DISAIN PENELITIAN
KUALITATIF
A. Latar Belakang
B. Fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Landasan Teori
F. Metode
G. Lokasi Penelitian
H. Data dan Sumber Data
I. Prosedur Pengumpulan Data
J. Teknik Analisis Data
K. Pengecekan Keabsahan Data
A. Latar Belakang (Konteks Penelitian)
Memuat uraian tentang berbagai argumentasi mengapa hal
tersebut perlu diteliti, apa keunikannya, untuk maksud
apa penelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang menga-
rahkan penelitian.
Contoh : “Supervisi Pengajaran dalam Latar Budaya Jawa”
GBHN 98
PROG.
UTAMA NAS.
RISET
PROG.
DIREKTORAT
DIKDAS
PENINGKATAN MUTU DIKDAS – WAJAR DIKDAS 9 TH
PENINGKATAN KUALITAS GURU, KARENA GURU KU-
RANG PROFESIONAL ( DRN, 1998)
PERBAIKAN CARA PEMBINAAN GURU DENGAN
SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL (SPP)
Guru --Kepala Sekolah -– Pengawas Sekolah
SUPERVISI
(interaksi sosial) PRINSIP-PRINSIP EFEKTIF
SUPERVISI (Kolegial, Kepala Sekolah, PS)
PRINSIP-PRINSIPPRINSIP-PRINSIP
1.1. Sesuai keperluan guruSesuai keperluan guru
2. Hubungan kerabat kerja/teman2. Hubungan kerabat kerja/teman
sejawatsejawat
3. Perlu keterbukaan & sikap3. Perlu keterbukaan & sikap
keteladananketeladanan
4. Perlu koordinasi & sinkronisasi4. Perlu koordinasi & sinkronisasi
secara vertikal dan horisontalsecara vertikal dan horisontal
5. Fokus pengembangan profesi5. Fokus pengembangan profesi
guruguru
KENYATAANKENYATAAN
1. Apa yang dimaui supervisor1. Apa yang dimaui supervisor
2. Hubungan masih menunjukkan2. Hubungan masih menunjukkan
antara atasan-bawahanantara atasan-bawahan
3. Tidak/kurang terbuka, belum3. Tidak/kurang terbuka, belum
tampak sikap keteladanantampak sikap keteladanan
4. Kurang koordinasi &4. Kurang koordinasi &
sinkronisasi baik vertikalsinkronisasi baik vertikal
maupun horisontalmaupun horisontal
5. Fokus pada masalah5. Fokus pada masalah
administratifadministratif
Kemungkinan:Kemungkinan:
- Dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Jawa- Dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Jawa
- Pendekatan yang digunakan kurang tepat- Pendekatan yang digunakan kurang tepat
- Iklim organisasi kurang mendukungIklim organisasi kurang mendukung
Mengapa?
Supervisi:
interaksi
sosial
B. Fokus Penelitian
Contoh:
1. Bagaimana PS menyupervisi dalam latar
Budaya Jawa
2. Orientasi supervisi PS dalam latar Budaya
Jawa
3. Sikap & tanggapan guru thd supervisi PS
dalam latar Budaya Jawa
Memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau
topik-topik pokok yang akan digali/diungkap.
Jika menggunakan istilah rumusan masalah,
fokus ber-isi pertanyaan-pertanyaan yang
jawabannya meru-pakan gambaran yang akan
diungkap.
C. Tujuan Penelitian
Contoh:
Memperoleh gambaran nyata/langsung tentang:
1. Bagaimana PS menyupervisi dlm latar Budaya Jawa
2. Orientasi supervisi PS dalam latar Budaya Jawa
3. Sikap & tanggapan guru thd supervisi PS dalam latar
Budaya Jawa
Berisi rumusan sasaran hasil yang ingin dicapai
dalam penelitian, sesuai dengan fokus yang
telah dirumuskan
D. Landasan Teori
Landasan teori untuk
(1) pemandu agar fokus penelitian sesuai dg kenyataan di
lapangan,
(2) memberikan gambaran umum latar penelitian, dan
(3) bahan pembahasan hasil penelitian.
