SlideShare a Scribd company logo
1 of 21
Cloud Computing
P r e s e n t e d b y :
T . M . S i r h a n S a m i r
M u h a m m a d Z a c k y A m a a z i d
A d i t y a D i m a s R a h m a n y a h
F e b r y a n o v s a A d h a
F e d r y F a u r o z y
Kelas :1B
Literasi Data dan Teknilogi
Content
• Sejarah, Konsep, dan Karakteristik
Cloud Computing
• Traditional VS Cloud Computing
• Service Model
• Contoh Software As a Service
Sejarah, Konsep
Karakteristik
Konsep dari teknologi komputasi awan bermula di tahun 1960-an.
Pada masa tersebut John McCarthy yang dikenal sebagai pakar komputasi
MIT menyampaikan visi “suatu hari nanti komputasi akan menjadi
infrastruktur publik”.
Visi ini masih sangat jauh untuk direalisasikan, sebab internet
sendiri berkembang masih jauh dari masa dimana McCarthy
menyampaikan visinya. Kemudian di tahun 1995 istilah cloud computing
diperkenalkan ke publik oleh Larry Ellison yang merupakan pendiri
Oracle.
 Sejarah
Sejarah, Konsep
Karakteristik
Ellison pada masa tersebut memperkenalkan istilah “Network
Computing”, dan menjadi langkahnya untuk memberi gugatan kepada
Microsoft yang merajai desktop computing. Menurut Ellison, penggunaan
Windows 95 dengan segala software di dalamnya sebenarnya bisa
dipangkas. Sehingga tidak perlu lagi memakai banyak software.
Hanya dibutuhkan sebuah terminal yang nantinya akan terhubung ke
server. Hal ini kemudian merangsang banyak perusahaan untuk
menciptakan terminal dengan basis teknologi Network Computing tadi.
Seperti yang dilakukan oleh Sun Microsystem dan juga Novell Netware.
 Sejarah
Sejarah, Konsep
Karakteristik
Namun Network Computing kemudian hilang begitu saja, karena pada
masa tersebut kualitas jaringan pada komputer belum sebaik sekarang.
Kemudian di tahun 2000-an Amazon melakukan modernisasi pusat data
dan kemudian menjadi titik awal komputasi awan dikenal lebih luas.
Setelah sukses menemukan arsitektur awan baru, Amazon kemudian
merilis produk baru yang mengusung teknologi cloud computing. Yaitu
Amazon Web Service (AWS) yang diluncurkan pada tahun 2006. Pada
tahun yang sama, Google meluncurkan layanan Google Documents. Ini
adalah program berbasis Internet yang memungkinkan pengguna
mengembangkan, memperbarui, dan mengedit spreadsheet, dan berbagi
data secara online.
 Sejarah
Sejarah, Konsep
Karakteristik
 Konsep
Komputasi awan kemudian membantu pengguna komputer untuk
bisa memakai layanan aplikasi dan platform apapun tanpa perlu
melakukan instalasi. Sehingga ruang penyimpanan di perangkat
komputer cenderung hemat dan selalu dalam kondisi lapang.
Dalam penerapan teknologinya, komputasi awan memiliki konsep
yang khas dimana terdapat beberapa jenis konsep. Diantaranya adalah:
1. Software As a Service
2. Platform As a Service
3. Infrastructure As a Service
Sejarah, Konsep
Karakteristik
 Karakteristik
Karakteristik cloud computing disepakati oleh National Institute of
Standards and Technology (NIST). NIST merupakan lembaga non-
regulasi yang bernaung di bawah Departemen Perdagangan Amerika
Serikat. Lembaga inilah yang mengembangkan berbagai standar di
bidang teknologi, termasuk cloud computing.
Pernyataan NIST mengenai ciri khas komputasi awan disusun dalam
Special Publication (SP) 800-145 tentang definisi cloud computing.
Standar ini dibentuk dengan satu tujuan, yaitu menyediakan keamanan
informasi secara memadai dalam operasi cloud computing. Ada lima
karakteristik cloud computing yang disusun oleh NIST, yaitu:
Sejarah, Konsep
