Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan:
https://kbbi.web.id/standar-2
(‫المقياس‬)
STANDAR
Aktivitas yang dilakukan manusia untuk
memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri-
nalurinya
perbuatan manusia
?
Naluri Mempertahankan Diri
(Gharîzah al-Baqâ’)
Naluri Melestarikan Keturunan
(Gharîzah al-Naw’)
Naluri Beragama
(Gharîzah al-Tadayyun)
3. Kebutuhan Jasmani
(Al-Hajat al-Udhwiyah)
MANUSIA
1. Akal
(Aql)
2. Naluri
(Gharizah)
Potensi Manusia
Perbuatan Manusia
Memenuhi Kebutuhan Jasmani
Memenuhi Dorongan Naluri
2.
1.
Memenuhi Dorongan Naluri1.
Naluri / Instinct
(Gharizah)
Adalah potensi (Khasiat) yang merupakan fitrah agar
manusia bisa mempertahankan eksistensi,
melestarikan keturunan dan mencari petunjuk
mengenai keberadaan sang pencipta
Naluri / Instinct
(Gharizah)
Jika naluri tersebut tidak dipenuhi, tidak akan
mendatangkan kerusakan pada manusia, tidak akan
sampai mengalami kematian
Naluri (gharizah) ini berasal dari faktor eksternal
yang merupakan realitas/fakta dan pemikiran
Jika naluri tersebut tidak dipenuhi, hanya akan
menimbulkan kegelisahan/galau
Naluri tidak dapat dihilangkan atau dihancurkan,
tetapi hanya bisa diredam atau dialihkan
Survival Instinct
(Gharizah al-Baqa’)
Naluri Mempertahankan Diri
Keinginan Untuk Diakui Eksistensinya
Naluri Pertahankan Diri/ Survival Instinct
(Gharizah al-Baqa’)
Naluri Pertahankan Diri/ Survival Instinct
(Gharizah al-Baqa’)
Naluri Seksual / Sexual Instinct
(Gharizah an-Naw’)
Naluri Melangsungkan Keturunan
Perasaan Cinta Kepada Lawan Jenis
Kasih Sayang Kepada Orang Terdekat
Naluri Seksual / Sexual Instinct
(Gharizah an-Naw’)
Naluri Seksual / Sexual Instinct
(Gharizah an-Naw’)
Religion Instinct
(Gharizah at-Tadayyun)
Naluri Beragama
Mensucikan/mengkultuskan sesuatu untuk diibadahi
Mencari objek untuk meminta dan memanjatkan doa
Naluri Beragama / Religion Instinct
(Gharizah at-Tadayyun)
Naluri Beragama / ReligionInstinct
(Gharizah at-Tadayyun)
Memenuhi Kebutuhan Jasmani 2.
Kebutuhan Jasmani
(al-hajat al-Udhwiyyah)
Adalah Kebutuhan mendasar (basic needs) yang
timbul akibat kerja struktur organ tubuh manusia
Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka akan
mendatangkan gangguan dan bisa mengakibatkan
kerusakan organ tubuh tersebut bahkan bisa
mengakibatkan kematian
Lahir dari dalam tubuh manusia yang tidak ada
kaitannya dengan faktor eksternal
Kebutuhan Jasmani
(al-hajat al-udhwiyyah)
Kebutuhan Jasmani
(al-hajat al-udhwiyyah)
Aspek Naluri-naluri (Gharaiz)
Kebutuhan Jasmani
(al-Hajat al-Udhwiyah)
Rangsangan
Pemenuhan
Efek Jika Tidak
Dipenuhi
Dari LuarDari Luar
Harus SegeraBisa Dialihkan/Diredam
Merusak Organ Tubuh
bahkan bisa matiGelisah/Galau
Komparasi Potensi
Naluri (Gharaiz)
Keb. Jasmani
(al-Hajat al-Udhwiyah)
Komparasi Potensi
Pemenuhan
PerbuatanSALAH
NERAKA
BENAR
SURGA
Butuh STANDAR Untuk
Mengukur Perbuatan Manusia
BENAR
BAIK
TERPUJI
MANFAAT
MASLAHAT
SALAH
BURUK
TERCELA
MUDHARAT
MAFSADAT
Hukum Perbuatan Manusia
Perbuatan Manusia Benda
‫الت‬ ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أل‬ْ‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫أل‬‫ا‬ْ ُ‫ك‬ِ‫ح‬ ُ ‫ُد‬َّ‫يَق‬ِ‫للا‬ ِ‫م‬
Kaidah Syar’iyyah
“Hukum asal perbuatan manusia
adalah terikat dengan hukum
Allâh.” [1]
ِ‫اء‬َّْ‫ش‬َ‫أل‬ْ‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫أل‬‫ا‬ْ‫ا‬َُُ‫ك‬‫ا‬َ‫ح‬ِ‫ِإل‬
‫ا‬َ‫م‬‫الت‬ ُ‫ل‬ِّْ‫ل‬َ ْ ِ‫ر‬َّ ْ‫م‬َ‫ل‬ِ‫م‬ّْ ِ‫ر‬ْ‫ك‬
Kaidah Syar’iyyah
“Hukum asal benda adalah
mubah selama tidak ada dalil
yang mengharamkannya.”[2][1]Islam Politik & Spiritual hlm. 68 [2] Hlm. 69
Hukum Syara’
Hukum Perbuatan Manusia
Syariat Islam
WAJIB MUBAHSUNNAH HARAMMAKRUH
Seluruh Perbuatan/Aktivitas Manusia PASTI ada HUKUMnya
1 Aktivitas = 1 Hukum
PERBUATAN MANUSIA Selalu Terkait Dengan BENDA
Syariat Islam Mengatur Hukum-Hukum
PERBUATAN MANUSIA Dan BENDA
Hukum Perbuatan Manusia
Syariat Islam
WAJIB MUBAHSUNNAH HARAMMAKRUH
Tuntutan Untuk
MENGERJAKAN
(PERINTAH)
PASTI TIDAK PASTI
Pilihan
Untuk
MENGERJA
KAN atau
MENINGGAL
KAN
Tuntutan Untuk
MENINGGALKAN
(LARANGAN)
TIDAK PASTI PASTI
Hukum Perbuatan Manusia
WAJIB
Jenis dari TUNTUTAN Perbuatan Manusia
Ditentukan oleh Indikasi (Qorinah) yang
Ada Pada Nash/Dalil Syara’
Indikasi (Qorinah) yang PASTI (Jazm)
Menunjukkan WAJIB atau HARAM
1 Berupa Kabar Tentang SIKSA Dunia & Akhirat Akibat
DIKERJAKAN atau DITINGGALKANYA suatu perbuatan
‫ى‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫س‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ر‬َ‫ق‬َ‫س‬َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫َك‬‫ن‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ۟‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬‫ٱ‬َ‫ين‬ِ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫م‬ْ‫ل‬
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?“ Mereka menjawab:
"Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.”
