BENCHMARKING
KELOMPOK 3
•ARIF KRISNAHADI 122141901
•RIZKY AMANZA 122140902
•LAODE MUHAMMAD TEGUH R 122150905
•AHMAD SHOFYAN BAHRI 122150509
OUTLINE
• Benchmarking Meaning
• Benchmarking Definition
• Why Benchmarking?
• Benchmarking Feature & Concept
• Benchmarking Advantages and Disadvantages
• Benchmarking Process
• Types of Benchmarking
• Case Study
• Perbedaan Benchmarking dengan metoda ATM
BENCHMARKING MEANING
•“IMPROVE
OURSELF BY
LEARNING FROM
OTHERS”
BENCHMARKING DEFINITION
pencarian secara berkesinambungan dan penerapan secara nyata
praktik-praktik yang lebih baik yang mengarah pada kinerja
kompetitif unggul (Gregory H. Watson )
proses pengukuran terus-menerus atas produk, jasa dan tata cara
kita terhadap pesaing kita yang terkuat atau badan usaha lain yang
dikenal sebagai yang terbaik (David Kearns ,EO dari Xerox)
proses terus-menerus untuk menganalisis tata cara terbaik di
dunia dengan maksud menciptakan dan mencapai sasaran
dan tujuan dengan prestasi dunia (IBM)
proses pembanding dan pengukuran operasi atau proses
internal organisasi terhadap mereka yang terbaik dalam
kelasnya, baik dari dalam maupun dari luar industri (Goetsch
dan Davis )
WHY BENCHMARKING?
Benchmarking memberi kita kesempatan untuk mendapatkan:
Membangung kesadaran yang lebih baik untuk diri kita sendiri
• Apa yang kita lakukan?
• Bagaimana kita melakukannya?
• Sebaik apa kita mengerjakannya?
Kesadaran yang lebih baik dari (mereka)yang terbaik
• Apa yang kita lakukan?
• Bagaimana kita melakukannya?
• Sebaik apa kita mengerjakannya?
WHY BENCHMARKING?
• Benchmarking merupakan langkah yang efisien dalam melakukan
“perbaikan”
• Benchmarking mempercepat kemampuan perusahaan untuk
melakukan perbaikan. “Time is Money”
• Benchmarking memiliki kemampuan untuk mepertinggi nilai kinerja
secara menyeluruh dan signifikan
• Belajar dari pengalaman orang lain
• Cara menetapkan target yang realistis tetapi penuh ambisi
CONCEPT AND FEATURE
FEATURE AND CONCEPT
3 Fitur dalam Benchmarking:
Metoda pengukuran dan perbandingan yang kontinu dalam sebuah
proses bisnis perusahaan dengan perusahaan lainnya
Menemukan jenjang perbedaan (gap) antara satu proses (perusahaan
sendiri) dan perusahaan lain yang lebih baik
Menggabungkan proses perushaan yang terbaik kedalam strategi
(proses) perusahaan kita untuk mengisi jenjang perbedaan (gap) dan
memperbaiki performa perusahaan
FEATURE AND CONCEPT
• Apa saja yang bisa di Benchmark?
Financial, Produk, Performa, Proses, Strategi
Identifikasi Sumberdaya dan Kemampuan yang dapat menambah
“Nilai”
FEATURE AND CONCEPT
• Hal-hal yang umum untuk dilakukan Benchmarking
FEATURE AND CONCEPT
Siapa Saja teladan yang bisa dijadikan Benchmarking?
•Toyota untuk Proses
•Intel Untuk Design
•Motorola untuk Training
•Scandinavian Airlines untuk Service
•Honda untuk Rapid Product Development
BENCHMARKING ADVANTAGES AND
DISADVANTAGES
3 Keuntungan Utama Jika Melakukan Benchmarking, yaitu:
1.Perbaikan dalam Proses dan Produk
Dengan mengimplementasikan benchmarking, perusahaan dapat memperbaiki
proses operasinya.