Penelitian kualitatif bertolak dari data,
memanfaatkan teori sbg bahan penjelas, berakhir dengan
suatu “teori”.
Contoh :
A. Supervisi sebagai Pembinaan Profesionalisme Guru
1. Orientasi/Pendeketan Supervisi
2. Persepsi, Respon, dan Sikap Guru terhadap Supervisi
B. Budaya Jawa
1. Kerangka Normatif: Prinsip Rukun & Prinsip Hormat
2. Pedoman Hidup & Sikap Hidup: (Aja Dumeh & Aji Mumpung)
3. Kepemimpinan Jawa: Absolut & Paternalistik
C. Supervisi Pengajaran dan Budaya Jawa
E. Manfaat Penelitian
Pada bagian ini ditunjukkan pentingnya penelitian
ter-utama bagi pengembangan ilmu.
Perlu diuraikan alasan kelayakan atas masalah
yang diteliti.
Contoh:Contoh:
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk/sebagai:Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk/sebagai:
1. Memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar1. Memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar
2. Umpan balik bagi supervisor2. Umpan balik bagi supervisor
3. Masukan bagi pengambil kebijakan3. Masukan bagi pengambil kebijakan
4. Mengembangkan teori supervisi pengajaran4. Mengembangkan teori supervisi pengajaran
5. Acuan penelitian kasus yang sejenis5. Acuan penelitian kasus yang sejenis
F. Lokasi Penelitian
Berisi identifikasi karakteristik lokasi diuraikan secara jelas le-
tak geografis, bangunan fisik, struktur organisasi, program, dan
suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada
pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan
topik yang dipilih.
Contoh:
Di kraton Surakarta, karena keunikan:
1. Solo sbg pusat budaya Jawa
2. Memiliki 3 SD swasta dikelola oleh dua Yayasan
a. Yayasan Kasatriyan :
(1) SD Kasatriyan, berdiri 1910 (khusus putra dalem)
(2) SD Pamardi Putri, berdiri 1927 (khusus putri dalem)
b. Yayasan Pawiyatan Pamardi Siwi :
SD Pamardi Putri, berdiri 1963 (khusus putra-putri
kerabat kraton)
3. Letak satu kompleks (satu situs) dibatasi tembok 4,5 m
4. Heterogenitas guru (pendidikan, status, masa kerja)
G. Data dan Sumber DataG. Data dan Sumber Data
 Berisi jenis data, sumber data, dan teknik penjaringanBerisi jenis data, sumber data, dan teknik penjaringan
data. Data apa saja, bagaimana karakteristiknya, siapadata. Data apa saja, bagaimana karakteristiknya, siapa
yang dijadikan subjek dan informan penelitian,yang dijadikan subjek dan informan penelitian,
bagaimana ciri-ciri subjek dan informan tersebut,bagaimana ciri-ciri subjek dan informan tersebut,
bagaimana cara menjaring data, misalnya denganbagaimana cara menjaring data, misalnya dengan
snowball samplingsnowball sampling
 Contoh:Contoh:
Jenis data:Jenis data:
(1) Data primer (verbal, perilaku),(1) Data primer (verbal, perilaku),
(2) Data sekunder (dokumentasi,(2) Data sekunder (dokumentasi,
arsip, foto, catatan rapat)arsip, foto, catatan rapat)
Sumber data :Sumber data :
(1) Orang (Ka Kancam, PS, KS, Guru, Siswa)(1) Orang (Ka Kancam, PS, KS, Guru, Siswa)
(2) Nonorang (dokumen,(2) Nonorang (dokumen,
arsip, foto, catatan rapat, dsb.)arsip, foto, catatan rapat, dsb.)