Karakteristik
 Karakteristik
1. On-Demand Self Service
Karakteristik pertama cloud computing adalah on-demand self-
service alias pelayanan mandiri sesuai permintaan. Artinya, cloud
computing memiliki self-service portal, yakni pengguna bisa melakukan
konfigurasi dan mengelola sebuah layanan tanpa harus berinteraksi
dengan penyedia atau vendor cloud computing.
Vendor hanya menyediakan layanan cloud computing secara
otomatis, kemudian perusahaan memesan layanan tersebut. Setelah
mendapatkan layanan cloud computing, perusahaan melakukan
konfigurasi sesuai dengan kebutuhan. Selama pengelolaannya,
perusahaan tidak berkomunikasi dengan vendor, kecuali bila terjadi
masalah.
Sejarah, Konsep
Karakteristik
 Karakteristik
2. Broad Network Acces
Broad network access berarti akses jaringan yang luas. Lebih
lanjut, layanan cloud computing harus bisa diakses kapan pun dan di
mana pun hanya dengan perangkat atau platform yang terhubung
dengan internet. Perangkat yang digunakan bisa berupa thin client,
thick client, atau media lainnya seperti smartphone.
Rata-rata server cloud dibangun menggunakan website sebagai
basisnya sehingga bisa diakses secara luas. Walaupun tingkat
aksesibilitasnya tinggi, cloud harus diakses dengan bantuan internet.
Itulah pentingnya memiliki layanan cloud dengan karakteristik broad
network access.
Sejarah, Konsep
Karakteristik
 Karakteristik
3. Rapid Elasticity
Elastisitas (elasticity) dalam konteks ini berarti layanan cloud
computing harus bisa disediakan dengan cepat demi memenuhi
kebutuhan pengguna. Cloud computing harus tersedia dalam kapasitas
yang tidak terbatas sehingga bisa disesuaikan dengan spesifikasi yang
diinginkan.
Contohnya, perusahaan membutuhkan layanan cloud berukuran
lebih besar dari biasanya. Penyedia layanan cloud harus segera
menyediakan layanan tersebut agar pengguna bisa mendapatkannya
saat itu juga. Cloud juga harus bersifat scalable supaya spesifikasinya
dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan.
Sejarah, Konsep
Karakteristik
 Karakteristik
4. Resource Pooling
Cloud computing terdiri beberapa sumber daya atau resources yang
membangunnya, mulai dari jaringan, server, aplikasi, layanan, dan
penyimpanan. Sumber daya tersebut digunakan secara bersamaan oleh
beberapa pengguna di berbagai platform.
Sumber daya cloud computing dikelompokkan dalam suatu pusat
data (data center). Pusat datanya terdiri dari berbagai server yang
bersifat multi-tenant sehingga bisa diakses dalam waktu yang sama.
Sumber daya cloud computing dialokasikan secara dinamis agar bisa
memenuhi kebutuhan atau permintaan pengguna yang bervariasi
Sejarah, Konsep
Karakteristik
 Karakteristik
5. Measured Service
Measured service, artinya layanan ini harus bersifat terukur. Cloud
computing melacak informasi mengenai ukuran pemakaian layanan
tersebut yang telah digunakan oleh pengguna. Adanya informasi
tersebut menjadi patokan bagi pengguna dalam membayar layanan
cloud sesuai fitur atau kapasitas yang digunakannya.
Cloud computing menggunakan sistem pengukuran yang bisa
mengukur penggunaan masing-masing sumber daya komputasi yang
telah terpakai. Indikator pengukurannya mencakup kapasitas
penyimpanan, bandwidth, aktivitas pengguna, dan sebagainya.
Pengukuran harus bersifat transparan supaya pengguna bisa membayar
layanan cloud computing sesuai kebutuhannya.
Traditional VS Cloud
Computing
 Pay Per Use
Anda hanya membayar biaya layanan cloud berdasarkan kapasitas