(Q.S. Al-Mutatsir : 42 – 43)
َ‫ي‬ِ‫د‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ۟‫ا‬ ٓ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ط‬ْ‫ق‬‫ٱ‬َ‫ف‬ ُ‫ة‬َ‫ق‬ ِ‫ار‬َّ‫س‬‫ٱل‬ َ‫و‬ ُ‫ق‬ ِ‫ار‬َّ‫س‬‫ٱل‬ َ‫و‬ً‫ل‬ََٰ‫ك‬َ‫ن‬ ‫ا‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ًًۢ‫ء‬ٓ‫ا‬َ‫ز‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ۗ ِ َّ‫ٱَّلل‬ َ‫ن‬ِ‫م‬
ٌ‫يز‬ ِ‫ز‬َ‫ع‬ ُ َّ‫ٱَّلل‬ َ‫و‬ٌ‫م‬‫ي‬ِ‫ك‬َ‫ح‬
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya
(sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.
Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(Q.S. Al-Maidah : 38)
Indikasi (Qorinah) yang PASTI (Jazm)
Menunjukkan WAJIB atau HARAM
1 Berupa kabar tentang SIKSA dunia & akhirat akibat
DIKERJAKAN atau DITINGGALKANYA suatu perbuatan
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim,
sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke
dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
(Q.S. An-Nisa : 10)
َٰ‫ى‬َ‫م‬ََٰ‫ت‬َ‫ي‬ْ‫ٱل‬ َ‫ل‬ ََٰ‫و‬ْ‫م‬َ‫أ‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬ُ‫ك‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ٱل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ُ‫ط‬ُ‫ب‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬ُ‫ك‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫م‬ْ‫ل‬ُ‫ظ‬ۖ ‫ا‬ً‫َار‬‫ن‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫و‬
َ‫ن‬ ْ‫و‬َ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫ي‬َ‫س‬ َ‫و‬‫ا‬ً‫ير‬ِ‫ع‬َ‫س‬
Indikasi (Qorinah) yang PASTI (Jazm)
Menunjukkan WAJIB atau HARAM
1 Berupa kabar tentang SIKSA dunia & akhirat akibat
DIKERJAKAN atau DITINGGALKANYA suatu perbuatan
ۚ ۟‫ا‬ َٰ‫و‬َ‫ب‬ ِ‫ٱلر‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬ َ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ٱل‬ ُ َّ‫ٱَّلل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫و‬ِ‫ب‬َّ‫ر‬ ‫ن‬ِ‫م‬ ٌ‫ة‬َ‫ظ‬ِ‫ع‬ ْ‫و‬َ‫م‬ ‫ۥ‬ُ‫ه‬َ‫ء‬ٓ‫ا‬َ‫ج‬ ‫ن‬َ‫م‬َ‫ف‬‫ۦ‬ِ‫ه‬
ِ َّ‫ٱَّلل‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ٓ‫ۥ‬ُ‫ه‬ُ‫ر‬ْ‫م‬َ‫أ‬ َ‫و‬ َ‫ف‬َ‫ل‬َ‫س‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫ُۥ‬‫ه‬َ‫ل‬َ‫ف‬ َٰ‫ى‬َ‫ه‬َ‫ت‬‫ٱن‬َ‫ف‬َ‫ك‬ِ‫ئ‬
ََٰٓ‫ل‬ ۟‫و‬ُ‫أ‬َ‫ف‬ َ‫د‬‫ا‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫و‬ ُۖ‫ب‬ ََٰ‫ح‬ْ‫ص‬َ‫أ‬
َ‫ُون‬‫د‬ِ‫ل‬ ََٰ‫خ‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ ۖ ِ‫ار‬َّ‫ن‬‫ٱل‬
“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang
yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari
mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil
riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
(Q.S. Al-Baqarah : 275)
Indikasi (Qorinah) yang PASTI (Jazm)
Menunjukkan WAJIB atau HARAM
2 Berupa Keharusan Dilakukannya Suatu PERBUATAN
Secara Terus Menerus Kecuali Ada Alasan & Ruskshah
ْ‫ال‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ِ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ۖ ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ت‬َ‫ق‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫اص‬َ‫ص‬ِ‫ق‬
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishahsh berkenaan dengan
orang-orang yang dibunuh.”
