ARUS DAN 
TEGANGAN BOLAK-BALIK 
STKIP-H Selong
Persamaan e and v di atas sesuai dengan persamaan simpangan 
pada gerak harmonik sederhanan, yaitu x = A sin wt. Berdasarkan 
hal tersebut, maka tegangan bolak-balik mempunyai frekuensi dan 
periode seperti halnya dengan gerak harmonik sederhana. Dalam 
hal ini frekuensi dan periode tegangan bolak-balik berhubungan 
dengan pengulangan keadaan maksimum dan minimum dari nilai 
tegnagan. Besaran frekuesi dan periode tegangan bolak-balik ini 
dapat ditentukan dengan persamaan berikut: 
Adaptif 
Formulasi arus dan 
tegangan bolak-balik 
Hal.: 3 
e e sinwt max = v v sinwt max or = 
w 
2 
p 
f = 
T = 2p and 
w
Sehingga persamaan tegangan bolak-balik dapat dinyatakan 
sebagai berikut: 
I I sin 2p max I I sinwt = max = I I sin 2pft max = or 
Keterangan: 
T = periode (s) 
f = frekuensi (Hz) 
w = kecepatan sudut (rad/s) 
Adaptif 
Formulasi arus dan 
tegangan bolak-balik 
Hal.: 3 
v v sin 2p max v v sin 2pft = max = or 
t 
T 
Jika tegangan bolak-balik dipasang pada suatu rangkaian, 
maka arus yang mengalir pada rangkaian juga merupakan arus 
bolak-balik yang berubah terhadap waktu menurut fungsi sinus, 
sehingga arus bolak-balik dapat dinyatakan dengan persamaan: 
t 
T
Adaptif 
Nilai efektif tegangan dan 
arus bolak-balik 
Nilai arus atau tegangan bolak-balik yang dianggap setara 
dengan arus atau tegangan searah disebut nilai efektif arus 
atau tegangan bolak-balik. 
Hal.: 3 
max 
max 0,707 
2 
v 
v 
I I I ef and = = 
vef = = max 
max 0,707 
2 
Keterangan: 
I = nilai efektif arus boalk-balik (A) 
Imax = arus maksimum (A) 
v = nilai efektif tegangan bolak-balik (volt) 
vmax = tegangan maksimum (volt) 
Nilai efektif arus dan tegangan bolak-balik dapat diukur dengan 
menggunakan alat seperti amperemeter AC, galvanometer AC 
(untuk arus) dan volmeter AC (untuk tegangan).
Adaptif 
FORMULASI ARUS DAN TEGANGAN 
BOLAK-BALIK 
Contoh 
Sebuah volmeter AC dihubungkan ke sumber tegangan AC 
menunjukkan nilai 110 Volt, hitung: 
a. tegangan maksimum (vmax)? 
b. arus efektif yang mengalir melalui hambatan 50 W yang 
dihubungkan ke sumber tegangan? 
Hal.: 3 
50 
W 
110 
V 
~
Vef = 110 volt = = 
R = 50 W 
a. Vmax = ….? 
b. Ief = …? 
2 (110 )( 2) max 
Adaptif 
FORMULASI ARUS DAN 
TEGANGAN BOLAK-BALIK 
V V volt ef 
110 2 volt 
Hal.: 3 
volt 
110 2 
= 
a. 
Jadi, tegangan maksimumnya adalah 
Penyelesaian 
b. 
volt A 
V 
110 = 
I ef 
ef 2.2 
R 
50 
W 
= = 
Jadi, pada R = 50 W mengalir arus 2.2 A
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
Rangkaian resistif 
V, I 
R 
V 
0 180 360 540 720 wt 
Hal.: 3 
~ 
Karena rangkaian resistif 
dianggap tidak mempunyai 
induktansi dan kapasitas, maka 
rangkaian resistif tidak tidak 
dipengaruhi oleh perubahan 
medan magnet disekitarnya. 
