SlideShare a Scribd company logo
1 of 36
Download to read offline
CLOUD COMPUTING
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dosen Pengampu: Septia Lutfi, S. Kom, M. Kom

Disusun Oleh:
Fajar Satrio
NIM. 1102412060
Rombel 3

JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur senantiasa saya hanturkan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah dengan judul “Cloud Computing” ini tepat pada
waktunya, untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Ada banyak kesulitan dalam penyelesaian tugas
ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak, akhirnya kesulitan itu dapat
saya atasi. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam proses penyelesaian makalah ini. Dengan makalah ini, saya harap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan mampu
memberikan informasi tentang penggunaan Cloud Computing.
Masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh
karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca agar nantinya bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi saya
dan dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.
Atas kritik dan saran anda saya mengucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Semarang, 9 Desember 2013

Fajar Satrio
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah dan Pengertian
1. Sejarah
a. Faktor Pendorong Perkembangan Cloud Computing
2. Pengertian
B. Manfaat Cloud Computing
C. Layer Cloud Computing
1. Clients (klien)
2. Application (aplikasi)
3. Platform
4. Infrastructure
5. Servers
D. Infrastruktur Cloud Computing
1. Proved web-services integrated
2. World-class Services Delivery
3. No Hardware and Software to Install
4. Faster and Lower-risk Deployment
5. Support for Deep Cutomizations
6. Empowered Business Suport
7. Automatic Upgrades that dont Impact IT Resources
E. Karakteristik Cloud Computing
1. On-Demand Self-Services
2. Broad Network Access
3. Resource Pooling
4. Rapid Elasticity
5. Measured Service
F. Mekanisme Cloud Computing
G. Layanan Cloud Computing
1. Public Cloud (Cloud Publik)
2. Community Cloud
3. Private Cloud (Cloud Pribadi)
4. Hybrid Cloud
H. Aspek Keamanan Cloud Computing
1. Manajemen risiko dan ketaatan
2. Manajemen akses dan identitas
3. Integritas layanan
4. Integritas klien
5. Proteksi informasi
I. Resiko Cloud Computing
1. Service Level
2. Privacy
3. Compliance
4. Data Ownership
5. Data Mobility
J. Contoh Cloud Computing
1. Windows Azure
2. Google Drive
3. Google App Engine
BAB III PENUTUP
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah salah satu
komponen yeng paling penting dalam mengikuti perkembangan
zaman. Teknologi komputasi dan teknik pemrograman baru atau
teknik pengembangan berubah dengan cepat, tujuan dalam
komputasi awan nampaknya akan membuat teknologi menjadi sangat
mudah dimata user dan menjadikannya sesederhana mungkin.
Pengembangan berbasis internet sangat pesat saat ini
dengan boomingnya blogging dan microblogging serta layanan
jejaring sosial yang bertujuan untuk menemukan cara baru membantu
individu dan bisnis untuk dapat berkomunikasi satu sama lain di arena
cloud computing atau komputasi awan.
Atas alasan Perkembangan tersebut dan agar masyarakat
Indonesia tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi, selain untuk
memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi,
maka saya berusaha menyusun makalah ini dengan segenap
kemampuan yang saya miliki.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah Perkembangan Cloud Computing ?
2. Apa yang dimaksud dengan Cloud Computing ?
3. Apakah manfaat dari Cloud Computing ?
4. Bagaimana resiko yang ada dalam Cloud Computing ?
5. Apa yang anda ketahui tentang Cloud Computing ?
C. Tujuan
1. Mengetahui sejarah perkembangan Cloud Computing.
2. Memberi pengertian tentang Cloud Computing.
3. Memahami manfaat jika menggunakan Cloud Computing.
4. Selain memahami manfaat pembaca juga harus memahami resiko
yang ada dalam Cloud Computing.
5. Mengerti semua informasi tentang Cloud Computing.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah dan Pengertian
1. Sejarah

Dunia computer yang pertumbuhan dan perkembangannya
secepat ini juga merupakan salah satu hasil riset para ilmuwan
jaman dulu. Di tahun 50-an, Cloud Computing mempunyai konsep
yang mendasar. Pada saat komputer mainframe yang tersedia
dalam skala yang besar dalam dunia pendidikan serta perusahaan
bisa diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal
Statis. Terminal tersebut hanya bisa digunakan untuk melakukan
komunikasi tetapi tidak mempunyai kapasitas pemrosesan internal.
Agar penggunaan mainframe yang relatif mahal menjadi efisien
maka mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja
CPU. Hal ini bisa menghilangkan periode tidak aktif pada
mainframae, memungkinkan untuk kembali pada investasi. Hinga
pertengahan tahun 70an dikenal dengan RJE remote proses Entry
Home Job yang berkaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe.
Tahun 60-an, John McCarthy berpendapat bahwa
“Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.”
Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility
menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada
listrik di masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan
cloud computing. Ketika Ilmuan Herb Grosch mengungkapkan
bahwa seluruh dunia akan beroperasi dalam terminal bodah
didukung oleh kurang lebih 15 pusat data yang besar. Karena
komputer ini sangat canggih, mayoritas perusahaan dan entitas lain
menyediakan sendiri kemampuan komputasi dengan berbagai
waktu danbeberapa organisasi, seperti GE GEISCO, Anak
perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data
Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.
Tahun
90-an,
perusahaan
telekomunikasi
mulai
mempromosikan VPN layanan jaringan pribadi melalui kualitas
sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah.
Karena merasa cocok dengan hal tersebut guna menyeimbangkan
penggunaan server, mereka dapat menggunakan bandwidth
jaringan secara keseluruhan. Lalu menggunakan simbol awan untuk
menunjukkan titik demarkasi antara penyedia dan pengguna yang
saling bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas ini
untuk menutup server serta infrastruktur jaringan.
John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga
sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi
bahwa “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik
seperti listrik dan telepon”. Namun baru di tahun 1995 lah, Larry
Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide “Network Computing”
sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat
itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya.
Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak
memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan
berbagai software lain yang dimasukkan ke dalam PC Desktop
mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang
langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan
environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap
diakses oleh pengguna.
Ide “Network Computing” ini sempat menghangat dengan
munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell
Netware yang menawarkan Network Computing Client sebagai
pengganti desktop.
Mulai Tahun 2000, Amazon sebagai peran penting pada
semua pengembangan cloud computing dengan memodernisasi
pusat data, seperti jaringan komputer yang menggunakan sedikit
10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah menemukan
asitektur awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal
sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza” (Tim kecil guna memberi
makan dengan dua pizza) bisa menambahkan fitur baru dengan
cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan
produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk pelanggan
eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web Service (AWS) tahun
2006.
Popularitas Cloud computing semakin menjulang saat di
awal 2000-an, Marc Benioff seorang mantan Vice Precident di
Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software
as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan sangat
baik dari para pengguna. Dengan misinya yang terkenal yaitu “The
End of Software”, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi
atasannya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing
yang akhirnya menjadi kenyataan satu dekade kemudian.
Selanjutnya jargon Cloud computing bergulir seperti bola
salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005,
mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti
Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute
Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan
raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain
sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk
Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik
dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi
akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru
bermunculan di tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita
saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam
pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah
mencoba mempatenkan istilah “Cloud Computing”, namun ditolak
oleh otoritas paten Amerika.
Walaupun di luar negeri perebutan kapling awan ini begitu
ingar-bingar, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta
ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih
sangat sedikit. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini
adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua
layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya
melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan
layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian
bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT
Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk
kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan
atau organisasi.
Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri
terhadap Cloud Computing ini, mungkin disebabkan beberapa
faktor, di antaranya:
 Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih
terbatas, bandwith masih terbatas.
 Tingkat kematangan pengguna internet, yang masih
menjadikan media internet utamanya sebagai media hiburan
atau sosialisasi.
 Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan
cloud ini, karena harus merupakan kombinasi antara
infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus.
Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini
sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan
menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai
fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini.
Pada tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open
source, AWS API Platform yang kompatibel menyebarkan awan
swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir
Komisi yang sudah didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan
pada penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang
dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk infrastruktur
berbasis cloud dalam rangka IRMOS Eropa Proyek yang didanai
Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk
membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka
menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa
“Organisasi layanan TI yang beralih dari perangkat keras milik
perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan
berbasis model sehingga pergeseran diproyeksikan untuk
komputasi akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam
produk IT di beberapa daerah dan pengurangan yang signifikan di
daerah lain.”.
Tanggal 1 Maret 2011, IBM mengumumkan SmartCloud
kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai
komponen dasar Smarter Computing cloud adalah bagian yang
paling penting.
Sebagai komputasi yang tenar, cloud computing juga dapat
mempengaruhi google untuk memakainya. Google Drive adalah
layanan cloud storage dari Google yang diluncurkan pada akhir
April 2012, yaitu layanan untuk menyimpan file di internet pada
storage yang disediakan oleh Google. Dengan menyimpan file di
Google Drive maka pemilik file dapat mengakses file tersebut
kapanpun dimanapun dengan menggunakan komputer desktop,
laptop, komputer tablet ataupun smartphone. Dan file tersebut
dapat di share dengan orang lain untuk berbagi pakai dan juga
kolaborasi peng-edit-annya. Kapasitas yang disediakan oleh google
drive untuk layanan gratis adalah 5GB, untuk menggunakan
kapasitas lebih dari itu maka akan dikenakan biaya tambahan.
Dengan menggunakan Google Drive, berarti pemilik file
telah memiliki back-up file nya di internet sehingga jika terjadi
sesuatu pada file yang disimpan di komputer atau laptop, misalnya
file tersebut rusak atau hilang atau terkena virus, atau
komputer/laptopnya rusak yang menyebabkan tidak dapat
digunakan, maka file yang berada di Google Drive tetap aman dan
tetap dapat diakses menggunakan komputer lain yang terhubung
ke internet.
Perkembangan Informasi saat ini sudah sangat maju dimana
banyak konsep yang berkembang seperti openness, one click,
sharing, social networking. Saat ini terdapat trend teknologi yang
masih terus digali dalam penelitian-penelitian para pakar IT didunia,
yaitu Cloud Computing (Komputasi Awan).
Komputasi Awan yang juga sering disebut dengan istilah
Cloud Computing merupakan penggunaan teknologi komputer
yang ditujukan untuk tujuan pengembangan informasi berbasis
internet dimana layanan internet tersebut didukung oleh teknologi
yang berpusat di awan. Komputasi Awan merupakan suatu jenis
teknologi komputasi yang menyediakan kemampuan yang
berhubungan dengan teknologi informasi sebagai suatu layanan
dimana memungkinkan user dapat mengakses data melalui
teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing).
User tidak perlu memiliki pengetahuan atau kendali
terhadap teknologi yang mendukung layanan tersebut. Dimana
suatu saat dengan menggunakan teknologi cloud computing kita
dapat memakainya sebagai tempat media penyimpanan data,
aplikasi yang memudahkan kita dalam mengakses data yang kita
inginkan dari berbagai macam cloud, oleh karena itu dengan
menggunakan teknologi cloud computing ini diharapkan banyak
memberi manfaat atau keuntungan baik dari providernya sendiri
maupun pengguna teknologi tersebut. Dengan teknologi cloud
computing ini dapat memberikan berbagai macam layanan kepada
user secara redistribusi dan dapat di akses dari berbagai macam
bentuk device.
Cloud computing mempunyai model yang dapat
mendukung service yang biasa disebut dengan Everything as a
Service. Sistem dari cloud computing dibagi menjadi 2 yaitu front
end dan back end. Antara front end dan back end terkait satu sama
lain melalui jaringan yang disebut Internet. Front end adalah bagian
dimana pengguna computer (user) atau client berada. Sedangkan
back end adalah bagian dimana cloud dari sistem itu berada. Front
end juga meliputi komputer client atau komputer jaringan dan
aplikasi yang dibutuhkan untuk dapat mengakses sistem cloud
computing. Tidak semua cloud computing memiliki user interface
yang sama. Contohnya layanan seperti web browser dan layanan
email antara satu dengan yang lain memiliki perbedaan akses yang
dimiliki atau perbedaan interface.
Microsoft sebagai perusahaan software terbesar saat ini,
melansir “Microsoft Office 365” dan “Windows Azzure” sebagai
sistem operasi (OS) berbasis komputasi awan yang digadanggadang akan menggantikan OS Windows yang ada saat ini.
Sementara itu Apple melansir “Mobile Me” untuk pengguna Mac
yang disinkronisasikan dengan teknologi Cloud Computing.
Sedangkan Google yang sejak 10 tahun silam mengincar
pengembangan
teknologi ini mulai mengerahkan para
penggunanya dalam penerapan sederhana cloud computing melalui
layanan “Google Docs” dimana kita dapat memanfaatkan layanan
secara online tanpa harus install program. IBM juga telah
meluncurkan produk pertamanya di teknologi ini sejak tiga tahun
silam yang bernama “LotusLive”. Tidak ketinggalan Hitachi Data
System (HDS) sebagai perusahaan data penyimpanan ketiga
terbesar di dunia dari Jepang menggarap “Leapdrive.com” sebagai
salah satu layanan cloud computing berupa ruang penyimpanan
yang diminati publik saat ini.
a. Faktor Pendorong Perkembangan Cloud Computing
Tren perkembangan dunia komputer telah berubah sejak
satu dekade terakhir. Komputer terutama server yang pada
awalnya berukuran besar semakin ke sini semakin kecil dan
ringkas. Sampai saat ini server yang terbilang cukup ringkas
adalah jenis blade server. Perubahan ini tidak lepas dari adanya
penemuan dan kemajuan dalam bidang processor. Sejak
ditemukannya nano technology, telah merubah platform CPU
menjadi sebuah sistem yang sangat ringkas dari segi fisiknya.
Faktor yang turut mempengaruhi adalah adanya
pemanasan global yang diakibatkan oleh emisi gas buang serta
kalor yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas manusia. Emisi gas
buang yang dihasilkan dari industri, kendaraan bermotor, dan
aktivitas lainnya sangat berpotensi merusak lapisan ozon kita.
Akibat dari hal itu adalah sinar matahari langsung masuk
menembus hingga ke permukaan bumi yang pada akhirnya akan
meningkatkan suhu di permukaan bumi. Untuk mencegah
kerusakan yang lebih parah, maka kini manusia berlomba-lomba
menciptakan teknologi yang ramah lingkungan alias Green
Technology.
Kehidupan manusia yang semakin dinamis dan mobile
juga menjadi salah satu faktor pendorong perkembangan
teknologi komputasi menuju era cloud computing. Kebutuhan
user akan availability, reliability, flexibility, dan scalability menjadi
tuntutan yang harus dipenuhi sebagai sebuah garansi service
atau layanan. Dengan menerapkan teknologi cloud computing,
maka keempat hal tadi akan dapat dipenuhi dan nantinya akan
mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang
cepat dan mudah.
Perubahan paradigma di sisi manajemen dan keuangan
juga menjadi faktor lain yang mendorong pertumbuhan cloud
computing saat ini. Dahulu manajemen biasa untuk
menginvestasikan dana di awal dalam bentuk Capital Expense
yang cukup besar agar ke depannya dapat menekan Operational
Expense. Tapi sejak ditemukannya teknologi cloud computing,
Capital Expense saat ini bisa dikurangi bahkan bisa ditiadakan
dan cukup mengeluarkan biaya untuk Operational Expense saja
apabila kita menggunakan Public Cloud. Bisa dibayangkan
efisiensi yang di dapatkan jika kita menerapkan cloud computing
dalam organisasi kita.
Cloud computing merupakan evolusi yang mengadopsi
virtualization,
service-oriented
architecture
and
utility
computing. Cloud computing memungkinkan konsumen
teknologi untuk memikirkan komputasi secara efektif dengan
biaya minimal dan dapat diandalkan. Hal lain yang juga tidak
perlu lagi dikhawatirkan oleh pengguna adalah tentang
bagaimana membangunnya, cara kerjanya, siapa yang
mengoperasikan atau di mana harus meletakkan.
Virtualization adalah penciptaan versi virtual (bukan
aktual) terhadap sumber daya teknologi informasi, seperti sistem
operasi, server, perangkat penyimpanan (storage) atau sumber
daya jaringan. Virtualisasi dapat dilihat sebagai bagian dari tren
secara menyeluruh dari Enterprise TI yang mencakup autonomic
computing. Autonomic computing merupakan sebuah skenario
di mana lingkungan TI akan mampu melakukan pengelolan
sendiri (self management) didasarkan pada aktivitas yang
dirasakan dan utility computing. Kekuatan pemrosesan
komputer dianggap sebagai sebuah utilitas yang memungkinkan
klien membayar sesuai yang diperlukan.
Ada beberapa pemahaman tentang Cloud Computing
yang dapat membantu kita untuk mengenal apa itu Cloud
Computing:
 Internet bisa dianggap cloud besar. Cloud berisi
komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah
berasal istilah 'cloud'. Jadi semuanya disambungkan ke
'cloud', atau cloud itu.“ (Stevan Greve).
 Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan
teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan
berbasis Internet ('cloud'). Cloud (cloud) adalah metefora
dari internet, sebagaimana cloud yang sering
digambarkan di diagram jaringan komputer, cloud (cloud)
dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.
 Dalam perspektif teknologi komunikasi sendiri, cloud
computing atau komputasi cloud dapat diartikan sebagai
suatu teknologi yang memanfaatkan internet sebagai
resource untuk komputasi yang dapat di-requset oleh
pengguna dan merupakan sebuah layanan dengan pusat
server bersifat virtual atau berada dalam cloud (internet)
itu sendiri (Krishnadi, 2010).
2. Pengertian

