Oleh
Gusrianto
14402012
Defenisi :
Material berwarna hitam atau coklat
tua. Pada temperatur ruang berbentuk padat
sampai agak padat, jika dipanaskan sampai
temperatur tentu dapat menjadi lunak / cair
sehingga dapat membungkus partikel agregat
pada waktu pembuatan campuran aspal beton
atau sapat masuk kedalam pori-pori yang ada
pada penyemprotan/ penyiraman pada
perkerasan macadam atau pelaburan. Jika
temperatur mulai turun. Aspal akan mengeras
dan mengikat agregat pada tempatnya (sifat
Termoplastis)
 Hidrocarbon adalah bahan dasar utama dari aspal yangHidrocarbon adalah bahan dasar utama dari aspal yang
umumnya disebut bitumen. Sehingga aspal sering jugaumumnya disebut bitumen. Sehingga aspal sering juga
disebut bitumen,disebut bitumen,
 Aspal merupakan salah satu material konstruksiAspal merupakan salah satu material konstruksi
perkerasan lentur . Aspal merupakan komponen kecil .perkerasan lentur . Aspal merupakan komponen kecil .
Umumnya 4 – 10 % dari berat campuran. TetapiUmumnya 4 – 10 % dari berat campuran. Tetapi
merupakan komponen yang relatif mahalmerupakan komponen yang relatif mahal
 Aspal umumnya berasal dari salah satu hasil destilasiAspal umumnya berasal dari salah satu hasil destilasi
minyak bumi (Aspal Minyak) dan bahan alami (aspalminyak bumi (Aspal Minyak) dan bahan alami (aspal
Alam),Alam),
 Aspal minyak (Aspal cemen) bersifat mengikat agregatAspal minyak (Aspal cemen) bersifat mengikat agregat
pada campuran aspal beton dan memberikan lapisanpada campuran aspal beton dan memberikan lapisan
kedap air. Serta tahan terhadap pengaruh asam, Basa dankedap air. Serta tahan terhadap pengaruh asam, Basa dan
garam,garam,
 Sifat aspal akan berubah akibat panas dan umur, aspalSifat aspal akan berubah akibat panas dan umur, aspal
akan menjadi kaku dan rapuh dan akhirnya dayaakan menjadi kaku dan rapuh dan akhirnya daya
adhesinya terhadap partikal agregat akan berkurang.adhesinya terhadap partikal agregat akan berkurang.
Aspal merupakan proses lanjutan
dari residu hasil destilasi minyak
bumi. Bensin (gasoline), minyak
tanah ( kerosene), solar (minyak
diesel), merupakan hasil destilasi
pada temperatur yang berbeda
beda.
1. Bahan dasar aspal ( asphaltic base
crude oil)
2. Bahan dasar parafin (parafin base
crude oil)
3. Bahan dasar campuran (mixed base
crude oil)
Bahan dasar parafin kurang
mengandung bitumen,demikian
juga bahan dasar campuran
dimana kandungan kadar aspalnya
rendah. Untuk perkerasan jalan
umumnya digunakan aspal yang
diperoleh dari bahan dasar aspal.