(Q.S. Al-Baqarah : 178)
ِ‫الص‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ِ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ِ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ك‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ن‬
َ‫ون‬ُ‫ق‬َّ‫ت‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
(Q.S. Al-Baqarah : 183)
Indikasi (Qorinah) yang PASTI (Jazm)
Menunjukkan WAJIB atau HARAM
2 Berupa Keharusan Dilakukannya Suatu PERBUATAN
Secara Terus Menerus Kecuali Ada Alasan & Ruskshah
َ‫ع‬ َ‫ل‬َ‫ف‬َ‫غ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ِ‫ة‬َ‫ل‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫ن‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫د‬َ‫ق‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫ر‬َ‫ك‬َ‫ذ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫ي‬ْ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ه‬
‫ى‬ ِ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬ِ‫ل‬ َ‫ة‬َ‫ل‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫م‬ِ‫ق‬َ‫أ‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ َ َّ‫اَّلل‬
“Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia
shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), ‘Kerjakanlah shalat
ketika ingat.’ (QS. Thaha: 14).”
(HR. Bukhari, no. 597 dan Muslim, no. 684)
Indikasi (Qorinah) yang PASTI (Jazm)
Menunjukkan WAJIB atau HARAM
3 Berupa Larangan Yang Bersifat Pasti Dengan Ancaman
Siksa & Kemurkaan Allah, Sifat Buruk/Pekerjaan Setan
َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ر‬ْ‫َم‬‫خ‬ْ‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬َ‫ل‬ ْ‫ز‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ُ‫اب‬َ‫ص‬ْ‫ن‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ُ‫ر‬ِ‫س‬ْ‫ي‬ُ‫م‬
َ‫ل‬ ُ‫ه‬‫و‬ُ‫ب‬ِ‫ن‬َ‫ت‬ْ‫اج‬َ‫ف‬ ِ‫ان‬َ‫ط‬ْ‫ي‬َّ‫ش‬‫ال‬ ِ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٌ‫س‬ْ‫ج‬ ِ‫ر‬َ‫ون‬ُ‫ح‬ِ‫ل‬ْ‫ف‬ُ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji
termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu
mendapat keberuntungan.”
(Q.S. Al-Maidah : 90)
Indikasi (Qorinah) yang PASTI (Jazm)
Menunjukkan WAJIB atau HARAM
4 Berupa Tuntutan Dengan Disertai Larangan Terhadap
Hal Yang Mubah
َ‫ل‬َّ‫ص‬‫ل‬ِ‫ل‬ َ‫ي‬ِ‫د‬‫و‬ُ‫ن‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫و‬َ‫ع‬ْ‫س‬‫ا‬َ‫ف‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬ُ‫م‬ُ‫ج‬ْ‫ال‬ ِ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ة‬َٰ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬
ٌ‫ْر‬‫ي‬َ‫خ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ََٰ‫ذ‬ ۚ َ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ِ َّ‫اَّلل‬ ِ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬َ‫ون‬ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ك‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang
demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(Q.S. Al-Maidah : 90)
Indikasi (Qorinah) yang TIDAK PASTI
Menunjukkan SUNNAH atau MAKRUH
1 Berupa Perbuatan Yang Disenangi Rasulullah SAW
Dan Menjadi Tabiat Manusia  SUNNAH
‫مك‬ُّ‫س‬‫تب‬‫لك‬ ‫أخيك‬ ‫وجه‬ ‫في‬‫صدقة‬
“Tersenyum didepan saudramu adalah sedekah”
(H.R. At- Tirmidzi)
ُ‫النظاف‬ ‫ّكب‬ ‫نظّف‬ ‫الطّب‬ ‫ّكب‬ ‫طّب‬ ‫للا‬ ‫إن‬
“Sesungguhnya Allah itu baik, mencintai kebaikan. Bersih mencintai kebersihan.”
(H.R. At- Tirmidzi No. 2799)
‫ر‬َ‫م‬ ‫ا‬ً‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ق‬ ‫ا‬ً‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ُ‫ض‬ ِ‫ر‬ْ‫يَق‬ُّ ٍ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ت‬َ‫ق‬َ َ‫ص‬َ َ‫ان‬َ ‫ا‬ِ‫إ‬ ِ‫ن‬َّْ‫ت‬ً‫ة‬‫ر‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬
“Tidaklah seorang muslim memberikan pinjaman dua kali kepada muslim yang lain
kecuali seperti sedekah satu kali.” (Shahih lighairihi, HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban,
dan al-Baihaqi. Lihat Shahih at-Targhib, no. 901)
"Barangsiapa yang memakan bawang
merah, bawang putih dan bawang
kurrats, maka janganlah dia mendekati
masjid kami, sebab malaikat merasa
terganggu dengan bau yang mengganggu
manusia."