Berdasarkan hal tersebut, maka 
pada rangkaian resistif, arus dan 
tegangan bolak-balik mempunyai 
fase yang sama atau beda 
fasenya nol. Keadaan ini dapat 
digambarkan dengan grafik 
fungsi sudut fase dari arus dan 
tegangan seperti disamping.
Pada rangkaian induktif, arus 
listrikmempunyai fase yang 
berbeda dengan tegangan. Hal 
ini, tegangan V mendahului arus 
dengan beda fase sebesar p/2 
atau 90o. Keadaan ini dapat 
digambarkan dengan grafik 
fungsi sudut fase arus dengan 
tegangan seperti disamping. 
v = v wt + p 
sin( ) max 2 
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
Rangkaian induktif 
Hal.: 3 
L 
V 
~ 
I I sinwt max =
Meskipun pada rangkaian induktif tidak terdapat resistor, 
tetapi pada rangkaian ini terdapat sebuah besaran yang 
mempunyai sifat yang sama dengan hambatan listrik, yaitu 
reaktansi induktif, yang besarnya dapat ditentukan sebagai 
berikut: 
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
Hal.: 3 
L fL 
V 
= max = = w = 
2p 
L I 
V 
I 
X 
ef 
ef 
max 
Keterangan: 
XL = reaktansi induktif (W) 
f = frekuensi (Hz) 
 w = kecepatan sudut (rad/s) 
L = induktansi induktor (H)
I = I wt + p 
sin( ) max 2 
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
Rangkaian kapasitif 
Hal.: 3 
C 
V 
~ 
Sesuai dengan persamaan I dan V 
di atas, maka pada rangkaian 
kapasitif, arus listrik mempunyai 
beda fase sebesar p/2 dengan 
tegangan. Hal ini, arus I menda-hului 
tegangan V dengan beda fase 
p/2 atau 90o. Keadaan ini dapat 
digambarkan dengan grafik fungsi 
sudut fase dari arus dan tegangan 
seperti di samping. 
v v sinwt max =
Seperti juga pada rangkaian induktif, maka pada rangkaian 
kapasitif terdapat sebuah besaran reaktansi yang yang 
disebut reaktansi kapasitif dan besarnya dapat ditentukan 
sebagai berikut: 
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
Hal.: 3 
V 
ef 
= max = = = 
C w 2p 
I C fC 
X V 
I 
ef 
1 1 
max 
Keterangan: 
XL = reaktansi kapasitif (W) 
f = frekuensi (Hz) 
 w = kecepatan sudut (rad/s) 
C = kapasitas kapasitor (F)
Jika gabungan seri antara resistor R dan 
induktor L dipasang pada sumber tegangan 
bolak-balik, maka tegangan induktor VL 
mendahului arus I dengan beda fase p/2 
atau 90o, sedangkan tegangan resistor VR 
mempunyai fase yang sama dengan arus I. 
Keadaan ini dapat digambarkan dengan 
diagram fasor seperti di samping. 
Adaptif 
RANGKAIAN 
GABUNGAN SERI 
Rangkaian R-L seri 
VL 
Hal.: 3 
VR VL 
R L 
V 
V 
VR 
j 
I 
~ 
2 2 
L V = I R + X 
V = I.Z 
X j = L 
R 
Keterangan: 
Z = impedansi (W) 
j = beda fase
Adaptif 
RANGKAIAN 
GABUNGAN SERI 
Rangkaian R-C seri 
Vc 
Hal.: 3 
VR VC 
R C 
VR 
V 
V 
j 
I 
Jika gabungan seri antara resistor R 
dengan kapasitor C dipasang pada 
sumber tegangan bolak-balik, maka 
tegangan kapasitor VC tertinggal oleh 
arus I dengan beda fase 90o, sedangkan 
tegangan resistor VR mempunyai fase 
yang sama dengan arus I. Keadaan ini 
dapat dapat digambarkan dengan 
diagram fasor seperti di samping. 
