Penyajian Data
Dan aplikasi
pada data penelitian
Anggota Kelompok :
1) Khafifa (06081281520074)
2) Amy Arimbi (06081381520036)
3) Kori Auga Islamirta (06081381520048)
Data yang telah dikumpulkan, baik yang berasal dari
populasi atau sampel, untuk keperluan pembuatan pelaporan atau
untuk analisis, perlu diatur, disusun dan disajikan dalam bentuk
yang mudah dipahami.
Tujuan penyajian data :
1) Memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa
yang merupakan hasil penelitian atau observasi,
2) Data lebih cepat ditangkap dan dimengerti,
3) Memudahkan dalam membuat analisis data, dan
4) Membuat proses pengambilan keputusan dan kesimpulan lebih
tepat, cepat, dan akurat.
Fungsi penyajian data :
1) Menunjukkan perkembangan suatu keadaan
2) Mengadakan perbandingan pada suatu waktu
Penyajian Data
Penyajian Data
Penyajian Data
Tabel atau Daftar
Daftar Baris Kolom
Daftar Kontingensi
Daftar Distribusi
Frekuensi
Grafik atau
Diagram
Diagram Batang
Diagram
Histogram
Diagram Garis Diagram Polygon
Diagram Ogif
Diagram Lambang
atau Simbol
Diagram Lingkaran
atau Pastel
Diagram Peta atau
Kartogram
Diagram Titik atau
Pencar
Tabel
Kumpulan
angka-angka yang
disusun menurut
kategori-kategori.
Misalnya berat badan
menurut jenis kelamin,
jumlah pegawai
menurut pendidikan,
jumlah penjualan
menurut jenis barang
dan daerah penjualan,
dll.
Grafik
Gambar-gambar
yang menunjukkan
secara visual data
berupa angka atau
simbol-simbol yang
biasanya dibuat
berdasarkan data dari
tabel yang telah dibuat.
Tabel
Tabel
Tabel satu arah (one
way table)
Tabel yang memuat
keterangan mengenai
satu hal atau satu
karakteristik saja.
Tabel dua arah (two
way table)
Tabel yang
menunjukkan
hubungan dua hal
atau dua karakteristik
yang berbeda.
Tabel tiga arah (three
way table)
Tabel yang
menunjukkan
hubungan tiga hal
atau tiga karakteristik
yang berbeda.
Tabel dua arah
Tabel satu arah
Tabel tiga arah
Contoh Daftar Statistik
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika pembuatan
sebuah tabel atau daftar :
 Nama-nama sebaiknya disusun menurut abjad
 Waktu disusun secara berurut atau secara kronologis
 Kategori dicatat menurut kebiasaan
Daftar Baris Kolom
Dipakai untuk menyajikan data yang
sederhana, yang biasanya terdiri dari satu
variabel saja.
Daftar Kontingensi
Untuk data yang terdiri dari dua variabel
(faktor), dapat dibuat daftar kontingensi. Bila faktor
pertama terdiri dari a kategori dan faktor kedua
terdiri dari b kategori, maka daftarnya disebut
daftar kontingensi a×b, dengan a menyatakan
banyak baris dan b menyatakan banyak kolom.
Daftar distribusi frekuensi
Jika data kuantitatif dikelompokkan menjadi
beberapa kategori, maka akan diperoleh daftar
distribusi frekuensi.
Daftar
distribusi
frekuensi
Daftar
frekuensi
data
tunggal
Daftar
frekuensi
data
kelompok
Daftar distribusi frekuensi
Beberapa istilah yang
penting dalam membuat
daftar distribusi
frekuensi data
berkelompok antara lain
sebagai berikut :
a) Kelas interval.
b) Batas kelas.
c) Tepi kelas.
d) Panjang kelas.
e) Titik tengah kelas.
