Daftar Distribusi Frekuensi
dan Aplikasi pada Data
Penelitian
Anggota Kelompok :
1) Khafifa (06081281520074)
2) Amy Arimbi (06081381520036)
3) Kori Auga Islamirta (06081381520048)
Definisi
Data yang telah diperoleh dari
suatu penelitian yang masih berupa data
acak yang dapat dibuat menjadi data yang
berkelompok, yaitu data yang telah disusun
ke dalam kelas-kelas tertentu. Daftar yang
memuat data berkelompok disebut
distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.
Distribusi frekuensi adalah susunan data
menurut kelas interval tertentu atau
menurut kategori tertentu dalam sebuah
daftar (Hasan, 2001).
Tujuan distribusi frekuensi ini, yaitu :
Memudahkan dalam penyajian data,
mudah dipahami, dan dibaca sebagai
bahan informasi.
Memudahkan dalam
menganalisa/menghitung data, membuat
tabel, grafik.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
Dapat mengetahui gambaran secara menyeluruh.
Kekurangan
Rincian atau informasi awal menjadi hilang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam pembuatan distribusi
frekuensi :
1. Untuk dapat menyusun suatu tabel distribusi frekuensi harus
tersedia data. Data yang baru saja dikumpulkan dari
lapangan disebut data kasar.
2. Data yang telah disusun ke dalam urutan dari nilai terbesar
hingga data terkecil atau sebaliknya disebut array data.
3. Beda atau selisih antara angka terbesar dengan angka
terkecil disebut dengan jarak atau range.
4. Jika array data itu dibagi atas kelompok-kelompok tertentu
maka kelompok-kelompok itu disebut dengan kelas.
5. Bilangan-bilangan yang menyatakan banyaknya data yang
terdapat dalam setiap kelas disebut frekuensi.
6. Jarak antara kelas yang satu dengan kelas yang lain
disebut interval kelas.
Istilah-istilah dalam daftar
distribusi frekuensi
Kelas-kelas (class) adalah kelompok nilai
data atau variable dari suatu data acak.
Batas kelas (class limits) adalah nilai-nilai
yang membatasi kelas yang satu dengan
kelas yang lain. Batas kelas merupakan
batas semu dari setiap kelas, karena di
antara kelas yang satu dengan kelas yang
lain masih terdapat lubang tempat angka-
angka tertentu. Terdapat dua batas kelas
untuk data-data yang telah diurutkan,
yaitu: batas kelas bawah (lower class
limits) dan batas kelas atas (upper class
limits).
Tepi kelas disebut juga batas nyata kelas,
yaitu batas kelas yang tidak memiliki
lubang untuk angka tertentu antara kelas
yang satu dengan kelas yang lain.
Terdapat dua tepi kelas yang berbeda
dalam pengertiannya dari data, yaitu:
tepi bawah kelas dan tepi atas kelas.
Titik tengah kelas atau tanda kelas adalah
angka atau nilai data yang tepat terletak di
tengah suatu kelas. Titik tengah kelas
merupakan nilai yang mewakili kelasnya
dalam data. Titik tengah kelas = ½ (batas
atas + batas bawah) kelas.
Interval kelas adalah selang yang
memisahkan kelas yang satu dengan kelas
yang lain.
Panjang interval kelas atau luas kelas
adalah jarak antara tepi atas kelas dan tepi
bawah kelas.
Frekuensi kelas adalah banyaknya data
yang termasuk ke dalam kelas tertentu dari
data acak.
Penyusunan Daftar
Distribusi Frekuensi
Menentukan jangkauan (range) dari data.
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
Menentukan banyaknya kelas (k). Banyaknya kelas ditentukan dengan
rumus sturgess
K = 1 + 3.3 log n
Keterangan : k = banyaknya kelas, n = banyaknya data
Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jumlah Kelas (k)/ Jangkauan (R)
Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama
biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran
jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya
harus kurang dari panjang interval kelasnya.
Menuliskan frekuensi kelas didalam kolom turus atau tally (sistem turus)
sesuai banyaknya data.
