ALKANA 
Reaksi terhadap alkana 
Alkana sangat tidak reaktif terhadap sebagian besar pereaksi. Alkana merupakan senyawa 
nonpolar dan hanya memiliki ikatan-ikatan sigma yang kuat. Alkana dapat bereaksi dengan 
oksigen dan halogen pada kondisi tertentu. Inilah beberapa reaksi yang bisa dilakukan terhadap 
senyawa golongan alkana. 
Oksidasi 
Alkana bila bereaksi dengan oksigen dalam jumlah yang memadai (teroksidasi sempurna) 
membentuk CO2 dan H2O disertai pembebasan panas. Contoh: 
CH4 + 2 O2 → CO2 + 2H2O + panas. 
Halogenasi 
Alkana bereaksi dengan halogen di bawah pengaruh panas atau sinar ultraviolet. Contoh: 
CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl 
Pada contoh reaksidi atas terjadipenggantian satu atom H pada metana oleh atom halogen. 
Reaksi ini termasuk reaksi substitusi dan karena substitusinya halogen, maka disebut dengan 
halogenasi. 
Melalui eksperimen, Markovnikov pada tahun 1875 memperoleh bukti bahwa dalam reaksi 
substitusi terdapat perbedaan laju reaksi substitusi di antara atom-atom H dalam alkana, yaitu H3˚ 
> H2˚ > H1˚. Pada halogenasi (kecuali fluor), ternyata bahwa kereaktifannya dalam reaksi 
substitusi adalah klor > brom > iod. 
Nitrasi 
Reaksi alkana dengan HNO3 pada suhu 150-475˚ C mengakibatkan terjadinya substitusi atom H 
pada alkana oleh gugus -NO2 (gugus nitro). Reaksi substitusi semacam ini dinamakan reaksi 
nitrasi,dan secara umum dituliskan dengan persamaan reaksi: 
R-H + HO-NO2 → R-NO2 + H2O 
Seperti halnya halogenasi, atom-atom H dalam alkana berbeda laju reaksinya dalam nitrasi 
sehingga hasil nitrasi cenderung membentuk campuran. Contoh: 
CH3CH2CH3 + HNO3 → CH3CH2CH2NO2 + CH3CH(NO2)CH3 
Sulfonasi 
Reaksi alkana dengan asam sulfat pekat berasap (oleum) menghasilkan asam alkana sulfonat dan 
dituliskan dengan persamaan reaksi umum:
R-H + HO-SO3H → RSO3H + H2O 
Dalam reaksi di atas terjadi substitusi satu atom H pada alkana oleh gugus -SO3H dan subsritusi 
ini dinamakan sulfonasi. Dalam reaksi sulfonasi terbukti bahwa laju substitusi H3˚ > H2˚ > H1˚ 
Sifat fisik alkana 
Alkana merupakan suatu senyawa organik. Alkana merupakan suatu hidrokarbon yang bersifat jenuh, 
dikarenakan tidak mempunyai ikatan rangkap. Alkana hanya terdiri dari atom karbon dan hidrogen 
dengan rumus empiris CnH2n+2. Di sini akan dibahas sifat-sifat fisik dari senyawa alkana pada umumnya. 
Wujud Alkana 
Secara umum, wujud alkana bisa dijelaskan sebagai berikut: 
1. Semua alkana tidak berwarna dan memiliki bau yang khas. 
2. Alkana rantai pendek (C1 sampai C4) berupa gas, rantai sedang (C3 sampai C17) berupa cairan dan 
jika lebih panjang berbentuk padatan. 
3. Titik didih alkana meningkat seiring kenaikan berat molekul. Hal ini dikarenakan meningkatnya 
gaya van der Waals sebanding dengan kenaikan berat molekul. 
4. Cabang alkana menyebabkan penurunan luas permukaan yang mengakibatkan penurunan gaya 
van der Waals. Itulah sebabnya titik didih pentana > isopentana > neopentana 
5. Titik leleh alkana tidak menunjukkan keteraturan. Alkana dengan jumlah atom karbon genap 
memiliki titik leleh lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai jumlah atom karbon ganjil. 