1.Mereduksi Biaya dan Waktu
Benchmarking merupakan proses yang lebih efisien dari segi biaya dan waktu
karena merupakan proses imitasi dan improvisasi, tidak seperti proses
“menemukan” (invention)
1.Strategy yang Kompetitif
Dengan mengimplementasikan Benchmarking maka perusahaan dapat
beradaptasi terhadap perubahan
BENCHMARKING ADVANTAGES AND
DISADVANTAGES
Kelemahan/ kesaslahan yang dapat terjadi dari proses Benchmarking:
1.Apa yang baik untuk perusahaan lain belum tentu cocok dengan apa
yang kita kerjakan.
2.Acuan atupun Benchmarking yang buruk dapat menyebabkan upaya
yang sia-sia atau tidak berarti
3.Perbandingan yang salah
4.Keengganan Berbagi Informasi tentang apa yang di Benchmark
(rahasia)
BENCHMARKING PROCESS
1. Perencanaan
2. Analisa
3. Penggabungan
4. Aksi
5. Mematangkan (Finalisasi)
6. Rekalibrasi
TYPES OF BENCHMARKING
Ada dua buah tipe benchmarking berdasarkan basis pertanyaan yaitu
“Apa” dan “Siapa” yang akan dijadikan Benchmarking.
TYPES OF BENCHMARKING
• Untuk dasar “APA” yang akan dijadikan Benchmarking ada beberapa
hal yang dapat menjawab pertanyaan tersebut yaitu: Produk, Finacial,
Performa, Proses dan Strategy dari sebuah perusahaan
• Untuk dasar “SIAPA” yang akan dijadikan Benchmarking maka
kategori yang dijadikan acuan adalah: Internal vs Eksternal, Generik,
International, Best in Class, Best of the Best
CASE STUDY
XEROX
Fakta:
•Xerox didirikan di Rochester (Amerika) pada tahun 1906 oleh Haloid Xerox
•Xerox memperkenalkan mesin “foto-copy” pertama pada 50 tahun yang lalu
•Pengguna mensin Xerox menjadi popular untuk menduplikasi
•Tahun 1998 keuntungan perusahaan tumbuh 20% yang menaikan harga saham
perusahaan di bursa.
•18 Bulan berikutnya Xerox kehilangan 38 Milliar Dollar dalam nilai pasar saham.
•Tahun 2001 harga saham perusahaan jatuh dari 70 USD pada tahun 1999 menjadi
dibawah 5 USD
•Dunia beralih pada era digital tetapi xerox tidak mengikuti perkembangan .
Beralihnya knsumen merupakan kesalahan yang xerox biarkan terjadi.
BENCHMARKING AT XEROX
XEROX melakukan Benchmarking terhadap perusahaan-perusahaan Jepang
yang sejenis, dan menemukan mereka:
•Lebih lama 2 kali dalam proses
•Jumlah Tenaga ahli (enginer) 5 kali lebih besar
•4 kali lebih besar jumlah perubahan design
•Biaya desain 3 kali lebih besar
•Xerox memiliki defek 30,000ppm pada produknya (30 kali lebih besar
daripada kompetitornya)
Hal diatas merupakan penemuan dari xerox dan mengetahui fakta bahwa
perusahaan Jepang dapat memproduksi, mengirimkan, dan menjual produk
mereka setara dengan xerox dengan sumber daya yang lebih kecil
BENCHMARKING AT XEROX
Model Benchmarking di Xerox
•Planing
Menentukan subjek apa yang akan di benchmark, mengidentifikasi praktek terbaik dan
mengembangkan teknik mengkoleksi (mengumpulkan)data terbaik
•Analisis
Menilai kekuatan (strenght) dari kompetitor dan membandingkan kekuatan xerox dengan saingannya
tersebut
•Integrasi
Membuat tujuan-tujuan yang diperlukan dan menggabungkan tujuan ini kedalam proses perencanaan
perusahaan
•Aksi
Mengimplementasikan rencana menjadi aksi yang dilakukan dan menilai mereka secara berkala untuk
menentukan apakah perusahaannya mencapai tujuan
•Pematangan
Menentukan apakah perusahaan telah mencapai tingkat perusahaan superior
BENCHMARKING AT XEROX
Supplier Management System
• Perusahaan Jepang
o Memiliki 1000 Supplier
o Melatih karyawan vendor dalam Quzlity Control, automasi perusahaan
o “Tepat waktu” seperti: mengirim dalam jumlah sedikit, sesuai jadwal yang konsumen
inginkan
• Xerox
o Mereduksi jumlah vendor dari 5000 menjadi 400
o Membuat Sertifikasi Vendor, proses dimana supplier diberikan pelatihan dan di