yang digunakan. Dengan sistem ini, Anda tidak perlu khawatir akan
over budget untuk membayar layanan yang tidak Anda gunakan.
Dengan menggunakan layanan cloud, Anda tidak membayar lebih dari
yang Anda gunakan.
Layanan cloud menawarkan efisiensi yang tidak dimiliki layanan
hosting tradisional. Dengan layanan hosting tradisional, biaya yang
dibebankan atau dibayarkan oleh pengguna biasanya dibebankan per
menit atau per jam, tergantung pada kebijakan penyedia layanan
hosting.
Traditional VS Cloud
Computing
 Fully Manage Sevice
Berkat sistem cloud, efisiensi juga dapat dilihat dan dirasakan di
bidang pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Teknologi cloud
tidak mengharuskan pengguna untuk memiliki server dan perangkat
sendiri untuk menyimpan dan memproses data dan aplikasi. Hal ini
memudahkan pengguna teknologi cloud, karena pemeliharaan layanan
yang digunakan tentunya menjadi tanggung jawab penyedia layanan
cloud.
Traditional VS Cloud
Computing
 Flexible
Layanan cloud lebih efisien dalam hal kemudahan penggunaan.
Dengan sistem cloud, pengguna dapat dengan mudah, kapan saja, di
mana saja, secara sederhana, efisien, andal, dan fleksibel
menyesuaikan kapasitas layanan yang diinginkan dan dibutuhkan
sesuai dengan keinginan yang menggunakan layanan tersebut.
Service Model
 Infrastructure As a Service
Infrastructure As a Service atau IAAS. Yaitu layanan komputasi
yang fokus menyediakan infrastruktur IT seperti CPU, RAM, storage,
bandwidth, dan juga jenis konfigurasi lainnya. Lewat layanan berbasis
Iaas ini maka pengguna tidak perlu membeli perangkat komputer
sendiri.
Service Model
 Platform As a Service
Platform As a Service atau PAAS yang merupakan teknologi
komputasi awan yang menyediakan platform untuk membangun aplikasi
dengan teknologi komputasi. Jadi, bagi siapa saja yang ingin membuat
aplikasi komputasi awan seperti Yahoo! dan kawan-kawannya.
Maka bisa menggunakan platform yang menggunakan teknologi
komputasi awan. Melalui Paas ini pengguna bisa menggunakan segala
fitur yang disediakan untuk membangun, mengupload, testing, dan
konfigurasi terhadap aplikasi yang dibuat atau diciptakan.
Service Model
 Software As a Service
Software As a Service yang sering disebut dengan istilah SAAS.
Definisinya adalah suatu layanan komputasi awan yang memungkinkan
pengguna untuk mengakses langsung suatu aplikasi. Sebagai pengguna
tentunya dimanjakan karena hanya perlu tahu aplikasi tersebut
berjalan dengan baik. Tidak perlu pusing memikirkan infrastruktur dan
detail lain yang menentukan jalan tidaknya aplikasi tersebut.
Contoh Software As a
Service
 Google Workspace
Kita mungkin sudah tidak asing dengan produk-produk dari Google.
Perusahaan teknologi ini ternyata mengeluarkan layanan SaaS yang
cukup populer. Layanan cloud computing ini dikenal dengan nama Google
Workspace.
Layanan tersebut mencakup Google Docs, Google Sheets, Google
Slides, Google Forms, dan sebaginya. Layanan online ini memiliki
kemiripan dengan Microsoft Office, hanya saja Google Workspace harus
digunakan secara online. Perbedaan lain antara Google Workspace
dengan Micorosft Office juga bisa dilihat dari penyimpanan yang
digunakan. Jika umumnya, MS. Office menggunakan penyimpanan
internal, namun pada Google Workspace penyimpanan dilakukan lewat
Google Drive. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah berbagi data
dengan orang lain dan bisa mengakses data tersebut kapan saja.
Contoh Software As a
Service
 Google Workspace
Thank You