6. Kecenderungan abnormal pada titik leleh mungkin karena alkana dengan atom karbon ganjil 
memiliki atom karbon di sisi berlawanan. Jadi alkana dengan atom karbon genap dapat dikemas 
erat dalam kisi kristal membuat gaya tarik antarmolekul menjadi lebih besar. 
Massa Jenis Alkana 
Massa jenis alkana meningkat seiring kenaikan berat molekul dan berakhir maksimal pada 0,76 g/mL. 
Dengan kata lain massa jenis alkana yang paling besar adalah 0,76 g/mL. Jadi semua alkana lebih ringan 
dari air. 
Kelarutan Alkana 
Alkana bersifat non polar sehingga tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut non polar misalnya 
C6H6 (benzena), CCl4 (karbon tetraklorida) dll. 
Isomer struktur alkana 
Pengertian Isomer Struktur 
Senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya berbeda (dalam hal 
terikatnya atom-atom dalam molekul) disebut isomer-isomer struktur.
Contoh Isomer Struktur 
Misalnya alkana dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua buah isomer struktur, yang masing-masing 
diberi nama butana dan 2-metilpropana (isobutana). Butana dan 2-metilpropana adalah dua 
senyawa yang berbeda strukturnya dan mempunyai sifat-sifat fisika dan kimia yang berbeda pula. 
Rumus struktur butana (kiri) dan 2-metilpropana (kanan) 
Kemampuan atom-atom karbon membentuk ikatan yang kuat dan stabil dengan atom-atom karbon lain 
menghasilkan isomer-isomer struktur dengan jumlah yang sangat banyak. Alkana dengan rumus molekul 
C5H12 mempunyai 3 isomer struktur, alkana dengan rumus molekul C10H22 dan C25H52 berturut-turut 
mempunyai 75 dan hampir 37 juta isomer struktur. 
Golongan alkana 
Pengertian Alkana 
Senyawa organik yang paling sederhana adalah hidrokarbon. Hidrokarbon hanya terdiri dari dua unsur, 
yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Hidrokarbon jenuh atau yang disebut dengan alkana adalah 
hidrokarbon yang keseluruhan ikatannya adalah ikatan tunggal. Masing-masing karbon membentuk 
empat ikatan dan masing-masing hidrogen membentuk satu ikatan dengan karbon. Ikatan pada masing-masing 
hidrokarbon adalah tetrahedral, dengan sudut ikatan 109,5°. Hasilnya, alkana rantai panjang 
akan membentuk pola zig zag. 
Alkana Rantai Lurus 
Rumus umum alkana adalah CnH2n+2 dimana n adalah jumlah atom karbon pada molekul alkana. Ada dua 
buah cara untuk menulis rumus struktur. Sebagai contoh, buatana dapat dituliskan sebagai 
CH3CH2CH2CH3 atau CH3(CH2)2CH3. 
Jumlah Karbon Nama Rumus Molekul Rumus Struktur 
1 Metana CH4 CH4 
2 Etana C2H6 CH3CH3
3 Propana C3H8 CH3CH2CH3 
4 Butana C4H10 CH3CH2CH2CH3 
5 Pentana C5H12 CH3CH2CH2CH2CH3 
6 Heksana C6H14 CH3(CH2)4CH3 
7 Heptana C7H16 CH3(CH2)5CH3 
8 Oktana C8H18 CH3(CH2)6CH3 
9 Nonana C9H20 CH3(CH2)7CH3 
10 Dekana C10H22 CH3(CH2)8CH3 
Tata Nama Alkana 
 Nama induk alkana diambil dari rantai terpanjang 
 Jika ada dua atau lebih rantai yang panjangnya sama, maka diambil yang mempunyai cabang 
terbanyak. 
 Rantai karbon dihitung dari cabang terdekat. 
 Jika ada dua macam cabang yang dekatnya sama, maka dihitung dari cabang terdekat 
berikutnya. 
 Jika ada cabang yang sama, maka ada awalan sesuai dengan jumlah cabang yang sama, yaitu di -, 
tri- tetra- berturut-turut untuk dua, tiga, dan empat cabang yang sama. 