arahkan untuk memperbaiki kinerjanya
o Berkonsultasi dengan vendor untuk ide desain yang lebih baik dan memperbiki
layanan terhadap konsumen
BENCHMARKING AT XEROX
Inventory Management
Inventory Holding Time Reduction
•Xerox menugaskan Brach Manager untuk mengeluarkan kebiijakn penyimpanan sesuai proses
instalasi pelanggan
•Hasilnya CCP (capital Cycle Prodct) terpotong 70% dan menghemat biaya sekitar 200 juta USD
•Memperkecil Biaya Persediaan tercatat untuk memnunda perakitan produk ke dalam
konfigurasi akhir
 Manufacturing System
Manajer didorong untuk dapat menidentifikasi masalah di konsumen Internal (pekerja
asembling) & Konsumen eksternal (End user) dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka
Marketing
Perusahaan mengirimkan 55.000 kuisioner per bulan pada konsumen untuk mengukur tingkat
kepuasan pelanggan dan merekam performa kompetitor
Jika ada kompetitor yang lebih unggul maka perusahaan akan melakukan Benchmarking dari
kompetitor tersebut
BENCHMARKING AT XEROX
Quality
Sebagai bagian dari program “Leadership Through Quality”, Xerox menyediakan
inovasi produk dan servis terhadap konsumennya (internal & Eksternal)
Total Quality Management
•Tim yang berisikan Senior manajer dan Konsultan dari McKinsey membantu
membuat TQM
•Dibawah 3 tiga SBU yang baru mereka memperkenalkan:
• Enterprise Service Business
• Office Copiers
• Home Copiers
Yang semuanya memiliki otonomi dalam bidang engginering, marketing dan penetapan
harga
BENCHMARKING AT XEROX
Perubahan yang diperoleh:
•Angka dari deffect menurun 78 per 100 mesin
•Waktu respon service direduksi 27%
•Inspeksi dari persediaan komponen direduksi dibawah 5%
•Deffect dalam komponen ditekan menjadi 150ppm
•Inventory cost berkurang 2/3 nya
•Produktivitas Marketing meningkat 1/3 nya
•Produktivitas produksi meningkat 8-10%
BENCHMARKING AT XEROX
• Peningkatan kehandalan produk dan pengurangan 40% dalam pemeliharaan
terjadwal
• Eror pada penagihan berkurang dari 8,3% menjadi 3,5%
• Menjadi pemimpin pasar dalam segmen market high-volume copier-duplicator
• Perbaikan penjualan dari 152% menjadi 328% di Amerika
• Xerox satu-satunya perusahaan yang memenangkan penghargaan yang prestisius
yaitu: Malcolm Baldridge National Award, Deming Award dan European Quality
Award
• Pada Tahun 1990-an, Xerox, bersama-sama dengan Ford, AT&T, IBM, Motorola
membuat International Benchmarking Clearinghouse(IBC) untuk mempromosikan
benchmarking dan panduan untuk perusahaan di seluruh dunia dalam
menyebarkan benchmarking
XEROX PRODUCT TODAY
• Monitor LCD
• Mesin Foto copy
• Xerox Phraser Printers
• Printer Multifungsi
• Large Volume digital Printers
• Workflow software under the brand strategy of FreeFlow
• Xerox also sells scanners and digital presses
• Xerox also produce fax machines, profesional printers, black and white
copiers
• Market software such as Xerox Docushare, Xerox MarketPort and FlowPort
PERBEDAAN BENCHMARKING DENGAN METODA
ATM
BENCHMARKING AMATI TIRU MODIFIKASI (ATM)
Acuan untuk benchmarking adalah dari yang
terbaik
Acuan yang digunakan bisa dari mana saja
yang terbaik, populer, sukses dll
Hal yang dilakukan untuk bench marking bisa
dari semua proses, sistem guna menjadi
pemenang
Lebih banyak mencontoh guna mendapatkan
produk yang lebih disukai (populer) dimata
konsumen
Dilakukan untuk perusahaan yang telah
berjalan guna meningkatkan efektifitas dan
mendapat hasil akhir
Bisa dilakukan untuk perusahaan yang akan
berdiri dengan tujuan mendapatkan hasil yang
serupa dengan apa yang “ditiru”
TERIMAKASIH

Benchmarking kel3

  • 1.