More Related Content

Similar to CLOUD COMPUTING DOKUMEN

Powerpoint Cloud Learning
Powerpoint Cloud LearningPowerpoint Cloud Learning
Powerpoint Cloud LearningVenyEliska
 
51918221 makalah-cloud-computing
51918221 makalah-cloud-computing51918221 makalah-cloud-computing
51918221 makalah-cloud-computingAlvIn GeRungan
 
Cloud System - Buku - Indonesia Language
Cloud System - Buku - Indonesia LanguageCloud System - Buku - Indonesia Language
Cloud System - Buku - Indonesia LanguageThe World Bank
 
Cloud Computing Overview
Cloud Computing OverviewCloud Computing Overview
Cloud Computing OverviewThe World Bank
 
Cloudcomputing
CloudcomputingCloudcomputing
Cloudcomputingagus248
 
power point Cloud computing
power point Cloud computingpower point Cloud computing
power point Cloud computingFajar Satrio
 
Cloud computing
Cloud computingCloud computing
Cloud computingutia yahya
 
Cloud computing
Cloud computingCloud computing
Cloud computingutia yahya
 
Cloud computing ppt
Cloud computing pptCloud computing ppt
Cloud computing pptmenghilang
 
Cloud computing ppt
Cloud computing pptCloud computing ppt
Cloud computing pptmenghilang
 
Pengantar Konsep Cloud Computing
Pengantar Konsep Cloud ComputingPengantar Konsep Cloud Computing
Pengantar Konsep Cloud ComputingArifaReika
 
Cloud compiting
Cloud compitingCloud compiting
Cloud compitingucienmapcu
 
Mari mengenal komputasi awan
Mari mengenal komputasi awanMari mengenal komputasi awan
Mari mengenal komputasi awanRafika Malabar
 

Similar to CLOUD COMPUTING DOKUMEN (20)

6 -cloud_computing
6  -cloud_computing6  -cloud_computing
6 -cloud_computing
 
Kelompok 4 cloud computing
Kelompok 4 cloud computingKelompok 4 cloud computing
Kelompok 4 cloud computing
 
Cloud Computing
Cloud ComputingCloud Computing
Cloud Computing
 
Powerpoint Cloud Learning
Powerpoint Cloud LearningPowerpoint Cloud Learning
Powerpoint Cloud Learning
 
51918221 makalah-cloud-computing
51918221 makalah-cloud-computing51918221 makalah-cloud-computing
51918221 makalah-cloud-computing
 
Komputasi awan
Komputasi awanKomputasi awan
Komputasi awan
 
Presentasi cloud computing akakom BAB 1
Presentasi cloud computing akakom BAB 1Presentasi cloud computing akakom BAB 1
Presentasi cloud computing akakom BAB 1
 
Cloud computing [Review]
Cloud computing [Review]Cloud computing [Review]
Cloud computing [Review]
 
Cloud System - Buku - Indonesia Language
Cloud System - Buku - Indonesia LanguageCloud System - Buku - Indonesia Language
Cloud System - Buku - Indonesia Language
 
Cloud Computing Overview
Cloud Computing OverviewCloud Computing Overview
Cloud Computing Overview
 
Cloudcomputing
CloudcomputingCloudcomputing
Cloudcomputing
 
power point Cloud computing
power point Cloud computingpower point Cloud computing
power point Cloud computing
 
Cloud computing
Cloud computingCloud computing
Cloud computing
 
Cloud computing
Cloud computingCloud computing
Cloud computing
 
Cloud computing
Cloud computingCloud computing
Cloud computing
 
Cloud computing ppt
Cloud computing pptCloud computing ppt
Cloud computing ppt
 
Cloud computing ppt
Cloud computing pptCloud computing ppt
Cloud computing ppt
 
Pengantar Konsep Cloud Computing
Pengantar Konsep Cloud ComputingPengantar Konsep Cloud Computing
Pengantar Konsep Cloud Computing
 