(HR Bukhari, kitab Adzan 854, Muslim,
kitab Al-Masajid 564)
Indikasi (Qorinah) yang TIDAK PASTI
Menunjukkan SUNNAH atau MAKRUH
2 Berupa Perbuatan Yang Kurang Disenangi Oleh
Rasulullah SAW  MAKRUH
Indikasi (Qorinah) yang Memberikan PILIHAN
Menunjukkan MUBAH (Ibahah)
1 Berupa Perbuatan Rasulullah SAW Yang Melakukan Suatu Aktivitas
Pada Suatu Waktu Dan Meninggalkannya Pada Waktu Yang Lain
“Bahwasanya ada jenazah (yang lewat) di hadapan Ibnu Abbas dan Hasan bin Ali,
kemudian salah seorang berdiri dan yang lainnya tetap duduk. Maka orang yang
berdiri berkata kepada yang duduk: ‘Bukanlah Rasul saw suka berdiri ketika melihat
jenazah? Orang yang duduk berkata: ‘Benar, akan tetapi (beliau) terkadang duduk.”
(HR. Thabrani)
Indikasi (Qorinah) yang Memberikan PILIHAN
Menunjukkan MUBAH (Ibahah)
2 Berupa Perbuatan Rasulullah SAW Yang Mendiamkan Aktivitas
Yang Dilakukan Oleh Sahabat Namun Tidak Melarangnya
ِ‫للا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ى‬ُّ‫ت‬‫أ‬،ِ‫ْه‬‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫رب‬ ُ‫ق‬َ‫ف‬ ٍ،‫ي‬ ِ‫و‬ِ‫ش‬َ‫م‬ ٍ‫ب‬َ‫ض‬ِ‫ب‬َ‫ف‬‫ى‬ َ‫و‬َ‫ه‬‫أ‬
ِ‫ِه‬‫د‬َ‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬َ‫ر‬َ‫ض‬َ‫ح‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ،ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ل‬ُ‫ك‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ِ‫ل‬:ِ‫للا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬،ُ‫ه‬َّ‫ن‬‫إ‬
‫د‬ِ‫َال‬‫خ‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ف‬ ،ُ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫د‬َ‫ي‬ َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ر‬َ‫ف‬ ،ٍ‫ب‬َ‫ض‬ ُ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ل‬:َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ِ‫للا‬
ُ‫م‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ح‬َ‫أ‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫؟‬ِ‫ب‬ َّ‫الض‬:،َ‫ل‬ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫و‬
ْ‫ن‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ِ‫ه‬ِ‫اف‬ُ‫ع‬‫أ‬ ْ‫ي‬ِ‫ُن‬‫د‬َّ‫ج‬‫أ‬َ‫ف‬ ْ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫أر‬ِ‫ب‬.َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬:‫ى‬ َ‫و‬َ‫ه‬‫أ‬َ‫ف‬ٌ‫د‬ِ‫َال‬‫خ‬ِ‫إ‬‫ى‬َ‫ل‬
َّ‫الض‬ِ‫ب‬َ‫ل‬َ‫ك‬‫أ‬َ‫ف‬ِ‫ْه‬‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ِ‫للا‬ ُ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫و‬ ،ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬
Dari Khalid bin Walid:
“Bahwa (kepada) Rasulullah saw dihidangkan biawak bakar. Rasul mendekatkan diri dan mengulurkan
(tangan) untuk memakannya, tetapi orang-orang yang hadir berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya itu
adalah daging biawak’. Kemudian beliaupun menarik (kembali) tangannya. Khalid bin Walid berkata: ‘Wahai
Rasulullah apakah (daging) biawak itu haram? Rasul menjawab: ‘Tidak, tetapi (hal itu) tidak terdapat di
daerahku sehingga aku enggan memakannya’. Setelah itu Khalid berselera (menginginkan daging) biawak itu
danmemakannya. Sedangkan Rasulullah saw melihatnya.
(HR. Bukhari & Muslim)
Benda
ِ‫اء‬َّْ‫ش‬َ‫أل‬ْ‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫أل‬‫ا‬ْ‫ا‬َُُ‫ك‬‫ا‬َ‫ح‬ِ‫ِإل‬
‫ا‬َ‫م‬‫الت‬ ُ‫ل‬ِّْ‫ل‬َ ْ ِ‫ر‬َّ ْ‫م‬َ‫ل‬ِ‫م‬ّْ ِ‫ر‬ْ‫ك‬
Kaidah Syar’iyyah
“Hukum asal benda adalah
mubah selama tidak ada dalil
yang mengharamkannya.”[2]
Hukum Asal Suatu Benda Hanya Ada 2 Kemungkinan
Jika Tidak HALAL Berarti HARAM
Hukum Asal Suatu Benda Hanya Ada 2 Kemungkinan
Jika Tidak HALAL Berarti HARAM
ُ َّ‫اَّلل‬ َ‫ل‬َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫أ‬َ‫ر‬َ‫أ‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ٍ‫ق‬ ْ‫ز‬ ِ‫ر‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬
َ‫ح‬ َ‫و‬ ‫ا‬ً‫م‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ح‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬َ‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ذ‬َ‫أ‬ ُ َّ‫آَّلل‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ ً‫ل‬ َ‫ل‬ۖ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬
َ‫ون‬ُ‫ر‬َ‫ت‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ِ َّ‫اَّلل‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫م‬َ‫أ‬
“Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang
rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu
jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya)
halal". Katakanlah: "Apakah Allah telah
memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu
mengada-adakan saja terhadap Allah?’
