Teori budaya organisasi
Desy Maharani
Kurniadi
210110130033
MANKOM A
DR. Antar Venus, M.A Comm / Meria Octavianti
S.sos, M.Si
Manajemen Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Padjajaran
2013/2014
Clifford Geertz Clifford James Geertz adalah
antroplog sosial asal Amerika yang banyak
melakukan penelitian mengenai Indonesia
dan Maroko dalam bidang agama
khususmya islam,perkembangan
ekonomi, struktur politik tradisional, serta
kehidupan desa dan keluarga. Bisa
dikatakan nama beliau identik dengan
antropologi dan sosiologi.Beliau lahir di San
Fransisco 23 Agustus 1926 dan meninggal
di Philadelphia pada 30 Oktober 2006.
Michael Pacanowsky dan Nick O’Donnel Trujillo juga berperan dalam
teori ini. Mereka berdua mengonseptualisasikan Teori budaya
organisasi. Dan mereka merasa bahwa organisasi dapat paling baik
dipahamu dengan menggunakan lensa budaya, sebuah Ide yang
mulanya dikemukakan oleh Geertz
BUKU KARANGAN CLIFFORD GEERTZ
Latar belakang
Organisasi merupakan hal yang
tidak mungkin terlepas dari
kehidupan bermasyarakat. Dalam
organisasi tersebut tidak mungkin
juga terlepas dari ikatan budaya
yang ada dalam organisasi.
Budaya membedakan masyarakat
satu dengan yang lain dalam cara
berinteraksi dan bertindak
menyelesaikan suatu pekerjaan
Ikatan budaya yang tercipta
dalam organisasi tersebut dapat
tercipta dan dibentuk oleh orang –
orang yang bersangkutan.
Budaya mengikat anggota
kelompok masyarakat menjadi
satu kesatuan pandangan yang
menciptakan keseragaman
Budaya Organisasi
Budaya organisasi
merupakan bentuk
keyakinan, nilai, cara
yang bisa dipelajari
untuk mengatasi dan
hidup dalam
organisasi, budaya
organisasi itu
cenderung untuk
diwujudkan oleh
anggota organisasi
(Brown).
Robbins,menjelaskan
bahwa budaya
organisasi itu
merupakan suatu
system nilai yang
dipegang dan
dilakukan oleh
anggota
organisasi, sehingga
hal yang sedemikian
tersebut bisa
membedakan
organisasi tersebut
dengan organisasi
lainnya.
BUDAYA ORGANISASI
DIDASARKAN PADA SUATU
KONSEP BANGUNAN PADA
TINGKATAN YAITU :
1.TINGKATAN ASUMSI DASAR
2.TINGKATAN NILAI
3.TINGKATAN ARTIFACT
Asumsi Dasar
Pada tingkatan ini
merupakan hubungan
manusia dengan apa yang
ada dilingkungannya
Asumsi Nilai
Value atau nilai itu dalam
hubungannya dengan
perbuatan atau tingkah laku,
Asumsi artifact
Artifact adalah sesuatu yang
bisa dilihat tetapi sulit untuk
ditirukan
7 karakterisitik budaya organisasi
1. Inovasi dan pengambilan risiko
(Innovation and risk taking). Tingkatan
dimana para karyawan terdorong
untuk berinovasi dan mengambil risiko.
2. Perhatian yang rinci (Attention to
detail). Suatu tingkatan dimana para
karyawan diharapkan memperlihatkan
kecermatan (precision), analisis dan
perhatian kepada rincian.
3. Orientasi hasil (Outcome orientation).
Tingkatan dimana manajemen
memusatkan perhatian pada hasil
bukannya pada teknik dan proses yang
digunakan untuk mencapai hasil.
4. Orientasi pada manusia (People
orientation). Suatu tingkatan dimana
keputusan manajemen memperhitungkan
efek hasil – hasil pada orang–orang
anggota organisasi itu.
5. Orientasi tim (Team orientation).
Suatu tingkatan dimana kegiatan kerja
diorganisir di sekitar tim – tim, bukannya
individu – individu.
6. Keagresifan (Aggressiveness). Suatu
tingkatan dimana orang – orang
(anggota organisasi) itu memiliki sifat
agresif dan kompetitif dan bukannya
santai – santai.