Cloud compiting
Cloud compitingCloud compiting
Cloud compiting
 
Mari mengenal komputasi awan
Mari mengenal komputasi awanMari mengenal komputasi awan
Mari mengenal komputasi awan
 

CLOUD COMPUTING DOKUMEN

  • 1. Cloud Computing P r e s e n t e d b y : T . M . S i r h a n S a m i r M u h a m m a d Z a c k y A m a a z i d A d i t y a D i m a s R a h m a n y a h F e b r y a n o v s a A d h a F e d r y F a u r o z y Kelas :1B Literasi Data dan Teknilogi
  • 2. Content • Sejarah, Konsep, dan Karakteristik Cloud Computing • Traditional VS Cloud Computing • Service Model • Contoh Software As a Service
  • 3. Sejarah, Konsep Karakteristik Konsep dari teknologi komputasi awan bermula di tahun 1960-an. Pada masa tersebut John McCarthy yang dikenal sebagai pakar komputasi MIT menyampaikan visi “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik”. Visi ini masih sangat jauh untuk direalisasikan, sebab internet sendiri berkembang masih jauh dari masa dimana McCarthy menyampaikan visinya. Kemudian di tahun 1995 istilah cloud computing diperkenalkan ke publik oleh Larry Ellison yang merupakan pendiri Oracle.  Sejarah
  • 4. Sejarah, Konsep Karakteristik Ellison pada masa tersebut memperkenalkan istilah “Network Computing”, dan menjadi langkahnya untuk memberi gugatan kepada Microsoft yang merajai desktop computing. Menurut Ellison, penggunaan Windows 95 dengan segala software di dalamnya sebenarnya bisa dipangkas. Sehingga tidak perlu lagi memakai banyak software. Hanya dibutuhkan sebuah terminal yang nantinya akan terhubung ke server. Hal ini kemudian merangsang banyak perusahaan untuk menciptakan terminal dengan basis teknologi Network Computing tadi. Seperti yang dilakukan oleh Sun Microsystem dan juga Novell Netware.  Sejarah
  • 5. Sejarah, Konsep Karakteristik Namun Network Computing kemudian hilang begitu saja, karena pada masa tersebut kualitas jaringan pada komputer belum sebaik sekarang. Kemudian di tahun 2000-an Amazon melakukan modernisasi pusat data dan kemudian menjadi titik awal komputasi awan dikenal lebih luas. Setelah sukses menemukan arsitektur awan baru, Amazon kemudian merilis produk baru yang mengusung teknologi cloud computing. Yaitu Amazon Web Service (AWS) yang diluncurkan pada tahun 2006. Pada tahun yang sama, Google meluncurkan layanan Google Documents. Ini adalah program berbasis Internet yang memungkinkan pengguna mengembangkan, memperbarui, dan mengedit spreadsheet, dan berbagi data secara online.  Sejarah
  • 6. Sejarah, Konsep Karakteristik  Konsep Komputasi awan kemudian membantu pengguna komputer untuk bisa memakai layanan aplikasi dan platform apapun tanpa perlu melakukan instalasi. Sehingga ruang penyimpanan di perangkat komputer cenderung hemat dan selalu dalam kondisi lapang. Dalam penerapan teknologinya, komputasi awan memiliki konsep yang khas dimana terdapat beberapa jenis konsep. Diantaranya adalah: 1. Software As a Service 2. Platform As a Service 3. Infrastructure As a Service
  • 7. Sejarah, Konsep Karakteristik  Karakteristik Karakteristik cloud computing disepakati oleh National Institute of Standards and Technology (NIST). NIST merupakan lembaga non- regulasi yang bernaung di bawah Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Lembaga inilah yang mengembangkan berbagai standar di bidang teknologi, termasuk cloud computing. Pernyataan NIST mengenai ciri khas komputasi awan disusun dalam Special Publication (SP) 800-145 tentang definisi cloud computing. Standar ini dibentuk dengan satu tujuan, yaitu menyediakan keamanan informasi secara memadai dalam operasi cloud computing. Ada lima karakteristik cloud computing yang disusun oleh NIST, yaitu:
  • 8. Sejarah, Konsep Karakteristik  Karakteristik 1. On-Demand Self Service Karakteristik pertama cloud computing adalah on-demand self- service alias pelayanan mandiri sesuai permintaan. Artinya, cloud computing memiliki self-service portal, yakni pengguna bisa melakukan konfigurasi dan mengelola sebuah layanan tanpa harus berinteraksi dengan penyedia atau vendor cloud computing. Vendor hanya menyediakan layanan cloud computing secara otomatis, kemudian perusahaan memesan layanan tersebut. Setelah mendapatkan layanan cloud computing, perusahaan melakukan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan. Selama pengelolaannya, perusahaan tidak berkomunikasi dengan vendor, kecuali bila terjadi masalah.
  • 9. Sejarah, Konsep Karakteristik  Karakteristik 2. Broad Network Acces Broad network access berarti akses jaringan yang luas. Lebih lanjut, layanan cloud computing harus bisa diakses kapan pun dan di mana pun hanya dengan perangkat atau platform yang terhubung dengan internet. Perangkat yang digunakan bisa berupa thin client, thick client, atau media lainnya seperti smartphone. Rata-rata server cloud dibangun menggunakan website sebagai basisnya sehingga bisa diakses secara luas. Walaupun tingkat aksesibilitasnya tinggi, cloud harus diakses dengan bantuan internet. Itulah pentingnya memiliki layanan cloud dengan karakteristik broad network access.
  • 10. Sejarah, Konsep Karakteristik  Karakteristik 3. Rapid Elasticity Elastisitas (elasticity) dalam konteks ini berarti layanan cloud computing harus bisa disediakan dengan cepat demi memenuhi kebutuhan pengguna. Cloud computing harus tersedia dalam kapasitas yang tidak terbatas sehingga bisa disesuaikan dengan spesifikasi yang diinginkan. Contohnya, perusahaan membutuhkan layanan cloud berukuran lebih besar dari biasanya. Penyedia layanan cloud harus segera menyediakan layanan tersebut agar pengguna bisa mendapatkannya saat itu juga. Cloud juga harus bersifat scalable supaya spesifikasinya dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan.
  • 11. Sejarah, Konsep Karakteristik  Karakteristik 4. Resource Pooling Cloud computing terdiri beberapa sumber daya atau resources yang membangunnya, mulai dari jaringan, server, aplikasi, layanan, dan penyimpanan. Sumber daya tersebut digunakan secara bersamaan oleh beberapa pengguna di berbagai platform. Sumber daya cloud computing dikelompokkan dalam suatu pusat data (data center). Pusat datanya terdiri dari berbagai server yang bersifat multi-tenant sehingga bisa diakses dalam waktu yang sama. Sumber daya cloud computing dialokasikan secara dinamis agar bisa memenuhi kebutuhan atau permintaan pengguna yang bervariasi
  • 12. Sejarah, Konsep Karakteristik  Karakteristik 5. Measured Service Measured service, artinya layanan ini harus bersifat terukur. Cloud computing melacak informasi mengenai ukuran pemakaian layanan tersebut yang telah digunakan oleh pengguna. Adanya informasi tersebut menjadi patokan bagi pengguna dalam membayar layanan cloud sesuai fitur atau kapasitas yang digunakannya. Cloud computing menggunakan sistem pengukuran yang bisa mengukur penggunaan masing-masing sumber daya komputasi yang telah terpakai. Indikator pengukurannya mencakup kapasitas penyimpanan, bandwidth, aktivitas pengguna, dan sebagainya. Pengukuran harus bersifat transparan supaya pengguna bisa membayar layanan cloud computing sesuai kebutuhannya.