(Q.S. Yunus : 59)
Hukum Asal Suatu Benda Hanya Ada 2 Kemungkinan
Jika Tidak HALAL Berarti HARAM
ْ‫ح‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ُ‫م‬َّ‫د‬‫ٱل‬ َ‫و‬ ُ‫ة‬َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫م‬ْ‫ٱل‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫ت‬َ‫م‬ ِ‫ر‬ُ‫ح‬ِ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ِ‫ل‬ َّ‫ل‬ِ‫ه‬ُ‫أ‬ ٓ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ِ‫ير‬ ِ‫نز‬ ِ‫خ‬ْ‫ٱل‬ ُ‫م‬ِ َّ‫ٱَّلل‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi , (daging hewan)
Yang disembelih atas nama selain Allah”
(Q.S. Al-Maidah : 3)
Semoga Bermanfaat
Wassalam

Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1

  • 2.
    Ukuran tertentu yangdipakai sebagai patokan: https://kbbi.web.id/standar-2 (‫المقياس‬) STANDAR
  • 3.
    Aktivitas yang dilakukanmanusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri- nalurinya perbuatan manusia ?
  • 4.
    Naluri Mempertahankan Diri (Gharîzahal-Baqâ’) Naluri Melestarikan Keturunan (Gharîzah al-Naw’) Naluri Beragama (Gharîzah al-Tadayyun) 3. Kebutuhan Jasmani (Al-Hajat al-Udhwiyah) MANUSIA 1. Akal (Aql) 2. Naluri (Gharizah) Potensi Manusia
  • 5.
    Perbuatan Manusia Memenuhi KebutuhanJasmani Memenuhi Dorongan Naluri 2. 1.
  • 6.
    Memenuhi Dorongan Naluri1. Naluri/ Instinct (Gharizah) Adalah potensi (Khasiat) yang merupakan fitrah agar manusia bisa mempertahankan eksistensi, melestarikan keturunan dan mencari petunjuk mengenai keberadaan sang pencipta
  • 7.
    Naluri / Instinct (Gharizah) Jikanaluri tersebut tidak dipenuhi, tidak akan mendatangkan kerusakan pada manusia, tidak akan sampai mengalami kematian Naluri (gharizah) ini berasal dari faktor eksternal yang merupakan realitas/fakta dan pemikiran Jika naluri tersebut tidak dipenuhi, hanya akan menimbulkan kegelisahan/galau Naluri tidak dapat dihilangkan atau dihancurkan, tetapi hanya bisa diredam atau dialihkan
  • 8.
    Survival Instinct (Gharizah al-Baqa’) NaluriMempertahankan Diri Keinginan Untuk Diakui Eksistensinya
  • 9.
    Naluri Pertahankan Diri/Survival Instinct (Gharizah al-Baqa’)
  • 10.
    Naluri Pertahankan Diri/Survival Instinct (Gharizah al-Baqa’)
  • 11.
    Naluri Seksual /Sexual Instinct (Gharizah an-Naw’) Naluri Melangsungkan Keturunan Perasaan Cinta Kepada Lawan Jenis Kasih Sayang Kepada Orang Terdekat
  • 12.
    Naluri Seksual /Sexual Instinct (Gharizah an-Naw’)
  • 13.
    Naluri Seksual /Sexual Instinct (Gharizah an-Naw’)
  • 14.
    Religion Instinct (Gharizah at-Tadayyun) NaluriBeragama Mensucikan/mengkultuskan sesuatu untuk diibadahi Mencari objek untuk meminta dan memanjatkan doa
  • 15.
    Naluri Beragama /Religion Instinct (Gharizah at-Tadayyun)
  • 16.
    Naluri Beragama /ReligionInstinct (Gharizah at-Tadayyun)
  • 17.
    Memenuhi Kebutuhan Jasmani2. Kebutuhan Jasmani (al-hajat al-Udhwiyyah) Adalah Kebutuhan mendasar (basic needs) yang timbul akibat kerja struktur organ tubuh manusia Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka akan mendatangkan gangguan dan bisa mengakibatkan kerusakan organ tubuh tersebut bahkan bisa mengakibatkan kematian Lahir dari dalam tubuh manusia yang tidak ada kaitannya dengan faktor eksternal
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    Aspek Naluri-naluri (Gharaiz) KebutuhanJasmani (al-Hajat al-Udhwiyah) Rangsangan Pemenuhan Efek Jika Tidak Dipenuhi Dari LuarDari Luar Harus SegeraBisa Dialihkan/Diredam Merusak Organ Tubuh bahkan bisa matiGelisah/Galau Komparasi Potensi
  • 21.
    Naluri (Gharaiz) Keb. Jasmani (al-Hajatal-Udhwiyah) Komparasi Potensi Pemenuhan PerbuatanSALAH NERAKA BENAR SURGA
  • 22.
    Butuh STANDAR Untuk MengukurPerbuatan Manusia BENAR BAIK TERPUJI MANFAAT MASLAHAT SALAH BURUK TERCELA MUDHARAT MAFSADAT
  • 23.
    Hukum Perbuatan Manusia PerbuatanManusia Benda ‫الت‬ ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أل‬ْ‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫أل‬‫ا‬ْ ُ‫ك‬ِ‫ح‬ ُ ‫ُد‬َّ‫يَق‬ِ‫للا‬ ِ‫م‬ Kaidah Syar’iyyah “Hukum asal perbuatan manusia adalah terikat dengan hukum Allâh.” [1] ِ‫اء‬َّْ‫ش‬َ‫أل‬ْ‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫أل‬‫ا‬ْ‫ا‬َُُ‫ك‬‫ا‬َ‫ح‬ِ‫ِإل‬ ‫ا‬َ‫م‬‫الت‬ ُ‫ل‬ِّْ‫ل‬َ ْ ِ‫ر‬َّ ْ‫م‬َ‫ل‬ِ‫م‬ّْ ِ‫ر‬ْ‫ك‬ Kaidah Syar’iyyah “Hukum asal benda adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.”[2][1]Islam Politik & Spiritual hlm. 68 [2] Hlm. 69 Hukum Syara’
  • 24.