Istilah cloud diambil dari simbol cloud (awan) yang sering
digunakan untuk merepresentasikan internet dalam flow chart dan
diagram. Cloud computing atau dalam bahasa Indonesia memiliki
arti komputasi awan adalah model komputasi, dimana sumber daya
seperti processor, storage, network, dan software menjadi abstrak
dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet menggunakan
pola akses remote. Cloud computing atau komputasi awan adalah
gabungan antara pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’)
dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’).
Cloud computing pada dasarnya merupakan penggunaan
internet-based service untuk men-support business process. Akses
data dapat diperoleh dari mana saja dengan menggunakan
perangkat fixed atau mobile device yang terhubung dengan
internet (cloud service) sebagai tempat menyimpan data,
applications dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil
data, download aplikasi dan berpindah ke cloud lainnya. Hal
tersebut memungkinkan kita dapat memberikan layanan aplikasi
secara mobile di masa depan. Trend ini akan memberikan banyak
keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atau dari sisi
user.
Cloud computing juga sering diartikan sebagai kumpulan
dari beberapa resources yang terintegrasi menjadi satu dan
digunakan melalui web. Sebenarnya, cloud computing ini
didasarkan pada teknologi grid computing yang membuat
skalabilitas suatu sistem komputasi menjadi sangat besar dengan
cara menggabungkan beberapa sumber daya komputer menjadi
satu resource. Sehingga tidak salah jika ada orang yang
mengatakan cloud computing adalah grid computing yang
digabungkan dengan virtualisasi.
Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Cloud Computing
suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi
informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga
pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet tanpa mengetahui
apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali
terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.
Jika ditarik kesimpulan secara umum, cloud computing
adalah sebuah mekanisme, dimana sekumpulan IT resource yang
saling terhubung dan nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur
maupun aplikasi, dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga,
sehingga memungkinkan customer untuk menggunakan resource
tersebut secara on demand melalui network, baik yang sifatnya
jaringan private maupun publik.
Dengan menggunakan teknologi cloud computing,
perusahaan bisa fokus pada bisnis utama, memiliki kecepatan untuk
mengikuti kebutuhan bisnis sehingga tidak kehilangan business
opportunity, bisa membuat management cost yang lebih baik
karena peralihan dari CAPEX to OPEX dan yang tak kalah penting
adalah penggunaan tekhnologi yang terupdate dan terstandarisasi
yang akan digunakan pada platform Cloud Computing. Dengan
demikian perusahaan bisa lebih memikirkan hal-hal yang bersifat
strategis untuk kemajuan bisnisnya.
Cloud computing saat ini telah menjadi realita, dan ini akan
memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi teknologi
ini. Akibat dari kondisi sosial ekonomi yang terus mengalami
revolusi yang sangat cepat sehingga teknologi cloud computing ini
dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas bagi dunia bisnis.
Implementasi cloud computing pada dasarnya adalah
menggunakan Internet-Based service untuk mensupport business
process perusahaan. Cloud service biasanya memiliki beberapa
karakteristik, diantaranya adalah:
 Sangat cepat di deploy, sehingga bersifat instant untuk
implementasi.
 Biaya start-up teknologi ini cukup terjangkau dan
meminimalisir adanya biaya modal investasi yang mahal.
 Biaya service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen
yang tidak fix.
 Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade
dengan cepat tanpa adanya penalty.
 Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (banyak
klien pengguna dalam 1 platform).
 Kemampuan untuk mengcustomize service sesuai kebutuhan
klien akan menjadi sangat fleksibel.
Sistem
cloud
secara
otomatis
mengawasi
dan
mengoptimalkan penggunaan sumber daya komputasi dengan
memanfaatkan kemampuan pengukuran (metering) misalnya
penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna
aktif. Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan, dan
dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi pelanggan.
Menurut para ahli seperti Gartner misalnya menyebutkan
bahwa Cloud Computing merupakan sebuah cara komputasi ketika
layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur
disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan
teknologi Internet. Berbeda dengan Forester yang berpendapat
bahwa Cloud Computing merupakan standar kemampuan TI, seperti
perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang
disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan
dan bayar per-pemakaian. Secara sederhana Cloud Computing
dapat di ibaratkan seperti sebuah jaringan, misalnya jaringan hand
phone, dengan kartu sim IM3. Kita hanya perlu memasang kartu sim
IM3 ke dalam hand phone, maka secara otomatis hand phone akan
mencari jaringan IM3. Penyedia yang menyediakan jaringan IM3 ini
bisa kita ibaratkan seperti Cloud Computing atau Gambaran tentang
Cloud Computing.
Sedangkan menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Komputasi
awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan
pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan
berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari
internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram
jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan
komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga
merupakan
abstraksi
dari
infrastruktur
kompleks
yang
disembunyikannya. Komputasi awan adalah suatu konsep umum
yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang
dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap
Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna.

atau

Menurut salah satu akun wordpress,
komputasi awan merupakan definisi

Cloud computing
untuk teknologi
komputasi grid (grid computing) yang digunakan pada pertengahan
hingga akhir tahun 1990an. Jargon cloud computing atau
komputasi awan mulai muncul pada akhir tahun 2007, digunakan
untuk memindahkan layanan yang digunakan sehari-hari ke
Internet, bukan disimpan di komputer lokal lagi. Pada saat itu,
layanan lain termasuk pengolahan kata, spreadsheet, dan presentasi
telah dipindahkan ke dalam komputasi awan. Google menyediakan
pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi presentasi di lingkungan
komputasi awan dan terintegrasi dengan Gmail dan Google
Calendar, menyediakan lingkungan kantor di web (atau di awan).
Microsoft dan perusahaan lain juga bereksperimen dengan
mengalihkan program-program ke awan untuk membuatnya lebih
terjangkau dan lebih mudah diakses oleh pengguna komputer dan
Internet. Perangkat lunak sebagai layanan (istilah Microsoft untuk
cloud computing atau komputasi awan) adalah barang yang sangat
baru bagi kebanyakan orang di Microsoft.
Akun tersebut juga menyebutkan bahwa Cloud computing
atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi
komputer dan pengembangan berbasis Internet. Suatu metoda
komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan
sebagai suatu layanan sehingga pengguna dapat mengaksesnya
lewat Internet tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli
dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi
yang membantunya. Suatu konsep umum yang mencakup SaaS,
Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan
tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk
memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh,
Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang
diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan
data yang tersimpan di server.
B. Manfaat Cloud Computing
Dengan Cloud Computing kita tidak perlu lagi dikuatirkan
dengan adanya kompleksitas Teknologi saat ini. Perusahaan dan
organisasi yang dalam usahanya menggunakan Teknologi Informasi
tidak perlu takut dengan hal-hal yang dapat mengancam keamanan
sistem informasi mereka dan bahkan dalam hal peng-updatetan suatu
Teknologi atau aplikasi yang dipakai , karena semuanya itu bisa
diserahkan kepada penyedia layanan di Cloud Computing.
Cloud Computing jangan dijadikan sebagai ―Core Business‖
bagi sebuah perusahaan tapi sebaliknya jadikan-lah Cloud Computing
ini sebagai ―Support Business‖, prinsip ini yang benar karena Cloud
Computing sebagai penunjang suatu perusahaan dalam mengelola
sistem informasi yang ada di perusahaan tersebut dengan maksud dan
tujuan untuk kelangsungan bisnis dari perusahaan tersebut, karena
Cloud Computing memberikan solusi bagi perusahaan untuk
meringankan operasional perusahaan tersebut dalam hal pengolahan
data.
Ada beberapa keuntungan yang
perkembangan Cloud Computing ini, seperti:

dapat

dilihat

dari

1. Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk
sumber daya.
2. Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit
dan perkembangan yang cepat.
3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan
karena sistem pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu
cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
4. Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping.
5. Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat
kita meningkatkan reliability dan kritikal sistem informasi yang kita
bangun.
C. Layer Cloud Computing
1. Clients (klien)
Sebuah Klien cloud (cloud client) terdiri dari perangkat keras
komputer dan / atau perangkat lunak komputer yang
mempercayakan pada Cloud Computing (Komputerisasi cloud)
untuk mengirimkan aplikasi, atau yang secara khusus didisain untuk
pengiriman dari jasa cloud (cloud services) dan ini, pada kasus lain,
sebenarnya sia-sia seperti antara lain: Mobile (Linux based – Palm
Pre-WebOS Linux Kernel, Android-Linux Kernel, iPhone-Darwin
Linux Kernel, Microsoft based – Windows Mobile) Thin client
(CherryPal, Wyse, Zonbu, gOS-based systems) Thick client / Web
browser (Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, WebKit).
2. Application (aplikasi)
Sebuah aplikasi cloud (Cloud Application) mempengaruhi
Cloud Computing (Komputerisasi cloud) pada arsitektur perangkat
lunak (software), sering menghilangkan kebutuhan untuk
menginstal dan menjalankan aplikasi pada pengguna komputer
(user) sendiri, dengan demikian mengurangi beban dari
pemeliharaan perangkat lunak, operasi berkelanjutan, dan
dukungan. Antara lain:









Peer-to-peer / volunteer computing (BOINC, Skype)
Web applications (Webmail, Facebook, Twitter, YouTube)
Security as a service (MessageLabs, Purewire, ScanSafe, Zscaler)
Software as a service (A2Zapps.com, Google Apps,
Salesforce,Learn.com, Zoho, BigGyan.com)
Software plus services (Microsoft Online Services)
Storage [Distributed]
Content distribution (BitTorrent, Amazon CloudFront)
Synchronisation (Dropbox, Live Mesh, SpiderOak, ZumoDrive)

3. Platform
Suatu platform cloud (cloud platform) (PaaS) mengantarkan
sebuah platform komputasi dan/atau solusi tumpukan (solution
stack) sebagai satu jasa, umumnya menggunakan infrastruktur
cloud (cloud infrastructure) dan aplikasi pendukung cloud
(supporting cloud applications). Hal ini memudahkan penyebaran
aplikasi tanpa biaya dan kompleksitas dari pembelian dan mengatur
perangkat keras dasar dan lapisan perangkat lunak. Antara lain:
 Services
 Identity (OAuth, OpenID)
 Payments (Amazon Flexible
Checkout, PayPal)

Payments

Service,

Google













Search (Alexa, Google Custom Search, Yahoo! BOSS)
Real-world (Amazon Mechanical Turk)
Solution stacks
Java (Google App Engine)
PHP (Rackspace Cloud Sites)
Python Django (Google App Engine)
Ruby on Rails (Heroku)
NET (Azure Services Platform, Rackspace Cloud Sites)
Proprietary (Force.com, WorkXpress, Wolf Frameworks)
Storage [Structured]
Databases (Amazon SimpleDB, BigTable)
File storage (Centerra Blades,Amazon S3, Nirvanix, Rackspace
Cloud Files) Queues (Amazon SQS)

4. Infrastructure
Infrastruktur cloud (Cloud infrastructure) (IaaS) adalah
pengiriman dari infrastruktur komputer, yang secara khusus pada
suatu platform lingkungan virtualisasi, sebagai satu jasa. Antara lain:
 Compute (Amazon CloudWatch, RightScale)
 Physical machines
 Virtual machines (Amazon EC2, GoGrid, iland, Rackspace Cloud
Servers)
 OS-level virtualization
 Network (Amazon VPC)
 Storage [Raw] (Amazon EBS)
5. Servers
Lapisan server terdiri dari perangkat keras komputer dan /
atau produk perangkat lunak komputer yang terperinci didisain
untuk pengiriman dari jasa cloud (cloud services). Seperti: Fabric
computing (Cisco UCS) Cloud Services (Layanan Cloud) = Pengguna
dan produk bisnis, layanan dan solusi yang dikirim dan digunakan
pada waktu yang real-time melalui jaringan InternetmCloud
Computing (Komputerisasi Cloud) = sesuatu yang muncul setelah
pengembangan IT, penyebaran dan model pengiriman,
memungkinkan pengiriman produk secara real-time, pelayanan dan
solusi-solusi melalui jaringan internet (dengan kata lain
memungkinkan Cloud Service). Untuk beberapa tahun Kedepannya
teknologi Cloud Computing (Komputerisasi cloud) akan
berkembang secara pesat seiring dengan kemajuan teknologi yang
didukung oleh perusahaan besar seperti IBM, Google, Microsoft,
Yahoo, Amazon, dan lain-lain sehingga proses pengiriman dan
penerimaan data menjadi lebih baik sehingga setiap orang dapat
menikmati layanan internet dengan Cepat dan Murah.
D. Infrastruktur Cloud Computing
1. Proved web-services integreted
Sesuai dengan sifatnya, teknologi Cloud Computing jauh lebih
mudah dan lebih cepat untuk mengintegrasikan dengan aplikasi lain
user di perusahaan (baik perangkat lunak tradisional dan Cloud
Computing infrastruktur-based).
2. World-class Services Delivery
Cloud computing infrastruktur menawarkan skalabilitas yang
jauh lebih besar, pemulihan bencana yang lengkap, dan uptime
mengesankan.
3. No Hardware and Software to Install
infrastruktur cloud computing 100%. Keindahan teknologi
cloud computing adalah kesederhanaannya dan dalam kenyataan
bahwa ia memerlukan belanja modal secara signifikan lebih sedikit
untuk di bangun dan berjalan.
4. Faster and Lower-risk Deployment
User bisa membangun dan berjalan di sebagian kecil dari
waktu dengan infrastruktur Cloud Computing. Tidak menunggu
bulan lagi atau tahun dan menghabiskan jutaan dolar sebelum ada
yang sampai ke login ke solusi baru. Teknologi Cloud Computing
Anda yang tinggal dalam hitungan minggu atau bulan, bahkan
dengan kustomisasi yang luas atau integrasi.
5. Support for Deep Cutomizations
Beberapa profesional TI keliru berpikir bahwa teknologi Cloud
Computing sulit atau tidak mungkin untuk menyesuaikan luas, dan
karenanya bukan merupakan pilihan yang baik untuk perusahaan
yang kompleks. Infrastruktur Cloud Computing tidak hanya
memungkinkan penyesuaian dalam dan konfigurasi aplikasi, itu
mempertahankan semua kustomisasi bahkan selama upgrade. Dan
bahkan lebih baik, teknologi Cloud Computing sangat ideal untuk
pengembangan aplikasi untuk mendukung kebutuhan organisasi.
6. Empowered Business Suport
Cloud computing teknologi memungkinkan on-the-fly,
kustomisasi point-and-klik dan generasi laporan untuk pengguna
bisnis, sehingga IT tidak menghabiskan setengah waktu membuat
perubahan kecil dan menjalankan laporan.
7. Automatic Upgrades that dont Impact IT Resources
Cloud computing infrastruktur mengakhiri dilema besar IT. Jika
kita upgrade ke versi terbaru-dan-terbesar aplikasi, kita akan
dipaksa untuk menghabiskan waktu dan sumber daya (bahwa kita
tidak memiliki) untuk membangun kembali kustomisasi dan
integrasi. Cloud computing teknologi tidak memaksa untuk
memutuskan antara upgrade dan melestarikan semua kerja keras
user, karena mereka kustomisasi dan integrasi secara otomatis
disimpan selama sebuah upgrade.

E. Karakteristik Cloud Computing
1. On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan
oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia
pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah
sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan
aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat
mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia
saat itu juga.
2. Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari
mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung
ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas,
selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat
mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop,
warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara
terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena
cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai
pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara
efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4. Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan
(atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila
pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah
user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika
pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah
website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila
terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka
kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara
terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran.
Harap diingat bahwa layanan cloud computing dibayar sesuai
penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.
F. Mekanisme Cloud Computing
Mekanisme akses ke cloud computing “mungkin” dapat
dijalankan secara beraneka ragam mulai dari akses standar LAN
maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai
kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung
ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing.
Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini
tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna dimana
pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan
mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.
Dengan Cloud Computing komputer lokal tidak lagi harus
menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi
yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat
lunak untuk setiap komputer, yang diperlukan hanya melakukan
installasi operating system pada satu aplikasi. Jaringan komputer yang
membentuk awan (internet) menangani mereka sebagai gantinya.
Server ini yang akan menjalankan semuanya aplikasi mulai dari e-mail,
pengolah kata, sampai program analisis data yang kompleks. Ketika
pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website populer,
banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna Internet Protokol (IP) misalnya
dapat digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada
(geolocation). Domain Name System (DNS) jasa kemudian dapat
mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan
pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa
lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke
layanan mereka menggunakan id sesi atau cookie yang telah
didapatkan yang disimpan dalam browser mereka.