Informan:Informan:
Purposif danPurposif dan Snowball SamplingSnowball Sampling (2 PS, 3(2 PS, 3
H. Prosedur Pengumpulan Data
Diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan misal-
nya observasi, wawancara, dokumentasi.
Dua dimensi rekaman data yaitu fidelitas dan struktur.
Dimensi fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata
dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki
fidelitas tinggi, catatan lapangan memiliki fidelitas kurang).
Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan
observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur.
Contoh:
1. Wawancara mendalam, menggunakan tape recorder
2. Pengamatan, menggunakan handycam
3. Dokumentasi
Untuk selanjutnya data yang telah diperoleh dituangkan
dalam Catatan Lapangan (CL) dengan cara-cara tertentu.
Cara Membuat Transkrip/Catatan Lapangan
 Wawancara, terdiri dari tiga bagian
1. Bagian I berisi identitas informan, tempat dan waktu pelaksa-
naan, serta topik pembicaraan
2. Bagian II memuat pertanyaan peneliti dan jawaban informan
3. Bagian III berisi tanggapan peneliti
 Observasi/Pengamatan, terdiri dari tiga bagian
1. Bagian I berisi tempat, waktu, dan judul kejadian.
2. Bagian II berisi rekonstruksi suasana dan dialog.
3. Bagian III berisi tanggapan peneliti selaku pengamat.
 Dokumentasi, terdiri dari dua bagian
1. Bagian I memuat identitas dokumen yaitu judul dokumen dan
keterangan dokumen tersebut diperoleh.
2. Bagian II berisi koding dan refleksi, memuat arti pentingnya
dokumen, garis-garis besar isi dokumen, dan kaitan dokumen
dengan fokus penelitian.
Semua CL diketik dengan jarak satu spasi.
I. Analisis Data
Berisi uraian tentang proses pelacakan dan pengaturan
CL secara sistematis agar peneliti dapat menyajikan temuan-
nya yang meliputi pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan
dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal
yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan.
Analisis data dilakukan selama dan setelah
pengumpulan data dengan teknik-teknik: (1) analisis domain,
(2) analisis taksonomi, (3) analisis komponensial, dan (4)
analisis tema. Peneliti dapat menggunakan statistik
nonparametrik, logika, etika, dan estetika.
Dalam uraian analisis data agar diberikan contoh yang
operasional, misalnya matriks dan logika.
Ada tiga kegiatan dalam analisis data yaitu: (1) reduksi
data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan.
Langkah-langkah Analisis Data
1. Reduksi data
Reduksi data berlangsung se-
cara terus menerus selama
penelitian berlangsung
a. CL dibaca/dipahami dibuat ring-
kasan kontak, berisi uraian hasil
penelitian, pemfokusan.
b. Pengkodean/menggolongkan
berdasarkan topik liputan (cara
pengkodean lihat contoh pada
slide berikut ini)
c. Penyortiran (data yg tidak rele-
van dengan fokus disortir)
2. Penyajian data
Untuk menemukan makna dari
kata-kata yang diperoleh, disusun
secara sistematis dari bentuk
informasi yang kompleks menjadi
sederhana namun selektif.
a. Data dipaparkan sesuai fokus
b. Bentuk: uraian naratif berupa
kata-kata, kalimat, atau para-
graf (merupakan kutipan)
c. Diberi kode/label (cara peng-
kodean/memberi label lihat
contoh pada slide berikut ini)
3. Penarikan Kesimpulan3. Penarikan Kesimpulan
Didasarkan pada makna, keteraturan pola, penjelasan-penjelasan,Didasarkan pada makna, keteraturan pola, penjelasan-penjelasan,
dan alur sebab akibat yang terjadi dari hasil peneltian. Kesimpulandan alur sebab akibat yang terjadi dari hasil peneltian. Kesimpulan
final diperoleh setelah pengumpulan data berakhir.final diperoleh setelah pengumpulan data berakhir.