    Hukum Perbuatan Manusia SyariatIslam WAJIB MUBAHSUNNAH HARAMMAKRUH Seluruh Perbuatan/Aktivitas Manusia PASTI ada HUKUMnya 1 Aktivitas = 1 Hukum PERBUATAN MANUSIA Selalu Terkait Dengan BENDA Syariat Islam Mengatur Hukum-Hukum PERBUATAN MANUSIA Dan BENDA
  • 25.
    Hukum Perbuatan Manusia SyariatIslam WAJIB MUBAHSUNNAH HARAMMAKRUH Tuntutan Untuk MENGERJAKAN (PERINTAH) PASTI TIDAK PASTI Pilihan Untuk MENGERJA KAN atau MENINGGAL KAN Tuntutan Untuk MENINGGALKAN (LARANGAN) TIDAK PASTI PASTI
  • 26.
    Hukum Perbuatan Manusia WAJIB Jenisdari TUNTUTAN Perbuatan Manusia Ditentukan oleh Indikasi (Qorinah) yang Ada Pada Nash/Dalil Syara’
  • 27.
    Indikasi (Qorinah) yangPASTI (Jazm) Menunjukkan WAJIB atau HARAM 1 Berupa Kabar Tentang SIKSA Dunia & Akhirat Akibat DIKERJAKAN atau DITINGGALKANYA suatu perbuatan ‫ى‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫س‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ر‬َ‫ق‬َ‫س‬َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫َك‬‫ن‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ۟‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬‫ٱ‬َ‫ين‬ِ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?“ Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (Q.S. Al-Mutatsir : 42 – 43) َ‫ي‬ِ‫د‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ۟‫ا‬ ٓ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ط‬ْ‫ق‬‫ٱ‬َ‫ف‬ ُ‫ة‬َ‫ق‬ ِ‫ار‬َّ‫س‬‫ٱل‬ َ‫و‬ ُ‫ق‬ ِ‫ار‬َّ‫س‬‫ٱل‬ َ‫و‬ً‫ل‬ََٰ‫ك‬َ‫ن‬ ‫ا‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ًًۢ‫ء‬ٓ‫ا‬َ‫ز‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ۗ ِ َّ‫ٱَّلل‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ٌ‫يز‬ ِ‫ز‬َ‫ع‬ ُ َّ‫ٱَّلل‬ َ‫و‬ٌ‫م‬‫ي‬ِ‫ك‬َ‫ح‬ “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Al-Maidah : 38)
  • 28.
    Indikasi (Qorinah) yangPASTI (Jazm) Menunjukkan WAJIB atau HARAM 1 Berupa kabar tentang SIKSA dunia & akhirat akibat DIKERJAKAN atau DITINGGALKANYA suatu perbuatan “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (Q.S. An-Nisa : 10) َٰ‫ى‬َ‫م‬ََٰ‫ت‬َ‫ي‬ْ‫ٱل‬ َ‫ل‬ ََٰ‫و‬ْ‫م‬َ‫أ‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬ُ‫ك‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ٱل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ُ‫ط‬ُ‫ب‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬ُ‫ك‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫م‬ْ‫ل‬ُ‫ظ‬ۖ ‫ا‬ً‫َار‬‫ن‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫و‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬َ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫ي‬َ‫س‬ َ‫و‬‫ا‬ً‫ير‬ِ‫ع‬َ‫س‬
  • 29.
    Indikasi (Qorinah) yangPASTI (Jazm) Menunjukkan WAJIB atau HARAM 1 Berupa kabar tentang SIKSA dunia & akhirat akibat DIKERJAKAN atau DITINGGALKANYA suatu perbuatan ۚ ۟‫ا‬ َٰ‫و‬َ‫ب‬ ِ‫ٱلر‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬ َ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ٱل‬ ُ َّ‫ٱَّلل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫و‬ِ‫ب‬َّ‫ر‬ ‫ن‬ِ‫م‬ ٌ‫ة‬َ‫ظ‬ِ‫ع‬ ْ‫و‬َ‫م‬ ‫ۥ‬ُ‫ه‬َ‫ء‬ٓ‫ا‬َ‫ج‬ ‫ن‬َ‫م‬َ‫ف‬‫ۦ‬ِ‫ه‬ ِ َّ‫ٱَّلل‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ٓ‫ۥ‬ُ‫ه‬ُ‫ر‬ْ‫م‬َ‫أ‬ َ‫و‬ َ‫ف‬َ‫ل‬َ‫س‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫ُۥ‬‫ه‬َ‫ل‬َ‫ف‬ َٰ‫ى‬َ‫ه‬َ‫ت‬‫ٱن‬َ‫ف‬َ‫ك‬ِ‫ئ‬ ََٰٓ‫ل‬ ۟‫و‬ُ‫أ‬َ‫ف‬ َ‫د‬‫ا‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫و‬ ُۖ‫ب‬ ََٰ‫ح‬ْ‫ص‬َ‫أ‬ َ‫ُون‬‫د‬ِ‫ل‬ ََٰ‫خ‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ ۖ ِ‫ار‬َّ‫ن‬‫ٱل‬ “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah : 275)
  • 30.
