Entropi 
Entropi berbeda dengan energi. Walaupun dengan sekilas namanya hampir sama, namun keduanya mempunyai konsep yang jauh berbeda. Temperatur dan 
energi dalam dapat dihubungkan dengan hukum kedua temodinamika. 
Pengertian Entropi 
Rudolf Clausius membuat teori entropi berdasarkan sifat termodinamika. Jika total energi dihitung tidak dapat digunakan dalam beberapa proses seperti 
termodinamika, maka konsep entropi dapat dipakai. Kecenderungan sistem atau reaksi untuk berproses ke arah tertentu disebut entropi sistem. Dengan kata lain, 
entropi merupakan derajat ketidakteraturan atau keacakan suatu sistem. 
Persamaan Entropi 
Beberapa persamaan antropi adalah: 
S = k log W 
Dimana 
S adalah entropi 
k adalah tetapan Boltzmann 
W adalah jumlah mikrostat 
ΔS = ΔQT 
Dimana 
S adalah entropi 
Q adalah kalor 
ΔS = Cln t2t1 
dU=TdS–PdV 
Satuan Entropi 
Satuan internasional untuk entropi adalah Joule per Kelvin (J/K). Pokok dari satuan ini adalah energi dibagi dengan temperatur. 
Entropi Molar 
Entropi molar adalah entropi yang dihitung dari satu mol suatu zat. Entropi molar pada dasarnya diukur pada kondisi standar, dengan simbol S°. Satuan entropi 
molar adalah Joule per Kelvin per mol. Jika dipertimbangkan dengan hukum ketiga termodinamika, maka kristal murni suatu senyawa dapat mempunyai entropi 
nol.
S°= ΣNk=1∫ dqTdT 
Di sini dq/T mempunyai perubahan kalor yang sangat kecil pada temperatur T yang diberikan. 
Tabel Entropi Standar 
Di bawah ini ada beberapa data entropi senyawa yang diukur pada STP, yaitu 25o C dan 101,3 kPa. 
o /J K-1mol-1 
Senyawa Sm 
Padat 
C (intan) 2,377 
C (grafit) 5,74 
Si 
18,8 
Ge 31,1 
Sn (abu-abu) 44,1 
Pb 64,8 
Li 29,1 
Na 51,2 
K 64,2 
Rb 69,5 
Cs 85,2 
NaF 51,5 
MgO 26,9 
AlN 20,2 
NaCl 72,1 
KCl 82,6 
Mg 32,7 
Ag 42,6 
I2 116,1 
MgH2 
31,1 
AgN3 
99,2 
Cairan 
Hg 76,0 
Br2 
152,2 
H2O 69,9 
H2O2 109,6
CH3OH 126,8 
C2H5OH 160,7 
C6H6 172,8 
BCl3 206,3 
Gas Monoatomik 
He 126,0 
Ne 146,2 
Ar 154,8 
Kr 164,0 
Xe 169,6 
Gas Diatomik 
H2 130,7 
D2 145,0 
HCl 186,9 
HBr 198,7 
HI 206,6 
N2 191,6 
O2 205,1 
F2 202,8 
Cl2 223,1 
Br2 245,5 
I2 260,7 
CO 197,7 
Gas Triatomik 
H2O 188,8 
NO2 240,1 
H2S 205,8 
CO2 213,7 
SO2 248,2 
N2O 219,9 
O3 238,9 
Gas Poliatomik ( > 3) 
CH4 186,3 
C2H6 229,6 
C3H8 269,9 
C4H10 310,2 
C5H12 348,9 
C2H4 219,6
N2O4 304,3 
B2H6 232,0 
BF3 254,0 
NH3 192,5

Entropi

  • 1.
    Entropi Entropi berbedadengan energi. Walaupun dengan sekilas namanya hampir sama, namun keduanya mempunyai konsep yang jauh berbeda. Temperatur dan energi dalam dapat dihubungkan dengan hukum kedua temodinamika. Pengertian Entropi Rudolf Clausius membuat teori entropi berdasarkan sifat termodinamika. Jika total energi dihitung tidak dapat digunakan dalam beberapa proses seperti termodinamika, maka konsep entropi dapat dipakai. Kecenderungan sistem atau reaksi untuk berproses ke arah tertentu disebut entropi sistem. Dengan kata lain, entropi merupakan derajat ketidakteraturan atau keacakan suatu sistem. Persamaan Entropi Beberapa persamaan antropi adalah: S = k log W Dimana S adalah entropi k adalah tetapan Boltzmann W adalah jumlah mikrostat ΔS = ΔQT Dimana S adalah entropi Q adalah kalor ΔS = Cln t2t1 dU=TdS–PdV Satuan Entropi Satuan internasional untuk entropi adalah Joule per Kelvin (J/K). Pokok dari satuan ini adalah energi dibagi dengan temperatur. Entropi Molar Entropi molar adalah entropi yang dihitung dari satu mol suatu zat. Entropi molar pada dasarnya diukur pada kondisi standar, dengan simbol S°. Satuan entropi molar adalah Joule per Kelvin per mol. Jika dipertimbangkan dengan hukum ketiga termodinamika, maka kristal murni suatu senyawa dapat mempunyai entropi nol.
  • 2.
    S°= ΣNk=1∫ dqTdT Di sini dq/T mempunyai perubahan kalor yang sangat kecil pada temperatur T yang diberikan. Tabel Entropi Standar Di bawah ini ada beberapa data entropi senyawa yang diukur pada STP, yaitu 25o C dan 101,3 kPa. o /J K-1mol-1 Senyawa Sm Padat C (intan) 2,377 C (grafit) 5,74 Si 18,8 Ge 31,1 Sn (abu-abu) 44,1 Pb 64,8 Li 29,1 Na 51,2 K 64,2 Rb 69,5 Cs 85,2 NaF 51,5 MgO 26,9 AlN 20,2 NaCl 72,1 KCl 82,6 Mg 32,7 Ag 42,6 I2 116,1 MgH2 31,1 AgN3 99,2 Cairan Hg 76,0 Br2 152,2 H2O 69,9 H2O2 109,6
  • 3.
    CH3OH 126,8 C2H5OH160,7 C6H6 172,8 BCl3 206,3 Gas Monoatomik He 126,0 Ne 146,2 Ar 154,8 Kr 164,0 Xe 169,6 Gas Diatomik H2 130,7 D2 145,0 HCl 186,9 HBr 198,7 HI 206,6 N2 191,6 O2 205,1 F2 202,8 Cl2 223,1 Br2 245,5 I2 260,7 CO 197,7 Gas Triatomik H2O 188,8 NO2 240,1 H2S 205,8 CO2 213,7 SO2 248,2 N2O 219,9 O3 238,9 Gas Poliatomik ( > 3) CH4 186,3 C2H6 229,6 C3H8 269,9 C4H10 310,2 C5H12 348,9 C2H4 219,6
  • 4.
    N2O4 304,3 B2H6232,0 BF3 254,0 NH3 192,5