    BENCHMARKING KELOMPOK 3 •ARIF KRISNAHADI122141901 •RIZKY AMANZA 122140902 •LAODE MUHAMMAD TEGUH R 122150905 •AHMAD SHOFYAN BAHRI 122150509
  • 2.
    OUTLINE • Benchmarking Meaning •Benchmarking Definition • Why Benchmarking? • Benchmarking Feature & Concept • Benchmarking Advantages and Disadvantages • Benchmarking Process • Types of Benchmarking • Case Study • Perbedaan Benchmarking dengan metoda ATM
  • 3.
  • 4.
    BENCHMARKING DEFINITION pencarian secaraberkesinambungan dan penerapan secara nyata praktik-praktik yang lebih baik yang mengarah pada kinerja kompetitif unggul (Gregory H. Watson ) proses pengukuran terus-menerus atas produk, jasa dan tata cara kita terhadap pesaing kita yang terkuat atau badan usaha lain yang dikenal sebagai yang terbaik (David Kearns ,EO dari Xerox) proses terus-menerus untuk menganalisis tata cara terbaik di dunia dengan maksud menciptakan dan mencapai sasaran dan tujuan dengan prestasi dunia (IBM) proses pembanding dan pengukuran operasi atau proses internal organisasi terhadap mereka yang terbaik dalam kelasnya, baik dari dalam maupun dari luar industri (Goetsch dan Davis )
  • 5.
    WHY BENCHMARKING? Benchmarking memberikita kesempatan untuk mendapatkan: Membangung kesadaran yang lebih baik untuk diri kita sendiri • Apa yang kita lakukan? • Bagaimana kita melakukannya? • Sebaik apa kita mengerjakannya? Kesadaran yang lebih baik dari (mereka)yang terbaik • Apa yang kita lakukan? • Bagaimana kita melakukannya? • Sebaik apa kita mengerjakannya?
  • 6.
    WHY BENCHMARKING? • Benchmarkingmerupakan langkah yang efisien dalam melakukan “perbaikan” • Benchmarking mempercepat kemampuan perusahaan untuk melakukan perbaikan. “Time is Money” • Benchmarking memiliki kemampuan untuk mepertinggi nilai kinerja secara menyeluruh dan signifikan • Belajar dari pengalaman orang lain • Cara menetapkan target yang realistis tetapi penuh ambisi
  • 7.
  • 8.
    FEATURE AND CONCEPT 3Fitur dalam Benchmarking: Metoda pengukuran dan perbandingan yang kontinu dalam sebuah proses bisnis perusahaan dengan perusahaan lainnya Menemukan jenjang perbedaan (gap) antara satu proses (perusahaan sendiri) dan perusahaan lain yang lebih baik Menggabungkan proses perushaan yang terbaik kedalam strategi (proses) perusahaan kita untuk mengisi jenjang perbedaan (gap) dan memperbaiki performa perusahaan
  • 9.
    FEATURE AND CONCEPT •Apa saja yang bisa di Benchmark? Financial, Produk, Performa, Proses, Strategi Identifikasi Sumberdaya dan Kemampuan yang dapat menambah “Nilai”
  • 10.
    FEATURE AND CONCEPT •Hal-hal yang umum untuk dilakukan Benchmarking
  • 11.
    FEATURE AND CONCEPT SiapaSaja teladan yang bisa dijadikan Benchmarking? •Toyota untuk Proses •Intel Untuk Design •Motorola untuk Training •Scandinavian Airlines untuk Service •Honda untuk Rapid Product Development
  • 12.
    BENCHMARKING ADVANTAGES AND DISADVANTAGES 3Keuntungan Utama Jika Melakukan Benchmarking, yaitu: 1.Perbaikan dalam Proses dan Produk Dengan mengimplementasikan benchmarking, perusahaan dapat memperbaiki proses operasinya. 1.Mereduksi Biaya dan Waktu Benchmarking merupakan proses yang lebih efisien dari segi biaya dan waktu karena merupakan proses imitasi dan improvisasi, tidak seperti proses “menemukan” (invention) 1.Strategy yang Kompetitif Dengan mengimplementasikan Benchmarking maka perusahaan dapat beradaptasi terhadap perubahan
  • 13.