Beberapa hal yang perlu
dilakukan dalam membuat
daftar frekuensi, yaitu :
 Menentukan jangkauan
data
 Menentukan banyak
kelas interval
 Menentukan panjang
kelas
Daftar distribusi frekuensi
Daftar Distribusi frekuensi
kumulatif dapat di susun dari daftar
distribusi frekuensi berkelompok.
Terdapat dua jenis frekuensi
kumulatif, yaitu kumulatif kurang dari
tepi atas (fk ≤ ta) dan frekuensi
kumulatif lebih dari tepi bawah
(fk ≥ tb). Frekuensi kumulatif
kurang dari untuk suatu kelas
adalah jumlah frekuensi semua
kelas sebelum kelas tersebut
dengan frekuensi kelas itu.
Sedangkan frekuensi kumulatif lebih
dari suatu kelas adalah jumlah
frekuensi semua kelas sesudah
kelas tersebut dengan frekuensi
kelas itu.
Diagram Batang
Data yang variabelnya berbentuk kategori
atau atribut sangat tepat disajikan dalam diagram
batang. Untuk membuat diagram batang diperlukan
sumbu datar untuk menyatakan atribut atau waktu
dan sumbu tegak untuk menyatakan kuantum atau
nilai data.
Diagram
Batangan
Tunggal
Diagram
Batangan
Berganda
grafik yang terdiri
dari satu batangan
untuk
menggambarkan
perkembangan
(trend) dari suatu
karakteristik
grafik yang terdiri
dari beberapa
batangan untuk
menggambarkan
beberapa
hal/kejadian
sekaligus
Diagram Batang
Diagram Batang
Diagram Batang Daun
Diagram batang daun (steam and leaf diagram) menyajikan
penyebaran dari suatu data sehingga secara keseluruhan data individu-
individu dapat terlihat apakah ada kecenderungan data tersebut menyebar
atau memusat pada suatu nilai tertentu, atau nilai manakah yang paling
sering muncul dan yang jarang muncul. Data kuantitatif (berbentuk angka)
akan disajikan dengan menggunakan diagram batang daun serta ditata
menjadi dua bagian. Angka pertama ditempatkan pada bagian diagram yang
disebut batang, dan angka kedua dan seterusnya (kalau ada) ditempatkan
pada bagian yang disebut daun.
Diagram Histogram
Grafik yang menyajikan data dari tabel distribusi frekuensi.
Sumbu horizontal pada histogram menyatakan suatu kelas dan sumbu
vertikal menyatakan frekuensi.
Jika data yang disajikan adalah data dari
tabel distribusi frekuensi tunggal maka
sumbu horizontal menyatakan
pengamatan-pengamatan atau nilai-nilai
pada data, sedangkan sumbu vertikal
menyatakan frekuensi dari pengamatan atau nilai pada data tersebut.
Jika data yang disajikan adalah data dari tabel distribusi frekuensi berkelompok
maka sumbu horizontal menyatakan kelas-kelas, sedangkan sumbu vertikal
menyatakan frekuensi dari kelas-kelas tersebut.
Antara dua bantang yang berdampingan tidak terdapat jarak lebar batang
merupakan lebar interval di mulai dari tepi bawah sampai tepi atas interval.
• Tepi Bawah = Batas Bawah – 0.5
• Tepi Atas = Batas Atas + 0.5
Diagram Garis
Untuk menggambarkan keadaan yang serba terus
atau berkesinambungan, dimana sama seperti diagram
batang yang mempunyai sumbu datar menyatakan
waktu dan sumbu tegak melukiskan kuantum data pada
tiap waktu.
Diagram Garis
Tunggal Diagram Garis
Berganda
grafik yang terdiri
dari satu garis
untuk
menggambarkan
perkembangan
(trend) dari suatu
karakteristik
grafik yang terdiri
dari beberapa
garis untuk
menggambarkan
beberapa
hal/kejadian
sekaligus
Diagram Garis
Diagram Polygon
Apabila pada
titik-titik tengah dari
histogram
dihubungkan dengan
garis dan batang-
batangnya dihapus,
maka akan diperoleh
poligon frekuensi.