Proses Penyulingan minyak bumi untuk menghasilkan
aspal
Aspal Alam :Aspal Alam :
- Aspal GunungAspal Gunung (Rock Asphalt)(Rock Asphalt)
ex : Aspal P. Butonex : Aspal P. Buton
- Aspal DanauAspal Danau (Lake Asphalt)(Lake Asphalt)
ex : Aspal Bermudez, Trinidadex : Aspal Bermudez, Trinidad
Aspal Buatan :Aspal Buatan :
- Aspal MinyaAspal Minyakk
Merupakan hasil destilasio minyak bumiMerupakan hasil destilasio minyak bumi
- TarTar
Merupakan hasil penyulingan batu bara dan kayuMerupakan hasil penyulingan batu bara dan kayu
(tidak umum dugunakan, peka terhadap(tidak umum dugunakan, peka terhadap
perubahan temperatur dan beracun)perubahan temperatur dan beracun)
Berdasarkan jenis
bahan dasarnya
- Asphaltic base crude oilAsphaltic base crude oil
Bahan dasar dominan aspalticBahan dasar dominan aspaltic
- Parafin base crude oilParafin base crude oil
Bahan dasar dominan parafinBahan dasar dominan parafin
- Mixed base crude oilMixed base crude oil
Bahan dasar campuran asphalticBahan dasar campuran asphaltic
dan parafindan parafin
BerdasarkanBerdasarkan
bentuknyabentuknya
- Aspal keras/panas (Asphalt cemen)Aspal keras/panas (Asphalt cemen)
aspal yang digunakan dalam keadaanaspal yang digunakan dalam keadaan
panas dan cair, pada suhu ruangpanas dan cair, pada suhu ruang
berbentuk padatberbentuk padat
- Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt)Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt)
aspal yang digunakan dalam keadaanaspal yang digunakan dalam keadaan
dingin dan cair, pada suhu ruangdingin dan cair, pada suhu ruang
berbentuk cairberbentuk cair
- Aspal emulsi (emulsion asphalt)Aspal emulsi (emulsion asphalt)
aspal yang disediakan dalam bentukaspal yang disediakan dalam bentuk
emulsi dandigunakan dalam kondisiemulsi dandigunakan dalam kondisi
dingin dan cairdingin dan cair
 Aspal keras pada suhu ruang (250
– 300
C) berbentuk padat
 Aspal keras dibedakan berdasarkan nil;ai penetrasi (tingkat kekerasannya)
 Aspal keras yang biasa digunakan :
- AC Pen 40/50, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 40 – 50
- AC pen 60/70, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 60 – 79
- AC pen 80/100, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 80 – 100
- AC pen 200/300, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 200-300
 Aspal dengan penetrasi rendah digunakan di daerah bercuaca panas,
volume lalu lintas tinggi.
 Aspal dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin,
lalu lintas rendah.
 Di Indonesia umumnya digunakan aspal penetrasi 60/70 dan 80/100.
 Aspal cair merupakan campuran aspal keras dengan bahan pengencair dari hasil
penyulingan minyak bumi
 Pada suhu ruang berbentuk cair
 Berdasarkan bahan pencairnya dan kemudahan penguapan bahan pelarutnya,
aspal cair dibedakan atas :
1. RC (Rapid curing cut back )
Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan bensin (premium), RC
merupakan curback asphal yang paling cepat menguap.
RC cut back asphalt dugunakan sebagai :
- Tack coat (Lapis perekat)
- Prime Coat (Lapis resap pengikat)
2. MC (Medium Curing cut back)
Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan minyak tanah
(Kerosine). MC merupakan cutback aspal yang kecepatan menguapnya sedang.
3. SC3. SC (Slow Curing cut back(Slow Curing cut back))
Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan solar,Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan solar,
SC merupakanSC merupakan cut backcut back asphal yang paling lamaasphal yang paling lama
menguap.menguap.
SC Cut back asphalt digunakan sebagai :SC Cut back asphalt digunakan sebagai :
- Prime coat- Prime coat
- Dust laying (lapis pengikat debu)- Dust laying (lapis pengikat debu)
Cut backCut back aspal dibedakan berdasarkan nilai viscositas pada suhu 600aspal dibedakan berdasarkan nilai viscositas pada suhu 600
ex : RC 30 – 60ex : RC 30 – 60 MC 30 – 60MC 30 – 60 SC 30 – 60SC 30 – 60
RC 70 – 140RC 70 – 140 MC 70 – 140MC 70 – 140 SC 70 - 140SC 70 - 140
Makin
Kental
Aspal emulsi adalah suatu campuran aspal dengan air dan
bahan pengemulsi
Emulsifer agent merupakan ion bermuatan listrik
(Elektrolit), (+) Cation ; (-) Annion
Emulsifer agent berfungsi sebagai stabilisator
Partikel aspal melayang-layang dalam air karena partikel
aspal diberi muatan listrik.