7. Stabilitas (Stability). Suatu tingkatan
dimana kegiatan organisasi
menekankan di pertahankannya status
quo daripada pertumbuhan.
Sekilas teori
Orang-orang adalah seperti laba-
laba yang tergantung didalam
jaring yang mereka ciptakan
ditempat kerja. Sebuah budaya
organisasi terdiri atas simbol yang
dimiliki bersama, dan tiap-tiap
simbol ini memiliki makna yang
unik.
Budaya organisasi
(organizational culture)
adalah esensi dari
kehidupan organisasi
Asumsi
1. Anggota-anggota organisasi
menciptakan dan
mempertahankan perasaan yang
dimiliki bersama mengenai
realitas organisasi, yang berakibat
pada pemahaman yang lebih
baik mengenai nilai-nilai sebuah
organisasi.
3. Budaya bervariasi dalam
organisasi-organisasi yang
berbeda, dan interpretasi tindakan
dalam budaya ini juga beragam.
2. Penggunaan dan interpretasi
simbol sangat penting dalam
budaya organisasi.
Asumsi 1
inti dari asumsi ini adalah nilai yang
dimiliki oleh organisasi. Nilai (value)
adalah standar dan prinsip-prinsip
dalam sebuah budaya yang
memiliki nilai intrinsik dari sebuah
budaya. Nilai menunjukkan kepada
anggota organisasi mengenai apa
yang penting. Pacanowsky melihat
bahwa nilai berasal dari
"pengetahuan moral" dan bahwa
orang menunjukkan pengetahuan
moral mereka melalui narasi atau
kisah.
Asumsi 2
• Simbol-simbol merupakan asumsi
kedua dari teori ini. Anggota-
anggota organisasi
menciptakan, menggunakan dan
menginterpretasikan simbol setiap
hari. Simbol-simbol
ini, karenanya, sangat penting
bagi budaya perusahaan.
Simbol-simbol mencakup
komunikasi verbal dan
nonverbal di dalam organisasi.
Sering kali, simbol-simbol ini
mengomunikasikan nilai-nilai
organisasi. Simbol dapat berupa
slogan yang memiliki makna.
Tabel simbol
Katagori Umum Tipe/Contoh Spesifik
Simbol Fisik seni/desain/logo
bangunan/dekorasi
pakaian/penampilanbenda material
Simbol Perilaku upacara/ritual
tradisi/kebiasaan
penghargaan/hukuman
Simbol Verbal lelucon/jargon/nama/nam
sebutan penjelasan
kisah/mitos/sejarah
metafora
Asumsi 3
Asumsi kita yang ketiga mengenai
Teori Budaya Organisasi berkaitan
dengan keberagaman budaya
organisasi. Sederhananya, budaya
organisasi sangatlah bervariasi.
Persepsi mengenai tindakan dan
aktivitas di dalam budaya-budaya
ini juga seberagam budaya itu
sendiri.
Komponen penting dalam Teori Budaya
Organisasi
Performa komunikasi
Perfoma adalah metafora yang menggambarkan
proses simbolik dari pemahaman akan perilaku
manusia dalam sebuah organisasi. Performa
komunikasi ini akan berakibat pada munculnya
budaya organisasi yang unik.
Performa ini dapat dilaksanakan oleh anggota
manapun dalam organisasi
Performa komunikasi
Performa ritual Performa hasrat
Performa sosial Performa enkulturasi
Performa politis
Performa ritual
2. Ritual tugas (task ritual) adalah
perilaku rutin yang dikaitkan dengan
pekerjaan seseorang. Ritual tugas
membantu menyelesaikan pekerjaan.
1. Ritual personal (personal ritual)
mencakup sernua hal yang Anda
lakukan secara rutin di tempat
kerja.
3. Ritual sosial (social ritual) adalah
rutinitas verbal dan nonverbal yang
biasanya mempertimbangkan interaksi
dengan orang lain
4. Ritual organisasi (organizational
ritual) adalah kegiatan perusahaan
yang sering dilakukan
Peforma hasrat
Kisah-kisah mengenai
organisasi yang sering
kali diceritakan secara
antusias oleh para
anggota organisasi
dengan orang lain
disebut performa hasrat
(passion performance).