Diagram Ogif
Grafik yang digambarkan berdasarkan data yang
sudah disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
kumulatif. Untuk data yang disusun dalam bentuk tabel
distribusi frekuensi kumulatif kurang dari, grafiknya
berupa ogive positif, sedangkan untuk data yang disusun
dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari,
grafiknya berupa ogive negatif.
Diagram Lingkaran atau Pastel
Diagram yang
menyajikan data dalam
bentuk lingkaran.
Lingkaran dibagi ke dalam
sektor-sektor. Banyaknya
sektor sama dengan
banyaknya data yang akan
ditampilkan. Besar
sudut sektor sebanding
dengan frekuensi nilai data
yang disajikan.
Diagram Lambang atau
Simbol atau Pictogram
Bentuk penyajian data statistika dalam bentuk gambar-
gambar disebut diagram simbol atau pictogram. Gambar yang
digunakan disesuaikan dengan objek yang dideskripsikan yang
digunakan untuk mewakili sejumlah objek.Sering dipakai untuk
mendapatkan gambaran kasar sesuatu hal dan sebagai alat
visual bagi orang awam. Kesulitan yang dihadapi pada diagram
simbol ialah ketika menggambarkan bagian simbol untuk satuan
yang tidak utuh.
Diagram Peta atau Kartogram
Dalam pembuatannya digunakan peta
geografis tempat data terjadi. Dengan
demikian diagram ini melukiskan keadaan
dihubungkan dengan tempat kejadiannya.
Diagram Titik atau Pencar
Untuk kumpulan
data yang terdiri atas
dua variabel, dengan
nilai kuantitatif,
diagramnya dapat
dibuat dalam sistem
sumbu koordinat dan
gambarnya akan
merupakan kumpulan
titik-titik yang terpencar.
Aplikasi pada Data Penelitian
Data yang akan disajikan sebaiknya sederhana dan jelas agar
mudah dibaca dan dipahami pembaca. Penyajian data berguna agar para
pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk
selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan.
Suatu “penyajian” sebagai sekumpulan informasi tersusun yang
memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan
tindakan. Penyajian-penyajian yang lebih baik merupakan suatu cara
yang utama bagi analisis kualitatif yang valid, yang meliputi berbagai
jenis matrik, grafik, jaringan, bagan, serta gambar. Semuanya dirancang
guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang
padu dan mudah diraih. Dengan demikian seorang pengamat dapat
melihat apa yang sedang terjadi, dan dapat menarik kesimpulan yang
benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran
yang dikisahkan oleh penyajian sebagai sesuatu yang mungkin berguna.
Thank You

Penyajian data

  • 1.
    Penyajian Data Dan aplikasi padadata penelitian Anggota Kelompok : 1) Khafifa (06081281520074) 2) Amy Arimbi (06081381520036) 3) Kori Auga Islamirta (06081381520048)
  • 2.
    Data yang telahdikumpulkan, baik yang berasal dari populasi atau sampel, untuk keperluan pembuatan pelaporan atau untuk analisis, perlu diatur, disusun dan disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami. Tujuan penyajian data : 1) Memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau observasi, 2) Data lebih cepat ditangkap dan dimengerti, 3) Memudahkan dalam membuat analisis data, dan 4) Membuat proses pengambilan keputusan dan kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat. Fungsi penyajian data : 1) Menunjukkan perkembangan suatu keadaan 2) Mengadakan perbandingan pada suatu waktu Penyajian Data
  • 3.
    Penyajian Data Penyajian Data Tabelatau Daftar Daftar Baris Kolom Daftar Kontingensi Daftar Distribusi Frekuensi Grafik atau Diagram Diagram Batang Diagram Histogram Diagram Garis Diagram Polygon Diagram Ogif Diagram Lambang atau Simbol Diagram Lingkaran atau Pastel Diagram Peta atau Kartogram Diagram Titik atau Pencar
  • 4.