Contoh Pengkodean dan Pelabelan
KodeKode KeteranganKeterangan
PKS-PS
PKS-KS
PKS-TS
Proses Kegiatan Supervisi oleh PS
Proses Kegiatan Supervisi oleh KS
Proses Kegiatan Supervisi oleh TS
OS-PS
OS-KS
OS-TS
Orientasi Supervisi oleh PS
Orientasi Supervisi oleh KS
Orientasi Supervisi oleh TS
STG-PS
STG-KS
STG-TS
Sikap & Tgp Guru thd Sup.oleh PS
Sikap & Tgp Guru thd Sup.oleh KS
Sikap & Tgp Guru thd Sup.oleh TS
Contoh pelabelan kutipan
Biasanya lebih dahulu memeriksa admi-
nistrasi kelas masing-masing guru, ke-
mudian pengawas hanya memberikan
pengarahan secara umum. Kepala seko-
lah disuruh mengumpulkan guru-guru,
terus diberitahukan kekurangan-keku-
rangannya (KS.3.10.W.03.17-21)
Informan = digit ke-1, ke-2, dan ke-4
Kode informan = digit ke-6 dan ke-7
Cara memperoleh data = digit ke-9
Halaman yang dikutip = digit ke-11, ke-12
Baris yang dikutip = digit ke-14, 15, 17, 18
J. Pengecekan Keabsahan Data
Memuat uraian tentang usaha peneliti untuk
memperoleh keabsahan temuannya.
Perlu diteliti kredibilitasnya dengan teknik
(1) perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, (2)
observasi diperdalam, (3) triangulasi (menggunakan
beberapa sumber, metode, peneliti, teori), (4) pem-
bahasan sejawat, (5) analisis kasus negatif, (6) pela-
cakan kesesuaian hasil, dan (7) pengecekan anggota.
Perlu dicek juga apakah dapat ditransfer ke la-
tar lain (transferability), ketergantungan pada kon-
teksnya (dependability), dan dapat tidaknya dikonfir-
masikan kepada sumbernya (confirmability)
Contoh
Triangulasi
1. Sumber : tiga informan berbeda (PS, KS, Guru, Siswa,
Orang Tua Siswa, dsb.)
2. Metode : tiga metode berbeda (observasi, wawancara,
dokumentasi)
Member check : Informan diminta membaca transkrip
sehingga data dalam transkrip dapat dipertanggungja-
wabkan kebenarannya. Sebagai bukti otentik informan
diminta menandatangani transkrip yang dibuat oleh
peneliti.
Diskusi teman sejawat : hasil penelitian didiskusikan
dengan teman yang memahami bidang yang diteliti/fo-
kus penelitian.

Contoh disain penelitian

  • 1.
    DISAIN PENELITIAN KUALITATIF A. LatarBelakang B. Fokus Penelitian C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian E. Landasan Teori F. Metode G. Lokasi Penelitian H. Data dan Sumber Data I. Prosedur Pengumpulan Data J. Teknik Analisis Data K. Pengecekan Keabsahan Data
  • 2.
    A. Latar Belakang(Konteks Penelitian) Memuat uraian tentang berbagai argumentasi mengapa hal tersebut perlu diteliti, apa keunikannya, untuk maksud apa penelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang menga- rahkan penelitian. Contoh : “Supervisi Pengajaran dalam Latar Budaya Jawa” GBHN 98 PROG. UTAMA NAS. RISET PROG. DIREKTORAT DIKDAS PENINGKATAN MUTU DIKDAS – WAJAR DIKDAS 9 TH PENINGKATAN KUALITAS GURU, KARENA GURU KU- RANG PROFESIONAL ( DRN, 1998) PERBAIKAN CARA PEMBINAAN GURU DENGAN SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL (SPP) Guru --Kepala Sekolah -– Pengawas Sekolah SUPERVISI (interaksi sosial) PRINSIP-PRINSIP EFEKTIF
  • 3.