Apa yang user lihat pada browser biasanya datang dari web
server. Webservers menjalankan perangkat lunak dan menyajikan
pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk
mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik,
upload dan lain-lain) Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan
oleh webservers atau diproses oleh server aplikasi. Informasi kemudian
disimpan pada atau diambil dari database server atau file server dan
pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah diperbarui.
Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses
global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.
Web service telah memberikan mekanisme umum untuk
pengiriman layanan, hal ini membuat service-oriented architecture
(SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk mengatasi
persyaratan yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan protocolindependent distributed computing. Dalam SOA, sumber daya
perangkat lunak yang dikemas sebagai "layanan," yang terdefinisi
dengan baik, modul mandiri yang menyediakan fungsionalitas bisnis
standar dan konteks jasa lainnya. Kematangan web service telah
memungkinkan penciptaan layanan yang kuat yang dapat diakses
berdasarkan permintaan, dengan cara yang seragam.
G. Layanan Cloud Computing
1. Public Cloud (Cloud Publik)
Cloud Public atau cloud eksternal mendeskripsikan komputasi
cloud pada arti tendensi tradisional, yang mana sumber daya
dengan ketentuan dinamis pada suatu fine-grained (perbaikan),
basis pelayanan sendiri lewat Internet, melalui aplikasi web / jasa
web, dari satu lokasi penyedia off-site oleh pihak ketiga yang
berbagi sumber daya dan daftar kegunaan pada suatu fine-grained
utility computing.
Hybrid Cloud (Cloud Bastar) Satu lingkungan cloud bastar
(Hybrid Cloud) terdiri dari beberapa penyedia layanan internal dan /
atau penyedia layanan eksternal "akan di khususkan untuk banyak
perusahaan". Satu cloud bastar dapat mendeskripsikan konfigurasi
dengan mengombinasikan satu alat lokal (local device), seperti pada
Plug computer dengan layanan Cloud (cloud). Hal ini juga dapat
menjabarkan konfigurasi yang mengkombinasikan antara virtual
dan physical, aset colocated misalnya, kebanyakan lingkungan yang
divirtualisasikan yang memerlukan server fisik, Router, atau
perangkat keras lain seperti satu alat jaringan yang berfungsi
sebagai firewall atau spam filter.
2. Community Cloud
Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan
bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan
kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang
dibutuhkan, dan lainnya. Jadi, community cloud ini merupakan
“pengembangan terbatas” dari private cloud. Dan sama juga
dengan private cloud, infrastruktur cloud yang ada bisa di-manage
oleh salah satu dari organisasi itu, ataupun juga oleh pihak ketiga.
3. Private Cloud (Cloud Pribadi)
Private Cloud dan cloud internal adalah pembentukan kata
baru yang yang baru-baru ini telah dipergunakan oleh beberapa
penjual (vendor) untuk deskripsikan penawaran yang menandingi
Cloud Computing (Komputerisasi cloud) pada jaringan pribadi.
Produk ini (secara khas virtualisasi otomatisasi) menyatakan
"mengantarkan beberapa keuntungan-keuntungan dari Cloud
Computing (Komputerisasi cloud) tanpa jebakan (pitfalls)",
kapitalisasi pada jaminan sekuritas data, perusahaan pemerintahan,
dan dapat diandalkan. Mereka telah dikritik atas dasar pengguna itu
"masih perlu untuk beli, bangun, dan mengatur mereka" dan seperti
halnya tidak menguntungkan dari menurunkan biaya modal dan
sedikit campur tangan manajemen langsung, sebenarnya
"Kurangnya model ekonomi yang membuat Cloud Computing
(Komputerisasi cloud) seperti satu konsep pembangkit minat".
4. Hybrid Cloud
Untuk jenis ini, infrastruktur cloud yang tersedia merupakan
komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (private,
community, atau public). Di mana meskipun secara entitas mereka
tetap berdiri sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu
teknologi/mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan
aplikasi antar cloud itu Misalnya, mekanisme load balancing yang
antar cloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa dipertahankan pada
level yang optimal.
H. Aspek Keamanan Cloud Computing
1. Manajemen risiko dan ketaatan
Menurut National Technology Officer Microsoft Tony Seno
Hartono, banyak perusahaan cloud computing yang menyatakan
jasa mereka aman. "Kalau ingin tahu apakah benar demikian, perlu
dicek mereka mengikuti standar yang mana," papar Tony.
Sebab, penyedia komputasi awan harus menggunakan
beberapa frameworkatau best practice seperti MOF atau ITIL dan
mempunyai sertifikasi seperti ISO/IEC 27001:2005, serta
mempublikasikan laporan audit ke SAS 70 type II. Selain itu juga
harus disesuaikan ketentuan suatu negara.
2. Manajemen akses dan identitas
Sekarang sudah banyak perusahaan yang bergerak di bidang
penyedia jasa cloud computing. Identitas bisa diperoleh dari
beberapa penyedia jasa komputasi awan dan bersifat interoperable
antarorganisasi yang berbeda. Perlu diperhatikan bagaimana jika
pengguna lupa password. Karena itu, Tony menyarankan autentikasi
sebaiknya menggunakan cara lain seperti biometric, one time
password token seperti token BCA atau kartu ID dengan chip.
3. Integritas layanan
Penyedia komputasi awan harus mengikuti proses yang
dapat dibuktikan, terdefinisi dan jelas dalam mengintegrasikan
keamanan dan privasi ke dalam layanan mereka, mulai dari siklus
awal sampai terakhir. Tony menyarankan penggunaan sertifikasi
seperti EAL4+ untuk mengevaluasi keamanan, SDL untuk
mengembangkan aplikasi dan ISO/IEC 18044 untuk insiden.
4. Integritas klien
Jasa komputasi awan yang digunakan di sisi klien harus
memerhatikan aspek keamanan, ketaatan dan integritas di sisi klien.
Integritas klien bisa ditingkatkan menggunakan panduan praktik
terbaik. Caranya, perkuat sistem komputer, terapkan kebijakan
teknologi informasi yang tepat, federasi identitas atau
menggunakan metode network access protection.
5. Proteksi informasi
Ini penting. Bayangkan saja. Orang sudah menggunakan
layanan komputasi awan gratis. Mereka menyimpan foto dan data
lain, tetapi bocor. Padahal informasi yang bocor tidak mungkin
ditarik kembali. Untuk mencegah kejadian tersebut, gunakan
teknologi enkripsi dan manajemen hak informasi (IRM) sebelum
data dilepas ke cloud.
I. Resiko Cloud Computing
Dalam segala hal yang berhubungan dengan teknologi baru,
selain
menawarkan
keunggulan-keunggulan
dan
segala
kemudahannya, tentunya ada resiko yang harus siap ditanggung.
Begitu pula dengan cloud computing. Di samping segala keunggulan
dan kemudahannya, teknologi cloud computing tetap memiliki resiko.
Beberapa resiko yang mungkin terjadi antara lain:
1. Service Level
Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan
performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan
anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai
transaction response time, data protection dan kecepatan data
recovery.
2. Privacy
Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting
kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah
U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari
anda.
3. Compliance
Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang
anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider
diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk
penyimpanan data di dalam cloud, namun karena service ini masih
sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal
penyimpanan data.
4. Data Ownership
Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data
tersebut tersimpan di dalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit
aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi
pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use
aggrement-nya yang mempertanyakan hal ini.
J. Contoh Cloud Computing
1. Windows Azure
Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis
komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan
mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari
Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai
macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada
1 Februari 2010. Fitur-fitur Windows Azure, diantaranya:
 Layanan Infrastruktur
Windows Azure menyediakan infrastruktur dengan skala
yang sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam membuat aplikasi
baru atau menjalankan aplikasi yang telah disediakan.
 Kembangkan dan Lakukan Percobaan
Windows Azure memungkinkan pengguna untuk
melakukan pengembangan aplikasi dan langsung melakukan
percobaan pada aplikasi tersebut secara cepat.
 Big Data
Windows Azure menyediakan kapasitas data yang
besar. Kapasitas ini didukung oleh Apache Hadoop.
 Aplikasi Mobile
Windows Azure memberikan kemudahan dalam
pembuatan aplikasi mobile. Aplikasi yang telah dibuat dan
dapat langsung dimasukan ke penyimpanan komputasi awan.
 Media
Layanan Media Windows Azure memperbolehkan untuk
mengembangkan solusi penyebaran media, yang mana bisa
menampilkan media dari Adobe Flash, Android, iOS,
Windows, dan platform lainnya
 Aplikasi Web
Windows Azure menawarkan keamanan dan fleksibilitas
pengembangan, penyebaran, dan pilihan skala untuk
berbagai macam ukuran aplikasi web.
 Penyimpanan, Pencadangan, dan Pemulihan
Windows
Azure
menyediakan
penyimpanan,
pencadangan, dan solusi pemulihan data apapun.
 Identitas dan Manajemen Akses
Windows Azure Active Directory memberikan layanan
pengamanan pada identitas perusahaan. Serta melakukan
manajemen pada banyak pengguna di sebuah perusahaan.
 Integrasi
Windows Azure memperbolehkan pengguna untuk
membawa seluruh aplikasi, data, perangkat, mitra ke
perangkat lokal dan ke awan.
 Manajemen Data
Windows Azure menyediakan solusi yang tepat untuk
kebutuhan data pengguna.
2. Google Drive
Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang
dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April
2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari
Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan
sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat
ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian
Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan
pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan
dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop,
komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat
dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai
ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan.
3. Google App Engine
Google App Engine merupakan salah satu layanan PaaS
(Platfrom as a Services) yang dipersembahkan Google yang dapat
memungkinkan user menjalankan aplikasi web pada infrastruktur
Google. Dengan Aplikasi App Engin user mudah untuk membangun,
mudah untuk mempertahankan, dan mudah untuk skala sebagai
lalu lintas dan kebutuhan penyimpanan data berkembang. Dengan
App Engine, tidak ada server untuk mempertahankan: user hanya
meng-upload aplikasi. Google App Engine mendukung aplikasi
yang ditulis dalam beberapa bahasa pemrograman.
Dengan App Engine lingkungan runtime Java, user dapat
membangun aplikasi menggunakan teknologi Java standar,
termasuk JVM, servlet Java, dan bahasa pemrograman Java-atau
bahasa lainnya menggunakan interpreter JVM-based atau compiler,
seperti JavaScript atau Ruby. App Engine juga memiliki dua
berdedikasi Python lingkungan runtime, yang masing-masing
mencakup interpreter Python cepat dan perpustakaan Python
standar. Akhirnya, App Engine menyediakan lingkungan runtime Go
yang berjalan native dikompilasi Go kode. Lingkungan runtime ini
dibangun untuk memastikan bahwa aplikasi berjalan dengan cepat,
aman, dan tanpa gangguan dari aplikasi lain pada sistem.
Dengan App Engine, user hanya membayar untuk apa yang
digunakan. Tidak ada set-up biaya dan tidak ada biaya berulang.
Sumber daya aplikasi yang digunakan, seperti penyimpanan dan
bandwidth, yang diukur dengan gigabyte, dan ditagih dengan harga
yang bersaing. User mengontrol jumlah maksimum sumber daya
aplikasi yang dapat anda konsumsi, sehingga selalu tetap dalam
anggaran.
App Engine tidak ada biaya untuk memulai. Semua aplikasi
dapat menggunakan hingga 1 GB penyimpanan dan CPU yang
cukup dan bandwidth untuk mendukung sebuah aplikasi yang
efisien melayani tampilan halaman sekitar 5 juta per bulan, benarbenar gratis.
BAB III
PENUTUP
Cloud computing sebenarnya merupakan sistem komputasi
kolaboratif yang berbasis internet. Melalui sistem ini, para pengguna
komputer dapat berbagi semua sumber dayanya. Mulai dari software,
hardware, termasuk pusat data (server). Sehingga nantinya diharapkan
para pengguna komputer tidak lagi perlu memiliki item-item tersebut
yang selama ini menguras banyak investasi. Sederhananya, para pengguna
komputer dapat menggunakan source tanpa perlu membeli, memiliki, atau
menginstall program di dalam komputer yang membuat berkurangnya
memori penyimpanan dalam komputer serta mempengaruhi kinerja
komputer. Namun cukup dengan menyewa sumber daya (lunak atau
peranti keras) dari server inti yang dipilih sesuai dengan kebutuhan (pay
per use).
Dengan dibuatnya makalah ini saya dapat menyampaikan tentang
bagaimana dan apa itu Cloud Computing. Saya harap makalah ini akan jadi
sumber informasi bagi semua orang yang ingin mengetahui tentang Cloud
Computing.
Demikian saya akhiri makalah ini, tak lupa kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan, saya harapkan dari semua pihak.
DAFTAR PUSTAKA
Ibnew.

(2012).
Makalah
Cloud
Computing.
Diunduh
http://ibnewd.blogspot.com/2012/11/makalah-cloudcomputing.html pada tanggal 8 Desember 2013.

Anonim.
(2013).
Cloud
Computing.
http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing
Desember 2013.

dari

Diunduh
dari
pada tanggal 8

Ichwan, Andi Maulana. (2012). Makalah Cloud Computing. Diunduh dari
http://maulanaichwan.blogspot.com/2012/12/makalah-cloudcomputing.html pada tanggal 8 Desember 2013.
Anonim. (2013). Jenis Layanan Cloud Computing. Diunduh dari
http://basingna.wordpress.com/2013/04/05/jenis-layanan-cloudcomputing/ pada tanggal 8 Desember 2013.
Anonim. (_____). Manfaat dan Tujuan Cloud Computing. Diunduh dari
http://teknojakarta1207.blogspot.com/p/manfaat-dan-tujuancloud-computing.html pada tanggal 8 Desember 2013.
Haryadi, Try. (2011). Makalah Cloud Computing. Diunduh
http://semuthitam45.blogspot.com/2013/05/makalah-cloudcomputing.html pada tanggal 8 Desember 2013.

dari

Islahudin. (2013). Makalah Cloud Computing. Diunduh dari http://islahudinsoft-it.blogspot.com/2013/05/makalah-cloud-computing.html pada
tanggal 8 Desember 2013.

More Related Content

What's hot

4. percabangan dan perulangan
4. percabangan dan perulangan4. percabangan dan perulangan
4. percabangan dan perulangan
Aris Saputro
 
Sistem Basis Data(PPT)
Sistem Basis Data(PPT)Sistem Basis Data(PPT)
Sistem Basis Data(PPT)
tafrikan
 
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud ComputingManajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Andina Nuringgani
 
Cloud computing dan strategi ti modern
Cloud computing dan strategi ti modernCloud computing dan strategi ti modern
Cloud computing dan strategi ti modern
Aqwu Arvitha
 
Perancangan dan Analisa Sistem
Perancangan dan Analisa SistemPerancangan dan Analisa Sistem
Perancangan dan Analisa Sistem
guestb7aaaf1e
 
forward and backward chaining
forward and backward chainingforward and backward chaining
forward and backward chaining
Rado Sianipar
 

What's hot (20)

Pengenalan cloud-computing
Pengenalan cloud-computingPengenalan cloud-computing
Pengenalan cloud-computing
 
Makalah Jaringan Internet
Makalah Jaringan InternetMakalah Jaringan Internet
Makalah Jaringan Internet
 
Makalah implementasi sistem informasi
Makalah implementasi sistem informasiMakalah implementasi sistem informasi
Makalah implementasi sistem informasi
 
Makalah Cloud Computing
Makalah Cloud ComputingMakalah Cloud Computing
Makalah Cloud Computing
 
Presentasi cloud computing
Presentasi cloud computingPresentasi cloud computing
Presentasi cloud computing
 
Decision Support System
Decision Support SystemDecision Support System
Decision Support System
 
4. percabangan dan perulangan
4. percabangan dan perulangan4. percabangan dan perulangan
4. percabangan dan perulangan
 
Sistem Basis Data(PPT)
Sistem Basis Data(PPT)Sistem Basis Data(PPT)
Sistem Basis Data(PPT)
 
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud ComputingManajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
 
Makalah Mobile Programming
Makalah Mobile ProgrammingMakalah Mobile Programming
Makalah Mobile Programming
 
Cloud computing dan strategi ti modern
Cloud computing dan strategi ti modernCloud computing dan strategi ti modern
Cloud computing dan strategi ti modern
 
Paradigma,proses desain dan rekayasa daya guna
Paradigma,proses desain dan rekayasa daya gunaParadigma,proses desain dan rekayasa daya guna
Paradigma,proses desain dan rekayasa daya guna
 
Perancangan dan Analisa Sistem
Perancangan dan Analisa SistemPerancangan dan Analisa Sistem
Perancangan dan Analisa Sistem
 