    Tabel Kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori. Misalnyaberat badan menurut jenis kelamin, jumlah pegawai menurut pendidikan, jumlah penjualan menurut jenis barang dan daerah penjualan, dll. Grafik Gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka atau simbol-simbol yang biasanya dibuat berdasarkan data dari tabel yang telah dibuat.
  • 5.
    Tabel Tabel Tabel satu arah(one way table) Tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja. Tabel dua arah (two way table) Tabel yang menunjukkan hubungan dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. Tabel tiga arah (three way table) Tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda.
  • 6.
    Tabel dua arah Tabelsatu arah Tabel tiga arah
  • 7.
    Contoh Daftar Statistik Hal-halyang perlu diperhatikan ketika pembuatan sebuah tabel atau daftar :  Nama-nama sebaiknya disusun menurut abjad  Waktu disusun secara berurut atau secara kronologis  Kategori dicatat menurut kebiasaan
  • 8.
    Daftar Baris Kolom Dipakaiuntuk menyajikan data yang sederhana, yang biasanya terdiri dari satu variabel saja.
  • 9.
    Daftar Kontingensi Untuk datayang terdiri dari dua variabel (faktor), dapat dibuat daftar kontingensi. Bila faktor pertama terdiri dari a kategori dan faktor kedua terdiri dari b kategori, maka daftarnya disebut daftar kontingensi a×b, dengan a menyatakan banyak baris dan b menyatakan banyak kolom.
  • 10.
    Daftar distribusi frekuensi Jikadata kuantitatif dikelompokkan menjadi beberapa kategori, maka akan diperoleh daftar distribusi frekuensi. Daftar distribusi frekuensi Daftar frekuensi data tunggal Daftar frekuensi data kelompok
  • 11.
    Daftar distribusi frekuensi Beberapaistilah yang penting dalam membuat daftar distribusi frekuensi data berkelompok antara lain sebagai berikut : a) Kelas interval. b) Batas kelas. c) Tepi kelas. d) Panjang kelas. e) Titik tengah kelas. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam membuat daftar frekuensi, yaitu :  Menentukan jangkauan data  Menentukan banyak kelas interval  Menentukan panjang kelas
  • 12.
    Daftar distribusi frekuensi DaftarDistribusi frekuensi kumulatif dapat di susun dari daftar distribusi frekuensi berkelompok. Terdapat dua jenis frekuensi kumulatif, yaitu kumulatif kurang dari tepi atas (fk ≤ ta) dan frekuensi kumulatif lebih dari tepi bawah (fk ≥ tb). Frekuensi kumulatif kurang dari untuk suatu kelas adalah jumlah frekuensi semua kelas sebelum kelas tersebut dengan frekuensi kelas itu. Sedangkan frekuensi kumulatif lebih dari suatu kelas adalah jumlah frekuensi semua kelas sesudah kelas tersebut dengan frekuensi kelas itu.
  • 13.
    Diagram Batang Data yangvariabelnya berbentuk kategori atau atribut sangat tepat disajikan dalam diagram batang. Untuk membuat diagram batang diperlukan sumbu datar untuk menyatakan atribut atau waktu dan sumbu tegak untuk menyatakan kuantum atau nilai data. Diagram Batangan Tunggal Diagram Batangan Berganda grafik yang terdiri dari satu batangan untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik grafik yang terdiri dari beberapa batangan untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus
  • 14.
  • 15.
    Diagram Batang Diagram BatangDaun Diagram batang daun (steam and leaf diagram) menyajikan penyebaran dari suatu data sehingga secara keseluruhan data individu- individu dapat terlihat apakah ada kecenderungan data tersebut menyebar atau memusat pada suatu nilai tertentu, atau nilai manakah yang paling sering muncul dan yang jarang muncul. Data kuantitatif (berbentuk angka) akan disajikan dengan menggunakan diagram batang daun serta ditata menjadi dua bagian. Angka pertama ditempatkan pada bagian diagram yang disebut batang, dan angka kedua dan seterusnya (kalau ada) ditempatkan pada bagian yang disebut daun.