    SUPERVISI (Kolegial, KepalaSekolah, PS) PRINSIP-PRINSIPPRINSIP-PRINSIP 1.1. Sesuai keperluan guruSesuai keperluan guru 2. Hubungan kerabat kerja/teman2. Hubungan kerabat kerja/teman sejawatsejawat 3. Perlu keterbukaan & sikap3. Perlu keterbukaan & sikap keteladananketeladanan 4. Perlu koordinasi & sinkronisasi4. Perlu koordinasi & sinkronisasi secara vertikal dan horisontalsecara vertikal dan horisontal 5. Fokus pengembangan profesi5. Fokus pengembangan profesi guruguru KENYATAANKENYATAAN 1. Apa yang dimaui supervisor1. Apa yang dimaui supervisor 2. Hubungan masih menunjukkan2. Hubungan masih menunjukkan antara atasan-bawahanantara atasan-bawahan 3. Tidak/kurang terbuka, belum3. Tidak/kurang terbuka, belum tampak sikap keteladanantampak sikap keteladanan 4. Kurang koordinasi &4. Kurang koordinasi & sinkronisasi baik vertikalsinkronisasi baik vertikal maupun horisontalmaupun horisontal 5. Fokus pada masalah5. Fokus pada masalah administratifadministratif Kemungkinan:Kemungkinan: - Dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Jawa- Dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Jawa - Pendekatan yang digunakan kurang tepat- Pendekatan yang digunakan kurang tepat - Iklim organisasi kurang mendukungIklim organisasi kurang mendukung Mengapa? Supervisi: interaksi sosial
  • 4.
    B. Fokus Penelitian Contoh: 1.Bagaimana PS menyupervisi dalam latar Budaya Jawa 2. Orientasi supervisi PS dalam latar Budaya Jawa 3. Sikap & tanggapan guru thd supervisi PS dalam latar Budaya Jawa Memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan digali/diungkap. Jika menggunakan istilah rumusan masalah, fokus ber-isi pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya meru-pakan gambaran yang akan diungkap.
  • 5.
    C. Tujuan Penelitian Contoh: Memperolehgambaran nyata/langsung tentang: 1. Bagaimana PS menyupervisi dlm latar Budaya Jawa 2. Orientasi supervisi PS dalam latar Budaya Jawa 3. Sikap & tanggapan guru thd supervisi PS dalam latar Budaya Jawa Berisi rumusan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan
  • 6.
    D. Landasan Teori Landasanteori untuk (1) pemandu agar fokus penelitian sesuai dg kenyataan di lapangan, (2) memberikan gambaran umum latar penelitian, dan (3) bahan pembahasan hasil penelitian. Penelitian kualitatif bertolak dari data, memanfaatkan teori sbg bahan penjelas, berakhir dengan suatu “teori”. Contoh : A. Supervisi sebagai Pembinaan Profesionalisme Guru 1. Orientasi/Pendeketan Supervisi 2. Persepsi, Respon, dan Sikap Guru terhadap Supervisi B. Budaya Jawa 1. Kerangka Normatif: Prinsip Rukun & Prinsip Hormat 2. Pedoman Hidup & Sikap Hidup: (Aja Dumeh & Aji Mumpung) 3. Kepemimpinan Jawa: Absolut & Paternalistik C. Supervisi Pengajaran dan Budaya Jawa
  • 7.
    E. Manfaat Penelitian Padabagian ini ditunjukkan pentingnya penelitian ter-utama bagi pengembangan ilmu. Perlu diuraikan alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Contoh:Contoh: Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk/sebagai:Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk/sebagai: 1. Memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar1. Memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar 2. Umpan balik bagi supervisor2. Umpan balik bagi supervisor 3. Masukan bagi pengambil kebijakan3. Masukan bagi pengambil kebijakan 4. Mengembangkan teori supervisi pengajaran4. Mengembangkan teori supervisi pengajaran 5. Acuan penelitian kasus yang sejenis5. Acuan penelitian kasus yang sejenis
  • 8.