2 2 
C V = I R + X 
V = I.Z 
Xj = C 
R 
Keterangan: 
Z = impedansi (W) 
j = beda fase 
~
Rangkaian R-L-C seri 
Ketika gabungan seri antara resistor R, induktor L dan kapasitor C 
dihubungkan dengan sumber tegangan AC, maka tegangan resistor 
VR mempunyai fase yang sama dengan araus I, tegangan induktor 
VL mendahului arus I dengan beda fase 90o, dan tegangan kapasitor 
VC tertinggal oleh arus I dengan beda fase 90o. Keadaan ini dapat 
digambarkan dengan diagram fasor seperti berikut: 
Adaptif 
RANGKAIAN 
GABUNGAN SERI 
VR VL 
Hal.: 3 
- VC VL 
VL- VC 
V 
VR 
j 
I 
VC 
R L 
V 
~ 
VC 
C 
2 ( )2 L C V = I R + X - X 
V = I.Z 
Xj = C 
R
Rangkaian R-L-C seri berada pada keadaan resonansi 
jika harga reaktansi induktif XL sama dengan harga 
reaktansi kapasitif XC, sehingga pada keadaan ini XL-XC 
= 0 atau rangkaian impedansi sama dengan 
hambatan (Z = R). 
Adaptif 
RESONANSI 
= Selain itu, pada keadaan 
2 1 
Hal.: 3 
LC 
X X 
f 
f C 
L C 
f L 
O 
p 
p 
p 
2 
1 
2 
= 
= 
resonansi berlaku I = V/R, hal ini 
karena Z = R. 
Keterangan: 
L = induksi induktor (H) 
C = kapasitas kapasitor (F) 
f = frekuensi (Hz)
Adaptif 
DAYA PADA RANGKAIAN 
ARUS BOLAK-BALIK 
Pada rangkaian arus bolak-balik, dayanya dapat 
ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: 
Hal.: 3 
ef ef R P = I 2R = I V 
dimana 
P = daya (watt) 
Ief = nilai efektif arus bolak-balik (A) 
R = hambatan (W) 
VR = tegangan pada hambatan (volt)
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
Contoh 
Lihatlah gambar rangkaian R-L-C seri berikut ini: 
Hal.: 3 
R L C 
~ 
Jika hambatan R = 40 W, induktansi L = 8 H dan kapasitansi 
C = 8 mF dipasang pada sumber tegangan yang mempunyai 
tegangan efectif 110 volt dan laju sudut 375 rad/s, maka 
hitung: 
1. arus efektif pada rangkaian? 
2. daya pada rangkaian?
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
Penyelesaian 
a. arus efektif (Ief) 
R = 40 W 
X L H 
I ef 
ef 
Hal.: 3 
= = = W 
(375 )(0,8 ) 300 
= W 
C ´ 
6 F 
w 
= = 
- 300 
1 
(375 )(8 10 ) 
V 
X 
s 
rad 
ef 
C 
s 
rad 
L 
w 
Then, 
110 
2 2 
volt A 
volt 
V 
Z 
2,2 
110 
50 
(40 ) (300 330 ) 
= 
W 
= 
W + W - W 
= = 
Jadi, arus efektif 
pada rangkaian 
adalah 2,2 A
Adaptif 
RANGKAIAN ARUS 
BOLAK-BALIK 
P V I 
Hal.: 3 
cos 
ef ef 
= 
V I R 
Z 
= 
= W 
(110 volt )(2.2 A 
) 40 
watt 
V I 
ef ef 
193.6 
30 
cos 
= 
W 
= 
f 
f 
Jadi, daya pada 
rangkaian adalah 
193,6 watt 
b. Daya (P)
1. Sebuah kumparan mempunyai induktansi 0,04 H, tentukan: 
a. reaktansi induktifnya jika dihubungkan dengan tegangan AC 
yang mempunyai frekuensi anguler 10 rad/s? 
b. kuat arus maksimum jika tegangannya 20 volt? 
2. Sebuah kapasitor mempunyai kapasitansi 12,5 mF disusun seri 
dengan hambatan 60 W kemudian dihubungkan dengan tegangan 
AC 120 volt. Jika frekuensi angulernya 1000 rad/s, hitunglah kuat 
Arus dan beda fase antara V dan I pada rangkaian tersebut? 