Alkana Bercabang 
 Cabang (substituen) yang mempunyai cabang, dinomori dari karbon substituen yang melekat 
pada rantai induk. 
 Penomoran substituen dimulai dari karbon yang melekat pada rantai induk. 
 Keseluruhan nama dari cabang substituen ditulis dalam kurung, dengan didahului nomor yang 
mencerminkan induk yang mana karbon itu bergabung. 
 Substituen ditulis urut abjad. Untuk mengurutkan sesuai abjad, abaikan awalan (di -, tri, tetra-) 
tetapi jangan abaikan posisi seperti iso- dan tert-
Alkana Siklis 
 Rantai induk ditentukan dari karbon yang membentuk cincin terbesar (misal, sikloalkana adalah 
sikloheksana) 
 Ketika dua cincin bergabung, cincin yang lebih besar adalah yang menjadi rantai induk, 
sedangkan yang kecil menjadi cabang sikloalkil. 
Penggunaan Alkana 
Senyawa alkana dekat dengan kehidupan manusia. Penerapan senyawa alkana dalam kehidupan sehari - 
hari adalah sebagai berikut: 
 Metana untuk bahan bakar roket 
 Butana untuk pengisi korek api 
 Pentana banyak digunakan untuk kebutuhan industri 
 Heksana dapat digunakan untuk mengisolasi senyawa alam yang sifatnya non polar 
 Pentana (bensin) digunakan untuk kendaraan bermotor. 
 Iso-oktana adalah bensin dengan kualitas tinggi (biasa disebut pertamax) 
 Sebagai bahan pembuatan polimer 
 Sebagai intermediet dalam sintesis senyawa organik 
Bilangan Oktan 
Pada bahan bakar bensin, biasanya dikenal dengan bilangan oktan. Bilangan oktan adalah menyatakan 
persentase kandungan senyawa iso-oktana di dalam bahan bakar bensin. Misalnya, suatu pertamax 
mempunyai bilangan oktan 95. Hal itu berarti pertamax tersebut terdiri atas 95% iso-oktana dan sisanya 
(5%) pentana. 
Semakin tinggi bilanagan oktan, maka semakin bagus. Bahan bakar bensin dengan bilangan oktan 
rendah akan menghasilkan jelaga (arang) yang banyak.

1 alkana

  • 1.
    ALKANA Reaksi terhadapalkana Alkana sangat tidak reaktif terhadap sebagian besar pereaksi. Alkana merupakan senyawa nonpolar dan hanya memiliki ikatan-ikatan sigma yang kuat. Alkana dapat bereaksi dengan oksigen dan halogen pada kondisi tertentu. Inilah beberapa reaksi yang bisa dilakukan terhadap senyawa golongan alkana. Oksidasi Alkana bila bereaksi dengan oksigen dalam jumlah yang memadai (teroksidasi sempurna) membentuk CO2 dan H2O disertai pembebasan panas. Contoh: CH4 + 2 O2 → CO2 + 2H2O + panas. Halogenasi Alkana bereaksi dengan halogen di bawah pengaruh panas atau sinar ultraviolet. Contoh: CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl Pada contoh reaksidi atas terjadipenggantian satu atom H pada metana oleh atom halogen. Reaksi ini termasuk reaksi substitusi dan karena substitusinya halogen, maka disebut dengan halogenasi. Melalui eksperimen, Markovnikov pada tahun 1875 memperoleh bukti bahwa dalam reaksi substitusi terdapat perbedaan laju reaksi substitusi di antara atom-atom H dalam alkana, yaitu H3˚ > H2˚ > H1˚. Pada halogenasi (kecuali fluor), ternyata bahwa kereaktifannya dalam reaksi substitusi adalah klor > brom > iod. Nitrasi Reaksi alkana dengan HNO3 pada suhu 150-475˚ C mengakibatkan terjadinya substitusi atom H pada alkana oleh gugus -NO2 (gugus nitro). Reaksi substitusi semacam ini dinamakan reaksi nitrasi,dan secara umum dituliskan dengan persamaan reaksi: R-H + HO-NO2 → R-NO2 + H2O Seperti halnya halogenasi, atom-atom H dalam alkana berbeda laju reaksinya dalam nitrasi sehingga hasil nitrasi cenderung membentuk campuran. Contoh: CH3CH2CH3 + HNO3 → CH3CH2CH2NO2 + CH3CH(NO2)CH3 Sulfonasi Reaksi alkana dengan asam sulfat pekat berasap (oleum) menghasilkan asam alkana sulfonat dan dituliskan dengan persamaan reaksi umum:
  • 2.