Beberapa Catatan Mengenai
Daftar Distribusi Frekuensi
Kadang-kadang suatu distribusi memiliki panjang
interval kelas yang tidak sama, bergantung pada
tujuannya.
Kadang-kadang suatu distribusi memiliki batas
kelas yang berulang, suatu nilai (batas kelas)
dipakai sebagai dua batas kelas.
Kadang-kadang suatu distribusi memiliki kelas
terbuka, artinya batas atas kelas pada kelas
terakhir dan batas bawah kelas pada kelas
pertama tidak ada.
Macam-macam Daftar Distribusi
Frekuensi
Daftar Distribusi
Frekuensi
Distribusi frekuensi
numerikal
Distribusi Frekuensi
Relatif
Distribusi Frekuensi
Komulatif
Distribusi frekuensi
“kurang dari”
Distribusi frekuensi
“atau lebih”
Distribusi Frekuensi
Terbuka
Distribusi Frekuensi
Terbuka diatas
Distribusi Frekuensi
Terbuka dibawah
Distribusi Frekuensi
Terbuka keduanya
Distribusi Frekuensi
Tertutup
Distribusi frekuensi
kategoris
Distribusi Frekuensi Numerikal
Distribusi
frekuensi numerikal
yaitu distribusi
frekuensi yang
pembagian kelas-
kelasnya berupa
angka-angka atau
secara kuantitatif.
Distribusi Frekuensi Relatif
Distribusi frekuensi
relatif yaitu distribusi
frekuensi yang angka-
angka frekuensinya tidak
dinyatakan dalam angka-
angka absolut tetapi
angka-angka relatif atau
persentase.
Distribusi Frekuensi Komulatif
Distribusi Frekuensi “Kurang
Dari”
Distribusi frekuensi
“kurang dari” yaitu
distribusi frekuensi
yang memasukkan
frekuensi kelas-kelas
sebelumnya.
Distribusi Frekuensi “Atau
Lebih ”
Distribusi frekuensi
“atau lebih” yaitu
distribusi frekuensi
yang memasukkan
frekuensi kelas-kelas
sesudahnya.
Distribusi Frekuensi Komulatif
Distribusi Frekuensi “Kurang
Dari”
Distribusi Frekuensi “Atau
Lebih”
Distribusi Frekuensi Terbuka
Istilah dari daftar distribusi frekuensi yang
bersifat terbuka, secara umum sering dijumpai,
daftar ini biasa digunakan untuk menyatakan
suatu kondisi yang dianggap tidak perlu
menyatakan batas terendah dan atau batas
tertingginya, sehingga hal tersebut secara umum
dikatakan bahwa interval kelasnya bersifat
terbuka ataudapat dikatakan bahwa batas
terbesar dan terkecilnya sudah jelas.
Distribusi Frekuensi Terbuka
Distribusi Frekuensi Terbuka
diatas
Yang dimaksud dengan
daftar distribusi frekuensi
terbuka di atas, yaitu daftar
distribusi frekuensi dimana
nilai ujung bawah interval
kelas pertamanya tidak
disebutkan berapa besar
nilai (hanya dinyatakan
dengan penyataan kurang
daripada interval kelas
pertamanya)
Distribusi Frekuensi Terbuka
Distribusi Frekuensi Terbuka
dibawah
Yang dimaksud dengan
daftar distribusi frekuensi
terbuka di bawah, yaitu
daftar distribusi frekuensi
dengan tidak mencantumkan
berapa nilai dari ujung atas
interval kelas terakhirnya
(hanya dinyatakan dengan
pernyataan atau
lebih pada interval kelas
terakhir)
Distribusi Frekuensi Terbuka
Distribusi Frekuensi Terbuka
keduanya
Merupakan daftar
distribusi frekuensi yang tidak
mencantumkan berapa nilai
dari ujung-ujung bawah kelas
interval pertamanya dan
berapa nilai dari ujung atas
kelas interval terakhirnya
(hanya dinyatakan dengan
pernyataanatau
lebih pada interval kelas
terakhir)
Distribusi Frekuensi Tertutup
Distribusi Frekuensi Tertutup, yakni batas
terbesar dan terkecilnya belum jelas.