  • 13. Traditional VS Cloud Computing  Pay Per Use Anda hanya membayar biaya layanan cloud berdasarkan kapasitas yang digunakan. Dengan sistem ini, Anda tidak perlu khawatir akan over budget untuk membayar layanan yang tidak Anda gunakan. Dengan menggunakan layanan cloud, Anda tidak membayar lebih dari yang Anda gunakan. Layanan cloud menawarkan efisiensi yang tidak dimiliki layanan hosting tradisional. Dengan layanan hosting tradisional, biaya yang dibebankan atau dibayarkan oleh pengguna biasanya dibebankan per menit atau per jam, tergantung pada kebijakan penyedia layanan hosting.
  • 14. Traditional VS Cloud Computing  Fully Manage Sevice Berkat sistem cloud, efisiensi juga dapat dilihat dan dirasakan di bidang pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Teknologi cloud tidak mengharuskan pengguna untuk memiliki server dan perangkat sendiri untuk menyimpan dan memproses data dan aplikasi. Hal ini memudahkan pengguna teknologi cloud, karena pemeliharaan layanan yang digunakan tentunya menjadi tanggung jawab penyedia layanan cloud.
  • 15. Traditional VS Cloud Computing  Flexible Layanan cloud lebih efisien dalam hal kemudahan penggunaan. Dengan sistem cloud, pengguna dapat dengan mudah, kapan saja, di mana saja, secara sederhana, efisien, andal, dan fleksibel menyesuaikan kapasitas layanan yang diinginkan dan dibutuhkan sesuai dengan keinginan yang menggunakan layanan tersebut.
  • 16. Service Model  Infrastructure As a Service Infrastructure As a Service atau IAAS. Yaitu layanan komputasi yang fokus menyediakan infrastruktur IT seperti CPU, RAM, storage, bandwidth, dan juga jenis konfigurasi lainnya. Lewat layanan berbasis Iaas ini maka pengguna tidak perlu membeli perangkat komputer sendiri.
  • 17. Service Model  Platform As a Service Platform As a Service atau PAAS yang merupakan teknologi komputasi awan yang menyediakan platform untuk membangun aplikasi dengan teknologi komputasi. Jadi, bagi siapa saja yang ingin membuat aplikasi komputasi awan seperti Yahoo! dan kawan-kawannya. Maka bisa menggunakan platform yang menggunakan teknologi komputasi awan. Melalui Paas ini pengguna bisa menggunakan segala fitur yang disediakan untuk membangun, mengupload, testing, dan konfigurasi terhadap aplikasi yang dibuat atau diciptakan.
  • 18. Service Model  Software As a Service Software As a Service yang sering disebut dengan istilah SAAS. Definisinya adalah suatu layanan komputasi awan yang memungkinkan pengguna untuk mengakses langsung suatu aplikasi. Sebagai pengguna tentunya dimanjakan karena hanya perlu tahu aplikasi tersebut berjalan dengan baik. Tidak perlu pusing memikirkan infrastruktur dan detail lain yang menentukan jalan tidaknya aplikasi tersebut.
  • 19. Contoh Software As a Service  Google Workspace Kita mungkin sudah tidak asing dengan produk-produk dari Google. Perusahaan teknologi ini ternyata mengeluarkan layanan SaaS yang cukup populer. Layanan cloud computing ini dikenal dengan nama Google Workspace. Layanan tersebut mencakup Google Docs, Google Sheets, Google Slides, Google Forms, dan sebaginya. Layanan online ini memiliki kemiripan dengan Microsoft Office, hanya saja Google Workspace harus digunakan secara online. Perbedaan lain antara Google Workspace dengan Micorosft Office juga bisa dilihat dari penyimpanan yang digunakan. Jika umumnya, MS. Office menggunakan penyimpanan internal, namun pada Google Workspace penyimpanan dilakukan lewat Google Drive. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah berbagi data dengan orang lain dan bisa mengakses data tersebut kapan saja.
  • 20. Contoh Software As a Service  Google Workspace