Kisi kisi sbp
Kisi kisi sbpKisi kisi sbp
Kisi kisi sbp
 
Pertemuan 6 Infrastruktur Datawarehouse
Pertemuan 6 Infrastruktur DatawarehousePertemuan 6 Infrastruktur Datawarehouse
Pertemuan 6 Infrastruktur Datawarehouse
 
forward and backward chaining
forward and backward chainingforward and backward chaining
forward and backward chaining
 
Visualisasi informasi
Visualisasi informasiVisualisasi informasi
Visualisasi informasi
 
Prinsip usability
Prinsip usabilityPrinsip usability
Prinsip usability
 
Software Requirement Specification SRS
Software Requirement Specification SRSSoftware Requirement Specification SRS
Software Requirement Specification SRS
 
Rpl 015 - interface user
Rpl   015 - interface userRpl   015 - interface user
Rpl 015 - interface user
 

Similar to makalah Cloud computing

Makalah cloud computing dasar
Makalah cloud computing dasarMakalah cloud computing dasar
Makalah cloud computing dasar
Hutommo Bagus
 
Makalah cloud computing
Makalah cloud computingMakalah cloud computing
Makalah cloud computing
syabdan
 
Pengantar cloud computing
Pengantar cloud computingPengantar cloud computing
Pengantar cloud computing
Mohamad Saksono
 

Similar to makalah Cloud computing (20)

Makalah Dasar TIK Cloud Computing
Makalah Dasar TIK Cloud ComputingMakalah Dasar TIK Cloud Computing
Makalah Dasar TIK Cloud Computing
 
Makalah dasar tik cloud computing fix
Makalah dasar tik cloud computing fixMakalah dasar tik cloud computing fix
Makalah dasar tik cloud computing fix
 
Komputasi awan
Komputasi awanKomputasi awan
Komputasi awan
 
Makalah cloud computing dasar
Makalah cloud computing dasarMakalah cloud computing dasar
Makalah cloud computing dasar
 
Ristianawati 2114 r0800 cloud
Ristianawati 2114 r0800 cloudRistianawati 2114 r0800 cloud
Ristianawati 2114 r0800 cloud
 
Cloud computing
Cloud computingCloud computing
Cloud computing
 
Book of cloud computing
Book of cloud computingBook of cloud computing
Book of cloud computing
 
Makalah cloud computing
Makalah cloud computingMakalah cloud computing
Makalah cloud computing
 
Cloudcomputing
CloudcomputingCloudcomputing
Cloudcomputing
 
Pengantar cloud computing
Pengantar cloud computingPengantar cloud computing
Pengantar cloud computing
 
Makalah pti cloud computing
Makalah pti cloud computingMakalah pti cloud computing
Makalah pti cloud computing
 
caridokumen.com_makalah-cloud-computing-.doc
caridokumen.com_makalah-cloud-computing-.doccaridokumen.com_makalah-cloud-computing-.doc
caridokumen.com_makalah-cloud-computing-.doc
 
Sejarah cloud computing
Sejarah cloud computingSejarah cloud computing
Sejarah cloud computing
 
Makalah cloud computing
Makalah cloud computingMakalah cloud computing
Makalah cloud computing
 
Proposal pkm
Proposal pkmProposal pkm
Proposal pkm
 
Makalah PTI (cloud computing)
Makalah PTI (cloud computing)Makalah PTI (cloud computing)
Makalah PTI (cloud computing)
 
Cloud Computing
Cloud ComputingCloud Computing
Cloud Computing
 
Cloud Computing
Cloud ComputingCloud Computing
Cloud Computing
 
Cloud Computing.pptx
Cloud Computing.pptxCloud Computing.pptx
Cloud Computing.pptx
 
Cloud Computing
Cloud ComputingCloud Computing
Cloud Computing
 

More from Fajar Satrio

Makalah Jaringan Komputer Modern
Makalah Jaringan Komputer ModernMakalah Jaringan Komputer Modern
Makalah Jaringan Komputer Modern
Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 14.04 Virtual
Tutorial instal ubuntu 14.04 VirtualTutorial instal ubuntu 14.04 Virtual
Tutorial instal ubuntu 14.04 Virtual
Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 13.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 13.10 VirtualTutorial instal ubuntu 13.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 13.10 Virtual
Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 12.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 12.10 virtualTutorial instal ubuntu 12.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 12.10 virtual
Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 11.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 11.10 VirtualTutorial instal ubuntu 11.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 11.10 Virtual
Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 10.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 10.10 virtualTutorial instal ubuntu 10.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 10.10 virtual
Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar Satrio
Tutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar SatrioTutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar Satrio
Tutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar Satrio
Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 8.04 virtual
Tutorial instal ubuntu 8.04 virtualTutorial instal ubuntu 8.04 virtual
Tutorial instal ubuntu 8.04 virtual
Fajar Satrio
 
Tutorial Instal windows 8 virtual
Tutorial Instal windows 8 virtualTutorial Instal windows 8 virtual
Tutorial Instal windows 8 virtual
Fajar Satrio
 
Instal windows 7 virtual
Instal windows 7 virtualInstal windows 7 virtual
Instal windows 7 virtual
Fajar Satrio
 
tutorial Instal windows xp
tutorial Instal windows xptutorial Instal windows xp
tutorial Instal windows xp
Fajar Satrio
 

More from Fajar Satrio (20)

Makalah Jaringan Komputer Modern
Makalah Jaringan Komputer ModernMakalah Jaringan Komputer Modern
Makalah Jaringan Komputer Modern
 
Tutorial instal ubuntu 14.04 Virtual
Tutorial instal ubuntu 14.04 VirtualTutorial instal ubuntu 14.04 Virtual
Tutorial instal ubuntu 14.04 Virtual
 
Tutorial instal ubuntu 13.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 13.10 VirtualTutorial instal ubuntu 13.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 13.10 Virtual
 
Tutorial instal ubuntu 12.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 12.10 virtualTutorial instal ubuntu 12.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 12.10 virtual
 
Tutorial instal ubuntu 11.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 11.10 VirtualTutorial instal ubuntu 11.10 Virtual
Tutorial instal ubuntu 11.10 Virtual
 
Tutorial instal ubuntu 10.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 10.10 virtualTutorial instal ubuntu 10.10 virtual
Tutorial instal ubuntu 10.10 virtual
 
Tutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar Satrio
Tutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar SatrioTutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar Satrio
Tutorial instal ubuntu 9.10 Virtual, Fajar Satrio
 
Tutorial instal ubuntu 8.04 virtual
Tutorial instal ubuntu 8.04 virtualTutorial instal ubuntu 8.04 virtual
Tutorial instal ubuntu 8.04 virtual
 
Tutorial Instal windows 8 virtual
Tutorial Instal windows 8 virtualTutorial Instal windows 8 virtual
Tutorial Instal windows 8 virtual
 
Instal windows 7 virtual
Instal windows 7 virtualInstal windows 7 virtual
Instal windows 7 virtual
 
tutorial Instal windows xp
tutorial Instal windows xptutorial Instal windows xp
tutorial Instal windows xp
 
MikroTik
MikroTikMikroTik
MikroTik
 
makalah Mikrotik
makalah Mikrotikmakalah Mikrotik
makalah Mikrotik
 
power point Cloud computing
power point Cloud computingpower point Cloud computing
power point Cloud computing
 
Penggunaan JQuery
Penggunaan JQueryPenggunaan JQuery
Penggunaan JQuery
 
penggunaan JQuery
penggunaan JQuerypenggunaan JQuery
penggunaan JQuery
 
Fajar Satrio Java
Fajar Satrio JavaFajar Satrio Java
Fajar Satrio Java
 
Fajar satrio Html5
Fajar satrio Html5Fajar satrio Html5
Fajar satrio Html5
 
fajar satrio Makalah html5
fajar satrio Makalah html5fajar satrio Makalah html5
fajar satrio Makalah html5
 
fajar satrio android
fajar satrio androidfajar satrio android
fajar satrio android
 

Recently uploaded

MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptxMODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
bubblegaming431
 
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Novi Cherly
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
indahningsih541
 

Recently uploaded (20)

MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.
Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.
Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.
 
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptxAKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
 
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRevisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
 
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanMateri Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptxMODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
 
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
 
SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2
SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2
SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2
 
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptxLembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
 
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
 
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
 
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptxPerspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
 
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
 
Tugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik Widarsih
Tugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik WidarsihTugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik Widarsih
Tugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik Widarsih
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