Distribusi Frekuensi Kategoris
Distribusi
frekuensi kategoris
yaitu distribusi yang
pembagian kelasnya
berdasarkan kategori-
kategori atau secara
kualitatif.
Grafik Distribusi Frekuensi
Histogram
Histogram adalah model penyajian
data dalam bentuk diagram batang,
diagram ini dibentuk berdasarkan data yang
terdapat pada daftar distribusi frekuensi,
dengan ketentuan garis horizontal
(mendatar) digunakan untuk tempat
kedudukan batas bawah dan batas atas dari
interval-interval kelas pada daftar
dimaksud, sedangkan garis vertikal
digunakan tempat kedudukan dari
frekuensinya. Karena garis horizontal pada
diagram ini merupakan tempat kedudukan
dari batas bawah dan batas atas interval
kelasnya, maka diagram batang tersebut
akan saling berimpit antara batang yang
satu dengan batang lainnya.
Grafik Distribusi Frekuensi
Poligon Frekuensi
Poligon Frekuensi yaitu penggambaran
distribusi frekuensi dalam bentuk garis yang
menghubungkan titik-titik tengah kelasnya
sebagai skala kelas.Jenis lain dari poligon
frekuensi adalah kurva frekuensi, yaitu
penggambaran distribusi frekuensi dalam
bentuk garis,dimana luas daerah di bawah
kurva kurang lebih sama dengan luas
histogram frekuensinya. Kurva frekuensi
dapat digambarkan dengan memanfaatkan
histogram frekuensi dengan menggunakan
angka-angka tepi kelas sebagai skala kelas,
dengan menghubungkan titik-titik tengah
masing-masing balok.
Grafik Distribusi Frekuensi
Kurva Ogive
Kurva ogive merupakan
diagram garis yang menunjukkan
kombinasi antara interval kelas
dengan frekuensi kumulatif. Kurva
ogif menunjukkan frekuensi
kumulatif pada setiap tingkat atau
kategori. Sumbu horizontal pada
kurva ogif menunjukkan tepi interval
kelas dan sumbu vertical
menunjukkan frekuensi kumulatif.
Kurva ogif memudahkan kita untuk
melihat frekuensi kumulatif baik
dalam bentuk nilai absolute maupun
nilai relative pada tingkat atau
interval tertentu.
Daftar distribusi kumulatif ada dua
macam, yaitu sebagai berikut :
a. Daftar distribusi kumulatif kurang
dari (menggunakan tepi atas) = Ogive
Positif
b. Daftar distribusi kumulatif lebih dari
(menggunakan tepi bawah) = Ogive
Negatif
Model-Model Populasi
Model-
model
Populasi
Model
Normal
Model
Simetrik
Model
Positif
Model
Negatif
Model
Bentuk J
Model
Bentuk
U
Bimodal
Multimodal
UniForm
Model-model Populasi
Model Normal
Model normal, yang
sebenarnya akan lebih tepat
digambarkan
berdasarkan persamaan
matematiknya. Bentuk model
normal selalu simetrik dan
mempunyai sebuah puncak.
Kurva dengan sebuah puncak
disebut unimodal.
Model Simetrik
Model simetrik, di sini juga
unimodal. Perhatikan bahwa
model normal selalu simetrik
tetapi tidak sebaliknya.
Model-model Populasi
Model Positif
Model positif
menggambarkan bahwa
terdapat sedikit gejala
yang bernilai makin
besar.
Model Negatif
Model negatif terjadi
sebaliknya. Soal ujian
yang terlalu mudah
sehingga banyak peserta
yang mendapat nilai baik
menggambarkan model
negatif.
Model-model Populasi
Model Bentuk J
Model berbentuk J
ini terdapat dalam dunia
ekonomi, industri dan
fisika.