    Indikasi (Qorinah) yangPASTI (Jazm) Menunjukkan WAJIB atau HARAM 2 Berupa Keharusan Dilakukannya Suatu PERBUATAN Secara Terus Menerus Kecuali Ada Alasan & Ruskshah ْ‫ال‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ِ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ۖ ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ت‬َ‫ق‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫اص‬َ‫ص‬ِ‫ق‬ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishahsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.” (Q.S. Al-Baqarah : 178) ِ‫الص‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ِ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ِ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ك‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ن‬ َ‫ون‬ُ‫ق‬َّ‫ت‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah : 183)
  • 31.
    Indikasi (Qorinah) yangPASTI (Jazm) Menunjukkan WAJIB atau HARAM 2 Berupa Keharusan Dilakukannya Suatu PERBUATAN Secara Terus Menerus Kecuali Ada Alasan & Ruskshah َ‫ع‬ َ‫ل‬َ‫ف‬َ‫غ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ِ‫ة‬َ‫ل‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫ن‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫د‬َ‫ق‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫ر‬َ‫ك‬َ‫ذ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫ي‬ْ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ه‬ ‫ى‬ ِ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬ِ‫ل‬ َ‫ة‬َ‫ل‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫م‬ِ‫ق‬َ‫أ‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ َ َّ‫اَّلل‬ “Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), ‘Kerjakanlah shalat ketika ingat.’ (QS. Thaha: 14).” (HR. Bukhari, no. 597 dan Muslim, no. 684)
  • 32.
    Indikasi (Qorinah) yangPASTI (Jazm) Menunjukkan WAJIB atau HARAM 3 Berupa Larangan Yang Bersifat Pasti Dengan Ancaman Siksa & Kemurkaan Allah, Sifat Buruk/Pekerjaan Setan َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ر‬ْ‫َم‬‫خ‬ْ‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬َ‫ل‬ ْ‫ز‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ُ‫اب‬َ‫ص‬ْ‫ن‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ُ‫ر‬ِ‫س‬ْ‫ي‬ُ‫م‬ َ‫ل‬ ُ‫ه‬‫و‬ُ‫ب‬ِ‫ن‬َ‫ت‬ْ‫اج‬َ‫ف‬ ِ‫ان‬َ‫ط‬ْ‫ي‬َّ‫ش‬‫ال‬ ِ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٌ‫س‬ْ‫ج‬ ِ‫ر‬َ‫ون‬ُ‫ح‬ِ‫ل‬ْ‫ف‬ُ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬ “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Al-Maidah : 90)
  • 33.
    Indikasi (Qorinah) yangPASTI (Jazm) Menunjukkan WAJIB atau HARAM 4 Berupa Tuntutan Dengan Disertai Larangan Terhadap Hal Yang Mubah َ‫ل‬َّ‫ص‬‫ل‬ِ‫ل‬ َ‫ي‬ِ‫د‬‫و‬ُ‫ن‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫و‬َ‫ع‬ْ‫س‬‫ا‬َ‫ف‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬ُ‫م‬ُ‫ج‬ْ‫ال‬ ِ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ة‬َٰ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ ٌ‫ْر‬‫ي‬َ‫خ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ََٰ‫ذ‬ ۚ َ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ِ َّ‫اَّلل‬ ِ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬َ‫ون‬ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ك‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Maidah : 90)
  • 34.
    Indikasi (Qorinah) yangTIDAK PASTI Menunjukkan SUNNAH atau MAKRUH 1 Berupa Perbuatan Yang Disenangi Rasulullah SAW Dan Menjadi Tabiat Manusia  SUNNAH ‫مك‬ُّ‫س‬‫تب‬‫لك‬ ‫أخيك‬ ‫وجه‬ ‫في‬‫صدقة‬ “Tersenyum didepan saudramu adalah sedekah” (H.R. At- Tirmidzi) ُ‫النظاف‬ ‫ّكب‬ ‫نظّف‬ ‫الطّب‬ ‫ّكب‬ ‫طّب‬ ‫للا‬ ‫إن‬ “Sesungguhnya Allah itu baik, mencintai kebaikan. Bersih mencintai kebersihan.” (H.R. At- Tirmidzi No. 2799) ‫ر‬َ‫م‬ ‫ا‬ً‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ق‬ ‫ا‬ً‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ُ‫ض‬ ِ‫ر‬ْ‫يَق‬ُّ ٍ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ت‬َ‫ق‬َ َ‫ص‬َ َ‫ان‬َ ‫ا‬ِ‫إ‬ ِ‫ن‬َّْ‫ت‬ً‫ة‬‫ر‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬ “Tidaklah seorang muslim memberikan pinjaman dua kali kepada muslim yang lain kecuali seperti sedekah satu kali.” (Shahih lighairihi, HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi. Lihat Shahih at-Targhib, no. 901)
  • 35.
    "Barangsiapa yang memakanbawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan bau yang mengganggu manusia." (HR Bukhari, kitab Adzan 854, Muslim, kitab Al-Masajid 564) Indikasi (Qorinah) yang TIDAK PASTI Menunjukkan SUNNAH atau MAKRUH 2 Berupa Perbuatan Yang Kurang Disenangi Oleh Rasulullah SAW  MAKRUH
  • 36.
