Metode Penelitian Kuantitatif
Kelompok 1 :
1. Mei Sinta Putri S
2. Nindy Dwi Mariyandani
3. Siti Komariyah
4. Uswatun Khasanah
5. Waitaul Jannah
Proses Penelitian Kuantitatif
Proses penelitian kuantitatif dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut
Masalah
Seperti yang dikemukakan bahwa pada dasarnya penelitian itu dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk
memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu
berangkat dari masalah.
Sumber Masalah
Stonner (1982) mengemukakan bahawa masalah-masalah dapat diketahui atau
dicari apabila :
a. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
b. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan
c. Ada pengaduan
d. Ada kompetisi
Rumusan Masalah
Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Rumusan masalah
merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui
pengumpulan data. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah
dengan rumusan maslah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus
didasarkan pada masalah.
Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini dikembangkan
berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation).
Bentuk masalah dapat dikelompokkan kedalam bentuk :
a. Rumusan Masalah Deskriptif
b. Rumusan Masalah Komparatif
c. Rumusan Masalah Asosiatif
Variabel Penelitian
Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel
adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan
dipelajari. Selanjutnya Kidder(1981) menyatakan
bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana
peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.
Macam-macam Variabel
1. Variabel Independent
2. Variabel Dependent
3. Variabel Moderator
4. Variabel Intervening
5. Variabel Control
Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang
menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus
mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab
melalui penelitian teori yang digunkan untuk merumuskan hipotesis, jenis
dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan.
Berikut berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma atau
model penelitian kuantitatif untuk penelitian survey sebagai berikut
1. Paradigma sederhana
2. Paradigma sederhana berurutan
3. Paradigma ganda dengan dua variabel independen
4. Paradigma ganda dengan tiga variabel independen
5. Paradigma ganda dengan dua variabel dependen
6. Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen
7. Paradigma jalur
Menemukan Masalah
Untuk menemukan masalah dapat dilakukan dengan cara melakukan
menganalisis masalah, yaitu dengan bantuan menyusun kedalam pohon
masalah

Bab 2 metode penelitian kuantitatif

  • 1.
    Metode Penelitian Kuantitatif Kelompok1 : 1. Mei Sinta Putri S 2. Nindy Dwi Mariyandani 3. Siti Komariyah 4. Uswatun Khasanah 5. Waitaul Jannah
  • 2.
    Proses Penelitian Kuantitatif Prosespenelitian kuantitatif dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut
  • 3.
    Masalah Seperti yang dikemukakanbahwa pada dasarnya penelitian itu dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah. Sumber Masalah Stonner (1982) mengemukakan bahawa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila : a. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan b. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan c. Ada pengaduan d. Ada kompetisi
  • 4.
    Rumusan Masalah Rumusan masalahberbeda dengan masalah. Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dengan rumusan maslah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Bentuk masalah dapat dikelompokkan kedalam bentuk : a. Rumusan Masalah Deskriptif b. Rumusan Masalah Komparatif c. Rumusan Masalah Asosiatif
  • 5.
    Variabel Penelitian Kerlinger (1973)menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Selanjutnya Kidder(1981) menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. Macam-macam Variabel 1. Variabel Independent 2. Variabel Dependent 3. Variabel Moderator 4. Variabel Intervening 5. Variabel Control
  • 6.
    Paradigma Penelitian Paradigma penelitiandalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian teori yang digunkan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Berikut berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif untuk penelitian survey sebagai berikut 1. Paradigma sederhana 2. Paradigma sederhana berurutan 3. Paradigma ganda dengan dua variabel independen 4. Paradigma ganda dengan tiga variabel independen 5. Paradigma ganda dengan dua variabel dependen 6. Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen 7. Paradigma jalur
  • 7.
    Menemukan Masalah Untuk menemukanmasalah dapat dilakukan dengan cara melakukan menganalisis masalah, yaitu dengan bantuan menyusun kedalam pohon masalah