Peforma sosial
Performa sosial
(socialperformance)
merupakan perpanjangan
sikap santun dan kesopanan
untuk mendorong kerja sama
di antara anggota organisasi
Performa politis
Ketika budaya organisasi
mengomunikasikan performa politis
(politicalperformance), budaya ini
sedang menjalankan kekuasaan atau
kontrol
Ketika anggota organisasi terlibat
dalam performa politis, mereka
mengomunikasikan keinginan untuk
memengaruhi orang lain.
Performa Enkulturasi
Peforma-performa ini dapat berupa
sesuatu yang berani maupun hati-
hati, dan performa ini
mendemonstrasikan kompetensi
seorang anggota dalam sebuah
organisasi
Performa enkulturasi merujuk pada
bagaimana anggota mendapatkan
pengetahuan dan keahlian untuk
dapat menjadi anggota organisasi
yang mampu berkontribusi..
Contoh kasus
Byan adalah seorang yang mempunyai jabatan penting dalam
Hima Mankom. Dia adalah orang yang supel dan bertanggung jawab
dalam menjalankan tugasnya. Dan dia juga mempunyai relasi yang
baik dengan ketua departemen dalam kepengerusan tersebut. Dan
hubungan antar anggota Hima itu sudah sangat erat layaknya
sahabat.
Pada suatu ketika Billy salah satu dari anggota Hima ada yang
mengundurkan diri karena dirasa tidak bisa membagi waktu dengan
kuliah juga UKM lainnya. Ditambah pula Fahmi seorang ketua Hima
diharuskan untuk melakukan student exchange ke Belanda selama 1
semester.
Keadaan kepengurusan Hima menjadi sedikit kacau, jadi
banyak anggota Hima yang lain menjadi tidak aktif dalam berkontribusi.
Tetapi Byan tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan aktif. Lalu
akhirnya byan mengadakan rapat internal untuk memilih ketua baru.
Dan dipilihlah Ia sebagai ketua kepengerusuhan Hima. Tugas pertama
Byan adalah untuk menyatukan kembali anggota Hima agar menjadi
erat seperti sedia kala.
•
Akhirnya Byan mengadakan satu program kerja rutin
tiap 2 minggu sekali yaitu arisan mankom. Disana
para anggota dikumpulkan untuk arisan, makan
bersama atau untuk sekedar ngobrol. Sekarang
kegiatan itu menjadi budaya baru mereka. Terbukti
setelah ada kegiatan tersebut anggota hima menjadi
aktif dan semakin erat lagi.
Profil dosen
Nama : Antar Venus
TTL : Serang-Banten,2 Juni 1968
Beliau adalah Pakar Komunikasi yang
yang terobsesi membumikan ilmu
komunikasi. Sebagai pembina mata
kuliah teori-teori Komunikasi di
Universitas Padjadjaran, Dosen ini
menyebarkan motto 'Learning
communication theories in practical
way”.
=
=
Konsisten
Inkonsisten
Penulis lahir di Bogor, 11 September 1995.
Penulis merupakan anak ke dua dari
dua bersaudara. Kini penulis
merampungkan studinya di program S1
Fikom Unpad jurusan Manajemen
Komunikasi. Penulis aktif dalam
kepengerusan Hima Mankom, Ukm
Cinematography Club juga dalam
Komunitas Mahasiswa Bogor Unpad.
Dari teori ini saya belajar bahwa budaya itu
diciptakan dari organisasi itu sendiri. Dan kita
sebagai anggota organisasi dalam
berkomunikasi harus tau hubungan
seseorang serta performa komunikasi kita dan
juga orang tersebut.
Rujukan
http://id.wikipedia.org/wiki/Clifford_Geertz
https://www.google.co.id/#q=geertz+clifford.+1973.+the+interpr
etation+of+cultures.+new+york+basic+books
http://books.google.co.id/books?id=XqlOV2TWy4YC&pg=PT340&
lpg=PT340&dq=teori+budaya+organisasi+clifford+geertz&source
=bl&ots
West, Richard & Lynn H. Turner. 2008. Pengantar Teori
Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika

Teori Budaya Organisasi

  • 1.
    Teori budaya organisasi DesyMaharani Kurniadi 210110130033 MANKOM A DR. Antar Venus, M.A Comm / Meria Octavianti S.sos, M.Si Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran 2013/2014
  • 2.