    R-H + HO-SO3H→ RSO3H + H2O Dalam reaksi di atas terjadi substitusi satu atom H pada alkana oleh gugus -SO3H dan subsritusi ini dinamakan sulfonasi. Dalam reaksi sulfonasi terbukti bahwa laju substitusi H3˚ > H2˚ > H1˚ Sifat fisik alkana Alkana merupakan suatu senyawa organik. Alkana merupakan suatu hidrokarbon yang bersifat jenuh, dikarenakan tidak mempunyai ikatan rangkap. Alkana hanya terdiri dari atom karbon dan hidrogen dengan rumus empiris CnH2n+2. Di sini akan dibahas sifat-sifat fisik dari senyawa alkana pada umumnya. Wujud Alkana Secara umum, wujud alkana bisa dijelaskan sebagai berikut: 1. Semua alkana tidak berwarna dan memiliki bau yang khas. 2. Alkana rantai pendek (C1 sampai C4) berupa gas, rantai sedang (C3 sampai C17) berupa cairan dan jika lebih panjang berbentuk padatan. 3. Titik didih alkana meningkat seiring kenaikan berat molekul. Hal ini dikarenakan meningkatnya gaya van der Waals sebanding dengan kenaikan berat molekul. 4. Cabang alkana menyebabkan penurunan luas permukaan yang mengakibatkan penurunan gaya van der Waals. Itulah sebabnya titik didih pentana > isopentana > neopentana 5. Titik leleh alkana tidak menunjukkan keteraturan. Alkana dengan jumlah atom karbon genap memiliki titik leleh lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai jumlah atom karbon ganjil. 6. Kecenderungan abnormal pada titik leleh mungkin karena alkana dengan atom karbon ganjil memiliki atom karbon di sisi berlawanan. Jadi alkana dengan atom karbon genap dapat dikemas erat dalam kisi kristal membuat gaya tarik antarmolekul menjadi lebih besar. Massa Jenis Alkana Massa jenis alkana meningkat seiring kenaikan berat molekul dan berakhir maksimal pada 0,76 g/mL. Dengan kata lain massa jenis alkana yang paling besar adalah 0,76 g/mL. Jadi semua alkana lebih ringan dari air. Kelarutan Alkana Alkana bersifat non polar sehingga tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut non polar misalnya C6H6 (benzena), CCl4 (karbon tetraklorida) dll. Isomer struktur alkana Pengertian Isomer Struktur Senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya berbeda (dalam hal terikatnya atom-atom dalam molekul) disebut isomer-isomer struktur.
  • 3.
    Contoh Isomer Struktur Misalnya alkana dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua buah isomer struktur, yang masing-masing diberi nama butana dan 2-metilpropana (isobutana). Butana dan 2-metilpropana adalah dua senyawa yang berbeda strukturnya dan mempunyai sifat-sifat fisika dan kimia yang berbeda pula. Rumus struktur butana (kiri) dan 2-metilpropana (kanan) Kemampuan atom-atom karbon membentuk ikatan yang kuat dan stabil dengan atom-atom karbon lain menghasilkan isomer-isomer struktur dengan jumlah yang sangat banyak. Alkana dengan rumus molekul C5H12 mempunyai 3 isomer struktur, alkana dengan rumus molekul C10H22 dan C25H52 berturut-turut mempunyai 75 dan hampir 37 juta isomer struktur. Golongan alkana Pengertian Alkana Senyawa organik yang paling sederhana adalah hidrokarbon. Hidrokarbon hanya terdiri dari dua unsur, yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Hidrokarbon jenuh atau yang disebut dengan alkana adalah hidrokarbon yang keseluruhan ikatannya adalah ikatan tunggal. Masing-masing karbon membentuk empat ikatan dan masing-masing hidrogen membentuk satu ikatan dengan karbon. Ikatan pada masing-masing hidrokarbon adalah tetrahedral, dengan sudut ikatan 109,5°. Hasilnya, alkana rantai panjang akan membentuk pola zig zag. Alkana Rantai Lurus Rumus umum alkana adalah CnH2n+2 dimana n adalah jumlah atom karbon pada molekul alkana. Ada dua buah cara untuk menulis rumus struktur. Sebagai contoh, buatana dapat dituliskan sebagai CH3CH2CH2CH3 atau CH3(CH2)2CH3. Jumlah Karbon Nama Rumus Molekul Rumus Struktur 1 Metana CH4 CH4 2 Etana C2H6 CH3CH3
  • 4.
