Landasan Teori
Kelompok 1 :
1. Mei Sinta Putri S
2. Nindy Dwi Mariyandani
3. Siti Komariyah
4. Uswatun Khasanah
5. Waitaul Jannah
Pengertian Teori
Setiap penelitian selalu menggunakan teori. Seperti yang dinyatakan
Sitirahayu Haditono (1999) menyatakan bahwa suatu teori akan memperoleh
arti yang penting, bila ia lebih banyak dapat melukiskan, menerangkan dan
meramalkan gejala yang ada. Sedangkan Mark (1963), dalam (Sitirahayu
Haditono, 1999) membedakan tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud
ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara
lain :
1. Teori yang deduktif
2. Teori yang induktif
3. Teori yang fungsional
Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat
konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis. Secara
umum, teori mempunyai tiga fungsi untuk menjelaskan (Explanation),
meramalkan (prediction), dan pengendalian (Control) suatu gejala.
Tingkatan Dan Fokus Teori
Numan (2003) mengemukakan tingkatan teori
(level of theory) menjadi tiga yaitu : micro, meso
dan macro.
Selanjutnya fokus teori dibedakan menjadi
tiga yaitu teori subtantif, teori formal, dan midle
range theory
Teori yang digunakan untuk perumusan
hipotesis yang akan diuji melalui pengumpulan
data adalah teori subtantif, karena teori ini lebih
fokus berlaku untuk obyek yang akan diteliti.
Deskipsi Teori
Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap
variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang
lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup,
kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti
menjadi lebih jelas dan terarah.
Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah
1. Tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah variabelnya
2. Cari sumber-sumber bacaan
3. Lihat daftar isi setiap buku dan pilih topik yang relevan dengan setiap
variabel yang akan diteliti
4. Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti
5. Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti
6. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber kedalam
bentuk tulisan dengan bahasa sendiri
Kerangka Berfikir
Kerangka berfikir dalam suatu penelitian
perlu dikemukakan apabila dalam penelitian
tersebut berkenaan dua variabel atau lebih.
Apabila penelitian hanya membahas sebuah
variabel atau lebih secara mandiri, maka yang
dilakukan peneliti disamping mengemukakan
deskripsi teoritis untuk masing-masing
variabel, juga argumentasi terhadap variasi
besaran variabel yang diteliti (Sapto Haryoko,
1999).
Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap
rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah
penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat
pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang
diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan,
belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang
diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis
juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap
rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang
empirik dengan data.
Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah
penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.

Bab 3 landasan teori

  • 1.
    Landasan Teori Kelompok 1: 1. Mei Sinta Putri S 2. Nindy Dwi Mariyandani 3. Siti Komariyah 4. Uswatun Khasanah 5. Waitaul Jannah
  • 2.
    Pengertian Teori Setiap penelitianselalu menggunakan teori. Seperti yang dinyatakan Sitirahayu Haditono (1999) menyatakan bahwa suatu teori akan memperoleh arti yang penting, bila ia lebih banyak dapat melukiskan, menerangkan dan meramalkan gejala yang ada. Sedangkan Mark (1963), dalam (Sitirahayu Haditono, 1999) membedakan tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara lain : 1. Teori yang deduktif 2. Teori yang induktif 3. Teori yang fungsional Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis. Secara umum, teori mempunyai tiga fungsi untuk menjelaskan (Explanation), meramalkan (prediction), dan pengendalian (Control) suatu gejala.
  • 3.
    Tingkatan Dan FokusTeori Numan (2003) mengemukakan tingkatan teori (level of theory) menjadi tiga yaitu : micro, meso dan macro. Selanjutnya fokus teori dibedakan menjadi tiga yaitu teori subtantif, teori formal, dan midle range theory Teori yang digunakan untuk perumusan hipotesis yang akan diuji melalui pengumpulan data adalah teori subtantif, karena teori ini lebih fokus berlaku untuk obyek yang akan diteliti.
  • 4.
    Deskipsi Teori Deskripsi teoripaling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah 1. Tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah variabelnya 2. Cari sumber-sumber bacaan 3. Lihat daftar isi setiap buku dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti 4. Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti 5. Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti 6. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber kedalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri
  • 5.
    Kerangka Berfikir Kerangka berfikirdalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri, maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel, juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti (Sapto Haryoko, 1999).
  • 6.
    Hipotesis Hipotesis merupakan jawabansementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.