya harta senilai 210 dirham. Tapi punya utang senilai 10 gram emas. Maka dia tetap wajib berzakat.  Karena harta sisanya (yaitu senilai 200 dirham) masih pada batas nishab dirham (yaitu senilai 200 dirham).
  • 60. ZAKAT DAN UTANG  Dalilnya : ‫روى‬‫أبو‬‫عبيد‬‫عن‬‫السائب‬‫بن‬‫يزيد‬‫قال‬:‫سمعت‬‫عثمان‬‫بن‬‫عفان‬‫ي‬‫قول‬: .»‫هذا‬‫شهر‬،‫زكاتكم‬‫فمن‬‫كان‬‫عليه‬‫دين‬،‫فليؤده‬‫حتى‬‫تخرجوا‬‫زكاة‬ ‫أموالكم‬  Abu Ubaid meriwayatkan dari As Sa`ib bin Yazid, dia berkata,”Aku mendengar Utsman bin Affan berkata,”Ini adalah bulan zakat kalian. Maka barang siapa yang mempunyai utang, maka bayarlah utang itu, hingga kalian mengeluarkan zakat harta kalian.” (Disebutkan oleh Imam Abu Ubaid, dalam kitab Al Amwal).  (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm. 165).
  • 61. ZAKAT DAN PIUTANG  Tanya : Jika seseorang mempunyai piutang, yang masih ada di tangan orang lain, apakah wajib dizakati?  Jawab :  Jika piutang itu ada tangan orang kaya (mampu) yang enggan mengembalikan utangnya (ghaniy mumaathil), atau orang yang sedang dalam kesulitan keuangan (mu’sir) spt pailit dll,  Maka piutang itu tidak wajib dizakati hingga piutang itu benar-benar kembali di tangan pedagang.
  • 62. ZAKAT DAN PIUTANG  Adapun jika piutang itu ada tangan orang kaya (mampu) yang tidak enggan mengembalikan utangnya (ghaniy ghairu mumaathil) dan dapat ditagih sewaktu-waktu.  Maka piutang itu wajib dizakati meskipun masih berada di tangan pihak yang berutang.  (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm. 165-166).
  • 63. 4. ZAKAT UANG TABUNGAN
  • 64. ZAKAT UANG TABUNGAN  Tanya : Bagaimanakah hukum menzakati uang tabungan?  Jawab :  Pendapat yang rajih adalah uang di dalam tabungan secara syariah itu dianggap qardh (pinjaman), bukan titipan (wadi’ah).  Hukumnya wajib menzakati uang yang ada di tabungan, sama wajibnya dengan menzakati piutang yang telah dijelaskan sebelumnya.  (Abdullah Manshur Al Ghufaili, Nawazil Az Zakat, 2009, hlm. 165-166).
  • 65. ZAKAT UANG TABUNGAN  Besarnya zakat tabungan adalah 2,5% dari nilai saldo terakhir, jika uang di tabungan memenuhi 2 (dua) kriteria :  Pertama, NISHAB. Yaitu saldonya mencapai nishab perak, yaitu 200 dirham, atau senilai = 200 dirham x Rp 72.000 = Rp 14.400.000  Kedua, HAUL. Yaitu saldo yang mencapai nishab itu, sudah dimiliki dalam jangka waktu satu tahun qamariyah (bukan menurut kalender Syamsiyah / kalender Masehi).
  • 66. ZAKAT UANG TABUNGAN  Contoh : Jika seseorang mempunyai tabungan 10 juta rupiah pada tanggal 1 Ramadhan 1441 H, maka belum wajib berzakat, karena belum mencapai nishab (Rp 14.400.000).  Jika pada tanggal 15 Ramadhan 1441 H, saldo orang tersebut bertambah menjadi Rp 20 juta, maka berarti saldonya sudah mencapai nishab, dan 15 Ramadhan 1441 H itu merupakan awal haul baginya.  Satu tahun kemudian, yaitu 15 Ramadhan 1442 H, jatuh tempo bayar zakat uang.  Besarnya = 2,5% x saldo terakhir (jika di atas nishab).