    3 Propana C3H8CH3CH2CH3 4 Butana C4H10 CH3CH2CH2CH3 5 Pentana C5H12 CH3CH2CH2CH2CH3 6 Heksana C6H14 CH3(CH2)4CH3 7 Heptana C7H16 CH3(CH2)5CH3 8 Oktana C8H18 CH3(CH2)6CH3 9 Nonana C9H20 CH3(CH2)7CH3 10 Dekana C10H22 CH3(CH2)8CH3 Tata Nama Alkana  Nama induk alkana diambil dari rantai terpanjang  Jika ada dua atau lebih rantai yang panjangnya sama, maka diambil yang mempunyai cabang terbanyak.  Rantai karbon dihitung dari cabang terdekat.  Jika ada dua macam cabang yang dekatnya sama, maka dihitung dari cabang terdekat berikutnya.  Jika ada cabang yang sama, maka ada awalan sesuai dengan jumlah cabang yang sama, yaitu di -, tri- tetra- berturut-turut untuk dua, tiga, dan empat cabang yang sama. Alkana Bercabang  Cabang (substituen) yang mempunyai cabang, dinomori dari karbon substituen yang melekat pada rantai induk.  Penomoran substituen dimulai dari karbon yang melekat pada rantai induk.  Keseluruhan nama dari cabang substituen ditulis dalam kurung, dengan didahului nomor yang mencerminkan induk yang mana karbon itu bergabung.  Substituen ditulis urut abjad. Untuk mengurutkan sesuai abjad, abaikan awalan (di -, tri, tetra-) tetapi jangan abaikan posisi seperti iso- dan tert-
  • 5.
    Alkana Siklis Rantai induk ditentukan dari karbon yang membentuk cincin terbesar (misal, sikloalkana adalah sikloheksana)  Ketika dua cincin bergabung, cincin yang lebih besar adalah yang menjadi rantai induk, sedangkan yang kecil menjadi cabang sikloalkil. Penggunaan Alkana Senyawa alkana dekat dengan kehidupan manusia. Penerapan senyawa alkana dalam kehidupan sehari - hari adalah sebagai berikut:  Metana untuk bahan bakar roket  Butana untuk pengisi korek api  Pentana banyak digunakan untuk kebutuhan industri  Heksana dapat digunakan untuk mengisolasi senyawa alam yang sifatnya non polar  Pentana (bensin) digunakan untuk kendaraan bermotor.  Iso-oktana adalah bensin dengan kualitas tinggi (biasa disebut pertamax)  Sebagai bahan pembuatan polimer  Sebagai intermediet dalam sintesis senyawa organik Bilangan Oktan Pada bahan bakar bensin, biasanya dikenal dengan bilangan oktan. Bilangan oktan adalah menyatakan persentase kandungan senyawa iso-oktana di dalam bahan bakar bensin. Misalnya, suatu pertamax mempunyai bilangan oktan 95. Hal itu berarti pertamax tersebut terdiri atas 95% iso-oktana dan sisanya (5%) pentana. Semakin tinggi bilanagan oktan, maka semakin bagus. Bahan bakar bensin dengan bilangan oktan rendah akan menghasilkan jelaga (arang) yang banyak.