Model Bentuk U
Model bentuk U
menggambarkan mula-
mula terdapat gejala
bernilai kecil,
kemudian menurun
sementara gejala bernilai
besar dan akhirnya
menaik lagi untuk nilai
gejala yang makin besar.
Model-model Populasi
Bimodal
Mempunyai Ciri dua maksimal.
Multimodal
Cirinya mempunyai lebih dari dua maksimal.
UniForm
Terjadi bila nilai-nilai variabel dalam suatu
interval mempunyai frekuensi sama.
Model-Model Populasi
Model-Model Populasi

Distribusi frekuensi

  • 1.
    Daftar Distribusi Frekuensi danAplikasi pada Data Penelitian Anggota Kelompok : 1) Khafifa (06081281520074) 2) Amy Arimbi (06081381520036) 3) Kori Auga Islamirta (06081381520048)
  • 2.
    Definisi Data yang telahdiperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa data acak yang dapat dibuat menjadi data yang berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi atau tabel frekuensi. Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar (Hasan, 2001). Tujuan distribusi frekuensi ini, yaitu : Memudahkan dalam penyajian data, mudah dipahami, dan dibaca sebagai bahan informasi. Memudahkan dalam menganalisa/menghitung data, membuat tabel, grafik.
  • 3.
    Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan Dapatmengetahui gambaran secara menyeluruh. Kekurangan Rincian atau informasi awal menjadi hilang.
  • 4.
    Hal-hal yang perludiperhatikan dalam pembuatan distribusi frekuensi : 1. Untuk dapat menyusun suatu tabel distribusi frekuensi harus tersedia data. Data yang baru saja dikumpulkan dari lapangan disebut data kasar. 2. Data yang telah disusun ke dalam urutan dari nilai terbesar hingga data terkecil atau sebaliknya disebut array data. 3. Beda atau selisih antara angka terbesar dengan angka terkecil disebut dengan jarak atau range. 4. Jika array data itu dibagi atas kelompok-kelompok tertentu maka kelompok-kelompok itu disebut dengan kelas. 5. Bilangan-bilangan yang menyatakan banyaknya data yang terdapat dalam setiap kelas disebut frekuensi. 6. Jarak antara kelas yang satu dengan kelas yang lain disebut interval kelas.
  • 5.
    Istilah-istilah dalam daftar distribusifrekuensi Kelas-kelas (class) adalah kelompok nilai data atau variable dari suatu data acak. Batas kelas (class limits) adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain. Batas kelas merupakan batas semu dari setiap kelas, karena di antara kelas yang satu dengan kelas yang lain masih terdapat lubang tempat angka- angka tertentu. Terdapat dua batas kelas untuk data-data yang telah diurutkan, yaitu: batas kelas bawah (lower class limits) dan batas kelas atas (upper class limits). Tepi kelas disebut juga batas nyata kelas, yaitu batas kelas yang tidak memiliki lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Terdapat dua tepi kelas yang berbeda dalam pengertiannya dari data, yaitu: tepi bawah kelas dan tepi atas kelas. Titik tengah kelas atau tanda kelas adalah angka atau nilai data yang tepat terletak di tengah suatu kelas. Titik tengah kelas merupakan nilai yang mewakili kelasnya dalam data. Titik tengah kelas = ½ (batas atas + batas bawah) kelas. Interval kelas adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain. Panjang interval kelas atau luas kelas adalah jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas. Frekuensi kelas adalah banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu dari data acak.
  • 6.
    Penyusunan Daftar Distribusi Frekuensi Menentukanjangkauan (range) dari data. Jangkauan = data terbesar – data terkecil. Menentukan banyaknya kelas (k). Banyaknya kelas ditentukan dengan rumus sturgess K = 1 + 3.3 log n Keterangan : k = banyaknya kelas, n = banyaknya data Menentukan panjang interval kelas. Panjang interval kelas (i) = Jumlah Kelas (k)/ Jangkauan (R) Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya. Menuliskan frekuensi kelas didalam kolom turus atau tally (sistem turus) sesuai banyaknya data.