    F. Lokasi Penelitian Berisiidentifikasi karakteristik lokasi diuraikan secara jelas le- tak geografis, bangunan fisik, struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Contoh: Di kraton Surakarta, karena keunikan: 1. Solo sbg pusat budaya Jawa 2. Memiliki 3 SD swasta dikelola oleh dua Yayasan a. Yayasan Kasatriyan : (1) SD Kasatriyan, berdiri 1910 (khusus putra dalem) (2) SD Pamardi Putri, berdiri 1927 (khusus putri dalem) b. Yayasan Pawiyatan Pamardi Siwi : SD Pamardi Putri, berdiri 1963 (khusus putra-putri kerabat kraton) 3. Letak satu kompleks (satu situs) dibatasi tembok 4,5 m 4. Heterogenitas guru (pendidikan, status, masa kerja)
  • 9.
    G. Data danSumber DataG. Data dan Sumber Data  Berisi jenis data, sumber data, dan teknik penjaringanBerisi jenis data, sumber data, dan teknik penjaringan data. Data apa saja, bagaimana karakteristiknya, siapadata. Data apa saja, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian,yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan tersebut,bagaimana ciri-ciri subjek dan informan tersebut, bagaimana cara menjaring data, misalnya denganbagaimana cara menjaring data, misalnya dengan snowball samplingsnowball sampling  Contoh:Contoh: Jenis data:Jenis data: (1) Data primer (verbal, perilaku),(1) Data primer (verbal, perilaku), (2) Data sekunder (dokumentasi,(2) Data sekunder (dokumentasi, arsip, foto, catatan rapat)arsip, foto, catatan rapat) Sumber data :Sumber data : (1) Orang (Ka Kancam, PS, KS, Guru, Siswa)(1) Orang (Ka Kancam, PS, KS, Guru, Siswa) (2) Nonorang (dokumen,(2) Nonorang (dokumen, arsip, foto, catatan rapat, dsb.)arsip, foto, catatan rapat, dsb.) Informan:Informan: Purposif danPurposif dan Snowball SamplingSnowball Sampling (2 PS, 3(2 PS, 3
  • 10.
    H. Prosedur PengumpulanData Diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan misal- nya observasi, wawancara, dokumentasi. Dua dimensi rekaman data yaitu fidelitas dan struktur. Dimensi fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Contoh: 1. Wawancara mendalam, menggunakan tape recorder 2. Pengamatan, menggunakan handycam 3. Dokumentasi Untuk selanjutnya data yang telah diperoleh dituangkan dalam Catatan Lapangan (CL) dengan cara-cara tertentu.
  • 11.
    Cara Membuat Transkrip/CatatanLapangan  Wawancara, terdiri dari tiga bagian 1. Bagian I berisi identitas informan, tempat dan waktu pelaksa- naan, serta topik pembicaraan 2. Bagian II memuat pertanyaan peneliti dan jawaban informan 3. Bagian III berisi tanggapan peneliti  Observasi/Pengamatan, terdiri dari tiga bagian 1. Bagian I berisi tempat, waktu, dan judul kejadian. 2. Bagian II berisi rekonstruksi suasana dan dialog. 3. Bagian III berisi tanggapan peneliti selaku pengamat.  Dokumentasi, terdiri dari dua bagian 1. Bagian I memuat identitas dokumen yaitu judul dokumen dan keterangan dokumen tersebut diperoleh. 2. Bagian II berisi koding dan refleksi, memuat arti pentingnya dokumen, garis-garis besar isi dokumen, dan kaitan dokumen dengan fokus penelitian. Semua CL diketik dengan jarak satu spasi.
  • 12.
    I. Analisis Data Berisiuraian tentang proses pelacakan dan pengaturan CL secara sistematis agar peneliti dapat menyajikan temuan- nya yang meliputi pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan teknik-teknik: (1) analisis domain, (2) analisis taksonomi, (3) analisis komponensial, dan (4) analisis tema. Peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, dan estetika. Dalam uraian analisis data agar diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika. Ada tiga kegiatan dalam analisis data yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan.