Berdasarkan muatan listriknya, aspal emulsi dapat dibedakan atas ;
1. Kationik,
disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal emulsi yang
bermuatan arus listrik posirif
2. Anionik,
disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang
bermuatan negatif
3. Nonionik,
merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti
tidak mengantarkan listrik.
Yang umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal
emulsi anionik dan kationik.
Berdasarkan kecepatan pengerasannya aspal emulsi dibedakan atas
- Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung sedikit bahan
pengemulsi sehingga pengikatan cepat terjadi. Digunakan untuk
Tack Coat
- Medium Setting (MS), Digunakan untuk Seal Coat
- Slow Seeting (SS), jenis aspal emulsi yang paling lambat menguap,
Digunakan Sebagai Prime coat
Aspal buton merupakan aspal alam yang berasal ddari
pulau buton, Indonesia.
Aspal ini merupakan campuran antara bitumen dengan
bahan mineral lainnya dalam bentuk bantuan.
Karena aspal buton merupakan bahan alam maka kadar
bitumennya bervariasi dari rendah sampai tinggi.
Berdasarkan kadar bitumennya aspal buton dibedakan
atas B10, B13, B20, B25, dan B30 (Aspal Buotn B10 adalah
aspal buton dengan kadar bitumen rata-rata 10%)
 Aspal merupakan unsur hydrocarbon yang sangat komplek,sangat
sukar memisahkan molekul-molekul yang memberntuk aspal tersebut
 Secara umum komposisi dari aspal terdiri dari asphaltenes dan
maltenes
 Asphaltenes merupakan material berwarna hitam atau coklat tua yang
larut dalam heptane.
 Maltenes merupakan cairan kental yang terdiri dari resin dan oils, dan
larut dalam heptanes
 Resins adalah cairan berwarna kuning atau coklat tua yang
memberikan sifat adhesi dari aspal, merupakan bagian yang mudah
hilang atau berkurang selama masa pelayanan jalan. Oils adalah
media dari asphaltenes dan resin, berwarna lebih muda
 Proporsi dari asphaltenes, resin, oils berbeda tergantung dari banyak
faktor seperti kemungkinan beroksidasi, proses pembuatan dan
ketebalan aspal dalam campuran.
Aspal secara kimia terdiri dari
- Aromat
- Parafin
- Alefine
Parafine merupakan rangkaian hidrocarbon yang jenuh
bercabang
CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH2 - ……….
I
CH3
Olefine merupakan rangkaian hidrocarbon yang tak jenuh
CH3 – CH = CH2 = CH2 = ………..
Sifat KimiaSifat Kimia Sifat FisikSifat Fisik
KelekatanKelekatan Base on AromatBase on Aromat Base on ResinBase on Resin
DurabulityDurabulity Base on ParafinBase on Parafin Base on IkatanBase on Ikatan
MalteneMaltene
Kepekaan terhadapKepekaan terhadap
suhusuhu
Base on ParafinBase on Parafin Base on MalteneBase on Maltene
Asphaltenes
Maltenes
Resin
Minyak Lainnya
Sifat kimia dan sifat fisik aspal saling berhubungan
Ilustrasi Komposisi Aspal Minyak
Pada aspal buatan maltene lebih dominan (lebih
banyak), maka bentuknya semi solid
Pada aspal alam kebanyakan asphaltene saja, jadi
bentuknya cenderung padat
Sifat aspal minyak juga dipengaruhi minyak
mentah penyusunnya
Sifat Parafinic base crude oil :
a. Mudah teroksidasi
b. Pada suhu panas, leleh dan pada suhu
rendah mengeras dan rapuh
c. Adhesi kecil
d. Dactilitas kecil
Sifat – sifat seperti parafin base crude oil tidak
diingini pada konstruksi jalan
Sifat asphaltene base crude oil bertolak belakang
dengan sifat parafinic crude oil, dan hal ini
menguntungkan untuk dipakai pada konstruksi
jalan.