    BENCHMARKING ADVANTAGES AND DISADVANTAGES Kelemahan/kesaslahan yang dapat terjadi dari proses Benchmarking: 1.Apa yang baik untuk perusahaan lain belum tentu cocok dengan apa yang kita kerjakan. 2.Acuan atupun Benchmarking yang buruk dapat menyebabkan upaya yang sia-sia atau tidak berarti 3.Perbandingan yang salah 4.Keengganan Berbagi Informasi tentang apa yang di Benchmark (rahasia)
  • 14.
    BENCHMARKING PROCESS 1. Perencanaan 2.Analisa 3. Penggabungan 4. Aksi 5. Mematangkan (Finalisasi) 6. Rekalibrasi
  • 15.
    TYPES OF BENCHMARKING Adadua buah tipe benchmarking berdasarkan basis pertanyaan yaitu “Apa” dan “Siapa” yang akan dijadikan Benchmarking.
  • 16.
    TYPES OF BENCHMARKING •Untuk dasar “APA” yang akan dijadikan Benchmarking ada beberapa hal yang dapat menjawab pertanyaan tersebut yaitu: Produk, Finacial, Performa, Proses dan Strategy dari sebuah perusahaan • Untuk dasar “SIAPA” yang akan dijadikan Benchmarking maka kategori yang dijadikan acuan adalah: Internal vs Eksternal, Generik, International, Best in Class, Best of the Best
  • 17.
    CASE STUDY XEROX Fakta: •Xerox didirikandi Rochester (Amerika) pada tahun 1906 oleh Haloid Xerox •Xerox memperkenalkan mesin “foto-copy” pertama pada 50 tahun yang lalu •Pengguna mensin Xerox menjadi popular untuk menduplikasi •Tahun 1998 keuntungan perusahaan tumbuh 20% yang menaikan harga saham perusahaan di bursa. •18 Bulan berikutnya Xerox kehilangan 38 Milliar Dollar dalam nilai pasar saham. •Tahun 2001 harga saham perusahaan jatuh dari 70 USD pada tahun 1999 menjadi dibawah 5 USD •Dunia beralih pada era digital tetapi xerox tidak mengikuti perkembangan . Beralihnya knsumen merupakan kesalahan yang xerox biarkan terjadi.
  • 18.
    BENCHMARKING AT XEROX XEROXmelakukan Benchmarking terhadap perusahaan-perusahaan Jepang yang sejenis, dan menemukan mereka: •Lebih lama 2 kali dalam proses •Jumlah Tenaga ahli (enginer) 5 kali lebih besar •4 kali lebih besar jumlah perubahan design •Biaya desain 3 kali lebih besar •Xerox memiliki defek 30,000ppm pada produknya (30 kali lebih besar daripada kompetitornya) Hal diatas merupakan penemuan dari xerox dan mengetahui fakta bahwa perusahaan Jepang dapat memproduksi, mengirimkan, dan menjual produk mereka setara dengan xerox dengan sumber daya yang lebih kecil
  • 19.
    BENCHMARKING AT XEROX ModelBenchmarking di Xerox •Planing Menentukan subjek apa yang akan di benchmark, mengidentifikasi praktek terbaik dan mengembangkan teknik mengkoleksi (mengumpulkan)data terbaik •Analisis Menilai kekuatan (strenght) dari kompetitor dan membandingkan kekuatan xerox dengan saingannya tersebut •Integrasi Membuat tujuan-tujuan yang diperlukan dan menggabungkan tujuan ini kedalam proses perencanaan perusahaan •Aksi Mengimplementasikan rencana menjadi aksi yang dilakukan dan menilai mereka secara berkala untuk menentukan apakah perusahaannya mencapai tujuan •Pematangan Menentukan apakah perusahaan telah mencapai tingkat perusahaan superior
  • 20.
    BENCHMARKING AT XEROX SupplierManagement System • Perusahaan Jepang o Memiliki 1000 Supplier o Melatih karyawan vendor dalam Quzlity Control, automasi perusahaan o “Tepat waktu” seperti: mengirim dalam jumlah sedikit, sesuai jadwal yang konsumen inginkan • Xerox o Mereduksi jumlah vendor dari 5000 menjadi 400 o Membuat Sertifikasi Vendor, proses dimana supplier diberikan pelatihan dan di arahkan untuk memperbaiki kinerjanya o Berkonsultasi dengan vendor untuk ide desain yang lebih baik dan memperbiki layanan terhadap konsumen
  • 21.