  • 13.
    Langkah-langkah Analisis Data 1.Reduksi data Reduksi data berlangsung se- cara terus menerus selama penelitian berlangsung a. CL dibaca/dipahami dibuat ring- kasan kontak, berisi uraian hasil penelitian, pemfokusan. b. Pengkodean/menggolongkan berdasarkan topik liputan (cara pengkodean lihat contoh pada slide berikut ini) c. Penyortiran (data yg tidak rele- van dengan fokus disortir) 2. Penyajian data Untuk menemukan makna dari kata-kata yang diperoleh, disusun secara sistematis dari bentuk informasi yang kompleks menjadi sederhana namun selektif. a. Data dipaparkan sesuai fokus b. Bentuk: uraian naratif berupa kata-kata, kalimat, atau para- graf (merupakan kutipan) c. Diberi kode/label (cara peng- kodean/memberi label lihat contoh pada slide berikut ini) 3. Penarikan Kesimpulan3. Penarikan Kesimpulan Didasarkan pada makna, keteraturan pola, penjelasan-penjelasan,Didasarkan pada makna, keteraturan pola, penjelasan-penjelasan, dan alur sebab akibat yang terjadi dari hasil peneltian. Kesimpulandan alur sebab akibat yang terjadi dari hasil peneltian. Kesimpulan final diperoleh setelah pengumpulan data berakhir.final diperoleh setelah pengumpulan data berakhir.
  • 14.
    Contoh Pengkodean danPelabelan KodeKode KeteranganKeterangan PKS-PS PKS-KS PKS-TS Proses Kegiatan Supervisi oleh PS Proses Kegiatan Supervisi oleh KS Proses Kegiatan Supervisi oleh TS OS-PS OS-KS OS-TS Orientasi Supervisi oleh PS Orientasi Supervisi oleh KS Orientasi Supervisi oleh TS STG-PS STG-KS STG-TS Sikap & Tgp Guru thd Sup.oleh PS Sikap & Tgp Guru thd Sup.oleh KS Sikap & Tgp Guru thd Sup.oleh TS Contoh pelabelan kutipan Biasanya lebih dahulu memeriksa admi- nistrasi kelas masing-masing guru, ke- mudian pengawas hanya memberikan pengarahan secara umum. Kepala seko- lah disuruh mengumpulkan guru-guru, terus diberitahukan kekurangan-keku- rangannya (KS.3.10.W.03.17-21) Informan = digit ke-1, ke-2, dan ke-4 Kode informan = digit ke-6 dan ke-7 Cara memperoleh data = digit ke-9 Halaman yang dikutip = digit ke-11, ke-12 Baris yang dikutip = digit ke-14, 15, 17, 18
  • 15.
    J. Pengecekan KeabsahanData Memuat uraian tentang usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Perlu diteliti kredibilitasnya dengan teknik (1) perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, (2) observasi diperdalam, (3) triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), (4) pem- bahasan sejawat, (5) analisis kasus negatif, (6) pela- cakan kesesuaian hasil, dan (7) pengecekan anggota. Perlu dicek juga apakah dapat ditransfer ke la- tar lain (transferability), ketergantungan pada kon- teksnya (dependability), dan dapat tidaknya dikonfir- masikan kepada sumbernya (confirmability)
  • 16.
    Contoh Triangulasi 1. Sumber :tiga informan berbeda (PS, KS, Guru, Siswa, Orang Tua Siswa, dsb.) 2. Metode : tiga metode berbeda (observasi, wawancara, dokumentasi) Member check : Informan diminta membaca transkrip sehingga data dalam transkrip dapat dipertanggungja- wabkan kebenarannya. Sebagai bukti otentik informan diminta menandatangani transkrip yang dibuat oleh peneliti. Diskusi teman sejawat : hasil penelitian didiskusikan dengan teman yang memahami bidang yang diteliti/fo- kus penelitian.