 Sebagai Bahan Pengikat:
Memeberikan ikatan yang kuat antara aspal dengan agregat dan
antara aspal itu sendiri
 Bahan Pengisi
Mengisi rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada
antara agregat itu sendiri.
Terima kasih . . . . . .

aspal

  • 1.
  • 2.
    Defenisi : Material berwarnahitam atau coklat tua. Pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat, jika dipanaskan sampai temperatur tentu dapat menjadi lunak / cair sehingga dapat membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan campuran aspal beton atau sapat masuk kedalam pori-pori yang ada pada penyemprotan/ penyiraman pada perkerasan macadam atau pelaburan. Jika temperatur mulai turun. Aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada tempatnya (sifat Termoplastis)
  • 3.
     Hidrocarbon adalahbahan dasar utama dari aspal yangHidrocarbon adalah bahan dasar utama dari aspal yang umumnya disebut bitumen. Sehingga aspal sering jugaumumnya disebut bitumen. Sehingga aspal sering juga disebut bitumen,disebut bitumen,  Aspal merupakan salah satu material konstruksiAspal merupakan salah satu material konstruksi perkerasan lentur . Aspal merupakan komponen kecil .perkerasan lentur . Aspal merupakan komponen kecil . Umumnya 4 – 10 % dari berat campuran. TetapiUmumnya 4 – 10 % dari berat campuran. Tetapi merupakan komponen yang relatif mahalmerupakan komponen yang relatif mahal  Aspal umumnya berasal dari salah satu hasil destilasiAspal umumnya berasal dari salah satu hasil destilasi minyak bumi (Aspal Minyak) dan bahan alami (aspalminyak bumi (Aspal Minyak) dan bahan alami (aspal Alam),Alam),  Aspal minyak (Aspal cemen) bersifat mengikat agregatAspal minyak (Aspal cemen) bersifat mengikat agregat pada campuran aspal beton dan memberikan lapisanpada campuran aspal beton dan memberikan lapisan kedap air. Serta tahan terhadap pengaruh asam, Basa dankedap air. Serta tahan terhadap pengaruh asam, Basa dan garam,garam,  Sifat aspal akan berubah akibat panas dan umur, aspalSifat aspal akan berubah akibat panas dan umur, aspal akan menjadi kaku dan rapuh dan akhirnya dayaakan menjadi kaku dan rapuh dan akhirnya daya adhesinya terhadap partikal agregat akan berkurang.adhesinya terhadap partikal agregat akan berkurang.
  • 4.
    Aspal merupakan proseslanjutan dari residu hasil destilasi minyak bumi. Bensin (gasoline), minyak tanah ( kerosene), solar (minyak diesel), merupakan hasil destilasi pada temperatur yang berbeda beda.
  • 5.
    1. Bahan dasaraspal ( asphaltic base crude oil) 2. Bahan dasar parafin (parafin base crude oil) 3. Bahan dasar campuran (mixed base crude oil)
  • 6.
    Bahan dasar parafinkurang mengandung bitumen,demikian juga bahan dasar campuran dimana kandungan kadar aspalnya rendah. Untuk perkerasan jalan umumnya digunakan aspal yang diperoleh dari bahan dasar aspal.
  • 7.
    Proses Penyulingan minyakbumi untuk menghasilkan aspal
  • 9.
    Aspal Alam :AspalAlam : - Aspal GunungAspal Gunung (Rock Asphalt)(Rock Asphalt) ex : Aspal P. Butonex : Aspal P. Buton - Aspal DanauAspal Danau (Lake Asphalt)(Lake Asphalt) ex : Aspal Bermudez, Trinidadex : Aspal Bermudez, Trinidad Aspal Buatan :Aspal Buatan : - Aspal MinyaAspal Minyakk Merupakan hasil destilasio minyak bumiMerupakan hasil destilasio minyak bumi - TarTar Merupakan hasil penyulingan batu bara dan kayuMerupakan hasil penyulingan batu bara dan kayu (tidak umum dugunakan, peka terhadap(tidak umum dugunakan, peka terhadap perubahan temperatur dan beracun)perubahan temperatur dan beracun)
  • 10.