  • 16.
    Diagram Histogram Grafik yangmenyajikan data dari tabel distribusi frekuensi. Sumbu horizontal pada histogram menyatakan suatu kelas dan sumbu vertikal menyatakan frekuensi. Jika data yang disajikan adalah data dari tabel distribusi frekuensi tunggal maka sumbu horizontal menyatakan pengamatan-pengamatan atau nilai-nilai pada data, sedangkan sumbu vertikal menyatakan frekuensi dari pengamatan atau nilai pada data tersebut. Jika data yang disajikan adalah data dari tabel distribusi frekuensi berkelompok maka sumbu horizontal menyatakan kelas-kelas, sedangkan sumbu vertikal menyatakan frekuensi dari kelas-kelas tersebut. Antara dua bantang yang berdampingan tidak terdapat jarak lebar batang merupakan lebar interval di mulai dari tepi bawah sampai tepi atas interval. • Tepi Bawah = Batas Bawah – 0.5 • Tepi Atas = Batas Atas + 0.5
  • 17.
    Diagram Garis Untuk menggambarkankeadaan yang serba terus atau berkesinambungan, dimana sama seperti diagram batang yang mempunyai sumbu datar menyatakan waktu dan sumbu tegak melukiskan kuantum data pada tiap waktu. Diagram Garis Tunggal Diagram Garis Berganda grafik yang terdiri dari satu garis untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus
  • 18.
  • 19.
    Diagram Polygon Apabila pada titik-titiktengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batang- batangnya dihapus, maka akan diperoleh poligon frekuensi.
  • 20.
    Diagram Ogif Grafik yangdigambarkan berdasarkan data yang sudah disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif. Untuk data yang disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari, grafiknya berupa ogive positif, sedangkan untuk data yang disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari, grafiknya berupa ogive negatif.
  • 21.
    Diagram Lingkaran atauPastel Diagram yang menyajikan data dalam bentuk lingkaran. Lingkaran dibagi ke dalam sektor-sektor. Banyaknya sektor sama dengan banyaknya data yang akan ditampilkan. Besar sudut sektor sebanding dengan frekuensi nilai data yang disajikan.
  • 22.
    Diagram Lambang atau Simbolatau Pictogram Bentuk penyajian data statistika dalam bentuk gambar- gambar disebut diagram simbol atau pictogram. Gambar yang digunakan disesuaikan dengan objek yang dideskripsikan yang digunakan untuk mewakili sejumlah objek.Sering dipakai untuk mendapatkan gambaran kasar sesuatu hal dan sebagai alat visual bagi orang awam. Kesulitan yang dihadapi pada diagram simbol ialah ketika menggambarkan bagian simbol untuk satuan yang tidak utuh.
  • 23.
    Diagram Peta atauKartogram Dalam pembuatannya digunakan peta geografis tempat data terjadi. Dengan demikian diagram ini melukiskan keadaan dihubungkan dengan tempat kejadiannya.
  • 24.
    Diagram Titik atauPencar Untuk kumpulan data yang terdiri atas dua variabel, dengan nilai kuantitatif, diagramnya dapat dibuat dalam sistem sumbu koordinat dan gambarnya akan merupakan kumpulan titik-titik yang terpencar.
  • 25.
    Aplikasi pada DataPenelitian Data yang akan disajikan sebaiknya sederhana dan jelas agar mudah dibaca dan dipahami pembaca. Penyajian data berguna agar para pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan. Suatu “penyajian” sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian-penyajian yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid, yang meliputi berbagai jenis matrik, grafik, jaringan, bagan, serta gambar. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. Dengan demikian seorang pengamat dapat melihat apa yang sedang terjadi, dan dapat menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran yang dikisahkan oleh penyajian sebagai sesuatu yang mungkin berguna.
  • 26.