  • 7.
    Beberapa Catatan Mengenai DaftarDistribusi Frekuensi Kadang-kadang suatu distribusi memiliki panjang interval kelas yang tidak sama, bergantung pada tujuannya. Kadang-kadang suatu distribusi memiliki batas kelas yang berulang, suatu nilai (batas kelas) dipakai sebagai dua batas kelas. Kadang-kadang suatu distribusi memiliki kelas terbuka, artinya batas atas kelas pada kelas terakhir dan batas bawah kelas pada kelas pertama tidak ada.
  • 8.
    Macam-macam Daftar Distribusi Frekuensi DaftarDistribusi Frekuensi Distribusi frekuensi numerikal Distribusi Frekuensi Relatif Distribusi Frekuensi Komulatif Distribusi frekuensi “kurang dari” Distribusi frekuensi “atau lebih” Distribusi Frekuensi Terbuka Distribusi Frekuensi Terbuka diatas Distribusi Frekuensi Terbuka dibawah Distribusi Frekuensi Terbuka keduanya Distribusi Frekuensi Tertutup Distribusi frekuensi kategoris
  • 9.
    Distribusi Frekuensi Numerikal Distribusi frekuensinumerikal yaitu distribusi frekuensi yang pembagian kelas- kelasnya berupa angka-angka atau secara kuantitatif.
  • 10.
    Distribusi Frekuensi Relatif Distribusifrekuensi relatif yaitu distribusi frekuensi yang angka- angka frekuensinya tidak dinyatakan dalam angka- angka absolut tetapi angka-angka relatif atau persentase.
  • 11.
    Distribusi Frekuensi Komulatif DistribusiFrekuensi “Kurang Dari” Distribusi frekuensi “kurang dari” yaitu distribusi frekuensi yang memasukkan frekuensi kelas-kelas sebelumnya. Distribusi Frekuensi “Atau Lebih ” Distribusi frekuensi “atau lebih” yaitu distribusi frekuensi yang memasukkan frekuensi kelas-kelas sesudahnya.
  • 12.
    Distribusi Frekuensi Komulatif DistribusiFrekuensi “Kurang Dari” Distribusi Frekuensi “Atau Lebih”
  • 13.
    Distribusi Frekuensi Terbuka Istilahdari daftar distribusi frekuensi yang bersifat terbuka, secara umum sering dijumpai, daftar ini biasa digunakan untuk menyatakan suatu kondisi yang dianggap tidak perlu menyatakan batas terendah dan atau batas tertingginya, sehingga hal tersebut secara umum dikatakan bahwa interval kelasnya bersifat terbuka ataudapat dikatakan bahwa batas terbesar dan terkecilnya sudah jelas.
  • 14.
    Distribusi Frekuensi Terbuka DistribusiFrekuensi Terbuka diatas Yang dimaksud dengan daftar distribusi frekuensi terbuka di atas, yaitu daftar distribusi frekuensi dimana nilai ujung bawah interval kelas pertamanya tidak disebutkan berapa besar nilai (hanya dinyatakan dengan penyataan kurang daripada interval kelas pertamanya)
  • 15.
    Distribusi Frekuensi Terbuka DistribusiFrekuensi Terbuka dibawah Yang dimaksud dengan daftar distribusi frekuensi terbuka di bawah, yaitu daftar distribusi frekuensi dengan tidak mencantumkan berapa nilai dari ujung atas interval kelas terakhirnya (hanya dinyatakan dengan pernyataan atau lebih pada interval kelas terakhir)
  • 16.
    Distribusi Frekuensi Terbuka DistribusiFrekuensi Terbuka keduanya Merupakan daftar distribusi frekuensi yang tidak mencantumkan berapa nilai dari ujung-ujung bawah kelas interval pertamanya dan berapa nilai dari ujung atas kelas interval terakhirnya (hanya dinyatakan dengan pernyataanatau lebih pada interval kelas terakhir)
  • 17.
    Distribusi Frekuensi Tertutup DistribusiFrekuensi Tertutup, yakni batas terbesar dan terkecilnya belum jelas.