    Berdasarkan jenis bahan dasarnya -Asphaltic base crude oilAsphaltic base crude oil Bahan dasar dominan aspalticBahan dasar dominan aspaltic - Parafin base crude oilParafin base crude oil Bahan dasar dominan parafinBahan dasar dominan parafin - Mixed base crude oilMixed base crude oil Bahan dasar campuran asphalticBahan dasar campuran asphaltic dan parafindan parafin BerdasarkanBerdasarkan bentuknyabentuknya - Aspal keras/panas (Asphalt cemen)Aspal keras/panas (Asphalt cemen) aspal yang digunakan dalam keadaanaspal yang digunakan dalam keadaan panas dan cair, pada suhu ruangpanas dan cair, pada suhu ruang berbentuk padatberbentuk padat - Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt)Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt) aspal yang digunakan dalam keadaanaspal yang digunakan dalam keadaan dingin dan cair, pada suhu ruangdingin dan cair, pada suhu ruang berbentuk cairberbentuk cair - Aspal emulsi (emulsion asphalt)Aspal emulsi (emulsion asphalt) aspal yang disediakan dalam bentukaspal yang disediakan dalam bentuk emulsi dandigunakan dalam kondisiemulsi dandigunakan dalam kondisi dingin dan cairdingin dan cair
  • 11.
     Aspal keraspada suhu ruang (250 – 300 C) berbentuk padat  Aspal keras dibedakan berdasarkan nil;ai penetrasi (tingkat kekerasannya)  Aspal keras yang biasa digunakan : - AC Pen 40/50, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 40 – 50 - AC pen 60/70, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 60 – 79 - AC pen 80/100, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 80 – 100 - AC pen 200/300, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 200-300  Aspal dengan penetrasi rendah digunakan di daerah bercuaca panas, volume lalu lintas tinggi.  Aspal dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin, lalu lintas rendah.  Di Indonesia umumnya digunakan aspal penetrasi 60/70 dan 80/100.
  • 12.
     Aspal cairmerupakan campuran aspal keras dengan bahan pengencair dari hasil penyulingan minyak bumi  Pada suhu ruang berbentuk cair  Berdasarkan bahan pencairnya dan kemudahan penguapan bahan pelarutnya, aspal cair dibedakan atas : 1. RC (Rapid curing cut back ) Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan bensin (premium), RC merupakan curback asphal yang paling cepat menguap. RC cut back asphalt dugunakan sebagai : - Tack coat (Lapis perekat) - Prime Coat (Lapis resap pengikat) 2. MC (Medium Curing cut back) Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan minyak tanah (Kerosine). MC merupakan cutback aspal yang kecepatan menguapnya sedang.
  • 13.
    3. SC3. SC(Slow Curing cut back(Slow Curing cut back)) Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan solar,Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan solar, SC merupakanSC merupakan cut backcut back asphal yang paling lamaasphal yang paling lama menguap.menguap. SC Cut back asphalt digunakan sebagai :SC Cut back asphalt digunakan sebagai : - Prime coat- Prime coat - Dust laying (lapis pengikat debu)- Dust laying (lapis pengikat debu) Cut backCut back aspal dibedakan berdasarkan nilai viscositas pada suhu 600aspal dibedakan berdasarkan nilai viscositas pada suhu 600 ex : RC 30 – 60ex : RC 30 – 60 MC 30 – 60MC 30 – 60 SC 30 – 60SC 30 – 60 RC 70 – 140RC 70 – 140 MC 70 – 140MC 70 – 140 SC 70 - 140SC 70 - 140 Makin Kental
  • 14.
    Aspal emulsi adalahsuatu campuran aspal dengan air dan bahan pengemulsi
  • 15.
    Emulsifer agent merupakanion bermuatan listrik (Elektrolit), (+) Cation ; (-) Annion Emulsifer agent berfungsi sebagai stabilisator Partikel aspal melayang-layang dalam air karena partikel aspal diberi muatan listrik.
  • 16.