Adaptif 
LATIHAN 
Hal.: 3
3. Rangkaian R-L-C seri mempunyai R = 300 W, L = 0.6 H and 
Adaptif 
LATIHAN 
C = 5 mF dihubungkan dengan sumber tegangan AC yang 
mempunyai frekuensi anguler 1000 rad/s. Hitunglah: 
a. impedansi rangkaian? 
b. induktansi diri jika terjadi resonansi? 
c. beda fase antara V dan I? 
4. Lihatlah pada gambar rangkaian berikut ini! 
Hal.: 3 
R=400W L=0.5 H C=5 mF 
V = 100 sin(1000t) volt 
~ 
Hitunglah: 
a. arus efektif pada rangkaian? 
b. daya pada rangkaian? 
c. faktor daya?
Hal.: 3 Adaptif

Rangkaian Arus bolak balik

  • 1.
    ARUS DAN TEGANGANBOLAK-BALIK STKIP-H Selong
  • 2.
    Persamaan e andv di atas sesuai dengan persamaan simpangan pada gerak harmonik sederhanan, yaitu x = A sin wt. Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan bolak-balik mempunyai frekuensi dan periode seperti halnya dengan gerak harmonik sederhana. Dalam hal ini frekuensi dan periode tegangan bolak-balik berhubungan dengan pengulangan keadaan maksimum dan minimum dari nilai tegnagan. Besaran frekuesi dan periode tegangan bolak-balik ini dapat ditentukan dengan persamaan berikut: Adaptif Formulasi arus dan tegangan bolak-balik Hal.: 3 e e sinwt max = v v sinwt max or = w 2 p f = T = 2p and w
  • 3.
    Sehingga persamaan teganganbolak-balik dapat dinyatakan sebagai berikut: I I sin 2p max I I sinwt = max = I I sin 2pft max = or Keterangan: T = periode (s) f = frekuensi (Hz) w = kecepatan sudut (rad/s) Adaptif Formulasi arus dan tegangan bolak-balik Hal.: 3 v v sin 2p max v v sin 2pft = max = or t T Jika tegangan bolak-balik dipasang pada suatu rangkaian, maka arus yang mengalir pada rangkaian juga merupakan arus bolak-balik yang berubah terhadap waktu menurut fungsi sinus, sehingga arus bolak-balik dapat dinyatakan dengan persamaan: t T
  • 4.
    Adaptif Nilai efektiftegangan dan arus bolak-balik Nilai arus atau tegangan bolak-balik yang dianggap setara dengan arus atau tegangan searah disebut nilai efektif arus atau tegangan bolak-balik. Hal.: 3 max max 0,707 2 v v I I I ef and = = vef = = max max 0,707 2 Keterangan: I = nilai efektif arus boalk-balik (A) Imax = arus maksimum (A) v = nilai efektif tegangan bolak-balik (volt) vmax = tegangan maksimum (volt) Nilai efektif arus dan tegangan bolak-balik dapat diukur dengan menggunakan alat seperti amperemeter AC, galvanometer AC (untuk arus) dan volmeter AC (untuk tegangan).
  • 5.
    Adaptif FORMULASI ARUSDAN TEGANGAN BOLAK-BALIK Contoh Sebuah volmeter AC dihubungkan ke sumber tegangan AC menunjukkan nilai 110 Volt, hitung: a. tegangan maksimum (vmax)? b. arus efektif yang mengalir melalui hambatan 50 W yang dihubungkan ke sumber tegangan? Hal.: 3 50 W 110 V ~
  • 6.
    Vef = 110volt = = R = 50 W a. Vmax = ….? b. Ief = …? 2 (110 )( 2) max Adaptif FORMULASI ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK V V volt ef 110 2 volt Hal.: 3 volt 110 2 = a. Jadi, tegangan maksimumnya adalah Penyelesaian b. volt A V 110 = I ef ef 2.2 R 50 W = = Jadi, pada R = 50 W mengalir arus 2.2 A
  • 7.
    Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Rangkaian resistif V, I R V 0 180 360 540 720 wt Hal.: 3 ~ Karena rangkaian resistif dianggap tidak mempunyai induktansi dan kapasitas, maka rangkaian resistif tidak tidak dipengaruhi oleh perubahan medan magnet disekitarnya. Berdasarkan hal tersebut, maka pada rangkaian resistif, arus dan tegangan bolak-balik mempunyai fase yang sama atau beda fasenya nol. Keadaan ini dapat digambarkan dengan grafik fungsi sudut fase dari arus dan tegangan seperti disamping.
  • 8.
    Pada rangkaian induktif,arus listrikmempunyai fase yang berbeda dengan tegangan. Hal ini, tegangan V mendahului arus dengan beda fase sebesar p/2 atau 90o. Keadaan ini dapat digambarkan dengan grafik fungsi sudut fase arus dengan tegangan seperti disamping. v = v wt + p sin( ) max 2 Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Rangkaian induktif Hal.: 3 L V ~ I I sinwt max =
  • 9.
    Meskipun pada rangkaianinduktif tidak terdapat resistor, tetapi pada rangkaian ini terdapat sebuah besaran yang mempunyai sifat yang sama dengan hambatan listrik, yaitu reaktansi induktif, yang besarnya dapat ditentukan sebagai berikut: Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Hal.: 3 L fL V = max = = w = 2p L I V I X ef ef max Keterangan: XL = reaktansi induktif (W) f = frekuensi (Hz) w = kecepatan sudut (rad/s) L = induktansi induktor (H)
  • 10.
    I = Iwt + p sin( ) max 2 Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Rangkaian kapasitif Hal.: 3 C V ~ Sesuai dengan persamaan I dan V di atas, maka pada rangkaian kapasitif, arus listrik mempunyai beda fase sebesar p/2 dengan tegangan. Hal ini, arus I menda-hului tegangan V dengan beda fase p/2 atau 90o. Keadaan ini dapat digambarkan dengan grafik fungsi sudut fase dari arus dan tegangan seperti di samping. v v sinwt max =
  • 11.
    Seperti juga padarangkaian induktif, maka pada rangkaian kapasitif terdapat sebuah besaran reaktansi yang yang disebut reaktansi kapasitif dan besarnya dapat ditentukan sebagai berikut: Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Hal.: 3 V ef = max = = = C w 2p I C fC X V I ef 1 1 max Keterangan: XL = reaktansi kapasitif (W) f = frekuensi (Hz) w = kecepatan sudut (rad/s) C = kapasitas kapasitor (F)
  • 12.
    Jika gabungan seriantara resistor R dan induktor L dipasang pada sumber tegangan bolak-balik, maka tegangan induktor VL mendahului arus I dengan beda fase p/2 atau 90o, sedangkan tegangan resistor VR mempunyai fase yang sama dengan arus I. Keadaan ini dapat digambarkan dengan diagram fasor seperti di samping. Adaptif RANGKAIAN GABUNGAN SERI Rangkaian R-L seri VL Hal.: 3 VR VL R L V V VR j I ~ 2 2 L V = I R + X V = I.Z X j = L R Keterangan: Z = impedansi (W) j = beda fase
  • 13.
    Adaptif RANGKAIAN GABUNGANSERI Rangkaian R-C seri Vc Hal.: 3 VR VC R C VR V V j I Jika gabungan seri antara resistor R dengan kapasitor C dipasang pada sumber tegangan bolak-balik, maka tegangan kapasitor VC tertinggal oleh arus I dengan beda fase 90o, sedangkan tegangan resistor VR mempunyai fase yang sama dengan arus I. Keadaan ini dapat dapat digambarkan dengan diagram fasor seperti di samping. 2 2 C V = I R + X V = I.Z Xj = C R Keterangan: Z = impedansi (W) j = beda fase ~
  • 14.