makalah Cloud computing

  • 1. CLOUD COMPUTING Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi Dosen Pengampu: Septia Lutfi, S. Kom, M. Kom Disusun Oleh: Fajar Satrio NIM. 1102412060 Rombel 3 JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013
  • 2. KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb. Puji syukur senantiasa saya hanturkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Cloud Computing” ini tepat pada waktunya, untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ada banyak kesulitan dalam penyelesaian tugas ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak, akhirnya kesulitan itu dapat saya atasi. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian makalah ini. Dengan makalah ini, saya harap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan mampu memberikan informasi tentang penggunaan Cloud Computing. Masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar nantinya bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi saya dan dapat membuat makalah yang lebih baik lagi. Atas kritik dan saran anda saya mengucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb Semarang, 9 Desember 2013 Fajar Satrio
  • 3. DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah dan Pengertian 1. Sejarah a. Faktor Pendorong Perkembangan Cloud Computing 2. Pengertian B. Manfaat Cloud Computing C. Layer Cloud Computing 1. Clients (klien) 2. Application (aplikasi) 3. Platform 4. Infrastructure 5. Servers D. Infrastruktur Cloud Computing 1. Proved web-services integrated 2. World-class Services Delivery 3. No Hardware and Software to Install 4. Faster and Lower-risk Deployment 5. Support for Deep Cutomizations 6. Empowered Business Suport 7. Automatic Upgrades that dont Impact IT Resources E. Karakteristik Cloud Computing 1. On-Demand Self-Services 2. Broad Network Access 3. Resource Pooling 4. Rapid Elasticity 5. Measured Service F. Mekanisme Cloud Computing
  • 4. G. Layanan Cloud Computing 1. Public Cloud (Cloud Publik) 2. Community Cloud 3. Private Cloud (Cloud Pribadi) 4. Hybrid Cloud H. Aspek Keamanan Cloud Computing 1. Manajemen risiko dan ketaatan 2. Manajemen akses dan identitas 3. Integritas layanan 4. Integritas klien 5. Proteksi informasi I. Resiko Cloud Computing 1. Service Level 2. Privacy 3. Compliance 4. Data Ownership 5. Data Mobility J. Contoh Cloud Computing 1. Windows Azure 2. Google Drive 3. Google App Engine BAB III PENUTUP Daftar Pustaka
  • 5. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah salah satu komponen yeng paling penting dalam mengikuti perkembangan zaman. Teknologi komputasi dan teknik pemrograman baru atau teknik pengembangan berubah dengan cepat, tujuan dalam komputasi awan nampaknya akan membuat teknologi menjadi sangat mudah dimata user dan menjadikannya sesederhana mungkin. Pengembangan berbasis internet sangat pesat saat ini dengan boomingnya blogging dan microblogging serta layanan jejaring sosial yang bertujuan untuk menemukan cara baru membantu individu dan bisnis untuk dapat berkomunikasi satu sama lain di arena cloud computing atau komputasi awan. Atas alasan Perkembangan tersebut dan agar masyarakat Indonesia tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi, selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi, maka saya berusaha menyusun makalah ini dengan segenap kemampuan yang saya miliki. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Sejarah Perkembangan Cloud Computing ? 2. Apa yang dimaksud dengan Cloud Computing ? 3. Apakah manfaat dari Cloud Computing ? 4. Bagaimana resiko yang ada dalam Cloud Computing ? 5. Apa yang anda ketahui tentang Cloud Computing ? C. Tujuan 1. Mengetahui sejarah perkembangan Cloud Computing. 2. Memberi pengertian tentang Cloud Computing. 3. Memahami manfaat jika menggunakan Cloud Computing. 4. Selain memahami manfaat pembaca juga harus memahami resiko yang ada dalam Cloud Computing. 5. Mengerti semua informasi tentang Cloud Computing.
  • 6. BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah dan Pengertian 1. Sejarah Dunia computer yang pertumbuhan dan perkembangannya secepat ini juga merupakan salah satu hasil riset para ilmuwan jaman dulu. Di tahun 50-an, Cloud Computing mempunyai konsep yang mendasar. Pada saat komputer mainframe yang tersedia dalam skala yang besar dalam dunia pendidikan serta perusahaan bisa diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal Statis. Terminal tersebut hanya bisa digunakan untuk melakukan komunikasi tetapi tidak mempunyai kapasitas pemrosesan internal. Agar penggunaan mainframe yang relatif mahal menjadi efisien maka mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja CPU. Hal ini bisa menghilangkan periode tidak aktif pada mainframae, memungkinkan untuk kembali pada investasi. Hinga
  • 7. pertengahan tahun 70an dikenal dengan RJE remote proses Entry Home Job yang berkaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe. Tahun 60-an, John McCarthy berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.” Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada listrik di masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan cloud computing. Ketika Ilmuan Herb Grosch mengungkapkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi dalam terminal bodah didukung oleh kurang lebih 15 pusat data yang besar. Karena komputer ini sangat canggih, mayoritas perusahaan dan entitas lain menyediakan sendiri kemampuan komputasi dengan berbagai waktu danbeberapa organisasi, seperti GE GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data Dial, Bolt, dan Beranek and Newman. Tahun 90-an, perusahaan telekomunikasi mulai mempromosikan VPN layanan jaringan pribadi melalui kualitas sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah. Karena merasa cocok dengan hal tersebut guna menyeimbangkan penggunaan server, mereka dapat menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan. Lalu menggunakan simbol awan untuk menunjukkan titik demarkasi antara penyedia dan pengguna yang saling bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas ini untuk menutup server serta infrastruktur jaringan. John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti listrik dan telepon”. Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya. Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain yang dimasukkan ke dalam PC Desktop
  • 8. mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna. Ide “Network Computing” ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing Client sebagai pengganti desktop. Mulai Tahun 2000, Amazon sebagai peran penting pada semua pengembangan cloud computing dengan memodernisasi pusat data, seperti jaringan komputer yang menggunakan sedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah menemukan asitektur awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza” (Tim kecil guna memberi makan dengan dua pizza) bisa menambahkan fitur baru dengan cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web Service (AWS) tahun 2006. Popularitas Cloud computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff seorang mantan Vice Precident di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan sangat baik dari para pengguna. Dengan misinya yang terkenal yaitu “The End of Software”, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi atasannya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing yang akhirnya menjadi kenyataan satu dekade kemudian. Selanjutnya jargon Cloud computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk
  • 9. Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah “Cloud Computing”, namun ditolak oleh otoritas paten Amerika. Walaupun di luar negeri perebutan kapling awan ini begitu ingar-bingar, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri terhadap Cloud Computing ini, mungkin disebabkan beberapa faktor, di antaranya:  Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih terbatas, bandwith masih terbatas.  Tingkat kematangan pengguna internet, yang masih menjadikan media internet utamanya sebagai media hiburan atau sosialisasi.  Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan cloud ini, karena harus merupakan kombinasi antara infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus. Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan
  • 10. menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini. Pada tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open source, AWS API Platform yang kompatibel menyebarkan awan swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir Komisi yang sudah didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS Eropa Proyek yang didanai Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari perangkat keras milik perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan berbasis model sehingga pergeseran diproyeksikan untuk komputasi akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapa daerah dan pengurangan yang signifikan di daerah lain.”. Tanggal 1 Maret 2011, IBM mengumumkan SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing cloud adalah bagian yang paling penting. Sebagai komputasi yang tenar, cloud computing juga dapat mempengaruhi google untuk memakainya. Google Drive adalah layanan cloud storage dari Google yang diluncurkan pada akhir April 2012, yaitu layanan untuk menyimpan file di internet pada storage yang disediakan oleh Google. Dengan menyimpan file di Google Drive maka pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. Dan file tersebut dapat di share dengan orang lain untuk berbagi pakai dan juga kolaborasi peng-edit-annya. Kapasitas yang disediakan oleh google drive untuk layanan gratis adalah 5GB, untuk menggunakan kapasitas lebih dari itu maka akan dikenakan biaya tambahan.
  • 11. Dengan menggunakan Google Drive, berarti pemilik file telah memiliki back-up file nya di internet sehingga jika terjadi sesuatu pada file yang disimpan di komputer atau laptop, misalnya file tersebut rusak atau hilang atau terkena virus, atau komputer/laptopnya rusak yang menyebabkan tidak dapat digunakan, maka file yang berada di Google Drive tetap aman dan tetap dapat diakses menggunakan komputer lain yang terhubung ke internet. Perkembangan Informasi saat ini sudah sangat maju dimana banyak konsep yang berkembang seperti openness, one click, sharing, social networking. Saat ini terdapat trend teknologi yang masih terus digali dalam penelitian-penelitian para pakar IT didunia, yaitu Cloud Computing (Komputasi Awan). Komputasi Awan yang juga sering disebut dengan istilah Cloud Computing merupakan penggunaan teknologi komputer yang ditujukan untuk tujuan pengembangan informasi berbasis internet dimana layanan internet tersebut didukung oleh teknologi yang berpusat di awan. Komputasi Awan merupakan suatu jenis teknologi komputasi yang menyediakan kemampuan yang berhubungan dengan teknologi informasi sebagai suatu layanan dimana memungkinkan user dapat mengakses data melalui teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing). User tidak perlu memiliki pengetahuan atau kendali terhadap teknologi yang mendukung layanan tersebut. Dimana suatu saat dengan menggunakan teknologi cloud computing kita dapat memakainya sebagai tempat media penyimpanan data, aplikasi yang memudahkan kita dalam mengakses data yang kita inginkan dari berbagai macam cloud, oleh karena itu dengan menggunakan teknologi cloud computing ini diharapkan banyak memberi manfaat atau keuntungan baik dari providernya sendiri maupun pengguna teknologi tersebut. Dengan teknologi cloud computing ini dapat memberikan berbagai macam layanan kepada user secara redistribusi dan dapat di akses dari berbagai macam bentuk device.
  • 12. Cloud computing mempunyai model yang dapat mendukung service yang biasa disebut dengan Everything as a Service. Sistem dari cloud computing dibagi menjadi 2 yaitu front end dan back end. Antara front end dan back end terkait satu sama lain melalui jaringan yang disebut Internet. Front end adalah bagian dimana pengguna computer (user) atau client berada. Sedangkan back end adalah bagian dimana cloud dari sistem itu berada. Front end juga meliputi komputer client atau komputer jaringan dan aplikasi yang dibutuhkan untuk dapat mengakses sistem cloud computing. Tidak semua cloud computing memiliki user interface yang sama. Contohnya layanan seperti web browser dan layanan email antara satu dengan yang lain memiliki perbedaan akses yang dimiliki atau perbedaan interface. Microsoft sebagai perusahaan software terbesar saat ini, melansir “Microsoft Office 365” dan “Windows Azzure” sebagai sistem operasi (OS) berbasis komputasi awan yang digadanggadang akan menggantikan OS Windows yang ada saat ini. Sementara itu Apple melansir “Mobile Me” untuk pengguna Mac yang disinkronisasikan dengan teknologi Cloud Computing. Sedangkan Google yang sejak 10 tahun silam mengincar pengembangan teknologi ini mulai mengerahkan para penggunanya dalam penerapan sederhana cloud computing melalui layanan “Google Docs” dimana kita dapat memanfaatkan layanan secara online tanpa harus install program. IBM juga telah meluncurkan produk pertamanya di teknologi ini sejak tiga tahun silam yang bernama “LotusLive”. Tidak ketinggalan Hitachi Data System (HDS) sebagai perusahaan data penyimpanan ketiga terbesar di dunia dari Jepang menggarap “Leapdrive.com” sebagai salah satu layanan cloud computing berupa ruang penyimpanan yang diminati publik saat ini. a. Faktor Pendorong Perkembangan Cloud Computing Tren perkembangan dunia komputer telah berubah sejak satu dekade terakhir. Komputer terutama server yang pada awalnya berukuran besar semakin ke sini semakin kecil dan ringkas. Sampai saat ini server yang terbilang cukup ringkas adalah jenis blade server. Perubahan ini tidak lepas dari adanya
  • 13. penemuan dan kemajuan dalam bidang processor. Sejak ditemukannya nano technology, telah merubah platform CPU menjadi sebuah sistem yang sangat ringkas dari segi fisiknya. Faktor yang turut mempengaruhi adalah adanya pemanasan global yang diakibatkan oleh emisi gas buang serta kalor yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas manusia. Emisi gas buang yang dihasilkan dari industri, kendaraan bermotor, dan aktivitas lainnya sangat berpotensi merusak lapisan ozon kita. Akibat dari hal itu adalah sinar matahari langsung masuk menembus hingga ke permukaan bumi yang pada akhirnya akan meningkatkan suhu di permukaan bumi. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, maka kini manusia berlomba-lomba menciptakan teknologi yang ramah lingkungan alias Green Technology. Kehidupan manusia yang semakin dinamis dan mobile juga menjadi salah satu faktor pendorong perkembangan teknologi komputasi menuju era cloud computing. Kebutuhan user akan availability, reliability, flexibility, dan scalability menjadi tuntutan yang harus dipenuhi sebagai sebuah garansi service atau layanan. Dengan menerapkan teknologi cloud computing, maka keempat hal tadi akan dapat dipenuhi dan nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah. Perubahan paradigma di sisi manajemen dan keuangan juga menjadi faktor lain yang mendorong pertumbuhan cloud computing saat ini. Dahulu manajemen biasa untuk menginvestasikan dana di awal dalam bentuk Capital Expense yang cukup besar agar ke depannya dapat menekan Operational Expense. Tapi sejak ditemukannya teknologi cloud computing, Capital Expense saat ini bisa dikurangi bahkan bisa ditiadakan dan cukup mengeluarkan biaya untuk Operational Expense saja apabila kita menggunakan Public Cloud. Bisa dibayangkan efisiensi yang di dapatkan jika kita menerapkan cloud computing dalam organisasi kita.