    Berdasarkan muatan listriknya,aspal emulsi dapat dibedakan atas ; 1. Kationik, disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal emulsi yang bermuatan arus listrik posirif 2. Anionik, disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang bermuatan negatif 3. Nonionik, merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti tidak mengantarkan listrik. Yang umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal emulsi anionik dan kationik. Berdasarkan kecepatan pengerasannya aspal emulsi dibedakan atas - Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung sedikit bahan pengemulsi sehingga pengikatan cepat terjadi. Digunakan untuk Tack Coat - Medium Setting (MS), Digunakan untuk Seal Coat - Slow Seeting (SS), jenis aspal emulsi yang paling lambat menguap, Digunakan Sebagai Prime coat
  • 17.
    Aspal buton merupakanaspal alam yang berasal ddari pulau buton, Indonesia. Aspal ini merupakan campuran antara bitumen dengan bahan mineral lainnya dalam bentuk bantuan. Karena aspal buton merupakan bahan alam maka kadar bitumennya bervariasi dari rendah sampai tinggi. Berdasarkan kadar bitumennya aspal buton dibedakan atas B10, B13, B20, B25, dan B30 (Aspal Buotn B10 adalah aspal buton dengan kadar bitumen rata-rata 10%)
  • 18.
     Aspal merupakanunsur hydrocarbon yang sangat komplek,sangat sukar memisahkan molekul-molekul yang memberntuk aspal tersebut  Secara umum komposisi dari aspal terdiri dari asphaltenes dan maltenes  Asphaltenes merupakan material berwarna hitam atau coklat tua yang larut dalam heptane.  Maltenes merupakan cairan kental yang terdiri dari resin dan oils, dan larut dalam heptanes  Resins adalah cairan berwarna kuning atau coklat tua yang memberikan sifat adhesi dari aspal, merupakan bagian yang mudah hilang atau berkurang selama masa pelayanan jalan. Oils adalah media dari asphaltenes dan resin, berwarna lebih muda  Proporsi dari asphaltenes, resin, oils berbeda tergantung dari banyak faktor seperti kemungkinan beroksidasi, proses pembuatan dan ketebalan aspal dalam campuran.
  • 19.
    Aspal secara kimiaterdiri dari - Aromat - Parafin - Alefine Parafine merupakan rangkaian hidrocarbon yang jenuh bercabang CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH2 - ………. I CH3 Olefine merupakan rangkaian hidrocarbon yang tak jenuh CH3 – CH = CH2 = CH2 = ………..
  • 20.
    Sifat KimiaSifat KimiaSifat FisikSifat Fisik KelekatanKelekatan Base on AromatBase on Aromat Base on ResinBase on Resin DurabulityDurabulity Base on ParafinBase on Parafin Base on IkatanBase on Ikatan MalteneMaltene Kepekaan terhadapKepekaan terhadap suhusuhu Base on ParafinBase on Parafin Base on MalteneBase on Maltene Asphaltenes Maltenes Resin Minyak Lainnya Sifat kimia dan sifat fisik aspal saling berhubungan
  • 21.
  • 22.
    Pada aspal buatanmaltene lebih dominan (lebih banyak), maka bentuknya semi solid Pada aspal alam kebanyakan asphaltene saja, jadi bentuknya cenderung padat
  • 23.
    Sifat aspal minyakjuga dipengaruhi minyak mentah penyusunnya Sifat Parafinic base crude oil : a. Mudah teroksidasi b. Pada suhu panas, leleh dan pada suhu rendah mengeras dan rapuh c. Adhesi kecil d. Dactilitas kecil Sifat – sifat seperti parafin base crude oil tidak diingini pada konstruksi jalan Sifat asphaltene base crude oil bertolak belakang dengan sifat parafinic crude oil, dan hal ini menguntungkan untuk dipakai pada konstruksi jalan.
  • 24.
     Sebagai BahanPengikat: Memeberikan ikatan yang kuat antara aspal dengan agregat dan antara aspal itu sendiri  Bahan Pengisi Mengisi rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada antara agregat itu sendiri.
  • 25.