  • 68. ZAKAT PROFESI  Tanya : Bagaimanakah hukum zakat profesi?  Jawab :  Zakat profesi menurut penggagasnya didefinisikan sebagai zakat yang dikenakan pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) yang memenuhi nishab. Misal profesi dokter, konsultan, advokat, dosen, arsitek, dan sebagainya. (Didin Hafidhuddin, Panduan Praktis Tentang Zakat, Infaq, Sedekah, hal. 103; Zakat dalam Perekonomian Modern, hal. 95).
  • 69. ZAKAT PROFESI  Menurut Yusuf al-Qaradhawi nishab zakat profesi senilai 85 gram emas dan jumlah yang wajib dikeluarkan 2,5%.  Zakat profesi dikeluarkan langsung saat menerima atau setelah diperhitungkan selama kurun waktu tertentu.  Misal jika seseorang gajinya Rp500.000/bulan, dia dapat mengeluarkan langsung zakatnya 2,5% setelah gajian tiap bulan. Atau membayar satu kali tiap tahun sebesar 12 x 2,5% x Rp500.000. (Didin Hafidhuddin, ibid, hal. 104).
  • 70. ZAKAT PROFESI  Landasan fikih (at-takyif al-fiqhi) zakat profesi ini menurut Al-Qaradhawi adalah perbuatan sahabat Nabi SAW yang mengeluarkan zakat untuk al-maal al-mustafaad (harta perolehan), yaitu setiap harta baru yang diperoleh seorang muslim melalui salah satu cara kepemilikan yang disyariatkan, seperti waris, hibah, upah pekerjaan, dan yang semisalnya.  Al-Qaradhawi mengambil pendapat sebagian sahabat Nabi SAW yang mengeluarkan zakat dari al- maal al-mustafaad pada saat menerimanya, tanpa mensyaratkan haul (dimiliki selama satu tahun qamariyah). (Yusuf Al-Qaradhawi, ibid., I/491-502; Wahbah az-Zuhaili, ibid., II/866).
  • 71. ZAKAT PROFESI  Menurut pentarjihan kami, zakat profesi tidak sah karena tidak mempunyai dalil yang kuat sehingga hukumnya tidak wajib.  Alasan kami :  Pertama, dalil utama dari zakat profesi adalah ijtihad sahabat mengenai al-maal al-mustafaad yang tidak mensyaratkan haul. Padahal ijtihad sahabat (mazhab al-shahabi) bukanlah dalil syariah yang diakui (mu’tabar). (Taqiyuddin an- Nabhani, al-Syakhshiyah al-Islamiyah, III/418). 
  • 72. ZAKAT PROFESI  Kedua, pendapat yang lebih kuat (rajih) mengenai al-maal al-mustafaad adalah pendapat jumhur ulama, yaitu harta tersebut tidak wajib dikeluarkan zakatnya, hingga memenuhi syarat berlalunya haul.  Inilah pendapat sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Juga pendapat imam mazhab yang empat. (Al-Yazid Ar-Radhi, Zakah Rawatib Al-Muwazhaffin, hal.19; Wahbah az-Zuhaili, al- Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, II/866).
  • 73. ZAKAT PROFESI  Kesimpulannya, uang hasil profesi tidak sah dikeluarkan zakatnya saat menerima, sebagaimana dalam praktik zakat profesi sekarang, tapi wajib digabungkan lebih dulu dengan uang yang sudah dimiliki sebelumnya.  Zakat uang tersebut baru dikeluarkan setelah uang gabungan itu mencapai nishab dan berlalu haul atasnya.  (Ali as-Salus, Mausu’ah al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah, hal. 523). Wallahu a’lam.
  • 74. 6. BOLEHKAH MENGELUARKAN ZAKAT ZAKAT UANG DALAM BENTUK SEMBAKO?