    Rangkaian R-L-C seri Ketika gabungan seri antara resistor R, induktor L dan kapasitor C dihubungkan dengan sumber tegangan AC, maka tegangan resistor VR mempunyai fase yang sama dengan araus I, tegangan induktor VL mendahului arus I dengan beda fase 90o, dan tegangan kapasitor VC tertinggal oleh arus I dengan beda fase 90o. Keadaan ini dapat digambarkan dengan diagram fasor seperti berikut: Adaptif RANGKAIAN GABUNGAN SERI VR VL Hal.: 3 - VC VL VL- VC V VR j I VC R L V ~ VC C 2 ( )2 L C V = I R + X - X V = I.Z Xj = C R
  • 15.
    Rangkaian R-L-C seriberada pada keadaan resonansi jika harga reaktansi induktif XL sama dengan harga reaktansi kapasitif XC, sehingga pada keadaan ini XL-XC = 0 atau rangkaian impedansi sama dengan hambatan (Z = R). Adaptif RESONANSI = Selain itu, pada keadaan 2 1 Hal.: 3 LC X X f f C L C f L O p p p 2 1 2 = = resonansi berlaku I = V/R, hal ini karena Z = R. Keterangan: L = induksi induktor (H) C = kapasitas kapasitor (F) f = frekuensi (Hz)
  • 16.
    Adaptif DAYA PADARANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Pada rangkaian arus bolak-balik, dayanya dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: Hal.: 3 ef ef R P = I 2R = I V dimana P = daya (watt) Ief = nilai efektif arus bolak-balik (A) R = hambatan (W) VR = tegangan pada hambatan (volt)
  • 17.
    Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Contoh Lihatlah gambar rangkaian R-L-C seri berikut ini: Hal.: 3 R L C ~ Jika hambatan R = 40 W, induktansi L = 8 H dan kapasitansi C = 8 mF dipasang pada sumber tegangan yang mempunyai tegangan efectif 110 volt dan laju sudut 375 rad/s, maka hitung: 1. arus efektif pada rangkaian? 2. daya pada rangkaian?
  • 18.
    Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Penyelesaian a. arus efektif (Ief) R = 40 W X L H I ef ef Hal.: 3 = = = W (375 )(0,8 ) 300 = W C ´ 6 F w = = - 300 1 (375 )(8 10 ) V X s rad ef C s rad L w Then, 110 2 2 volt A volt V Z 2,2 110 50 (40 ) (300 330 ) = W = W + W - W = = Jadi, arus efektif pada rangkaian adalah 2,2 A
  • 19.
    Adaptif RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK P V I Hal.: 3 cos ef ef = V I R Z = = W (110 volt )(2.2 A ) 40 watt V I ef ef 193.6 30 cos = W = f f Jadi, daya pada rangkaian adalah 193,6 watt b. Daya (P)
  • 20.
    1. Sebuah kumparanmempunyai induktansi 0,04 H, tentukan: a. reaktansi induktifnya jika dihubungkan dengan tegangan AC yang mempunyai frekuensi anguler 10 rad/s? b. kuat arus maksimum jika tegangannya 20 volt? 2. Sebuah kapasitor mempunyai kapasitansi 12,5 mF disusun seri dengan hambatan 60 W kemudian dihubungkan dengan tegangan AC 120 volt. Jika frekuensi angulernya 1000 rad/s, hitunglah kuat Arus dan beda fase antara V dan I pada rangkaian tersebut? Adaptif LATIHAN Hal.: 3
  • 21.
    3. Rangkaian R-L-Cseri mempunyai R = 300 W, L = 0.6 H and Adaptif LATIHAN C = 5 mF dihubungkan dengan sumber tegangan AC yang mempunyai frekuensi anguler 1000 rad/s. Hitunglah: a. impedansi rangkaian? b. induktansi diri jika terjadi resonansi? c. beda fase antara V dan I? 4. Lihatlah pada gambar rangkaian berikut ini! Hal.: 3 R=400W L=0.5 H C=5 mF V = 100 sin(1000t) volt ~ Hitunglah: a. arus efektif pada rangkaian? b. daya pada rangkaian? c. faktor daya?
  • 22.