    Clifford Geertz CliffordJames Geertz adalah antroplog sosial asal Amerika yang banyak melakukan penelitian mengenai Indonesia dan Maroko dalam bidang agama khususmya islam,perkembangan ekonomi, struktur politik tradisional, serta kehidupan desa dan keluarga. Bisa dikatakan nama beliau identik dengan antropologi dan sosiologi.Beliau lahir di San Fransisco 23 Agustus 1926 dan meninggal di Philadelphia pada 30 Oktober 2006. Michael Pacanowsky dan Nick O’Donnel Trujillo juga berperan dalam teori ini. Mereka berdua mengonseptualisasikan Teori budaya organisasi. Dan mereka merasa bahwa organisasi dapat paling baik dipahamu dengan menggunakan lensa budaya, sebuah Ide yang mulanya dikemukakan oleh Geertz
  • 3.
  • 4.
    Latar belakang Organisasi merupakanhal yang tidak mungkin terlepas dari kehidupan bermasyarakat. Dalam organisasi tersebut tidak mungkin juga terlepas dari ikatan budaya yang ada dalam organisasi. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan Ikatan budaya yang tercipta dalam organisasi tersebut dapat tercipta dan dibentuk oleh orang – orang yang bersangkutan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman
  • 5.
    Budaya Organisasi Budaya organisasi merupakanbentuk keyakinan, nilai, cara yang bisa dipelajari untuk mengatasi dan hidup dalam organisasi, budaya organisasi itu cenderung untuk diwujudkan oleh anggota organisasi (Brown). Robbins,menjelaskan bahwa budaya organisasi itu merupakan suatu system nilai yang dipegang dan dilakukan oleh anggota organisasi, sehingga hal yang sedemikian tersebut bisa membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.
  • 6.
    BUDAYA ORGANISASI DIDASARKAN PADASUATU KONSEP BANGUNAN PADA TINGKATAN YAITU : 1.TINGKATAN ASUMSI DASAR 2.TINGKATAN NILAI 3.TINGKATAN ARTIFACT
  • 7.
    Asumsi Dasar Pada tingkatanini merupakan hubungan manusia dengan apa yang ada dilingkungannya Asumsi Nilai Value atau nilai itu dalam hubungannya dengan perbuatan atau tingkah laku, Asumsi artifact Artifact adalah sesuatu yang bisa dilihat tetapi sulit untuk ditirukan
  • 8.
    7 karakterisitik budayaorganisasi 1. Inovasi dan pengambilan risiko (Innovation and risk taking). Tingkatan dimana para karyawan terdorong untuk berinovasi dan mengambil risiko. 2. Perhatian yang rinci (Attention to detail). Suatu tingkatan dimana para karyawan diharapkan memperlihatkan kecermatan (precision), analisis dan perhatian kepada rincian. 3. Orientasi hasil (Outcome orientation). Tingkatan dimana manajemen memusatkan perhatian pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil. 4. Orientasi pada manusia (People orientation). Suatu tingkatan dimana keputusan manajemen memperhitungkan efek hasil – hasil pada orang–orang anggota organisasi itu.
  • 9.
    5. Orientasi tim(Team orientation). Suatu tingkatan dimana kegiatan kerja diorganisir di sekitar tim – tim, bukannya individu – individu. 6. Keagresifan (Aggressiveness). Suatu tingkatan dimana orang – orang (anggota organisasi) itu memiliki sifat agresif dan kompetitif dan bukannya santai – santai. 7. Stabilitas (Stability). Suatu tingkatan dimana kegiatan organisasi menekankan di pertahankannya status quo daripada pertumbuhan.
  • 10.
    Sekilas teori Orang-orang adalahseperti laba- laba yang tergantung didalam jaring yang mereka ciptakan ditempat kerja. Sebuah budaya organisasi terdiri atas simbol yang dimiliki bersama, dan tiap-tiap simbol ini memiliki makna yang unik.
  • 12.
    Budaya organisasi (organizational culture) adalahesensi dari kehidupan organisasi
  • 14.
    Asumsi 1. Anggota-anggota organisasi menciptakandan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama mengenai realitas organisasi, yang berakibat pada pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai sebuah organisasi. 3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam. 2. Penggunaan dan interpretasi simbol sangat penting dalam budaya organisasi.
  • 15.