    Indikasi (Qorinah) yangMemberikan PILIHAN Menunjukkan MUBAH (Ibahah) 1 Berupa Perbuatan Rasulullah SAW Yang Melakukan Suatu Aktivitas Pada Suatu Waktu Dan Meninggalkannya Pada Waktu Yang Lain “Bahwasanya ada jenazah (yang lewat) di hadapan Ibnu Abbas dan Hasan bin Ali, kemudian salah seorang berdiri dan yang lainnya tetap duduk. Maka orang yang berdiri berkata kepada yang duduk: ‘Bukanlah Rasul saw suka berdiri ketika melihat jenazah? Orang yang duduk berkata: ‘Benar, akan tetapi (beliau) terkadang duduk.” (HR. Thabrani)
  • 37.
    Indikasi (Qorinah) yangMemberikan PILIHAN Menunjukkan MUBAH (Ibahah) 2 Berupa Perbuatan Rasulullah SAW Yang Mendiamkan Aktivitas Yang Dilakukan Oleh Sahabat Namun Tidak Melarangnya ِ‫للا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ى‬ُّ‫ت‬‫أ‬،ِ‫ْه‬‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫رب‬ ُ‫ق‬َ‫ف‬ ٍ،‫ي‬ ِ‫و‬ِ‫ش‬َ‫م‬ ٍ‫ب‬َ‫ض‬ِ‫ب‬َ‫ف‬‫ى‬ َ‫و‬َ‫ه‬‫أ‬ ِ‫ِه‬‫د‬َ‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬َ‫ر‬َ‫ض‬َ‫ح‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ،ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ل‬ُ‫ك‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ِ‫ل‬:ِ‫للا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬،ُ‫ه‬َّ‫ن‬‫إ‬ ‫د‬ِ‫َال‬‫خ‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ف‬ ،ُ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫د‬َ‫ي‬ َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ر‬َ‫ف‬ ،ٍ‫ب‬َ‫ض‬ ُ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ل‬:َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ِ‫للا‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ح‬َ‫أ‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫؟‬ِ‫ب‬ َّ‫الض‬:،َ‫ل‬ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ْ‫ن‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ِ‫ه‬ِ‫اف‬ُ‫ع‬‫أ‬ ْ‫ي‬ِ‫ُن‬‫د‬َّ‫ج‬‫أ‬َ‫ف‬ ْ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫أر‬ِ‫ب‬.َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬:‫ى‬ َ‫و‬َ‫ه‬‫أ‬َ‫ف‬ٌ‫د‬ِ‫َال‬‫خ‬ِ‫إ‬‫ى‬َ‫ل‬ َّ‫الض‬ِ‫ب‬َ‫ل‬َ‫ك‬‫أ‬َ‫ف‬ِ‫ْه‬‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ِ‫للا‬ ُ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫و‬ ،ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ Dari Khalid bin Walid: “Bahwa (kepada) Rasulullah saw dihidangkan biawak bakar. Rasul mendekatkan diri dan mengulurkan (tangan) untuk memakannya, tetapi orang-orang yang hadir berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya itu adalah daging biawak’. Kemudian beliaupun menarik (kembali) tangannya. Khalid bin Walid berkata: ‘Wahai Rasulullah apakah (daging) biawak itu haram? Rasul menjawab: ‘Tidak, tetapi (hal itu) tidak terdapat di daerahku sehingga aku enggan memakannya’. Setelah itu Khalid berselera (menginginkan daging) biawak itu danmemakannya. Sedangkan Rasulullah saw melihatnya. (HR. Bukhari & Muslim)
  • 38.
    Benda ِ‫اء‬َّْ‫ش‬َ‫أل‬ْ‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫أل‬‫ا‬ْ‫ا‬َُُ‫ك‬‫ا‬َ‫ح‬ِ‫ِإل‬ ‫ا‬َ‫م‬‫الت‬ُ‫ل‬ِّْ‫ل‬َ ْ ِ‫ر‬َّ ْ‫م‬َ‫ل‬ِ‫م‬ّْ ِ‫ر‬ْ‫ك‬ Kaidah Syar’iyyah “Hukum asal benda adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.”[2] Hukum Asal Suatu Benda Hanya Ada 2 Kemungkinan Jika Tidak HALAL Berarti HARAM
  • 39.
    Hukum Asal SuatuBenda Hanya Ada 2 Kemungkinan Jika Tidak HALAL Berarti HARAM ُ َّ‫اَّلل‬ َ‫ل‬َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫أ‬َ‫ر‬َ‫أ‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ٍ‫ق‬ ْ‫ز‬ ِ‫ر‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ح‬ َ‫و‬ ‫ا‬ً‫م‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ح‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬َ‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ذ‬َ‫أ‬ ُ َّ‫آَّلل‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ ً‫ل‬ َ‫ل‬ۖ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬َ‫ت‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ِ َّ‫اَّلل‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫م‬َ‫أ‬ “Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal". Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?’ (Q.S. Yunus : 59)
  • 40.
    Hukum Asal SuatuBenda Hanya Ada 2 Kemungkinan Jika Tidak HALAL Berarti HARAM ْ‫ح‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ُ‫م‬َّ‫د‬‫ٱل‬ َ‫و‬ ُ‫ة‬َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫م‬ْ‫ٱل‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫ت‬َ‫م‬ ِ‫ر‬ُ‫ح‬ِ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ِ‫ل‬ َّ‫ل‬ِ‫ه‬ُ‫أ‬ ٓ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ِ‫ير‬ ِ‫نز‬ ِ‫خ‬ْ‫ٱل‬ ُ‫م‬ِ َّ‫ٱَّلل‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi , (daging hewan) Yang disembelih atas nama selain Allah” (Q.S. Al-Maidah : 3)
  • 41.