    BENCHMARKING AT XEROX InventoryManagement Inventory Holding Time Reduction •Xerox menugaskan Brach Manager untuk mengeluarkan kebiijakn penyimpanan sesuai proses instalasi pelanggan •Hasilnya CCP (capital Cycle Prodct) terpotong 70% dan menghemat biaya sekitar 200 juta USD •Memperkecil Biaya Persediaan tercatat untuk memnunda perakitan produk ke dalam konfigurasi akhir  Manufacturing System Manajer didorong untuk dapat menidentifikasi masalah di konsumen Internal (pekerja asembling) & Konsumen eksternal (End user) dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka Marketing Perusahaan mengirimkan 55.000 kuisioner per bulan pada konsumen untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan merekam performa kompetitor Jika ada kompetitor yang lebih unggul maka perusahaan akan melakukan Benchmarking dari kompetitor tersebut
  • 22.
    BENCHMARKING AT XEROX Quality Sebagaibagian dari program “Leadership Through Quality”, Xerox menyediakan inovasi produk dan servis terhadap konsumennya (internal & Eksternal) Total Quality Management •Tim yang berisikan Senior manajer dan Konsultan dari McKinsey membantu membuat TQM •Dibawah 3 tiga SBU yang baru mereka memperkenalkan: • Enterprise Service Business • Office Copiers • Home Copiers Yang semuanya memiliki otonomi dalam bidang engginering, marketing dan penetapan harga
  • 23.
    BENCHMARKING AT XEROX Perubahanyang diperoleh: •Angka dari deffect menurun 78 per 100 mesin •Waktu respon service direduksi 27% •Inspeksi dari persediaan komponen direduksi dibawah 5% •Deffect dalam komponen ditekan menjadi 150ppm •Inventory cost berkurang 2/3 nya •Produktivitas Marketing meningkat 1/3 nya •Produktivitas produksi meningkat 8-10%
  • 24.
    BENCHMARKING AT XEROX •Peningkatan kehandalan produk dan pengurangan 40% dalam pemeliharaan terjadwal • Eror pada penagihan berkurang dari 8,3% menjadi 3,5% • Menjadi pemimpin pasar dalam segmen market high-volume copier-duplicator • Perbaikan penjualan dari 152% menjadi 328% di Amerika • Xerox satu-satunya perusahaan yang memenangkan penghargaan yang prestisius yaitu: Malcolm Baldridge National Award, Deming Award dan European Quality Award • Pada Tahun 1990-an, Xerox, bersama-sama dengan Ford, AT&T, IBM, Motorola membuat International Benchmarking Clearinghouse(IBC) untuk mempromosikan benchmarking dan panduan untuk perusahaan di seluruh dunia dalam menyebarkan benchmarking
  • 25.
    XEROX PRODUCT TODAY •Monitor LCD • Mesin Foto copy • Xerox Phraser Printers • Printer Multifungsi • Large Volume digital Printers • Workflow software under the brand strategy of FreeFlow • Xerox also sells scanners and digital presses • Xerox also produce fax machines, profesional printers, black and white copiers • Market software such as Xerox Docushare, Xerox MarketPort and FlowPort
  • 26.
    PERBEDAAN BENCHMARKING DENGANMETODA ATM BENCHMARKING AMATI TIRU MODIFIKASI (ATM) Acuan untuk benchmarking adalah dari yang terbaik Acuan yang digunakan bisa dari mana saja yang terbaik, populer, sukses dll Hal yang dilakukan untuk bench marking bisa dari semua proses, sistem guna menjadi pemenang Lebih banyak mencontoh guna mendapatkan produk yang lebih disukai (populer) dimata konsumen Dilakukan untuk perusahaan yang telah berjalan guna meningkatkan efektifitas dan mendapat hasil akhir Bisa dilakukan untuk perusahaan yang akan berdiri dengan tujuan mendapatkan hasil yang serupa dengan apa yang “ditiru”
  • 27.