    Asumsi 1 inti dariasumsi ini adalah nilai yang dimiliki oleh organisasi. Nilai (value) adalah standar dan prinsip-prinsip dalam sebuah budaya yang memiliki nilai intrinsik dari sebuah budaya. Nilai menunjukkan kepada anggota organisasi mengenai apa yang penting. Pacanowsky melihat bahwa nilai berasal dari "pengetahuan moral" dan bahwa orang menunjukkan pengetahuan moral mereka melalui narasi atau kisah.
  • 16.
    Asumsi 2 • Simbol-simbolmerupakan asumsi kedua dari teori ini. Anggota- anggota organisasi menciptakan, menggunakan dan menginterpretasikan simbol setiap hari. Simbol-simbol ini, karenanya, sangat penting bagi budaya perusahaan. Simbol-simbol mencakup komunikasi verbal dan nonverbal di dalam organisasi. Sering kali, simbol-simbol ini mengomunikasikan nilai-nilai organisasi. Simbol dapat berupa slogan yang memiliki makna.
  • 17.
    Tabel simbol Katagori UmumTipe/Contoh Spesifik Simbol Fisik seni/desain/logo bangunan/dekorasi pakaian/penampilanbenda material Simbol Perilaku upacara/ritual tradisi/kebiasaan penghargaan/hukuman Simbol Verbal lelucon/jargon/nama/nam sebutan penjelasan kisah/mitos/sejarah metafora
  • 18.
    Asumsi 3 Asumsi kitayang ketiga mengenai Teori Budaya Organisasi berkaitan dengan keberagaman budaya organisasi. Sederhananya, budaya organisasi sangatlah bervariasi. Persepsi mengenai tindakan dan aktivitas di dalam budaya-budaya ini juga seberagam budaya itu sendiri.
  • 19.
    Komponen penting dalamTeori Budaya Organisasi Performa komunikasi Perfoma adalah metafora yang menggambarkan proses simbolik dari pemahaman akan perilaku manusia dalam sebuah organisasi. Performa komunikasi ini akan berakibat pada munculnya budaya organisasi yang unik. Performa ini dapat dilaksanakan oleh anggota manapun dalam organisasi
  • 20.
    Performa komunikasi Performa ritualPerforma hasrat Performa sosial Performa enkulturasi Performa politis
  • 21.
    Performa ritual 2. Ritualtugas (task ritual) adalah perilaku rutin yang dikaitkan dengan pekerjaan seseorang. Ritual tugas membantu menyelesaikan pekerjaan. 1. Ritual personal (personal ritual) mencakup sernua hal yang Anda lakukan secara rutin di tempat kerja. 3. Ritual sosial (social ritual) adalah rutinitas verbal dan nonverbal yang biasanya mempertimbangkan interaksi dengan orang lain 4. Ritual organisasi (organizational ritual) adalah kegiatan perusahaan yang sering dilakukan
  • 22.
    Peforma hasrat Kisah-kisah mengenai organisasiyang sering kali diceritakan secara antusias oleh para anggota organisasi dengan orang lain disebut performa hasrat (passion performance).
  • 23.
    Peforma sosial Performa sosial (socialperformance) merupakanperpanjangan sikap santun dan kesopanan untuk mendorong kerja sama di antara anggota organisasi
  • 24.
    Performa politis Ketika budayaorganisasi mengomunikasikan performa politis (politicalperformance), budaya ini sedang menjalankan kekuasaan atau kontrol Ketika anggota organisasi terlibat dalam performa politis, mereka mengomunikasikan keinginan untuk memengaruhi orang lain.
  • 25.
    Performa Enkulturasi Peforma-performa inidapat berupa sesuatu yang berani maupun hati- hati, dan performa ini mendemonstrasikan kompetensi seorang anggota dalam sebuah organisasi Performa enkulturasi merujuk pada bagaimana anggota mendapatkan pengetahuan dan keahlian untuk dapat menjadi anggota organisasi yang mampu berkontribusi..
  • 26.