  • 75. MENGELUARKAN ZAKAT DGN SEMBAKO  Tanya : Bolehkah mengeluarkan zakat uang dalam bentuk sembako yang senilai? Apa dalilnya?  Jawab :  Boleh hukumnya mengeluarkan zakat uang dalam bentuk sembako, seperti beras, minyak goreng, gula, dan sebagainya.  Dalilnya adalah hadis-hadis yang membolehkan mengeluarkan zakat dalam bentuk harta senilai (qiimah) sebagai pengganti (badal) dari harta yang dizakati. (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm.152 dan 162).
  • 76. MENGELUARKAN ZAKAT DGN SEMBAKO  Di antaranya adalah hadis dari Muadz bin Jabal RA yang diutus Nabi SAW ke Yaman untuk memungut zakat : ‫عن‬‫عمرو‬‫بن‬‫دينار‬‫عن‬‫طاووس‬‫أن‬‫النبي‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬‫وسلم‬‫ب‬‫عث‬ ‫معاذا‬‫إلى‬‫اليمن‬‫فكان‬‫يأخذ‬‫الثياب‬‫بصدقة‬‫الحنطة‬‫والشعير‬  “Dari ’Amr bin Dinar dari Thawus, bahwa Nabi SAW telah mengutus Muadz ke Yaman, maka beliau mengambil baju untuk zakat gandum (hinthah) dan zakat jewawut (as sya’iir).” (HR Abu Ubaid, dalam Al Amwal).  (Abdul Qadim Zallum, Al Amwal, hlm.152).
  • 78. ZAKAT PERHIASAN  Tanya : Apa hukum zakat perhiasan?  Jawab : Pendapat yang rajih (kuat) di antara ulama adalah sebagai berikut :  Pertama, tidak ada kewajiban zakat perhiasan emas dan perak, jika perhiasan itu dipakai.  Kedua, jika perhiasan emas atau perak itu disimpan (tidak dipakai), maka wajib dikeluarkan zakatnya.  Zakatnya 2,5%, jika memenuhi 2 keriteria:  (1) Nishab, yaitu mencapai nishab emas (20 dinar = 85 gram emas) atau nishab perak (200 dirham = 595 gram perak).  (2) Haul, yaitu sudah dimiliki dalam jangka waktu satu tahun hijriyah.
  • 79. ZAKAT PERHIASAN  CATATAN :  (1) Jika emas dan perak, juga uang, disimpan tanpa ada suatu hajat (kebutuhan) tertentu, disebut kanzul mal (menimbun harta), hukumnya haram. (Lihat QS At Taubah : 34)  (2) Jika emas dan perak, juga uang, disimpan dengan suatu hajat (kebutuhan) tertentu di masa depan, misalnya untuk biaya naik haji, biaya walimah, tabungan biaya kuliah anak-anak, tabungan modal usaha, dll, disebut iddikhar (menabung/saving) dan hukumnya boleh.  (Taqiyuddin An Nabhani, An Nizham Al Iqtishadi fi Al Islam). Wallahu a’lam. [ ]
  • 80. BIOGRAFI  KH. M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 31 Mei 1969.  Pendidikan formal : S1 di IPB Bogor, S2 di Magister Studi Islam UII Yogyakarta.  Pendidikan Agama : PP. Nurul Imdad, Bogor (1990-1992), dan PP Al Azhhar Bogor (1992-1994).  Dosen tetap STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) HAMFARA Yogyakarta, mengajar Fiqih Muamalah dan Ushul Fiqih.  Pengasuh Ma’had HAMFARA (pondok pesantren untuk mahasiswa STEI Hamfara).  Anggota Komisi Fatwa MUI Propinsi DIY.  Founder INSMI (Institut Muamalah Indonesia).  Pembina Kajian Fiqih Muamalah di komunitas MTR (Masyarakat Tanpa Riba) & Majelish Sholdah (Bandung).  Konsultan Fiqih Property di de’Ahsana Property (Surabaya), Sharia Greenland (Bandung), & Serpong Suradita Regency (Tangerang).
  • 81. TERIMA KASIH. WASSALAAM M. SHIDDIQ AL JAWI Mobile : 081-3287-44133 Web : www.fissilmi-kaffah.com