  • 18.
    Distribusi Frekuensi Kategoris Distribusi frekuensikategoris yaitu distribusi yang pembagian kelasnya berdasarkan kategori- kategori atau secara kualitatif.
  • 19.
    Grafik Distribusi Frekuensi Histogram Histogramadalah model penyajian data dalam bentuk diagram batang, diagram ini dibentuk berdasarkan data yang terdapat pada daftar distribusi frekuensi, dengan ketentuan garis horizontal (mendatar) digunakan untuk tempat kedudukan batas bawah dan batas atas dari interval-interval kelas pada daftar dimaksud, sedangkan garis vertikal digunakan tempat kedudukan dari frekuensinya. Karena garis horizontal pada diagram ini merupakan tempat kedudukan dari batas bawah dan batas atas interval kelasnya, maka diagram batang tersebut akan saling berimpit antara batang yang satu dengan batang lainnya.
  • 20.
    Grafik Distribusi Frekuensi PoligonFrekuensi Poligon Frekuensi yaitu penggambaran distribusi frekuensi dalam bentuk garis yang menghubungkan titik-titik tengah kelasnya sebagai skala kelas.Jenis lain dari poligon frekuensi adalah kurva frekuensi, yaitu penggambaran distribusi frekuensi dalam bentuk garis,dimana luas daerah di bawah kurva kurang lebih sama dengan luas histogram frekuensinya. Kurva frekuensi dapat digambarkan dengan memanfaatkan histogram frekuensi dengan menggunakan angka-angka tepi kelas sebagai skala kelas, dengan menghubungkan titik-titik tengah masing-masing balok.
  • 21.
    Grafik Distribusi Frekuensi KurvaOgive Kurva ogive merupakan diagram garis yang menunjukkan kombinasi antara interval kelas dengan frekuensi kumulatif. Kurva ogif menunjukkan frekuensi kumulatif pada setiap tingkat atau kategori. Sumbu horizontal pada kurva ogif menunjukkan tepi interval kelas dan sumbu vertical menunjukkan frekuensi kumulatif. Kurva ogif memudahkan kita untuk melihat frekuensi kumulatif baik dalam bentuk nilai absolute maupun nilai relative pada tingkat atau interval tertentu. Daftar distribusi kumulatif ada dua macam, yaitu sebagai berikut : a. Daftar distribusi kumulatif kurang dari (menggunakan tepi atas) = Ogive Positif b. Daftar distribusi kumulatif lebih dari (menggunakan tepi bawah) = Ogive Negatif
  • 22.
  • 23.
    Model-model Populasi Model Normal Modelnormal, yang sebenarnya akan lebih tepat digambarkan berdasarkan persamaan matematiknya. Bentuk model normal selalu simetrik dan mempunyai sebuah puncak. Kurva dengan sebuah puncak disebut unimodal. Model Simetrik Model simetrik, di sini juga unimodal. Perhatikan bahwa model normal selalu simetrik tetapi tidak sebaliknya.
  • 24.
    Model-model Populasi Model Positif Modelpositif menggambarkan bahwa terdapat sedikit gejala yang bernilai makin besar. Model Negatif Model negatif terjadi sebaliknya. Soal ujian yang terlalu mudah sehingga banyak peserta yang mendapat nilai baik menggambarkan model negatif.
  • 25.
    Model-model Populasi Model BentukJ Model berbentuk J ini terdapat dalam dunia ekonomi, industri dan fisika. Model Bentuk U Model bentuk U menggambarkan mula- mula terdapat gejala bernilai kecil, kemudian menurun sementara gejala bernilai besar dan akhirnya menaik lagi untuk nilai gejala yang makin besar.
  • 26.
    Model-model Populasi Bimodal Mempunyai Ciridua maksimal. Multimodal Cirinya mempunyai lebih dari dua maksimal. UniForm Terjadi bila nilai-nilai variabel dalam suatu interval mempunyai frekuensi sama.
  • 27.
  • 28.