  • 14. Cloud computing merupakan evolusi yang mengadopsi virtualization, service-oriented architecture and utility computing. Cloud computing memungkinkan konsumen teknologi untuk memikirkan komputasi secara efektif dengan biaya minimal dan dapat diandalkan. Hal lain yang juga tidak perlu lagi dikhawatirkan oleh pengguna adalah tentang bagaimana membangunnya, cara kerjanya, siapa yang mengoperasikan atau di mana harus meletakkan. Virtualization adalah penciptaan versi virtual (bukan aktual) terhadap sumber daya teknologi informasi, seperti sistem operasi, server, perangkat penyimpanan (storage) atau sumber daya jaringan. Virtualisasi dapat dilihat sebagai bagian dari tren secara menyeluruh dari Enterprise TI yang mencakup autonomic computing. Autonomic computing merupakan sebuah skenario di mana lingkungan TI akan mampu melakukan pengelolan sendiri (self management) didasarkan pada aktivitas yang dirasakan dan utility computing. Kekuatan pemrosesan komputer dianggap sebagai sebuah utilitas yang memungkinkan klien membayar sesuai yang diperlukan. Ada beberapa pemahaman tentang Cloud Computing yang dapat membantu kita untuk mengenal apa itu Cloud Computing:  Internet bisa dianggap cloud besar. Cloud berisi komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah berasal istilah 'cloud'. Jadi semuanya disambungkan ke 'cloud', atau cloud itu.“ (Stevan Greve).  Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('cloud'). Cloud (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana cloud yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer, cloud (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.
  • 15.  Dalam perspektif teknologi komunikasi sendiri, cloud computing atau komputasi cloud dapat diartikan sebagai suatu teknologi yang memanfaatkan internet sebagai resource untuk komputasi yang dapat di-requset oleh pengguna dan merupakan sebuah layanan dengan pusat server bersifat virtual atau berada dalam cloud (internet) itu sendiri (Krishnadi, 2010). 2. Pengertian Istilah cloud diambil dari simbol cloud (awan) yang sering digunakan untuk merepresentasikan internet dalam flow chart dan diagram. Cloud computing atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti komputasi awan adalah model komputasi, dimana sumber daya seperti processor, storage, network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet menggunakan pola akses remote. Cloud computing atau komputasi awan adalah
  • 16. gabungan antara pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Cloud computing pada dasarnya merupakan penggunaan internet-based service untuk men-support business process. Akses data dapat diperoleh dari mana saja dengan menggunakan perangkat fixed atau mobile device yang terhubung dengan internet (cloud service) sebagai tempat menyimpan data, applications dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil data, download aplikasi dan berpindah ke cloud lainnya. Hal tersebut memungkinkan kita dapat memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan memberikan banyak keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atau dari sisi user. Cloud computing juga sering diartikan sebagai kumpulan dari beberapa resources yang terintegrasi menjadi satu dan digunakan melalui web. Sebenarnya, cloud computing ini didasarkan pada teknologi grid computing yang membuat skalabilitas suatu sistem komputasi menjadi sangat besar dengan cara menggabungkan beberapa sumber daya komputer menjadi satu resource. Sehingga tidak salah jika ada orang yang mengatakan cloud computing adalah grid computing yang digabungkan dengan virtualisasi. Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Cloud Computing suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Jika ditarik kesimpulan secara umum, cloud computing adalah sebuah mekanisme, dimana sekumpulan IT resource yang saling terhubung dan nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur maupun aplikasi, dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga, sehingga memungkinkan customer untuk menggunakan resource
  • 17. tersebut secara on demand melalui network, baik yang sifatnya jaringan private maupun publik. Dengan menggunakan teknologi cloud computing, perusahaan bisa fokus pada bisnis utama, memiliki kecepatan untuk mengikuti kebutuhan bisnis sehingga tidak kehilangan business opportunity, bisa membuat management cost yang lebih baik karena peralihan dari CAPEX to OPEX dan yang tak kalah penting adalah penggunaan tekhnologi yang terupdate dan terstandarisasi yang akan digunakan pada platform Cloud Computing. Dengan demikian perusahaan bisa lebih memikirkan hal-hal yang bersifat strategis untuk kemajuan bisnisnya. Cloud computing saat ini telah menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi teknologi ini. Akibat dari kondisi sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga teknologi cloud computing ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas bagi dunia bisnis. Implementasi cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-Based service untuk mensupport business process perusahaan. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:  Sangat cepat di deploy, sehingga bersifat instant untuk implementasi.  Biaya start-up teknologi ini cukup terjangkau dan meminimalisir adanya biaya modal investasi yang mahal.  Biaya service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.  Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tanpa adanya penalty.  Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (banyak klien pengguna dalam 1 platform).  Kemampuan untuk mengcustomize service sesuai kebutuhan klien akan menjadi sangat fleksibel.
  • 18. Sistem cloud secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya komputasi dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran (metering) misalnya penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif. Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi pelanggan. Menurut para ahli seperti Gartner misalnya menyebutkan bahwa Cloud Computing merupakan sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet. Berbeda dengan Forester yang berpendapat bahwa Cloud Computing merupakan standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar per-pemakaian. Secara sederhana Cloud Computing dapat di ibaratkan seperti sebuah jaringan, misalnya jaringan hand phone, dengan kartu sim IM3. Kita hanya perlu memasang kartu sim IM3 ke dalam hand phone, maka secara otomatis hand phone akan mencari jaringan IM3. Penyedia yang menyediakan jaringan IM3 ini bisa kita ibaratkan seperti Cloud Computing atau Gambaran tentang Cloud Computing. Sedangkan menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. atau Menurut salah satu akun wordpress, komputasi awan merupakan definisi Cloud computing untuk teknologi
  • 19. komputasi grid (grid computing) yang digunakan pada pertengahan hingga akhir tahun 1990an. Jargon cloud computing atau komputasi awan mulai muncul pada akhir tahun 2007, digunakan untuk memindahkan layanan yang digunakan sehari-hari ke Internet, bukan disimpan di komputer lokal lagi. Pada saat itu, layanan lain termasuk pengolahan kata, spreadsheet, dan presentasi telah dipindahkan ke dalam komputasi awan. Google menyediakan pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi presentasi di lingkungan komputasi awan dan terintegrasi dengan Gmail dan Google Calendar, menyediakan lingkungan kantor di web (atau di awan). Microsoft dan perusahaan lain juga bereksperimen dengan mengalihkan program-program ke awan untuk membuatnya lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh pengguna komputer dan Internet. Perangkat lunak sebagai layanan (istilah Microsoft untuk cloud computing atau komputasi awan) adalah barang yang sangat baru bagi kebanyakan orang di Microsoft. Akun tersebut juga menyebutkan bahwa Cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet. Suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. B. Manfaat Cloud Computing Dengan Cloud Computing kita tidak perlu lagi dikuatirkan dengan adanya kompleksitas Teknologi saat ini. Perusahaan dan organisasi yang dalam usahanya menggunakan Teknologi Informasi tidak perlu takut dengan hal-hal yang dapat mengancam keamanan sistem informasi mereka dan bahkan dalam hal peng-updatetan suatu
  • 20. Teknologi atau aplikasi yang dipakai , karena semuanya itu bisa diserahkan kepada penyedia layanan di Cloud Computing. Cloud Computing jangan dijadikan sebagai ―Core Business‖ bagi sebuah perusahaan tapi sebaliknya jadikan-lah Cloud Computing ini sebagai ―Support Business‖, prinsip ini yang benar karena Cloud Computing sebagai penunjang suatu perusahaan dalam mengelola sistem informasi yang ada di perusahaan tersebut dengan maksud dan tujuan untuk kelangsungan bisnis dari perusahaan tersebut, karena Cloud Computing memberikan solusi bagi perusahaan untuk meringankan operasional perusahaan tersebut dalam hal pengolahan data. Ada beberapa keuntungan yang perkembangan Cloud Computing ini, seperti: dapat dilihat dari 1. Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya. 2. Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat. 3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena sistem pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah. 4. Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping. 5. Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun. C. Layer Cloud Computing 1. Clients (klien) Sebuah Klien cloud (cloud client) terdiri dari perangkat keras komputer dan / atau perangkat lunak komputer yang mempercayakan pada Cloud Computing (Komputerisasi cloud) untuk mengirimkan aplikasi, atau yang secara khusus didisain untuk pengiriman dari jasa cloud (cloud services) dan ini, pada kasus lain,
  • 21. sebenarnya sia-sia seperti antara lain: Mobile (Linux based – Palm Pre-WebOS Linux Kernel, Android-Linux Kernel, iPhone-Darwin Linux Kernel, Microsoft based – Windows Mobile) Thin client (CherryPal, Wyse, Zonbu, gOS-based systems) Thick client / Web browser (Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, WebKit). 2. Application (aplikasi) Sebuah aplikasi cloud (Cloud Application) mempengaruhi Cloud Computing (Komputerisasi cloud) pada arsitektur perangkat lunak (software), sering menghilangkan kebutuhan untuk menginstal dan menjalankan aplikasi pada pengguna komputer (user) sendiri, dengan demikian mengurangi beban dari pemeliharaan perangkat lunak, operasi berkelanjutan, dan dukungan. Antara lain:         Peer-to-peer / volunteer computing (BOINC, Skype) Web applications (Webmail, Facebook, Twitter, YouTube) Security as a service (MessageLabs, Purewire, ScanSafe, Zscaler) Software as a service (A2Zapps.com, Google Apps, Salesforce,Learn.com, Zoho, BigGyan.com) Software plus services (Microsoft Online Services) Storage [Distributed] Content distribution (BitTorrent, Amazon CloudFront) Synchronisation (Dropbox, Live Mesh, SpiderOak, ZumoDrive) 3. Platform Suatu platform cloud (cloud platform) (PaaS) mengantarkan sebuah platform komputasi dan/atau solusi tumpukan (solution stack) sebagai satu jasa, umumnya menggunakan infrastruktur cloud (cloud infrastructure) dan aplikasi pendukung cloud (supporting cloud applications). Hal ini memudahkan penyebaran aplikasi tanpa biaya dan kompleksitas dari pembelian dan mengatur perangkat keras dasar dan lapisan perangkat lunak. Antara lain:  Services  Identity (OAuth, OpenID)  Payments (Amazon Flexible Checkout, PayPal) Payments Service, Google
  • 22.             Search (Alexa, Google Custom Search, Yahoo! BOSS) Real-world (Amazon Mechanical Turk) Solution stacks Java (Google App Engine) PHP (Rackspace Cloud Sites) Python Django (Google App Engine) Ruby on Rails (Heroku) NET (Azure Services Platform, Rackspace Cloud Sites) Proprietary (Force.com, WorkXpress, Wolf Frameworks) Storage [Structured] Databases (Amazon SimpleDB, BigTable) File storage (Centerra Blades,Amazon S3, Nirvanix, Rackspace Cloud Files) Queues (Amazon SQS) 4. Infrastructure Infrastruktur cloud (Cloud infrastructure) (IaaS) adalah pengiriman dari infrastruktur komputer, yang secara khusus pada suatu platform lingkungan virtualisasi, sebagai satu jasa. Antara lain:  Compute (Amazon CloudWatch, RightScale)  Physical machines  Virtual machines (Amazon EC2, GoGrid, iland, Rackspace Cloud Servers)  OS-level virtualization  Network (Amazon VPC)  Storage [Raw] (Amazon EBS) 5. Servers Lapisan server terdiri dari perangkat keras komputer dan / atau produk perangkat lunak komputer yang terperinci didisain untuk pengiriman dari jasa cloud (cloud services). Seperti: Fabric computing (Cisco UCS) Cloud Services (Layanan Cloud) = Pengguna dan produk bisnis, layanan dan solusi yang dikirim dan digunakan pada waktu yang real-time melalui jaringan InternetmCloud Computing (Komputerisasi Cloud) = sesuatu yang muncul setelah pengembangan IT, penyebaran dan model pengiriman, memungkinkan pengiriman produk secara real-time, pelayanan dan solusi-solusi melalui jaringan internet (dengan kata lain
  • 23. memungkinkan Cloud Service). Untuk beberapa tahun Kedepannya teknologi Cloud Computing (Komputerisasi cloud) akan berkembang secara pesat seiring dengan kemajuan teknologi yang didukung oleh perusahaan besar seperti IBM, Google, Microsoft, Yahoo, Amazon, dan lain-lain sehingga proses pengiriman dan penerimaan data menjadi lebih baik sehingga setiap orang dapat menikmati layanan internet dengan Cepat dan Murah. D. Infrastruktur Cloud Computing 1. Proved web-services integreted Sesuai dengan sifatnya, teknologi Cloud Computing jauh lebih mudah dan lebih cepat untuk mengintegrasikan dengan aplikasi lain user di perusahaan (baik perangkat lunak tradisional dan Cloud Computing infrastruktur-based). 2. World-class Services Delivery Cloud computing infrastruktur menawarkan skalabilitas yang jauh lebih besar, pemulihan bencana yang lengkap, dan uptime mengesankan. 3. No Hardware and Software to Install infrastruktur cloud computing 100%. Keindahan teknologi cloud computing adalah kesederhanaannya dan dalam kenyataan bahwa ia memerlukan belanja modal secara signifikan lebih sedikit untuk di bangun dan berjalan. 4. Faster and Lower-risk Deployment User bisa membangun dan berjalan di sebagian kecil dari waktu dengan infrastruktur Cloud Computing. Tidak menunggu bulan lagi atau tahun dan menghabiskan jutaan dolar sebelum ada yang sampai ke login ke solusi baru. Teknologi Cloud Computing Anda yang tinggal dalam hitungan minggu atau bulan, bahkan dengan kustomisasi yang luas atau integrasi. 5. Support for Deep Cutomizations Beberapa profesional TI keliru berpikir bahwa teknologi Cloud Computing sulit atau tidak mungkin untuk menyesuaikan luas, dan karenanya bukan merupakan pilihan yang baik untuk perusahaan