    Contoh kasus Byan adalahseorang yang mempunyai jabatan penting dalam Hima Mankom. Dia adalah orang yang supel dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Dan dia juga mempunyai relasi yang baik dengan ketua departemen dalam kepengerusan tersebut. Dan hubungan antar anggota Hima itu sudah sangat erat layaknya sahabat. Pada suatu ketika Billy salah satu dari anggota Hima ada yang mengundurkan diri karena dirasa tidak bisa membagi waktu dengan kuliah juga UKM lainnya. Ditambah pula Fahmi seorang ketua Hima diharuskan untuk melakukan student exchange ke Belanda selama 1 semester. Keadaan kepengurusan Hima menjadi sedikit kacau, jadi banyak anggota Hima yang lain menjadi tidak aktif dalam berkontribusi. Tetapi Byan tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan aktif. Lalu akhirnya byan mengadakan rapat internal untuk memilih ketua baru. Dan dipilihlah Ia sebagai ketua kepengerusuhan Hima. Tugas pertama Byan adalah untuk menyatukan kembali anggota Hima agar menjadi erat seperti sedia kala. •
  • 27.
    Akhirnya Byan mengadakansatu program kerja rutin tiap 2 minggu sekali yaitu arisan mankom. Disana para anggota dikumpulkan untuk arisan, makan bersama atau untuk sekedar ngobrol. Sekarang kegiatan itu menjadi budaya baru mereka. Terbukti setelah ada kegiatan tersebut anggota hima menjadi aktif dan semakin erat lagi.
  • 28.
    Profil dosen Nama :Antar Venus TTL : Serang-Banten,2 Juni 1968 Beliau adalah Pakar Komunikasi yang yang terobsesi membumikan ilmu komunikasi. Sebagai pembina mata kuliah teori-teori Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Dosen ini menyebarkan motto 'Learning communication theories in practical way”. = = Konsisten Inkonsisten
  • 29.
    Penulis lahir diBogor, 11 September 1995. Penulis merupakan anak ke dua dari dua bersaudara. Kini penulis merampungkan studinya di program S1 Fikom Unpad jurusan Manajemen Komunikasi. Penulis aktif dalam kepengerusan Hima Mankom, Ukm Cinematography Club juga dalam Komunitas Mahasiswa Bogor Unpad. Dari teori ini saya belajar bahwa budaya itu diciptakan dari organisasi itu sendiri. Dan kita sebagai anggota organisasi dalam berkomunikasi harus tau hubungan seseorang serta performa komunikasi kita dan juga orang tersebut.
  • 30.

Editor's Notes

  • #5 Organisasimerupakanhal yang tidakmungkinterlepasdarikehidupanbermasyarakat.  Dalamorganisasitersebut  tidakmungkinjugaterlepasdariikatanbudaya yang adadalamorganisasi. Ikatanbudaya yang terciptadalamorganisasitersebutdapatterciptadandibentukoleh orang –orang yang bersangkutan, baikdalamorganisasibangsa, bisnismaupunbangsa. Budayamembedakanmasyarakatsatudengan yang lain dalamcaraberinteraksidanbertindakmenyelesaikansuatupekerjaan. Budayamengikatanggotakelompokmasyarakatmenjadisatukesatuanpandangan yang menciptakankeseragamanberperilakuataubertindak. Seiringdenganbergulirnyawaktu, budayapastiterbentukdalamorganisasidandapat pula dirasakanmanfaatnyadalammemberikontribusibagiefektivitasorganisasisecarakeseluruhan.
  • #15 1. Anggota-anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama mengenai realitas organisasi, yang berakibat pada pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini adalah nilai yang dimiliki organisasi. Nilai merupakan standard dan prinsip-prinsip yang terdapat dalam sebuah budaya. 2. Penggunaan dan interpretasi simbol sangat penting dalam budaya organisasi. Ketika seseorang dapat memahami simbol tersebut, maka seseorang akan mampu bertindak menurut budaya organisasinya. 3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam. Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda dan setiap individu dalam organisasi tersebut menafsirkan budaya tersebut secara berbeda.Terkadang, perbedaan budaya dalam organisasi justru menjadi kekuatan dari organisasi sejenis lainnya.
  • #21  Performa (performance) adalahmetafora yang menggambarkan proses simbolikdaripemahamanakanperilakumanusiadalamsebuahorganisasi. Komponenpentingdalamteoribudayaorganisasiyaituperformakomunikatif. Performa komunikatofterdiridari : • Performa ritual (personal, tugas, sosialdanorganisasi) – rutinitasdalambekerja. • Performa hasrat – kisahorganisasi yang diceritakantiapanggota. • Performa sosial – kerjasamadankesopanananggota. • Performa politis – perilaku yang menunjukkankekuasaandankontrol. • Performa enkulturasi – membantuanggotamenemukanmaknadiridalamorganisasi. Performa politis