  • 24. yang kompleks. Infrastruktur Cloud Computing tidak hanya memungkinkan penyesuaian dalam dan konfigurasi aplikasi, itu mempertahankan semua kustomisasi bahkan selama upgrade. Dan bahkan lebih baik, teknologi Cloud Computing sangat ideal untuk pengembangan aplikasi untuk mendukung kebutuhan organisasi. 6. Empowered Business Suport Cloud computing teknologi memungkinkan on-the-fly, kustomisasi point-and-klik dan generasi laporan untuk pengguna bisnis, sehingga IT tidak menghabiskan setengah waktu membuat perubahan kecil dan menjalankan laporan. 7. Automatic Upgrades that dont Impact IT Resources Cloud computing infrastruktur mengakhiri dilema besar IT. Jika kita upgrade ke versi terbaru-dan-terbesar aplikasi, kita akan dipaksa untuk menghabiskan waktu dan sumber daya (bahwa kita tidak memiliki) untuk membangun kembali kustomisasi dan integrasi. Cloud computing teknologi tidak memaksa untuk memutuskan antara upgrade dan melestarikan semua kerja keras user, karena mereka kustomisasi dan integrasi secara otomatis disimpan selama sebuah upgrade. E. Karakteristik Cloud Computing 1. On-Demand Self-Services Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga. 2. Broad Network Access Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat
  • 25. mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain. 3. Resource Pooling Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal. 4. Rapid Elasticity Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat. 5. Measured Service Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik. F. Mekanisme Cloud Computing Mekanisme akses ke cloud computing “mungkin” dapat dijalankan secara beraneka ragam mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.
  • 26. Dengan Cloud Computing komputer lokal tidak lagi harus menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap komputer, yang diperlukan hanya melakukan installasi operating system pada satu aplikasi. Jaringan komputer yang membentuk awan (internet) menangani mereka sebagai gantinya. Server ini yang akan menjalankan semuanya aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata, sampai program analisis data yang kompleks. Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna Internet Protokol (IP) misalnya dapat digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). Domain Name System (DNS) jasa kemudian dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan
  • 27. pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan mereka menggunakan id sesi atau cookie yang telah didapatkan yang disimpan dalam browser mereka. Apa yang user lihat pada browser biasanya datang dari web server. Webservers menjalankan perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain) Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari database server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.
  • 28. Web service telah memberikan mekanisme umum untuk pengiriman layanan, hal ini membuat service-oriented architecture (SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk mengatasi persyaratan yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan protocolindependent distributed computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak yang dikemas sebagai "layanan," yang terdefinisi dengan baik, modul mandiri yang menyediakan fungsionalitas bisnis standar dan konteks jasa lainnya. Kematangan web service telah memungkinkan penciptaan layanan yang kuat yang dapat diakses berdasarkan permintaan, dengan cara yang seragam. G. Layanan Cloud Computing 1. Public Cloud (Cloud Publik) Cloud Public atau cloud eksternal mendeskripsikan komputasi cloud pada arti tendensi tradisional, yang mana sumber daya dengan ketentuan dinamis pada suatu fine-grained (perbaikan), basis pelayanan sendiri lewat Internet, melalui aplikasi web / jasa web, dari satu lokasi penyedia off-site oleh pihak ketiga yang berbagi sumber daya dan daftar kegunaan pada suatu fine-grained utility computing. Hybrid Cloud (Cloud Bastar) Satu lingkungan cloud bastar (Hybrid Cloud) terdiri dari beberapa penyedia layanan internal dan / atau penyedia layanan eksternal "akan di khususkan untuk banyak perusahaan". Satu cloud bastar dapat mendeskripsikan konfigurasi dengan mengombinasikan satu alat lokal (local device), seperti pada Plug computer dengan layanan Cloud (cloud). Hal ini juga dapat menjabarkan konfigurasi yang mengkombinasikan antara virtual dan physical, aset colocated misalnya, kebanyakan lingkungan yang divirtualisasikan yang memerlukan server fisik, Router, atau perangkat keras lain seperti satu alat jaringan yang berfungsi sebagai firewall atau spam filter. 2. Community Cloud Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya. Jadi, community cloud ini merupakan
  • 29. “pengembangan terbatas” dari private cloud. Dan sama juga dengan private cloud, infrastruktur cloud yang ada bisa di-manage oleh salah satu dari organisasi itu, ataupun juga oleh pihak ketiga. 3. Private Cloud (Cloud Pribadi) Private Cloud dan cloud internal adalah pembentukan kata baru yang yang baru-baru ini telah dipergunakan oleh beberapa penjual (vendor) untuk deskripsikan penawaran yang menandingi Cloud Computing (Komputerisasi cloud) pada jaringan pribadi. Produk ini (secara khas virtualisasi otomatisasi) menyatakan "mengantarkan beberapa keuntungan-keuntungan dari Cloud Computing (Komputerisasi cloud) tanpa jebakan (pitfalls)", kapitalisasi pada jaminan sekuritas data, perusahaan pemerintahan, dan dapat diandalkan. Mereka telah dikritik atas dasar pengguna itu "masih perlu untuk beli, bangun, dan mengatur mereka" dan seperti halnya tidak menguntungkan dari menurunkan biaya modal dan sedikit campur tangan manajemen langsung, sebenarnya "Kurangnya model ekonomi yang membuat Cloud Computing (Komputerisasi cloud) seperti satu konsep pembangkit minat". 4. Hybrid Cloud Untuk jenis ini, infrastruktur cloud yang tersedia merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (private, community, atau public). Di mana meskipun secara entitas mereka tetap berdiri sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu Misalnya, mekanisme load balancing yang antar cloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa dipertahankan pada level yang optimal. H. Aspek Keamanan Cloud Computing 1. Manajemen risiko dan ketaatan Menurut National Technology Officer Microsoft Tony Seno Hartono, banyak perusahaan cloud computing yang menyatakan jasa mereka aman. "Kalau ingin tahu apakah benar demikian, perlu dicek mereka mengikuti standar yang mana," papar Tony.
  • 30. Sebab, penyedia komputasi awan harus menggunakan beberapa frameworkatau best practice seperti MOF atau ITIL dan mempunyai sertifikasi seperti ISO/IEC 27001:2005, serta mempublikasikan laporan audit ke SAS 70 type II. Selain itu juga harus disesuaikan ketentuan suatu negara. 2. Manajemen akses dan identitas Sekarang sudah banyak perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa cloud computing. Identitas bisa diperoleh dari beberapa penyedia jasa komputasi awan dan bersifat interoperable antarorganisasi yang berbeda. Perlu diperhatikan bagaimana jika pengguna lupa password. Karena itu, Tony menyarankan autentikasi sebaiknya menggunakan cara lain seperti biometric, one time password token seperti token BCA atau kartu ID dengan chip. 3. Integritas layanan Penyedia komputasi awan harus mengikuti proses yang dapat dibuktikan, terdefinisi dan jelas dalam mengintegrasikan keamanan dan privasi ke dalam layanan mereka, mulai dari siklus awal sampai terakhir. Tony menyarankan penggunaan sertifikasi seperti EAL4+ untuk mengevaluasi keamanan, SDL untuk mengembangkan aplikasi dan ISO/IEC 18044 untuk insiden. 4. Integritas klien Jasa komputasi awan yang digunakan di sisi klien harus memerhatikan aspek keamanan, ketaatan dan integritas di sisi klien. Integritas klien bisa ditingkatkan menggunakan panduan praktik terbaik. Caranya, perkuat sistem komputer, terapkan kebijakan teknologi informasi yang tepat, federasi identitas atau menggunakan metode network access protection. 5. Proteksi informasi Ini penting. Bayangkan saja. Orang sudah menggunakan layanan komputasi awan gratis. Mereka menyimpan foto dan data lain, tetapi bocor. Padahal informasi yang bocor tidak mungkin ditarik kembali. Untuk mencegah kejadian tersebut, gunakan teknologi enkripsi dan manajemen hak informasi (IRM) sebelum data dilepas ke cloud.
  • 31. I. Resiko Cloud Computing Dalam segala hal yang berhubungan dengan teknologi baru, selain menawarkan keunggulan-keunggulan dan segala kemudahannya, tentunya ada resiko yang harus siap ditanggung. Begitu pula dengan cloud computing. Di samping segala keunggulan dan kemudahannya, teknologi cloud computing tetap memiliki resiko. Beberapa resiko yang mungkin terjadi antara lain: 1. Service Level Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery. 2. Privacy Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda. 3. Compliance Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data di dalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data. 4. Data Ownership Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan di dalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement-nya yang mempertanyakan hal ini. J. Contoh Cloud Computing 1. Windows Azure
  • 32. Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010. Fitur-fitur Windows Azure, diantaranya:  Layanan Infrastruktur Windows Azure menyediakan infrastruktur dengan skala yang sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam membuat aplikasi baru atau menjalankan aplikasi yang telah disediakan.  Kembangkan dan Lakukan Percobaan Windows Azure memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan aplikasi dan langsung melakukan percobaan pada aplikasi tersebut secara cepat.  Big Data Windows Azure menyediakan kapasitas data yang besar. Kapasitas ini didukung oleh Apache Hadoop.  Aplikasi Mobile Windows Azure memberikan kemudahan dalam pembuatan aplikasi mobile. Aplikasi yang telah dibuat dan dapat langsung dimasukan ke penyimpanan komputasi awan.  Media Layanan Media Windows Azure memperbolehkan untuk mengembangkan solusi penyebaran media, yang mana bisa menampilkan media dari Adobe Flash, Android, iOS, Windows, dan platform lainnya  Aplikasi Web Windows Azure menawarkan keamanan dan fleksibilitas pengembangan, penyebaran, dan pilihan skala untuk berbagai macam ukuran aplikasi web.  Penyimpanan, Pencadangan, dan Pemulihan
  • 33. Windows Azure menyediakan penyimpanan, pencadangan, dan solusi pemulihan data apapun.  Identitas dan Manajemen Akses Windows Azure Active Directory memberikan layanan pengamanan pada identitas perusahaan. Serta melakukan manajemen pada banyak pengguna di sebuah perusahaan.  Integrasi Windows Azure memperbolehkan pengguna untuk membawa seluruh aplikasi, data, perangkat, mitra ke perangkat lokal dan ke awan.  Manajemen Data Windows Azure menyediakan solusi yang tepat untuk kebutuhan data pengguna. 2. Google Drive Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan. 3. Google App Engine Google App Engine merupakan salah satu layanan PaaS (Platfrom as a Services) yang dipersembahkan Google yang dapat memungkinkan user menjalankan aplikasi web pada infrastruktur Google. Dengan Aplikasi App Engin user mudah untuk membangun, mudah untuk mempertahankan, dan mudah untuk skala sebagai lalu lintas dan kebutuhan penyimpanan data berkembang. Dengan
  • 34. App Engine, tidak ada server untuk mempertahankan: user hanya meng-upload aplikasi. Google App Engine mendukung aplikasi yang ditulis dalam beberapa bahasa pemrograman. Dengan App Engine lingkungan runtime Java, user dapat membangun aplikasi menggunakan teknologi Java standar, termasuk JVM, servlet Java, dan bahasa pemrograman Java-atau bahasa lainnya menggunakan interpreter JVM-based atau compiler, seperti JavaScript atau Ruby. App Engine juga memiliki dua berdedikasi Python lingkungan runtime, yang masing-masing mencakup interpreter Python cepat dan perpustakaan Python standar. Akhirnya, App Engine menyediakan lingkungan runtime Go yang berjalan native dikompilasi Go kode. Lingkungan runtime ini dibangun untuk memastikan bahwa aplikasi berjalan dengan cepat, aman, dan tanpa gangguan dari aplikasi lain pada sistem. Dengan App Engine, user hanya membayar untuk apa yang digunakan. Tidak ada set-up biaya dan tidak ada biaya berulang. Sumber daya aplikasi yang digunakan, seperti penyimpanan dan bandwidth, yang diukur dengan gigabyte, dan ditagih dengan harga yang bersaing. User mengontrol jumlah maksimum sumber daya aplikasi yang dapat anda konsumsi, sehingga selalu tetap dalam anggaran. App Engine tidak ada biaya untuk memulai. Semua aplikasi dapat menggunakan hingga 1 GB penyimpanan dan CPU yang cukup dan bandwidth untuk mendukung sebuah aplikasi yang efisien melayani tampilan halaman sekitar 5 juta per bulan, benarbenar gratis. BAB III PENUTUP Cloud computing sebenarnya merupakan sistem komputasi kolaboratif yang berbasis internet. Melalui sistem ini, para pengguna komputer dapat berbagi semua sumber dayanya. Mulai dari software, hardware, termasuk pusat data (server). Sehingga nantinya diharapkan para pengguna komputer tidak lagi perlu memiliki item-item tersebut
  • 35. yang selama ini menguras banyak investasi. Sederhananya, para pengguna komputer dapat menggunakan source tanpa perlu membeli, memiliki, atau menginstall program di dalam komputer yang membuat berkurangnya memori penyimpanan dalam komputer serta mempengaruhi kinerja komputer. Namun cukup dengan menyewa sumber daya (lunak atau peranti keras) dari server inti yang dipilih sesuai dengan kebutuhan (pay per use). Dengan dibuatnya makalah ini saya dapat menyampaikan tentang bagaimana dan apa itu Cloud Computing. Saya harap makalah ini akan jadi sumber informasi bagi semua orang yang ingin mengetahui tentang Cloud Computing. Demikian saya akhiri makalah ini, tak lupa kritik dan saran yang membangun demi perbaikan, saya harapkan dari semua pihak.
  • 36. DAFTAR PUSTAKA Ibnew. (2012). Makalah Cloud Computing. Diunduh http://ibnewd.blogspot.com/2012/11/makalah-cloudcomputing.html pada tanggal 8 Desember 2013. Anonim. (2013). Cloud Computing. http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing Desember 2013. dari Diunduh dari pada tanggal 8 Ichwan, Andi Maulana. (2012). Makalah Cloud Computing. Diunduh dari http://maulanaichwan.blogspot.com/2012/12/makalah-cloudcomputing.html pada tanggal 8 Desember 2013. Anonim. (2013). Jenis Layanan Cloud Computing. Diunduh dari http://basingna.wordpress.com/2013/04/05/jenis-layanan-cloudcomputing/ pada tanggal 8 Desember 2013. Anonim. (_____). Manfaat dan Tujuan Cloud Computing. Diunduh dari http://teknojakarta1207.blogspot.com/p/manfaat-dan-tujuancloud-computing.html pada tanggal 8 Desember 2013. Haryadi, Try. (2011). Makalah Cloud Computing. Diunduh http://semuthitam45.blogspot.com/2013/05/makalah-cloudcomputing.html pada tanggal 8 Desember 2013. dari Islahudin. (2013). Makalah Cloud Computing. Diunduh dari http://islahudinsoft-it.blogspot.com/2013/05/makalah-cloud-computing.html pada tanggal 8 Desember 2013.